Anda di halaman 1dari 10

PERTEMUAN Ke 3

NAMA KELOMPOK :
1. PRADIKTA ANDHIKA ARDY 1702101041
2. ALIF MASYKHURI DIAN ARGANA 1702101047
3. DWI PUJI SETIAWAN 1702101053
4. MUHAMMAD DAVIQ AFFEROYS 1702101056

1. Pembelajaran terpadu memerlukan pendidik yang kreatif dalam kompetensi


untuk mengatur agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan
dan utuh. Selain itu juga memerlukan kecekatan dan kecakapan (kompetensi)
pendidik pengampu kelas untuk melakukan perencanaan pembelajaran terpadu.
Bagaimana pendapat saudara tentang pernyataan tersebut di atas!

Jawaban
Menurut kami pernyataan tersebut sangat tepat karena pembelajaran terpadu adalah
model pembelajaran yang memadukan berbagai disiplin ilmu sehingga memerlukan
pendidik yang kreatif dalam kompetensi untuk mengatur agar pembelajaran menjadi
lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh. Selain itu prinsip-prinsip
pembelajaran terpadu yang sederhana dan cenderung kompleks menuntut kreativitas
pendidik yang tinggi dalam menyiapkan kegiatan belajar termasuk berimprovisasi
dalam menghadapi kemampuan peserta didik yang beragam, bahan pembelajaran
yang tersebar dalam berbagai sumber, sarana dan prasarana yang harus sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran hingga menyusun kompetensi atau indikator yang harus
dicapai peserta didik.

2. Bagaimana menurut pendapat saudara tentang pembelajaran yang dilakukan


dengan team teaching dan single teaching! Apa kelebihan dan kelemahan kedua
pembelajaran tersebut!Team Teaching
Jawaban
A. Team teaching
Team teaching merupakan suatu strategis pembelajaran yang dilakukan oleh
lebih satu orang pengajar dengan pembagian peran yang jelas dan tanggung jawab
dari masing-masing pihak terlihat secara nyata.
Menurut saya, dengan metode Team teaching masing-masing pihak bersama-
sama dalam mempersiapakan, melaksanakan serta mengevaluasi hasil belajar yang di
tunjukkan kepada peserta didik dan paling terpenting dilaksanakan dalam waktu dan
tempat yang sama. Dalam Pelaksanananya team teaching dapat melakukan proses
pengajaran dengan metode pengajaran yang telah ditentukan oleh masing-masing
pihak seperti metode ceramah, eksperimen atau metode lainnya yang sesuai basic
materi yang sedang diajarkan. Pelaksanaan Team teaching ini sangat bermanfaat dan
efektif dalam mencapai hasil ouput siswa yang memiliki kapasitas keilmuan dan
keahlian yang baik ketika diterapkan secara maksimal.

Kelebihan dan kekurangan Team Teaching


Dalam Penerapan Team teaching ini ada dua pihak yang menjadi sasaran utama yaitu
pihak pengajar dan pihak siswa, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan Team
teaching.
a. Bagi Pengajar
Kelebihan :
1. Mengantisipasi kelebihan jam kerja guru dalam mengajar.
2. Membantu guru dalam pembagian tugas sesuai basic masing-masing.
3. Menampung guru yang sudah berlebihan
Kekurangan :
1. Tidak semua guru bisa berkolaborasi dalam Team teaching.
b. Bagi Siswa
Kelebihan :
1. Opsi mencari informasi/bertanya dari pihak guru banyak.
2. Proses pembelajaran efektif bagi siswa.
3. Siswa terhindar dari kekosong materi untuk mata pelajaran tertentu.
Kelemahan :
1. Siswa di hadapkan dengan dua sisi orang yang berbeda terkait dalam
menyelaraskan informasi dari guru A ke B.
2. dihadapkan biaya mahal, karena lebih satu orang pengajaran.

B. Single Teaching
Single teaching adalah pembelajaran yang menitikberatkan bantuan dan
bimbingan kepada masing-masing individu. Single Teaching atau pengajaran
perseorangan merupakan suatu strategi untuk mengatur kegiatan belajar mengajar
sedemikian rupa sehingga setiap siswa memperoleh perhatian lebih banyak daripada
yang dapat diberikan dalam rangka pengelolaan kegiatan belajar mengajar dalam
kelompok siswa yang besar.
Menurut saya, ada beberapa perbedaan yang membuat siswa kurang optimal
dalam belajar, yaitu Perbedaan umur, Perbedaan intelegensi, Perbedaan kesanggupan
dan kecepatan, dan Perbedaan jenis kelamin. Perbedaan ini yang harus di perhatikan
guru dalam mengajar, oleh karena itu di lakukanlah Single teaching ini untuk
menawarkan solusi terhadap masalah peserta didik yang beraneka ragam tersebut.
Single Teaching memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan
sendiri tempat, waktu, kapan dirinya merasa siap untuk menempuh ulangan atau
ujian.

Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Individual


1. Kelebihan, yaitu:
a. Pembelajaran tidak dibatasi waktu.
b. Siswa dapat belajar secara tuntas.
c. Perbedaan-perbedaan yang banyak diantara para peserta dipertimbangkan.
d. Para peserta didik dapat bekerja sesuai dengan tahapan mereka dengan waktu
yang dapat mereka sesuaikan.
e. Gaya-gaya pembelajaran yang berbeda dapat diakomodasi.
f. Hemat untuk peserta dalam jumlah besar.
g. Para peserta didik dapat lebih terkontrol mengenai bagaimana dan apa yang
mereka pelajari.
h. Merupakan proses belajar yang bersifat aktif bukan pasif.

2. Kelemahan, yaitu:
a. Memerlukan waktu yang banyak untuk mempersiapkan bahan-bahan.
b. Motivasi peserta mungkin sulit dipertahankan.
c. Peran instruktur perlu berubah.
d. Keberhasilan tujuan pembelajaran kurang tercapai, karena tidak ada tempat untuk
siswa bertanya.

3. Sumber belajar utama yang digunakan dalam pembelajaran terpadu dapat berbentuk
teks tertulis seperti buku, majalah, brosur, surat kabar, poster dan informasi lepas,
atau berupa lingkungan sekitar seperti lingkungan alam dan lingkungan sosial sehari-
hari. Proses pembelajaran yang efektif adalah proses pembelajaran yang
menggunakan berbagai ragam sumber belajar. Langkah-langkah apa saja yang dapat
pendidik lakukan dalam menghasilkan sumber belajar berupa modul pembelajaran
yang baik dan menarik bagi peserta didik?

Jawaban

Langkah-langkah Penyusunan Modul Pembelajaran yang baik dan menarik bagi


peserta didik

A. Analisis Kebutuhan Modul


Analisis kebutuhan modul merupakan kegiatan menganalisis silabus dan RPP
untuk memperoleh informasi modul yang dibutuhkan peserta didik dalam
mempelajari kompetensi yang telah diprogramkan.
Nama atau judul modul sebaiknya disesuaikan dengan kompetensi yang terdapat pada
silabus dan RPP. Pada dasarnya tiap satu standar kompetensi dikembangkan menjadi
satu modul dan satu modul terdiri dari 2-4 kegiatan pembelajaran. Perlu disampaikan
bahwa yang dimaksud kompetensi disini adalah standar kompetensi dan kegiatan
pembelajaran adalah kompetensi dasar.
Tujuan analisis kebutuhan modul adalah untuk mengidentifikasi dan
menetapkan jumlah dan judul modul yang harus dikembangkan dalam satu satuan
program tertentu. Satuan program tersebut dapat diartikan sebagai satu tahun
pelajaran, satu semester, satu mata 1pelajaran atau lainnya. Analisis kebutuhan modul
sebaiknya dilakukan oleh tim, dengan anggota terdiri atas mereka yang memiliki
keahlian pada program yang dianalisis. Analisis kebutuhan modul dapat dilakukan
dengan langkah sebagai berikut:
1) Tetapkan satuan program yang akan dijadikan batas/lingkup kegiatan. Apakah
merupakan program tiga tahun, program satu tahun, program semester atau lainnya.
2) Periksa apakah sudah ada program atau rambu-rambu operasional untuk
pelaksanaan
program tersebut. Misal program tahunan, silabus, RPP, atau lainnya. Bila ada,
pelajari program-program tersebut.
3) Identifikasi dan analisis standar kompetensi yang akan dipelajari, sehingga
diperoleh
materi pembelajaran yang perlu dipelajari untuk menguasai standar kompetensi
tersebut.
4) Selanjutnya, susun dan organisasi satuan atau unit bahan belajar yang dapat
mewadahi
materi-materi tersebut. Satuan atau unit ajar ini diberi nama, dan dijadikan sebagai
judul modul.
5) Dari daftar satuan atau unit modul yang dibutuhkan tersebut, identifikasi mana
yang
sudah ada dan yang belum ada/tersedia di sekolah.
6) Lakukan penyusunan modul berdasarkan prioritas kebutuhannya.
B. Desain Modul
Desain penulisan modul yang dimaksud di sini adalah Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang telah disusun oleh guru. Di dalam RPP telah memuat
strategi
pembelajaran dan media yang digunakan, garis besar materi pembelajaran dan
metoda
penilaian serta perangkatnya. Dengan demikian, RPP diacu sebagai desain dalam
penyusunan/penulisan modul. Namun, apabila RPP belum ada, maka dapat dilakukan
dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1) Tetapkan kerangka bahan yang akan disusun.
2) Tetapkan tujuan akhir (performance objective), yaitu kemampuan yang harus
dicapai
peserta didik setelah selesai mempelajari suatu modul.
3) Tetapkan tujuan antara (enable objective), yaitu kemampuan spesifik yang
menunjang
tujuan akhir.
4) Tetapkan sistem (skema/ketentuan, metoda dan perangkat) evaluasi.
5) Tetapkan garis-garis besar atau outline substansi atau materi untuk mencapai
tujuan
yang telah ditetapkan, yaitu komponen-komponen: kompetensi (SK-KD), deskripsi
singkat, estimasi waktu dan sumber pustaka. Bila RPP-nya sudah ada, maka dapat
diacu untuk langkah ini.
6) Materi/substansi yang ada dalam modul berupa konsep/prinsip-prinsip, fakta
penting
yang terkait langsung dan mendukung untuk pencapaian kompetensi dan harus
dikuasai peserta didik.
7) Tugas, soal, dan atau praktik/latihan yang harus dikerjakan atau diselesaikan oleh
peserta didik.
8) Evaluasi atau penilaian yang berfungsi untuk mengukur kemampuan peserta didik
dalam menguasai modul
9) Kunci jawaban dari soal, latihan dan atau tugas.

C. Implementasi
Implementasi modul dalam kegiatan belajar dilaksanakan sesuai dengan alur yang
telah
digariskan dalam modul. Bahan, alat, media dan lingkungan belajar yang dibutuhkan
dalam kegiatan pembelajaran diupayakan dapat dipenuhi agar tujuan pembelajaran
dapat
tercapai. Strategi pembelajaran dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan skenario
yang
ditetapkan.

D. Penilaian
Penilaian hasil belajar dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta
didik
setelah mempelajari seluruh materi yang ada dalam modul. Pelaksanaan penilaian
mengikuti ketentuan yang telah dirumuskan di dalam modul. Penilaian hasil belajar
dilakukan menggunakan instrumen yang telah dirancang atau disiapkan pada saat
penulisan modul.

E. Evaluasi dan Validasi


Modul yang telah dan masih digunakan dalam kegiatan pembelajaran, secara
periodik
harus dilakukan evaluasi dan validasi. Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui dan
mengukur apakah implementasi pembelajaran dengan modul dapat dilaksanakan
sesuai
dengan desain pengembangannya. Untuk keperluan evaluasi dapat dikembangkan
suatu
instrumen evaluasi yang didasarkan pada karakteristik modul tersebut. Instrumen
ditujukan
baik untuk guru maupun peserta didik, karena keduanya terlibat langsung dalam
proses
implementasi suatu modul. Dengan demikian hasil evaluasi dapat objektif.
Validasi merupakan proses untuk menguji kesesuaian modul dengan kompetensi yang
menjadi target belajar. Bila isi modul sesuai, artinya efektif untuk mempelajari
kompetensi
yang menjadi target berlajar, maka modul dinyatakan valid (sahih). Validasi dapat
dilakukan dengan cara meminta bantuan ahli yang menguasai kompetensi yang
dipelajari.
Bila tidak ada, maka dilakukan oleh sejumlah guru yang mengajar pada bidang atau
kompetensi tersebut. Validator membaca ulang dengan cermat isi modul. Validator
memeriksa, apakah tujuan belajar, uraian materi, bentuk kegiatan, tugas, latihan atau
kegiatan lainnya yang ada diyakini dapat efektif untuk digunakan sebagai media
mengasai
kompetensi yang menjadi target belajar. Bila hasil validasi ternyata menyatakan
bahwa
modul tidak valid maka modul tersebut perlu diperbaiki sehingga menjadi valid.

4. Pembelajaran terpadu pada dasarnya memerlukan optimalisasi penggunaan media


pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu peserta didik dalam
memahami konsep-konsep yang abstrak. Jelaskan berdasar pendapat saudara tentang
apa itu:
1. media pembelajaran
2. jenis media pembelajaran
3. manfaat media pembelajaran
4. keuntungan menggunakan media pembelajaran

Jawaban
a. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran. Media
pembelajaran juga dapat di artikn sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan
pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat
mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
b. Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
4. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
5. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
6. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan
sejenisnya
7. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer
dan sejenisnya.
c. Tujuan menggunakan media pembelajaran :
Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu :
– mempermudah proses belajar-mengajar

– meningkatkan efisiensi belajar-mengajar

– menjaga relevansi dengan tujuan belajar

– membantu konsentrasi mahasiswa

d. Keuntungan menggunakan media pembelajaran :


1. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra
2. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif
anak didik dapat diatasi.
3. Memperjelas penyajian pembelajaran tidak terlalu bersifat verbalistis( dalam
bentuk kata-kata, tertulis atau lisan )
5. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran terpadu perlu melakukan pengaturan
ruang agar suasana belajar menyenangkan. Bagaimana pendapat saudara tentang 4
(empat) aspek dalam pengaturan ruang kelas?

Jawaban

1. Jadikan wilayah berlalu lintas tinggi bebas dari kemacetan, artinya akses jalan
bagi siswa maupun guru itu sangat longgar dan mudah dilewati sehingga gurupun
mudah berkeliling dan siswa tidak merasa sesak.
2. Pastikan bahwa para siswa dapat dipantau dengan mudah oleh guru, dalam
pengaturan kelas guru harus dapat memantau seluruh cakupan dari siswa sehingga
guru dapat mengontrol semua anak didik tanpa terkecuali.
3. Jaga material pelajaran yang sering digunakan dan perlengkapan siswa mudah
diakses, material pelajaran dan perlengkapan siswa mudah diakses sangat perlu
diperhatikan jika hal itu menjadikannnya kesulitan maka akan menghambat
pembelajaran didalam kelas.
4. Pastikan bahwa para siswa dapat denga mudah melihat presentasi dan tampilan
seisi kelas, pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan guru itu sangat penting
oleh karena itu view ke papan tulis maupun layar proyektor harus pas,, sehingga siswa
tidak terhalangi ataupun kesusahan melihat kedepan.