Anda di halaman 1dari 2

KARTIKA BUDHI PERTIWI

010117A042

PSIK A

MASALAH PENELITIAN

Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya maupun orang
sewaan untuk memuaskan hawa nafsu mereka (daerah.sindonews.com). Hal ini terbukti pada saat
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kemenkes melakukan survei pada Oktober 2013
dilansir dari data m.kompasiana.com. Persentase yang cukup besar ini sangat memprihatinkan dan
menarik perhatian. Terlebih hal tersebut dilakukan rata – rata dalam hubungan yang belum sah.

Kasus serupa yang dilansir dari data http://daerah.sindonews.com, bahwa tercatat hingga
bulan Juni 2016 setidaknya ada 47 siswi SMA dan SMP yang hamil akibat seks bebas yang mereka
lakukan. Data di Pengadilan Agama Kabupaten Ponorogo, misalnya, mengatakan ada 47 pelajar SMA
dan SMP yang hamil serta putus sekolah. Sangat mengharukan apabila generasi penerus bangsa ini
dirusak oleh hal – hal yang seharusnya belum mereka jajaki. buramnya potret remaja Indonesia
akibat dilumuri kasus-kasus beraroma pornografi dari mulai seks bebas, aborsi, sampai terpapar
HIV/AIDS. Data itu bersumber dari survei yang dilakukan oleh Komite Perlindungan Anak Indonesia
(KPAI), dan Kementrian Kesehatan, (Kemenkes) pada Oktober 2013.

Contoh lain yaitu seorang remaja melakukan hubungan seksual diluar nikah hingga hamil
dan terjadi upaya pembunuhan. Seperti peristiwa yang dikutip dari harian tribun Jogja, pada tahun
2018, di Banyumas seorang siswi SMA berinisial NM hamil diluar nikah, kemudian berupaya untuk
membunuh bayinya dengan gunting di kamar mandi rumah sakit. Peristiwa di media merdeka.com
tahun 2018, seorang remaja yang kalah judi tega mencuri barang milik tetangga dan membunuhnya
yang terjadi di Boyolali. Kenakalan remaja ini cenderung mengarah ke tindak kriminalitas dan
memaksa remaja berhadapan dengan hukum. Perilaku yang seharusnya tidak layak dilakukan oleh
anak remaja, sekarang ini justru sering dilakukan oleh remaja. Pergeseran tingkat kenakalan remaja
menuju tindak pidana dewasa ini sering terliput oleh media. Kenakalan remaja memang sebuah
fenomena yang terjadi di tahap perkembangan masa remaja. Fenomena yang terjadi merupakan
perilaku yang menyimpang dari norma yang berlaku dimasyarakat misalnya membolos, bullying,
merokok, minum minuman keras, berbohong, dan lain-lain. Semua perilaku dilakukan oleh remaja
atas dasar ingin coba-coba dan sanga dominan dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Data http://daerah.sindonews.com menyebutkan bahwa 10 mahasiswa di Tulungagung


tertular HIV/AIDS setelah melakukan seks bebas. Mereka terinfeksi HIV/AIDS diakibatkan
pasangannnya seringkali bergonta – ganti pasangan. Dapat dilihat bahwa akibat adanya seks bebas
ini adalah munculnya penyakit serius yang tidak hanya membahayakan diri sendiri namun juga
membahayakan orang lain.

Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan seks bebas : 1. Kekuatan
iman yang memudar, 2. Kurangnya perhatian orang tua, 3. Rasa ingin tahu, 4. Tontonan tidak
mendidik, 5. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas, 6. Salah bergaul.

Adapun dampak negative yang disebabkan : 1. Hilangnya harga diri, 2. Prestasi menurun, 3. Hamil di
Luar Nikah, 4. Aborsi dan Bunuh Diri, 5. Tercorengnya Nama Baik Keluarga, 6. Tekanan Batin, 7.
Terjangkit Penyakit.
Intervensi yang digunakan untuk mengurangi kenakalan remaja yaitu dengan menggunakan
pendekatan konseling behavioral. Alasan penggunaan konseling ini adalah karena konseling
behavioral adalah konseling yang merupakan perpaduan antara pendekatan dalam psikoterapi
cognitive therapy dan behaviour therapy. Terapi kognitif berfokus pada pikiran, memfasilitasi
individu belajar mengenali dan mengubah cara berfikir agar menjadi lebih terarah. Sementara terapi
tingkah laku arahnya membangun hubungan antara situasi permasalahan dengan kebiasaan-
kebiasaan mereaksi masalah. Individu belajar mengubah perilaku, menenangkan pikiran dan tubuh
hingga merasa lebih baik, berpikir lebih realistik dan membantu memilih keputusan yang tepat
(Corey, 2013a).

DAFTAR PUSTAKA

Maulana, M. A., & Nugroho, P. W. (2019). Mengurangi Kenakalan Remaja Menggunakan Konseling
Behavioral pada Peserta Didik di SMA Muhammad Arief Maulana 1 , Panggih Wahyu
Nugroho 1 1. 06(1), 57–64.

https://www.balitbangham.go.id/detailpost/maraknya-budaya-seks-bebas-di-era-globalisasi-suatu-
refleksi-moral