Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ANDI SRI WAHYUNI

Kasus Gerontik 2

Seorang perempuan berusia 69 tahun dirawat di rumah dengan kasus pasca stroke sejak 6
bulan yang lalu dengan berat badan 51 kg diperiksa oleh perawat yang berkunjung di pagi
hari. Klien hanya tinggal bersama suaminya. Kekuatan otot bagian kanan skala 3 dan kiri
skala 5. Klien mengatakan ia masih bisa berjalan perlahan dengan menggunakan tongkat BP
160/80 mmHg dan dengan nafas tersengal sengal 19x/menit suhu tubuh yang naik turun
kadang 37'C disiang hari kadang 37,5'c dipagi hari

1. Berapa Kebutuhan Cairan klien lansia tersebut


2. Apa yang perlu ditangani
3. Hasil pengkajiannya
4. Masalah utamanya Bagaimana
5. Diagnosa Keperawatannya Apa
6. Intervensi yang tepat pada kasus tersebut Rasionalkan

JAWAB:

1. KEBUTUHAN CAIRAN KLIEN


BB : 51 kg
10 kg I = 1000 cc
10 kg II = 500 cc
31kg ( sisa bb)= 20ml x 31 = 620 cc
+
Jadi , Keb Cairan yg dibutuhkan=2.120 cc / 2,1 L
2. YANG PERLU DITANGANI
Yaitu:
- pola napas klien yg tidak efektif, membutuhkan ventilasi dan terapi oksigen
- mobilitas klien , melakukan latihan gerak dan tetap menjaga saat berjalan agar
klien tidak resiko jatuh /cederah tidak terjadi
3. HASIL PENGKAJIAN
- Nama: Ny. A
- Umur: 69 thn
- Keluhan utama : stroke

- Riwayat :
Klien pasca stroke sejak 6 bulan yang lalu dengan berat badan 51 kg diperiksa
oleh perawat yang berkunjung di pagi hari. Klien hanya tinggal bersama
suaminya. Klien mengatakan ia masih bisa berjalan perlahan dengan
menggunakan tongkat, nafas tersengal sengal.
- TTV
BP: 160/80 mmhg
T : 37,5C
RR: 19 x/i
- Kekuatan otot
Kiri : 5
Kanan : 3
4. MASALAH UTAMANYA
Keluhan klien pasca stroke, namun klien bernapas tersengal – sengal dengan RR:19
x/i.
Maka masalahnya adalah : pola napas tidak efektif dikarenakan pernurunan energi.
5. DIAGNOSA KEPERAWATAN
- pola napas tidak efekti b.d penurunan energi d.d RR: 19x/i, klien tersengal-sengal
- gangguan mobilitas fisik b.d penurunan kekuatan otot d.d kekuatan otot kiri 5,
kanan 3, berjalan menggunakan tongkat
6. INTERVENSI DAN RASIONAL
a. Dx 1: pola napas tidak efekti b.d penurunan energi d.d RR: 19x/i, klien
tersengal-sengal
Intervensi:
- Monitor pola napas
R/ : untuk menegetahui pola napas klien saat ini
- Lakukan ventilasi
R/: untuk memenuhi kebutuhan oksigen
- Berikan terapi oksigen
R/: Memenuhi kebutuhan oksigen
b. Dx 2: gangguan mobilitas fisik b.d penurunan kekuatan otot d.d kekuatan otot
kiri 5, kanan 3, berjalan menggunakan tongkat
Intervensi:
- Kaji kemampuan secara fungsional
R/ : mengetahui kekuatan otot klien
- Lakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif
R/: melatih kekuatan otot
- Konsultasi dengan fisio terapi
R/: Memenuhi kebutuhan mobilitas