Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Pada praktikum ini akan dilakukan pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan
thermometer. Dan ada beberapa macam jenis thermometer yang digunakan untuk mengukur
suhu tubuh sesuai dengan letaknya, antara lain thermometer pengukuran di ketiak (axila)
dengan menggunakan thermometer digital, thermometer pengukuran di lipat paha,
thermometer pengukuran di rektal/dubur, thermometer pengukuran di oral (Di dalam
mulut,tepatnya di bawah lidah) dengan menggunakan thermometer air raksa maupun digital,
thermometer pengukuran di telinga (Tympany), dan yang terakhir thermometer pengukuran di
dahi (Arteri Temporalis) dengan menggunakan thermometer infrared.

Dari berbagai area pengukuran suhu tubuh, terdapat area suhu tubuh yang paling efektif
yaitu adalah area pengukuran lewat bagian sela dubur/rektal ini disebabkan tingkat keakuratan
serta keefektifannya yang tinggi dalammengukur suhu tubuh, setelah itu bagian atau area yang
memiliki tingkat keakuratan pengukuran suhu yang paling rendah adalah ketiak jika kita
bandingkan dengan dubur dan mulut.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan serta produksi pada suhu atau
panas tubuh sangatlah banyak, antara lain kecepatan metabolisme basal, rangsangan saraf
simpatis, hormone pertumbuhan, hormone tiroid, hormone kelamin, demam ( peradangan ),
status gizi, aktivitas, gangguan organ, dan lingkungan. Selain itu ada beberapa faktor
tambahan yang mempengaruhi suhu tubuh yakni tempat pengukuran dilakukannya
pengukuran suhu tubuh, alat pengukurnya atau thermometer yang digunakan dimana
berbagai thermometer dan area pengukuran suhu tubuh memiliki tingkat keakuratan yang
berbeda-beda, setelah itu ada metode pengukuran dan waktu lamanya pengukuran.

Suhu tubuh yang normal adalah 36,89 oC dan naik turunnya berkisar antara 36,11 oC
sampai 37,22 oC. Perbedaannya hariannya kira-kira 1 derajat, tingkat terendah di capai pagi
pagi hari dan titik tertinggi antar pukul 5 sampai pukul 7 petang. (Pearce, 2016).

Suhu tubuh diukur dari pengukuran secara oral jika suhu diatas 37,8 oC maka dinyatakan
demam atau tidak normal, lalu pengukuran suhu tubuh diukur dari pengukuran secara axila
atau melalui telinga jika suhu diatas 37,2 oC maka dinyatakan demam atau suhu tubuhnya
tidak normal, dan jika dilakukan pengukuran suhu tubuh melalui rektal jika suhu tubuh
diatas 38 oC maka dinyatakan demam atau suhu tubuh tidak normal dimana biasanya
pengukuran suhu tubuh melalui rektal ini biasanya banyak diperuntunkan bagi anak berumur
dibawah lima tahun (<5 Thn) atau bayi.
Pada suhu tubuh terdapat organ yang mengatur mekanisme pada tubuh yaitu organ
dinamakan dengan hipotalamus, dimana hipotalamus ini mengatur agar suhu tubuh tetap
bertahan pada suhu normal yaitu 36 oC-37 oC (berfungsi sebagai thermostat/thermoset).
Untuk cara kerjanya, hipotalamus yang letaknya dekat dengan batang otak akan
memerintahkan tubuh untuk memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah akan
menjadi deras dan menyebabkan kelenjar keringat memanas sehingga mengeluarkan
keringat. Intinya adalah hipotalamus akan terus menyesuaikan dan mempertahankan suhu
tubuh normal ketika cuaca paanas atau dingin.

Setelah dilakukan pengukuran suhu tubuh pada masing-masing probadus kemudian


dicatat hasil pengukurannya ditabel yang telah disediakan.. Pada praktikum ini di
lakukanpengukuran suhu tubuh dengan menggunakan berbagai jenis thermometer serta area
tubuh yang berbeda-beda pula. Berdasarkan hasil dari percobaan yang telah dilakukan
kepada empat sukarelawan probandus tadi,didapatkan hasil pengukuran suhu tubuh yang
berbeda-beda, ada suhu tubuh yang normal dan ada juga yang tidak normal. Pengukuran
suhu tubuh pertama dilakukan pada sukarelawan probandus bernama Nova Tandi melalui
pengukuran suhu tubuh secara axila/telinga (39,8 oC) dan mendapatkan hasil suhu tubuh
yang tidak normal karena diatas standar suhu tubuh normal 37,2 oC, Selanjutnya pengukuran
suhu tubuh yang kedua dilakukan pada sukarelawan probandus bernama Fredi melalui
pengukuran suhu tubuh secara axila/telinga (36,8 oC) juga dan mendapatkan hasil suhu
tubuh yang normal karena termasuk standar suhu tubuh normal yang dibawah 37,2 oC,
setelah itu pengukuran suhu tubuh yang ketiga dilakukan pada sukarelawan probandus
bernama Ahmed melalui pengukuran suhu tubuh secara oral (37,2 oC) dan mendapatkan
hasil suhu tubuh yang normal juga karena termasuk standar suhu tubuh normal pengukuran
melalui oral yang dibawah 37,8 oC, dan yang terakhir pengukuran suhu tubuh yang
dilakukan pada sukarelawan probandus bernama Grace dimana pengukuran suhu tubuhnya
dilakukan melalui oral (37,5 oC) dan mendapatkan hasil pengukuran suhu tubuh yang
normal karena termasuk standar suhu tubuh normal pengukuran melalui oral yang dibawah
37,8 oC.