Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

MANAJEMEN PEMASARAN
KONSEP INTI PEMASARAN

Kelompok 1 :
M Nanda Ramadhani
NIM : 1844000143

Indra Nst
NIM : 1844000045

Clarita Febrianti Sinaga


NIM : 1844000161

Rasyid Bukhori
NIM : 1844000151

Dosen :

Austin Alexander Parhusip,SE. Mm

JURUSAN : MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS POTENSI UTAMA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan Hikmat dan
Karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Konsep Inti
Pemasaran” ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari
dosen Austin Alexander Parhusip, S.E MM pada bidang studi Manejemen Pemasaran. Selain itu,
makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Asas wawasan nusantara bagi para
pembaca dan juga bagi pendengar.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Austin selaku dosen bidang studi Manajemen
Pemasaran yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan
sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ..................................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................1


1.1. Latar Belakang .................................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah................................................................................................1
1.3. Tujuan...................................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................................2
2.1. Pengertian Pemasaran...........................................................................................2
2.2. Peranan Pemasaran...............................................................................................2
2.3. Arti Fungsi Manajemen Pemasaran.....................................................................2
2.4. Konsep Inti Pemasaran.........................................................................................4
2.5. Konsep Pemasaran...............................................................................................7
2.6. Pemasaran Perusahaan Penerbangan....................................................................8
BAB III KESIMPULAN....................................................................................................12
3.1 Kesimpulan.....................................................................................................12
3.2 Saran ..............................................................................................................12
BAB IV DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................13

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam


bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan.
Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang
yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan
perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh
konsumen.
Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah
satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena
bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan
keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan
oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak
kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan
sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu
perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi
pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam
memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut
mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan
perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana definisi pemasaran, peranan pemasaran serta arti fungsi pemasaran ?


2. Apa tujuan manajemen pemasaran dan mengapa konsep pemasaran dilakukan ?
3. Bagaimana contoh strategi pemasaran di perusahaan penerbangan ?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui peranan pemasaran serta arti fungsi pmasaran?


2. Untuk mengetahui tujuan manajemen pemasaran dan mengapa konsep pemasaran
dilakukan ?
3. Untuk mengetahui contoh strategi pemasaran di perusahaan penerbangan ?

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu atau kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan
mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang
menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen.

2.2 Peranan Pemasaran

Peranan pemasaran saat ini tidak hanya menyampaikan produk atau jasa hingga
tangan  konsumen tetapi juga bagaimana produk atau jasa tersebut dapat  memberikan
kepuasan  kepada pelanggan dengan menghasilkan laba. Sasaran dari pemasaran adalah
menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior, menetapkan harga menarik,
mendistribusikan  produk dengan mudah, mempromosikan secara efektif serta
mempertahankan pelangganyang sudah ada dengan tetap memegang prinsip kepuasan
pelanggan.

2.3 ARTI FUNGSI MANAJEMEN PEMASARAN

Manajemen pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan,


mengimplementasikan (yang  terdiri dari kegiatan mengorganisaikan, mengarahkan,
mengkoordinir) serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu
organisasi agar tercapai tujuan organisasi  secara efesien dan efektif. Didalam fungsi
manajemen pemasaran ada kegiatan menganalisis yaitu analisis yang dilakukan untuk
mengetahui pasar dan lingkungan pemasarannya,sehingga dapat diperoleh seberapa besar
peluang untuk merebut pasar dan seberapa besar ancaman yang harus dihadapi. Penjelasan
fungsi pemasaran yang merupakan kegiatan terpadu dan saling mendukung, antara lain:

1) Perencanaan pemasaran
Penentuan segala sesuatu sebelum dilakukan kegiatan-kegiatan pemasaran meliputi:
tujuan, strategi, kebijaksanaan serta taktik yang dijalankan.
Tujuan:
A. Meniadakan ketidakpastian masa datang bila ada perubahan-perubahan karena 
situasi  dan  kondisi  perusahaan  maupun  diluar  perusahaan maupun diluar
perusahaan tidak menentu.
B. Karena  tujuan  organisasi  sudah  difokuskan  maka  dengan  perencanaan akan
menghindari adanya penyimpangan tujuan.
C. Rencana walaupun mahal tetapi ekonomis karena segala kegiatan telah
terfokuskan dengan segala biaya- biayanya.
Rencana pemasaran terinci diperlukan untuk setiap bisnis, produk atau merk. Sebagai  syarat 
minimal  perencanaan  harus  berisi  bagian-bagian  sebagai berikut:
1. Ringkasan bagi ekskutif : Menyajikan  pandangan singkat atas rencana yang
diusulkan    agar  dapat  ditinjau  dengan cepat oleh manajemen.

2
2. Situasi pemasaran saat ini : Menyajiakan data latar belakang yang relevan
mengenai pasar,  produk,  persaingan dan distribusi.
3. Analisis ancaman & peluang : Mengidentifikasi  ancaman  dan peluang utama
yang mungkin mempengaruhi produk.
4. Sasaran dan isu : Menentukan  sasaran  perusahaan  untuk produk  di  bidang 
penjualan,  pangsa  pasar, laba  serta  isu  yang  akan  mempengaruhi sasaran
ini.
5. Strategi : Pemasaran  Menyajikan  pendekatan  pemasaran  yang luas,  yang  
akan  digunakan  untuk  mencapai sasaran dalam rencana.
6. Program : Tindakan   Menspesifikasikan apa yang akan dilakukan, siapa 
yang  akan  melakukannya,  kapan  dan berapa biayanya.
7. Anggaran : Laporan  laba  dan  rugi  yang  diproyeksikan yang  meramalkan 
hasil  keuangan  yang diharapkan dari rencana tadi.
8. Pengendalian : Menunjukkan  bagaimana  kemajuan  rencana akan dipantau.

2) Implementasi pemasaran
Adalah  proses  yang  mengubah  strategi  dan  rencana  pemasaran  menjadi tindakan 
pemasaran  untuk  mencapai  sasaran.  Implementasi  mencakup aktivitas  sehari-hari,  dari 
bulan  ke  bulan  yang  secara  efektif  melaksanakan rencana pemasaran. Kegiatan ini
dibutuhkan program tindakan yang menarik semua orang atau semua aktivitas serta struktur
organisasi formal yang dapat memainkan  peranan  penting  dalam  mengimplementasikan 
strategi pemasaran.

Implementasi yang sukses tergantung dari beberapa kegiatan kunci yaitu:

a.Pengorganisasian kegiatan pemasaran, yaitu:


-Proses  menciptakan  hubungan  antara  fungsi  personalia  dan faktor  fisik 
(sarana),  agar  kegiatan  pemasaran  yang  harus dilaksanakan  bisa  mencapai 
tujuan  yang  benar,  meliputi: pembagian  kerja,  wewenang,  tanggung  jawab  dan 
pelaporan kerja.
Tujuan: Setiap  orang  di  dalam  organisasi  bertanggung  jawab  dalam
melaksanakan  kegiatan pemasaran yang telah dibebankan  kepadanya sehingga tidak
overlapping pekerjaan.
b.Bentuk  umum  dalam  departemen  pemasaran  yang  modern,  antara lain:
-Organisasi  fungsional  dimana  berbagai  aktivitas  pemasaran  yang berbeda
dikepalai oleh spesialis fungsional: manajemen penjualan,periklanan,  riset 
pemasaran,  pelayanan  terhadap  pelanggan, manajemen produk baru.
-Organisasi  geografik,  dimana  karyawan  bagian  penjualan  dan pemasaran diberi
tugas di negara, wilayah atau distrik tertentu.
-Organisasi  manajemen  produk,  karyawan  ini  mengembangkan pemasaran  dan 
strategi  lengkap  untuk  produk  atau  merk  tertentu, bila  perusahaan  ini 
mempunyai  banyak  produk  atau  merk  yang amat berbeda.
-Bila  firm  yang menjual satu lini produk kepada banyak tipe pasar berbeda yang
mempunyai organisasi manajemen pasar. Manajer ini bertanggung jawab untuk
mengembangkan rencana jangka panjang dan tahunan untuk keunggulan utama dari
sistem ini adalah bahwa perusahaan  diorganisasikan  disekitar  kebutuhan  spesifik 
segmen pelanggan.

3
3) Pengarahan kegiatan pemasaran, yaitu:

a.Usaha  yang  berhubungan  dengan  segala  sesuatu  kegiatan pemasaran  agar 


semuanya  itu  dapat  dilakukan  dengan  baik, meliputi:
-Pemberian perintah secara baik, harus ada  follow up-nya, secara senderhana,  perlu 
penjelasan  sehingga  ada  pengertian  dan sifatnya harus konsultatif.
-Motivasi
-Kepemimpinan
Dengan  pengarahan  segala  kegiatan  yang  menyimpang  akan terdeteksi  dan  pimpinan 
dapat  memberikan  motivasi  untuk menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan harapan serta
agar terjadi harmonisasi antar anggota organisasi/firm.

4) Pengkoordinasian kegiatan pemasaran, yaitu:


Usaha  meng-sinkronkan  dan  menyatukan  segala  kegiatan pemasaran dalam  organisasi
agar tercapai tujuan yang efektif dan efisien.

a. Cara-cara  menjalankan  koordinasi  yang  efektif,  dengan  berbagai cara, yaitu:


a. Diadakan prosedur yang  terang dan jelas dan ditentukan tanggal penyelesaian 
(dead line).
b.Koordinasi  dilakukan  secara  formal  melalui  pimpinan  staff pembantu,  penitia 
maupun  pejabat  penghubung  tetap  dilakukan kontak tidak formal.

b. Pengendalian/Evaluasi kegiatan pemasaran, yaitu:


Usaha  memberikan  petunjuk  pada  para  pelaksana  agar  mereka  selalu bertindak
sesuai dengan rencana, meliputi :
-Penentuan Standard
-Supervisi kegiatan atau pemeriksaan
-Perbandingan hasil dengan Standard
-Kegiatan mengkoreksi Standard

Kegiatan pengendalian/evaluasi di atas dapat dikelompokkan dua macam:


-Pengendalian  operasional  termasuk  memeriksa  kinerja  yang  sedang berlangsung 
terhadap  rencana  tahunan  dan  mengambil  tindakan perbaikan kalau perlu.Tujuannya 
adalah  memastikan  bahwa  perusahaan  mencapai  penjualan, laba,  dan  sasaran  lain  yang 
ditetapkan  dalam  rencana  tahunannya. Kegiatan  ini  juga  mencakup  penentuan  produk, 
wilayah,  pasar  dan saluran yang berbeda yang dapat mendatangkan laba.
-Pengendalian  strategik  meliputi  pengamatan  apakah  strategi  dasar perusahaan  sesuai 
dengan  peluang  yang  terbuka.  Strategi  dan  program pemasaran  dapat  ketinggalan 
zaman  dalam  waktu  singkat  dan  setiap perusahaan  harus  secara  periodik  menilai  ulang 
pendekatan  terhadap pasar secara keseluruhan.

2.4 KONSEP INTI  PEMASARAN


1. KEBUTUHAN
Konsep dasar yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan
manusia adalah pernyataan dari rasa kahilangan, dan manusia mempunyai banyak
kebutuhan yang kompleks. Kebutuhan manusia yang kompleks tersebut karena bukan
hanya fisik (makanan, pakaian, perumahan dll), tetapi juga rasa aman, aktualisasi diri,

4
sosialisasi, penghargaan, kepemilikan. Semua kebutuhan berasal dari masyarakat
konsumen, bila tidak puas konsumen  akan  mencari  produk atau jasa yang dapat
memuaskan kebutuhan tersebut.

2. KEINGINAN
Bentuk kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh budaya dan kepribadian individual
dinamakan keinginan. Keinginan digambarkan dalam bentuk obyek yang akan
memuaskan kebutuhan  mereka atau keinginan adalah hasrat akan penawar kebutuhan
yang spesifik. Masyarakat yang semakin berkembang, keinginannya juga semakin luas,
tetapi ada keterbatasan dana, waktu, tenaga dan ruang, sehingga dibutuhkan perusahaan
yang bisa memuaskan keinginan  sekaligus  memenuhi kebutuhan manusia dengan
menembus keterbatasan tersebut, paling tidak meminimalisasi keterbatasan sumber daya.
Contoh: manusia butuh makan, tetapi keinginan untuk memuaskan lapar tersebut
tergantung dari budayanya dan lingkungan tumbuhnya. Orang  Yogya akan memenuhi
kebutuhan makannya dengan gudeg, orang Jepang akan memuaskan  keinginannya
dengan makanan sukayaki dll.

3. PERMINTAAN
Dengan keinginan dan kebutuhan serta keterbatasan sumber daya tersebut, akhirnya 
manusia menciptakan permintaan akan produk atau jasa dengan manfaat yang paling
memuaskan. Sehingga muncullah istilah permintaan, yaitu keinginan menusia akan
produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan ketersediaan untuk membelinya.
PRODUK (organisasi, jasa, ide)
Sejalan dengan munculnya kebutuhan, keinginan dan permintaan, perusahaan berusaha
keras untuk mempelajarinya, mereka melakukan riset pemasaran, mengamati perilaku
konsumen,  menganalisis keluhan yang dialami konsumen, mencari jawaban produk atau
jasa apa  yang  sedang disukai atau bahkan produk apa yang tidak disukai, dan lain-lain.
Dengan kegiatan diatas, akhirnya perusahaan dapat menawarkan segala sesuatu kepada
pasar untuk diperhatikan, untuk dimiliki atau dikonsumsi sehingga konsumen dapat
memuaskan kebutuhan sekaligus keinginannya, sesuatu itu disebut produk. Produk tidak
hanya mencakup obyek fisik, tetapi juga jasa, orang, tempat, organisasi ataupun gagasan.
Contoh: perusahaan manufaktur menyediakan: barang (komputer, monitor, printer), jasa
(pengiriman, pemasangan, pelatihan, perbaikan, dan pemeliharaan), ide/gagasan
(kekuatan/keunggulan jenis komputer)

4. NILAI PELANGGAN
Karena semua perusahaan berusaha menwarkan produk dan jasa yang superior, maka 
konsumen dihadapkan pada pilihan yang beraneka ragam. Konsumen membuat pilihan
pembeli berdasarkan pada  persepsi mereka mengenai nilai yang melekat pada berbagai
produk dan jasa ini. Nilai bagi pelanggan adalah selisih antara nilai total yang dinikmati
pelanggan karen memiliki serta menggunakan  suatu  produk  dan biaya total yang
menyertai produk tersebut. Nilai total antara lain nilai dari produk, jasa, personil
pemasar, biaya waktu, biaya energi yang dikeluarkan, biaya psikis. Setelah pemberian
nilai, konsumen akan mengevaluasi dan hasil evaluasi ini akan mempengaruhi kepuasan
dan peluang untuk membeli ulang produk tersebut.

5. KEPUASAN PELANGGAN

5
Kepuasan pelanggan tergantung pada anggapan kinerja produk dalam menyerahkan
nilai  relative terhadap harapan pembeli. Bila kinerja atau prestasi sesuai atau bahkan
melebihi  harapan, pembelinya merasa puas. Perusahaan yang cerdik mempunyai tujuan
membuat gembira pelanggan dengan hanya menjanjikan apa yang dapat mereka
serahkan, kemudian menyerahkan lebih banyak dari yang mereka janjikan.

6. MUTU
Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan mutu, yang saat ini ada istilah Total
Quality  Management (TQM) yaitu program yang dirancang untuk memperbaiki mutu
produk, jasa dan proses pemasaran secara terusmenerus TQM memiliki komitmen antara
lain:
a. fokus terhadap pelanggan
b. memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas
c. menggunakan  pendekatan  ilmiah  dalam  pengambilan  keputusan dan pemecahan
masalah
d.memiliki komitmen jangka panjang, membutuhkan kerja sama tim, memperbaiki
proses
e.memperbaiki proses secara kesinambungan
f.menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk karyawan

7. PERTUKARAN
Pertukaran adalah tindakan untuk memperoleh barang yang dikehendaki dari 
seseorang  dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Ada 5 kondisi yang harus
dipenuhi agar pertukaran dapat terjadi:
a. Terdapat sedikitnya dua pihak
b. Masing-masing  pihak  memiliki  sesuatu  yang  mungkin  berharga bagi pihak lain
c. Masing-masing  pihak  mampu  berkomunitas  dan  melakukan penyerahan
d. Masing-masing  pihak  bebas  menerima  atau  menolak  tawaran pertukaran
e. Masing-masing   pihak  yakin  bahwa  berunding  dengan  pihak  lain adalah layak dan
bermanfaat (negoisasi)

8. TRANSAKSI
Transaksi adalah perdagangan antara dua pihak, yang paling sedikit melibatkan dua 
macam  nilai, persetujuan mengenai kondisi, waktu dan empat.

9. HUBUNGAN
Proses menciptakan, memelihara, dan meningkatkan hubungan erat yang semakin 
bernilai dengan pelanggan dan pihak-pihak yang berkepentingan yang lain dengan kata
lain  hubungan adalah praktik membangun hubungan jangka panjang yang memuaskan
dengan pihak-pihak pelanggan, pemasok (supplier), penyalur (distributor), guna
mempertahankan bisnis  jangka panjang mereka. Agar hubungan dapat tercipta dalam
jangka panjang antara lain:
a.saling mempercayai, saling menguntungkan
b.menjanjikan dan memberikan kualitas yang tinggi, pelayanan yang baik, harga yang
pantas antar pihak
c.menghasilkan ikatan ekonomi, teknik dan sosial yang kuat antar pihak yang
berkepentingan

6
d.menekan biaya transaksi dan waktu pencarian pelanggan

10. JARINGAN
Jaringan terdiri dari perusahaan dan semua pihak-pihak pendukung,pelanggan,
supplier,  distributor, pengecer, agen iklan, ilmuwan dan pihak lain yang bersama-sama
dengan firm telah membangun hubungan bisnis yang saling menguntungkan.

11. PASAR
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan
tertentu  yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan itu.

12. PEMASAR DAN CALON PEMBELI


Seseorang yang mencari satu atau lebih calon pembeli yang akan terlibat dalam
pertukaran tersebut. Calon pembeli adalah seseorang yang diidentifikasikan oleh pemasar
sebagai orang yang mungkin bersedia dan mampu terlibat dalam pertukaran tersebut.Jadi
konsep inti pemasaran adalah :
a. proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran penetapan harga,
b. promosi penyaluran gagasan,
c.barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu
dan organisasi.

2.5 KONSEP PEMASARAN


Ada  falsafah  yang  sebaiknya  digunakan  sebagai  pedoman  usaha pemasaran  ini 
untuk  mencapai  pertukaran  yang  didambakan  dengan  pasar sasaran.  Pemberian  bobot 
yang  harus  diberikan  pada  organisasi,  pelanggan dan  masyarakat  yang  berkepentingan 
seringkali  saling  bertentangan. Sehingga  perlu  ada  landasan  dari  aktifitas  pemasaran 
organisasi  tersebut.
Dalam  Kottler  (1997),  landasan  ini  dikelompokkan  dalam  lima  konsep alternatif antara
lain:

1. KONSEP PRODUKSI
Falsafah bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan harganya
terjangkau serta  manajemen harus berusaha keras untuk memperbaiki produksi dan efesiensi
distribusi. Konsep ini adalah falsafah paling tua digunakan dalam penjualan. Konsep ini
masih berlaku dan bermanfaat pada dua situasi, yaitu situasi pertama, bila permintaan akan
produk  lebih  besar dari penawarannya; situasi kedua, terjadi kalau biaya produk terlalu
tinggi dan perbaikan produktifitas diperlukan untuk menurunkannya. Akan tetapi, perusahaan
yang bekerja dengan falsafah ini  menghadapi resiko tinggi dengan fokus terlalu sempit pada
operasinya sendiri. Bila perusahaan berusaha menurunkan harga, yang pasti dilupakan adalah
kualitas, padahal yang di inginkan konsumen adalah harga  rendah dengan barang yang
menarik.
2. KONSEP PRODUK
Falsafah  bahwa  konsumen  akan  menyukai  produk  bermutu  terbaik dan  sifat 
paling  inovatif  dan  bahwa  organisasi  harus  mencurahkan energi untuk terus menerus
melakukan perbaikan produk.

7
3. KONSEP PENJUALAN
Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang
cukup  kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar. Konsep
ini biasanya dilakukan pada barang yang tidak  dicari, yaitu barang yang mungkin tidak
terpikirkan untuk  dibeli oleh konsumen, contoh: ensiklopedia, asuransi, dll. Industri ini harus
mahir dalam melacak calon pelanggan dan  menjual manfaat produk kepada konsumen.
Tujuannya adalah menjual yang  perusahaan buat, bukan produk apa yang dibutuhkan
masyarakat konsumen.

4. KONSEP PEMASARAN
Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa pencapaian sasaran 
organisasi  tergantung  pada  penentuan  kebutuhan  dan keinginan pasar sasaran dan
penyampaian kepuasan didambakan itu lebih efektif dan efisien daripada pesaing.
Kemungkinan konsep ini membingungkan  bila  dibandingkan  dengan  konsep  penjualan.
Perbandingan  antara  konsep  penjualan  dengan  konsep  pemasaran, antara lain:

Keterangan:  pemasaran  terpadu  terdiri  dari  kegiatan  pemasaran  eksternal yaitu


pemasaran yang ditujukan kepada orang-orang di luar perusahaan dan kegiatan  internal 
merupakan  kegiatn  mengenai  keberhasilan  dalam menerima, melatih dan memotivasi
karyawan yang memiliki kemampuan dan ingin melayani pelanggan dengan baik.
Mengapa konsep pemasaran mulai diberlakukan?
a. Penjualan mulai turun
b. Pertumbuhan produk melambat
c. Pola pembelian yang berubah
d. Persaingan yang meningkat
e. Biaya  penjualan  meningkat. 

Perusahaan  mendapati  pengeluaran mereka  untuk  iklan,  promosi  penjualan  terasa 


lepas  kendali sehingga  manajemen  memutuskan  untuk  melakukan  audit pemasaran 
untuk  menyempurnakan  konsep  mana  yang  akan dipakai.

5. KONSEP PEMASARAN BERWAWASAN SOSIAL


Falsafah bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta
menyerahkan kepuasan yang didambakan itu secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing
dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan
masyarakat. Konsep ini mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam
praktek pemasaran mereka. Hal ini agar dapat menyeimbangkan dan menyelaraskan 3 faktor
yang penting, yaitu: laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen dan kepentingan publik.

2.6 PEMASARAN PERUSAHAAN PENERBANGAN


Rute penerbangan Jakarta - Denpasar mcrupakan rute penerbangan yang memberikan
kontribusi revenue dan mempunyai pangsa pasar yang bcsar pada pasar domestik. Namun,
mulai tahun 1991 - 1994, pangsa pasar Garuda pada rute ini semakin menurun, dimana
pertumbuhan pasarnya lebih rendah dari pada pertumbuhan pasar keseluruhan. Padahal,
pesaing potensial Garuda, yaitu, perusahaan "SG" dapat meraih pangsa pasar yang semakin
meningkat dari tahun 1991 sampai dcngan tahun 1994. Hal ini disebabkan karena strategi
yang diterapkan oleh "SG" relatif lebih inovatif dan agresif bila dibandingkan dengan strategi

8
Garuda. Apabila Garuda tidak menyusun strategi pemasaran yang tepat, maka diperkirakan
untuk niasa datang pangsa pasar Garuda pada rute ini akan semakin menurun.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka sasaran strategi yang disarankan untuk rute
ini adalah mempertahankan pangsa pasar dan posisi sebagai pemimpin pasar.
Untuk mencapai sasaran tersebut, maka terdapat beberapa alternatif strategi yang dapat
dilakukan, yaitu sebagai berikut:
· meningkatkan kualitas produk
· meningkatkan difcrensiasi produk
· meningkatkan usaha promosi
· menentukan harga yang bcrsaing

Strategi pemasaran yang dilakukan adalah Strategi pemasaran total, yaitu Garuda
melayani semua segmen pasar yang ada, baik penumpang dengan tujuan bisnis, penumpang
dengan tujuan wisatawan, maupun penumpang dengan tujuan pribadi.
Strategi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam strategi bauran pemasaran, yang meliputi
strategi produk, strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi.
Letak Indonesia yang berpulau-pulau membuat petumbuhan perusahaan penerbangan
pesat. Banyaknya perusahaan penerbangan di Indonesia membuat perusahaan penerbangan
memiliki caranya masing-masing dalam memasarkan misalnya cara pemasaran. Sebelumnya
kita sudah meihat analisis strategi Garuda Indonesia Airline (GIA) dan sekarang kita coba
bandingkan lagi dengan Lion Air. Strategi pemasaran kedua perusahaan penerbangan tersebut
akan kita terlihat lebih detail lagi disini.
Strategi Pemasaran Garuda Indonesia Arlines :

1) konsep pemasaran yang digunaan adalah konsep “kenyamanan” untuk menggaet


konsumen.
2) Frekuensi penerbangan tinggi.
3) Memilih terminal 2 untuk naik-turun penumpang yang notabene lebih nyaman daripada
terminal 1.
4) Menyediakan camilan di pesawat yang lengkap dengan pilihan minumanny
5) Memberikan keramahan pada fligh attandence-nya
6) Melakukan kerjasama dengan Singapore Airline untuk code share, promosi bersama untuk
meningkatkan lalu lintas atarkedua Negara, dan pengembangan jaringan
7) Melayani penerbangan untuk umroh dan haji.
8) Keadaan pesawat lebih terawatt sehingga dalam hal safety, GIA lebih baik.
9) Namun, harga tiket GIA relative mahal sehingga cocok untuk menengah ke atas.

Strategi Pemasaran Lion Air :


1) Bersaing dengan Garuda maupun Saudi Arabia Air untukmenerbangi rute-rute umroh dan
haji.
2) Meningkatkan frekuensi penerbangan.
3) Strategi bisnis yang digunakan menedepankan low cost airline.
4) Slogan Lion Air “We make people fly” membuat setiap orang, seperti pedagang,
mahasiswa, atau bu rumah tangga dari Medan, Ternate, Pontianak, Papua, dan lain-lain punya
kesempatan terbang
5) Strategi pembelian armada pesawat baru yang agresif, yaitu membeli 178 pesawat boeing
seri terbaru, yaitu 737-900 ER.

9
6) Namun, dalam hal keselamatan kerja, Lion Air kalah jika dibandingkan GIA  karena
beberapa bagian kurang dirawat, misalnya pegangan krsi yang retak, engsel bagasi yang aus,
sabuk pengaman macet, ban gundul, dan speaker yang gemerisik suaranya.
7) Keramahan pramugari yang tidak dengan “hati”.
Ulasan

Strategi pemasaran GIA lebih menawarkan dalam hal kenyamanan penumpang,


seperti pramugari yang lemah, ruangan yang safety, dan ketersediaan camilan dan minuman.
Sementara strategi pemasaran Lion Air lebih menawarkan kepada harga yang relative murah,
walau ada dua hal yang masih kurang, yaitu segi keselamatan kerja dan kualitas layanan
pramugari. Dari segi kepuasan penlanggan, GIA memberikan kepuasan lebih kepada
konsumen sehingga GIA lebih diterima, sedangkan Lion Air justru memberikan kecewaan
pelanggan walaupun pada awalnya memberikan iming-iming harga murah. Jika Lion Air
memberikan aspek kenyamanan untuk memenuhi kepuasan pelanggan, Lion Air akan
memiliki daya saing tinggi.

Dari ulasan diatas terlihat sekali kurang dan lebihnya kedua maskapai. Tapi dalam
dunia penerbangan keselamatan dan keamanan itu nomer satu dan mutlak. Garuda Indonesia
Airlanes (GIA) dangan berbagai macam fasilitas yang ditawarkan memberikan rasa aman dan
nyaman kepada tiap penumpangnya dan kiranya penumpang juga tidak rugi jika harus
membayar sedikit bahkan 2x lipat lebih mahal mengingat keselamatan dan keamanan yang
lebih lebih baik.
Sangat pantas jika kita sematkan label maskapai penerbangan terbaik di Indonesia
kepada Garuda Indonesia Airlanes (GIA) karena bukan hanya orang Indonesia yang
berasumsi demikin tapi dunia juga mengakuinya. Setelah Garuda Indonesia Airlanes (GIA)
berhasil  meraih penghargaan Worlds Most Improved Airline dari Skytrax, London,  maka
pada tahun 2013,  maskapai nasional Garuda Indonesia juga berhasil meraih award “Best
Economy Class Airline Seat 2013” dari Skytrax.  Skytrax World Airline Awards merupakan
parameter yang paling komprehensif dan prestisius pada industri penerbangan dalam hal
pengukuran kualitas pelayanan.
Kinerja Garuda Indonesia semakin diakui di tingkat internasional. Jika pada tahun
2012 Garuda Indonesia berhasil  meraih “The World’s Best Regional Airline”, maka pada 18
Juni 2013,  Garuda Indonesia kembali berhasil meraih predikat “World’s Best Economy
Class 2013” dari Skytrax – lembaga pemeringkat penerbangan independen yang
berkedudukan di London.
Tahun lalu gelar ini diraih oleh Singapore Airlines.  Pada tahun lalu  mereka juga
berada pada peringkat empat dari “The Top Five Economy Class Airline”, setelah Singapore
Airlines, Qatar dan Asiana Airlines. Achievement ini merupakan hasil dari upaya
berkelanjutan Garuda Indonesia dalam berbagai program peningkatan layanan yang
dilaksanakannya.
Penetapan Garuda Indonesia sebagai “The World’s Best Economy Class” tersebut
didasarkan pada “Customer Satisfaction Survey” yang dilaksanakan secara global  yang
melibatkan lebih dari 18 juta penumpang, yang terdiri dari 100 kewarnegaraan yang berbeda-
beda.
Penghargaan-penghargaan yang diterimanya membuat  Garuda Indonesia terus
berusaha untuk mentransformasi perusahaan agar dapat memberikan standar pelayanan
tertinggi kepada para penumpang.

10
Visi dan Misi Garuda Indonesia Airlanes (GIA)

Visi : Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang
berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia.
Misi : Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang
mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional
dengan memberikan pelayanan yang profesional.
Strategi Pemasaran Garuda Indonesia Airline dalam Memberikan Kepuasan kepada
Pelanggan. Dari strategi pemasaran  yang dilakukan , dimana  Garuda Indonesia lebih
menawarkan dalam hal kenyamanan penumpang, seperti pramugari yang ramah, ruangan
yang  safety,  ketersediaan snack  dan minuman.  Dengan demikian  Garuda Indonesia dapat 
memberikan kepuasan lebih kepada konsumennya.
Garuda Indonesia  terus  melanjutkan program “Quantum Leap 2011 – 2015″ dengan
harapan  akan menjadi airline bintang lima, dan akan mengoperasikan  194 pesawat pada
tahun 2015 nanti.
Garuda menerapkan konsep value proposition, yaitu suatu cara memberikan layanan lebih,
yang diberikan Garuda Indonesia kepada penumpang melebihi harga yang dibayarkan.
Layanan ini bisa menjadi panduan pelayanan Garuda Indonesia yang dikenal dengan Garuda
Indonesia Experience (GIE). Garuda Indonesia Experience (GIE) ini adalah konsep layanan
baru yang menyajikan aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada para penumpang. Mulai
dari saat reservasi penerbangan hingga tiba di bandara tujuan, para penumpang akan
dimanjakan oleh pelayanan yang ramah  yang menjadi ciri keramahtamahan Indonesia,
diwakili oleh ‘Salam Garuda Indonesia’ dari para awak kabin.  Konsep Garuda Indonesia
Experience,  yang didasari  oleh “5 senses” (sight, sound, scent, taste, dan touch) dan
mencakup 24 “customer touch points”  yang dimulai  dari pelayanan pre-journey, pre-flight,
in-flight, post-flight dan post-journey.  Garuda Indonesia  berupaya  meningkatkan citra
Indonesia di dunia internasional.  Semua itu bertujuan untuk memberikan  rasa nyaman
terbang bersama Garuda.
Dalam upayanya menjalankan  program “Quantum Leap 2011 – 2015″  secara konsisten,
maka pantaslah Garuda Indonesia menerima  penghargaan-penghargaan yang membuat
Garuda Indonesia menjadi maskapai yang terkenal di dunia penerbangan internasional.

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan makalah ini kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa untuk
dapat memenangkan persaingan dalam pemasaran terlebih dahulu manajemen pemasaran
harus mengetahui situasi apa yang sedang dialami oleh perusahaan sebelum menentukan
strategi apa yang yang cocok digunakan untuk menghadapi situasi tersebut.

Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran
pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari
produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna
mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan
terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program
pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.

Perencanaan produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus benar- benar sesuai
dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, produk yang dihasilkan harus mencerminkan
kualitas yang baik. Hal tersebut agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk
yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat
memuaskan konsumen. Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran,
keberhasilan suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen.
Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan
oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar.
Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah
peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam
situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan,
periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan
promotion).
Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business
concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus
diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan.

3.2 Saran
Penting dan hal ini juga harus ditunjang oleh manajer pemasar yang professional dan
memiliki kreatifitas yang tinggi. Jadi tempatkanlah manajemen pemasaran anda sebagai
bagian penting dalam perusahaan demi mencapai tujuan bisnis yaitu profitabilitas yang
tinggi.
Pada pembahasan ini menjelaskan pengertian pemasaran dari berbagai pandangan
para ahli, termasuk juga tujuan dan fungsi marketing. Dengan demikian diharapkan
mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya menjadi paham tentang bagaimana
melakukan kegiatan persaingan pemasaran manajemen marketing.

12
BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Kotler, P & Keller, K.L (2008). Manajemen Pemasaran Jilid 1. Jakarta: Penerbit   Erlangga
http://businesslounge.co/2013/07/04/strategi-garuda-indonesia-dalam-memberikan-kepuasan-
kepada-pelanggan/
http://listiani-tina.blogspot.com/2013/10/segmentasi-pasar-dan-analisis-demografi.html
http://dejati.wordpress.com/2010/05/14/strategi-pemasaran-garuda-indonesia-airline-dan-
lion-air-dalam-memberikan-kepuasan-kepada-pelanggan/

13