Anda di halaman 1dari 10

Bab I Pendahuluan

a. Latar belakang .................................................................................


b. Tujuan .............................................................................................
Bab II Kajian Teoritis
1. Doktrin Allah TriTunggal dalam sejarah gereja sebelum zaman reformasi
a. pada masa bapak-bapak gereja ..........................................
b. pada masa para Rasul ………………………………………..
2. Doktrin Allah TriTunggal gereja selama zaman reformasi
a. selama zaman reformasi ......................................................
b. selama abad 18 dan sesudahnya ........................................
3. Bukti TriTunggal ..............................................................................
4.Tinjauan TriTunggal ........................................................................
5. Cara Allah menyatakan diri ANTROPOMORFI ..............................
6. Allah TriTunggal
a. Satu Allah dengan tiga pribadi .............................................
b. TriTunggal dalam penciptaan ..............................................
c. TriTunggal dalam seluruh Alkitab .......................................
7. Pertikaian tentang Trinitas dan tentang kedua tabiat Kristus .......
8. Pelopor aliran yang kedua ialah Origenes 185-254
Menurut dia Kristus berpangkat lebih rendah dari
Pada Allah Bapa ...................................................................
9. Allah sebagai TriTunggal dalam kesatuan ..................................
Bab III Aplikasi ...........................................................................................
Bab IV Kesimpulan .....................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Doktrin Tritunggal merupakan Doktirin yang unik yang hanya ada di dalam
kekristenan. Ajaran ini bukan konsep agama; bukan kesimpulan yang ditarik dari
pemikiran manusia melalui rasio yang di ciptakan Allah. Namun ini tidak bisa
dihindari ataudi sangkali oleh manusia, karena Allah telah menyatakan dan
memperkenalkan diriNya kepada manusia melalui WahyuNya.
Pengenalan terhadap Allah melalui Firman (teologi dari kata Yunani Teos = Allah
dan Logos = Firman).
Dapatkah pemerintah suatu bangsa memerintakan dengan baik jika tidak
mempunyai pengertian akan Allah? Agustinus, seorang Bapak gereja, perna
berkata, jikalau saya ditanya apakah yang inggin anda ketahui di dalam dunia
ini? Maka Agustinus menjawab dua hal yang inggin saya aku ketahui sedalam-
dalamnya di dalam seumur hidupku ialah (1) Allah, dan (2) Jiwa.
Pengenalan akan Allah, yang pertama, menjadi titik tolak atau pangkalan
bijaksana yang sejati. Pengenalan akan Allah menjadi dasar dari segala
kepandaian di dalam dunia ini (bandingkan Amsal 1:7, Mazmur 111:10). Dan
yang kedua pengenalan akan Allah adalah merupakan cetusan yang keluar dari
jiwa manusia.
Pertama, Karena Allah Tritunggal adalah Allah yang benar, Allah yang
terbesar,yang tidak terbatas, maka jika kita menemukan kesulitan besar dalam
mempelajari dan yang mengajarkan doktrin ini, hal itu adalah wajar (normal).
Kedua, pada waktu kita mempelajari Tritunggal, kita bukan hanya menyelidiki
konlusi dogma yang sudah di diskusikan selama berabad-abad, melainkan kita
sedang belajar dari Dia yang mengawasi serta memimpin kita.
Ketiga, doktrin Tritunggal memang sulit di pelajari karena melampaui rasio
manusia (supra nasinal). Kontrasional berarti tidak logis, berlawana dengan jalan
pikiran dan segal prinsip untuk mendatangkan konklusi yang logis.
1. Karena keberanian ini adalah kebenaran yang bersifat dan berdasarkan wahyu
Allah sendiri. Ini bukan hal spekulasi manusia. Terhahadap yang diwahyukan
atau dinyatakan Allah kita hanya bisa menerimanya dengan rasa kagum dan
syukur sebagai fakta yang tidak dapat dibantah. Banyak hal yang kita terima
sebagai Anugrah Allah yang tidak bisa kita mengerti, dan juga tidak bisa kita
bantah (tolak) hanya bisa kita terima.
2. Karena kebenaran ini berasal dari Sang Pencipta, bukan dari ciptaan. Doktrin ini
bukan kebenaran yang berada di dalam ciptaan. Doktrin Tritunggal adalah
doktrin mengenai Sang Pencipta bukan doktrin mengenai yang dicipta
3. Karena doktrin Tritunggal ini adalah doktrin mengenai Allah Yang Satu-
satunya, Allah Yang Maha Esa (The Only One God). Karena Allah satu-
satunya maka Dia tidak ada bandingNya, tidak ada yang menyamaiNya. Tidak
ada yang bisa mewakili Allah, bagaimana kita dapat mengerti Dia? Biasanya kita
mengerti sesuatu ini mempunyai kesamaan dengan suatu yang lain, sehingga
melalui persamaan itu kita mempunyai jembatan analogis untuk pengertian kita,
sehingga dari sesuatu yang sudah dimengerti kita loncat kesesuatu yang belum
kita mengerti, akhirnya kita mengerti semuanya.
Tritunggal barari tiga Pribadi di dalam satu Allah, atau di dalam satu esensi diri Allah
ada tiga pribadi. Sebelum Abad pertengaha, Gereja di Timur (Yunani Ortodoks) dan di
Barat (Katolik Roma) yang mempunyai pengertian yang sangat berbedah dalam hal ini.
Doktrin Tritunggal adalah Doktrin monoteisme (Percaya hanya kepada satu
Allah), pukan Politisme (percaya banyak allah). Doktrin Tritunggal termasuk
monoteisme, yang percaya kepada Allah yang Maha Esa. Dan Allah Yang Maha Esa itu
Mempunyai tiga Pribadi, bukan satu: pribadi pertama adalah Bapa, pribadi kedua
adalah Allah Anak (Yesus Kristus), dan pribadi ketiga adalah Roh Kudus.
Tiga pribadai bukan berarti tiga Allah, dan satu Allah, dan satu Allah tidak berarti Satu
pribadi. Tiga pribadi itu mempunyai esensi atau sifat dasar (Yunani : Ousia, Inggris :
substance) yang sama yaitu Allah.
Tujuan
Allah melakukan segala sesuatu pertama-tama dan yang terutama untuk kemulian
Nama-Nya melalui jaminan Kristus yang talah menyerahkan nyawaNya dalam kasih
yang kekal dan telah mengorbankan nyawaNya, Allah benar-benar dimuliakan didalam
AnugerahNya Ia peduli terhadap orang-orang yang terhilang dan untuk merelakan Ia
menyerahkan apa yang paling berharga bagiNya (Anak TunggalNya sendiri) itulah
sebabnya mengapa kasih, Anugrah dan KemuliaanNya tidak dapat dipahami Ia bersuka
dalam pengorbanan diri ini jauh sebelum dunia dijadikan dengan pengorbanan ini Ia
yang menjamin dan rela turun dalam dunia juga menerima penghormatan, kemuliaan,
dan keagungan juga layak diberikan bagi Roh Kudus yang akan menerapkan
keselamatan yang telah diperoleh Kristus doktrin ini juga untuk memperluas kerajaan
Allah tentang pemuasan terbatas sebab kalau tidak maka kita akan mempersalahkan
Allah harus kita ingat bahwa Allah membuat pemuasan menjadi mungkin Ia berhasil
mengerjakannya dengan mengutus Kristus kedalam dunia orang-orang yang berdosa
yang terhilang dapat didamaikan dengan Allah dan Allah yang marah dan yang benar
menjadi puas dengan orang yang berdosa yang jahat maka pintu anugerah yang telah
kita tutup di Taman Firdaus melalui kejatuhan kita didalam Adam dibuka kembali
dengan kerajaan Allah semakin bertumbuh sebab keselamatan dapat diperoleh didalam
dan melalui darah yang telah dicurahkan oleh sang Pengantara dari kedua unsur ini
tetap ada: Pemuasan diperoleh dan penebusan diberikan kepada orang-orang pilihan
saja tetapi juga penebusan diberikan kepada orang-orang yang paling berdosa yang
akan berlindung di dalam Yesus dengan maksud untuk membicarakan kedua hal inilah
(keputusan kehendak Allah yang rahasia dan keputusan kehendakNya yang
dinyatakan) Yesus pernah berkata “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang
kepadaKu dan barang siapa datang kepadaKu ia tidak akan Kubuang Yoh 6:37)
Sebagaimana orang-orang kuno yang bertobat ini dipakai untuk menyampaikan
kebenaran Allah pada zaman manusia ini yang mau bertobat dapat mengalami secara
personal kehebatan Allah yang agung yang mereka bicarakan suatu study akademis
punya arti tersendiri dan berguna bagi hamba dan murid sekolah Alkitab Dia itu yang
telah merelakan AnakNya untuk mati bagi kita karena kita memiliki hubungan yang
mesra dengan ALLAH berkat pengangkatan kita menjadi anakNya melalui YesusIah
supaya kita meanggilNya “Bapa” karena dengan mengenal Allah kita dapat mengetahui
hudup kita harus lebih baik. konsep Reformed adalah orang-orang yang memiliki hidup
dalam bagian Kristus dan memiliki berkat-berkat keselamatan yang ada didalamNya
melalui pekerjaan Roh kudus menyatukan manusia dengan diriNya mengaruniakan
mereka dengan Iman dengan tubuNya.
Dan Yesaya mengatakan , “ Tuhan semesta alam telah bersumpah,Firman-Nya,
sesunggunya seperti yang Kumaksudkan demikian akan terjadi,dan seperti yang
Kurancang, demikian akan terlaksana” (Yesaya 14 : 24 ; lihat juga Ayub 23 : 13). Alkitab
mengajarkan Bahwa Allah telah bermaksud untuk menyelamatkan orang-orang yang
telah dibenarkan-Nya.
Bab II
Kajian Teoritis
1. Doktrin Allah Tritunggal Dalam Sejarah Gereja Sebelum Zaman Reformasi
a. Pada masa Bapa-bapa Gereja
Sejarah Dokrtin Allah Tritunggal dikemukakan oleh Tertulianus ( tahun 120-
125).
Tertulianus mengemukakan bahwa Kristus tidak lebih renda dari Bapa
sebagaimana Bapa adalah Allah yang sejati maka Anak Allah adalah Allah
yang sejati dan Roh Kudus juga Allah yang sejati. Tuhan Allah adalah satu
atau substansiNya utuh zatNya dan tiga di dalam pribadiNya (unasubstantia,
tres person).
Proses terlibatnya Trinitas

Menurut Martin ialah Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab. Namun demikian,
konsep Allah Tritungga bukanlah satu Doktrin ciptaan manusia, melainkan sungguh-
sungguh diajarkan oleh Firman Tuhan.

Alkitab menyatakan Trinitas atau Tritunggal dengan sederhana: Allah kita adalah Allah
yang Esa. Namun dinyatakan pula bahwa selain Allah yang disebut Bapa, Yesus
Kristus (Anak) juga adalah Allah dan Roh Kudus juga adalah Allah. Ketiga nama-
Nyamemang merupakan pribadi-pribadai yang berbedah namun setara dalam hal
kuasa dan kemuliaan. Sehingga penjelasan yang logis dari ketiga statment yang
kelihatannya bertentangan ini adalah Allah kita adalah Allah yang Esa namun memiliki
3 pribadi yaitu Bapa Anak dan Roh Kudus. Hal ini memang sulit untuk di jelaskan
secara rasio sehingga sebenarnya tidak perlu kita coba untuk memasukan dalam akal
pikiran kita yang terbatas., karena hal ini merupakan sesuatu yang melampaui akal
pikiran kita. Namun tidak mungkin kita menyankali ke-Tritunggalan Allah itu karena
banyaknya tulisan di Firman Tuhan Menyatakan hal tersebut.

Berikut ini merupakan beberapa kutipan Alkitab yang menyatakan Allah Tritunggal :

1. Allah kita Adalah Esa


Beginilah Firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: Akulah
yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian ; tidak ada Allah selain dari pada-Ku
(Yesaya 44:6). Jawab Yesus yang terutama ialah: Dengarlah hai orang Israel, Tuhan
Allah kita, Tuhan itu Esa. (Matius 12:29)

2. Allah yang Esa namun dinyatakandalam bentuk jamak.

Berfirmanlah :baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udaradan atas ternak atas
seluru bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. (kej. 1:26)

3. Bapa adalah Allah

Sebab sunggupun ada apa yang di sebut “allah” baik di sorga, maupun di bumi dan
memang benar ada banyak “allah” dan banyak “tuhan” yang demikian namun bagi kita
hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada Kristus, yang oleh-Nya segalah
sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (1 Korintus 8:5-6)

4. Roh Kudus Juga Allah

Karena itu pelajarilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan babtislah mereka dalam
nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Mat. 28:19) dan dalam (Kisah Para Rasul 5:3-4)
Petrus berkata “Ananias mengapa hatimu dikuasai iblis, sehingga engkau mendustai
Roh Kudus dan menahan hasil penjualan tanah itu? Selama tanah itu tidak di jual.
Bukankah itu tetap kepunyaanmu, Dan setelah dijual bukankah hasilnya itu tetap
dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu?
Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah. Dan dalm (Mat. 12-31)
mengatakan sebab itu Aku berkata kepadamu: segala dosa dan hujatan manusia akan
di ampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Kemudian dalam (1
Yohanes5:7) mengatakan pula sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam
sorga: Bapa firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu, itulah yang saya dapat
dalam Akitab.

Dan menurut Jhon Calvin


Kata Tritunggal berasal dari kata Latin trinitas yang terdiri dari dua kata, yaitu Tres yang
berarti tiga, dan unus yang berarti Esa,tunggal atau satu. Kata ini akan sulit untuk
dimengerti diluar kontks kekristenan, dan kata ini secara eksklusif hanya digunakan
dalam dunia teologi Kristen. Dan dalam bahasa Inggris “trinity tidak seekspresi dari kata
bahasa Belanda “ drie-eenheid” sebab kata itu bisa saja hanya menunjukan arti ada tiga
tanpa adanya implikasi kesatuan dari ketiga.

Didalam Allah ada tiga “hypostaseis” (bentuk tunggal wujud). Guru-guru Latin dengan
kata “personae” (topeng, perenan, oknum, pribadi) mau mengungkapkan hal yang
sama kalau diterjemahkan secara harafia {kedalam bahasa Latin}, dapat dipakai kata
“substentia” (apa yang berada dalam kenyataan).

b. Pada masa Para Rasul

Kita akan melihat bagaimana Para Rasul sangat menghayati pengertian akan Wahyu
yang diberikan kepada mereka mengenai Tritunggal. Secara tidak langsung mereka
sudah mengalami dan menghayati pengertian Wahyu tentang Tritunggal, sekalipun
mereka tidak menghiraukannya secara istilah. Bukan saja di dalam Perjanjian Lama
dan Perjanjian baru terdapat konsep mengenai Tritunggal, bahkan konseb Tritunggal
hanya ada di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Diluar Alkitab tidak ada
kemungkinan manusia mempunyai pengertian mengenai Tritunggal.

Kalau kita mempelajari filsafat Palto, diantara para filsafat seolah-olah hanya Palto yang
mempunyai konsep sedikit mirip dengan konsep Tritunggal. Palto mengatakan bahwa
Allah itu seperti suatu terang, lalu ada cahaya yang keluar dari padanya, dan ada
hangat yang berada didalamnya. Ketiganya itu adalah satu. Pemikiran semacam ini
sepertinya sangat mirip, tetapi tetap tidak sama dengan konsep Allah Tritunggal. Yang
serupa (mirip) tidak berarti sama.

Dalam hidup ini dan kerohanian para rasul (di dalam Perjanjian Baru), konsep Allah
Tritunggal ini sudah mereka alami dan mereka hayati secara tidak sadar. Hal ini
nampak di dalam tulisan-tulisan mereka yang di Whayukan Allah. Yang paling jelas kita
lihat adalah di dalam Doa berkat yang Paulus berikan kepada jemaat-jemaat ( Berkat ini
sekarang dijadikan standar oleh para pendeta di seluru dunia.

“Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh
Kudus, menyertai kamu sekalian”

Hanya Allahlah satu-satunya menjadi Sumber Berkat bagi manusia. Tetapi di sini
Paulus menyebutkan tiga Pribadi, karena didalam penghayatannya dia percaya ada tiga
Sumber yang menjadi satu-satunya Sumber yang di berikan berkat bagi manusia: Allah
Bapa, Kristus, dan Roh Kudus. Kita juga melihat ketiga Pribadi Allah yang muncul di
dalam 1Petrus 1:2 (ayat ini juga berisi defenisi terbaik, terlengkap dan tertepat di dalam
Alkitab mengenai orang Kristen).

Di sini dari ketiga Pribadi Allah, yang muncul yang muncul pertama kali adalah Pribadi
Pertama, kemudian Pribadi Ketiga, dan terakhir Pribadi Kedua. Rancangan pilihan dari
Bapa; Roh Kudus mengerakan kita agar taat kepada Kristus yang sudah mati dan
memberikan daraNya untuk menyucikan kita. Bapa memilih, Roh Kudus melaksanakan,
dan Kristus menggenapi. Hal ini menunjukan bahwa para rasul mengenal Kristus dan
Roh Kudus, dan mereka menyetarakan kedua Pribadi ini dengan Allah Bapa, karena
mereka mengetahui hanya tiga Pribadi ini sajalah yang memiliki ousia Allah Yang Esa
itu. Selain ketiga Pribadi ini tidak ada lagi yang mempunyai sifat dasar Allah. Ketiga
Pribadi ini menjadi sumber Berkat.

Kiranya orang-orang kristen tidak lagi di ombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran sesat


seperti Saksi Yehovah, Mormon, Unitarian, Unifikation, Church (Dr. Moon), dan teologi
Liberal, yang kini sedang menjalar di indonesia. Semua ajaran ini menyangkal doktrin
Tritunggal yang benar. Cukup banyak gereja yang tidak kurang mengajarkan doktrin-
doktrin yang pentingseperti Tritunggal kepada anggota-anggota jemaatnya sehingga
mereka dihanyutkan oleh pengajaran yang sesat. Perlu kita pertanyakan: sementara
agama-agama lain, dan bidat-bidat,sangat menekankan dan menyebarkan ajaran-
ajaran dengan berani melalui media massa, mengapa orang Kristen justru tidak
mementingkan dan melalaikan Doktrin? Bukankah data yang ada mencatat bahwa
Saksi Yehovah mendapatkan anggotanya 70% dari Kristen Protestan dan Katolik,
sedangkan Mormon 80%. Mereka tidak menginjili atau mencari jiwa-jiwa yang baru,
melaikan hanya menarik atau mengeluarkan orang-orang yang sudah berada di dalam
pukat Tuhan kedalam gereja mereka serta mengajarkan ajara-ajaran yang
menyesatkan, temasuk ajaran Tritunggal yang tidak beres. Mengapa kita tidak baik-baik
dan cepat-cepat mengajarkan Doktrinyang sangat penting ini, sehingga mereka yang
sudah sesat itu sulit di kembalikan kepada ajaran yang benar.