Anda di halaman 1dari 30

Makalah

SISTEM SIRKULASI

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisiologi Hewan yang diampu
oleh Dr. Djuna Lamondo, M.Si

OLEH:

1. Ayun Hamunta ( 431418031 )

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

TAHUN 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT, karena atas ridho-Nya makalah
yang berjudul Sistem Sirkulasi Pada Hewan Vertebrata Shalawat dan salam semoga
tetap tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Serta para pihak yang telah
membantu penyusunan makalah ini.Adapun tujuan dalam penyusunan makalah ini
agar dapat menjadi rujukan untuk mempelajari tentang Persaingan intra tanaman dan
inter tanaman.

Dengan makalah ini kami mencoba memaparkan sedikit mengenai Sistem


Sirkulasi Pada Hewan Vertebrata. Dalam penulisan makalah ini penulis mencoba
semaksimal mungkin dalam penyusunannya. Namun tidak ada gading yang tak
retak,begitupun dengan makalah ini,oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca guna memperbaiki makalah sederhana ini.

Semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan,wawasan mengenai


materi Sistem Sirkulasi.

Gorontalo,September 2020

Penulis
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………….i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………..ii

BAB 1 PENDAHULUAN ……………………………………………………………1

1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………....…1


1.2 Rumusan Masalah ………………………………………………………………...2
1.3 Tujuan ………………………………………………………………………....….2

BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………..3

2.1 Pengertian Sistem Peredaran Darah ………………………………………………3

2.1.1. Sistem Sirkulasi Pada Hewan …………………..……………………………...3


2.2 Sistem Peredaran Darah Pada Vertebrata …….…………………………………..4
2.3 Komposisi Darah Dan Fungsi Darah ………………….………………………….6
2.4 Mekanisme Kerja Jantung Pada Ikan, Katak, Kura-kura Dan Buaya…………......7
BAB III PENUTUP …………………………………………………………………15
3.1 Penutup ………………………………………………………………………….15
3.2 Saran …………………………………………………………………………….15
DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Darah dapat diibaratkan sebagai sungai kehidupan dalam tubuh. Jika
kehilangan banyak darah, tentu dapat membahayakan, bahkan dapat
menyebabkan kematian. Dalam hidupnya, organisme memerlukan makanan dan
oksigen untuk melangsungkan metabolisme. Selain menghasilkan zat-zat yang
berguna, proses metabolisme juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan
dari tubuh. Bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti makan dan oksigen serta
hasil metabolisme dan sisa-sisanya, diangkut dan diedarkan di darah. Hasil
pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan oleh darah ke seluruh
tubuh. Sebaliknya, sisa sisa metabolisme diangkut oleh darah dari seluruh
jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan. Selain fungsi-fungsi diatas
darah juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh, melakukan mekanisme
pembekuan darah, melawan bibit penyakit, mengatur pH tubuh, dan lain-lain.
Sistem sirkulasi pada vertebrata dapat dilakukan melalui sistem sirkulasi
tertutup, yang juga disebut sebagai sistem kardiovaskuler. Pada vertebrata,
masing-masing kelas seperti pisces, amphibi, reptil, aves, dan mamalia tentu
memiliki perbedaan dalam sistem sirkulasinya. Misalnya jantung ikan yang
peredarannya tunggal, katak dengan peredaran darah ganda, jantung pada reptile
yang terdapat sekat tidak sempurna, dan lain-lain.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian sistem peredaran darah pada hewan ?
2. Bagaimana sistem peredaran darah pada vertebrata ?
3. Bagaimana komposisi darah dan fungsi darah pada vertebrata ?
4. Bagaimana mekanisme kerja jantung pada ikan, katak, kura-kura, dan buaya ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa pengertian dari sistem peredaran darah
2. Untuk mengetahui bagaimana sistem peredaran darah pada vertebrata
3. Untuk mengetahui bagaimana komposisi darah dan fungsi darah pada
vertebrata
4. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme kerja jantung pada ikan, katak,
kura-kura dan buaya
BAB II

PEMBAHASAN

2. 1 Pengertian sistem peredaran darah pada hewan

Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ
yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi
suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Ada dua jenis sistem peredaran darah:
sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup.

a. Sistem Peredaran Darah Terbuka

Sistem peredaran darah terbuka artinya dalam peredarannya, darah dan cairan
lainnya tidak selamanya beredar atau berada di dalam pembuluh darah. Darah menuju
jaringan tanpa melalui pembuluh. Pada saat tertentu darah meniggalkan pembuluh
darah dan langsung beredar dalam rongga-rongga tubuh dan akhirnya kembali lagi ke
dalam tubuh. Sitem Peredaran Darah Terbuka terdiri-dari jantung yang merupakan
pusat peredaran darah, sejumlah sinus (rongga) dan sejumlah arteri. Jantung terletak
dibagian tengah belakang dada, berdinding otot tebal, berbentuk sadel atau tabung
yang terbungkus oleh perikardium. Arteri merupakan saluran yang berasal dari
jantung, mempunyai valve(katub-katub) yang mencegah darah masuk kembali ke
jantung.

Pada sistem peredaran darah terbuka, terdapat empat jenis arteri berikut:

1. Arteri Optalmik (mata)


2. Dua arteri antena
3. Dua arteri hati
4. Arteri dorsal abdominalis
b. Sistem Peredaran Darah Tertutup
Peredaran darah tertutup adalah sirkulasi darah ke seluruh tubuh melalui
pembuluh – pembuluh darah. Pada sistem peredaran darah lni. Darah diedarkan
melewati arteri dan kembali ke jantung melewati vena. Contoh cacing tanah
(Lumbricus terrestris). Pada cacing tanah, sistem peredarannya terdiri dari cairan
darah, beberapa pembuluh darah, dan jantung sebagai pusat peredaran.

Darah cacing tanah terdiri atas plasma darah dan benda darah. Darah cacing
tanah berwarna m erah disebabkan oleh adanva hemoglobin yang larut dalam plasma
darah. Jantung dan saluran darahnva memiliki katup sehingga darah tidak mengalir
kembali ke jantung. Aliran darah disebabkan oleh kontraksi lengkung jantung.
Jantung memompa darah dari saluran darah dorsal ke saluran darah ventral kemudlian
ke seluruh tubuh. Pertukaran gas terjadi di jaringan-jaringan tubuh, Dari seluruh
tubuh, darah menuju bagian dorsal tubuh, darah menuju bagian dorsal tubuh. Dari
bagian dorsal tubuh darah kembali ke jantung.

Sistem peredaran darah, yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan
jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin
kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh
dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh.

2.1.1 Sistem Sirkulasi Pada Hewan

a. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida
dalam arah yang berlawanan .
b. Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula
dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk
mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan.
Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat)
yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal
dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel
kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.
1. Pembuluh nadi ( Arteri )
Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang
membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi
pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung. Sistem sirkulasi sangat
penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah
menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat
buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian
kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem
pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.

Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada


sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan tekanan pada
pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan darah
masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti tekanan darah saat
jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat dikur
dengan tensimeter atau sfigmomanometer.

a. Anatomi pembuluh nadi

Gambar 1. Anatomi dari pembuluh nadi


Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan
penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media yang tersusun atas otot
polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas
sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.

b. Jenis Pembuluh Nadi


Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh:
1. Arteri pulmonaris : Pembuluh ini membawa darah yang telah
dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.
2. Arteri sistemik : Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan
kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.
3. Aorta : Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar
dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.
4. Arteriol : Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan
dengan pembuluh kapiler.
5. Pembuluh kapiler : Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya.
Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem
sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan
cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang
terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu
bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh
dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding
tipis.
2. Pembuluh Balik ( Vena )
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah
menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya
terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding
pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak
terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini
berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut,
aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak
memancar tetapi merembes.
Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu
pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini
masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di
paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh
vena ini membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua
pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena
pulmonalis. Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki sebuah katup
yaitu Valvula Semilunaris. Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah
sebagai berikut :
a. Vena Kava
Vena kava bercabang-cabang menjadi pembulu yang lebih kecil yaitu
vena. Ada dua macam vena kava, yaitu vena kava superior dan vena kava
inferior.
a) Vena kava superior : Vena ini membawa darah yang mengandung CO2
dari bagian atas tubuh ( kepala, leher, keserambi kanan jantung
b) Vena kava inferior : Vena ini membawa darah yang mengandung CO2
dari bagian tubuh lainnya dan anggota badan bawah tubuh keserambi
kanan jantung.
c) Vena Pulmonalis : Vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari
paru-paru keserambi kiri jantung. Salah satu penyakit yang menyerang
pembuluh balik adalah varises.
3. Jantung
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ
berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama
yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata
Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang
berperan dalam sistem peredaran darah.

a. Permukaan jantung
Jantung terletak dalam rongga dada agak sebelah kiri, di antara paru-
paru kanan dan paru-paru kiri. Massanya kurang lebih 300 gram, besarnya
sebesar kepalan tangan. Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari
lapisan endothelium. Jantung terletak di dalam rongga torakik, di balik tulang
dada. Struktur jantung berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri.
Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun
tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada
diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan
lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar
organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.
Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang
meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping.
Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung
menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi & bilik jantung.
b. Struktur internal jantung
Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi
dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini
sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang
dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung
terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.
Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena
bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas
dan memerlukan gaya yang lebih besar untuk mensuplai peredaran darah
besar, khususnya pembuluh aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh
yang memiliki pembuluh darah.
Tiap serambi dan bilik pada masing-masing belahan jantung
disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik
kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup
yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mitralis atau katup
bikuspidalis (katup berdaun dua).
c. Cara kerja jantung
Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah
(disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah
keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan
berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan
berkontraksi secara bersamaan. Darah yang kehabisan oksigen dan
mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh
mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium
kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam
ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke
dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui
pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong
udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan
selanjutnya dialirkan kembali ke jantung. Darah yang kaya akan oksigen
mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di
antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi
pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru. Darah dalam atrium kiri akan
didorong menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral, yang
selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke
dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini
disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.
d. Fungsi Bilik Jantung
1. Serambi kanan berfungsi untuk menerima darah dari seluruh tubuh dan
kaya karbondioksida.
2. Serambi kiri berfungsi untuk menerima darah dari paru-paru dan kaya
oksigen.
3. Bilik kanan berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru dan banyak
mengandung karbon-dioksida
4. Bilik kiri berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan banyak
mengandung oksigen
2.2 Sistem Peredaran Darah Pada Vertebrata

1. Sistem Peredaran Darah pada Pisces

Sistem peredaran darah pada pisces, misalnya pada ikan, terdiri dari jantung
beruang dua, yaitu sebuah bilik (ventrikel) dan sebuah serambi (atrium). Jantung
terletak di bawah faring di dalam rongga perikardium, yaitu bagian dari rongga tubuh
yang terletak di anterior (muka). Selain itu, terdapat organ sinus venosus, yaitu
struktur penghubung berupa rongga yang menerima darah dari vena dan terbuka di
ruang depan jantung.

Darah ikan tampak pucat dan volumenya relatif sedikit jika dibandingkan
dengan vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang berinti dan
sel darah putih dan lien (limpa) sebagai bagian dari sistem peredaran, terdapat di
dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh pembuluh limpa.

Gambar 5 Sistem Peredaran Darah Pada Pisces

a. Proses Sirkulasi Pada Pisces


Pada proses peredaran darah pisces, darah dari seluruh tubuh
mengandung CO2 berkumpul di sinus venosus, kemudian masuk ke serambi
dalam jantung melalui vena. Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik
dan dipompa menuju insang melewati konus arterious, aorta ventralis, dan
empat 7 pasang arteri aferen brakialis. Seiring dengan respirasi pisces (ikan),
O2 dari air masuk kedalam insang dan CO2 dari insang keluar ke air. Setelah
itu darah yang tkini mengandung O2 masuk kedalam aorta dorsalis yang
selanjutnya di edarkan keseluruh tubuh. Dengan demikian, peredaran darah
pada ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah hanya satu kali
melewati jantung.
Gambar 6 Sirukulasi pada Pisces

2. Sistem Peredaran Darah Pada Amphibi

Sistem peredaran darah pada amphibi, misalnya pada katak terdiri dari jantung
beruang tiga, arteri, vena, sinus venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Darah katak
tersusun dari plasma darah yang terang (cerah) dan berisi sel- sel darah (korpuskula)
yakni sel-sel daran merah, sel-sel darah putih, dan keeping sel darah. Jantung katak
terdiri dari:

1. Sebuah bilik yang berdinding tebal dan letaknya di sebelah posterior


2. Dua buah serambi yakni serambi kanan (atrium dekster) dan serambi kiri
(atrium sinister)
3. Sinus venosus yang berbentuk segitiga dan terletak di sebelah dorsal dari
jantung
4. Trunkus arteriousus berupa pembuluh bulat yang keluar dari bagian dasar
anterior bilik
Gambar 7 Sistem Peredaran Darah Pada Amphibi

Untuk mencegah berbaliknya aliran darah, di antara serambi dan bilik terdapat
katup (valve) sedangkan antara serambi kanan dan kiri terdapat sekat (septum).
Didalam trunkus arteriosus terdapat katup spiralis.

a. Proses Sirkulasi Pada Amphibi


Dalam proses peredaran darah pada amphibi, misalnya katak,
Ventrikel akan memompakan darah ke dalam sebuah arteri bercabang yang
mengarahkan darah melalui dua sirkuit: sirkuit pulmokutaneus dan sirkuit
sistemik. Sirkuit pulmokutaneus mengarah ke jarigan pertukaran gas (dalam
paru-paru dan kulit 9 pada katak), dimana darah akan mengambil oksigen
sembari mengalir melalui kapiler. Darah yang kaya oksigen kembali ke atrium
kiri jantung, dan kemudian sebagian besar di antaranya dipompakan ke dalam
sirkuit sistemik. Sirkuit sistemik membawa darah yang kaya oksigen ke
seluruh organ tubuh dan kemudian mengembalikan darah yang miskin
oksigen ke atrium kanan melalui vena. Skema ini, yang disebut sirkulasi
ganda.
Untuk lebih jelasnya, peredaram darah katak lebih mudah jika dipelajari
dengan bagan berikut:
Gambar 8 Sirkulasi Pada katak

3.Sistem Peredaran Darah pada Reptilia

Sistem peredaran darah pada reptilia lebih maju jika dibandingkan dengan sistem
peredaran amfibi karena adanya pemisahan darah yang beroksigen dan tidak
beroksigen dalam jantung. Jantung reptilia terletak di rongga dada di bagian depan
ventral.

Gambar 9 Sistem Peredaran Darah Pada Reptile

Jantung reptilia terdiri atas tiga ruang yaitu 2 atria dan 1 ventrikulus, kecuali
pada crocodilian dan alligator. Tetapi ventrikulus cordis dari cor yang beruang tiga,
sebenarnya terbagi dua oleh suatu septum yang disebut septum interventricularis yang
membentang dari apex cordis sampai ke pusat cor, sehingga seolah-olah cor semua
reptilia beruang empat. Perlu diketahui bahwa septum interventricularis tadi belum
sempurna sehingga masih ada percampuran darah antara bagian dexter dan sinister.

Antara kedua antria dipisahkan oleh septum intertrialis yang sudah sempurna,
sehingga tidak akan terjadi percampuran antara darah venosa dan darah arteriel.Conus
arteriosus pada reptilia telah menjadi sebagian dari venticulus. Dari ventriculus ini
akan keluar 3 pembuluh yang besar, yaitu aorta pulmonalis yang menuju ke pulmo,
kemudian arcus aorta dekster dan arcus aorta sinister yang akan bercabang-cabang ke
semua bagian tubuh. Arcus aorta sinister keluar dari ventrikel dekster sedang arcus
aorta dekster keluar dari ventrikel sinister.

Pada crocodilia, arcus aorta dekster dan arcus aorta sinister berssilangan dan
bersinggungan dimana tempat persinggungan ini akan berfusi sedemikian rupa
sehingga timbul suatu lubang yang disebut foramen panizzae. Pada crocodilian
septum interventriculare sempurna, sehingga cor betul-betul beruang 4. Namum
demikian percampuran darah masih terjadi karena adanya foramen panizzae, juga
percampuran ini terjadi pada titik di mana arcus aorta dekster dan sinister bersatu
untuk membentuk aorta dorsalis.

Reptilia mempunyai sirkulasi ganda yaitu sirkulasi sistemik dan sirkulasi


pulmoner yang mengalirkan darah dari jantung ke jaringan pertukaran-gas dalam
paru-paru dan kembali ke jantung. Pada satu ordo reptilia, crocodilia, ventrikel secara
sempurna terbagi menjadi bilik kiri dan bilik kanan.

1. Proses sirkulasi pada reptilia


Darah dari vena masuk ke jantung melalui sinus venosus menuju ke
serambi kanan, kemudian bilik kanan. Darah yang berasal dari paru-paru,
melalui arteria pulmonalis, masuk ke serambi kiri kemudian ke bilik kiri. Dari
bilik kiri, darah dipompa keluar melalui sepasang arkus aortikus, Dua arkus
aortikus ini lalu menghubungkan diri menjadi satu membentuk aorta dorsalis
yang menyuplai darah ke alat-alat dalam, ekor, dan alat gerak belakang. Dari
seluruh jaringan tubuh, darah menuju ke vena, kemudian menuju sinus
venosus dan kembali ke jantung.

Gambar 10 Sirkulasi Pada Reptilia

2.3 Komposisi Darah Dan Fungsi Darah Pada Vertebrata


1. Komposisi Darah

Darah terdiri atas sel darah dan plasma darah. Sel darah terdiri atas
eritosit, leukosit dan trombosit. Plasma merupakan cairan komponen
penyusun darah yang memiliki komposisi yang sangat berbeda dengan cairan
intrasel. Plasma mengandung sejumlah protein yang berguna untuk
menghasilkan tekanan osmotik plasma. Protein plasma terdiri atas fibrinogen,
globulin dan albumin. Fibrinogen berfungsi dalam pembekuan darah, globulin
berfungsi dalam sistem kekebalan dan albumin bertanggung jawab dalam
mempertahankan volume plasma darah.

3 Fungsi Darah
a. Mengangkut sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh dan mengangkut sisa
oksidasi ke alat pengeluaran.
b. Mengatur keseimbangan asam basa untuk menghindarkan
kerusakan jaringan tubuh.
c. Mempertahankan tubuh dari infeksi kuman.
d. Menjaga stabilitas suhu tubuh dengan memindahkan panas dari alat tubuh
yang aktif kebagian yang kurang aktif.
e. Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin ke organ-organ tertentu.
f. Berperan dalam menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
g. Berperan dalam sistem buffer, seperti bikarbonat di dalam darah membantu
mempertahankan pH yang konstan pada jaringan dan cairan tubuh.
h. Mengandung faktor-faktor penting untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit.
2.4 Mekanisme Kerja Jantung Pada Ikan, Katak, Kura-kura, dan Buaya
1. Jantung Vertebrata

Gambar 2. jantung vertebrata

Jantung vertebrata adalah jantung beruang . Keragaman jantung pada


vertebrata terletak pada beberapa hal antara lain lokasinya dalam tubuh, jumlah
kamarnya dan adanya klep dan sekat diantara ruang. Jantung merupakan pompa
berotot, yang berfungsi sebagai alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung
(miokardium) yang bagian luarnya dilapisi oleh selaput jantung(perikardium) yang
tediri dari dua lapisan. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat cairan getah bening
yang berfungsi untuk menahan gesekan. Bagian dalam jantung dilapisi oleh
endokardium. Otot jantung mendapatkan zat-zat makanan dan oksigen dari darah
melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan dari arteri koroner disebut
koronariasis. Jantung terdiri atas 4 ruangan , yaitu 2 atrium (serambi) dan 2 ventrikel
(bilik).

a. Atrium
Atrium merupakan ruangan jantung tempat masuknya darah dari
pembuluh balik (vena), antara atrium kanan dan atrium kiri terdapat katup
valvula bikuspidalis.
b. Ventrikel
Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari pada atrium, hal ini
disebabkan ventrikel berfungsi memompakan darah keluar jantung, bagian
ventrikel kiri lebih tebal dari pada ventrikel kanan, antara ventrikel kanan dan
kiri terdapat katup trikuspidalis. Beberapa aktivitas jantung diantaranya :
a. Aktivitas jantung terdiri dari sistole dan diastole, antara keduanya
terdapat periode istirahat yang sangat singkat.
b. Aktivitas jantung dimotori oleh adanya sistem konduktorium yang
melakukan koordinasi antara sistole serambi jantung dan sistole bilik
jantung.
2. Mekanisme Kerja Jantung Pada Ikan
a. Fungsi Jantung Ikan

Memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Perbedaan jantung ikan


dengan jantung hewan lain yaitu adanya alat pacu jantung yg memungkinkan
jantung terus berdenyut walaupun otak sudah rusak.

b. Bagian-bagian Jantung
1. Atrium , berdinding tipis
2. Ventrikel, berdinding tebal, sebagai pemompa darah.
3. Bulbus arteriosus

Gambar 2. Mekanisme Kerja Jantung Pada Ikan

Sebelum atrium, terdapat sinus venosus (SV) yang mengumpulkan darah


berkadar CO2 tinggi, berasal dari organ- organ tertentu. Darah dari SV masuk ke
dalam atrium melalui katup sinuatrial, dari atrium darah masuk ke dalam ventrikel
melalui katup atrioventrikularis. Dari ventrikel, darah dipompa ke arah aorta
ventralis, menuju ke insang. Di dalam insang terjadi pertukaran O2 dengan CO2
(pada sistem pernafasan) dan seterusnya darah dengan kandungan O2 tinggi
diedarkan ke daerah kepala, ke bagian dorsal, ke ventral, dan ekor , setelah
mengedarkan nutrisi keseluruh jaringan tubuh , darah kembali ke jantung dan
seterusnya.
3. Mekanisme Kerja Jantung Pada Katak

Gambar 3 . Katak dengan jantung terletak di rongga dada

Jantung katak hanya mempunyai satu bilik, darah yang banyak mengandung
oksigen dan karbon dioksida masih bercampur dalam bilik jantung. Walaupun
tampaknya terjadi percampuran antara darah yang miskin oksigen dengan darah yang
kaya oksigen namun percampuran diminimalisasi oleh adanya sekat – sekat yang
terdapat pada ventrikel. Dari ventrikel, darah masuk ke pembuluh darah yang
bercabang tiga. Arteri anterior mengalirkan darah ke kepala dan ke otak. Cabang
tengah (lung aorta) mengalirkan darah ke jaringan internal dan organ dalam badan,
sedangkan arteri posterior dilewati oleh darah yang menuju kulit dan paru – paru.
Darah vena dari seluruh tubuh mengalir masuk ke sinus venosus dan kemudian
mengalir menuju ke atrium kanan. Dari atrium kanan, darah mengalir ke ventrikel
yag kemudian di pompa keluar melalui arteri pulmonalis → paru – paru → vena
pulmonalis → atrium kanan. Lintasan peredaran darah ini disebut peredaran darah
paru – paru. Selain peredaran darah paru – paru, pada katak → sinus venosus →
atrium kanan.

Untuk mencegah berbaliknya, aliran darah, di antara serambi dan bilik


terdapat katup (valve), sedangkan antara serambi kanan dan kiri terdapat sekat
(septum). Di dalam trunkus arteriosus terdapat katup spiralis. Darah yang
mengandung CO2, dari seluruh tubuh masuk ke jantung melalui vena kava
(pembuluh balik tubuh). Darah ini mula – mula berkumpul di sinus venosus, dan
kemudian karena adanya kontraksi maka darah akan masuk serambi kanan. pada saat
itu, darah yang mengandung O2, yang berasal dari paru-paru masuk ke serambi kiri.
Bila kedua serambi berkontraksi maka darah akan terdorong ke dalam bilik. Dalam
bilik terjadi sedikit percampuran darah yang kaya O2 dan miskin O2. Untuk
selanjutnya, darah yang kaya O2 dalam bilik dipompa melalui trunkus arteriosus
menuju arteri hingga akhirnya sampai di arteri yang sangat kecil (kapiler) diseluruh
jaringan tubuh. Dari seluruh jaringan tubuh, darah akan kembali kejantung melewati
pembuluh balik yang kecil (venula) dan kemudian ke vena dan akhirnya ke jantung,
sementara itu, darah yang miskin dipompa keluar melewati arteri konus tubular. Pada
katak dikenal adanya sistem porta , yaitu suatu sistem yang dibentuk oleh pembuluh
balik (vena ) saja.
4. Mekanisme Kerja Jantung Pada Kura-kura

Pada kura-kura, kadal dan ular. Jantungnya terdiri dari serambi kiri dan
serambi kanan, serta bilik kiri dan bilik kanan. Antara serambi kiri dan kanan
dipisahkan oleh sekat, sedangkan antara bilik kiri dan bilik kanan tidak dipisahkan
oleh sekat. Darah vena dari seluruh tubuh mengalir ke sinus venosus → serambi
kanan → bilik (kiri dan kanan belum berseptum) → arteri pulmonalis → paru-paru
→vena.

5. Mekanisme Kerja Jantung Pada Buaya

Pada buaya, jantungnya terdiri dari 4 ruangan yaitu serambi kiri dan kanan,
serta bilik kiri dan kanan. Antara serambi kiri dan kanan, juga antara bilik kiri dan
kanan dipisahan oleh sekat (septum). Darah dari seluruh tubuh yang telah banyak
mengambil CO2 dari jaringan mengalir ke sinus venosus (pada pangkal serambi) dan
kemudian masuk ke bilik kanan. Ada 2 lintasan aliran darah dari bilik kanan:

a. Bilik kanan→ arteri pulmonalis → paru paru→ vena pulmonalis → serambi


kiri

b. Bilik kanan → aorta kiri→ bergabung dengan aorta kanan.

Antara aorta kiri dengan aorta kanan saling berhubungan melalui suatu lubang
yang disebut foramen Panizzae. Fungsinya untuk menyeimbangkan tekanan darah
dalam jantung saat hewan tersebut menyelam.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

1. Pada hewan vertebrata darah mengalir dalam sistem kardiovaskuler tertutup


yang terdiri atas pembuluh darah dan sebuah jantung berbilik dua sampai
empat. Jantung mempunyai satu atrium atau 2 atria yang menerima darah dari
vena, dan satu atau dua ventrikel, yang memompa darah dari arteri.
2. Pada ikan mempunyai atrium tunggal dan sebuah ventrikel yang memompa
darah ke insang untuk oksigenasi (mengangkut oksigen). Peredaran darah
pada pisces disebut peredaran darah tunggal.
3. Amphibi memiliki jantung beruang tiga yaitu dua atrium dan sebuah
ventrikel. Peredaran darah pada amphibi memiliki peredaran darah ganda.
4. Jantung pada reptilia beruang empat dengan sekat yang tidak sempurna.
Perbandingan antara jantung amfibi dan jantung reptilia yaitu dalam jantung
reptilia tidak terjadi percampuran darah miskin-oksigen dan darah kaya-
oksigen.
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyarankan agar para pembaca
khususnya kepada Mahasiswa Biologi Semester IV untuk dapat meningkatkan
pemahamannya mengenai Sistem Peredaran Darah pada Hewan guna terwujudnya
pelaksanaan proses belajar yang baik khususnya pembelajaran Fiaiologi Hewan.

Daftar Pustaka

Purnamasari, Risa, Dwi rukma santi. 2017. Fisiologi Hewan Edisi 2 . Program Studi
Arsitektur UIN Sunan Ampel Surabaya. Jawa Timur

Philip, E. P. 2010, Anatomi dan Fisiologi. 3rd Bandung. Penerbit Pakar Raya, 251-
264.

Suwarno, 2007. Anatomi Hewan. Jakarta. Penerbit Karya Mandiri Nusantara, 72-75

Shiels, Holly A. 2008. The Frank–Starling mechanism in vertebrate cardiac


myocytes . Hal : 211. Faculty of Life Sciences, Core Technology Facility,
46 Grafton Street, University of Manchester, Manchester M13 9NT, UK
and Institute of Membrane and Systems Biology, University of Leeds,
Leeds LS2 9JT, UK