Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah


Pengelolaan kelas

Dosen Pengampu : Yanti Yandri K, M.Pd

Oleh :

Annisa Nurul Aflah (1886206042)


Anggi Agustina (1886206039)
Wisnu Ade Setiawan (1886206075)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI
BANGKINANG
2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Disiplin bagi peserta didik adalah hal yang rumit dipelajari sebab
disiplin merupakan hal yang kompleks dan banyak kaitannya terkait antara
pengetahuan, sikap dan perilaku. Kebenaran, kejujuran, tangggung jawab,
kebebasan, rasa kasih sayang, tolong menolong dan sebagainya adalah
beberapa aturan disiplin kemasyarakatan yang harus dipelajari/diketahui
dan ditegakkan oleh para siswa.
Peserta didik belajar beberapa hal dengan cara mendengarkan
misalnya, tetapi mereka lebih suka mengingat dan bertindak dengan kata-
kata dan gagasan mereka sendiri. Dari sini peserta didik akan belajar lebih
cepat apabila mereka terlibat dalam menyusun tata tertib mereka itu.
Walaupun demikian, guru harus mengarahkan dan menentukan tindakan-
tindakan apa yang harus diambil bila tata tertib dilanggar, sehingga
disiplin tetap dapat ditegakkan.
Terpeliharanya disiplin tidak lepas dari terpenuhinya kepentingan atau
kebutuhan para pihak. Peserta didik memiliki banyak kepentingan, guru
memiliki banyak kepentingan, demikian kepala sekolah. Permasalahannya
adalah bagaimana kepentingan-kepentingan dari masing-masing pihak
dapat terpenuhi dan dapat diselaraskan agar tidak terjadi bentrokan.Tidak
terpenuhi kepentingan/kebutuhan oleh para pihak akan timbul gangguan
yang mengganggu tatanan hidup dalam berinteraksi atau dalam berproses
misalnya, dalam proses pembelajaran. Disamping itu, para guru/kepala
sekolah perlu mencermati kepentingan/kebutuhan dalam memahami
sumber-sumber pelanggaran disiplin maka akan diketahui pula secara
teoritis cara penanggulangannya.
Dalam makalah ini akan membicarakan mengenai prinsip-prinsip
disiplin kelas yang meliputi pengertian disiplin kelas, pendekatan-
pendekatan disiplin kelas, hak, kebutuhan, tampilan guru hubungannya
dengan disiplin kelas, bentuk- bentuk  disiplin belajar siswa dan teknik-
teknik membina disiplin kelas.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian disiplin kelas?
2. Apa saja pendekatan-pendekatan disiplin kelas?
3. Apa saja hak peserta didik dalam penentuan disiplin kelas?
4. Bagaimana kebutuhan peserta didik dalam penentuan disiplin kelas?
5. Bagaimana tampilan guru hubungannya dalam disiplin kelas?
6. Bagaimana bentuk- bentuk  disiplin belajar siswa ?
7. Bagaimana teknik-teknik membina disiplin kelas ?

C. Tujuan
1. Mengetahui dan memahami pengertian disiplin kelas.
2. Mengetahui dan memahami pendekatan-pendekatan disiplin kelas.
3. Mengetahui dan memahami hak peserta didik dalam penentuan disiplin
kelas.
4. Mengetahui dan memahami kebutuhan peserta didik dalam penentuan
disiplin kelas.
5. Mengetahui dan memahami tampilan guru hubungannya dalam
disiplin kelas.
6. Mengetahui dan memahami bentuk-bentuk disiplin belajar siswa.
7. Mengetahui dan memahami teknik-teknik membina disiplin kelas.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Disiplin Kelas
Kata disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina” yang merujuk
kepada belajar dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan
istilah “disciple” yang berarti mengikuti orang belajar di bawa
pengawasan seorang pimpinan. Disiplin adalah kesadaran untuk
melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan
peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa
paksaan dari siapapun. Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan
dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan.
Disiplin merupakan sikap mental. Disiplin pada hakikatnya adalah
pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang
mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan yang didukung oleh kesadaran
untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.
Disiplin adalah pernyataan sikap mental dari individu maupun
masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung
oleh kesadaran untuk menunaikantugas dan kewajiban dalam rangka
pencapaian tujuan. Jadi, disiplin kelas dapat diartikan dimana tercipta
keadaan tertib dalam suatu kelas yang didalamnya tergabung atas guru dan
siswa yang taat pada tata tertib yang telah ditetapkan.

B. Pendekatan-Pendekatan Disiplin Kelas


Disiplin kelas merupakan hal esensial terhadap terciptanya perilaku
tidak menyimpang dari ketertiban kelas. Dalam semangat pendekatan
pendidikan disiplin hendaknya memiliki basis kemanusiaan dan prinsip-
prinsip demokrasi. Prinsip kemanusiaan dan demokrasi berfungsi sebagai
petunjuk dan pengecek bagi para guru dalam mengambil kebijakan yang
berhubungan dengan disiplin. Oleh karena itu, pendekatan disiplin yang
dilakukan guru harus:
1. Menggambarkan prinsip-prinsip pedagogi dan hubungan kemanusiaan;
2. Mengembangkan dan membentuk profesionalisme personel dan sosial
lulusan;
3. Merefleksikan tumbuhnya kepercayaan dan control dari peserta didik;
4. Menumbuhkan kesungguhan berbuat dan berkreasi, baik dikalangan
guru dan peserta didik tanpa ada kecurigaan dan kecemasan.
5. Menghindari perasaan beban berat dan rasa terpaksa dikalangan para
peserta didik.
Para peserta didik, dengan disiplin diharapkan bersedia untuk
tunduk dan mengikuti peraturan tertentu dan menjauhi larangan
tertentu pula. Terciptanya kesediaan semacam ini harus dipelajari dan
harus secara sadar diterima. Itu semua adalah dalam rangka
memelihara kepentingan bersama atau memelihara kepentingan
bersama atau memelihara kelancaran tugas-tugas sekolah. Suatu
keuntungan lain dari adanya disiplin adalah para peserta didik belajar
hidup dengan pembiasaan yang baik, positif, dan bermanfaat bagi
dirinya dan lingkungannya. Lebih lanjut dengan adanya pembiasaan
tersebut maka akan tumbuh jiwa tentram dalam diri dan masyarakat
sekitar. Pendekatan yang dapat digunakan guru dalam menegakkan
disiplin pada diri siswa antara lain sebagai berikut :
1. Pemberian bimbingan
Guru hendaknya memberikan kesempatan bagi siswa untuk
berbuat dan menumbuhkan gagasan baru/ide-ide baru secara wajar
sesuai tingkat kelasnya. Dalam hubungan ini siswa perlu diberi
bimbingan dan penyuluhan untuk memahami dan mengenali diri
sendiri. Untuk itu diperlukan pendekatan dengan siswa dalam
situasi yang wajar sehingga memungkinkan mereka
mengembangkan pola-pola tingkah laku yang baik ke arah
pembinaan diri sendiri.
2. Evaluasi pada diri pribadi
Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengevaluasi tingkah lakunya berdasarkan peraturan tata tertib
yang telah ditetapkan. Dengan demikian dapat terwujud disiplin
yang baik dalam kelas yang diidamkan. Disiplin kelas yang baik
dimaksudkan untuk pengendalian dan pengarahan segala perasaan
dan tindakan orang dalam suatu kelas untuk mewujudkan dan
memelihara suatu suasana mengajar belajar yang efektif.

C. Hak Peserta Didik dalam Penentuan Disiplin Kelas


Banyak guru kurang menyadari bahwa peserta didik memiliki hak-hak
tertentu di dalam lingkungan sekolah. Hak-hak tersebut semuanya diatur
dan diperkuat oleh peraturan dan kelaziman atau tradisi yang dipelihara
oleh lingkungan sekolah dan masyarakat. Masyarakat: orang tua, wali
murid, kelompok kemasyarakatan sering membawa sejumlah kasus
pelanggaran terhadap hak-hak para siswa ke sekolah, ke Persatuan Orang
Tua Siswa, atau ke Pengadilan. Beberapa hak siswa yang penting dan
yang perlu dijamin adalah :
1. Hak menyelesaikan pendidikan sebaik-baiknya.
2. Hak persamaan kedudukan atau kebebasan dan diskriminasi dalam
kelompok.
3. Hak berekspresi secara pribadi.
4. Hak keleluasaan pribadi.
5. Hak menyelesaikan (studi) secara cepat.
Hak-hak itu semua adalah hak-hak umum yang dimiliki para siswa.
Dalam kaitan ini guru harus berusaha menerapkan dalam praktik-
praktik disiplin baik pada kebijakan sekolah maupun peraturan atau
hukum. Untuk hal tersebut, perlu ada garis sinkronisasi antara disiplin
yang seharusnya ditegakkan dengan pertimbangan peraturan yang
dibuat.

D.  Kebutuhan Peserta Didik dalam Penentuan Disiplin Kelas


Kebutuhan para siswa adalah faktor yang relevan dalam menentukan
banyak sistem disiplin kelas atau sekolah. Satu contoh adalah hak dan
kebutuhan tertentu dari siswa cacat dan siswa yang perlu mendapat
perhatian khusus, misalnya anak cacat tidak dapat dikeluarkan dari
sekolah kecuali jika Dewan Pertimbangan Kualifikasi Profesional
menentukan lain. Penentuan itu seperti bahwa penanganan terhadap
mereka jika diteruskan disekolah tersebut akan merugikan kedua belah
pihak.
Berkaitan dengan sejumlah besar kebutuhan para siswa, guru perlu
mempertimbangkan dalam menentukan program disiplin kelas yang
relevan dengan mata pelajaran yang diajarkan, tingkat kemampuan umum
para siswa, dan latar belakang sosio-ekonomi para siswa. Dalam beberapa
kelas tingkat perhatian kepada para siswa tidak sepenting kelas lainnya,
tetapi dilain kelas, terutama pada kelompok kelas yang berkemampuan
rendah guru dapat memperbaiki pola disiplin lebih baik, cermat, dan
seksama. Sebagai contoh siswa yang datang dari keluarga yang
berkarakter yang pola disiplinnya bertempramen kasar, maka kondisi
seperti itu akan terbawa kedalam ruang kelas. Juga banyak guru
mengalami problem disiplin ketika para siswa gagal melihat keterkaitan
pelaksanaan antara materi yang disajikan kepada kehidupan mereka.

E. Tampilan Guru Hubungannya dalam Disiplin Kelas


Keberadaan guru dikelas tidak hanya bertugas menyampaikan
kurikulum atau materi yang direncanakan kepada para siswa, tetapi
kondisi personal disiplin para guru itu sendiri dikelas perlu ditampilkan.
Materi dan disiplin harus dikaitkan kepada pemahaman umum dari apa
yang diharapkan para siswa. Program yang cukup efektif dalam memberi
pemahaman disiplin misalnya dapat dilaksanakan sekolah dengan cara
melibatkan para siswa untuk mendiskusikan topik-topik yang menjadi
kepedulian sekolah.
Faktor disiplin penting lain dapat berkembang pada sejumlah guru
ditingkat sekolah dasar dan menengah yang mengajar secara tim.
Walaupun guru tersebut tidak secara riil mengajar bersama dan
menyampaikan kepada para siswa dalam bahasan yang sama pada ruang
atau waktu saat para guru mengajar. Karena pra siswa diajar oleh masing-
masing guru dalam kelompok tim, maka komponen penting dari disiplin
harus dirumuskan. Karena kalau tidak dirumuskan akan terjadi ketidak
konsistenan antara siswa satu dengan yang lainnya dalam menangkap
makna materi. Misalnya, seorang guru membiarkan seorang siswa
menyontek sementara yang lain tidak diijinkan. Perlakuan diskriminatif
ini akan menimbulkan ketidak konsistenan diantara mereka. Lebih lanjut
harus ada respon yang saling menguntungkan diantara para profesional
sekolah mengenai pelaksanaan pemeliharaan disiplin dikelas.

F. Bentuk- Bentuk  Disiplin Belajar Siswa


1. Disiplin siswa dalam menentukan dan menggunakan cara atau
strategi belajar
Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara
belajarnya. Siswayang memiliki cara belajar yang efektif
memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi
dari pada siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif. Untuk
belajar secara efektif dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin
tinggi setiap siswa. Belajar secara efektif dan efisien dapat dilakukan
oleh siswa yang berdisiplin. Siswa yang memiliki disiplin dalam
belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara
belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki
agar dapat belajar secara efektif dan efisien adalah kesadaran atas
tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk
kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan
nasib pada orang lain.
2. Disiplin terhadap pemanfaatan waktu
a. Cara mengatur waktu belajar
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelajar atau siswa
adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh kekurangan waktu
untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki
keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara
efisien. Banyak waktu yang terbuang-buang disebabkan karna
mengobrol omongan-omongan yang tidak habis-habisnnya. Sikap
yang demikian itu harus ditinggalkan oleh siswa karena yang
demikian itu tidak bermanfaat baginya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil
mencapai kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang
hidup teratur dan berdisiplin memanfaatkan waktunya. Dalam
ajaran Islam disiplin dalam pemanfaatan waktu sangat dianjurkan,
disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan waktu belajar saja, tetapi
disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang dalam setiap waktu
dan kesempatan.
b. Pengelompokan waktu.
Banyak siswa yang belajarnya kurang dapat memanfaatkan
waktunya dengan sebaik-baiknya karena tidak membagi-bagi
waktunya untuk macam-macam keperluan, oleh karna itu,
berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian waktu perlu
dipahami sebagai langkah untuk mengembangkan keterampilan
mengelola waktu studi.

c. Penjatahan waktu belajar.


Setiap siswa perlu mengadakan prinsip belajar secara teratur
dan untuk belajar secara teratur setiap hari harus mempunyai
rencana kerja. Agar siswa tidak banyak membuang waktu untuk
memikirkan mata pelajaran yang akan dipelajari suatu saat dan
apa yang harus dikerjakannya. Oleh karena itu agar siswa tidak
dihinggapi keraguan-raguan terhadap apa yang hendak
dipelajarinya maka ia harus punya rencana kerja atau daftar
waktu dalam belajar.

3. Disiplin terhadap tugas


a. Mengerjakan tugas rumah
Salah satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan. Sejalan
dengan pendapat yang mengatakan bahwa : “Mengerjakan tugas
dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan
guru, tetapi juga termasuk membuat atau mengerjakan latihan-
latihan yang ada dalam buku ataupun soal-soal buatan sendiri”.
Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka, tugas itu dapat berupa
tes atau ulangan dan juga dapat berupa latihan-latihan soal atau
pekerjaan rumah. Jika siswa mempunyai kebiasaan untuk melatih
diri mengerjakan soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan
rumah dengan disiplin, maka siswa tersebut tidak akan terlalu
kesulitan dalam belajarnya, serta dapat dengan mudah mengerjakan
setiap pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru.
b. Mengerjakan tugas di sekolah
Adapun tugas di sekolah mencakup mengerjakan latihan-latihan
tes atau ulangan harian, ulangan umum ataupun ujian, baik yang
tertulis maupun lisan.

4.  Disiplin terhadap tata tertib.


Didalam proses belajar mengajar, disiplin terhadap tata tertib sangat
penting untuk diterapkan, karena dalam suatu sekolah yang tidak
memiliki tata tertib maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan
dengan lancar sesuai dengan rencana. Antara peraturan dan tata tertib
merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai
pembentukan disiplin siswa dalam mentaati peraturan di dalam kelas
maupun diluar kelas.
Untuk melakukan disiplin terhadap tata tertib dengan baik, maka
guru bertanggung jawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya
peraturan dan tata tertib tersebut. Dalam hal ini staf sekolah atau guru
perlu terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas dan tata
tertib kelas yang baik tampa adanya kerja sama tersebut dalam
pembinaan disiplin sekolah maka akan terjadi pelanggaran terhadap
peraturan dan tata tertib sekolah serta terciptanya suasana balajar yang
tidak diinginkan.

G. Teknik-Teknik Membina Disiplin Kelas


Terdapat beberapa teknik membina disiplin kelas, antara lain:
1. Teknik keteladanan guru, yaitu guru hendaknya memberi contoh
teladan sikap dan perilaku yang baik kepada siswanya.
2. Teknik bimbingan guru, yaitu diharapkan guru senantiasa
memberikan bimbingan dan penyuluhan untuk meningkatkan
kedisiplinan para siswanya.
3. Teknik pengawasan bersama, yaitu dalam disiplin kelas yang
baik mengandung pula kesadaran akan tujuan bersama, guru dan
siswa menerimanya sebagai pengendali, sehingga situasi kelas
menjadi tertib.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian
diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. Disiplin merupakan sikap
mental, yang pada hakikatnya sebagai pencerminanan rasa ketaatan dan
kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan
kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan tertentu. Kaitannya dengan
disiplin kelas, dalam menerapkan disiplin itu sendiri harus
memperhatikan hak, kebutuhan dan tampilan guru hubungannya dengan
disiplin itu sendiri. Sikap disiplin yang dilakukan sebenarnya merupakan
suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu, yaitu nilai
keagamaan, nilai tradisional, nilai kekuasaan, nilai subjektif dan nilai
rasional.
Dalam menyusun aturan/tata tertib guna memunculkan disiplin kelas,
guru harus melibatkan siswa dalam pembuatannya, memperhatikan hak,
dan kebutuhan peserta didik itu sendiri, serta peran guru dalam disiplin
kelas adalah sebagai salah satu komponen yang harus juga mematuhi
peratuaran yang dibuatnya, bukan hanya sebagai pengatur tanpa ikut
melaksanakan.

B. Saran
Sebagai calon pendidik, hendaknya harus mengetahui dan memahami
bagaimana cara kita bersikap disiplin, tentunya dimulai dari diri sendiri
terlebih dahulu karena kita sebagai agen percontohan mereka para
peserta didik, setelah nantinya menjadi seorang pendidik, dalam
menyusun atau menrancang aturan disiplin kelas hendaknya
memperhatikan hak dan kebutuhan siswa, tetntunya mengikat tetapi tidak
memberatkan mereka. Selain itu, peran dan sikap kita sebagai guru juga
harus diselaraskan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena sasaran
disiplin kelas bukan hanya untuk siswa saja, melainkan juga berlaku
untuk guru sebagai salah satu komponen kelas.
DAFTAR PUSTAKA

Rachman, Maman. (1998). Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan


Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah
Dasar.

Ali Imron. 2011. Menajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Ekosiswoyo Rasdi, Maman Rachman. 2000. Manajemen Kelas. Semarang: CV. IKIP
Semarang Press.