Anda di halaman 1dari 1

Atap yang Bikin Adem

"RUMAH SAYA atapnya sudah model joglo, tetapi kok, tetap terasa panas, ya?" Keluhan
semacam ini seringkali terlontarkan. Hampir semua orang berpikir bahwa dengan
menggunakan atap miring dan meniadakan plafon akan menyebabkan ruangan dalam rumah
menjadi lebih sejuk. Padahal tidak demikian.

Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam dan
iklim tempat manusia berada tidak selalu pas menunjang aktivitas yang dilakukannya.
Aktivitas manusia yang beraneka ragam memerlukan kondisi iklim mikro tertentu yang
bervariasi pula. Dengan bangunan, diharapkan iklim luar (makro) yang tidak
menunjang aktivitas manusia dapat dimodifikasi dan diubah menjadi iklim dalam
(bangunan) yang lebih sesuai.

Namun, usaha manusia untuk "menjinakkan" kondisi iklim luar yang tidak sesuai agar
menjadi iklim dalam (bangunan) yang diinginkan seringkali tidak tercapai
sepenuhnya. Dalam banyak kasus, rancangan sebuah hunian di daerah tropis seringkali
gagal menciptakan kondisi suhu dan kelembaban yang nyaman di dalam bangunan rumah.
Ketika berada di dalam bangunan, sang penghuni justru seringkali merasakan udara
ruang yang panas sehingga kerap lebih memilih berada di luar rumah. Padahal
pemecahan problematik iklim merupakan suatu tuntutan mendasar yang "wajib" dipenuhi
oleh suatu karya arsitektur di manapun dia dibangun.

Plafon vs Non Plafon

MENGAPA BANGUNAN kuno zaman Belanda dulu memiliki ruangan yang terasa sejuk? Selain
langit-langitnya yang tinggi lengkap dengan plafon juga karena ruangan tersebut
dilengkapi dengan jendela dan ventilasi dalam ukuran yang sangat besar.

Meninggikan langit-langit memang merupakan salah satu cara untuk mendinginkan


ruangan. Tetapi tentunya hal tersebut tidak terlepas dari faktor-faktor lain,
seperti bukaan yang cukup besar dan banyak agar udara dapat mengalir. Sekalipun
plafon ditiadakan sehingga ruangan menjadi tinggi, apabila ruangan tersebut minim
jendela, tentunya udara di dalamnya akan tetap terasa panas.

Sebuah ruangan yang terletak di bawah atap miring dan dilengkapi dengan plafon,
sebenarnya memiliki keuntungan. Ruangan sisa yang berada di bawah atap (di atas
plafon) sesungguhnya merupakan "bantalan" udara yang dapat berfungsi menahan panas
yang disebabkan oleh sinar matahari, agar tidak langsung jatuh ke dalam ruangan
yang terletak di bawahnya.

Menggunakan atap datar, menghilangkan plafon, atau menggunakan atap model joglo
alias limasan sebenarnya boleh-boleh saja. Atap joglo yang lebar naungannya memang
menghasilkan lebih banyak ruang yang tidak langsung terkena sinar matahari.