Anda di halaman 1dari 3

PROPOSAL PROJEK ANALISIS METEOROLOGI

PENGARUH FAKTOR METEOROLOGI TERHADAP FLUKTUASI


KONSENTRASI PM10 DAN O3

KELOMPOK VII

Fakhri Labib Chusaini (G24170003)


Latif Ismail (G24170068)
Iis Wantari (G24170076)
Milkah Royna (G24170080)
Siti Nadia Nurul A (G24170083)

DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2020
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Konsentrasi polutan dapat dipengaruhi oleh faktor meteorologi, seperti arah
angin, fluktuasi kecepatan turbulen, serta stabilitas atmosfer yang sangat dinamis baik
temporal maupun spasial (Stroh et al. 2005). Stabilitas atmosfer dan kecepatan angin
dapat mempengaruhi tinggi lapisan pencampuran (mixing layer height) yang merupakan
faktor penting dalam proses pembentukan dan dispersi emisi di permukaan (Pal 2014).
Faktor-faktor meteorologi lain, seperti suhu tinggi, radiasi matahari, kelembaban tinggi,
dan tekanan udara juga memainkan peran penting dalam peningkatan konsentrasi polutan
di udara (Ding et al. 2007).
Radiasi matahari akan mempengaruhi pemanasan permukaan tetapi bergantung
pada jenis permukaan. Jenis permukaan di wilayah perkotaan berupa aspal, tembok atau
beton memiliki besaran albedo sebesar 5-20% sehingga radiasi matahari dipantulkan
kembali dan memanaskan udara di atasnya. Hal tersebut dapat mempengaruhi stabilitas
atmosfer. Perbedaan stabilitas atmosfer di wilayah perkotaan pada siang hari dan malam
hari sangat berbeda, sehingga mempengaruhi fluktuasi konsentrasi polutan pola dispersi
polutan secara diurnal (Finn et al. 2010). Kondisi meteorologi di setiap lokasi juga akan
dipengaruhi oleh topografi. Menurut Papanastasiou dan Melas (2008), topografi
pegunungan dapat membuat sebuah blocking effect, yaitu sirkulasi pencemar terhalang
oleh pegunungan sehingga polutan akan tetap berada di wilayah tersebut.
Pada makalah ini, parameter polutan yang digunakan adalah PM10 dan O3 yang
secara langsung dan tidak langsung dihasilkan melalui aktivitas antropogenik wilayah
perkotaan seperti transportasi. PM10 merupakan polutan primer yang salah satunya
dihasilkan dari hasil pembakaran tidak sempurna kendaraan bermotor, sedangkan O3
merupakan hasil reaksi kimia polutan primer hasil pembakaran tersebut dengan radiasi
matahari.
Tujuan
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh factor-faktor meteorology
terhadap fluktuasi konsentrasi PM10 dan O3

DATA DAN METODOLOGI

Data dan Alat


Data yang diperlukan dalam project ini adalah data kualitas udara, data
klimatologi dari stasiun cuaca (curah hujan, penyinaran matahari, suhu udara,
kelembaban udara, dan kecepatan angin). Alat yang digunakan untuk mengolah data
tersebut adalah laptop dengan perangkat lunak Microsoft Excel, Microsoft Word, Minitab,
dan ArcGis (untuk membuat peta wilayah kajian).

Prosedur Analisis Data


Penentuan bulan basah dan bulan kering berdasarkan data curah hujan wilayah.
Data curah hujan bulanan diperlukan untuk menganalisis pengaruh curah hujan terhadap
konsentrasi polutan. Fluktuasi diurnal data konsentrasi polutan dibandingkan antara bulan
basah dan bulan kering, sehingga didapat hubungan curah hujan dengan fluktuasi
konsentrasi polutan. Kemudian, data interval 30 menitan radiasi matahari, suhu udara,
kelembaban udara, dan kecepatan angin dibuat rata-rata membentuk pola diurnal (24 jam)
untuk setiap parameter meteorologi dan polutan PM10 serta O3. Setelah itu, analasis
regresi dilakukan unruk melihat hubungan dan ketergantungan suatu variabel dengan
variabel lain. Nilai koefisien korelasi Pearson digunakan untuk menentukan besarnya
hubungan atau kedekatan antar variabel.
.

HASIL YANG DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama
Karakteristik wilayah kajian. Hasil kedua yang diharpakan adalah Fluktuasi diurnal PM 10
dan O3 di wilayah kajian. Hasil yang ketiga adalah Hubungan faktor meteorologi dengan
polutan seperti : radiasi matahari, suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, arah dan
kevepatan angin, dan nilai korelasi parameter meteorologi dengan PM10 dan O3. Terakhir,
analisis pengaruh faktor meteorologi ini dapat membantu pemerintah setempat agar
mengetahui daerah yang mengalami keterpaparan tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Ding PH, Wang GS, Guo YL, Chang SC, Wan GH. 2007. Urban air pollution and
meteorological factors emergency department visits of elderly patients with
chronic obstructive pulmonary disease in Taiwan. Environmental Pollution.
1(1): 1-8.
Finn D, Clawson KL, Carter RG, Rich JD, Biltof C, Leach M. 2010. Analysis of
urban atmosphere plume concentration fluctuation. Boundary Layer
Meteorol. 136: 431- 456.
Papanastasiou DK, Melas D. 2008. Climatology and impact on airquality of sea
breeze in an urban coastal environment. International Journal of
Climatology. Royal Meteorology Society.
Stroh E, Oudin A, Gustafsson S, Pilesjo P, Harrie L, Stromberg U, dan Jakobsson K.
2005. Associations between socio-economic characteristics and exposure to air
pollution a question of study area size an example from scania, sweden.
International Journal of Health Geographics 4:30-42.