Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

RASA NYAMAN DAN KEAMANAN

OLEH:

Aditya Rahman
NPM. 1914901110002

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
2019
LAPORAN PENDAHULUAN

KEBUTUHAN RASA NYAMAN DAN KEAMANAN

A. Definisi
Keamanan adalah keadaan bebas dari cedera fisik dan psikologis atau bisa juga
keadaan aman dan tentram (Potter& Perry, 2006)

Kenyamanan adalah suatu keadaan yang telah terpenuhi kebutuhan dasar klien.
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan akan ketentraman ( suatu kepuasan yang
meningkatkan ketrampilan sehari – hari ) , kelegaan ( kebutuhan yang terpenuhi )
dan transenden ( keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah nyeri ).
Kenyamanan sering diartikan sebagai suatu keadaan bebas dari nyeri ( Kolcaba
1992 )

Gangguan kenyamanan berarti keadaan ketika klien mengalami sensasi tidak


menyenangkan dalam berespon terhadap suatu rangsangan yang berbahaya. Nyeri
merupakan perasaan dan pengalaman emosional yang timbul dari kerusakan
jaringan yang actual dan potensional atau gambaran adanya kerusakan ( NANDA ,
2015 ).

B. Fisiologis Kebutuhan Dasar


Nyeri merupakan campuran reaksi fisik, emosi dan perilaku. Cara yang paling baik
untuk memahami pengalaman nyeri akan membantu untuk menjelaskan tiga
komponen fisiologis berikut : resepsi, persepsi dan reaksi. Seorang kilen yang
sedang merasakan nyeri tidak dapat membedakan komponen-komponen tersebut.
Akan tetapi, dengan memahami setiap komponen perawat akan terbantu dalam
mengenali faktor-faktor yang dapat menimbulkan nyeri gejala yang menyertai nyeri
dan rasional serta kerja terapi yang dipilih.

C. Asuhan Keperawatan
Pengkajian
1. Keamanan
Memastikan lingkungan yang aman, perawat perlu memahami hal-hal yang
memberi kontribusi keadaan rumah, komunitas, atau lingkungan pelayanan
kesehatan dan kemudian mengkaji berbagai ancaman terhadap keamanan klien
dan lingkungan
a) Komunitas
Ancaman keamanan dalam komunitas dipengaruhi oleh terhadap
perkembangan, gaya hidup, status mobilisasi, perubahan sensorik, dan
kesadaran klien terhadap keamanan.
b) Lembaga pelayanan kesehatan
Jenis dasar resiko terhadap keamanan klien di dalam lingkungan pelayanan
kesehatan adalah terjadi kecelakaan yang disebabkan klien, kecelakaan
yang disebabkan prosedur, dan kecelakaan yang menyebabkan
penggunaan alat.
2. Nyeri merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang bersifat subyektif
dan hanya yang menerimanya yang dapat menjelaskannya. Tanda-tanda yang
menunjukan seseorang mengalami sensasi nyeri:
a) Posisi yang memperlihatkan pasien Pasien tampak takut bergerak, dan
berusaha merusak posisi yang memberikan rasa nyaman .
b) Ekspresi umum :
1) Tampak meringis, merintih ·           
2) Cemas,
3) wajah pucat             
4) Ketakutan bila nyeri timbul mendadak            
5) Keluar keringat dingin             
6) Kedua rahang dikatupkan erat-erat dan kedua tangan tampak dalam
posisi menggenggam ·         
7) Pasien tampak mengeliat karena kesakitan
c) Pasien dengan nyeri perlu diperhatikan saat pengkajian adalah ·    
1) Lokasi nyeri ·            
2) Waktu timbulnya nyeri ·            
3) Reaksi fisik/psikologis pasien terhadap nyeri ·           
4) Karakteristik nyeri ·           
5) Faktor pencetus timbulnya nyeri       
6) Cara-cara yang pernah dilakukan untuk mengatasi nyeri

D. Diagnosa Keperawatan
1. Diagnosa 1 : Nyeri akut
Definisi :
Pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan akibat adanya
kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, yang tiba-tiba atau perlahan
dengan intensitas ringan sampai berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau
dapat diramalkan dan durasinya kurang dari enam bulan.

Batasan Karakteristik Faktor yang berhubungan


1) Mengungkapkan secara verbal atau Agen-agen penyebab cedera (misalnya
melaporkan nyeri dengan isyarat biologis, kimia, fisik, dan psikologis)
2) Posisi untuk menghindari nyeri
3) Perubahan tonus otot, respons
autonomic
4) Perubahan selera makan
5) Perilaku distraksi
6) Perilaku ekspresif
7) Perilaku menjaga atau sikap
melindungi
8) Bukti nyeri dapat diamati
9) Berfokus pada diri sendiri
10) Gangguan tidur.

NOC NIC
1) Tingkat Kenyamanan : 1) Meringankan atau mengurangi nyeri
Tingkat persepsi positif terhadap sampai pada tingkat kenyamanan yang
kemudahan fisik dan psikologis dapat diterima oleh pasien)
2) Pengendalian diri : 2) Menggunakan agens-agens farmakologi
Tindakan individu untuk untuk mengurangi atau menghilangkan
mengendalikan nyeri nyeri)
3) Tingkat nyeri : 3) Memfasilitasi penggunaan obat resep
Keparahan nyeri yang dapat diamati atau obat bebas secara aman dan efektif
atau dilaporkan 4) Memudahkan pengendalian pemberian
dan pengaturan analgesic oleh pasien
5) Memberikan sedatif, memantau respons
pasien, dan memberikan dukungan
fisiologis yang dibutuhkan selama
prosedur diagnostik atau terapeutik

2. Diagnosa 2:Nyeri Kronis


Definisi
Pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan, akibat kerusakan
jaringan actual atau potensial atau digambarkan dengan istilah kerusakan
awitan yang tiba-tiba atau perlahan dengan intensitas ringan sampai berat
dengan akhir yang dapat diantisipasi atau dapat diramalkan dan durasiny lebih
dari enam bulan.

Batasan Karakteristik Faktor yang berhubungan


1) Hambatan kemmpuan meneruskan 1) Perubahan pola tidur
aktivitas sebelumnya 2) Keletihan
2) Perubaahan pola tidur 3) Pola seksualitas tidak efektif
3) Anoreksia 4) Agens pencedera
4) Ekspresi wajah nyeri 5) Malnutrisi
5) Focus pada diri sendiri 6) Kerusakan system saraf
6) Perubahan aktivitas 7) Isolasi social
7) Keluhan tentang karateristik nyeri 8) Vibrasi seluruh tubuh
dengan menggunakan stndar
instrument nyeri

NOC NIC
1) Tingkat kenyamanan : 1) Penggunaan agens farmakologis untuk
Tingkat persepsi positif terhadap meredakan atau menghilangkan nyeri
kemudahan fisik dan psikologis 2) Meningkatkan perubahan perilaku
2) Tingkat depresi : 3) Mendorong pasien untuk mengubah
Keparahan alam perasaan melankolis distrosi pola piker dan memandang diri
dan kehilangan minat dengan peristiwa sendiri serta dunia secara lebih realistis
hidup 4) Membantu pasien untuk beradaptasi
3) Pengendalian diri terhadap depresi : dengan persepsi stressor, perubahan,
Tindakan individu untuk atau ancaman yang menhambat
meminimalkan melankolia dan pemenuhan tuntutan dan peran hidup
mempertahankan minat dengan 5) Memfasilitasi penggunaan obat resep
peristiwa hidup atau obat bebas secara aman dan efektif
4) Pengendalian nyeri : 6) Memberikan keamanan, stabilisasi,
Tindakan pribadi untuk mengendalikan pemulihan, dan pemeliharaan pada
nyeri pasien yang mengalami disfungsi alam
5) Tingkat nyeri : perasaan baik depresi maupun
Keparahan nyeri yang Nampak atau peningkatan alam perasaan
dilaporkan 7) Menghilangkan nyeri atau menurunkan
nyeri ketingkat yang lebih nyaman
yang dapat ditoleransi oleh pasien
8) Menegoisasi persetujuan dengan
individu yang menekankan perubahan
perilaku tertentu
9) Memfasilitasi pengendalian pemberian
dan pengaturan analgesic oleh pasien
10) Mendorong pasien untuk lebih
bertanggung jawab terhadap
perilakunya sendiri

3. Diagnosa 3 : Ansietas
Definisi :
Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respons otonom
(sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan
takut yang disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Hal ini merupakan
isyarat kewaspadaan yang memperingatkan individu akan adanya bahaya dan
memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman.

Batasan Karakteristik Faktor yang berhubungan


1) Penurunan produktivitas 1) Stessor
2) Gerakan ekstra 2) Ancaman kematian
3) Kontak mata yang buruk 3) Ancaman pada status terkini
4) Agitasi 4) Kebutuhan yang tidak terpenuhi
5) Insomnia
6) Perilaku mengintai
7) Gugup
8) Ketakutan
9) Sangat khawatir
10) Wajah tegang
11) Gemetar
12) Tremor
13) Peningkatan keringat
14) Peningkatan ketegangan
15) Palpitasi jantung
NOC NIC
1) Keparahan manifestasi kekhawatiran, 1) Persiapan pasien mengantisipasi
ketegangan, atau perasaan tidak tenang perkembangan dan situasi krisis.
yang muncul dari sumber yang tidak 2) Penggunaan teknik – teknik untuk
dapat diidentifikasi. mendorong dan memperoleh relaksasi
2) Tindakan personal untuk mengurangi tanda dan gejala
menghilangkan atau mengurangi 3) Pengalihan perhatian menekan emosi
perasaan khawatir, tegang atau dan pikiran negatif jauh dari sensasi
perasaan tidak tenang akibat sumber yang tidak diinginkan.
yang tidak dapat diidentifikasi 4) Manipulasi lingkungan pasien untuk
3) Kemampuan untuk focus pada stimulus kepentingan terapi, daya tarik sensorik,
tertentu dan kesejahteraan psikologis.
4) Tindakan personal untuk mengatasi 5) Penggunaan proses berimajinasi kondisi
stressor yang membebani sumber – khusus, outcome atau tindakan atau
sumber individu. untuk mengarahkan perhatian
klien/pasien jauh dari sensasi yang
tidak diinginkan.
6) Mencapai keadaan yang peka dan fokus
untuk berkonsentrasi dengan suspensi
kesadaran perifer untuk menciptakan
perubahan sensasi, pikiran dan perilaku.
7) Mengumpulkan dan menganalisis data
kardiovaskuler, pernapasan dan suhu
tubuh untuk menentukan dan mencegah
komplikasi

4. Diagnosa 4 : Ketakutan
Definisi :
Respons terhadap persepsi ancaman yang secara sadar dikenali sebagai

Batasan Karakteristik Faktor yang berhubungan


1) Gelisah 1) Respons terhadap stimulus fobik
2) Rasa waspada 2) Respons yang dipelajari terhadap
3) Rasa terancam ancaman
4) Rasa takut 3) Gangguan sensorik
5) Rasa panic
6) Gugup
7) Pucat
8) Peningkatan tekanan darah
9) Peningkatan ketegangan
10) Peningkatan keringat
NOC NIC
1) Keparahan manifestasi rasa takut, 1) Mengurangi ansietas pada pasien yang
ketegangan, atau kegelisahan yang mengalami distress akut.
berasal dari sumber yang dapat dikenali. 2) Manipulasi lingkungan pasien untuk
2) Keparahan manifestasi rasa takut, kepentingan terapi, daya tarik sensorik,
ketegangan, atau kegelisahan yang dan kesejahteraan psikologis.
berasal dari sumber yang dapat dikenali 3) Penggunaan proses berimajinasi yang
pada anak-anak berusia 1 tahun sampai bertujuan untuk mencapai kondisi
17 tahun. khusus, outcome atau tindakan atau
3) Tindakan individu untuk mengurangi untuk mengarahkan perhatian
atau menurunkan perasaan tidak mampu klien/pasien jauh dari sensasi yang
akibat rasa takut, ketegangan, atau tidak diinginkan.
kegelisahan yang berasal dari sumber 4) Membantu klien untuk mencapai
yang dapat dikenali. keadaan yang peka dan fokus untuk
berkonsentrasi dengan suspensi
kesadaran perifer untuk menciptakan
perubahan sensasi, pikiran dan perilaku.
5) Memfasilitasi peregangan dan
pelepasan kelompok otot yang akan
menghasilkan perbedaan sensasi.

DAFTAR PUSTAKA

Herdman, Heather, dkk. (2018). Nanda-I Diagnosis Keperawatan : Definisi dan


Klasifikasi 2018-2020, Edisi 11. Jakarta: EGC.
Nurarif, Amin Huda. (2016). Asuhan Keperawatan Praktis. Jilid 1. Jogjakarta:
Mediaction.
Nurjannah, Intansari, dkk. (2018). Nursing Interventions Classification (NIC).
Jogyakarta: Mocomedia
Nurjannah, Intansari, dkk. (2018). Nursing Outcomes Classification (NOC). Jogyakarta:
Mocomedia
Perry dan Potter, (2006). Fundamental Keperawatan, Edisi 4. Penerbit buku kedokteran
:EGC