Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Pengertian Judul
Digitisasi (bahasa Inggris: digitizing) merupakan sebuah terminologi untuk
menjelaskan proses alih media dari bentuk tercetak, audio, maupun video menjadi bentuk
digital. Digitisasi dilakukan untuk membuat arsip dokumen bentuk digital, untuk fungsi
fotokopi, dan untuk membuat koleksi perpustakaan digital. Digitisasi memerlukan peralatan
seperti komputer, scanner, operator media sumber dan software pendukung.
Sedangkan pengertian sosial menurut para ahli ialah dalam manusia juga disebut
dengan makhluk sosial karena mereka tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan sebuah
interaksi sosial dengan orang lain.
Ada banyak definisi secara sosial yang terkenal. Gagasan sosial sering disuarakan
dengan banyak ahli dan peneliti dari Indonesia atau dari luar negeri. Terdapat beberapa ahli
dalam mendefinisikan sosial menurut para ahli.
Pemahaman sosial dalam arti KBBI merupakan adanya sebuah hal-hal yang telah
berhubungan dengan suatu komunitas atau karakteristik sosial dan yang mempertimbangkan
dalam kepentingan publik.

B. Latar Belakang
Digitalisasi mewarnai kehidupan era kini dan mendatang, bahkan bisa saja
dikatakan sebagai, sesuatu yang didewa-dewakan, seperti “ilah”. Keberadaannya tidak bisa
dihindari dapat berdampak positif dan negatif. Suatu era yang secara massif, membuat
semua anak Adam harus menyesuaikan perilakunya, sehingga mereka tidak menjadi objek
digitalisasi.
Hakekat Digitalisasi adalah integrasi tekonologi  digital ke dalam kehidupan
sehari-hari melalui digitalisasi sesuatu yang dapat digitalisasikan. Makna literal digitalisasi
memberikan suatu ide pengembangan yang nampak dan dunia yang bergantung pada
teknologi. Adopsi teknologi digital untuk memodifikasi model bisnis yang bertujuan untuk
menciptakan suatu nilai dari penggunaan teknologi baru dan maju dengan mengeksploitasi
dinamika jaringan digital dan arus digital raksasa informasi.
C. Metode Pengumpulan Data
Metode yang kami gunakan adalah metode library research (Study Library) yaitu
membaca buku – buku yang relevan dan mencari sumber – sumber dari situs – situs
internet.

D. Hypotesa
Perkembangan teknologi informasi sekarang ini membawa sebuah perubahan di
dalam masyarakat. Lahirnya media sosial saat ini menjadikan pola-pola perilaku
masyarakat umumnya mengalami pergeseran baik budaya, etika dan norma yang ada saat
ini. Media sosial merupakan sebuah media online, dengan para penggunaannya yang bisa
dengan mudah berpartisipasi, berbagi maupun menciptakan isi meliputi blog, jejaring
sosial, maupun forum. Blog maupun jejaring sosial merupakan bentuk media sosial yang
paling sering digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan
bahwa media sosial ialah media online yang mendukung interaksi sosial dan juga  media
sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog
yang interktif.
BAB II
DIGITALISASI SOSIAL TERHADAP PERILAKU DAN INTELEKTUAL

A. Pengertian Digitalisasi
Apakah pengertian digitalisasi? Digitalisasi adalah sebuah istilah atau terminologi
yang digunakan untuk menjelaskan sebuah proses peralihan media. Peralihan yang
dimaksud adalah peralihan dari tercetak, video, maupun audio menjadi sebuah digital.
Tujuan melakukan digitalisasi adalah agar bisa membuat sebuah arsip dokumen dalam
bentuk digital.
Digitalisasi juga terkadang digunakan untuk membuat berbagai koleksi
perpustakaan digital maupun fungsi fotokopi. Beberapa peralatan yang diperlukan untuk
melakukan digitalisasi antara lain: komputer, operator, scanner, dan tentunya software
yang sesuai untuk melakukan kegiatan ini. Dokumen tercetak yang dialihkan ke dalam
bentuk digital tersebut nantinya memerlukan sebuah aplikasi yang bernama Adobe
Acrobat atau juga Omnipage.
Sementara untuk dokumen audio yang akan dipindah atau dialihkan ke digital
harus membutuhkan aplikasi yang bernama JetAudio atau CoolEdit maupun aplikasi
lainnya yang memiliki fungsi yang sama. Adapun bagi Anda yang ingin mengubah sebuah
dokumen video menjadi digital, maka yang dibutuhkan adalah sebuah aplikasi yang
memiliki fungsi untuk mengolah video.

B. Perkembangan Digitalisasi di Indonesia


Perlu dipahami bahwa perkembangan digitalisasi di Indonesia berlangsung
cepat seolah-olah tidak pernah terhenti. Para developer atau pengembang selalu berusaha
melakukan inovasi untuk menciptakan sebuah terobosan baru yang berbasis informasi
dengan tujuan agar para pengguna bisa semakin terbantu di dalam kegiatan sehari-hari.
Setiap sektor sekarang ini sudah tidak bisa lepas dari yang namanya digitalisasi.
Selain itu, digitalisasi juga tidak bisa lepas dari internet karena memang internet
merupakan jantung atau organ penting dalam semua sektor digitalisasi. Berdasarkan
keterangan yang dijelaskan oleh Kemkominfo bahwa para pengguna internet yang berasal
dari Indonesia kurang lebih mencapai 82 juta. Dengan pencapaian tersebut, maka
Indonesia menduduki peringkat kedelapan sebagai negara yang memiliki jumlah
pengguna internet terbanyak.
Hal ini membawa dampak positif bagi para pelaku pasar di bidang teknologi.
Mereka menjadikan Indonesai sebagai negara yang tentu akan memberikan banyak
keuntungan bagi para investor atau perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Salah
satu contohnya adalah Tokopedia yang sudah lama menerapkan teknologi digitalisasi ini
ke dalam berbagai aktivitas jual beli mereka atau yang lebih dikenal dengan e-commerce.
Pendapatan yang diraih bahkan mencapai angka yang fantastis, yakni 1 Triliun
setiap bulan pada tahun 2016. Mereka memiliki jumlah produk yang sudah dibeli kurang
lebi mencapai 30 juta produk. Dengan adanya Tokopedia, para pembeli maupun penjual
bisa dengan mudah melakukan transaksi jual beli meskipun dengan jarak yang jauh.
Kemudahan lain yang ditawarkan oleh Tokopedia adalah seperti memudahkan masyarakat
jika hendak membeli pulsa listrik, telepon, sampai memudahkan mereka dalam membayar
tagihan BPJS.
Meskipun begitu bukan berarti tidak ada aktivitas yang dapat memberikan dampak
negatif. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari kriminologi.id, bahwa Kepolisian
Jawa Barat ternyata berhasil membongkar adanya perdagangan senjata api secara ilegal di
situs tersebut. Kejadian ini terjadi pada tanggal 1 Maret 2018 yang mana jika penemuan
ini tidak berhasil diungkap bisa menyebabkan banyaknya pembunuh bayaran.
Tidak adanya filtering atau penyaringan terhadap produk apa saja yang boleh dijual
dan tidak merupakan kekurangan yang dimiliki oleh Tokopedia maupun toko aplikasi
lainnya yang memiliki sistem kerja yang sama. Selain itu, perkembangan dunia
digitalisasi sudah semakin merambah dan semakin bisa dirasakan oleh seluruh
masyarakat. Salah satunya hadirnya aplikasi GO-JEK maupun juga GRAB yang menjadi
aplikasi transportasi terkenal yang dikenal, khususnya di Indonesia.
Nadim Karim, pendiri dari GO-JEK memiliki kurang lebih 200 ribu partner, baik
yang terdiri dari motor maupun juga mobil. Sementara itu, tidak kurang dari 45 ribu para
merchant untuk Go-Food dan sekitar 3000 telah disediakan untuk penyedia layanan.
Banyak manfaat yang bisa didapatkan masyarakat dari aplikasi ini, diantaranya
memberikan kemudahan masyarakat mengakses lokasi yang tidak bisa diakses angkutan
umum. Selain itu, aplikasi ini telah membuka banyak lapangan pekerjaan yang tentunya
membantu mengurangi kemiskinan.
Intinya, perkembangan digitalisasi di Indonesia memiliki unsur positif dan negatif.
Yang terpenting adalah semua pihak harus saling membantu dalam meningkatkan dan
menemukan berbagai solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi hal-hal negatif yang
ditimbulkan akibat digitalisasi tersebut. Dengan begitu, maka semua pihak bisa terhindar
dari kemungkinan-kemungkinan yang bisa merugikan diri sendiri maupun juga orang lain.

C. Manfaat Digitalisasi
Lalu apa saja manfaat digitalisasi? Seperti yang telah kami jelaskan bahwa tujuan
dari adanya digitalisasi adalah membantu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari manusia.
Digitalisasi akan memberikan keefektifan dan optimalisasi mengenai berbagai banyak hal
yang malah sebelumnya membutuhkan waktu atau usaha lebih untuk bisa
mendapatkannya.
Misalnya, digitalisasi di bidang transporasi yang mana dengan hadirnya aplikasi
GO-JEK masayarakat bisa dengan mudah menemukan lokasi yang diinginkan yang
terkadang tidak bisa dijangkau oleh angkutan umum. Selain itu, waktu untuk bisa
mencapai tempat tersebut juga tidak lama bahkan lebih cepat dari perkiraan. Manfaat
digitalisasi di bidang transportasi juga membuat kita lebih mudah mendapatkan makanan
maupun minuman atau juga mengirimkan barang.
Sementara itu, manfaat digitalisasi di bidang perdaganan atau jual beli yaitu penjual
maupun pembeli bisa dengan mudah melakukan transaksi jual beli dalam waktu yang
singkat. Bahkan meskipun lokasi barang yang diinginkan di luar negeri, namun waktu dan
komunikasi tetap berjalan lancar dan tanpa adanya gangguan
D. Dampak Degitalisasi sosial terhadap perilaku dan intelektual

Digitalisasi mewarnai kehidupan era kini dan mendatang, bahkan bisa saja dikatakan
sebagai, sesuatu yang didewa-dewakan, seperti “ilah”. Keberadaannya tidak bisa dihindari
dapat berdampak positif dan negatif. Suatu era yang secara massif, membuat semua anak
Adam harus menyesuaikan perilakunya, sehingga mereka tidak menjadi objek digitalisasi.

Hakekat Digitalisasi adalah integrasi tekonologi digital ke dalam kehidupan sehari-hari


melalui digitalisasi sesuatu yang dapat digitalisasikan. Makna literal digitalisasi
memberikan suatu ide pengembangan yang nampak dan dunia yang bergantung pada
teknologi. Adopsi teknologi digital untuk memodifikasi model bisnis yang bertujuan untuk
menciptakan suatu nilai dari penggunaan teknologi baru dan maju dengan mengeksploitasi
dinamika jaringan digital dan arus digital raksasa informasi.

Teknologi digital sebagai produk inovasi tentu menjanjikan banyak kebaikan dan manfaat,
sebagai sifat katakter itu sebdiri. Karena itu teknologi digital diharapkan sekali mampu
tunjukkan dampak positifnya. Teknologi digital membantu hidup kita menjadi lebih baik.
Layanan pemasaran secara digital juga membantu orang-orang menjadi lebih efisien dan
produktivitas meningkat. Tekonologi digital juga bisa hemat waktu dan uang.

Selanjutnya teknologi digital memiliki dampak yang lebih besar terhadap karakteristik
fundamental budaya yang mencakup hukum, seni, bahasa, mobilitas, layanan kesehatan,
agama dan pendidikan. Secara rinci dampak positifnya sebagai berikut: Pertama, kemajuan
teknologi telah memperbaiki secara signifikan standar hidup kita. Orang-kang bergaji,
makan, dan berpakaian lebih baik serta menikmati hidup lebih nyaman. Kedua,
pengembangan teknologi bidang medis yang lebih maju telah memungkinkan para dokter
menggunakan peralatan yang lebih mutakhir yang dapat memberikan direksi penyakit
secara cepat dan akurat. Hal ini membantu dalam memberikan tindakan yang lebih awal.
Video conference memungkinkan dokter melakukan tindakan kepada pasien di lingkungan
virtual.
Ketiga, teknologi juga bermanfaat di bidang hukum, di mana hakim dapat berkomunikasi
dengan kriminal yang tidak diijinkan masuk ke ruang sidang yang disebabkan oleh faktor
keamanan. Keempat, alat komunikasi mobil adalah keuntungan utama lainnya. Dengan
HP, seseorang dengan mudah dapat bicara dengan keluarga dan sahabat kendatipun
jaraknya berjauhan.

Kelima, internet telah memberikan keuntungan lebih besar kepada orang-orang yang
terutama tinggal di daerah pedesaan atau yang ada di daerah 3 T (tertinggal, terdepan dan
terluar) untuk mengambil paket perkuliahan. Keenam, teknologi penerbangan telah
membantu kita mencapai kota yang jauh dalam waktu beberapa jam, dibandingkan
daripada mrnggunaksn transpirtasi lainnya.

Ketujuh, digitalisasi telah menkoneksiksn orang-orang kampung yang berada di bawah


layanan dan tak terjangkau membuat mudah untuk mengakses informasi dan teknologi.
Kedelaoan, adopsi digitalissi telah membantu Bank untuk membrikan tingkat layananan
kepada pelanggan semakin membaik, melalui transaksi langsung yang nontunai.

Kesembilan, jaringan sosial telah membantu orang-orang untuk berkoneksi dengan teman-
teman lama dan keluarga serta sharing informasi dengan mereka dalam waktu detikan.
Kesepuluh, digitalisasi dalam bidang pertanian telah membuat kita dapat memenuhi
berbagai ragam makanan orang-orang di seluruh dunia. Kesebelas, digitalisasi di bidang
agama telah banyak membantu ummat untuk mengakses data multimedia untuk pengayaan
dan pendalaman pengetahuan agama di damping untuk pengamalan agama secara kolektif
dan online.

Masih banyak keuntungan yang bisa dipetik dari digitalisasi yang tidak hanya untuk
kepentingan hidup di dunia, melainkan juga untuk kepentingan di akhirat. Kendatipun
demikian kita juga jangan terjebak pada keuntungannya, namun kita juga perlu
mencermati dampak negatifnya, karena teknologi digital juga cenderung membuat kita
kecanduan, sehingga hidup kita sangat tergantung pada digital.
Diam-diam terjadi proses dehumanisasi. Penggunaan digital yang kurang tepat bisa jadi
meng-abu sekira sehingga keamanan dan kesehatan kita menghadapi konsekuensinya. Ada
sejumlah potensi dampak negatif digitalisasi terhadap kehidupan masyarakat. Pertama,
efek digitalisasi terhadap kehidupan ekonomi, Yang dibuktikan dengan perubahan jenis
pekerjaan yang berubah secara berarti, ditambah dengan konversi pekerjaan dengan robot.

Kedua, setiap kemajuan teknologi telah berhasil dalam destruksi kreatif. Televisi telah
mempengaruhi bangunan mental anak, jika tidak didampingi me intonta bisa merusak
pikiran dan hati anak. Kedua, penggunaan sera it sintetik telah mempengaruhi secara
negatif serabut katun.

Ketiga, sebagian besar hal yang diotomasikan pada saat-saat ini, teknologi telah menguragi
tenaga manual dalam suatu organisasi, insitutusi atau industri. Kondisi ini berdampak
terhadap angka pengangguran.

Keempat, dengan tumbuhnya secara pesat transaksi finansial secara online, kemungkinan
cybercrime dan penipun secara online akan meningkat. Kelima, Sekarang lebih dari
negara-negara yang ada sebelumnya dalam menguatkan senjata nuklir dan atom sebagai
jaminan untuk keamanan. Keenam, untuk menjamin hubungan dalam keluarga yang baik,
keluarga bukan melakukan interaksinyang penuh kehangatan, tetapi cukup kirim sms, wa,
telepon, atau Video call saja.

Ketujuh, dewasa ini anak-anak menjadi lebih kecanduan TV, online game, dan jaringan
sosial berbasis web. Kondisi ini membuat kesehatan anak dengan orangtua, saudara dan
teman menjadi berkurang secara berarti. Kedelapan, kasus salah penggunaan informasi
dan foto di media sosial telah meningkat. Bahkan belakangan ini sedikit marah
penggunaan hoaks yang tidak perlu dan merugikan semua.Kesembilan, penggunaan
penyubur dengan dosis yang tinggi telah berdampak jelek terhadap kondisi tanah. Karena
itulah menyebabkan hilangnya penyuburan alamiah dan mengatahkan kepada punahnyab
berbagai varitas tanaman. Kesepuluh, teknologi otomotif yang menguntungkan arus balik
orang-orang telah menjadikan adanya peningkatan secara berarti polusi.
Digitalisasi adalah suatu keniscayaan dari perubahan yang harus terjadi. Semakin
membuktikan bahwa di akhir abad ke-20 telah terprediksi dan terinformasikan bahwa pada
abad ke-21 akan terjadi banyak hal baru dan inovasi dalam kehidupan kita yang tidak
pernah ada di era sebelumnya.

Kini kita semua menjadi saksi bersama bahwa realita itu benar-benar membenarkan
ramalan itu. Oleh karenanya, kita baik secara sendiri-sendiri, kolektif dan institusional
perlu merespon dengan bertindak proaktif, bukan reaktif terhadap persoalan yang ada.

Kita perlu mengoptimalkan dampak positifnya, dan mengatasi dampak negatifnya. Dalam
memanfaatkan dampak positifnya perlu menujukkan integritas kita sehingga memiliki nilai
tambah baik untuk kita, orang lain, bangsa dan lingkungan.

Demikian juga dalam rangka menyikapi dampak negatif, kita perlu wujudkan pikiran
kreatif dan inovatif, misalnya ciptakan kendaraan berbasis listrik untuk kurangi polusi,
menanamkan nilai-nilai agama untuk anak-anak sebagai filter terhadap pengaruh yang
tidak baik, menanamkan nilai kejujuran pada kita dalam kehidupan, sehingga kita terjaga
dalam penggunaan digital.

Demikian beberapa hal yang perlu direnungkan dan didiskusikan untuk bisa terlibat dalam
implementasi teknologi digital secara produktif dan bermakna bagi kehidupan sendiri,
keluarga, agama, orang lain, bangsa, dan manusia. Kita harus menjadi subjek, bukan
objek. Kita perlu memiliki spirit inisiator atau leader, bukan follower. Akhirnya kita perlu
terus siap eksis untuk menjadi, bukan hanya sekedar ada dalam hidup berdigitalisasi.
E. Hubungan Intelek dengan Tingkah laku

Inteligensi menurut Piaget merupakan pernyataan dari tingkah laku adaptif yang terarah
kepada kontak dengan lingkungan dan kepada penyusunan pemikiran (Bybee and Sund,
1982). Piaget memposisikan subjeksebagai pihak yang aktif dalam interaksi adaptif antara
organisme atau terjadi hubungan dialektis antara organisme dan linkungannya. Apa yang
dikatakan oleh Piaget ini kenyataannya memang benar, sebab ornisme tidak pernah terpisah
dari lingkungannya dan juga tidak semacam penerima yang pasif. Interaksi antara organisme
dengan lingkungannya lebih bersifat interaksi timbal balik. Hanya dalam bentuk interaksinya
juga,setiap perubahan tingkah laku adalah merupakan hasil dialektis pengaruh timbal balik
antara organisme dan lingkungannya. Karena pandangan yang demikian itu, teori Piaget
tenteng intelegensi atau kognitif disebut juga dengan teori interaksionis (interactionism theory)
(Bybee dan Sund, 1982).

Piaget memiliki pandangan dasar bahwa setiap organisme memiliki kecenderungan inheren
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Inteligensi sebagai bentuk khusus dari
penyesuaian organisme baru dapat diketahui berkat dua proses yang saling mengisi, yaitu yang
disebut dengan istilah asimilasi dan akomodasi. Organisme sebagai sutu system dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan karena kemampuan mengakomodasi unsur kognitifnya
sedemikian rupa sehingga objek yang baru itu dapat ditangkap dan dipahami secara memadai.
Asimilasi adalah suatu proses individu memasukkan dan menggabungkan pengalaman-
pengalaman dengan stuktur psikologis yang telah ada pada diri individu. Struktur psikologis
dalam diri individu ini disebut dengan istilah skema yang berarti kerangka mental individu
yang digunakan untuk menafsifkan segala sesuatu yang dilihat dan didengarnya. Skema
mampu menyusun pengamatan-pengamatan dan tingkah laku sehingga terjadilah suatu
rangkaian fisik dan mental untuk dapat memahami lingkungannya.
Sangat boleh jadi dalam perkembangan selama kurun waktu tertentu berbagai pengalaman
baru tidak sesuai lagi dengan struktur psikologis dalam diri individu dan tidak dapat
diasimilasikan ke dalam skema-skema yang telah ada. Oleh sebab itu, skema harus diubah,
diperluas dan disesuaikan dengan fakta-fakta yang diperoleh melalui pengalaman-pengalaman
baru. Proses penyesuaian skema dengan fakta-fakta yang diperoleh melalui pengalaman-
pengalaman baru ini dikenal dengan istilah akomodasi. Dengan demikian, proses asimilasi dan
akomodasi merupakan dua proses yang berlawanan. Jika dalam asimilasi proses yang terjadi
adalah menyesuaikan pengalaman-pengalaman baru yang diperolehnya dengan struktur skema
yang ada dalam diri individu, sedangkan akomodasi merupakan proses penyesuain skema
dalam diri individu dengan fakta-fakta baru yang diperoleh melalui pengalaman dari
lingkungannya.

F. Karakteristik Perkembangan Intelek/ Kognitif


Sebagaimana telah didiskusikan di atas, Piaget membangi empat tahapan perkembangan
intelektual/ kognitif, yaitu (1) tahap sensori motoris, (2) tahap praoperasional, (3) tahap
operasional konkret dan (4) tahap operasional formal. Setiap tahapan memiliki karakteristik
tersendiri sebagai perwujudan kemampuan intelek individu sesuai dengan tahap
perkembangannya.

Adapun karakteristik setiap tahapan perkembangan intelek tersebut adalah sebagai berikut :
1. Karakteristik Tahap Sensori-Motoris
Tahap sensori-motoris ditandai dengan karakteristik menonjol sebagai berikut :
a. Segala tindakannya masih bersifat naluriah
b. Aktivitas pengalaman didasarkan terutama pada pengalaman indra
c. Individu baru mampu melihat dan meresapi pengalaman, tetapi belum mampu untuk
mengategorikan pengalaman
d. Individu mulai belajar menangani objek-objek konkret melalui skema-skema sensori-
motorisnya.
G. Perbedaan Individual Dalam Perkembangan Intelek/Kognitif

Secara hereditas, individu memiliki potensi yang dapat menyebabkan perbedaan dalam
perkembangan berpikir mereka. Berkembang atau tidaknya potensi tersebut tergantung pada
lingkungan. Ini berarti bahwa apakah anak akan mempunyai kemampuan berpikir normal, di
atas normal atau di bawah normal sangat tergantung pada lingkungan.

Manusia memiliki perbedaan satu sama lain dalam berbagai aspek, antara lain dalam bakat,
minat, kepribadian, keadaan jasmani, keadaan sosial dan juga inteligensinya. Perbedaan itu
akan tampak jika diamati dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Ada peserta didik
yang cepat, ada yang lambat dan ada pula yang sedang dalam penguasaan materi pelajaran.
Ada siswa yang tingkah lakunya baik dan ada pula siswa yang kurang baik.

Perbedaan individu dalam perkembangan intelek menunjuk kepada perbedaan dalam


kemampuan dan kecepatan belajar. Perbedaan-perbedaan individual peserta didik akan
tercermin pada sifat-sifat atau ciri-ciri mereka dalam kemampuan, keterampilan, sikap dan
kebiasaan belajar, serta kualitas proses dan hasil belajar baik dari segi ranah kognitif, afektif
dan psikomotor.

.
Model pendidikan yang aktif adalah model yang tidak menunggu sampai peserta didik siap
sendiri, tetapi sekolahlah yang mengajar lingkungan belajar sedemikian rupa sehingga dapat
memberi kemungkinan maksimal pada peserta didik untuk berinteraksi. Dengan lingkungan
yang penuh rangsangan untuk belajar tersebut, proses pembelajaran yang aktif akan terjadi
sehingga mampu membawa peserta didik untuk maju ke taraf / tahap berikutnya.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Dalam penyusunan makalah mengenai “Perkembangan Intelek” ini, kami dapat
menarik kesimpulan bahwa ikhtiar pendidikan, khususnya melalui proses pembelajaran, guna
mengembangkan kemampuan intelektual setiap peserta didik harus di pupuk dan
dikembangkan agar potensi yang dimiliki setiap individu terwujud sesuai dengan perbedaan
masing-masing.

B.Saran
Sebaiknya, untuk mengetahui tingkat perkembangan intelek seseorang harus dilakukan
berdasarkan tahap-tahapnya, sesuai dengan perkembangan umur mereka. Walaupun
intelegensi tersebut merupakan bawaan sejak lahir atau yang dikenal dengan faktor hereditas,
namun faktor lingkungan juga sangat berpengaruh dalam perkembangan intelek seseorang.
Untuk itu, agar perkembangan intelek berkembang dengan baik maka harus diperhatikan
faktor-faktor tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohammad & Ansori, Mohammad, Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta)


Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2003. Jakarta : Balai
Pustaka.
Didirwanto, MP. Psikologi Pendidikan, Bandung ; PT. Remaja Rosdakarya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Digitalisasi_informasi.
https://kbbi.web.id/digitalisasi.
https://mediaindonesia.com/read/detail/117287-digitalisasi-indonesia.
Piaget, J, La Psychologie de Intelligene, 1947, Paris ; Librairie Armand Colin.