Anda di halaman 1dari 7

Azka Narari Khoerunnisa

XI MIPA 8

LKS SISTEM HORMON

1. Tuliskan perbedaan antara sistem saraf dengan sistem hormon!

NO. ASPEK PEMBEDA SISTEM HORMON SISTEM SARAF


1. Aksi Lambat Cepat atau segera
2. Respons Tidak langsung, distribusi Langsung, distribusi lebih cepat
lebih luas
3. Pengaturan Jangka panjang (misal Jangka pendek (misal kontraksi otot
pertumbuhan) panjang)
4. Sekresi Hormon Neutrotransmiter
5. Komunikasi Melaui system sirkulasi Antarneuron melalui sinapsis
6. Efek Permanen & irreversible Temporer & reversible
7. Kerja Target organ menerima Efektor menerima pesan
pesan

2. Perhatikan gambar penyebaran kelenjar endokrin di bawah ini! Kemudian


isi tabel berdasarkan hasil kajian anda!
Azka Narari Khoerunnisa
XI MIPA 8

NO. NAMA KELENJAR LETAK NAMA HORMON YANG DIHASILKAN


Hormon yang mengatur kerja kelenjar
Dibawah otak besar
1. Hipotalamus hipofisis yaitu Releasing hormone dan
(ceberum)
Inhibiting hormone.
2. Pineal Dilangit-langit otak Hormon melatonin
Hormon adrenokortikotropik (ACTH),
Dibawah
Hormon perangsang folikel (FSH),
hipotalamus atau di
Luteinizing hormone (LH), Hormon
dasar otak, di bawah
3. Hipofisis pertumbuhan (GH), Hormon Prolaktin,
ventrikel tiga, pada
Hormon perangsang tiroid (TSH), Hormon
dasar tengkorak
anti diuretik (ADH), Oksitosin, Endorfin,
(sella turcica)
Hormon melanosit(MSH)
4. Tiroid Diatas trakea Hormon tiroksin
Permukaan belakang Hormon parathormon (parathyroid
5. Paratiroid
tiroid hormone/PTH)
Dibagian posterior
6. Timus Hormon timusin
toraks diatas jantung
Di korteks : Aldosteron, Glukokortikoid,
DI kutub atas setiap
7. Adrenal Gonadokortikoid
ginjal
Di medula : Adrenalin, Noradrenalin
DI bagian belakang Glukagon, Insulin, Somatostatin, Polipetida
8. Pankreas
bawah lambung pankreas
Pada ovarium di
Hormon estrogen yang dipengaruhi oleh
9. Ovarium samping kiri dan
follicle stimulating hormone (FSH)
kanan uterus
Hormon progesteron yang dipengaruhi oleh
10. Testis Di belakang penis
luteinizing hormone (LH).

3. Jelaskan mengapa kelenjar hipofisis disebut “Master of Glands”?


Hipofisis disebut sebagai “Master of Glands” karena kelenjar ini menghasilkan
bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya, seperti suhu,
aktivitas tiroid, pertumbuhan selama masa awal kelahiran, produksi urine, produksi
testosteron pada laki-laki dan ovulasi dan estrogen pada wanita produksi.

4 hormon yang disekresikan hipofisis yaitu:


a. Follicle-stimulating hormones (FSH), jaringan targetnya adalah ovarium pada
wanita yang memicu ovulasi untuk menghasilkan telur untuk pembuahan. Hal ini
juga meningkatkan estrogen pada wanita.
b. Hormon pertumbuhan (GH), jaringan targetnya adalah semua sel di dalam
tubuh. Hormon ini membantu mengontrol jumlah lemak dan otot dalam tubuh,
Azka Narari Khoerunnisa
XI MIPA 8

membantu menyembuhkan luka, mendukung sistem kekebalan tubuh dan


membantu anak-anak untuk tumbuh.
c. Melanocyte-stimulating hormone (MSH), jaringan targetnya adalah otak dan
kulit. Hormon ini mempengaruhi kulit, membantu menentukan apakah itu
menjadi lebih gelap dari waktu ke waktu; juga dapat mempengaruhi ujung saraf
di otak. Hal ini juga dapat mempengaruhi gairah seks dan nafsu makan.
d. Vasopressin/ Antidiuretic hormone (ADH), jaringan targetnya adalah ginjal dan
pembuluh darah, dikenal sebagai hormon antidiuretik, ini membantu mengatur
jumlah air di dalam tubuh. Ini dapat bermanfaat bagi tekanan darah, serta
membantu memastikan ginjal Anda terus berfungsi pada tingkat optimal.

4. Kelenjar hipofisis terdiri atas 3 lobi. Ketiga lobi ini mempunyai peranan
yang berbeda-beda, jelaskan ketiga peranan tiga lobi tersebut!
1. Hipofisis anterior (atau adenohypophysis)
Hipofisis anterior (atau depan) menghasilkan hormon yang mempengaruhi
payudara, adrenal, tiroid, ovarium dan testis, di samping beberapa hormon
lainnya. Hipofisis anterior menerima sinyal yang dari ‘neuron parvoselular’ di
otak.

Hipofisis anterior mensintesis dan mengeluarkan hormon endokrin penting,


seperti:
a. Hormon adrenokortikotropik (ACTH), untuk mengaktifkan kelenjar
adrenal. Kortisol, yang disebut “hormon stres” sangat penting untuk
kelangsungan hidup manusia. Ini membantu untuk menjaga tingkat
tekanan darah dan glukosa darah.
b. Thyroid-stimulating hormone (TSH), untuk merangsang kelenjar tiroid
c. Follicle-stimulating hormone (FSH), untuk merangsang ovarium pada
wanita dan testis pada pria dan untuk merangsang ovarium untuk
mengaktifkan ovulasi pada wanita.
d. Luteinizing hormone (LH), untuk merangsang ovarium atau testis
e. Hormon pertumbuhan (GH), untuk membantu dalam pertumbuhan
manusia. GH merangsang pertumbuhan di masa kecil dan sangat penting
untuk menjaga komposisi tubuh yang sehat dan kebahagiaan pada orang
dewasa. Pada orang dewasa, penting untuk menjaga massa otot dan
massa tulang.
f. Hormon Releasing Hormone (GHRH), untuk melepaskan hormon.
Azka Narari Khoerunnisa
XI MIPA 8

g. Prolaktin, untuk mengaktifkan produksi susu setelah kelahiran anak pada


wanita. Hal ini juga mempengaruhi kadar hormon seks dari ovarium pada
wanita dan testis dari pada pria.

2. Lobus Intermediet (tengah)


Lobus intermedia menghasilkan melanocyte-stimulating hormone (MSH), untuk
mengendalikan pigmentasi kulit.

3. Hipofisis Posterior (atau neurohypophysis)


Kelenjar utama dipengaruhi oleh hipofisis posterior (atau belakang) adalah ginjal.
Hipofisis Posterior menerima sinyal dari ‘neuron magnoselular’ di otak.

Hipofisis Posterior menyimpan kelenjar dan melepaskan hormon, seperti:


a. Oksitosin, peran utama dalam sistem otak manusia karena merupakan salah
satu dari beberapa hormon untuk menghasilkan lingkaran reaksi positif.
Misalnya, kontraksi rahim membangkitkan pelepasan oksitosin dari hipofisis
posterior, yang, secara berurutan, meningkatkan kontraksi rahim. Oksitosin
merangsang produksi susu pada wanita juga.
b. Hormon antidiuretik (ADH), dalam rangka meningkatkan penyerapan air ke
dalam darah oleh ginjal. ADH juga disebut sebagai vasopressin. Ini mengatur
keseimbangan cairan dalam tubuh.

5. System saraf berhubungan dengan system hormone untuk melaksanakan


fungsi koordinasi. Identifikasi hubungan kedua system tersebut!
Sistem saraf dan sistem endokrin secara fungsional berhubungan erat, banyak aspek
regulasi dari sistem saraf dan sistem endokrin yang saling bertemu (neuroendokrin).
Ilmu yang mempelajarinya disebut neuroendokrinologi.
1. Sistem saraf secara langsung atau tidak langsung mengontrol sekresi
hormon
Contoh :
 Sistem saraf simpatis menstimulasi medula adrenal untuk mensekresikan
epinefrin
 Pada keadaan stress, korteks adrenal mengeluarkan kortisol
2. Suatu zat perantara kimiawi dapat berupa hormon (bila disekresikan
kelenjar endokrin) dan neurotransmiter (bila dikeluarkan dari ujung saraf).
Contoh : Norepinefrin disekresikan sebagai hormon oleh medula adrenal dan
dibebeskan sebagai neurotransmiter oleh serat saraf pascaganglion simpatis.
Azka Narari Khoerunnisa
XI MIPA 8

3. Neurohormon
Neurohormon adalah hormon yang dikeluarkan ke dalam darah secara
spesifik oleh neuron neurosekretorik.
Interaksi primer neuroendokrin yaitu pada hipotalamus–hipofisis.
Hipofisis posterior merupakan perpanjangan dari hipotalamus. Hipotalamus,
terdiri dari sel–sel saraf yang aksonnya bejalan melalui infundibulum untuk
berakhir di kapiler hipofisis posterior. Nukleus paraventrikel dan nukleus
supraoptik yang berada di hipotalamus, menghasilkan vasopresin dan
oksitosin. Bila ada efek stimulatorik ke hipotalamus, vasopresin atau
oksitosin akan disekresikan dari hipotalamus posterior untuk dilepaskan ke
dalam darah.

4. Neuromodulator
Neuromodudalah zat perantara kimiawi yang tidak bekerja secara
langsung pada sinaps. Bekerja dengan konsentrasi yang jauh lebih rendah
dari neurotransmiter dan menimbulkan respon yang lebih lambat dan lebih
berkepanjangan dengan menimbulkan perubahan biokimia jangka panjang
di sel saraf. Berupa neuropeptida atau steroid yang dapat dihasilkan di
jaringan saraf atau steorid yang beredar di sirkulasi.
Contoh :
Kolesistokinin (CCK), dikeluarkan oleh usus halus untuk kontraksi kantung
empedu dan pelepasan empedu. CCK ditemukan juga di vesikel–vesikel
sinaps di berbagai daerah di otak yang berperan dalam rasa kenyang dan
menurunkan persepsi rangsangan nyeri.

6. Jelaskan hubungan antara insulin dan glukagon!


Insulin dan glukagon keduanya hormon peptida yang bekerja dengan cara yang pada
dasarnya berlawanan ketika datang untuk mengatur gula darah, dan sebagai hasilnya,
mereka menjaga kadar gula dalam keseimbangan yang sempurna bagi kebanyakan
orang.

Mereka dibuat di tempat yang berbeda dan melalui sarana yang berbeda, tetapi dalam
banyak hal mereka dirancang untuk bekerja bersama-sama. Insulin berasal dari
pankreas dan menurunkan gula, atau glukosa , kadar darah; glukagon berasal dari hati,
dan meningkatkan level yang sama. Keduanya disekresi ke dalam aliran darah dengan
cara dihitung dan tepat, dan dipicu oleh sinyal yang berbeda dan stimulan lingkungan.
Dengan cara ini, tubuh mampu untuk secara cepat menyesuaikan diri dengan hal-hal
seperti periode intens olahraga atau asupan makanan besar yang perlu dicerna. Orang-
Azka Narari Khoerunnisa
XI MIPA 8

orang yang tingkat peptida tidak seimbang dapat memiliki berbagai masalah kesehatan
yang serius.

7. Jelaskan dua contoh hormone pada hewan!


a. Hormone ekdison
Merupakan salah satu hormone yang memiliki fungsi untuk mengontrol dan
membantu proses pergantian kulit atau ekdisis. Seperti ular yang mengalami pergantian
kulit baru setelah mengalami beberapa episode. Maka hormone ini akan mengirimkan
sinyak ke otak untuk melakukan proses pergantian kulit jika sudah pada waktunya.
b. Hormone juvenile
Hormone ini merupakan hormone yang bekerja untuk menghambat proses
metamorphosis tubuh. Hal ini terjadi jika lingkungan atau keadaan tidak memungkinkan
untuk melakukan proses metamorphosis. Sebab apabila dibiarkan bisa terjadi bahaya.

8. Jelaskan hasil resume kalian dari tayangan video “How do your hormones
work?” –Emma Bryce, mengenai bagaimana cara hormone kita bekerja!
(Tambahan referensi resume bisa kalian dapatkan dari video “How the
Endocrine System Works”)
Sistem endokrin bekerja secara konstan untuk mengatur perubahan yang terjadi pada
tubuh kita, seperti pertumbuhan, kematangan seksual, apa yang terjadi ketika kita tidur,
hingga detak jantung. Untuk melakukan tugasnya, sistem endokrin ini bergantung pada
3 fitur, yaitu kelenjar, hormone, dan reseptor sel yang berjumlah triliunan.

Ada beberapa kelenjar yang dapat memproduksi hormone, 3 terletak di otak, dan 7 di
badan kita. Masing-masing dari kelenjar tersebut dikelilingi oleh pembuluh darah yang
membantu memproduksi hormone yang kemudian dipompa ke aliran darah. Kemudian,
hormone yang berbentuk kecil tadi akan melaju menuju sel target, di mana mereka
dapat mengubah sel dalam berperilaku.

Sebagai contoh, kelenjar tiroid dengan 2 hormon yang diproduksinya, triodotironin dan
tiroksin. Kedua hormone ini bergerak hampir ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh, di
mana mereka berpengaruh dalam seberapa cepat sel menggunakan energy dan
seberapa cepat mereka bekerja. Yang berarti hormone tersebut mengatur kita dalam
bernapas, detak jantung, suhu tubuh, dan pencernaan.

Ada pula contoh lain yang begitu terlihat dari kinerja hormone, yaitu ketika pubertas.
Pada pria, pubertas bermula ketika testis mulai mensekresi testosterone yang
mengakibatkan pertumbuhan di organ kelamin, rambut mulai tumbuh di tempat
Azka Narari Khoerunnisa
XI MIPA 8

tertentu, suara yang semakin berat, dan meningginya badan. Sementara pada wanita,
estrogen yang diekskresi di ovarium memberi sinyal pada tubuh akan datangnya masa
pubertas, ditandai dengan melebarnya pinggul, dinding rahim menebal, dan menyiapkan
tubuh untuk menstruasi atau kehamilan.

Kenyatannya, wanita dan pria memiliki hormone tersendiri, namun mereka sama-sama
memiliki estrogen serta testosterone, hanya saja takarannya berbeda. Kedua hormone
tersebut berperan dalam kehamilan, di samping 10 hormon lain yang memastikan
pertumbuhan janin, kelahiran, dan membantu seorang ibu dalam member makan
bayinya.

Pada periode tertentu, perubahan hormone juga berpengaruh dalam pengendalian


mood. Hal ini disebabkan kemampuan hormone dalam memproduksi zat kimia di dalam
otak, seperti serotonin. Saat tingkat zat kimia bergeser, maka mood kita akan berubah
juga.

Fungsi utama dari system endokrin ialah untuk mengatur proses dalam tubuh, bukan
mengontrolnya. Terkadang penyakit, stress, dan diet dapat memengaruhi proses
tersebut.

Seperti diabetes, penyakit akibat kelainan hormone yang diakibatkan pancreas


mensekresi insulin terlalu sedikit. Imsulin sendiri merupakan hormone yang mengatur
kadar gula darah.

Serta ada hipo dan hipertirodoism yang terjadi saat kelenjar tiroid membuat hormone
tiroid yang terlalu sedikit (menyebabkan tekanan darah rendah, pusing, dan depresi)
atau terlalu banyak (menyebabkan menurunnya berat badan, kurang tidur, dan mudah
marah.)

Walaupun begitu, system endokrin lebih sering mengatur serta menjaga tubuh kita
agar tetap seimbang. Melalui kerjanya yang konstan, system endokrin ini mampu
mengendalikan perubahan dan otomatis membantu kita menjadi diri kita yang
sebenarnya.