Anda di halaman 1dari 18

Azmi Nur Azizah

3010170034

SGD 1

Modul Imun Dan Kulit

STEP 1

1. Sistem imun adaptif atau sistemm imun perolehan adalah mekanisme pertahanan
tubuh berupa perlawanan terhadap antigen tertentu. Sistem imun adaptif ini terutama
diperankan oleh limfosit B dan limfosit T
- Sistem imun adaptif memerlukan ekspansi dan diferensiasi limfosit sebagai respon
terhadap mikroba yang sebelum memberikan pertahanan yang efektif,imunitas ini
beradaptasi th adanya invasi mikroba

STEP 2

1. Apa definisi sistem imun?


2. Apa fungsi sistem imun?
3. Apa komponen sistem imun?
4. Apa saja macam-macam sistem imun?
5. Apa faktor yang berpengaruh pada sistem imun?
6. Bagaimana mekanisme sistem imun?
7. Jelaskan macam-macam imunisasi dan vaksin!
8. Jelaskan macam-macam antigen!
9. Mengapa setelah imunisasi tubuh menjadi demam? Apa saja efek samping dari
imunisasi?
10. Apa saja sel sel yang terdapat dalam sistem imun? Beserta fungsinya
11. Mengapa beberapa imunisasi pemberiannya perlu diulang?
12. Mengapa beberapa jam setelah imunisasi,tubuh terkadang menjadi demam?

STEP 3

1. Apa definisi sistem imun?

2. Apa fungsi sistem imun?


 Pertahanan (defense)  pertahanan tubuh untuk melawan invasi mikroorganisme,
ditengahi oleh elemen seluler.
 Homeostasis  memperhatikan fungsi degenerasi dan katabolik normal tubuh dengan
menyingkirkan sel-sel yang rusak seperti eritrosit dan leukosit dalam sirkulasi.
 Pengawasan  pengawasan dini untuk memonitor pengenalan jenis-jenis sel yang
abnormal yang secara rutin selalu timbul dalam tubuh.
Diperlukan tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya yang dapat
ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup. Dapat mencegah
berkembangnya tumor.Berperan dalam pembersihan sel mati dan memulai perbaikan
jaringan
3. Apa komponen sistem imun?
1) sel
Sel-sel utama dari sitem imun adalah T cell, B cel. Antigen-presenting cell (APC),
neutrophil, dan mast cell.
• T cell adalah sejenis sel berwarna putih dinamakan lomfosit, terdapat dalam darah,
sumsum tulang, dan kelenjar limfe. T cell menstimulasi B cell untuk memproduksi
antibodi namun bisa juga langsung menghancurkan antigen (misalnya virus) yang
menyerang sel-sel tubuh dengan cara mengeluarkan sitokin. T cell digolongkan
menjadi tiga sesuai dengan fungsinya, yaitu Thelper cell, cytoxic T cell, dan T
supressor cell dengan tugasnya masing-masing.
T helper ( CD 4 + ) untuk mengatur imun bawaan serta adaptif dan membantu
menentukan tipe respon imun yang akan dibuat oleh tubuh pada pathogen khusus.
Membantu sel b dan makrofag dalam menghancurkan antigen dengan cara
menyajikan APC yang mensiagakan system kekebalan
T cytoxic ( CD 8 +)  penghancur sel terinfeksi virus dan sel tumor dan terlibat pada
penolakan transplantasi organ .
T suppressor  menurunkan produksi antibody dan aktivitas sel T pembunuh jika
infeksi sudah bisa tertangani.
• B cell merupakan kelompok lain dari sel berwarna putih yang juga terdapat dalam
darah dan sumsum tulang, serta jaringan limfoid. Jika mendapatkan stimulasi dari T
cell dan sitokin, maka B cell berubah menjadi sel plasma yang mengeluarkan antibodi
yang meningkatkan respons tubuh terhadap penyakit. Antibodi yang diproduksi
bereaksi melawan antigen yang spesifik. Seusai membuyarkan infeksi, beberapa B
cell masih tetap berada di tempat sebagai “memory cell) untuk mengenali kalau
antigen yang sama menyerang kembali dalam bentuk lain.
• Antigen presenting cell adalah kelompok sel yang ditemukan di kulit dan diseluruh
jaringan limfoid. Sel-sel ini memproses antigen yang masuk agar dikenali oleh T cell
sebagai sel atau substansi “asing” yang embahayakan tubuh. Dengan demikian T cell
tidak bingung atau salah mengenali. Salah satunya adalah macrophages.

• Neutrophil adalah bentuk yang paling di kenal dari darah putih. Seperti
macrophages, neutrophil juga mencaplok semua jenis bakteri dan benda-benda asing.
• Mast cell ditemukan di seluruh bagian tubuh. Jika diaktifkan oleh antibodi saat
aktivitas sistem imun, mast cell mengeluarkan sanyawa kimia (seperti histamin) yang
mecetuskan inflamasi/radang sebagai respons pertama sistem imun terhadap infeksi.

2) Senyawa Kimia
Salah satu dari senyawa kimia dalam sistem imun adalah antibodi. Antibodi juga
dikenal dengan nama immunoglobulin atau Ig. Ada 5 jenis antibodi :
• igg adalah immunoglobin yang paling berlimpah. Ditemukan dalam darah seluruh
jaringan tubuh. Tugasnya, mengaktifkan sistem komplemen (complement system) dan
menstimulaso neutrophil dan macrophages untus menghancurkan antigen.
• igm ditemukan dalam aliran darah. Tugasnya mengaktifkan sistem komplemen,
khususnya sangat penting dalam melawan bakteri. Melindungi saluran pencernaan
dari infeksi dan mendorong perkembangan jazad renik usus yang sehat.

• iga terdapat dalam airmata, cairan ludah, cairan yang dikeluarkan oleh selaput lendir
(misalnya pada saluran pencernan, saluran pernapasan, yang mampu melawan
serbuan organisme mikro. Seperti juga igm dan igg, iga juga mengaktifkan enzim
komplemen (complement enzyme)
• ige terdapat dalam jaringan-jaringan tubuh, bertugas memicu reaksi alergi seperti
alergi benang sari bunga (hay fever) dengan cara menstimulasi mast cell untuk
melepaskan histamin.
• igd ada di dalam tubuh dengan kadar sangat rendah. Perannya dalam reaksi imun
belum jelas.
Ada senyawa kimia lainnya yang tidak termasuk dalam Ig, yaitu surface membrane
molecules, yaitu molekul-molekul dipermukaan selaput (juga dikenal sebagai
molekul-molekul CD).
 Imun Cells
- Leukosit (sel darah putih): neutrophil, basophil, eosinophil, monosit, limfosit
- Plasma cells
- Makrofag
- Sel mast
Limfosit (specific respon imun): B Cell, Sel T cytotoxic, T Helper, NK cells
4. Apa saja macam" sistem imun?
a. System imun bawaan (non adaptif/non spesifik)
Merupakan respon imun yang beraksi segera pada pajanan terhadap agen ancaman .
Respon ini merupakan mekanisme pertahanan bawaan yang secara non selektif
mempertahanan tubuh dari setiap benda asing atau abnormal apapun.
b. System imun didapat (adaptif/spesifik)
Mengandalkan respon imun selektif menyerang benda asing tertentu yang pernah
terpajan ke tubuh dan memiliki kesempatan untuk mempersiapkan serangan yang
secara khusus di tunjukan kepada musuh tersebut.

A. Imunitas non spesifik : berupa komponen normal tubuh, selalu


Ditemukan pada individu sehat dan siap mencegah mikroba masuk tubuh dan cepat
menyingkirkannya.
Positif:
Selalu siap
Respon cepat
Tidak perlu ada pajanan sebelumnya
Negatif:
Dapat berlebihan
Kekurangan memori

B. Imunitas spesifik : sistem imun spesifik mempunyai kemampuan untuk mengenal


benda yang dianggap asing bagi dirinya. Benda asing pertama kali terpajan dengan
tubuh segera dikenal oleh sistem imun spesifik. Pajanan tersebut menimbulkan
sensitasi sehingga antigen yang sama dan masuk tubuh untuk kedua kali akan dikenal
lebih cepat dan kemudian dihancurkan.
Positif:
Responsintens
Perlindungan lebih baik pada pajanan berikutnya
Negatif:
Tidak siap sampai terpajan alergen
Respon lambat
Sistem imun non spesifik: merupakan imunitas bawaan (innate immunity) atau
alamiah.
Sistem imun spesifik: merupakan respon imun didapat atau adaptif (aqcuired)
yang timbul terhadap unit-unit kecil dari mikroorganisme yang disebut sebagai
antigen, dan bukan terhadap mikroorganisme secara keseluruhan. Sisterm
imun spesifik mempunyai kekhasan yaitu besifat spesifik, heterogen, dan
memori
☺ Spesifik  kemampuan memberikan respon yang berbeda terhadap antigen
yang berbeda baik individu maupun spesies.
☺ Heterogen kemampuan berinteraksi dan memberikan respon terhadap
produk dan populasi sel yang berbeda, misal: antibodi.
☺ Memori  kemampuan untuk mempercepat dan memperbesar respon
spesifik dengan cara poliferasi dan diferensiasi sel-sel yang telah
disensitisasi

5. Apa faktor yang mempengaruhi sistem imun ?


- Factor metabolic: beberapa hormone dapat mempengaruhi respons imun tubuh
- Factor lingkungan: kenaikan angka kesakitan penyakit dapat mempengaruhi system
imun tubuh yang disebabkan oleh buruknya keadaan gizi
- Factor gizi: status gizi sangat berpengaruh terhadap status imun tubuh (protein,
karbohidrat, lemak, vitamin, etc)
- Factor usia: pada usia lanjut system imun akan mengalami penurunan kerja
disbanding usia yang lebih muda
Faktor yang mempengaruhi sistem imun :
A. Spesies
Diantara bebragai spesies ada perbedaan kerentaan yang jelas terhadap berbagai
mikroba, misalnya tikus sangant resiten terhadap difteri sedangkan manusia sangat
rentan

B. Keturunan dan Usia


Peranan herediter yang menentukan resitensi terhadap infeksi
Usia lanjut disertai dengan penurunan resitensi terhadap infeksi terutama virus

C. Hormon
Sebelum pubertas, sistem imun pada pria dan wanita adalah sama. Sistem imun
berkembang tanpa pengaruh hormon seks. Androgen yang dilepas pria bersifat
imunosupresif, dilepas secara menetap selama dewasa dan tidak difluktuasi sampai
usia lanjut. Pada wanita, respons imun terintegrasi dengan sistem endokrin yang
tujuannya agar janin dalam kandungan tidak ditolak selama hamil.

D. Suhu
Beberapa mikroba tidak menginfeksi manusia oleh karena tidak dapat hidup baik
pada suhu 370C.

E. Nutrisi
Nutrisi yang buruk jelas menurunkan resistensi terhadap infeksi

F. Flora bakteri normal


 Stres
Stres dapat menimbulkan gangguan respon imun nonspesifik berupa proliferasi
limfosit atas pengaruh mitogen, aktivasi makrofag, memacu timbulnya sel Tc antigen
spesifik, perubahan keseimbangan Th1/Th2, sekresi sitokin dan ekspresi reseptor
sitokin.
Strees dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh karena tubuh melepas hormon
seperti neuro endokrin glukokortikoid dan katekolamin, stress bahkan bisa berdampak
buruk pada produksi antibodi c
 SUHU
Beberapa mikroba tidak menginfeksi manusia oleh karena tidak dapat hidup baik pada
suhu 37 C. Kelangsungan hidup banyak jenis mikroba tergantung dari suhu.
 Keturunan
Genetik sangat berpengaruh terhadap sistem imun hal ini dapat di buktikan dengan
suatu penelitian yang di buktikan bahwa pasangan anak kembar homozigot lebih
rentan terhadap suatu allergen dibandingkan dengan pasangan anak kembar yang
heterozigot. Hal ini membuktikan bahwa faktor hereditas mempengaruhi sistem imun
b
6. Apa saja sel sel yang terdapat dalam sistem imun ? Beserta fungsinya
T helper ( CD 4 + ) untuk mengatur imun bawaan serta adaptif dan membantu
menentukan tipe respon imun yang akan dibuat oleh tubuh pada pathogen khusus.
Membantu sel b dan makrofag dalam menghancurkan antigen dengan cara
menyajikan APC yang mensiagakan system kekebalan
T cytoxic ( CD 8 +)  penghancur sel terinfeksi virus dan sel tumor dan terlibat pada
penolakan transplantasi organ .
T suppressor  menurunkan produksi antibody dan aktivitas sel T pembunuh jika
infeksi sudah bisa tertangani.
• B cell merupakan kelompok lain dari sel berwarna putih yang juga terdapat dalam
darah dan sumsum tulang, serta jaringan limfoid. Jika mendapatkan stimulasi dari T
cell dan sitokin, maka B cell berubah menjadi sel plasma yang mengeluarkan antibodi
yang meningkatkan respons tubuh terhadap penyakit. Antibodi yang diproduksi
bereaksi melawan antigen yang spesifik. Seusai membuyarkan infeksi, beberapa B
cell masih tetap berada di tempat sebagai “memory cell) untuk mengenali kalau
antigen yang sama menyerang kembali dalam bentuk lain.
7. Jelaskan macam macam antigen?Dan jelaskan mengenai paparan antigen dg jalur
yang berbeda
Berdasarkan bentuk : Makromolekul (protein, polisakarida,lipid, asam
nukleat)/epitope konformasional dan linear dan epitop linear ( peptide yang diajikan
oleh molekul mhc dan APC)
Berdasarkan respon Sel B : Antigen independen-T (merangsang produksi antibody
tanpa keterlibatan sel T dan Antigen Dependen-T ( antigen protein yang tidak secara
langsung merangsang produksi antibody tanpa bantuan sel T helper )
a. Antigen menurut spesifisitas
 Heteroantigen, yang dimiliki oleh banyak spesies
 Xenoantigen, yang dimiliki oleh banyak spesies tertentu
 Aloantigen (isoantigen), yang spesifik untuk individu dalam satu spesies
 Antigen organ spesifik, yang dimiliki oleh organ tertentu
 Autoantigen, yang dimiliki oleh alat tubuh sendiri.
b. Antigen menurut ketergantungan terhadap sel T
 T dependen, yang memerlukan pengenalan antibody
 T independen yang dapat merangsang sel B tanpa bantuan sel T untuk
membentuk antibody.
8. Bagaimana mekanisme sistem imun ?
Mekanisme imunitas alami memberikan pertahanan awal terhadap infeksi. Sebagian
Mekanisme (misalnya, hambatan epitelial) mencegah infeksi, dan mekanisme lain
(misalnya, fagosit, sel Natural Killer(nk) dan sel limfoid alami lainnya (Innate
Lymphoid Cells [ilcs]), sistem komplemen memberantas mikroba. Respons imun
adaptif berkembang kemudian dan dimediasi oleh limfosit serta produk mereka.
Antibodi memblokir infeksi dan menghilangkan mikroba, dan limfosit T membasmi
mikroba intraseluler. Kinetika respons imun alami dan adaptif hanya perkiraan lasar
saja dan dapat bervariasi pada infeksi yang berbeda.
Mekanisme imunitas alami memberikan pertahanan awal terhadap infeksi. Sebagian
Mekanisme (misalnya, hambatan epitelial) mencegah infeksi, dan mekanisme lain
(misalnya, fagosit, sel Natural Killer(nk) dan sel limfoid alami lainnya (Innate
Lymphoid Cells [ilcs]), sistem komplemen memberantas mikroba. Respons imun
adaptif berkembang kemudian dan dimediasi oleh limfosit serta produk mereka.
Antibodi memblokir infeksi dan menghilangkan mikroba, dan limfosit T membasmi
mikroba intraseluler. Kinetika respons imun alami dan adaptif hanya perkiraan lasar
saja dan dapat bervariasi pada infeksi yang berbeda.
9. Mengapa setelah imunisasi tubuh menjadi demam? Apa saja efek samping dari
imunisasi?
10. Mengapa beberapa imunisasi pemberiannya perlu diulang?
11. Mengapa beberapa jam setelah imunisasi,tubuh terkadang menjadi demam?
12. Jelaskan macam-macam imunisasi dan vaksin!Vaksin ada yang peroral dan
im,bagaimana mekanismenya dan jelaskan mengenai reaksi inflamasinya

Step 7

1. Apa definisi sistem imun?


Sistem imun merupakan mekanisme pertahanan tubuh sebagai perlindungan dari
bahaya berbagai bahan dalam lingkungan yang dianggap asing bagi tubuh seperti
bakteri, virus, jamur, parasit dan protozoa
System imun dibagi menjadi system imun spesifik dan non spesifik
(Srikandi waluyo dan dr. Budhi Marhaendra, MHA, Sakp. 2014. Penyakit-penyakit
Autoimun. PT. Elex Media Komputinda)

(Karnen Garna Baratawidjaja. 2010. IMUNOLOGI DASAR. Edisi 6. FK UI)

2. Apa fungsi sistem imun?


Fungsi fisiologi sistem imun yang paling penting adalah mencegah serta membasmi
infeksi.
Sistem imun juga berperan melindungi kita terhadap penyakit autoimun dan
keganasan
Fungsi lainnya yaitu pertahanan terhadap infeksi di inta maupun ekstraseluler, virus,
bakteri, jamur, parasit serta keganasan.

(Srikandi waluyo dan dr. Budhi Marhaendra, MHA, Sakp. 2014. Penyakit-penyakit
Autoimun. PT. Elex Media Komputinda)
(Abulk, Abbas. Anddrew H. Lichtman, shiv pllai. 2016. Imunologi Dasar Abbas.
Edisi 5. Elseiver)
(Karnen Garna Baratawidjaja. 2010. IMUNOLOGI DASAR. Edisi 6. FK UI)

3. Apa komponen sistem imun?


a. Sel
Sel-sel utama dari sitem imun adalah T cell, B cel. Antigen-presenting cell (APC),
neutrophil, dan mast cell.
a. T cell adalah sejenis sel berwarna putih dinamakan lomfosit, terdapat dalam
darah, sumsum tulang, dan kelenjar limfe. T cell menstimulasi B cell untuk
memproduksi antibodi namun bisa juga langsung menghancurkan antigen
(misalnya virus) yang menyerang sel-sel tubuh dengan cara mengeluarkan
sitokin. T cell digolongkan menjadi tiga sesuai dengan fungsinya, yaitu
Thelper cell, cytoxic T cell, dan T supressor cell dengan tugasnya masing-
masing.
b. B cell merupakan kelompok lain dari sel berwarna putih yang juga terdapat
dalam darah dan sumsum tulang, serta jaringan limfoid. Jika mendapatkan
stimulasi dari T cell dan sitokin, maka B cell berubah menjadi sel plasma
yang mengeluarkan antibodi yang meningkatkan respons tubuh terhadap
penyakit. Antibodi yang diproduksi bereaksi melawan antigen yang spesifik.
Seusai membuyarkan infeksi, beberapa B cell masih tetap berada di tempat
sebagai “memory cell) untuk mengenali kalau antigen yang sama menyerang
kembali dalam bentuk lain.
c. Antigen presenting cell adalah kelompok sel yang ditemukan di kulit dan
diseluruh jaringan limfoid. Sel-sel ini memproses antigen yang masuk agar
dikenali oleh T cell sebagai sel atau substansi “asing” yang embahayakan
tubuh. Dengan demikian T cell tidak bingung atau salah mengenali. Salah
satunya adalah macrophages.

d. Neutrophil adalah bentuk yang paling di kenal dari darah putih. Seperti
macrophages, neutrophil juga mencaplok semua jenis bakteri dan benda-
benda asing.
e. Mast cell ditemukan di seluruh bagian tubuh. Jika diaktifkan oleh antibodi
saat aktivitas sistem imun, mast cell mengeluarkan sanyawa kimia (seperti
histamin) yang mecetuskan inflamasi/radang sebagai respons pertama sistem
imun terhadap infeksi.

b. Senyawa Kimia
Salah satu dari senyawa kimia dalam sistem imun adalah antibodi. Antibodi juga
dikenal dengan nama immunoglobulin atau Ig. Ada 5 jenis antibodi :
 Igg adalah immunoglobin yang paling berlimpah. Ditemukan dalam darah
seluruh jaringan tubuh. Tugasnya, mengaktifkan sistem komplemen
(complement system) dan menstimulaso neutrophil dan macrophages untus
menghancurkan antigen.
 Igm ditemukan dalam aliran darah. Tugasnya mengaktifkan sistem
komplemen, khususnya sangat penting dalam melawan bakteri. Melindungi
saluran pencernaan dari infeksi dan mendorong perkembangan jazad renik
usus yang sehat.

 Iga terdapat dalam airmata, cairan ludah, cairan yang dikeluarkan oleh
selaput lendir (misalnya pada saluran pencernan, saluran pernapasan, yang
mampu melawan serbuan organisme mikro. Seperti juga igm dan igg, iga
juga mengaktifkan enzim komplemen (complement enzyme)
 Ige terdapat dalam jaringan-jaringan tubuh, bertugas memicu reaksi alergi
seperti alergi benang sari bunga (hay fever) dengan cara menstimulasi mast
cell untuk melepaskan histamin.
 Igd ada di dalam tubuh dengan kadar sangat rendah. Perannya dalam reaksi
imun belum jelas.

Ada senyawa kimia lainnya yang tidak termasuk dalam Ig, yaitu surface
membrane molecules, yaitu molekul-molekul dipermukaan selaput (juga
dikenal sebagai molekul-molekul CD).
(Srikandi waluyo dan dr. Budhi Marhaendra, MHA, Sakp. 2014. Penyakit-penyakit
Autoimun. PT. Elex Media Komputinda)

4. Apa saja macam" sistem imun?


(Srikandi waluyo dan dr. Budhi Marhaendra, MHA, Sakp. 2014. Penyakit-penyakit
Autoimun. PT. Elex Media Komputinda)

5. Apa faktor yang mempengaruhi sistem imun ?


1) SPESIES
Diantara berbagai spesies ada perbedaan kerentanan yang jelas terhadap berbagai
mikroba, misalnya tikus sangat resisten terhadap difteri sedangkan manusia sangat
rentan.
2) KETURUNANAN DAN USIA
Infeksi lebih sering terjadi dan lebih berat pada anak usia balita. Hal tersebut
disebabkan karena sistem imun yang belum matang pada usia muda. Usia lanjut
disertai dengan penurunan resistensi terhadap infeksi terutama virus. Oleh karena
itu pada usia lanjut dianjurkan vaksinasi terhadap virus influenza. Pada usia lanjut
seing pula ditemukan nutrisi yang kurang sehingga lebih menurunkan respons
seluler seperti proliferasi limfosit, sintesis sitokin dan juga respons antibodi.
3) HORMON
Sebelum pubertas, sistem imun pada pria dan wanita adalah sama. Sistem i mun
berkembang tanpa pengaruh hormon seks.
Hormon pada wanita adalah estrogen ynag disekresi ovarium dan dilepas dalam
kadar yang tinggi selama dan pertengahan siklus haid dan menetap selama hamil.
Estrogen mencegah aktivitas sel T pada wanita sehat . Jumlah sel T dalam darah
berfluktuasi selama siklus haid normal. Estrogen menunjukkan efek sebaliknya
terhadap sel B, meningkatkan sintesis igg dan iga selama hamil.igg ini mampu
menembus sawar plasenta dan ditemukan dalam air susu ibu melindungi bayi
terhadap infeksi selama fungsi sistem imunnya belum berkembang baik.
Meskipun terjadi penghambatan sel T episodik, wanita tidak menunjukkan infeksi
yang lebih sering dibandingkan pria, juga selama hamil. Hal ini menunjukkan
peran besar imunoglobulin terhadap infeksi. Namun wanita menunjukkan resiko
yang lebih tinggi terhadap penyakit autoimun, sedikitnya sampai menopouse.
Penyebab pastinya belum tahu, namun diduga disebabkan estrogen yang
merangsang produksi antibodi. Penyakit autoimun yang sering ialah penyakit
Grave (Tipe II) dan Lupus Eritematosus Sistemik (Tipe III).
4) Faktor nutrisi
Nutrisi yang buruk sudah jlas menurunkan resistensi terhadap infeksi. Nutrisi
yang dibutuhkan adalah :
- Zink : menurunkan gejala dan lam penyakit influenza. Secara tidak
langsung mempengaruhi fungsi imun melalui peran sebagai kofaktor dalam
pembentukan DNA, RNA, dan protein sehingga meningkatkan pembelahan
seluller. Defisiensi Zn secara langsung menurunkan produksi limfosit T,
respon limfosit T untuk stimulasi/rangsangan .
- Vitamin B : terlibat dengan enzim yang membuat konstituen sistem imun.
Pada penderita anemia defisiensi vitamin B12 mengalami penurunan sel darah
putih dikaitkan dengan fungsi imun.

5) Stres
Stres dapat menimbulkan gangguan respon imun nonspesifik berupa proliferasi
limfosit atas pengaruh mitogen, aktivasi makrofag, memacu timbulnya sel Tc
antigen spesifik, perubahan keseimbangan Th1/Th2, sekresi sitokin dan ekspresi
reseptor sitokin.
6) SUHU
Beberapa mikroba tidak menginfeksi manusia oleh karena tidak dapat hidup baik
pada suhu 37 C. Kelangsungan hidup banyak jenis mikroba tergantung dari suhu.

(Karnen Garna Baratawidjaja. 2010. IMUNOLOGI DASAR. Edisi 6. FK UI)

6. Apa saja sel sel yang terdapat dalam sistem imun ? Beserta fungsinya
Sel
Sel-sel utama dari sitem imun adalah T cell, B cel. Antigen-presenting cell
(APC), neutrophil, dan mast cell.
a. T cell adalah sejenis sel berwarna putih dinamakan lomfosit, terdapat dalam
darah, sumsum tulang, dan kelenjar limfe. T cell menstimulasi B cell untuk
memproduksi antibodi namun bisa juga langsung menghancurkan antigen
(misalnya virus) yang menyerang sel-sel tubuh dengan cara mengeluarkan
sitokin. T cell digolongkan menjadi tiga sesuai dengan fungsinya, yaitu Thelper
cell, cytoxic T cell, dan T supressor cell dengan tugasnya masing-masing.
b. B cell merupakan kelompok lain dari sel berwarna putih yang juga terdapat
dalam darah dan sumsum tulang, serta jaringan limfoid. Jika mendapatkan
stimulasi dari T cell dan sitokin, maka B cell berubah menjadi sel plasma
yang mengeluarkan antibodi yang meningkatkan respons tubuh terhadap
penyakit. Antibodi yang diproduksi bereaksi melawan antigen yang spesifik.
Seusai membuyarkan infeksi, beberapa B cell masih tetap berada di tempat
sebagai “memory cell) untuk mengenali kalau antigen yang sama menyerang
kembali dalam bentuk lain.
c. Antigen presenting cell adalah kelompok sel yang ditemukan di kulit dan
diseluruh jaringan limfoid. Sel-sel ini memproses antigen yang masuk agar
dikenali oleh T cell sebagai sel atau substansi “asing” yang embahayakan
tubuh. Dengan demikian T cell tidak bingung atau salah mengenali. Salah
satunya adalah macrophages.

d. Neutrophil adalah bentuk yang paling di kenal dari darah putih. Seperti
macrophages, neutrophil juga mencaplok semua jenis bakteri dan benda-
benda asing.
e. Mast cell ditemukan di seluruh bagian tubuh. Jika diaktifkan oleh antibodi
saat aktivitas sistem imun, mast cell mengeluarkan sanyawa kimia (seperti
histamin) yang mecetuskan inflamasi/radang sebagai respons pertama sistem
imun terhadap infeksi.

(Srikandi waluyo dan dr. Budhi Marhaendra, MHA, Sakp. 2014. Penyakit-penyakit
Autoimun. PT. Elex Media Komputinda)

7. Jelaskan macam macam antigen?Dan jelaskan mengenai paparan antigen dg jalur


yang berbeda!
Antigen yang juga disebut imunogen adalah bahan yang dapat merangsang
respons imun atau bahan yang dapat bereaksi dengan antibodi yang sudah ada tanpa
memperhatikan kemampuannya untuk merangsang produksi antibodi.
Secara fungsional antigen dibagi menjadi imunogen dan hapten. Kompleks
yang terdiri atas molekul kecil (disebut hapten) dan molekul besar (disebut karier atau
molekul pembawa) dapat berperan sebagai imunogen. Contoh hapten ialah berbagai
golongan antibiotik dan obat lainnya dengan berat molekul kecil. Hapten biasanya
dikenal oleh sel B, sedangkan molekul pembawa oleh sel T.
a. PEMABGIAN ANTIGEN MENURUT EPITOP
 Unideterminan, univalen
Hanya satu jenis determinan/ epitop pada satu molekul.
 Unideterminan, multivalen
Hanya satu jenis determinan tetapi dua atau lebih determinan tersebut
ditemukan pada satu molekul.

 Multideterminan, univalen
Banyak epitop yang beracam-macam tetapi hanya satu dari setia macamnya
(kebanyakan protein)
 Multideterminan, multivalen
Banyak macam determinan dan banyak dari setiap macam pada satu molekul
(antigen dengan berat molekul yang tinggi dan kompleks secara kimiawi)

(Karnen Garna Baratawidjaja. 2010. IMUNOLOGI DASAR. Edisi 6. FK UI)

8. Bagaimana mekanisme sistem imun ?


(ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN. EDISI 7. 2016)

9. Mengapa setelah imunisasi tubuh menjadi demam? Apa saja efek samping dari
imunisasi?
Reaksi lokal
Berupa rasa nyeri di tempat suntikan, bengkak-kemerahan di tempat suntikan (10%)
Reaksi sistemik
Demam (10%) kecuali DPT (hampir 50%), iritabel, malaise, gejala sistemik.
Reaksi vaksin berat
Berupa kejang, trombositopenia, hypotonic hyporesponsive episode (HHE),
anafilaksis, potensial menjadi fatal tetapi dapat disembuhkan tanpa dampak jangka
panjang

10. Mengapa beberapa imunisasi pemberiannya perlu diulang?

11. Mengapa beberapa jam setelah imunisasi,tubuh terkadang menjadi demam?


12. Jelaskan macam-macam imunisasi dan vaksin!Vaksin ada yang peroral dan
im,bagaimana mekanismenya dan jelaskan mengenai reaksi inflamasinya
a. Live attenuated
 Derivate dari virus atau bakteri liar yang dilemahkan
 Tidak boleh diberikan pada orang yang defisiensi imun
 Sangat labil dan dapat rusak oleh suhu tinggi dan cahaya
 viral: measles, mumps, rubella, vaccine, varicella, zoster, yellow fever,
rotavirus, intranasal influenza
 bacterial: BCG, oral typhoid
B. Inactivated Vaccines
 Dari organism yang diambil, dihasilkan dari menumbuhkan bakteri atau virus
pada media kultur, kemudian diinaktifkan
 Selalu memerlukan dosis ulang
whole: *viral: polio, hepatitis A, rabies, influenza
*bacterial: pertussis, typhoid, cholera, plague
fractional: *protein based: subunit hepatitis B, influenza, acellular,
pertussis, human papillomavirus, anthrax, Toxoid  diphtheria, tetanus
*polysaccharide based: pure  pneumococcal, meningococcal, salmonella
typhi, Conjugate  hemophilis influenza