Anda di halaman 1dari 4

NAMA : MELISARI

NIM : 197046008
PROSRAM STUDI : MAGISTER KEPERAWATAN
MATA KULIAH : TREND DAN ISSUE KEPERAWATAN

JAWABAN SOAL IBU DR. SITI ZAHARA


1. Isu yang terkait dengan the global nursing workforce antara lain:
1. Kurang perawat pada negara tertentu
2. Meningkatnya kompleksitas kondisi keperawatan
3. Meningkatmya jumlah populasi lansia
2. Tren pendidikan keperawatan di masa depan sangat berkembang sesuai dengan
tuntutan masyarakat terhadap pelayanan keperawatan yang professional. Hal ini
memicu perawat untuk terus mengembangkan dirinya dalam berbagai bidang,
terutama penataan sistem pendidikan keperawatan. Tren pendidikan keperawatan di
masa depan memperhatikan wawasan keilmuan, orientasi pendidikan dan kerangka
konsep pendidikan.
1. Wawasan Keilmuan
Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) telah dibuka S2
Keperawatan untuk Studi Administrasi Keperawatan dan KMB. Dan
selanjutnya akan dibuka Studi S2 Keperawatan seperti keperawatan jiwa,
komunitas dan anak. Dapat disimpulkan bahwa perkembangan keperawatan
diarahkan kepada profesionalisme dengan spesialisasi bidang keperawatan.
2. Orientasi Pendidikan
Pendidikan keperawatan bagaimanapun akan tetap berorientasi pada
pengembangan pengetahuan dan teknologi, artinya pengalaman belajar baik
kelas, laboratorium dan lapangan tetap mengikuti kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi sehingga diharapkan dapat meningkatkan
pelayanan keperawatan dan persaingan global.
3. Kerangka Konsep
Berpikir ilmiah, pembinaan sikap dan tingkah laku profesional, belajar aktif
mandiri, pendidikan dilingkungan masyarakat serta penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi keperawatan.
JAWABAN SOAL IBU DR. SITI SAIDAH
1. Unsur-unsur praktek keperawatan mandiri yaitu
1. Mengelola kesehatan fisik dan mental
2. Memonitor dan menjamin kualitas praktik pelayanan kesehatan
3. Caring
4. Penyuluhan kesehatan
5. Mengorganisir dan mengelola system pelayanan kesehatan
Contoh:

1. Mengelola kesehatan fisik dan mental: kegiatannya meliputi pengkajian,


monitoring, koordinasi dan mengelola status kesehatan setiap saat
bekerjasama dengan individu, keluarga maupun masyarakat. Perawatan
mengkaji kesehatan klien, mendeteksi penyakit yang akut atau kronis,
melakukan penelitian dan menginterpretasikannya, memilih dan memonitor
interprensi tarapeutik yang cocok, dan melakukan semua ini dalam hubungan
yang suportif dan carring. Perawat harus bisa memutuskan kapan klien
dikelola sendiri dan kapan harus dirujuk ke profesi lain.

2. Memonitor dan menjamin kualitas praktik pelayanan kesehatan: tanggung


jawab terhadap kegiatan-kegiatan praktik professional, seperti memonitor
kemampuan sendiri, memonitor efek-efek intervensi medis, mensupervisi
pekerjaan-pekerjaan personil yang kurang terampil dan berkonsultasi dengan
orang yang tepat. Karena ruang lingkup dan kompleksitas praktik
keperawatan maka diperlukan keterampilan-keterampilan dan pemecahan
masalah, berfikir kritis serta bertinfak etis dan legal terhadap kualitas
pelayanan yang diberikan dan tidak diskriminatif.

3. Caring: bantuan termasuk menciptakan suasana penyembuhan, memberikan


kenyamanan membangun hubungan dengan klien melalui asuhan
keperawatan. Peran membantu seharusnya menjamin partisipasi penuh dari
klien dalam perencanaan asuhan, pencegahan, dan treatmen dan asuhan yang
diberikan. Perawat memberikan informasi penting mengenai proses penyakit,
gejala-gejalanya, dan efek samping pengobatan.
4. Penyuluhan Kesehatan: penyuluhan kepada individu, keluarga maupun
masyarakat mengenai masalah-masalah kesehatan adalah fungsi penting
dalam keperawatan.

5. Mengorganisir dan mengola sistem pelayanan kesehatan: Perawat


berpartisipasi dalam membentuk dan mengola sistem pelayanan kesehatan,
ini termasuk menjamin kebutuhan klien terpenuhi, mengatasi kekurangan
staf, menghadapi birokrasi, membangun dan memelihara tim terapeutik, dan
mendapatkan asuhan spesialis untuk pasien.

2. Praktek mandiri keperawatan dapat dilakukan dalam berbagai area seperti asuhan
keperawatan anak, asuhan keperawatan maternitas, asuhan keperawatan medical
bedah, asuhan keperawatan jiwa, asuhan keperawatan keluarga, asuhan
keperawatan komunitas, asuhan keperawatan gerontik. Intervensi yang dapat
dilakukan perawat dari masing-masing area praktek mandiri tersebut yaitu
1. Asuhan keperawatn pada klien anak memberikan perawtan kesehatan anak,
penyuluhan tentang tumbuh kembang anak, konsiltasi tentang bagaimana
perawatan anak sakit dirumah.
2. Asuhan keperawatan maternitas yaitu melakukan pengkajian maternitas,
memberikan penyuluhan tentangperawatan ibu menyusui dini, senam hamil.
3. Asuhan keperawatan komunitas yaitu melakukan penyuluhan tentang pola
hidup bersih sehat, langkah-langkah mencuci tangan, kebersihan lingkungan.
4. Asuhan keperawatan medical bedah yaitu melakukan pengkajian tentang
integument, sitem pernafasan dan pencernaan pasien. Mencegah terjadinya
infeksi nosocomial pada pasien.
5. Asuhan keperawatan jiwa yaitu melakukan terapi aktivitas kelompok pada
pasien
6. Asuhan keperawatan keluarga yaitu meberikan edukasi tentang perawatan
keluarga, rekreasi keluarga.
7. Asuhan keperawatan gerontik yaitu memeberikan penyuluhan kepada lansia
tentang senam lansia.

3. Menurut pendapat saya, perkembangan pengambilan keputusan secara


tradisional maupun non tradisional di dalam bidang keperawatan sangat
bergantung pada masalah keperawatan yang sedang dihadapi dan bergantung
pada kode etik keperawatan. Pengambilan keputusan secara tradisional
dilakukan dengan menggunakan kebiasaan-kebiasan yang telah dilakukan
sebelumnya dilalakukan oleh perawat. Sedangkan dalam pengambilan
keputusan non tradisional atau modern pengambilan keputusan dilakukan
berdasarkan teknik-teknik riset dan menggunakan pembaharuan terkini dalam
membuat keputusan terutama dalam bidang keperawatan. 

JAWABAN SOAL IBU DR. JENNY


1. Implementasi model holistic bio-psiko-sosial- dan spiritual yaitu parawat dalam
memberian asuhan keperawatan kepada pasien secara menyeluruh,
memanusiakan masusia dan tidak membeda-bedakan pasien. Perawat
menggunakan pendekatan humanistic dengan memperhitugkan semua yang
diketahuinya tentang pasien meliputi pikiran, perasaan, nilai-nilai, pengalaman,
perilaku, bahasa tubuh dengan melihat semua kebutuhan pasien secara
menyeluruh.
2. Aplikasi holistic nurse self care yaitu kesadaran dan ketulusan perawat dalam
memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Seperti memberi petunjuk dan
pengarahan kepada pasien dan memberi dukungan fisik dan psikologis pasien.