Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

SEJARAH PERKEMBANGAN KELUARGA


BERENCANA (KB) DI INDONESIA

Dosen pembimbing : Fatihatul hayati M.keb

Disusun oleh:
Anggia Zulna Yora
(2017 41 060)

PRODI D III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BAITURRAHIM JAMBI
TA 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadirat Allah swt. Karna atas berkah dan rahmatnya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tidak lupa
kita kirimkan shalawat dan taslimatas junjungan kita Nabi Muhammad saw yang
telah membawa kita dari lembah kehinaan menuju lembah kemuliaan.
Makalah ini dibuat sehubungan dengan tugas mata kuliah “Kesehatan
reproduksi dan keluarga berencana” oleh dosen yang bersangkutan. Dimana di
dalam makalah ini akan dibahas mengenai Sejarah Perkembangan KB di
Indonesia.
Terima kasih kami sampaikan kepada dosen Pengampu mata kuliah
Kesehatan reproduksi dan keluarga berencana ( Ibu Fatihatul hayati M.keb) yang
telah membimbing kami dalam mengerjakan makalah ini, begitu juga dengan
teman-teman dan semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Jika dalam makalah ini terdapat kesalahan kami memohon maaf karena kita
sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan. Semoga makalah ini dapat
bermamfaat bagi para pembaca.

Jambi, 21 Februari 2019

PENYUSUN

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..............................................................................................i

DAFTAR ISI .............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................1

A. Latar Belakang ...........................................................................................1

B. Tujuan .........................................................................................................2

C. Sistematika Penulisan .................................................................................2

D. Rumusan Masalah .......................................................................................3

BAB II TINJAUAN TEORI ....................................................................................4

A. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan KB di Indonesia ..........5

B. Dampak Program Keluarga Berencana (KB) terhadap pencegahan

kelahiran ......................................................................................................6

C. Organisasi – organisasi KB di Indonesia ...................................................7

BAB III PENUTUP ..................................................................................................10

A. KESIMPULAN ...........................................................................................10

B. SARAN .......................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
KB (keluarga berencana) yaitu membatasi jumlah anak hanya dua, tiga
dan lainnya. Keluarga berencana yang dibolehkan syariat adalah suatu usaha
pengaturan kelahiran atau usaha pencegahan kehamilan sementara atas
kesepakatan suami istri. KB juga merupakan suatu tindakan perencanan suami
istri untuk mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interfal kelahiran
dan menentukan jumlah anak sesuai dengan kemampuannya serta sesuai situasi
masyarakat dan Negara.
Riwayat perkembangan KB di Indonesia KB masuk di Indonesia seperti
di negara lainnya melalui pintu kesehatan, bukan pintu kependudukan ataupun
isu peledakan penduduk. Pada mulanya belum dimengerti oleh banyak pihak.
Bahkan belum dimengerti dan dihayati oleh banyak para pengambil keputusan.
Masalah kependudukan adalah suatu masalah yang dihadapi oleh semua bangsa.
Masalah yang dianggap mendesak adalah perkembangan penduduk. Banyak
teori-teori dikemukakan oleh para ahli yang menaruh perhatian terhadap
perkembangan penduduk. Teori-teori tersebut pada hakekatnya mencari
pemecahan tentang perkembangan penduduk yang cenderung meningkat lebih
cepat dari pada kebutuhan hidup. Pada masa Orde Baru, masalah kependudukan
menjadi fokus perhatian pemerintah. Hal ini berpengaruh terhadap keluarga
berencana di Indonesia. KB diimplementasikan sebagai program pemerintah
dalam waktu yang singkat.
Program KB berkaitan dengan program nasional di bidang kesehatan
karena program KB bersifat mendukung dan mempunyai sassaran yang serupa.
Tujuan program KB untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak yang
merupakan tujuan kelima dari lima tujuan pembangunan kesehatan. Dalam
pelayanan KB bidan menggunakan alat kontrasepsi yang lebih modern daripada
cara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat pada waktu KB sebelum
menjadi program nasional .

1
B. Tujuan
1. Umum
a. Menurunkan tingkat kelahiran dengan mengikutsertakan seluruh lapisan
masyarakat dan potebsi yang ada
b. Meningkatkan jumlah peserta KB dan tercapainya pemerataan serta
kualitas oeserta KB yang menggunakan alat kontrasepsi efektif dengan
pelayanan bermutu
c. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah penduduk
d. Meningkatkan tercapainya target akseptor KB
e. Mencapai kemantapan kesadaran, tanggung jawab dan peran serta
keluarga dalam pelaksanaan gerakan KB nasional sehingga mampu
meningkatkan kemandirian
2. Khusus
a. Meningkatkan kemampuan bidan dalam pelayanan KB
b. Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga atau pengelolaan gerakan KB
nasional yang mampu memberikan pelayanan KB yang dapat mencapai
seluruh lapisan masyarakat
c. Memantapkan organisasi dalam membantu program pemerintah di
bidang KB melaui usaha peningkatan pelayanan di tempat bidan
d. Menetapkan standar minimal sarana dan pelayanan KB oleh bidan
praktek perorangan

C. Sistematika Penulisan
1. Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan
Umum
Khusus
D. Sistematika penulisan
2. Tinjauan teori
3. Kesimpulan

2
4. Daftar pustaka
D.Rumusan Masalah
a) Jelaskan tujuan dari demografis dan normatif?
b) Jelaskan struktur dan fungsi organisasi KB di Indonesia?
c) Sebutkan dan Jelaskan organisasi KB di Indonesia?

3
BAB II
TINJAUAN TEORI

Dua inti pokok mengapa BKKBN di adakan di Indonesia adalah untuk


meningkatkan kualitas manusia Indonesia dengan jalan Keluarga Berencana (KB).
Jadi dua kata kunci : kualitas manusia dan KB. Kualitas manusia dipengaruhi oleh
pendidikan, kesehatan, dan sosial-ekonomi. Pendidikan dapat secara formal di
sekolah dan non formal di keluarga dan masyarakat. Kesehatan meliputi kesehatan
lahir, spiritual, dan emosional. Kesehatan lahir tergantung pada ketersediaan pangan,
sandang dan papan.
Manfaat Keluarga Berencana terhadap Pengendalian Penduduk (Bangsa dan
Negara)
• Program Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha penanggulangan
kependudukan yang merupakan bagian yang terpadu dalam program
pembangunan nasional dan bertujuan untuk turut serta mencipatakan
kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar
dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.
• Manfaat Keluarga Berencana bagi kepentingan nasional adalah meningkatkan
derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga dan bangsa pada
umumnya.
• Meningkatkan taraf hidup rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran
sehingga pertambahan penduduk sebanding dengan peningkatan produksi.

Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Indonesia berpijak pada dua landasan :


1. Prinsip kepentingan nasional
2. Prinsip sukarela, demokrasi dan menghormati hak azazi manusia.
Karena berpijak pada prinsip sukarela maka usaha yang dilakukan merangsang
minat masyarakat terhadap pelaksana Keluarga Berencana. Adapun usaha-usaha
yang dilakukan antara lain melalui pendidikan, penyuluhan dan pendekatan medis.
Kegiatan penerangan dan penyuluhan ditujukan pada masyarakat umum agar setiap
anggota masyarakat memiliki pengertian dan rasa tanggung jawab akan terciptanya

4
keluarga sejahtera dengan menerima norma keluarga kecil yang bahagia dan
sejahtera (NKKBS).
A. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan KB di Indonesia
1. Sosial Ekonomi
Tinggi rendahnya status social dan keadaan ekonomi penduduk di
Indonesia akan mempengaruhi perkembangan dan kemajuan program KB di
Indonesia. Kemajuan program KB tidak bisa terlepas dari tingkat ekonomi
masyarakat krena berkaitan erat dengan kemampuan untuk membeli alaty
kontrasepsi yang di gunakan.
Dengan suksesya program KB maka perekonomian suatu Negara akan
lebih baik krena dengan anggota kelurga yang sedikit kebutuhan dapat lebih
tercukupi dan sejahtera dapat terjamin
2. Sosial Budaya
Sejumlah factor budaya dapat mempengaruhi klien dalam memilih
metode kontrasepsi.Faktor-faktor ini meliputi salah pengertian dalam
masyarakat mengenai berbagai metode, kepercayaan religious,serta budaya,
tingkat pendidikan persepsi mengenai resiko kehamilan dan status wanita.
3. Pendidikan
Tingkat pendidikan tidak saja m3mpengaruhi kerelaan menggunakan
KB tetapi juga pemilihan suatu metode.Wanita yang berpendidikan
mengginkan keluarga berencana yang efektif,tetapi tidak rela untuk
mengambil resiko yang terkait sebagai metode kontrasepsi.
4. Agama
Diberbagai daerah kepercayaan religious dapat mempengaruhi klien
dalam memilih metode. Sebagai contoh penganut katolik yang taat
membatasi kontrasepsi mereka yang memakai KB alami. Pemimpoin islam
mengklaim bahwa sterilisasi dilarang sedangkan sebagian lainya
mengijinkan. Agama Islam tidak melarang metode kontrasepsi secara umum,
akseptor wanita berpendapat pola pendarahan yang tidak teratur disebabkan
metode hormonal akan sangat menyiulitkan merreka selama haid. Masyrakat
hindu dilarang mempersiapkan makanan selama haid sehingga pola haid yang
tidak teratur dapat menjadi masalah.

5
5. Status Wanita
Wanita dalam masyarakat mempengaruhi kemampuan mereka
memperoleh dan menggunakan berbagai metode kontrasepsi. Di daerah yang
setatus wanita nya meningkat, memiliki pemasukan yang lebih besar untuk
membayar metode yang lebih mahal serta memiliki lebih banyak suara dalam
mengambil keputusan.

B. Dampak Program Keluarga Berencana (KB) terhadap pencegahan


kelahiran
1). Untuk ibu, dengan jalan mengatur jumlah dan jarak kelahiran maka
manfaatnya :
Perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang berulang
kali dan terlalu pendek.
Peningkatan kesehatan mental dan sosial yang dimungkinkan oleh adanya
waktu yang cukup untuk mengasuh anak, beristirahat, dan menikmati
waktu luang serta melakukan kegiatan lainnya.

2). Untuk anak-anak yang dilahirkan, manfaatnya:


Anak dapat tumbuh secara wajar karena ibu yang mengandungnya dalam
keadaaan sehat.
Sesudah lahir, anak mendapat perhatian, pemeliharaan dan makanan yang
cukup karena kehadiran anak tersebut memang diinginkan dan
direncanakan.

3). Untuk anak-anak yang lain, manfaatnya:


Memberi kesempatan kepada anak agar perkembangan fisiknya lebih
baik, karena setiap anak memperoleh makanan yang cukup dari sumber
yang tersedia dalam keluarga.
Perkembangan mental dan sosialnya lebih sempurna karena pemeliharaan
lebih baik dan lebih banyak waktu yang dapat diberikan oleh ibu untuk
setiap anak.

6
Perencanaan kesempatan pendidikan yang lebih baik karena sumber-
sumber pendapatan keluarga tidak habis untuk mempertahankan hidup
semata-mata.
4). Untuk ayah, memberikan kesmpatan kepadanya agar dapat:
Memperbaiki kesehatan fisiknya.
Memperbaiki kesehatan mental dan sosial karena kecemasan berkurang
serta lebih banyak waktu terluang untuk keluarganya.

5). Untuk seluruh keluarga, manfaatnya:


Kesehatan mental, fisik, sosial setiap anggota keluarga tergantung dari
kesehatan seluruh keluarga. Setiap anggota keluarga mempunyai
kesempatan yang lebih banyak untuk memperoleh pendidikan
(Handayani, 2010).

C. Organisasi – organisasi KB di Indonesia


1. Organisasi non pemerintah yaitu PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana
Indonesia)
Pada tahun 1953, sekelompok masyarakat yang terdiri berbagai golongan,
khususnya dari kalangan kesehatan memulai prakasa kegiatan KB. Kegiatan
ini berkembang hingga berdirilah Perkumpulan Keluarga Berencana
Indonesia ( PKBI ) dengan Dr. Soeharto sebagai ketuanya.
Tujuan dari PKBI adalah memperjuangkan terwujut nya keluarga sejahtera
melalui tiga macam usaha yaitu :
a. Mengatur kehamilan
b. Mengobati kemandulan
c. Member nasehat perkawinan
Pada tahun 1970 LKBN dibubar kan oleh pemerintah dan kemudian di
bentuk badan koordinasi keluarga berencana nasional ( BKKBN)

2. Organisasi pemerintah yaitu BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga


Berencana Nasional).

7
BKKBN yaitu badan resmi pemerintah yang bertanggung jawab penuh
mengenai pelaksaan program KB di Indonesia keuntungannya yaitu
a. Memungkin kan program program melepaskan diri pendekatan klinis
yang jangkauannya terbatas.
b. Memungkin kan peranan pakar-pakar non-medis dalam mensukseskan
program KB di Indonesia melalui pendekatan kemasyarakat.
Fungsi BKKBN adalah pengkoordinasi berencana, rumus kebijaksanaan,
pengawas pelaksaan dalam evaluasi .
Dalam perkembangan selanjutnya BKKBN mengembangkan lagi
kegiatannya menjadi program nasional pendudukan dan KB yang pada waktu
ini mempunyai dua tujuan:
a. Tujuan demografis yaitu mengendalikan tingkat pertumbuhan penduduk
berupa angka fertilitas.
b. Tujuan normatif yaitu norma keluarga kecil bahagia dan sejahterah (
NKKBS ) yang pada satu waktu akan menjadi falsafah hidup masyarakat
dan bangsa Indonesia.

Struktur dan fungsi organisasi KB di Indonesia


1. BKKBN Pusat
Berfungsi untuk mempersiapkanan kebijaksanaan umum dan
mengkoordinasi pelaksanaan program KB nasional dan kependudukan
yang mendukungnya.
2. BKKBN provinsi/kabupaten/kota
Fungsinya melaksanakan program pokok mengkoordinir penyelenggaraan
KB ditingkat provinsi, kabupaten, kota, mengadakan evaluasi kegiatan
program KB
3. Tingkat kecamatan
Fungsinya yaitu:
a. Mengkoordinir penyelenggaraan KB di tingkat kecamatan
b. Mengadakan rapat koordinasi melibatkan pihak pihak terkait
c. Mengadakan evaluasi pelaksanaan program KB berdasar laporan dan
cakupan wilayah

8
4. Tingkat desa
Fungsinya yaitu:
a. Memberi pelayanan kontrasespi sederhana dan pilKB ulangan pada
peserta KB
b. Membina kelestarian peserta KB
c. Memberi nasehat untuk peserta KB dari akibat efek samping
d. Memotivasi calon peserta KB BARU
5. Tingkat pelayanan terpadu
Fungsinya yaitu ;
a. Membantu petugas KB dalam pendataan peserta KB
b. Membina kelestarian peserta KB
c. Melayani kontrasepsi sederhana dan Pil ulangan
6. Kelompok akseptor
Fungsinya yaitu :
a. Memberikan pelayanan KIE
b. Memberikan alat kontrasespi, Pil ulang,
c. Memotivasi dan penanggulanhan akibat pemakaian alat kontrasepsi
7. Pesertra KB
Fungsinya yaitu :
a. Menerima jasa pelayanan KB
b. Meningkatkan kemandirian ber KB

9
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
KB (Keluarga Berencana) yaitu membatasi jumlah anak hanya dua, tiga dan
lainnya. Keluarga berencana yang dibolehkan syariat adalah suatu usaha
pengaturan kelahiran atau usaha pencegahan kehamilan sementara atas
kesepakatan suami istri. KB juga merupakan suatu tindakan perencanan suami
istri untuk mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interfal kelahiran
dan menentukan jumlah anak sesuai dengan kemampuannya serta sesuai situasi
masyarakat dan Negara.
Manfaat Keluarga Berencana terhadap Pengendalian Penduduk (Bangsa
dan Negara)
• Program Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha penanggulangan
kependudukan yang merupakan bagian yang terpadu dalam program
pembangunan nasional dan bertujuan untuk turut serta mencipatakan
kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar
dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi
nasional.
• Meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta
keluarga dan bangsa pada umumnya.
• Meningkatkan taraf hidup rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran
sehingga pertambahan penduduk sebanding dengan peningkatan produksi.
Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Indonesia berpijak pada dua
landasan :
1. Prinsip kepentingan nasional
2. Prinsip sukarela, demokrasi dan menghormati hak azazi manusia.
Karena berpijak pada prinsip sukarela maka usaha yang dilakukan
merangsang minat masyarakat terhadap pelaksana Keluarga Berencana. Adapun
usaha-usaha yang dilakukan antara lain melalui pendidikan, penyuluhan dan
pendekatan medis. Kegiatan penerangan dan penyuluhan ditujukan pada
masyarakat umum agar setiap anggota masyarakat memiliki pengertian dan rasa

10
tanggung jawab akan terciptanya keluarga sejahtera dengan menerima norma
keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera (NKKBS)

B. SARAN
Sebagai tenaga bidan diharapkan kita nantinya bisa membantu pemerintah
dalam menerapkan program KB demi mencapainya kesejahteraan dalam
masyarakat kita sehingga masalah ekonomi juga dapat diatasi dengan adanya
program KB ini.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://diar13-midyuin08.blogspot.com/2010/04/mkalah-kb-bu-hasniahfaktor-faktor-
yang.html
INFORMASI GERAKAN KB NASIONAL. 1994. JAKARTA. KELUARGA
SEJAHTERA
Martosewojo. Samiarti. 1992. PEDOMAN KB IBI. JAKARTA. PENGURUS
PUSAT IKATAN BIDAN INDONESIA
http://worldhealth-bokepzz.blogspot.com/2012/05/dampak-program-kb-terhadap-
pencegahan.html

12