Anda di halaman 1dari 7

Study kasus..

Mahasiswa dan Mahasiswi UBK yang sedang melakukan PKMD (Pembangunan Kesehatan
Masyarakat Desa) di wilayah Kerja Puskesmas Tarogong, melakukan pengkajian keperawatan keluarga pada
keluarga Bapak E berumur 86 Tahun, alamat kp. Tanjung, Rt/Rw 06/07 Kelurahan Tanjung Kamuning Kec.
Tarogong Kaler Kab. Garut, Bapak E bekerja sebagai buruh karena bapak E hanya berpendidikan terakhirnya
SD.
Dikeluarganya, Bapak E merupakan anak ke-2 dari tujuh bersaudara (anak ke-1,anak ke-2 dan anak
ke-3 Laki-laki. Anak ke-4 dan ke-5 Perempuan. Serta anak ke-6 dan anak ke-7 laki-laki). Bapak E menikah
dengan Ibu S yang berasal dari kota Sumedang, keduanya menikah tanpa paksaan ataupun perjodohan.
Bapak E meskipun sudah lansia,tetapi kondisi Bapak E sehat.
Dikeluarganya, Ibu S merupakan anak ke-3 dari empat bersaudara (anak ke-1 dan ke-2 Laki-laki,
anak ke-3 dan ke-4 perempuan). Ibu S sering mengeluh pusing dan menurut Ibu S, dia jarang mengikuti
kegiatan posbindu dan sejak dulu dia sudah didiagnosa hipertensi. Selain mengurusi rumah tangga, ibu S juga
membuka warung kecil di rumahnya dan Ibu S juga terkadang membantu Bapak E mengambil rumput di
sawah.
Keluarga Bpk E terdiri dari suami (Bpk E), istri (ibu S), anak pertama laki-laki (Tn. B) umur 30
Tahun Sudah Menikah dan sudah memiliki rumah sendiri, anak ke-2 perempuan (Nn C) umur 21 tahun
belum menikah, sekarang bekerja sebagai karyawan di perusahaan Bulu mata, karena tidak mampu
melanjutkan kuliah hanya lulusan SMA, masih tinggal dengan keluarga Tn. E., anak ke -3 laki-laki (An. A)
10 Tahun, masih sekolah di SD, keluarga merasakan tidak ada masalah dengan tipe keluarga yang ada, klien
pasrah dan bersyukur dengan keadaan keluarga saat ini.
Bapak E merupakan kepala keluarga dan jika ada masalah, bapak E selalu mendiskusikan dengan
istrinya dan keputusan terakhir diserahkan pada bapak E. Pola istirahat keluarga kurang baik, mereka sering
terjaga karena keluhan penyakitnya. Tidur siang hampir tidak pernah, karena Bpk E maupun Ibu S terkadang
bekerja sampai sore.
Aktivitas rekreasi keluarga Bpk E lebih banyak menonton televisi Rekreasi ke tempat rekreasi tidak
pernah dilakukan mengingat keadaan ekonomi tidak memungkinkan, apalagi klien tidak mempunyai
keturunan dan klien sudah tidak mempunyai keluarga untuk dikunjungi.
Untuk memenuhi kebutuhan makan, keluarga setiap hari masak atau dengan menu : nasi, lauk (ikan
asin), tahu/tempe dan sayur. Pola makan 2 kali sehari, dan terkadang Ibu S malas untuk makan
Bpk E bekerja sebagai buruh, Untuk menghidupi kebutuhan ekonomi keluarga, keluarga Bapak E
memperoleh penghasilan kurang lebih Rp. 20.000/ hari, kemudian dibantu dari usaha warung di rumahnya.
Penghasilan tersebut cukup digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Pola istirahat keluarga Tn. E dan Ny. S tidur malam dari jam 22.00 sampai jam 04.30. dan tidak ada
gangguan tidur. Sedangkan
Tidur Siang Tn.E dan Nn C (anak ke-2) tidak pernah tidur siang dikarenakan bekerja, Ny.S dan An A
kadang-kadang tidur siang kurang lebih 1-2 jam,
Semua anggota keluarga penduduk asli Sunda, bahasa yang digunakan sehari-hari bahasa sunda.
Menurut keluarga tidak ada adat atau kebiasaan yang bertentangan dengan kesehatan, keluarga tidak
memiliki pantangan makanan tertentu.
Menurut pengakuan keluarga, agama yang dianut mereka adalah agama islam, keluarga mengatakan
dalam menjalankan agamanya keluarga tidak pernah meninggalkan ibadah shalat, dan Ibu S sering mengikuti
pengajian di mesjid yang ada di RT 06. Keluarga tidak memiliki paham agama yang bertentangan dengan
kesehatan.
Menurut pengakuan Ny. S mengatakan sudah 1 tahun memiliki hipertensi selama ini Ny. S jarang
memeriksakan dirinya ke dokter maupun puskesmas dan tidak mengkonsumsi obat anti hipertensi karena
klien mengaku beberapa waktu yang lalu pernah mengkonsumsi obat hipertensi dari dokter tetapi merasa
tidak cocok karena klien malah sering merasa pusing. Klien hanya memeriksakan tekanan darahnya pada
tukang tensi keliling. Keluhan saat ini yaitu klien mengeluh sering nyeri kepala, klien mengatakan sewaktu
nyeri kepala matanya berkunang-kunang, nyeri kepala dirasakan klien hingga merasakan tegang pada bagian
tengkuk, klien mengatakan apabila nyeri kepala biasanya hanya membeli obat warung untuk mengobatinya.
Klien mengatakan tidak mengetahui cara relaksasi : menarik nafas dalam untuk mengurangi nyeri kepala
klien, Klien terlihat sering memegang kepala, Klien terlihat sering terlihat mengkerutkan dahi dan matanya
menahan pusing akan tetapi menurut pengakuan keluarga, keluarga Ibu S tidak mempunyai keluhan seperti
yang diderita ibu S saat ini, dan menurut pengakuan ibu S, keluarga ibu S tidak mempunyai penyakit
keturunan. Keluarga Bpk E tidak mempunyai penyakit keturunan baik dari pihak Bpk E ataupun dari pihak
Ibu S. Keluarga Bpk E sudah menikah selama 49 tahun..
Ny.S sudah tidak menjadi Akseptor KB karena Ny. H sudah menopause
Orang tua Bpk E maupun Ibu S keduanya telah meninggal dan menurut pengakuan Bpk E dan Ibu S
keduanya sudah tidak mempunyai keluarga. Dan di keluarga Bpk E ataupun Ibu E tidak memiliki penyakit
keturunan lainnya.
Rumah Bpk E berada di pinggir jalan raya di kp. Tanjung yang padat penduduknya. Status rumah
yang dihuni keluarga adalah rumah sendiri. Rumah terdiri dari kamar atas (untuk Bpk E), Dan tempat tidur
Ibu S berada di Ruang tamu yang bersebelahan dengan warung. Kamar mandi dan dapur berada di sebelah
ruang tamu di bagian depan. bagian-bagian rumah terasa pengap karena tidak terdapat jendela ataupun
ventilasi yang cukup. Rumah Bpk E menghadap ke sebelah timur. sehingga cahaya matahari bisa langsung
masuk ke dalam rumah. Keluarga Bapak E menggunakan air sumur baik untuk mandi ataupun untuk
kebutuhan air sehari-hari. Kelurga bapak E membuang sampah ke bak sampah di pinggir rumahnya dan
limbah keluarga bapak E langsung di buang ke selokan karena disamping rumah bapak E terdapat selokan.
Kebiasaan dalam membersihkan diri anggota keluarga Tn. E seperti mandi sebanyak 2 kali sehari
dengan menggunakan sabun mandi, menggosok gigi setiap kali mandi dan sebelum tidur, kebiasaan mencuci
rambut 2-3 kali dalam seminggu dengan menggunakan shampo. Kebersihan badan dan pakaian anggota
keluarga cukup
Lingkungan sekitar rumah Bapak E tampak kotor dan kumuh terlebih rumah bapak E berada di
pinggir jalan dan di daerah tempat bapak E menggunakan alat transpotasi andong dan angkot. Di rumah
bapak E terdapat televisi hitam putih dan radio sebagai fasilitas hiburan mereka dan untuk menuju ke tempat
fasilitas pelayanan kesehatan, Keluarga bapak E harus naik andong dan angkot untuk sampai ke puskesmas
Tarogong.
Keluarga Bpk E tinggal di RT 06/07. Rumah keluarga Bpk E berada di pinggir jalan, dimana banyak
andong yang berlalu lalang sehingga debu kotoran kuda di wilayah tersebut beresiko untuk terjadinya
penyakit seperti ISPA, Gatal-gatal dan penyakit-penyakit lainnya.
Bpk E kegiatan setiap harinya tidak menentu, kadang Bpk E dan Ibu S bekerja sebagai buruh Dan
terkadang hanya diam di rumah dan menjaga usaha warung yang dikelolanya
Keluarga Bpk E tidak memiliki perkumpulan keluarga, Ibu S jarang mengikuti kegiatan bersama
masyarakat, ia lebih banyak di rumah menjaga warung miliknya, akan tetapi apabila Ibu S tidak mengeluh
sakit, Ibu S mengikuti kegiatan pengajian di sekitar RT 06.
Keluarga Bpk E tinggal di RT 06/07, disekitarnya juga tinggal saudara-saudaranya yaitu adik
kandung Bpk E, jika ada masalah atau kepentingan mereka minta bantuan pada adiknya, akan tetapi sejak
kurang lebih 2 tahun yang lalu adik Bpk E meninggal, sehingga sekarang jika keluarga Bpk E ada masalah
atau kepentingan, mereka tidak pernah minta bantuan siapapun dan mereka berusaha menangani masalah
keluarga mereka sendiri.
Menurut Bpk E komunikasi keluarga, antara suami dan istri cukup terbuka. Mereka membicarakan
bersama jika ada hal-hal yang penting dibicarakan, misalnya keperluan sehari-hari atau masalah kesehatan
keluarga. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa sunda.
Bapak E sebagai kepala keluarga adalah pengambil keputusan persoalan rumah tangga setelah
sebelumnya melalukan pembicaraan dengan istrinya.
Bpk E adalah seorang suami pencari nafkah utama, namun saat ini kadang tidak bekerja, sehingga
keperluan sehari-hari dibantu oleh istrinya dari hasil usaha warungnya. Ibu S sebagai Ibu rumah tangga
Di keluarga Bpk E tidak ada nilai-nilai atau norma tertentu yang mempengaruhi kesehatan anggota
keluarganya. Jika ada anggota keluarga yang sakit, keluarga mengobatinya dengan obat warung atau pergi ke
Puskesmas.
Keluarga berupaya menumbuhkan perasaan saling terikat dan saling mencintai, Diantara anggota
keluarga saling menghormati dan saling memperhatikan. Menurut bapak E mereka tidak pernah bertengkar.
Mereka selalu saling mengingatkan satu sama lain dan mereka selalu berusaha untuk mengikuti kegiatan-
kegiatan yang bermanfaat yang ada di lingkungan mereka.
Dalam bersosialisasi keluarga sangat terbuka dengan kehadiran orang lain. mereka juga sering terlihat
ngobrol dengan tetangga.
Keluarga menyadari bahwa kesehatan itu penting untuk dipertahankan, oleh karenanya keluarga
berusaha mengatasi jika ada anggota keluarga yang sakit. Mereka biasanya kalau sakit membeli obat dulu
dari warung, jika berlanjut, maka berobat ke Puskesmas atau klinik terdekat. Keluarga mengatakan belum
mengetahui memenuhi kebutuhan kesehatan. Dan mereka jarang mengikuti posbindu. Ibu S juga tahu kalau
dirinya menderita hipertensi, akan tetapi Ibu S mengaku karena masalah ekonomi, Ibu S jarang
memeriksakan dirinya ke Puskesmas atau ke tempat pelayanan kesehatan lainnya. Keluarga Bapak E tidak
mempunyai keturunan. Menurut pengakuan keluarga, keluarga Bapak E terkadang cukup untuk memenuhi
kebutuhan sandang sehari-hari.
Kondisi ekonomi dirasakan menjadi masalah yang harus dijalani bersama. saat ini yang mereka
pikirkan adalah memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Keluarga pasrah dan bersyukur dengan keadaan mereka sekarang, mereka menjalani hidup dengan
tenang. walaupun saat ini keluarga belum mampu mendapat uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
keluarga.
Jika ada masalah dalam keluarga, keluarga Bpk E selalu membicarakannya bersama dan mencari
penyelesaiannya, mereka pasrah dengan keadaan mereka, sehingga jika ada masalah yang dilakukan ialah
berdo’a dan mengaji. sehingga setelah mereka berusaha sesuai kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya, namun kalau hasilnya belum memadai, mereka menyerahkan padaNya dan menerima apa
adanya. Mereka memiliki keyakinan semua telah diatur oleh yang Maha Kuasa. Pada keluarga Bpk E tidak
ditemukan adanya strategi adaptasi yang disfungsional.
Saat dilakukan pemeriksaan fisik, keadaan umum bapak E kesadarannya compos mentis, TD 130/90
mmHg, Nadi 86 x/menit, RR 28 x/menit, Dari pemeriksaan kepala,rambut dan wajah tidak Hidung, mulut,
leher, dada abdomen tidak ada keluhan. Dan untuk ekstremitas atas dan bawah semua tidak ada kelainan
ataupun keluhan ROM normal dan kekuatan otot 5 tapi terkadang Bapak E mengeluh nyeri pada sendi-sendi.
Ibu S keadaan umum kesadaran Compos mentis, TD 170/100 mmHg, Nadi 84 x/menit, RR 24
x/menit, Ibu S mengeluh mata terasa berat, Penglihatan kabur, kepala pusing, pundak berat, telinga kadang-
kadang mendengung, mudah lelah, dada berdebar-debar, berat dan terasa pegal pada pundak.
Untuk anak-anaknya sehat semua, dengan hasil pemeriksaan fisik normal.
Dari hasil pengkajian keluarga mndiri Mahasiswa menyimpulkan seperti dibawah ini:
Kategori
Masalah Masalah Kriteria Keluarga Mandiri
Tanggal masalah
kesehatan keperawatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
19 Juli 2014 Hipertensi Gangguan perfusi
jaringan  - -   - - - - -
19 Juli 2014 Hipertensi Gangguan rasa
   -  - - - -
nyaman : nyeri kepala
Keterangan :
- : tidak bisa menjawab/melakukan
 : bisa menjawab/melakukan

Prioritas Masalah:
1. Gangguan perfusi jaringan
Dari hasil diskusi dengan keluarga Tn. E, dapat disipulkan bahwa : Sifat masalah: Tidak atau kurang
sehat, Kemungkinan masalah dapat diubah : mudah, Potensi masalah untuk dicegah : Cukup,
Menonjolnya masalah : Masalah berat harus ditangani
2. Gangguan rasa nyaman : nyeri kepala
Sifat masalah : tidak atau kurang sehat Kemungkinan masalah dapat diubah : Hanya Sebagian
Potensi masalah untuk dicegah : Tinggi Menonjolnya masalah :ada masalah tetapi tidak perlu segera
ditangani
Keluarga merasa senang dengan kedatangan mahasiswa dan mahasiswi Akper Bidara Mukti yang sedang
PKL, apalagi mereka tidak mempunyai keturunan dan sudah tidak mempunyai keluarga satupun.
selanjutnya keluarga mengharapkan pemantauan kesehatan keluarganya secara berkala.
Isilah peranyaan pertanyaan dibawah ini

A. CATATAN STATUS KESEHATAN KELUARGA


1. TIPE KELUARGA : Nuclear Family ( Keluarga Inti )
2. TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA SAAT INI : Keluarga Dengan Anak Dewasa ( Launching Family )
3TUGAS PEKERBANGAN KELUARGA YANG BELUM TERPENUHI :
BIOLOGIS PSIKOLOGIS KELUARGA SOSIAL EKONOMI KELUARGA LINGKUNGAN RUMAH
4.Keadaan Kesehatan 12. Keadaan Emosi/mental 19. Hubungan dengan Orang lain 26.Kebersihan & Kerapihan
Ny. S sering mengeluh Keadaan Emosi dan Menta (BAIK dan TERBUKA) (KURANG BERSIH)
pusing dan nyeri kepala mata Keluarga Tn. E BAIK
berkunang-kunang,
merasakan tegang dibagian
tengkuk (Hipertensi)
kesadaran : Compos mentis
Td: 170/100 mmhg
Nadi: 84x/menit
RR: 24x/menit

Tn. E (80 thn) mengeluh


nyeri sendi

5. Kebersihan Keluarga 13. Koping keluarga 20. Kegiatan Oragnisasi Sosial 27. Penerangan
Bersih Mandi 2 x Sehari, Koping Keluarga Dapat diatur (KURANG BAIK) (BAIK)
Menggosok gigi tiap mandi dengan baik karena setiap CAHAYA MATAHARI
dan sebelum tidur, cuci permasalahan selalu BISA LANGSUNG
rambut 2-3x/minggu, dibicarakan bersama dan MASUK
kebersihan badan dan mencari penyelesaiannya
pakaian cukup bersih
6. Penyakit Sering Diderita 14. Kebiasaan Buruk 21. keadaan Ekonomi. 28. Ventilasi
Ny. S ( Hipertensi) sejak 1 sering membuang sampah (KURANG MAMPU) (KURANG BAIK)
tahun yang lalu langsung ke selokan

7. Penyakit Kronis/menular 15. Rekreasi 29. Jamban


Ny. S (Hipertensi) menonton Tv dan Jarang ber (KURANG BAIK)
SPIRITUAL KULTUR KELUARGA
rekreasi keluar karena terlalu dekat dengan
ruang tamu
8. Kecacatan Anggota 16. Pola Komunikasi Keluarga 22. Ketaatan Beribadah 30. Sumber Air minum
Keluarga (BAIK dan TERBUKA) (TAAT BERIBADAH) (MENGGUNAKAN AIR
(Tidak Ada) SUMUR)
9.  Pola Makan 17. pengambil Keputusan 23. Keyakinan tentang Kesehatan 31. Pemanfaatan Halaman
2 X sehari namun terkadang (BAIK) Keluarga Sangat Menyadari Bahwa (TIDAK ADA HALAMAN)
Ny. S malas untuk makan Karena di Musyawarahkan Kesehatan Itu Penting Untuk
Dipertahankan
10. Pola Istirahat 18. Peran Informal 24. Nilai dan Norma 32. Pembuangan Air kotor
Pola Istirahat Keluarga Tn. E perannya Berkurang (TIDAK ADA) (TEPAT DI SAMPING
Kurang Baik Karena Sering karena faktor usia Yang Mempengaruhi Kesehatan RUMAH TN. E)
Terjaga Karena Keluhan Ny. S sebagai IRT dan
Penyakit Ny. S Membantu peran Tn. E
Frek. Tidur Malam 7,5 jam Nn. C bekerja dan membantu
(22:00-04:30) per ekonomian
Frek. Tidur Siang 1-2 jam
Nn. C tidak tidur siang
karena kerja
11. Reproduksi /Akseptor 25 Adat yang mempengaruhi 33. Pembuangan Sampah
KB Kesehatan sering membuang sampah
(Sudah Menopause) (TIDAK ADA) langsung ke selokan
Yang Mempengaruhi Kesehatan 34. Sumber Pencemaran
LIMBAH SAMPAH
SELOKAN
PECEMARAN UDARA
B. GENOGRAM

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Sakit

X : Meninggal
U

T B

S
C. CATATAN STATUS KESEHATAN INDIVIDU
A.Masalah Kesehatan yang pernah dialami:Ny. S Mengalami Hipertensi Sejak 1 Tahun yang lalu
B.Masalah Kesehatan Keluarga (Keturunan) : Diantara Keluarga Tidak Ada Yang Mengalami Penyakit Herediter
A.BIOLOGIS Pola Makan Pola Minum Pola Tidur Aktifitas Sehari – hari Rekreasi
2 x sehari Ny. S jarang tidur siang Menjaga Warung, Menonton
frek tidur malam : tidak Mengaji dan Kegiatan TV
nyenyak Di Rumah
B.Psikologis Keadaan Emosi C.Sosial Hubungan antar keluarga Hubungan dengan orang lain
Baik Baik dan Terbuka Baik dan Terbuka
D.Spiritual/ 1.pelaksanaan ibadah 2. Keyakinan Tentang Kesehatan
Kultural Taat dan Tidak Pernah Yakin tentang Kesehatan Keluarga Sangat Menyadari Bahwa
Meninggalkan Ibadah Kesehatan Itu Penting Untuk Dipertahankan
E.Pemeriksaan  
A.Tanda Vital Keaadan Kesadaran Suhu : Nadi Pernafasan Tensi
Umum Compos 84x/Menit 24x/Menit 170/100 Mmhg
Baik Mentis
Tinggi Badan: cm
Berat Badan: Kg

Nama :
Nim :
Kelas :