Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

ASUHAN KEBIDANAN
KELUARGA BERENCANA

DOSEN : FRISKA SITORUS, M.K.M

ASTUTI SUKARSIH (190211019)

FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN


PRODI S1 PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
MEDAN
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNya sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa pula saya mengucapkan banyak terima
kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkonstribusi dengan memberikan bantuan baik
materi maupun pikiran.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca. Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya. Saya yakin banyak
kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Medan, Maret 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………….. i


DAFTAR ISI ………………………………………………………………………. ii
PENDAHULUAN …………………………………………………………………. 1
PEMBAHASAN …………………………………………………………………… 2
KESIMPULAN …………………………………………………………………….. 4
PENDAHULUAN

Kontrasepsi Darurat adalah kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bila


digunakan setelah hubungan seksual. Atau sering juga disebut "Kontrasepsi Pasca
senggama" atau "Morning after pills" atau "Morning after treatment". Pada awalnya
istilah "Kontrasepsi sekunder atau Kontrasepsi darurat" adalah untuk menepis
anggapan bahwa obat tersebut harus segera dipakai/digunakan setelah melakukan
hubungan seksual atau harus menunggu hingga keesokan harinya, dan bila tidak,
berarti sudah terlambat sehingga pasangan tersebut tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Sebutan kontrasepsi darurat  untuk menekankan bahwa jenis kontrasepsi ini
digunakan pada keadaan dan masa yang tidak boleh ditunda, juga mengisyaratkan 
bahwa cara KB ini lebih baik daripada tidak memakai metode KB sama sekali. Tetapi
sebenarnya cara ini tetap kurang efektif dibandingkan dengan cara KB lain yang sudah
ada.
PEMBAHASAN

Kontrasepsi darurat dapat mencegah kehamilan setelah hubungan seks tanpa kondom
atau jika kontrasepsi yang di gunakan telah gagal - misalnya, kondom telah terbelah atau
melewatkan pil.
Ada 2 jenis kontrasepsi darurat:
 Pil kontrasepsi darurat
Paling sedikit ada 5 cara pemberian kontrasepsi darurat yang telah di teliti
secara luas. 5 motoda terbanyak masing – masing bersifat hormonal dan saat ini di
terapkan secara oral. 5 cara tersebut adalah: pil kb kombinasi( mycrogynon), pil
progestin( postinor-2), pil estrogen( premarin), mifepristone( RU-468),
danazol( danocrine).
 Perangkat intrauterin (IUD atau koil)
Satu –satunya kondar mekanik adalah AKDR copper ( yang mengandung tembaga).
Jika di pasang dalam waktu kurang dari tujuh hari setelah senggama, AKDR ini mampu
mencegah kehamilan.

Cara kerja
1. Cara kerja kontrasepsi darurat hormonal
a. Komponen estrogen dosis tinggi atau derivatnya menghindari konsepsi dengan
jalan :
1) Esterogan dosis tinggi mengubah lapisan dalam rahim (endometrium) tetap
dalam keadaan fase proliverasi, sehingga tidak memungkinkan nidasi dari
hasil konsepsi.
2) Dengan peristaltik tuba yang meningkat, spermatozoa tidak mungkin dapat
mencapai ovum untuk melakukan konsepsi
3) Dalam fase proloferasi endometrium tidak dapat menimbulkan suasana”
kapasitasi” sempurana sehingga mengurangi kemampuan konsepsi
spermatozoa.
b. Komponen progesteron atau derivatnya dalam dosis tinggi menghindari terjadinya
kontrasepsi dan nidasi dengan jalan :
1) Mengentalkan lendir servik, endometrium, dan tuba palofi, sehingga
megurangi kemampuan bergerak spermatozoa untuk mencapai ovum,
sehingga tidak mungkin terjadi konsepsi.
2) Pada endometrium, terjadi perubahan sehingga kurang memberikan peluang
terjadinya nidasi.
2. Cara kerja kontrasepsi darurat dengan insersi IUD
a. IUD berbentuk inert seperti Lippes Loop menimbulkan reaksi benda asing dengan
terjadi migrasi dari leukosit, limfosit, dan makrofag. Pemadatan lapisan
endometrium menyebabkan gangguan nidasi hasil konsepsi, sehingga tidak terjadi
kehamilan.
b. IUD yang mengandung Cupper, segera setelah insersi disamping menimbulkan
pemadatan endometrium, melepaskan ion Cu dengan konsentrasi tinggi
1) Konsentrasi 2,5x10 mol/L bersifat lastosida atau membunuhnya sehingga
kehamilan tidak terjadi.
2) Konsentrasi yang lebih tinggi bersifat embriotoksik sehingga kehamilan tidak
terjadi .

Seperti halnya alat kontrasepsi lainnya, alat kontrasepsi ini juga tidak steril dari
efek samping. Efek samping dari kondar terbagi atas :
1. Mual
Keluhan ini pada umumnya hanya terjadi dalam 24 jam pertama setelah pemakaian.
2. Muntah
Bila muntah terjadi < 2 jam setelah pemberian maka pil KB tersebut harus
di ulangi lagi. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya di berikan obat anti muntah 1 jam
sebelum pemberian ulang kondar.
3. Perdarahan
Beberapa pemakaian kondar akan mengalami perdarahan bercak setelah
memakai kondar. Hampir sebagian besar pemakai akan mendapat menstruasi sesuai
atau lebih cepat dari waktunya. Bila terjadi keterlambatan lebih 7 hari haid
semestinya, maka harus di pikirkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Efek
samping lain yang mungkin terjadi seperti nyeri payudara, sakit kepala, pusing,
sakkit perut, capek dan jadwal haid yang berubah. ( Depkes RI, 2004)
KESIMPULAN

Kontrasepsi darurat memberikan harapan baru untuk menurunkan kejadian kehamilan


yang tidak di kehendaki (KTD) sehingga secara langsung menurunkan permintaan gugur
kandung. Dalam jangka waktu kurang dari 72 jam kontrasepsi darurat hormonal efektif
bertindak sebai alat untuk menghindari kehamilan. Sedangkan insersi IUD sebaiknya
dilakukan bila hubungan seks tanpa proteksi berlangsung lebih dari 72 jam (3 hari) tetapi
kurang dari 7 hari.
Cara kerja kontrasepsi hormonal terutama untuk menghindari konsepsi, sedangkan
insersi IUD terutama untuk menghindari nidasi di samping menghalangi terjadinya konsepsi.