Anda di halaman 1dari 2

TUGAS SEJARAH

Berkenaan dengan COVID-19 dan MERS-CoV


a. Apa itu MERS-CoV?
MERS-CoV adalah singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome
Corona Virus, seperti namanya, virus ini pertama kali diidentifikasi pada
seorang pasien di Arab Saudi pada tahun 2012. Seperti halnya SARS dan
Covid-19, MERS juga merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan
oleh virus corona. Penyakit ini tampak seperti pneumonia berat, memiliki
gejala gastrointestinal, dan terkadang mengalami gagal ginjal.

b. Bagaimana penyebarannya dan penangangannya?


Sejak pasien pertama dinyatakan positif, MERS telah menyebar ke 27
negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika Utara. Seperti kebanyakan virus
corona, MERS merupakan virus zoonis yang ditularkan antara hewan dan
manusia. Ilmuwan meyakini MERS kemungkinan besar berpindah dari
kelelawar ke unta sebelum menularkan manusia, tidak hanya dengan
memakan daging unta atau minum susu unta tanpa pasteurisasi yang
tepat, namun juga dengan kedekatan antara unta dan manusia. Tercatat
ada 2.494 kasus MERS yang dilaporkan di seluruh dunia dengan 858
kematian. WHO mengatakan infeksi MERS terjadi terutama dari kontak
jarak dekat antara orang-ke-orang. Kendati angka penyebaran dan korban
meninggal lebih kecil, namun tingkat kematian akibat MERS sangat tinggi
yakni mencapai 34,45 persen.

Cara penularan MERS-CoV


1. Langsung : melalui percikan dahak (droplet) pada saat pasien batu
atau bersin.
2. Tidak Langsung : melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi
virus.
Pencegahan dan Pengobatannya
Belum ada vaksin yang tersedia. Pengobatan anti viral yang bersifat
spesifik belum ada, dan pengobatan yang dilakukan tergantung dari
kondisi pasien. Pencegahan dengan PHBS (pola hidu bersih dan sehat),
menghindari kontak erat dengan penderita, menggunakan masker,
menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan dengan sabun
dan menerapkan etika batuk ketika sakit.

c. Apa yang dapat dijadikan pelajaran/dilakukan untuk menangani virus


Covid – 19?
Berkaitan dengan jawaban yang sebelumnya, hal sederhana namun
ampuh yang dapat kita lakukan ialah menjaga kebersihan. Dengan rajin
mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer apalagi setelah
menyentuh sesuatu yang sering dipegang banyak orang. Selain itu,
pemerintah juga sudah mewajibkan kita untuk menerapkan social
distancing yaitu kita harus menjaga jarak (minimal 1 meter) selama
berada di tempat umum. Socal distancing ini juga bertujuan untuk
meminimalisir penyebaran COVID-19.

Jika pemerintah serta masyarakat mampu bekerja sama dengan baik


maka pandemik COVID-19 ini kelak akan berakhir.