Anda di halaman 1dari 6

DESAIN PAMERAN

Observasi Desain Pameran “PASAR DESAIN” Universitas Trisakti di


Museum Bank Mandiri

Disusun oleh :

Dwi Septia
Nadira Diandra Ditar
Nindya Frasela
Ruthmaria Sri Rezeki
Savira Auria Haviva

Kelas : DG 4A

PROGRAM STUDI D-IV DESAIN GRAFIS


JURUSAN TEKNIK GRAFIKA DAN PENERBITAN
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
DEPOK
2019
BAB 1 PENDAHULUAN

Pameran merupakan wadah untuk menampilkan sebuah karya atau produk yang akan
dilihat oleh masayarakat atau pengunjung. Biasanya pameran dibuat sebagai ajang promosi.
Pameran adalah suatu  kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau beberapa seniman,
perusahaan untuk menyampaikan gagasan atau idenya atau memperkenalkan produknya
kepada masyarakat melalui media karya seni yang mereka tekuni. Kegiatan ini sangat
diharapkan dapat menjalin komunikasi antara seniman / perusahaan yang diwakili oleh karya
seninya dengan apresiator dari penikmat seni.

Adapun tujuan dari diselenggarakannya pameran  ada beberapa aspek yaitu tujuan
sosial, tujuan kemanusian dan  tujuan komersial.

Dari pandangan  sosial berarti kegiatan pameran  yang diselenggakana baik skala luas
dalam masyarakat maupun skala terbatas di dalam  sebuah daerah. Karya seni yang
ditunjukkan dipergunakan untuk kepentingan sosial.

Adapun manfaat mengadakan pameran  secara komersial adalah  untuk menghasilkan


keuntungan atau profit bagi seniman maupun  penyelenggara pameran.

Fungsi Pameran antara lain :

1. Fungsi Apresiasi

fungsi apresiasi, fungsi ini dapat  diartikan sebagai kegiatan untuk menghargai dan menilai
sebuah  karya seni. 

2 . Fungsi Edukasi

fungsi edukasi yaitu kegiatan pameran karya seni akan memberikan nilai-nilai ajaran
terhadap masyarakat terutama apresiator, misalnya nilai keindahan, nilai sejarah, nilai
budaya, dan sebagainya.
3. Fungsi Rekreasi

fungsi rekreasi yaitu kegiatan pameran akan memberikan rasa senang sehingga dapat
memberikan nilai psikis dan spiritual untuk menghibur hati seniman maupun penikmat seni
yang menghadiri pameran.

4. Fungsi Prestasi

fungsi prestasi memiliki makna bahwa melalui kegiatan pameran dapat dilihat para seniman
yang berbakat. Hal ini bisa kita ketahui dari bentuk-bentuk kreasi yang ditampilkan.

https://www.livindokontraktor.com/manfaat-mengadakan-pameran-bagi-perusahaan-dan-
seniman/

Pada Sabtu, 7 Maret 2020, penulis mengunjungi sebuah pameran yang berada di Museum
Bank Mandiri, Kota Tua, Jakarta Kota. Pameran tersebut diselenggarakan oleh Jurusan
Desain Komunikasi Visual, Universitas Trisakti, Pameran yang bernama PASARDESAIN
tersebut berisi karya-karya dan produk dari mahasisa jurusan DKV Usakti.

Di sana terdapat stand-stand yang menawarkan beberapa jenis produk. Ada makanan,
merchandise (seperti gantungan kunci, dll), baju, dan makanan ringan seperti kripik yang
mendominasi.

Pemilihan pameran PASARDESAIN untuk diobservasi adalah untuk memperhatikan dan


mengevaluasi apa yang masih kurang dan apa yang harus diperbaiki. Terlebih lagi, sebagai
referensi penulis untuk membangun sebuah pameran dan belajar mengenai penataan produk,
manajemen event, dan lain sebagainya.
BAB 2 ISI PAMERAN

PASARDESAIN yang diselenggarakan oleh DKV Usakti menampilkan stand-stand


yang menawarkan beberapa jenis produk. Ada makanan, merchandise (seperti gantungan
kunci, dll), baju, dan makanan ringan seperti kripik yang mendominasi.

Lokasi pameran berada di dalam Museum Bank Mandiri, Kota Tua, Jakarta Kota.
Masuk ke pameran tidak dikenakan biaya tiket masuk. Namun, masuk museum dikenakan
biaya sebesar Rp 5000,-.

BAB 3 MASALAH PADA PAMERAN

Berdasarkan hasil observasi penulis di pameran PASARDESAIN, ada beberapa hal yang
penulis kritisi. Di antaranya :

1. Informasi di banner menunjukkan bahwa pameran buka pada pukul 10.00, namun
pukul 11.43 kondisi stand masih belum siap. Masih ada yang sedang membenahi dan
merapikan stand. Jadi, kurang persiapan.
2. Waktu promosi pameran terlalu mepet, 2 hari sebelum hari H.
3. Tidak ada sign system khusus untuk pameran tersebut. Di depan tiket masuk museum
hanya ada poster dan X-banner. Sehingga harus bertanya terlebih dahulu pada panitia.
Karena lokasinya di dalam museum.
4. Pada postingan digital di media sosial tidak mencantumkan keterangan jam buka dan
jam tutup, sehingga kekurangan informasi. Sedangkan pada x-banner di lokasi
pameran ada keterangan jam buka dan jam tutup.
5. Penataan booth ada yang masih kurang menarik. Hanya meja lalu ditaruh barang di
atasnya. Jadi kurang dari segi estetika.
6. Lokasi pameran terdapat di bagian dalam museum sehingga kurang strategis.
7. Pemilihan lokasi di museum juga kurang pas. Karena biasanya peminat museum
masih bisa dihitung jari. Apalagi harus membayar tiket masuk. Terlebih lagi, produk
yang dijual hanya sedikit.
BAB 4 SARAN

Dari poin-poin masalah di BAB 3, agar penyelenggaraan pameran lebih baik, maka
penulis memiliki beberapa saran :

1. Persiapkan pameran dengan matang. Mulai dari penataan produk, dekorasi booth,
sampai tata letak stand-stand yang ada. Pameran harus sudah siap sesuai jam buka
yang ada pada media promosi.
2. Waktu promosi sebaiknya tidak terlalu mendekati hari H. Persiapkan waktu minimal
seminggu untuk menyebarluaskan informasi mengenai pameran. Dan penyebarannya
pun harus dipikirkan agar tepa sasaran.
3. Sebaiknya dipersiapkan sign system khusus untuk pameran. Seperti penunjuk ke arah
pameran berada. Dan penunjuk arah tersebut harus diperhatikan, yaitu
berkesinambungan agar tidak putus di tengah jalan. Sehingga pengunjung merasa
diarahkan ke lokasi. Selain itu, sign system atau sistem penanda haruslah memiliki
kontras dan kesatuan agar pengunjung tidak bingung, sehingga visual setiap sign
system yang ada dapat mewakili pameran.
4. Keterangan atau informasi pada media promosi pameran harusnya lengkap dan jelas.
Baik itu pada media promosi luar ruangan, maupun media promosi digital. Terutama
informasi lokasi dan waktu.
5. Penataan booth harus dipersiapkan agar menarik pengunjung. Karena ada fungsi
apresiasi dalam sebuah pameran. Sebaiknya desainer/pebisnis menunjukkan performa
terbaiknya. Maka dari itu persiapan adalah hal utama.
6. Pemilihan lokasi di dalam sebuah gedung harus sangat diperhatikan. Apakah nanti
akan menyulitkan pengunjung untuk menemukan pameran atau tidak. Sarannya
adalah dengan sign sysem tadi, salah satunya.
7. Pemilihan lokasi juga harus diperhitungkan secara matang. Sebelumnya harus riset
terlebih dahulu apakah pengunjung ramai ke tempat tersebut atau tidak. Dan
kecenderungan audiens untuk mengunjungi pameran kita berapa persentasenya.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.livindokontraktor.com/manfaat-mengadakan-pameran-bagi-perusahaan-dan-
seniman/