Anda di halaman 1dari 12

ANALISA DATA

DISUSUN OLEH:
NAMA : PEGI PRATAMA
NIM : 1802 143
KELAS : NR 13 B

DOSEN PENGAMPU:
HARMAWATI, S.Kp, M.Kep

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


SYEDZA SAINTIKA PADANG
2020
KATA PENGANTAR

Alhamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan


rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul ”Teknik Analisis Data” ini dengan baik.
Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari
berbagai pihak, kami telah berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik dan
sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya kami menghadapi
kesulitan, karena keterbatasan ilmu pengetahun dan keterampilan yang kami
miliki.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima
kasih kepada M.Ghufron Dimyati, M.S.I. selaku dosen Metode Penelitian dasar
dan juga kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dan dorongan
kepada kami. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat
banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat
kami butuhkan agar dapat menyempurnakan dimasa yang akan datang.
Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi  teman-
teman dan pihak yang berkepentingan.

04 April 2020

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah


Analisis dapat diartiakan sebagai proses mencari dan menyusun secara
sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara,catatan lapangan dan
dokumentasi,dengan cara mengkorganisasikan data kedalam
kategori,menjabarkan kedalam unit- unit untuk melakukan  sintesa, menyusun
kedalam pola,memilih mana yang penting dan akan dipalajari suatu proses
penyelidikan secara sistematis yang ditunjukan pada penyediaan informasi untuk
menyelesaikan masalah.
Dalam melaksanakan analisis merupakan hal yang sangat penting karena
sebagai pembantu pemecahkan masalah dengan mennggunakan data.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan teknik analisis data?
2.      Bagaimana proses analisis data?
3.      Apa saja langkah-langkah menyusun teknik analisis data?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa itu teknik analisis data.
2.      Untuk mengetahui proses analisis data.
3.      Untuk mengetahui langkah-langkah menyusun teknik analisis data.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengetian Teknik Analisis Data


Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan sudah
jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis 
yang telah dirumuskan dalam proposal karena dtanya kuantitatif, maka teknik
analisis yang menggunakan metode statistik yang sudah tersedia. Misalnya akan
menguji hipotesis hubungan antar dua variabel, bila datanya  ordinal maka
statistik yang digunakan adalah korelasi spearman rank,sedangkan bila  datanya
interval atau  ratio digunakan korelasi pearson product moment. Bila akan
menguji signifikansi komparasi data dua sempel, datanya interval atau ratio 
digunakan t-tast dua sampel, bila datanya n nominal digunakan chi kuadrat. Bila
akan menguji hipotesis komparatif lebih dari dua sampel, datanya interval,
digunakan analisis varian.
Dalam penelitian  kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (tringulasi), dan
dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Dengan pengamatan yang 
terus menerus mengakibatkan variasi data tinggi sekali. Data yang diperoleh pada
umumnya adalah data kualitatif (walapun tidak menolak data kuantitatif).
Sehingga  teknik  analisis data yang igunakan belum ada polanya yang jelas. Oleh
karena itu sering kesulitan dalam melakukan analisis. Seperti yang dinyatakan
oleh Miles and Huberman, bahwa yang paling serius dan sulit dalam analisis data
kualitatif karena metode analisis belum dirumuskan dengan baik. Dalam analisis
data kualitatif, Bogdan menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan
menyusun secara sistematik data yang diperoleh dai hasil wawancara, catatan
lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuan
dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan
mengorganisasikan data, menjabarkan kedalam unit -unit, melakukan
sintesa,menyusun kedalam pola,memilih mana yang penting dan  yang akan
dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Spradley mengatakan bahwa analisis dalam penelitian jenis apapun, merupakan
cara berfikir, hal itu berkaitan dengan pengujian secara sistematis terhadap sesuatu
untuk menentukan bagian, hubungan antar bagian , dan hubungan nya dengan 
keseluuhan. Analisis adalah untuk mencari pola. Dapat disimpulan bahwa  analisis
data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh
dari hasil wawancara,catatan lapangan dan dokumentasi,dengan cara
mengkorganisasikan data kedalam kategori,menjabarkan kedalam unit-unit
melakukan  sintesa,menyusun kedalam pola,memilih mana yang penting dan akan
dipalajari. Dan membuat kesimpulan hingga  mudah di faham oleh diri sendiri
maupun orang lain. Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif.[1]

B.     Proses Analisis Data


Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum
memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Dalam
hal ini Nasution menyatakan analisis telah dimulai sejak merumuskan dan
menjelaskan masalah, sebelum terjun kelapangan, dan berlangsung terus sampai
penulis hasil penelitian.
1.      Analisis sebelum di lapangan
Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki
lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data
sekunder, yang akan  digunakan untuk menentukan fokus penelitian.  Namun
demikian  fokus penelitian  ini masih bersifat sementara, dan akan
berkembang setelah peneliti  masuk  dan selama di lapangan.
2.      Analisis  data  di lapangan model Miles and Huberrman
Miles and Huberrman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data
kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus
sampai tuntas,sehingga datanya sudah jenuh, aktivitas dalam analisis data
yaitu:
a.       Data  Reduction (reduksi data)
Mereduksi data berarti merangkum memilih hal-hal yang
pokok,memfokuskan pada hal-hal yang penting. Di cari pola dan
temanya.  Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan
gambaran yang lebih jelas dan memperuah peneliti untuk melakukan
pengumpulan data dapat di bantu dengan peralaan elektronik seperti
komputer mini, dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu, data
yan g tidak penting yan g diilustrasikan dalam bentuk simbul-simbul
seperti %,#,@ dsb, sedangkan data yang penting diberi kode huruf besar
atau huruf kecil,angka dan simbol-simbol yan g mudah dipahami.
b.      Data Display (Penyajian Data)
Setelah data direduksi, maka langah selanjutnya adalah mendisplaykan
data. Kalau dalam penelitian kuantitatif penyajian data ini dapat  dilakukan
dalam bentuk tabel,grafik,phie chard, pictrogram dan sejenisnya. Melalui
penyajian data tersebut maka data terorganisasikan ,tersusun  dalam pola
hubungan sehingga akan semakin  mudah dipahami. Miles and Huberrman
menyatakan yang paling  sering digunakan untuk menyajikan data dalam
penelitian kulitatif adalah dengan teks yang berifat naratif,
disarankan,dalam melakukan display data, selain dengan teks naratif,juga
dapat berupa,grafik,matrik,network dan chart.
c.       Conclusion Drawing
Miles and Huberrman menyatakan langkah selanjutnya adalah penarikan
kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih
bersifat sementara , dan  akan  berubah bila tidak ditemuan bukti-bukti 
yang  kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.
Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal di dukung
oleh bukti –bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke
lapangan mengumpulkan data , maka kesimpulan yang dikemukakan
merupakan kesimpulan yang kresibel.
3.     Analisis Data Selama di Lapangan Model Spradley
Proses penelitian kualitatif setelah memasuki lapangan,di mulai dengan
menetapokan seseorang infroman kunci yang merupakan informan yang
berwibawa dan dipercaya mampu membuka pintu untuk memasuki obyek
penelitian.terdapat tahapan  analisis data yang dilakukan dalam  penelitian
kualitatif:
a.       Analisis domain artinya memperoleh gambaran yang umum dan
menyelruh dari objek/penelitian atau situasi sosial. Ditemukan berbagai
domain atau kategori. Diperoleh dengan penyataan grand dan
miniour.peneliti nemempatkan domain tertentu sebagai pijakan untuk
penelitian selanjutnya. Makin banyak domain yang dipilih ,maka akan
semakin banyak waktu yang diperlukan untuk penelitian.
b.      Analisis Taksonomi, domain yang dipilih tersebut selanjutnya dijabarkan
menjadi lebih rinci, untuk mengetahui struktur internalnya, dilakukan
dengan observasi terfokus.
c.       Analisis Komponensial,mencari ciri spesifikpada tiap struktur internal
dengan cara mengkontraskan antar elemen.di lakukan melalui observasi
dan wawancara terseleksi  dengan pertanyaan yang mengontraskan.
d.      Analisis tema kultural , mencari hubungan diantara domain dan
bagaimana hubungan dengan keseluruhann, dan selanjutnya dinyatakam
kedalam tema/judul penelitian.[2]
C.    Langkah –Langkah Analisis Data                             
Sebelum data dianalisis, data kasar ada yang perlu diadministrasi secara
jelas untuk memudahkan ketika  seorang  peneliti melakukan analisis dan 
merumuskanya ke komputer. Langkah ini disebut mempersiapkan data, langkah
yang penting yang perlu diambil dalam mempersiapkan ini adalah:
1.      Melakukan skoring
Cara menskor yang paling baik adalah dengan dilakukan secara manual.karena
lebih teliti dan memiliki sensivitas tinggi bila terjadi penyimpangan. Akan
tetapi dalam jumlah yang besar seperti pengambilan skor dari  hasil angket
ujian masuk ke perguruan tinggi, misalnya cara yang paling cepat adalah
menggunnakan jasa komputer. Untuk mencapai tujuan tersebut format angket
disusun sedemikian rupa sehingga mesin komputer dapat membaca dengan
mudah. Persiapan tersebut termasuk menggunakan pensil tertentu dan kertas
yang format dan besarnya sudah tertentu pula. Prinsip metode melakukan
skoring , baik yang dilakukan manual maupun komputer adalah sama. Yang
perlu diperhatikan dalam skoring adalah perlu adanya ketepatan yang tinggi
atau dengan kata lain,kesalahan yang ditimbulkan oleh prosedur soring harus
minimal.[3] 
2.      Persiapan
Kegiatan dalam langkah  persiapan ini antara lain:
a.       Mengecek nama dan kelengkapan indentitas pengisi
b.      Mengecek kelengkapan data
c.       Mengecek macam isian data
3.      Tabulasi
Kegiatan dalam tabulasi ini antara lain:
a.       Memberikan skor terhadap item –item yang prli  diberi sekor
b.      Memberikan kode terhadap item-item yang tidak diberi skor.
c.       Mengubah jenis data,  disesuikan  atau di modifikasi dengan  teknik
analisis yang akan digunakan.
d.      Memberi kode dalam hubungan dengan  pengolahan data jika akan 
menggunakan komputer. 
4.      Penerapan data sesuai dengan pendekatan penetian.
Pengolahan data yang diperoleh  dengan menggunakan rumus-rumus atau
aturn  yang ada, sesuai  den gan  pendekatan penelitian. Untuk mempermudah
cara mengikti uraian pengolahan data,kan  disajikan  degan  sistematika yang 
telah dikemukakan  pada  bab IV mengenai jenis-jenis pemasalahan angg teah
diajukan:
a.       Problema untuk mengatahui status dan mendeskipsikan fenomena.
b.      Problema komparasi,aitu problem yang bertujuan untuk membandngkan
dua fenomena atau lebih.
c.       Problema untuk mencari hubungan antara dua fenomena yang keduanya
sejajar (bukan merupakan sebab akibat).
d.      Problema untuk melihat pengaruh ssuatu treatmen atau ingin melihat
hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.[4]

D. Teknik Analisa Data


Teknik analisa data merupakan suatu langkah yang paling menentukan
dari suatu penelitian, karena analisa data berfungsi untuk menyimpulkan hasil
penelitian. Analisis data dapat dilakukan melalui tahap berikut ini :
1. Tahap Penelitian
a. Perencanaan
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Peneliti merancang kelas yang akan dijadikan sampel.
2) Peneliti membuat instrumen-instrumen penelitian yang akan
digunakan untuk penelitian.
b. Pelaksanaan
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Peneliti melaksanakan pembelajaran pada sampel penelitian.
2) Peneliti menguji coba, menganalisis dan menetapkan instrumen
penelitian.
c. Evaluasi Pada tahap ini, peneliti menganalisis dan mengolah data yang
telah dikumpulkan dengan metode yang telah ditentukan.
d. Penyusunan Laporan Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah
menyusun dan melaporkan hasil-hasil penelitian

2. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal-soal.
Adapun prosedur yang dilakukan dalam penyusunan instrumen ini adalah:
a. Perencanaan
Tahap perencanaan dilakukan oleh peneliti dan guru bidang mata
pelajaran. Pada tahap ini ditentukan mengenai :
1) Materi pokok yang akan diteliti
2) Bentuk-bentuk soal yang akan digunakan
b. Pembuatan Butir Soal
Pembuatan butir soal dilakukan oleh peneliti berdasarkan
perencanaan yang telah dibuat, karena untuk menjaga kemungkinan
soal tes yang mungkin tidak tepat untuk tes atau rusak.
b. Uji Coba Instrumen
Sebelum soal tes digunakan mengukur peserta didik pada kelas
sampel, soal tes terlebih dahulu diujicobakan. Uji coba tersebut
dimaksudkan untuk mengetahui validitas, realibilitas, tingkat
kesukaran dan daya beda pada butir soal. Dari hasil uji coba tersebut,
maka dipilih soal yang akan digunakan untuk mengukur tingkat
kemampuan peserta didik dalam belajar biologi pada materi virus.
1) Uji Validitas
Validitas adalah ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat
kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah tes dikatakan
valid apabila mampu mengukur apa yang hendak diukur. Dalam
bahasa Indonesia “valid” disebut dengan istilah “sahih”16.

2) Uji Realibilitas
Reliabilitas menunjuk suatu pengetian bahwa suatu
instrumen cukup dapat dipercaya. Suatu tes dikatakan dikatakan
mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut dapat
memberikan hasil yang tetap. Maka pengertian realibilitas tes,
berhubungan dengan masalah ketetapan hasil tes.

3) Taraf Kesukaran Soal


Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau
tidak terlalu sukar.
4) Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk
membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi)
dengan siswa yang kurang pandai (berkemampuan rendah).

3. Uji prasarat Analisis


a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang
diperoleh berdistribusi normal atau tidak.
c. Uji Homogenitas
Uji homogenitas sampel untuk mengetahui seragam (homogen)
tidaknya variansi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang
sama. Uji homogenitas dilakukan untuk memperoleh asumsi bahwa
sampel penelitian berangkat dari kondisi yang sama, pengujian
homogenitas data dilakukan dengan uji Bartlett yang
langkahlangkahnya sebagai berikut:
1) Data dikelompokkan untuk menentukan frekuensi varians dan
jumlah kelas.
2) Membuat tabel Uji Bartlett seperti tersebut di bawah ini : Harga-
harga yang perlu untuk uji Bartlett
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan sudah
jelas, yaitu diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis 
yang telah dirumuskan dalam proposal karena dtanya kuantitatif, maka teknik
analisis yang menggunakan metode statistik yang sudah tersedia.
Dalam penelitian  kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, enggan
menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (tringulasi), dan
dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh.
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki
lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai di lapangan. Langkah – langkah
analisis data:
1.      Melakukan skoring.
2.      Persiapan.
3.      Tabulasi.
4.      Penerapan data sesuai dengan pendekatan penetian.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu  Pendekatan


Praktik. Jakarta: PT Asdi  Mahastya.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sukardi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan
Praktiknya. Jakarta: PT Bumi Aksara.