Anda di halaman 1dari 1

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Penyembuhan penyakit secara umum akan dilakukan oleh tenaga yang
terdidik bidang kesehatan yang memiliki kehlian namun tidak menutup
kemungkinan terjadi kesalahan dalam melakukan pelayanan terhadap pasien atau
yang disebut dengan malpraktik. Seorang dokter bekerja sesuai dengan kode etik,
peraturan perundang-undangan dan standar profesi yang mereka miliki. Jika
terjadi suatu sengketa medik terhadap dokter yang memberikan pelayanan maka
perlu di telaah kembali apakah seorang dokter sudah bekerja sesuai dengan aturan
yang berlaku sehingga baru dikatakan seorang dokter melakukan malpraktik
medis contohnya kesalahan dalam mendiagnosis. Seperti kasus dari Drs. Pahlevi
terjadi karena adanya kesalahan diagnosis yang diduga malapraktek menyebabkan
salahnya pengambilan tindakan yang berakibat fatal pada terhadap dirinya. Etika
kesehatan hukum kesehatan merupakan aturan-aturan dalam kesehatan. Dalam
pelayanan kesehatan tentu ada aturan-aturan yang berkaitan dengan kesehatan
yaitu bagaimana menghandle masalah-masalah itu tidak keluar dari etika dan
hukum agar apa yang dikerjakan tidak menimbulkan efek secara etika dan hukum
terhadap diri sendiri dan orang lain.Malpraktik profesi medis/kedokteran bisa
masuk lapangan hukum pidana, apabila memenuhi syarat-syarat tertentu dalam
tiga aspek yaitu : syarat dalam sikap batin dokter, syarat dalam perlakuan medis,
dan syarat mengenai hal akibat. Berdasarkan kasus Drs. Pahlevi tersebut, dokter
masuk kedalam lapangan hukum karena termasuk kedalam syarat perlakuan
medis, dikarenakan seorang dokter salah mendiagnosis suatu penyakit

B. Saran