Anda di halaman 1dari 5

PIUTANG WESEL

1. Pengertian Notes Receivable


 A promissory note is a written promise to pay a specified amount of money on demand or
at a definite time.
 The party making the promise is the maker.
 The party to whom payment is made is called the payee (Kieso, 2012:361).

Wesel (promissory note) adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada
tanggal tertentu di masa yang akan datang dari satu pihak kepada pihak yang lain. Wesel berupa
suatu surat pengakuan berutang atas sejumlah uang yang tercantum dalam surat tersebut dan
akan dibayar pada tanggal yang sudah ditentukan dalam surat itu.
Keuntungan Notes Receivable :
- Bila ada klaim hukumnya lebih kuat
- Mudah dicairkan menjadi uang tunai
Karakteristik Notes Receivable :
- Adanya tanggal jatuh tempo : tanggal suatu wesel harus dibayar
- Penentuan tanggal jatuh tempo

Misal :
 Suatu wesel diterbitkan tanggal 7 Juli jangka waktu 60 hari.
Jangka waktu 60
Juli (31-17) 14
Agustus 31
45
15
Tanggal jatuh tempo 15 September (maturity date)
 Suatu promes 60 hari tertanggal 12 Februari. Untuk menetapkan tanggal jatuh tempo dari
promes tersebut, dapat dihitung sebagai berikut :
Jangka waktu 60 hari
Februari 28 hari
Tanggal promes 12
Sisa 16 hari
Maret 31 hari
47 hari
Tanggal jatuh tempo 13 April

Catatan :
Notes (wesel) dapat didiskontokan (dijual) dan biasanya memberikan diskonto atau bunga
sehingga dengan memiliki wesel maka kesulitan keuangan dapat dihindarkan atau diatasi.

2. Surat Wesel dan Promes


Surat wesel dan surat promes merupakan istilah untuk perjanjian tertulis dalam jual beli barang
dagangan atau jasa secara kredit. Masing-masing istilah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut
:

Surat wesel
merupakan surat perintah yang dibuat olek kreditur (orang yang mempunyai piutang) yang
ditujukan kepada debitur (orang yang mempunyai utang) untuk membayar sejumlah uang
tertentu pada tanggal tertentu sebagaimana yang disebutkan dalam suratwesel tersebut.
Pembuat surat wesel atau sering disebut juga dengan istilah penarik wesel akan menerima
sejumlah uang yang disebutkan dalam surat wesel tersebut dari debitur (pihak yang tertarik
wesel) pada tanggal yang telah ditentukan dalam surat wesel tersebut (tanggal jatuh tempo
wesel). Jika penarik wesel membutuhkan uang sebelum tanggal jatuh tempo, maka suratwesel
tersebut dapat dipindahtangankan (didiskontokan) kepada pihak lain atau bank, asal saja surat
wsel tersebut telah ditandatangani oleh pihak tertarik (debitur). Penandatanganan atau
persetujuan dari debitur terhadap suratwesel yang bersangkutan sering dikenal dengan istilah
akseptasi. Jika pada tanggal jatuh tempo wesel debitur menolak untuk membayar sejumlah uang
kepada pemegang wesel (pihak lain atau bank), maka penarik wesel berkewajiban untuk
melunasi utang yang seharusnya dibayar oleh debitur.

Promes
merupakan kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu
sebagaimana disebutkan dalam suatu promes tersebut.
Suatu promes dibuat oleh debitur ditujukan kepada kreditur. Sebagaimana halnya surat wesel,
promes dapat dipindahtangankan kepada pihak lain atau bank oleh kreditur, jika kreditur
membutuhkan uang sebelum tanggal jatuh tempo. Dengan demikian, perbedaan antara surat
wesel dan promes adalah terletak pada siapa pembuat surat tersebut. Disamping itu, suratwesel
membutuhkan akseptasi dari debitur. Baik wesel maupun promes disamping mempunyai
kekuatan hukum yang lebih mengikat, dibandingkan dengan piutang dagang, piutang wesel
(dalam bentuk wesel atau promes) dapat didiskontokan kepada pihak lain atau bank, jika kreditur
membutuhkan uang sebelum tanggal jatuh tempo piutang wesel.

2. Jenis Piutang Wesel


Piutang wesel dapat digolongkan menjadi 2 (dua) jenis yaitu :
1. Piutang wesel tidak berbunga (Non interest bearing notes) yaitu wesel yang tidak
memebrikan bunga. Dengan demikian pada tanggal jatuh tempo, jumlah uang yang
diterima oleh pemegang wesel adalah sebesar nilai nominal (nilai yang dinyatakan dalam
surat wesel).

Nilai nominal wesel = nilai jatuh tempo

Nilai jatuh tempo = nominal + bunga

CONTOH SOAL

10/12/2014 Dijual barang dagangan kepada PT X senilai Rp. 10.000.000


kredit
15/12/2014 Desember 2007 diterima dari PT X sebuah wesel nominal Rp.
10.000.000 jangka waktu 30 hari sebagai pengganti transaksi
tanggal 10 Desember 2007
15/01/2015 Diterima pembayaran atas wesel tersebut

Tanggal Keterangan Debet Kredit


10/12/2014 Account receivable 10.000.000
Sales 10.000.000
15/12/2014 Notes receivable 10.000.000
Account receivable 10.000.000
15/01/2015 Cash 10.000.000
Notes receivable 10.000.000

2. Piutang wesel berbunga (Interest bearing notes) yaitu wesel yang memberikan bunga pada
periode antara tanggal penerbitan sampai tanggal jatuh tempo. Dengan demikian, jumlah
uang yang diterima pemegang wesel atau promes pada tanggal jatuh tempo adalah sebesar
nilai nominal ditambah dengan bunga. Bunga piutang wesel biasanya dinayakan dengan
prosentase (%) dari nilai nominal piutang wesel. Yang harus diperhatikan dalam wesel
berbunga tersebut jika : tanggal terbit wesel berbeda periode dengan tanggal jatuh tempo
wesel sehingga pada akhir periode tanggal terbit terdapat jurnal penyesuaian bunga yang
masih harus diterima.

3. Penetapan Bunga
Suku bunga biasanya dinyatakan berdasarkan jangka waktu 1 tahun.

Rumus dasar untuk perhitungan bunga adalah :

Bunga = Pokok x Suku Bunga x Waktu

Contoh :
Suatu wesel 20 hari dengan nominal Rp. 2.500.000,00 bunga 18%, maka perhitungan
bunganya sebagai berikut :

Bunga = 2.500.000 x 18% x 20/360 = 25.000

Menghitung bunga :

a. Bunga/hari = jumlah pokok x suku bunga x waktu


360
b. Bunga/bulan = jumlah pokok x suku bunga x waktu
12
c. Bunga/tahun = jumlah pokok x suku bunga x waktu

Pada tanggal 1 Januari 2014 PT. Arjuna menarik wesel atas debiturnya CV. Multazam
dengan nilai nominal sebesar Rp. 400.000,00 Bunga wesel sebesar 6% per tahun. Jatuh
tempo wesel tersebut 90 hari.
Nilai nimonal = 600.000
Bunga : 400.000 x 6% x 90/360 = 6.000
Jumlah uang yang diterima pada tanggal jatuh tempo = 606.000

Dari perhitungan bunga wesel di atas nampak bahwa disamping prosentase bunga dan nilai
nominal, diperhitungkan pula lamanya waktu. Dalam contoh tersesut di atas lamanya waktu
dihitung mulai tanggal penarikan wsel sampai dengan tanggal jatuh tempo wesel = 90 hari.
Sedangkan pembanding 360 merupakan jumlah hari dalam setahun, karena bunga wesel
dinyatakan dalam prosentase tahun. Atau dengan contoh tersebut, bunga wesel dapat dihitung
dengan menggunakan lamanya dalam bulan sebagai berikut :

Bunga wesel : 400.000 x 6% x 3/12 = 6.000


Misal :

NO WESEL BUNGA
a Rp. 730, 18%, 120 hari 730 x 18% x 120/360 = 43,8
b Rp. 1.000, 15%, 6 bulan 1.000 x 15% x 6/12 = 75
c Rp. 2.000, 12%, 1 tahun 2.000 x 12% x 1/1 = 240.000