Anda di halaman 1dari 2

Malika Ayu Cahyani

18C10041

A/Tk II

Jurnal 1

Stigma negatif masyarakat mempengaruhi kualitas hidup penderita HIV pada komunitas LSL di
Kota Pematangsiantar, sehingga masyarakat sebaiknya menerima keberadaan LSL yang
menderita HIV di lingkungan masyarakat agar kualitas hidup LSL meningkat. Depresi
mempengaruhi kualitas hidup penderita HIV pada komunitas LSL di Kota Pematangsiantar,
sehingga LSL sebaiknya mengurangi keadaan depresi yang terjadi karena depresi dapat
menurunkan kualitas LSL. Kualitas hidup penderita HIV di komunitas “Lelaki seks dengan
lelaki”(LSL) di Kota Pematangsiantar tidak baik. Kualitas hidup yang buruk terkait dengan
stigma negatif masyarakat dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stigma
negatif masyarakat, depresi, dan kualitas hidup penderita HIV di komunitas LSL di Kota
Pematangsiantar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang dengan HIV pada komunitas
LSL di Kota Pematangsiantar sebanyak 32 orang. Berdasarkan Skala Stigma Komunitas (EMIC)
dalam Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (2011) dengan jawaban. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa stigma negatif masyarakat dan depresi berpengaruh terhadap kualitas hidup
penderita HIV pada komunitas LSL di Kota Pematangsiantar, dan variabel yang paling dominan
mempengaruhi kualitas hidup penderita HIV.

Jurnal 2

Sebagai pecandu narkoba suntik yang menyandang ODHA selain menerima stigma dari
masyarakat atau lingkungannya maka stigma dari dalam dirinya (self stigma) Stigma masyarakat
terhadap ODHA yang dipengaruhi oleh beberapa anggapan seperti, penyakit yang tidak dapat
dicegah atau dikendalikan, penyakit akibat dari “orang yang tidak bermoral”, dan penyakit yang
mudah menular kepada orang lain. Stigma ini mencerminkan kelas sosial yang mendalam.
Penyakit ini juga sering dikaitkan dengan kemiskinan dan menjadi pembenaran untuk
ketidakadilan sosial. ODHA sering diberi label. Stigma dari masyarakat tercermin dari persepsi
perlakuan negatif berupa penghindaran, penghinaan, penolakan dalam pergaulan sosial, dan
kehilangan pekerjaan.10 Perlakuan negative muncul dari ketakutan tertular, dimana seseorang
merasa tidak nyaman pada saat kontak langsung dengan ODHA maupun dengan benda-benda
yang digunakan oleh ODHA.