Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN UMUM

Arif Sasmoko, Drs., M.M.

Kelas: R2A

Anggota :

1. Nathanael Oscar 201814500002


2. Ayu Febriyanti 201814500003
3. Siti Khadijah 201814500015
4. Andria Junita 201814500064

Fakultas Ilmu Pendidikan Pengetahuan Sosial (FIPPS)


Program Studi Pendidikan Ekonomi
Universitas Indraprasta PGRI
2019
Daftar Isi

Daftar Isi....................................................................................................................................ii
Kata Pengantar..........................................................................................................................iii
BAB 1 Pendahuluan...................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................................1
BAB 2 Pembahasan....................................................................................................................2
2.1 Pendahuluan................................................................................................................2
2.1.1 Pengertian Manajemen.........................................................................................2
2.1.2 Fungsi Manajamen...............................................................................................3
2.1.3 Peran Manajemen.................................................................................................4
2.2 Perkembangan Teori Manajemen................................................................................5
2.2.1 Teori Manajemen Kuno.......................................................................................5
2.2.2 Teori Manajemen Klasik......................................................................................6
2.3 Pendekatan Hubungan Manusia..................................................................................7
2.4 Pendekatan Teori Manajemen Sistem.........................................................................7
2.5 Pendekatan Teori Manajemen Situasional..................................................................8
2.6 Pendekatan Teori Manajemen Organisasi...................................................................9
BAB 3 Penutup........................................................................................................................10
3.1 Kesimpulan................................................................................................................10
3.2 Saran..........................................................................................................................10
Daftar Pustaka..........................................................................................................................11

ii
Kata Pengantar

Segala Puji dan Syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT, yang telah
memberikan kami kesehatan, kemudahan, rahmat, hidayah, dan inayah-Nya. Sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah untuk Mata Kuliah Manajemen Umum ini.
Tak lupa kami berterima kasih kepada Bapak Arif Sasmoko, Drs., M.M., sebagai
Dosen yang telah mengajar Mata Kuliah Manajemen Umum ini. Kami juga berterimakasih
kepada kedua Orang Tua kami yang memberikan semangat dalam penyusunan makalah ini.
Tak lupa kami berterimakasih kepada teman-teman kami yang membantu doa
sehingga terselesaikanlah makalah ini. Dan untuk yang belum disebutkan diatas, kami juga
berterima kasih. Karena tanpa bantuan kalian kami bukanlah apa-apa karna sejatinya,
manusia adalah makhluk sosial.
Kami sangat mengetahui bahwa makalah yang kami susun ini tak lepas dari yang
namanya kelemahan dan kekurangan. Namun, kami sangat berharap laporan yang kurang
sempurna ini dapat diambil manfaat walaupun sedikit. Kami mengharapkan kritik dan saran
yang membangun agar makalah selanjutnya yang kami buat lebih baik dari yang kami buat
saat ini.
Dengan hati yang lapang, kami meminta maaf bila ada kata-kata yang kurang
berkenan didalam makalah ini. Dan untuk semua yang mungkin pernah kami susahkan dalam
pembuatan makalah ini. Semoga tidak ada pihak merasa tersakiti selama pembuatan makalah
ini. Demikianlah yang dapat kami sampaikan. Akhir kata, kami ucapkan terimakasih dan
sukses untuk kita semua.

Jakarta, 11 Maret 2019

Kelompok 1

iii
BAB 1

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Setiap kegiatan dimana saja dan apa saja yang melibatkan orang-orang dan
memerlukan kerjasama, apakah itu kegiatan yang sifatnya profit oriented atau non
profit oriented, pasti syarat dengan manajemen, seperti halnya mengelola, mengatur
organisasi (Perusahaan), ormas atau perkumpulan olahraga dan lain sebagainya, baik
pengelolaannya secara formal, modern atau tradisional karena pola intinya
manajemen itu adalah to manage, bagaimana mengatur, apa yang di atur dan siapa
yang mengaturnya, kemudian untuk apa hal itu diatur.
Manajemen adalah salah satu bagian terpenting dalam suatu perusahaan.
Tugasnya sangat krusial dalam suatu organisasi yakni, menentukan dan mengawasi
kinerja suatu organisasi agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh
manajemen itu sendiri. Dari sini dapat diketahui bahwa manajemen mutlak diperlukan
dalam suatu organisasi karena merupakan pusat kinerja dari organisasi itu sendiri.

iv
BAB 2

Pembahasan

2.1 Pendahuluan
2.1.1 Pengertian Manajemen
Istilah manajemen mengacu pada kata “to manage” yang berarti
mengatur, mengurus atau mengelola. Manajemen adalah suatu proses
penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka penerapan tujuan dan
berbagai kemampuan atau keterampilan orang yang menduduki jabatan
manejerial untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan
melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
Berikut ini adalah pengertian Manajemen menurut pakar :
1. Mary Parker Follett
Bahwa manager harus mampu mengatur orang untuk mencapai
tujuan organisasi agar mau melaksanakan berbagai tugas yang di
perlukan.
2. Luther Gulick
Suatu bidang pengetahuan (ilmu) secara sistematik berusaha
memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama.
3. James A.F. Stoner
Proses perencanaan (planninng0, organisasi (organizing),
kepemimpinan (leadership) dan pengawasan (controlling) kegiatan
anggota dan tujuan penggunaan organisasi yang sudah di tentukan.
4. George R. Terry
Suatu proses yang terdiri dari planning (perencanaan),
organizing (organisasi), actuating dan controlling (pengawasan)
yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya.

v
2.1.2 Fungsi Manajamen

1. Planning
Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan yang akan
dicapai serta langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapainya.
Melalui perencanaan, seorang manajer mengidentifikasi hasil kerja
yang diinginkan serta mengidentifikasi cara-cara untuk mencapainya.
Kemudian dari tujuan tersebut maka orang-orang di dalamnya mesti
membuat strategi dalam mencapai tujuan tersebut dan dapat
mengembangkan suatu rencana aktivitas suatu kerja organisasi.
Perencanaan dalam manajemen sangat penting karena inilah awalan
dalam melakukan sesuatu.
Dalam merencanakan, ada tindakan yang mesti dilakukan
menetapkan seperti apa tujuan dan target yang dicapai, merumuskan
taktik dan strategi agar tujuan dan target dapat tercapai, menetapkan
sumber daya atau peralatan apa yang diperlukan, dan menentukan
indikator atau standar keberhasilan dalam mencapai tujuan dan target.

2. Organizing
Pengorganisasian adalah proses pemberian tugas,
pengalokasian sumber daya serta pengaturan kegiatan secara
terkoordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan
rencana. Dengan pengorganisasian, manajer mewujudkan rencana
menjadi tindakan nyata melalui penentuan tugas, penunjukan personel,
dan melengkapi mereka dengan teknologi dan sumber daya yang lain.

3. Actuating atau Pengarahan/Kepemimpinan


Kepemimpinan adalah proses untuk menumbuhkan semangat
pada karyawan supaya bekerja giat serta membimbing mereka
melaksanakan rencana dalam mencapai tujuan. Dengan kepemimpinan,
manajer menciptakan komitmen, mendorong usaha-usaha yang
mendukung tercapainya tujuan serta mempengaruhi para karyawan
supaya melakukan yang terbaik untuk kepentingan organisasi. Proses
implementasi program supaya bisa dijalankan kepada setiap pihak

vi
yang berada dalam organisasi serta dapat termotivasi agar semua pihak
dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan sangat penuh kesadaran
dan produktivitas yang sangat tinggi. Adapun fungsi pengarahan dan
implementasi yaitu menginplementasikan proses kepemimpinan,
pembimbingan, dan pemberian sebuah motivasi untuk tenaga kerja
supaya mau tetap bekerja dengan efisien dan efektif untuk mencapai
tujuan; Memberikan tugas dan penjelasan yang teratur mengenai
pekerjaan; dan menjelaskan kebijakan yang telah ditetapkan.

4. Controlling
Pengendalian adalah proses pengukuran kinerja,
membandingkan antara hasil sesungguhnya dengan rencana serta
mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan. Melalui
pengendalian, manajer melakukan kontak secara aktif dengan apa yang
dilakukan oleh karyawan, mendapatkan serta menginterprestasikan
laporan tentang kinerja serta menggunakan informasi tersebut untuk
merencanakan tindakan yang bersifat membangun serta perubahan.

2.1.3 Peran Manajemen


Berikut ini adalah Peranan Manajemen yang harus diperankan para
Manajer :
1. Peran Interpersonal
Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di
sekelilingnya, meliputi :
- Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam
acara-acara perusahaan.
- Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi
motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi
permasalahan yang muncul.
- Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak
internal maupun eksternal.

2. Peran Informasi
Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik
yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi :
- Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti,
mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang
terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak
langsung.
- Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang
didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.

vii
- Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang
dipimpinnya kepada pihak luar.
3. Peran Mengambil Keputusan
Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan
sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi :
- Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi
yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit
kerja.
- Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari
jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang
timbul.
- Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya :
Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar
sumber dayanya.

2.2 Perkembangan Teori Manajemen


2.2.1 Teori Manajemen Kuno
Manajemen ini telah dipraktekkan oleh masyarakat kuno.
Konsep- konsep manajemen juga sering di bicarakan oleh filosof
Yunani atau Arab (Islam) pada abad pertengahan.
Meskipun manajemen telah dipraktekkan dan dibicarakan di
zaman kuno, tetapi kejadian semacam itu relatif sporadif, dan tidak ada
upaya untuk mempelajari manajemen. Karena itu manajemen selama
beberapa abad kemudian “terlupakan“. Ada alasan lain, yaitu ilmu
ekonomi berkembang terlebih dahulu.
Pada akhir abad 19-an, perkembangan baru membutuhkan studi
manajemen yang lebih serius. Pada waktu industrialisasi berkembang
pesat, dan perusahaan-perusahaan berkembang menjadi perusahaan
raksasa. Perusahaan besar seperti IBM, General Motors, mulai muncul
pada awal abad 20-an. Pekerja mencapai ribuan orang. Produksi
dilakukan secara masal. Input masuk dalam jumlah besar, proses
produksi harus dilakukan dengan cepat (efisien). Pengelolaan
perusahaan besar tentunya semakin kompleks. Studi manajemen yang
lebih serius semakin diperlukan.
Manajemen sudah ada sejak jaman dahulu, salah satu bukti
adalah Piramida di Mesir. Adanya bangunan Piramida di Mesir
menunjukkan bahwa pada zaman dulu telah ada serangkaian kegiatan
yang diatur sedemikian rupa, mengikuti tahapan-tahapan tertentu yang
telah disiapkan hingga menjadi bangunan Piramida yang megah di
tengah gurun pasir. Dari sejarah dapat kita ketahui bahwa tidak kurang
dari ribuan orang telah terlibat dalam pembangunan Piramida di Mesir.

viii
Selain Piramida di Mesir, ada juga benteng raksasa yang berdiri
sepanjang ribuan kilometer di Cina. Benteng ini juga menunjukkan
betapa orang-orang Cina dahulu telah melakukan kegiatan manajemen
(dalam bentuk apapun kegiatan manajemen tersebut sehingga
bangunan benteng yang kokoh dapat tetap bertahan hingga hari ini.
Selain itu juga Candi Borobudur di Indonesia, dan masih banyak
contoh bangunan-bangunan kuno yang sangat rumit bisa dibangun oleh
nenek monyang kita. Dari bukti-bukti tersebut dapat dilihat bagaimana
orang-orang dahulu telah menerapkan manajemen.
2.2.2 Teori Manajemen Klasik
Pada tahun 1800-an, teori manajemen klasik muncul dan berkembang
dengan cepat seiring dengan booming-nya revolusi industri di Inggris.
Asumsi teori manajemen klasik adalah bahwa setiap manusia berfikir secara
logis, rasional, dan kerja merupakan sesuatu yang mereka harapkan. (fattah :
2000:22).
Manajemen klasik muncul karena kebutuhan terhadap pedoman dalam
mengelola sebuah organisasi yang cakupannya cukup kompleks. Seperti
pabrik misalnya.
Manajemen klasik tidak dilahirkan. Tetapi bisa diajarkan asal prinsip
prinsip yang menjadi dasar dan teori bisa diterapkan sepenuhnya. Teori
klasik berkembang dalam tiga aliran yaitu : Teori Birokrasi , Teori
Administrasi, dan Teori Ilmiah. Berikut adalah penjelasannya :
1. Teori Birokrasi
Sebenarnya teori birokrasi ini berkembang dari ilmu sosiologi,
bukan berasal dari praktek dan pengalaman manajemen.
Teori birokrasi ini memiliki ciri struktur yang bisa ditemukan
disebuah organisasi yang memiliki tingkat kompleksitas yang
tinggi.
Ada beberapa ciri birokrasi secara umum menurut Weber,
seorang pakar ekonomi, yaitu:
- Adanya pembagian kerja yang jelas.
- Adanya hierarki wewenang yang ditetapkan dengan baik
- Program program yang rasional.
- Adanya sistem peraturan yang meliputi hak dan kewajiban
para pemegang jabatan.
- Hubungan yang sifatnya impersonal.

2. Teori Administrasi
Teori administrasi berkembang pesat karena pemikirian
pemikiran dari para ahli seperti Lyndall Urwick dan ekonom
kenamaan Henry Fayol dan juga Mooney dan Reiley dari Amerika.

ix
3. Teori Ilmiah
Teori manajemen ilmiah memiliki beberapa prinsip utama
menurut Freerick Winslow Taylor yang merupakan pelopor dari
teori manajemen ilmiah, prinsip tersebut secara ringkas
diantaranya:
- Memilih satu pekerjaan yang terbaik pada setiap tugas
tertentu. Kemudian memberi pendidikan dan pelatihan
terhadap pekerja.
- Menerapkan metode ilmu pengetahuan pada setiap kegiatan
dan menghapuskan sistem coba-coba. Setiap pekerja harus
mengaplikasikan hasil dari ilmu pengetahuan saat
melakukan tugasnya.
- Bekerja sama dengan baik antara pekerja dan para pimpinan
organisasi.

2.3 Pendekatan Hubungan Manusia


Pendekatan sumber daya manusia menyatakan bahwa manusia pada dasarnya
bersifat social dan ingin mengaktualisasikan dirinya. Menurut pendekatan ini,
ditempat kerja orang berusaha untuk memuaskan kebutuhan sosialnya, memberikan
reaksi tekanan dari kelompok serta berusaha memenuhi kebutuhan pribadi.
Pendekatan ini muncul untuk merevisi teori manajemen klasik yang ternyata tidak
sepenuhnya menghasilkan efisiensi produksi dan keharmonisan kerja. Para ahli
selanjutnya melengkapi teori manajemen klasik dengan menerapkan sosiologi dan
psikologi dalam manajemen. Hubungan manusiawi (human relations) pada
umumnya mengacu pada suasana kerja yang berasal dari hubungan antara manajer
dengan karyawan. Jika hubungan manusia pada suatu organisasi efektif, maka
suasana kerja akan mendorong semangat kerja dan keharmonisan suasana kerja.

2.4 Pendekatan Teori Manajemen Sistem


Pendekatan sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang
dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan
analisis secara sistematis dan sistemik.
Pendekatan sistem harus memenuhi persyaratan, (Banathy,1991) dalam
Miarso: Sistemik (menyeluruh) Sistematik (berurutan, terarah) Sinergistik(menjamin
adanya nilai tambah diseluruh aspek kegiatan) Isomeristik (menggabungkan hal-hal
yang sesuai dengan kajian bidang).
Tata kerja pendekatan sistem adalah untuk menelaah masalah-masalah
pendidikan dari berbagai sudut pandang hingga menghasilkan beberapa alternatif.
Pendekatan sistem juga memadukan pola berpikir penyelesaian masalah dengan segi
efisiensi.

x
2.5 Pendekatan Teori Manajemen Situasional
Pendekatan kontingensi atau pendekatan situasional adalah suatu aliran teori
manajemen yang menekankan pada situasi atau kondisi tertentu yang dihadapi.
Pendekatan situasional menekankan pada ciri-ciri pribadi pemimpin dan situasi,
mengemukakan dan mencoba untuk mengukur atau memperkirakan ciri-ciri pribadi
ini, dan membantu pimpinan dengan garis pedoman perilaku yang bermanfaat yang
didasarkan kepada kombinasi dari kemungkinan yang bersifat kepribadian dan
situasional.
Pendekatan situasional juga menekankan faktor konstektual yang
mempengaruhi proses kepemimpinan. Variabel situasional yang penting seperti
karakeristik bawahan, sifat pekerjaan pemimpin, jenis organisasi, dan sifat
lingkungan eksternal. Pendekatan ini berangkat dari asumsi bahwa tidak ada satupun
gaya kepemimpinan yang cocok dengan semua situasi. Pendekatan situasional atau
pendekatan kontingensi merupakan suatu teori yang berusaha mencari jalan tengah
antara pandangan yang mengatakan adanya asas-asas organisasi dan manajemen
yang bersifat universal, dan pandangan yang berpendapat bahwa tiap organisasi
adalah unik dan memiliki situasi yang berbeda-beda sehingga harus dihadapi dengan
gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan situasional bukan hanya merupakan hal
yang penting bagi kompleksitas yang bersifat interaktif dan fenomena
kepemimpinan, tetapi membantu pula cara pemimpin yang potensial dengan
konsepkonsep yang berguna untuk menilai situasi yang bermacam-macam dan untuk
menunjukkan perilaku kepemimpinan yang tepat berdasarkan situasi.
Komunikasi dua arah menuntut keahlian manajemen puncak mencerna
informasi yang disampaikan para manajer dan karyawan, terutama keluh kesah
mereka (bottom-up) dan keahlian menyampaikan informasi dari pucuk pimpinan
perusahaan ke seluruh manajer dan karyawan (top-down).Sementara itu, komunikasi
tatap muka menuntut manajemen puncak meluangkan waktu berkunjung ke lokasi
kerja manajer dan karyawan. Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kelancaran
komunikasi dua arah, serta memompa semangat kerja manajer dan karyawan.
ditentukan tidak oleh sifat kepribadian individu-individu, melainkan oleh persyaratan
situasi sosial.

xi
2.6 Pendekatan Teori Manajemen Organisasi
Revolusi Industri (1780 – Inggris) permasalahan pada industri (kapasitas,
perluasan pasar, pertumbuhan SD, lack of skill) .Karakteristik Teori Manajemen
Klasik: sentralisasi tinggi, spesialisasi tugas, disiplin, aturan, supervisi yang ketat.
Teori manajemen berkembang dengan sangat cepat terutama dengan adanya
berbagai studi yang dilakukan oleh banyak perguruan tinggi yang kemudian
menghadirkan berbagai teori manajemen dari beberapa aliran. Teori manajemen bisa
dikelompokkan kedalam 6 aliran teori manajemen, yaitu :
1. Teori Manajemen Aliran Klasik.
2. Teori Manajemen Aliran Perilaku.
3. Teori Aliran Manajemen Ilmiah.
4. Teori Manajemen Aliran Analisis Sistem.
5. Aliran Manajemen Berdasarkan Hasil.
6. Teori Aliran Manajemen Mutu.

xii
BAB 3

Penutup
3.1 Kesimpulan
1. Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan
semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2. Fungsi manajemen klasik secara tradisional meliputi: merencanakan
(planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading), dan
mengendalikan (controlling).
3. Perkembangan teori manajemen terbagi menjadi tiga aliran pemikiran yaitu:
- Aliran Klasik (Manajemen Ilmiah dan Teori Organisasi Klasik).
- Aliran Hubungan Manusi.
- Aliran Manajemen Modern.
4. Perkembangan teori manajemen dimulai dari teori manajemen klasik dengan
pemikiran manajemen ilmiah dari Taylor dan teori organisasi klasik dari
Mayo. Manajemen ilmiah menekankan pada upaya menemukan metode
terbaik untuk melakukan tugas manajemen secara ilmiah. Sedangkan teori
organisasi klasik menekankan pada kebutuhan mengelola organisasi yang
kompleks yang mefokuskan pada upaya menetapkan dan menerapkan prinsip
dan ketrampilan yang mendasari manajemen yang efektif.

3.2 Saran
Penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan, sehingga masih diperlukan
tambahan perbaikan – perbaikan untuk menghasilkan makalah yang lebih baik
lagi dan lengkap. Adapun saran dari penyusun adalah perlu adanya perbaikan –
perbaikan tambahan dari pembaca untuk kesempurnaan dalam pembuatan
makalah ini, selain itu pula hendaknya pembaca perlu mengetahui manajemen
serta mengimplementasikannya di setiap organisasi.

xiii
Daftar Pustaka

[1] B. Arief, “Pengorganisasian,” Jakarta, Universitas Mercu Buana, 2008.


[2] G. R. Terry, “Asas-Asas Manajemen,” 1979.
[3] H. Z.A, “Diktat Pengantar Manajemen,” 2002.
[4] T. H. Hani, “Manajemen,” Yogyakarta, BPFE, 1999.
[5] H. Simamora, “MSDM,” YKPN, STIE, 1999.
[6] S. P. Robbins dan M. Couler, “Manajemen,” dalam Edisi 6.
[7] S. P. Robben, “Perilaku Organisasi,” dalam Jilid 1, San Diego, State University.

xiv