Anda di halaman 1dari 4

1.

Stratifikasi social atau Pelapisan sosail


 Terjadi secara otomatis atau dengan sendirinya

Proses ini terjadi sebab merupakan salah satu faktor yang telah ada semenjak seseorang
dilahirkan, atau dapat pula terjadi karena adanya pertumbuhan yang terjadi di dalam
masyarakat. Sesorang yang berada dalam lapisan tertentu bukan atas kesengajaan yang
telah dibuat oleh masyarakat atau dirinya sendiri, namun akan terjadi secara otomatis,
sebagai contoh adalah keturunan.

 Terjadi secara sengaja

Stratifikasi sosial bisa saja terjadi dengan sengaja, hal ini bermaksud karena memiliki
tujuan tentu atau untuk kepentingan bersama. Sebagai contoh diberikan oleh partai
politik, perusahaan tempat bekerja, atau pemerintahan dan lain sebagainya.

2. Perubahan social dan mobilitas social


 Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur
dan fungsi masyarakat. Contoh keluarga tiba-tiba terpaksa pindah ke lingkungan
baru
 Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan,
ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan
pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang
pengusaha dan berhasil dengan gemilang.

3. Kedudukan dan peran stratifikasi


 Status Sosial
Status sosial dapat diartikan sebagai kedudukan seseorang dalam kelompok masyarakat.
Status sosial seseorang dapat dikiasifikasikan menjadi tiga bentuk sebagai berikut.
 Ascribed status yaitu status sosial yang diperoleh melalui kelahiran/
keturunan, bukan melalui serangkaian usaha. Contoh : Raja
 Achieved status yaitu suatu kedudukan dalam masyarakat yang dapat
diperolah dengan usaha-usaha nyata dan disengaja. Usaha ini akan
mendapatkan kedudukan yang sifatnya adalah terbuka bagi semua
manusai dalam masyarakat, yang dianggap sesuai kemampuan. Contoh :
kenakikan pangkat karena rajin
 Assigned status yaitu kedudukan seseorang tentang apa yang diberikan.
Contoh : di promosikan jabatan karena menjadi pahlawan nasional

 Peran Sosial.
Mereka yang memiliki status sosial dalam masyarakat berarti memiliki hak dan
kewajiban. Kewajiban yang berkaitan dengan status sosial disebut peran sosial. Dengan
demikian, peran sosial dapat diartikan sebagai tingkah laku yang diharapkan dan individu
sesuai status sosial yang disandangnya. Oleh karena itulah unsur-unsur stratifikasi sosial
membentuk sistem pelapisan sosial untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh : seorang
ayah memiliki 1 status lebih yaitu mencari nafkah dan mengurus anak itu mengakibatkan
dilema.

4. Karakteristik stratifikasi social

a. Perbedaan kemampuan dan kesanggupan

Anggota masyarakat yang menduduki strata tinggi tentu memiliki kesanggupan dan
kemampuan yang lebih besar dibandingkan anggota masyarakat di bawahnya.

b. Perbedaan Gaya Hidup

Seorang direktur perusahaan dituntut selalu berpakaian rapi. Biasanya mereka juga
melengkapi penampilan dengan aksesori-aksesori lain untuk menunjang kemantapan
penampilan seperti memakai dasi, bersepatu mahal, memakai pakaian merek terkenal dan
perlengkapan lain yang sesuai dengan statusnya.
c. Perbedaan Hak dan Akses dalam Pemanfaatan Sumber Daya

Seseorang yang menduduki jabatan tinggi biasanya akan makin banyak hak dan fasilitas
yang diperolehnya. Sementara itu seseorang yang tidak menduduki jabatan apapun tentu
saja hak dan fasilitas yang mampu dinikmati akan makin kecil.

 Stratifikasi Sosial Tertutup

Sistem pelapisan sosial tertutup, dalam Bahasa Inggris closed social stratification
menyebabkan masyarakat sulit melakukan perpindahan status ke lapisan atas atau lapisan
bawah. Jalan untuk mencapai status pada sistem stratifikasi ini biasanya cenderung
melalui kelahiran atau keturunan yang ada ditengah-tengah masyarakat.

 Stratifikasi Sosial Terbuka

Sistem pelapisan terbuka, dalam Bahasa Inggris opened social stratification bersifat
dinamis. Sistem pelapisan terbuka memberi ini seolah-olah memberikan kesempatan
kepada individu atau kelompok naik pada lapisan atas atau mengalami penurunan hingga
masuk lapisan bawah.

 Stratifikasi Sosial Campuran

Sistem pelapisan sosial campuran di satu sisi membatasi kemungkinan perpindahan strata
sosial dalam kehidupan masyarakat, sedangkan di sisi lain pada sistem ini membiarkan
perpindahan strata pada bidang-bidang tertentu dalam masyarakat.

5. Unsur stratifikasi social


 Kedudukan (status)
Kedudukan merupakan tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial,
sehubungan dengan orang-orang lainnya dalam kelompok tersebut atau tempat suatu
kelompok sehubungan dengan kelompok lainnya di dalam kelompok yang lebih besar
lagi.
 Peranan (role)
Peranan (Role) merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status). Apabila
seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka
dia menjalankan suatu peranan.
Berdasarkan pelaksanaannya, peranan sosial dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu:
 Peranan yang diharapkan (expected roles), yaitu cara ideal dalam pelaksanaan
peranan menurut penilaian masyarakat. Peranan jenis ini antara lain peranan
hakim, peranan protokoler, diplomatik, dan sebagainya.
 Peranan yang di sesuaikan (actual roles), yaitu cara bagaimana sebenarnya itu
dijalankan. Peranan ini pelaksanaannya lebih luwes, dapat disesuaikan dengan
situasi dan kondisi tertentu, peranan yang disesuaikan mungkin tidak cocok
dengan situasi setempat, tetapi kekurangannya yang muncul dapat dianggap wajar
oleh masyarakat.