Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN DALAM

KEPERAWATAN

“KONSEP KELOMPOK”

Dosen Pengampu : Ns. Yellyanda M.Kep

Disusun Oleh :

Elsi Novita Sari

NIM : PO7120117169

Tingkat 3 / Semester 6

PRODI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAMBI

TAHUN AJARAN 2019/2020


Tugas Mata Kuliah Manajemen dan Kepemimpinan dalam Keperawatan

1. Konsep kelompok
A. Definisi Kelompok
Kelompok adalah kumpulan yang terdiri dari dua orang atau lebih yang terjalin
dan saling terhubung satu dengan lainnya - McGrath , 1984 Orang –orang yang
saling tergantung (interdependen) satu sama lain dan saling Taylor, Peplau, Sears
(2009) Psikologi kelompok didefinisikan sebagai secara psikologis yang penting bagi
para anggota, yang mereka terkait secara subyektif untuk perbandingan sosial dan
akuisisi norma dan nilai-nilai dalam kelompok dan bahwa individu-individu secara
pribadi menerima keanggotaan dalam kelompok yang mempengaruhi sikap dan
perilaku mereka (Turner, 1987).

Kelompok merupakan kumpulan individu yang saling berinteraksi dan


mempunyai tujuan bersama. Dinamika kelompok berasal dari kata dinamika yang
memiliki arti tingkah laku warga yang dapat mempengaruhi tingkah laku warga
lainnya sehingga terjadi hubungan timbal balik. Dinamika kelompok merupakan
kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan
psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung
dalam situasi yang dialami secara bersama.

Kelompok tersebut terdiri dari dua orang (dyadlduo), tiga orang (tryadltrio), empat
orang (kwartet), dan juga seterusnya sampai ratusan atau bahkan juga ribuan orang.
Semakin banyak anggota dalama kelompok, akan semakin kecil kesempatan
terjadinya suatu interaksi sosial yang mendalam sesama anggota kelompok tersebut.
Sebaliknya, Jika semakin kecil ataujuga sedikit jumlah anggota pada kelompok,
maka akan semakin besar kesempatan untuk terjadinya suatu interaksi sosial yang
mendalam sesama anggota kelompok.

B. Karakteristik Kelompok
KARAKTERISTIK UKURAN KELOMPOK MENURUT SIMMEL (1902)
1. Diad terdiri dari dua orang
2. Triad terdiri dari tiga orang
3. Sekelompok kecil terdiri dari 4 - 20 orang
4. Masyarakat, terdiri dari 20-30 orang
5. Kelompok besar lebih dari 40 orang.

C. Jenis-jenis Kelompok

Berdasarkan dengan jumlah anggota, sifat atau hubungan antaranggota, serta juga
tujuannya, kelompok yang ada didalam masyarakat tersebut dapat dibedakan antara
lain:

1. Kelompok primer

Kelompok primer ialah suatu kelompok yang jumlah anggotanya hanya


sedikit, meskipun tidak setiap kelompok yang anggotanya sedikit merupakan dari
kelompok primer. Hubungan antaranggota tersebut bersifat personal (saling kenal
dengan secara pribadi) dan juga mendalam, yang diwarnai dengan kerja sama,
sering sekali bertatap muka dalam jangka waktu lama, sehingga dapat
membangun keterlibatan perasaan yang dalam.

Tujuan berkelompok primer ialah membangun suatu hubungan personal itu


sendiri. Meskipun kadang terjadi suatu konflik, tetapi masing-masing pada
anggota kelompok primer tersebut menunjukkan perhatian yang tulus juga
terhadap kesejahteraan sesama anggota. Maka , hubungan didalam kelompok
primer tersebut bersifat informal, intim atau juga akrab, personal, dan juga total.

Contoh kelompok primer adalah

a. Keluarga
b. Kelompok teman
c. kawan sepermainan.

2. Kelompok sekunder

Kelompok sekunder merupakan suatu kelompok yang jumlah anggotanya itu


banyak. Hubungan antaranggota tersebut juga bersifat impersonal (tidak saling
kenal dengan secara pribadi), yang lebih diwarnai oleh adanya kompetisi, dan
jarang bertatap muka dalam jangka waktu lama, sehingga tidak dapat membangun
hubungan yang emosional secara baik. Hubungan yang terdapat dalam kelompok
ini lebih bersifat fungsional, artinya ialah orang bukan dilihat dari segi “siapanya”
melainkan ialah lebih dilihat dari segi “apa kegunaannya” bagi pencapaian suatu
tujuan kelompok tersebut.

Tujuan berkelompok ialah untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga para


anggota kelompok lebih berperan ialah sebagai sarana bukan sebagai tujuan.
Hubungan didalam kelompok sekunder ini bersifat formal, impersonal, parsial,
dan juga dilandaskan pada kemanfaatan pada kelompok semata.

Contoh kelompok sekunder adalah :

a. organisasi buruh,
b. universitas,
c. sekolah,
D. Perbandingan Kelompok

Dengan berdasarkan cara pandang seseorang terhadap suatu kelompok itu


berbagai yang melingkupi hidupnya, kelompok tersebut dibedakan antara lain menjadi
:

1. In-group
Semua kelompok yang mana seseorang itu merasa menjadi anggotanya dan juga
mengharapkan suatu pengakuan, kesetiaan, dan juga pertolongan.
2. Out-group
Semua kelompok yang mana seseorang itu merasa bukan sebagai anggotanya dan
juga mungkin akan menunjukkan suatu permusuhan, kompetisi damai, atau juga
sekedar merasa berbeda.

In-group dan juga out-group tersebut terpisahkan didalam hubungan permusuhan.


Individu pada anggota in-group tersebut menyebut kelompok atau dirinya sebagai
“kami”, dan juga menyebut individu para anggota out-group ialah sebagai “mereka”.
Permusuhan dalam in group dan juga out group tersebut cenderung bersuasana
kultural (budaya). Misalnya ialah ,antara pendatang dengan penduduk asli, antar
geng(komunitas tertentu), sampai permusuhan yang berdasarkan pada suatu SARA.

2. Proses pembentukan kelompok


Tuckman (1965) dalam menggambarkan tahap-tahap perkembangan kelompok
mengidentifikasi empat tahap yang berbeda dalam perkembangan kelompok. Baca Juga
Pengertian Gender dan Klasifikasi Gender Menurut Para Ahli Motivasi Menurut Para
Ahli: Pengertian, Aspek-aspek, Ciri-ciri, dan Bentuk Pengertian Peer Attachment
(Kelekatan) dan Perkembangan Attachment pada Remaja Tuckman menyarankan agar
kelompok-kelompok yang diperlukan bergerak melalui dan mengalami semua empat
tahap untuk memaksimalkan potensi untuk pengalaman kelompok yang sukses. Pada
tahun 1977 Tuckman dan Jensen menambahkan tahap kelima. Tuckman (1965) dalam
menggambarkan tahap-tahap perkembangan kelompok mengidentifikasi empat yang
berbeda tahap perkembangan kelompok. Dia menyarankan agar kelompok-kelompok
yang diperlukan untuk bergerak melalui dan mengalami semua empat tahap untuk
memaksimalkan potensi untuk pengalaman kelompok yang sukses. Pada tahun 1977
Tuckman dan Jensen menambahkan tahap kelima:
a. Forming atau Pembentukan dimana invididu-individu membentuk diri menjadi
kelompok-kelompok
b. Storming-dimana tiap angota berdebat dan memutuskan masalah kelompok seperti
kepemimpinan, arah,metode dll
c. Norma / norming, anggota-anggota menetapkan aturan-aturan dasar untuk beroperasi
sebagai sebuah kelompok
d. Performing (Melakukan), kelompok menjadi kohesif dan efektif
e. Adjourning, Tugas atau pekerjaan berakhir sebagai tujuan kelompok telah selesai dan
terjadi pembubaran diri pada kelompok.

3. Prinsip kelompok efektif


a. Saling Menghargai
Sikap saling menghargai antarsesama anggota tint membuat tiap anggota tim
dapat memahami setiap perbedaan yang ada. jika prinsip ini tidak diterapkan atau
bahkan sudah berkurang, bersiaplah untuk suatu kemunduran baik perlahan-lahan
maupun sekaligus. Pemimpin yang pandai untuk menggerakkan anggota tim
diperlukan agar sikap menghargai selalu timbul.
b. Mempunyai Komitmen dan Kepentingan yang Sama
Sebelum suatu tim bergerak tentunya sudah harus ada komitmen yang
sungguh-sungguh dari seluruh anggota. Komitmen ini haruslah berdasarkan
kepentingan yang sama, sehingga jelas bagi seluruh anggota bahwa pekerjaan
dilakukan sesuai komitmen yang telah disepakati.
c. Mengembangkan Peraturan yang jelas dan Transparan
Peraturan yang jelas harus ada dalam suatu tim. Peraturan yang kurang jelas
akan menyulitkan anggota tim. Konflik akan mudah muncul dan tindakan-tindakan
yang kurang terpuji akan makin sering dilakukan oleh anggota tim apabila tidak ada
peraturan yang jelas dan transparan.
d. Mampu Mengendalikan Diri dan Menjaga
Keseimbangan Antara Emosi dan Pikiran Setiap anggota tim pastinya berbeda
dalam mengendalikan emosi dan pikiran. Mungkin ada yang emosinya hanya datar-
datar saja, tetapi ada juga yang emosinya meledak-ledak. Setiap anggota tim harus
mampu mengendalikan emosi dan pikirannya.
e. Harus Saling Mendukung
Saling mendukung antaranggota tim merupakan salah satu modal penting
dalam mengembangkan suatu tim. Karena hal ini akan membuat anggota tim menjadi
lebih bersemangat dalam bekerja. Keberhasilan satu anggota tim merupakan
keberhasilan bersama, sebaliknya kekurangan satu anggota tim juga merupakan
kekurangan bersama.

f. Bersikap Terbuka dan Saling Percaya


Bersikap terbuka memungkinkan seluruh anggota tim mengetahui apa yang
dilakukan oleh anggota lain. Sehingga sesama anggota dapat memberikan masukan
yang positif dan membantu memecahkan masalah-masalah dalam tim. Tanpa adanya
keterbukaan dan saling percaya, akan sulit bekerja dalam satu tim. Rasa saling
percaya antarsesama anggota tim merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh
setiap anggota tim agar tim mampu bekerja secara efektif.
g. Produktivitas
Tim seyogyanya dapat menyelesaikan tugas yang tidak mungkin dilaksanakan
perorangan. Melalui saling berbagi sumber daya, keterampilan, pengetahuan, dan
kepemimpinan, maka bekerja dalam tim akan lebih efektif daripada perorangan.
h. Selalu Berkonsultasi
Sebelum Memutuskan Hal ini harus dilakukan agar keputusan yang diambil
memang berdasarkan kesepakatan bersama, bukan semata-mata keputusan pribadi.
Juga agar keputusan yang diambil sudah berdasarkan pertimbangan dari anggota tim
yang lebih tahu atau ahli dalam hal-hal tertentu. Pengambilan keputusan tentu saja
berdasarkan tugas dan tanggung jawab tiap anggota. Namun penting untuk selalu
berkonsultasi dengan sesama anggota tim.
i. Evaluasi
Tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia. Kekurangan dan kelebihan pasti
selalu melekat pada setiap individu maupun tim. Penilaian atau evaluasi sangat perlu
dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana pencapaian yang sudah dilakukan.
Sehingga dengan adanya evaluasi akan dapat diambil langkah-langkah selanjutnya
sesuai dengan pengkajian dalam evaluasi tersebut.

4. Dinamika kelompok

Profesi keperawatan merupakan bagian dari profesi kesehatan yang anggotanyanya


terdiri dari perawat di mana terjadinya stu ikatan profesi yang mempunyai tujuan untuk
kepentingan yang sama dalam bidang keperawatan. Profesi keperawatan terbentuk dari
adanya suatu kelompok-kelompok perawat yang mempunyai tradisi, norma, prosedur dan
terjadi aktivitas yang sama dalam menjalankan tugas sebagaimana seorang perawat.
Terbentuknya kelompok karena adanya partisipasi dari anggota yang mempunyai
motivasi dan tujuan dari masing-masing anggota. Setiap anggota saling tergantung satu
sama lain karena saling memerlukan bantuan.

Setiap anggota profesi mempunyai ciri-ciri yang berbeda di antara anggota seperti :

 Adanya kelompok anggota psikologis di mana secara pdikologis mempunyai


minat untuk berpartisipasi dalam kelompok norma
 Kelompok anggota marginal artinya kelompok menerima baik keanggotaannya
tetapi bersikap menjauh atau tidak ingin terlalu kelompok menerima baik
keanggotaannya tetapi bersikap menjauh atau tidak ingin terlalu terlibat dalam
kelompoknya

 Anggota pemberontak artinya orang yang telah diterima kelompok bersikap


menentang dan tidak bersedia mengikuti norma kelas. Kondisi demikian akan
terjadi dalam setiap kelompok dan tak terkecuali kelompok profesi perawatan

 pentingnya dinamika kelompok dalam Keperawatan

1. Profesi perawat merupakan bagian dari profesi kesehatan yg anggotanya terdiri


dari perawat dimana terjadi satu ikatan profesi yg mempunyai tujuan untuk
kepentingan yg sama dalam bidang keperawatan .
2. Profesi perawat terbentuk dari adanya suatu kelompok-kelompok perawat yg
mempunyai tradisi, norma, prosedur dan terjadi aktifitas yg sama dalam
menjalankan tugas sebagaimana seorang perawat.

3. Terbentuknya kelompok karena adanya partisipasi dari anggota yang mempunyai


motivasi dan tujuan dari masing-masing anggota.

4. Setiap anggota saling tergantung satu dg yang lain karena saling memerlukan
bantuan.
DAFTAR PUSTAKA

Baron, A. R. & Byrne, D. 2003. Psikologi Sosial. Penerbit Erlangga. Jakarta. Edisi
kesepuluh.
Taylor, E. S., Peplau, A. L., & Sears, O. D. 2009. Psikologi Sosial. Prenada Media Group.
Jakarta.