Anda di halaman 1dari 4

Nama : Restu Febriyanti

Nim :

Kelas :

Dosen :

Review film Our Brand Is Crisis

Analisis menurut anda (kaitkan dengan film) :

1. Bagaimana tugas seorang PR ketika menghadapi krisis ?


Analisa :
Ketika menghadapi suatu keadaan krisis, biasanya seorang PR akan langsung
melakukan tindakan pengendalian krisis dengan cara mengidentifikasi krisis. Langkah
ini digunakan untuk mengetahui suatu masalah krisis. Ini penting dilakukan untuk
melihat secara jelas faktor penyebab timbulnya krisis. Setelah melakukan identifikasi,
PR akan melakukan penyelidikan dan pencegahan krisis. Tindakan ini dilakukan
untuk mencari tahu faktor resiko krisis dan bekerja untuk mengurangi potensi bahaya,
serta dilakukannya pencegahan krisis untuk mencegah dan mengecilkan potensi
meluasnya krisis yang terjadi. Seorang PR juga harus melakukan upaya untuk
menekan faktor ketidakpastian informasi dan faktor resiko hingga tingkat serendah
mungkin, dengan demikian akan lebih mampu menampilkan sebanyak mungkin
faktor kepastian informasi. Selain itu, seorang PR juga di haruskan mampu
mengimprovisasi dampak bagi operasional organisasi. Dampak bagi operasional
organisasi dapat bersifat negatif, tetapi apabila seorang PR dapat mengimprovisasi
dampaknya, maka dampak yang sebelumnya bersifat negatif akan berubah menjadi
awal yang baik bagi organisasi, seperti munculnya pahlawan baru yang membuat
keadaan keluar dari krisis, munculnya strategi-strategi baru dan peluang
memunculkan perubahan yang lebih baik.
Seperti yang dikisahkan dalam film Our Brand Is Crisis ini, terdapat scene
dimana tim PR yang sebelumnya sudah menyusun strategi kampanye untuk calon
presiden yang bernama Pedro Castillo berubah 180 derajat. Awalnya, tim PR sukses
membuat agar calon yang diusungnya membuat citra yang lebih tampak baik dan
disukai banyak orang. Tetapi, karakter asli memanglah tidak bisa diubah. Kejadian
tiba-tiba terjadi saat di depan publik, Capres Castillo terkena provokasi dan langsung
memukul orang tanpa berfikir panjang, statement yang keluar pun tak bisa diatur lagi
dan itu membuat karakter asli Castillo muncul tanpa diprediksikan. Dan kejadian ini
sudah tentu menjadi krisis bagi Capres Catillo. Dari krisis ini, tim PR akhirnya
merubah strategi kampanye. Tim PR, membuat strategi agar Capres Castillo tidak
perlu meminta maaf atas kejadian tersebut. Karena apabila Capres Castillo meminta
maaf, maka dia masuk ke jebakan kedua kompetitor. Karena tim PR mengetahui
bahwa orang yang dipukul Capres Catillo itu diusupkam tim lawan untuk
memprovokasi Capres Castillo yang dikenal tempramental. Capres Castillo hanya
perlu mengatakan pada media bila dia menyesal akan kejadian tersebut. justru insiden
itu dikapitalisasi menjadi simbol Castillo yang pemberani, keras, dan tegas. Dari
strategi ini, kita dapat mengetahui bahwa strategi yang digunakan oleh tim PR adalah
kekuatan seseorang bisa muncul dari kelemahannya.
Adapun juga scene yang terjadi, yaitu di saat elektabilitas Capres Castillo
melejit, terdengar isu negatif yang dihembuskan untuk menjatuhkan calon lawan.
Kasus perselingkuhan dimunculkan meski sudah terjadi bertahun-tahun silam. Bukan
hanya isu perselingkuhan, ada juga isu korupsi, yaitu menarik pajak tinggi tapi dia
mengemplang pajak, berhutang kepada negara asing, hingga menjual aset negara.
Capres Castillo pun tak lepas dari serangan secara personal. Keluarganya yang
berantakan, kehidupan anaknya yang tidak mencerminkan masyarakat umum, terus
diserang secara bertubi-tubi. Castillo pun sampai tak mau menghadapi media. Dan
kejadian ini sudah termasuk krisis bagi Capres Castillo. Dari krisis yang telah muncul
ini, tim PR mengubah strategi dengan menjadikan kondisi ini menjadi sebuah
peluang. Tim PR, membuat Capres Castillo harus mau jujur dan mengakui bahwa
keluarganya memang berantakan, dan menyatakan bahwa dia memang tidak dekat
dengan anaknya, sampai si Capres Castillo ini harus menangis di depan acara talk
show. Dan, kalian tahu, secara ajaibbbb, itu adalah adegan yang sangat menyentuh
hati masyarakat. Sehingga membuat elektabilitasnya semakin melesat. Dari krisis
yang telah muncul ini, kita dapat mengetahui bahwa tim PR mulai dengan menentuka
strategi dengan cara mengidentifikasi krisisnya dan melakukan penyelidikan serta
pencegahan agar krisis yang terjadi tidak semakin menyebar luas. Disini juga tim PR
juga mampu mengimprovisasi keadaan yang terjadi dengan mengubahnya menjadi
suatu peluang yang sangat baik sehingga membuat capres yang diusung memiliki
ektabilitas yang melesat.
2. Keterampilan apa yang dibutuhkan seorang PR ?
Ada begitu banyak keterampilan yang dimilki dan dibutuhkan oleh seorang
PR. Selain dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik terhadap semua kalangan,
yang berperan sebagai penghubung antara perusahaan dan organisasi dengan
publiknya. Selain itu, seorang PR juga memilki banyak keterampilan lainnya,
diantaranya memilki kemampuan kepemimpinan yangmana mampu mengantisipasi
suatu masalah baik di dalam organisasi maupun luar, mampu membina relasi, kreatif,
mampu menghadapi situasi krisis, mampu menulis baik untuk eksternal maupun
internal audiens, mampu menganalisis pemberitaan, mampu bernegosiasi, mampu
menjalin relasi dengan media, memiliki integritas dan jujur, mampu dalam
manajemen isu dan krisis, serta konflik, dan masih banyak keterampilan yan lainnya.
Seperti yang terjadi dalam film Our Brand Is Crisis ini, terdapat scene dimana
banyaknya kegiatan-kegiatan komunikasi politik dan kegiatan public relations sebagai
alat untuk menyampaikan pesan-pesan politik. Seperti kegiatan pembuatan naskah
pidato yang dibuat oleh salah satu orang yang ada di tim PR untuk kandidat Capres
yang mereka usung. Dalam film ini juga banyak scene yang memperlihatkan strategi
dan manajemen yang dilakukan tim PR dalam menghadapi isu dan krisis yang terjadi.
Ada juga banyak scene yang membuat saya pribadi tertarik mengenai seorang PR,
yaitu bagaimanan seorang PR harus terpapar dan membaca banyak hal, walaupun itu
di luar bidang dan kapasitasnya. Dan, ada satu scene di film ini yang membuat saya
tertarik yaitu dimana tidak ada yang menduga kalau menyisipkan sebuah kutipan
terkenal ke dalam materi pidato, ternyata malah bisa berakibat fatal dan menjadi
peperangan yang sangat menarik.

3. Jelaskan apa yang tidak boleh dilakukan seorang PR ketika menghadapi krisis ?
Dalam menghadapi suatu keadaan krisis, hal yang tidak boleh dilakukan oleh
PR yaitu menyalahgunakan kepercayaan publik, tidak mengidentifikasi krisis secara
spesifik, menyampaikan informasi yang ketidakpastiannya masih diragukan,
mengadakan kerja sama dengan kelompok yang lain, tidak melakukan penilaian yang
objektif terhadap penyebab krisis, mengabaikan etika profesi dan moral sebagai
praktisi public relations, dan beberapa hal yang lainnya.
Dalam film ini, dilihat ketika keadaan krisis, tim PR tidak melakukan
penyimpangan dan mereka menghadapi krisis dengan baik. Dimulai dari komunikasi
yang baik ketika menghadapi keadaan krisis, hingga membuat strategi-strategi yang
baik dan menarik sehingga membuat Capres yang diusung berubah meningkat pesat.
Tetapi, dalam film ini terdapat scene dimana salah satu anggota tim PR yang
melakukan hal yang mengabaikan etika profesi dan moralnya sebagai praktisi public
relations. Karena sebagai praktisi public relations, etika dan moral merupakan hal
penting yang tidak boleh diabaikan. Scene yang terjadi yaitu ketika dibacakan sebuah
kutipan oleh kubuh sang lawan, tetapi kutipan diungkapkan oleh seorang menteri
propaganda Nazi. Strategi kampanye pada scene ini murni semua karena keinginan
dan motivasi dalam diri salah satu anggota tim PR, tidak ada turut campur tim PR
kampanye Capres Castillo yang lainnya.