Anda di halaman 1dari 16

BAB  I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kulit merupakan bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan

kosmetik, khususnya kulit muka menjadi fokus perhatian utama. Kulit juga

merupakan lapisan terluar dari tubuh manusia. Ia menjadi bagian tubuh yang

bersentuhan langsung dengan lingkungan, sehingga fungsi utama kulit tidak

lain adalah sebagai perlindungan (Tranggono, Dkk. 2014).

Kebutuhan setiap orang akan kosmetik berbeda-beda. Namun bisa

dipastikan setiap harinya, banyak orang yang menggunakan produk kosmetik

tersebut. Kosmetik telah dikonsumsi dari dulu hingga sekarang, karena

kosmetik telah dipercaya sebagai alat pemercantik. Penggunaan kosmetik ini

mulai dari produk-produk kosmetik tradisional hingga kosmetik modern

(Nurasia, 2015).

Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk

digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir

dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk

membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki

bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik.

(Tranggono, 2014)

Saat ini, perkembangan pola pikir masyarakat melalui pengaruh

perkembangan teknologi yang sangat pesat berakibat juga mempengaruhi

pola hidup masyarakat. Masyarakat sekarang ini hidup dengan dikelilingi

1
2

oleh teknologi sehingga selalu diterpa oleh informasi yang dibagikan oleh

media tersebut begitu juga dengan kecantikan, dimana banyak iklan dan

informasi mengenai kecantikan yang dihantarkan oleh media kepada publik,

sehingga publik terutama perempuan juga terpengaruh dengan informasi

yang ada. Tampilan perempuan yang cantik mengajak para perempuan juga

berusaha untuk terlihat cantik salah satunya dengan menggunakan kosmetik.

Berdasarkan hal ini, maka perkembangan kosmetik semakin pesat dari tahun

ke tahun, dan media iklan merupakan media yang tepat untuk menjaring

konsumen terutama konsumen baru.

Belakangan ini jenis kosmetik yang banyak digunakan oleh wanita

Indonesi adalah  racikan pemutih badan yang dikenal sebagai krim pemutih.

Krim pemutih merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang digemari

dikalangan masyarakat. Produk ini banyak diminati karena menjanjikan dapat

memutihkan atau menghaluskan seluruh tubuh dalam waktu singkat. Bahkan

harga bukan menjadi masalah, tanpa masyarakat sadari efek yang

ditimbulkan oleh produk krim pemutih yang mengandung zat-zat kimia

berbahaya.

Pada umumnya produk-produk tersebut akan menghasilkan hasil yang

memuaskan pada awal pemakaian, dan efek samping baru akan terjadi setelah

beberapa kali pemakaian. Efek samping yang muncul misalnya gatal-gatal,

ketergantungan, kanker kulit dan sebagainya. Oleh sebab itu, kita harus tahu

bahwa tidak semua bahan yang digunakan dalam produk krim pemutih itu

aman untuk digunakan. (Mehmet, 2010)


3

Khususnya masyarakat Desa Teteaji Kec.Tellu Limpoe Kab.Sidenreng

Rappang banyak yang menggunakan produk krim pemutih yang bermanfaat

instan dan seringkali ditemukan adanya dampak negatif yang ditimbulkan

selama penggunaan krim pemutih tersebut seperti terjadinya iritasi pada kulit,

dll.

B.    Rumusan Masalah

Dari uraian di atas maka di rumuskan masalah yaitu bagaimana

Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Krim Pemutih Yang Beredar Di

Desa Teteaji Kec.Tellu Limpoe Kab.Sidenreng Rappang

C.    Tujuan penelitian

Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Tingkat

Pengetahuan Masyarakat Tentang Krim Pemutih Yang Beredar Di Desa

Teteaji Kec.Tellu Limpoe Kab.Sidenreng Rappang

D.   Manfaat Penelitian      

1. Menambah pengetahuan tentang bahaya penggunaan krim pemutih.

2. Dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya

penggunaan krim pemutih.

3. Masyarakat dapat memilih krim pemutih yang aman untuk digunakan.


5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Uraian wilayah
Desa Teteaji merupakan salah satu Desa dari Sembilan

Desa/Kelurahan yang ada dalam wilayah Kecamatan Tellu Limpoe

Kabupaten Sidenreng Rappang. Desa Teteaji merupakan satu-satunya Desa

yang yang ada di Wilayah Kecamatan Tellu Limpoe sebelum Kecamatan

Tellu Limpoe mengalami pemekaran menjadi Sembilan wilayah.

Kemudian Pada Tahun 1995 Desa Teteaji mengalami pemekaran

menjadi Dua Desa yaitu Desa Polewali sebagai Desa Persiapan sebulum

menjadi Desa Defenitif.

Secara geofrafis Desa Teteaji terletak pada jarak jangkauan 3 Km dari

Ibu Kota Kecamatan dengan jarak waktu tempuh ¼ Jam dan 10 Km dari Ibu

Kota Kabupaten dengan jarak tempuh 1/5 Jam. Di mana Desa Teteaji terbagi

dalam dua Dusun yaitu Dusun I Sudatu dan Dusun II Sukeppe, dengan luas

wilayah ± 3,54 Hektar, dengan topografi/permukiman tanah yang umumnya

rendah.

Penduduk Desa Teteaji berjumlah 2,265 Jiwa yang terdiri dari Laki-

laki 1,133 Jiwa dan Perempuan 1,132 Jiwa. Seluruh penduduk Desa Teteaji

terhimpun dalam keluarga dengan jumlah sebanyak 601 KK. Mata

pencaharian masyarakat Desa Teteaji khususnya wanita adalah Petani,

Wiraswasta, Pelajar dan selebihnya Ibu Rumah Tangga.


5

B. Gambaran Umum Kulit

Kulit adalah organ terluar dari tubuh yang melapisi seluruh tubuh

manusia. Berat kulit diperkirakan sekitar 7 % dari berat tubuh total. Pada

permukaan luar kulit terdapat pori – pori (rongga) yang menjadi tempat

keluarnya keringat. Kulit adalah organ yang memiliki banyak fungsi,

diantaranya adalah sebagai pelindung tubuh dari berbagai hal yang dapat

membahayakan, sebagai alat indra peraba, sebagai salah satu organ yang

berperan dalam eksresi, pengatur suhu tubuh, dll (Suryawan, 2006).

Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya

dari lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa sekitar 1,5 m 2

dengan berat kira-kira 15% berat badan. Kulit merupakan organ yang esensial

dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan.

Warna kulit bermacam-macam, misalnya warna terang (fair skin),

pirang, kuning, sawo matang dan hitam, merah muda pada telapak kaki dan

tangan, serta kecoklatan pada genetalia eksterna orang dewasa.

Demikian pula dengan kelembutannya kulit bervariasi, tebal, tipis dan

elastisitasnya. Kulit yang elastis dan longgar terdapat pada kelopak mata dan

bibir. Kulit yang tebal dan tegang terdapat pada telapak kaki. (Sjarif M.

Wasitaatmadja, 1997).

C. Tinjauan Umum Kosmetik

1. Sejarah kosmetik

Sejak berabad abad yang lalu, kosmetik telah digunakan dan dikenal

masyarakat. Hasil riset serta penyelidikan antropologi, arkiologi, dan


5

etnologi di Mesir dan India membuktikan adanya pemakaian ramuan

seperti bahan pengawet mayat dan salep salep aromatik, yang dianggap

sebagai bentuk awal kosmetik yang kita kenal sekarang ini.  Hal ini

menunjukkan perkembangan kosmetik dimasa itu.

Alam yang kaya akan tanaman obat, rempah-rempah, dan sebagainya,

oleh masyarakat dahulu, digunakan sebagai kosmetik tradisional yang

mereka olah secara tradisional pula. Misalnya rempah-rempah ginseng dan

lain-lain, biasa di gunakan sebagai campuran mandi para putri raja

dahulu.hingga sekarang kosmetik tradisional tersebut juga masih banyak

di minati oleh kebanyakan masyarakat karena di percaya lebih alami dan

memberi efek yang lebih sehat.

Hippocrates (460-370 SM) dan kawan-kawannya mempunyai peran

penting dalam sejarah awal pengembangan kosmetik dan kosmetologi

modern melalui dasar-dasar dermatologi, diet, dan olahraga sebagai sarana

yang baik untuk kesehatan dan kecantikan.

Pada Zaman Renaissance (1300-1600), banyak universitas didirikan

di Inggris, dan Eropa. Kemudian pada masa itu, ilmu kedokteran semakin

bertambah luas, hingga kemudian ilmu kosmetik dan kosmetologi

dipisahkan dari ilmu kedokteran (Azhara, 2011).

Kosmetik sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani

“kosmetikos“  yang berarti ketrampilan menghias, mengatur, namun pada

perkembanganya istilah kosmetik telah dipakai oleh banyak kalangan dan

profesi yang berbeda, sehingga pengertian kosmetik menjadi begitu luas


5

dan tidak jelas, istilah kosmetologi telah dipakai sejak tahun 1940 di

Inggris, Perancis, Jerman. Istilah ini tidak sama bagi tiap profesi yang

menggunakannya.

Dari mulai abad ke-19, kosmetik mulai mendapat perhatian, yaitu

kosmetik tidak hanya untuk kecantikan saja melainkan untuk kesehatan.

Sekarang ini, dengan kemajuan teknologi, kosmetik menjadi sebuah

perpaduan antara kosmetik dan obat (pharmaceutical) atau yang sering

disebut kosmetik medis (cosmeticals).

Sejak 40 tahun terakhir, industri kosmetik semakin meningkat,

Industri kimia memberi  banyak bahan dasar dan bahan aktif kosmetik,

Kualitas dan kuantitas bahan biologis untuk digunakan pada kulit terus

meningkat.

2. Penggolongan Kosmetik

Penggolongan kosmetik terbagi atas beberapa golongan, yaitu:

a. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI, kosmetik dibagi ke dalam

preparat.

1) Preparat untuk bayi, misalnya minyak bayi, dan bedak bayi.

2) Preparat untuk mandi, misalnya sabun mandi, bath capsule, dan

lain-lain.

3) Preparat untuk mata, misalnya maskara, eye-shadow, dan lain-lain.

4) Preparat wangi-wangian, misalnya parfum, toilet water, dan lain-

lain.

5) Preparat rambut, misalnya cat rambut, hair spray, dan lain-lain.


5

6) Preparat pewarna rambut, misalnya cat rambut, dan lain-lain.

7) Preparat make up (kecuali mata), misalnya bedak, lipstik, dan lain-

lain.

8) Preparat untuk kebersihan mulut, misalnya pasta gigi, mouth

washes, dan lain-lain.

9) Preparat untuk kebersihan badan, misalnya deodorant, dan lain-lain

10) Preparat kuku, misalnya cat kuku, lotion kuku, dan lain-lain.

11) Preparat perawatan kulit, misalnya pembersih, pelembab,

pelindung, dan lain-lain.

12) Preparat cukur, misalnya sabun cukur, dan lain-lain.

13) Preparat untuk suntan dan sunscreen, misalnya sunsreen

foundation, dan lain-lain.

b. Penggolongan menurut sifat dan cara pembuatan sebagai berikut:

1) Kosmetik modern, diramu dari bahan kimia dan diolah secara

modern.

2) Kosmetik tradisional:

a) Betul-betul tradisional, misalnya mangir lulur, yang dibuat dari

bahan alam dan diolah menurut resep dan cara yang turun

temurun.

b) Semi tradisional, diolah secara modern dan diberi bahan

pengawet agar tahan lama.

c) Hanya nama tradisional saja, tanpa komponen yang benar-benar


5

tradisional, dan diberi zat warna yang menyerupai bahan

tradisional. (Hidayah, 2015)

c. Penggolongan menurut kegunaannya bagi kulit:

1) Kosmetik perawatan kulit (skin care cosmetics) Jenis ini perlu untuk

merawat kebersihan dan kesehatan kulit. Termasuk didalamnya:

a) Kosmetik untuk membersihkan kulit (cleanser): sabun, cleansing

cream, cleansing milk, dan penyegar kulit (freshener).

b) Kosmetik untuk melembabkan kulit (moisturizer), misalnya

moisturizer cream, night cream, anti wrinkle cream.

c) Kosmetik pelindung kulit, misalnya sunscreen cream dan

sunscreen foundation, sun block cream/lotion.

d) Kosmetik untuk menipiskan atau mengamplas kulit (peeling),

misalnya scrub cream yang berisi butiran-butiran halus yang

berfungsi sebagai pengamplas.

2) Kosmetik riasan (dekoratif atau make up) Jenis ini diperlukan untuk

merias dan menutup cacat pada kulit sehingga menghasilkan

penampilan yang lebih menarik serta menimbulkan efek psikologis

yang baik, seperti percaya diri. Dalam kosmetik riasan, peran zat

warna dan pewangi sangat besar. Kosmetik dekoratif terbagi menjadi

dua golongan, yaitu:

a) Kosmetik dekoratifyang hanya menimbulkan efek pada

permukaan dan pemakaian sebentar, misalnya lipstik, bedak,

pemerah pipi, eye-shadow, dan lain-lain.


5

b) Kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya dalam

waktu lama baru luntur, misalnya kosmetik pemutih kulit, cat

rambut, pengeriting rambut, dan lain-lain. (Tranggono, 2007: 8)

3. Persyaratan Kosmetik

Kosmetik yang diproduksi dan atau diedarkan harus memenuhi

persyaratan sebagai berikut:

a. Menggunakan bahan yang memenuhi standar dan persyaratan mutu

serta persyaratan lain yang ditetapkan.

b. Diproduksi dengan menggunakan cara pembuatan kosmetik yang baik.

c. Terdaftar dan mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan

Makanan RI (BPOM RI). Psikologis yang baik, seperti percaya diri.

Dalam kosmetik riasan, peran zat warna dan pewangi sangat besar.

Kosmetik dekoratif terbagi menjadi dua golongan, yaitu:

1). Kosmetik dekoratifyang hanya menimbulkan efek pada permukaan

dan pemakaian sebentar, misalnya lipstik, bedak, pemerah pipi,

eye-shadow, dan lain-lain.

1) Kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya dalam

waktu lama baru luntur, misalnya kosmetik pemutih kulit, cat

rambut, pengeriting rambut, dan lain-lain. (Anonim, 2011)

4. Krim Pemutih
Krim pemutih  pemutih merupakan campuran bahan kimia dan

lainnya dengan khasiat bisa memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit.

Tujuan penggunaanya dalam jangka waktu yang lama agar dapat

menghilangkan  atau mengurangi hiperpigmentasi pada kulit, tetapi


5

penggunaan yang harus terus menerus justru akan menimbulkan

pigmentasi dengan efek permanen.

a.  Bahan aktif  krim pemutih.

Bahan aktif dalam kebanyakan sediaan pemutih modern adalah

garam merkuri, bahan paling sering digunakan dari jenis ini merkuri

kloroamida  (merkuri amida klorida, HgNH2Cl2), merkuri klorida

(sublimate, HgCl2), merkurous klorida (kalomel, Hg2Cl2).  Semua

senyawa ini kecuali Hg2Cl2 yang tidak dapat larut dalam air, lemak dan

pelarut organic dan dicampur kedalam krim dalam bentuk dispersi

halus.

b.  Cara kerja krim pemutih

Efek garam merkuri tergantung pada inhibasi enzim tirikinaase

yang bertanggung jawab pada tahap pertama oksidasi tirosin menjadi

melanin sehingga tahap awal dari reaksi berantai yang menuju

pembentukan melanin tidak terjadi dan kulit mencerah atau lebih putih.

Melanin yang ada tidak dapat dihancurkan tetapi pembentukan

pigmen dicegah. Seabagai tambahan , sublimat mempunyai efek

pengelupasan karena melepaskab HCl pada lapisan kulit yang paling

atas yang menyerang korneum. (Katya, 2015)


5

5. Bahan-Bahan Berbahaya Yang Digunakan Sebagai Pemutih Pada

Krim

a. Merkuri

Merkuri atau air raksa adalah unsur yang mempunyai nomor

atom (NA) 80 serta mempunyai masa molekul relatif (MR =200,59).

Merkuri diberikan simbol kimia Hg yang merupakan singkatan yang

berasal bahasa Yunani Hydrargyricum, yang berarti cairan perak.

Bentuk fisik dan kimianya sangat menguntungkan karena merupakan

satu-satunya logam yang berbentuk cair dalam temperatur kamar

(25°C), titik bekunya paling rendah (-39°C), mempunyai

kecenderungan yang lebih besar, mudah bercampur dengan logam lain

menjadi logam campuran (Amalgam/Alloi), juga dapat mengalirkan

arus listrik sebagai konduktor baik tegangan arus listrik tinggi maupun

tegangan arus listrik rendah. Merkuri merupakan salah satu unsur kimia

yang biasa digunakan pada proses pemisahan emas dengan unsur logam

ikatan lainnya.

Merkuri termasuk logam berat berbahaya, yang dalam

konsentrasi kecil pun dapat bersifat Toksik (Racun). Merkuri

merupakan logam yang dalam keadaan normal berbentuk cairan

berwarna abu-abu, tidak berbau dengan berat molekul 200,59. Tidak

larut dalam air, alkohol, eter, asam hidroklorida, hydrogen bromida dan

hidrogen iodide; Larut dalam asam nitrat, asam sulfurik panas dan lipid.
5

Tidak tercampurkan dengan oksidator, halogen, bahan-bahan yang

mudah terbakar, logam, asam, logam carbide dan amine.

Dengan sifatnya yang demikian, merkuri menjadi  unsur yang

sangat beracun bagi semua makhluk hidup, baik itu dalam bentuk unsur

tunggal (logam) ataupun dalam bentuk persenyawaan (membentuk

senyawa dengan unsur yang lain). Merkuri walaupun mengambil

bentuk cairan sebenarnya  masuk dalam kategori logam. Toksisitas

(Tingkat Keracunan) merkuri berbeda sesuai bentuk kimianya, misalnya

merkuri inorganik bersifat toksik pada ginjal, sedangkan merkuri

organik seperti metil merkuri bersifat toksis pada sistim syaraf pusat. 

Merkuri sama sekali tidak dibutuhkan kehadirannya dalam tubuh kita.

Metil merkuri dapat juga diserap secara langsung melalui

pernapasan dengan kadar penyerapan 80%. Uapnya dapat menembus

membran paru-paru dan apabila terserap ke tubuh,  ia akan terikat

dengan protein sulfurhidril seperti sistein dan glutamine. Di dalam

darah, 90% dari metil merkuri diserap kedalam sel darah merah dan

metil merkuri juga dijumpai dalam rambut.  Jumlah merkuri yang

dimasukkan ke dalam akar rambut adalah berbanding dengan kepekatan

metil merkuri didalam darah. Metil merkuri merupakan senyawa

organik yang paling berbahaya yang telah dipelajari oleh manusia.

Metilasi merkuri dapat terjadi dalam tubuh organisme manapun

termasuk manusia. Merkuri sangat berbahaya terhadap kesehatan

manusia. Merkuri yang terikat pada adenina dapat mengganggu enzim,


5

mengganggu biosintesis protein dan lemak serta merusak DNA dan

RNA yang mengakibatkan kecacatan pada manusia. (Notoatmodjo,

2015)

Semua komponen merkuri dalam bentuk apapun yang masuk ke

dalam tubuh manusia secara terus menyebabkan berbagai kerusakan

permanen pada otak, hati, dan ginjal (Roger etal,1984) Dampak yang

timbul oleh merkuri sebagai berikut :

1.  Gangguan saraf sensoris : Paraesthesia (Sejenis kesemutan yang

cukup parah), kepekaan menurun dan sulit menggerakkan jari tangan

dan kaki, penglihatan  menyempit, daya pendengaran  menurun serta

rasa nyeri pada lengan dan paha (Kram).

2. Gangguan saraf motorik : lemah, sulit berdiri, mudah jatuh, ataksia

(Gangguan koordinasi tangan dan kaki, tubuh hingga gangguan

bicara), tremor (Gemetar pada bagian atau keseluruhan tubuh yang

tidak terkendali),  gerakan lambat, dan sulit berbicara/Gagap.

3. Gangguan lain : gangguan mental, Autis, sakit kepala dan

hipersalivasi (Air liur yang berlebihan). (Tranggono, 2007)

b. Hidroquinon

Hidroquinon dapat digolongkan sebagai obat keras dan hanya bisa

digunakan dengan resep dokter. Hidroquinon merupakan salah satu

bahan aktif yang telah terbukti efektif sebagai pemutih khususnya untuk

mengatasi masalah hiperpigmentasi. Cara kerjanya dengan

memperlambat dan menghambat produksi melanin pada kulit.


5

Hidroquinon merupakan salah satu bahan kosmetik yang juga

digunakan dalam campuran produk-produk kosmetika. Hidroquinon

memang dipercaya dapat membantu seseorang untuk mendapatkan

wajah yang cantik, indah menawan. Manfaat dari hidroquinon sendiri

dapat mencerahkan kulit wajah dan mengatasi wajah dari bintik atau

flek hitam akibat bekas jerawat. Namun hasil penelitian membuktikan

bahwa kosmetika yang mengandung hidroquinon bila terus digunakan

akan menimbulkan efek samping negatif yang mengakibatkan

kerusakan kulit wajah, dan lebih jauh lagi apabila digunakan dalam

jangka waktu yang cukup lama hidroquinon dapat menyebabkan kanker

kulit. (Sugiyono, 2015)

Sejak tahun 2008, BPOM RI telah mengeluarkan edaran bahwa

dalam produksi kosmetik telah ditentukan kadar hidroquinon 0 % atau

pemakaian bahan hidroquinon sudah tidak mendapat izin dari BPOM

RI. (Anonim, 2011)


5