Anda di halaman 1dari 5

JOB SHEET

Jenis Keterampilan : Enema / Huknah


Unit : Keperawatan Medikal Bedah II

REFERENSI

 Smeltzer, Suzzane C. dan Bare, Brenda G. 2001. Buku Ajar Keperawatan


Medikal Bedah. Jakarta: EGC
 A. aziz Alimul Hidayat,S.Kp, Musrifatul Uliyah, S.Kp. Kebutuhan Dasar
Manusia. 2002. Jakarta
 Puruhito. 1995. Dasar – dasar Pemberian Cairan dan Elektrolit Pada Kasus
– kasus Bedah. Airlangga Univercity Press: Surabaya
 Smelzer C. Suzanne, Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah. EGC: Jakarta

OBJEKTIF PERILAKU MAHASISWA

Setelah mengikuti demonstrasi ini mahasiswa mampu :


1. Mempersiapkan peralatan dan bahan yang digunakan untuk bilas lambung
dan secara lengkap
2. Mendemonstrasikan langkah – langkah bilas lambung secara sistematis sesuai
dengan prosedur pelaksanaan

DASAR TEORI

A. Pengertian Enema / Huknah


Enema / huknah adalah memasukkan cairan sabun yang hangat
melalui anus rectum sampai kedalam kolon desendens dan asendens.
Fungsinya adalah untuk mengeluarkan feses dan flaktus. Huknah dapat
diklasifikasikan kedalam 4 golongan menurut cara kerjanya
1) Cleansing ( Membersihkan )
2) Carminative ( Untuk mengobati flakulance )
3) Retensi ( Menahan )
4) dan Mengembalikan aliran
B. Klasifikasi
1) Huknah Rendah
Tindakan keperawatan dengan cara memasukkan cairan hangat kedalam
kolon desendens dengan menggunakan kanula rektal melalui anus.
Huknah rendah dilaksanakan sebelum operasi ( Persiapan pembedahan )
dan pasien yang mengalami obstipasi.
2) Huknah Tinggi
Tindakan memasukkan cairan hangat kedalam kolon asendens dengan
menggunakan kanula usus. Tindakan ini dapat dilakukan pada pasien
yang akan dilakukan pembedahan umum.

C. Tujuan Enema
1) Tujuan Enema / Huknah
a. Untuk membersihkan usus
b. Untuk pengobatan
c. Membantu penegakan diagnose
2) Tujuan Enema Rendah
a. Menggosongkan usus pada pra – pembedahan untuk mencegah hal hal
yang tidak diinginkan selama operasi berlangsung, seperti buang air
besar.
b. Merangsang buang air besar atau merangsang peristaltik usus untuk
mengeluarkan feses karena kesulitan untuk defekasi pada pasien.
3) Tujuan Enema Tinggi
a. Membantu mengeluarkan feses akibat konstipasi atau impaksi fekal
b. Membantu defaksi yang normal sebagai bagian dari program
pelatihan defakasi ( Bowel Training Program )
c. Tindakan pengobatan / pemeriksaan diagnostic

D. Indikasi Enema
1) Konstipasi
2) Kebiasaan BAB yang tidaak teratur
3) Penggunaan laxative yang berlebihan
4) Peningkatan stress psikologis
5) Impaksi feses ( Tertahannya feses )
6) Persiapan pra – operasi
7) Untuk tindakan diagnostic misalnya pemeriksaan neurologi
8) Pasien dengan malaena
9) Untuk persiapan pemeriksaan radiologi
10) Untuk persiapan operasi
11) Pada ibu yang akan melahirkan
E. Kontraindikasi Enema
1) Hemoroid yang berdarah
2) Keganasan kolon atau rectum
3) Diare
4) Post operasi
5) Pasien dengan gangguan fungsi jantung atau gagal ginjal, tumor rectum
dan kolon

F. Petunjuk
1) Siapkan alat dan petunjuk perlengkapan serta bahan sesuai dengan urutan
penggunaannya
2) Baca dan pelajari lembar kerja / job sheet sebelum melakukan praktik
3) Ikuti petunjuk instruktur, lakukan setiap langkah kerja sesuai daftar tilik
4) Perhatikan kesterilan dan keselamatan kerja selama melakukan praktik
5) Tanyakan pada instruktur bila terdapat hal hal yang kurang dimengerti
atau kurang dipahami
6) Bekerjalah secara hati – hati dan teliti
7) Bilas lambung dilakukan setiap mahasiswa
8) Laporkan hasil kerja setelah selesai melakukan latihan praktik

G. Alat dan Bahan


1) Pengalas
2) Irrigator lengkap dengan kanula rektal dan klem
3) Cairan panas ( 700 – 1000 ml dengan suhu 40,5°C – 43°C )
4) Bengkok
5) Jeli
6) Pee spot
7) Sampiran
8) Sarung tangan
9) Tisu
H. Prosedur Pelaksanaan

Huknah Rendah
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien
2. Cuci tangan
3. Atur ruangan dengan memasang sampiran bila pasien dirawat
dibangsal umum
4. Atur posisi pasien dengan posisi sims kiri
5. Pasang pengalas dibawah area genital
6. Siapkan bengkok di dekat pasien
7. Irrigator diisi cairan hangat dan hubungkan kanula rektal. Kemudian
periksa alirannya dengan membuka kanula rektal dan keluarkan air
ke bengkok dan beri jeli pada kanula
8. Gunakan sarung tangan
9. Masukkan kanula kira – kira 15 cm kedalam rectum kea rah kolon
desendens sambil pasien diminta menarik napas dan pegang irrigator
setinggi 50 cm dari tempat tidur dan buka klemnya. Air yang
dialirkan sampai pasien menunjukkan keinginannuntuk defekasi
10. Anjurkan pasien untuk menahan sebentar rasa ingin defekasi dan
pasang pispot atau anjurkan ke toilet. Bila pasien tidak mampu
mobilisasi, bersihkan daerah sekitar anus hingga bersih dan
keringkan dengan tisu
11. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
12. Catat jumlah feses yang keluar, warna, kepadatan dan respon pasien
Huknah Tinggi
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada pasien
2. Cuci tangan
3. Atur ruangan dengan memasang sampiran bila pasien dirawat
dibangsal umum atau bila pasien dirawat di ruang privat, cukup
dengan menutup pintu kamar
4. Atur posisi pasien dengan posisi sims kanan
5. Pasang pengalas dibawah daerah anus
6. Siapkan bengkok dekat pasien
7. Irrigator diisi cairan hangat sesuai dengan suhu badan dan
hubungkan kanula usus, kemudian periksa aliran dengan membuka
kanula usus dan mengeluarkan air ke bengkok dan verikan jeli pada
ujung kanula tersebut
8. Gunakan sarung tangan
9. Masukkan kanula kedalam rectum kea rah kolon asendens ( 15 – 20
cm ) sambil pasien diminta menarik napas panjangdan pegang
irrigator setinggi 30 cm dari tempat tidur dan buka klemnya sampai
air mengalir dan menimbulkan rasa ingin defekasi
10. Anjurkan pasien untuk menahan sebentar bila ada rasa ingin defekasi
dan pasang pispot atau anjurkan ke toilet. Bila pasien tidak mampu
ke toilet bersihkan dengan menyiram daerah perineum hingga bersih
dan keringkan dengan tisu
11. Cuci tangan
12. Catat jumlah, warna, konsistensi, dan respon pasien terhadap
tindakan