Anda di halaman 1dari 37

NASKAH SOAL DAN PEMBAHASAN

TRY-OUT MENADOENSIS 2020


oleh Alumni OSN Manado 2019
————————————————————————————————————————————————
Biologi Sel dan Molekuler

SOAL 1

Prof. Gitonobel adalah seorang ahli genetika molekular. Suatu hari di awal tahun 2020, ia diminta
pemerintah Tiongkok untuk membantu dalam menangani wabah virus 2019-nCoV yang menggemparkan
dunia.

Dalam proses analisisnya, Prof. Gitonobel ingin mengisolasi protein dari virus ini. Protein kemudian
dipurifikasi dengan menggunakan metode kromatografi yang ditampilkan pada gambar di atas.

Berdasarkan informasi di atas, tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!
A. Pada gambar (a), protein yang memiliki muatan negatif akan keluar dari kolom kromatografi terlebih
dahulu (nomor fraksi lebih kecil).
B. Pada gambar (b), semakin besar ukuran protein, maka semakin besar nomor fraksinya.
C. Pada gambar (c), dapat diisolasi protein dengan afinitas tertentu terhadap senyawa tertentu.
D. Cation-exchange chromatography dan anion-exchange chromatography berbeda dalam hal muatan
protein yang dilewatkan melalui kolom kromatografi.

Pembahasan:
Ketiga gambar tersebut menunjukkan kromatografi protein yang dapat digunakan untuk mempurifikasi atau
mengisolasi protein tertentu yang diinginkan dari suatu substrat.
A. SALAH: Gambar (a) menunjukkan kromatografi pertukaran ion (ion-exchange chromatography). Manik
yang digunakan bermuatan positif. Maka, protein yang bermuatan negatif akan tertahan di dalam tabung
kromatografi karena ditarik manik-manik, menjadikan protein yang bermuatan positif keluar dahulu.
B. SALAH: Gambar (b) menunjukkan kromatografi penyaringan-gel (gel-filtration chromatography).
Manik-manik yang digunakan dalam kolom kromatografi memiliki pori-pori yang dapat memerangkap
protein yang berukuran kecil. Maka, protein kecil akan tertahan dan protein besar dapat keluar terlebih
dahulu (nomor fraksinya lebih kecil).
C. BENAR: Gambar (c) meninjukkan kromatografi afinitas (affinity chromatography). Dalam kromatografi
ini, dapat digunakan manik yang memerangkap protein tertentu berdasarkan afinitasnya.
D. SALAH: Cation-exchange dan anion-exchange chromatography berbeda dalam hal muatan maniknya.
Cation exchange menggunakan manik bermuatan negatif, sedangkan anion-exchange menggunakan
manik bermuatan positif.

SOAL 2
Kodon henti prematur (premature stop codon) dapat terbentuk dalam proses splicing. Hal ini dapat
menghasilkan protein yang lebih pendek dari normal, sehingga protein tidak dapat bekerja dengan optimal
(nonfungsional). Prof. Michael Gitonobel dari Universitas Kusuma Bangsa Palembang dengan adiknya
Bernardus Jason dari SMAN 2 Tangerang Selatan meneliti suatu mekanisme RNA surveillance yang disebut
nonsense-mediated decay (NMD) dari sel.

Saat proses splicing, suatu kompleks protein bernama exon-junction complex (EJC) didepositkan pada
sambungan antar ekson yang baru saja terbentuk. EJC berlaku sebagai penanda bagi sel untuk
menghancurkan mRNA prematur ini secara enzimatis.
Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!
A. Keberadaan 3’ UTR menjadi salah satu penanda kodon stop prematur.
B. Mekanisme ini serupa dengan pembungkaman mRNA oleh siRNA.
C. Penghancuran mRNA ini lebih bermanfaat bagi individu mutan heterozigot dibandingkan mutan
homozigot bagi penyakit distrofi otot yang disebabkan mutasi nonsense resesif.
D. Proses serupa di prokariot terjadi dengan bantuan mRNA yang membentuk struktur serupa hairpin.

Pembahasan:
A. SALAH: 3’ UTR tidak selalu menandakan keberadaan premature stop codon. Hanya saja, 3’ UTR
yang panjang menjadi sinyal bahwa translasi sudah diterminasi lebih awal dari seharusnya, sehingga
menandakan kodon stop prematur.
B. SALAH: Pembungkaman dengan siRNA melibatkan pembentukan struktur awal berupa hairpin
dengan bantuan Dicer, serta melibatkan komplementasi sekuens nukleotida dari RNA dan enzim.
Pada mekanisme NMD, tidak ada komplementasi sekuens nukleotida.
C. BENAR: Pada penyakit distrofi otot, protein prematur masih memiliki sebagian kemampuan
muskular. Individu heterozigot yang memiliki satu salinan mRNA normal dapat ditranslasi dan
menghasilkan protein yang melaksanakan fungsinya dengan baik, dan salinan mRNA abnormal
satunya dapat dihancurkan sehingga tidak menghasilkan dampak negatif tertentu. Namun bagi
individu mutan homozigot, kedua salinan mRNA dihancurkan, sehingga individu sama sekali tidak
memiliki aktivitas muskular akibat NMD.
D. SALAH: Proses splicing hanya terjadi pada eukariot.

SOAL 3

CwiM merupakan regulator dari pembentukan dinding sel pada Mycobacterium tuberculosis. Panjang (1)
dan jumlah (2) dari sel-sel wild-type dan knockout CwiM kemudian dipelajari. Analisis rantai asam amino
menunjukkan CwiM homolog dengan enzim-enzim zinc-dependent (3).

A. CwiM adalah enzim zinc-dependent juga.


B. CwiM berperan penting dalam kelulushidupan sel.
C. Jika dianalisis, homolog CwiM pada Escherichia sp. akan memiliki aktivitas elongasi sel yang sama
dengan Mycobacterium.
D. Apabila galur WT dan knockout CwiM ditumbuhkan di medium minim zinc, grafik jumlah sel akan
mirip dengan gambar di atas.
Pembahasan:
A. SALAH, Sekuens asam amino CwiM tidak memiliki domain Histidine yang dapat mengikat Zn.
B. BENAR, Jumlah sel jatuh pada galur knockout CwiM.
C. SALAH, Homolog CwiM pada Escherichia sp. memiliki sekuens asam amino yang berbeda sehingga
kemungkinan besar tidak memiliki peran yang sama.
D. BENAR, CwiM Mycobacterium tidak zinc-dependent sehingga tidak terpengaruh oleh keadaan maupun
ketidakberadaan zinc.

SOAL 4

Siklus Krebs merupakan salah satu tahapan dalam jalur utama katabolisme sel. Siklus Krebs terjadi di dalam
mitokondria dalam sel eukariot. Pada prokariot bebas, siklus Krebs dimodifikasi untuk memaksimalkan
produksi asam amino lisin.

A. Jika threonin ditambahkan ke medium tumbuh, produksi lisin akan berkurang.


B. Memperbesar aktivitas ID akan memperkecil sintesis lisin.
C. Aktivitas glukoneogenesis yang diakibatkan oleh enzim PEPCK berbanding terbalik dengan jumlah lisin
yang disintesis.
D. Membuat PEPC menjadi tidak sensitif terhadap malat dan aspartat akan memperbesar sintesis lisin.
Pembahasan:
A. BENAR: Threonin memiliki mekanisme regulasi negative feedback terhadap enzim AK yang
mengsintesis threonin itu sendiri dan juga lisin. Apabila threonin ditambahkan, threonin akan
menghambat enzim AK sehingga produksi lisin berkurang.
B. ID menyebabkan lepasnya karbon dari siklus dalam bentuk karbon dioksida. Hal ini jelas mengurangi
jumlah carbon backbone yang bersirkulasi dalam siklus Krebs.
C. Glukoneogenesis justru mengubah komponen-komponen siklus Krebs kembali menjadi glukosa
sehingga mengurangi carbon backbone yang bersirkulasi.
D. Ini akan memperbesar produksi oxaloasetat yang dapat diubah menjadi lisin.

SOAL 5

Fotosintesis adalah cara organisme dalam mengkonversi energi dari cahaya matahari menjadi energi kimia
yang dapat dimanfaatkan mahluk hidup. Pada tumbuhan, alga, dan beberapa cyanobacteria, pemanfaatan
cahaya ini dilakukan pada pusat reaksi fotosintesis yang berada didalam fotosistem. Berdasarkan apa yang
anda telah ketahui mengenai reaksi ini, tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah.
A. Transfer energi pada light harvesting complex ke pusat reaksi fotosintesis terjadi karena
fluorosensi pigmen yang tereksitasi yang memancarkan foton dengan tingkat energi lebih rendah
kearah pusat reaksi.
B. Semakin tinggi tingkatan energi foton, semakin tinggi pula energi yang ditransfer oleh pusat reaksi
menuju reaksi selanjutnya.
C. P680 pada fotosistem 2 memiliki potensial redox lebih positif daripada O2 dan H+.
D. Pigmen karotenoid digunakan oleh tumbuhan untuk memperluas spektrum cahaya matahari yang
dapat digunakan.

Pembahasan:
A. SALAH: Transfer energy pada light harvesting complex menuju pusat reaksi terjadi melalui
mekanisme Förster resonance energy transfer dimana transfer energi dari molekul yang tereksitasi
dilakukan dengan dipole-dipole coupling tanpa ada radiasi yang terlepas.

B. SALAH: Jumlah energi yang ditransfer oleh pusat reaksi ke reaksi selanjutnya dipengaruhi oleh jumlah
foton yang di serap pusat reaksi. Tingkat energi foton yang lebih tinggi dari batas energi minimal untuk
mencapai eksitasi akan hilang sebagai panas.
C. BENAR: Potensial redox P680 harus lebih positif daripada O2 dan H+ agar dapat memecah air menjadi
O2 dan H+ dalam reaksi fotolisis.
D. BENAR: Karotenoid dapat menyerap energi matahari pada spectrum biru-hijau yang tak terlalu
dimanfaatkan oleh klorofil, lalu mentransfer energy yang terserap menuju pusat reaksi fotosintetik.

SOAL 6

Rekombinasi homolog adalah salah satu bentuk mekanisme sel dalam memperbaiki kerusakan DNA berupa
double strand break (putusnya rantai heliks ganda DNA). Perhatikan skema beberapa mekanisme
rekombinasi homolog di bawah ini!

A. Rekombinasi homolog dapat menyebabkan berkurangnya diversitas gen dalam suatu organisme.
B. Skema rekombinasi homolog di atas terjadi pada saat mitosis.
C. Rekombinasi homolog hanya dapat terjadi pada segmen heliks ganda DNA yang memiliki kemiripan
sangat tinggi antara satu sama lain.
D. Rekombinasi homolog dapat menyebabkan terjadinya sel kanker.

Pembahasan
A. Benar, rekombinasi homolog menyebabkan loss of heterozygosity (LOH).
B. Salah, pada skema di atas terlihat adanya sepasang sister chromatid yang melakukan rekombinasi
homolog dengan salah satu kromosom sebagai template.
C. Benar.
D. Benar. Rekombinasi homolog menyebabkan loss of heterozygosity. Jika untai DNA yang putus/rusak
diperbaiki dengan menggunakan template yang mengandung gen penyebab

SOAL 7

Tingkat hidrofobisitas dari suatu protein sepanjang sekuens asam aminonya dapat dilihat dengan plot
hidropati (hydropathy plot). Dalam membentuk plot ini, setiap residu asam amino dengan asam amino
sekitarnya diukur hidrofobisitasnya. Hal ini menghasilkan rataan hidrofobisitas dari segmen-segmen pendek
polipeptida. Hidrofobisitas diukur dengan mengukur energi bebas yang diperlukan untuk memindahkan suatu
asam amino dari suatu larutan hidrofobik ke larutan berair (aqueous solution). Melalui pendekatan ini, Prof.
Gitonobel dari Universitas Kusuma Bangsa Palembang dan koleganya Bernardus Jason dari Universitas
Negeri 2 Tangerang Selatan mengamati dua protein berbeda. Hasil plot hidropatinya tampak pada gambar di
bawah ini.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Protein A kemungkinan merupakan protein transmembran.
B. Terdapat tujuh domain transmembran dari protein A.
C. Protein B lebih berkemungkinan membentuk struktur alpha-helix dibandingkan protein A.
D. Semakin tinggi nilai energi bebas yang diperlukan, semakin hidrofilik suatu segmen polipeptida.

Pembahasan
A. BENAR: Dapat dilihat puncak-puncak energi bebas yang dibutuhkan, menandakan area
hidrofobik yang kemungkinan dapat membentuk struktur transmembran.
B. BENAR: Tampak bahwa ada tujuh puncak energi bebas yang dibutuhkan, mengindikasikan ada
tujuh domain transmembran dari protein A.
C. SALAH: Yang memiliki puncak-puncak hidrofobisitas adalah protein A, sehingga yang
berkemungkinan memiliki struktur alpha-helix dan transmembran adalah protein A.
D. SALAH: Semakin hidrofilik suatu segmen polipeptida, energi bebas yang dibutuhkan untuk
memindahkannya dari larutan nonpolar ke larutan berair semakin kecil.

SOAL 8
Enzim restriksi HpaII merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menganalisis metilasi DNA, enzim
ini memiliki situs restriksi 5’-CCGG-3’ namun tidak akan memotong sisi pada DNA yang termetilasi pada
residu sitosin. DNA genomik dari tiga organisme diberi perlakuan enzim restriksi HpaII lalu hasilnya
dianalisis menggunakan gel elektroforesis. Visualisasi menggunaakan gel elektroforesis ditunjukkan oleh
gambar dibawah ini.
!
A. Apabila panjang DNA genomik yang dianalisis dari ketiga spesies sama maka DNA genomik tikus
mengandung lebih banyak gen yang tidak terekspresi dibandingkan Drosophila dan E. coli.
B. Pada Drosophila dan E. coli situs pemotongan enzim restriksi HpaII tidak mengalami metilasi
sehingga banyak fragmen berukuran besar.
C. Kemunculan fragmen berukuran kecil pada tikus disebabkan adanya kontaminasi primer.
D. Apabila terdapat 10.000 pasang basa DNA genomik pada suatu sampel, kemungkinan enzim restriksi
HpaII dapat mengenali situs pemotongannya sebanyak 30 situs.
Pembahasan :
A. Benar, hasil visualisasi DNA genomik tikus setelah diberi perlakuan berupa enzim restriksi
mengandung fragmen berukuran besar (>50 kb) artinya banyak sisi restriksi dari HpaII yang
termetilasi sehingga tidak dapat direstriksi. Metilasi pada gen mengakibatkan faktor transkripsi
terhalangi sehingga menghalangi ekspresi suatu gen. Berbeda halnya dengan DNA genomik
Drosophila dan E. coli yang tidak mengandung fragmen berukuran besar artinya tidak ada metilasi
pada residu sitosin dari sisi restriksi HpaII.
B. Salah, pada Drosophila dan E. coli situs pemotongan enzim restriksi HpaII memang tidak mengalami
metilasi sehingga terjadi restriksi dengan baik pada DNA genomik kedua spesies tersebut sehingga
menghasilkan fragmen yang berukuran kecil (100 bp).
C. Salah, keberadaan fragmen berukuran kecil pada DNA genomik tikus merupakan situs restriksi HpaII
yang tidak termetilasi. Pada analisis ini tidak digunakan primer sehingga keberadaan fragmen
berukuran kecil bukanlah kontaminasi dari primer.

(4)
4
1 1
D. Salah, kemungkinan enzim restriksi HpaII mengenali satu situs restriksi adalah ! =  
256
(didapatkan dari kemungkinan muncul salah satu basa nitrogen dari empat jenis basa nitrogen adalah
1
! karena situs restriksi HpaII mengandung 4 basa maka peluang itu dipangkatkan 4) artinya dalam
4
256 basa kemungkinan terdapat satu situs restriksi dari HpaII. Apabila suatu sampel DNA genomik
memiliki panjang 10.000 pasang basa maka kemungkinan HpaII mengenali situs restriksinya adalah
10.000
sebanyak ! = 39,0625 (sekitar 39-40 situs restriksi).
256

SOAL 9

Pada Desember 2019, pneumonia yang disebabkan oleh patogen yang belum diketahui muncul di Wuhan,
China. Sejak 27 Januari 2020, pemerintah China telah melaporkan 2835 kasus serta 81 kematian. Patogen ini
pun dinamai sebagai 2019-nCov. Keadaan genting ini memaksa peneliti dengan cepat menemukan antiviral
maupun vaksin. Peneliti menguji efektivitas antiviral diantaranya ribavirin, penciclovir, nitazoxanide,
nafamostat, chloroquine, remdesivir dan favipavir pada 2019-nCov. Uji efektivitas ini dilakukan dengan
mengukur 1) sitotoksisitas antiviral tersebut pada sel Vero E6, diikuti 2) pengukuran kemampuan inhibisi
antiviral pada sel Vero E6 yang diinfeksi oleh 2019-nCov. Hasil penelitian disajikan pada grafik dibawah ini.
Tentukan penyataaan berikut benar (B) atau salah (S)!
A. EC50 menunjukkan konsentrasi efektif untuk menghambat seluruh populasi sel Vero E6 yang
diinfeksi oleh 2019-nCov.
B. Jika SI (selectivity index) menunjukkan keefektifan obat dan keamanan obat dalam pengamatan
secara in vivo, maka terdapat 3 kandidat antiviral yang dapat dipilih.
C. Kandidat antiviral yang paling memungkinkan digunakan adalah Remdesivir dan Chloroquine.
D. Apabila ditetapkan bahwa konsentrasi antiviral yang bekerja efektif dalam menghambat infeksi
2019-nCov berada pada rentangan 0,1-25 µM, maka antiviral yang tidak efektif dalam menghambat
infeksi adalah ribavirin, favipiravir, dan penciclovir.
Pembahasan :
A. Salah, EC50 menunjukkan konsentrasi efektif untuk menghambat 50% populasi dari sel Vero E6 yang
diinfeksi oleh 2019-nCov.
B. Salah, nilai SI pada ketujuh antiviral menunjukkan hasil paling tinggi pada dua antiviral yakni
Remdesivir dan Chloroquine sehingga hanya terdapat 2 kandidat antiviral yang memungkinkan
efektif dan aman digunakan untuk menghambat infeksi sel Vero E6 yang diinfeksi oleh 2019-nCov.
C. Benar, kandidat yang paling memungkinkan digunakan berdasarkan nilai EC50 serta SI adalah
Remdesivir dan Chloroquine karena memiliki nilai EC50 yang rendah artinya dalam konsentrasi yang
kecil pengaruh inhibisinya sangat efektif, serta nilai SI nya cukup besar menandakan keefektifan obat
dan keamanan obat sangat baik.
D. Benar, antiviral yang memiliki konsentrasi EC50 pada rentangan 0,1-25 µM adalah Remdesivir,
Chloroquine, Nitroxanide, Nafamostat sehingga antiviral yang tidak efektif dalam menghambat
infeksi 2019-nCov adalah Ribavirin, Favipiravir, Penciclovir.

SOAL 10

Polaritas, muatan, serta berat molekul, merupakan faktor-faktor yang menentukan kecepatan difusi suatu
senyawa melewati membran sel. Asam amino serta obat-obatan seperti arginine dan aspirin memiliki
perbedaan pada efisiensi serta lokasi penyerapan pada saluran pencernaan. Berikut ini adalah gambar
struktur dari arginine dan aspirin, disertai dengan besar pKa tiap gugus samping.
Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!
A. Jika lapisan mukosa diabaikan, aspirin akan lebih mudah menembus membran sel di lambung daripada
usus halus.
B. Difusi arginine melewati membrane sel akan paling efektif pada PH diantara 2,18 dan 9,04.
C. Arginine akan lebih sulit berdifusi melalui membrane sel daripada aspirin karena berat molekul yang
lebih tinggi.
D. Proton pump inhibitor seperti omeprazole dapat menghambat penyerapan aspirin beberapa saat setelah
aspirin dikonsumsi.
Pembahasan
A. Benar, Karena pka arginin disebabkan oleh gugus karboksil, gugus tersebut akan terdeprotonasi di
cairan lambung yang lebih asam daripada pka arginine. Ketika terdeprotonasi arginine menjadi tidak
bermuatan sehingga lebih mudah melewati membrane sel.
B. Salah, Sebagai sebuah zwitterion, arginine akan bermuatan netral pada pH diantara 9,04 dan 12,48
C. Salah, Berat molekular arginin adalah
D. Benar, Proton pump digunakan untuk membentuk HCl pada lambung, jika diinhibisi pH lambung
akan naik dan mempersulit difusi aspirin melalui membrane sel.

Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan

SOAL 11

Jimmy mengamati dua preparat tumbuhan yang diduga berasal dari tumbuhan yang sama. Namun nyatanya
kedua preparat tersebut memiliki banyak perbedaan. Kedua preparat tersebut ditunjukkan oleh gambar
dibawah ini.

!
Tentukan penyataaan berikut benar (B) atau salah (S)!
A. Kedua preparat berasal dari organ yang memiliki deposisi suberin pada salah satu jaringan untuk
mengatur pengambilan mineral masuk kedalam sistem pembuluh.
B. Preparat A menunjukkan terjadinya pertumbuhan primer pada tahap akhir sedangkan preparat B
menunjukkan pertumbuhan primer pada tahap menengah.
C. Pada preparat B angka 1 menunjukkan jaringan yang akan mati dan digantikan oleh periderm.
D. Pada preparat A jaringan yang ditunjukkan angka 1 berada lebih didalam dibandingkan yang ditunjukkan
angka 2. Maka jaringan 1 merupakan jaringan yang lebih muda dibandingkan jaringan 2.

Pembahasan :
A. Benar, kedua preparat berasal dari akar yang ditunjukkan oleh keberadaan endodermis disekitar sistem
pembuluh, serta memiliki konformasi sistem pembuluh radial (berseling-seling). Akar memiliki deposisi
suberin pada jaringan endodermis berupa pita kaspari yang impermeabel terhadap air untuk mengatur
pengambilan mineral karena memaksa aliran apoplas melalui simplas.
B. Salah, preparat A menunjukkan terjadinya pertumbuhan sekunder yang ditunjukkan adanya kerusakan
dan kematian sel epidermis serta korteks, munculnya jari-jari xylem, serta periderm. Sedangkan preparat
B menunjukkan pertumbuhan primer yang hambir sempuran pada akar yang ditunjukkan oleh
diferensiasi setiap jaringan yang semakin jelas antara epidermis, korteks, serta sistem pembuluh.
C. Benar, angka 1 menunjukkan jaringan epidermis yang akan mati pada pertumbuhan sekunder lalu
peranannya digantikan oleh periderm yang akan menjadi lapisan protektif.
D. Salah, jaringan 1 merupakan jaringan yang berada lebih didalam artinya jaringan ini merupakan jaringan
yang lebih tua. Hal ini dikarenakan pembelahan sel yang baru akan mendorong sel yang lebih tua
semakin mendekat ke bagian tengah. Angka 1 menunjukkan xylem primer yang berada lebih dekat
dengan bagian tengah sedangkan angka 2 menunjukkan xylem sekunder yang berada lebih diluar.

SOAL 12

Transpor source-to-sink adalah salah satu dari penentu utama dari pertumbuhan tumbuhan dan bergantung
pada distribusi efisien dan terkontrol dari hasil fotosintesis sepanjang organ-organ tumbuhan melalui floem
seperti yang ditunjukkan . Akan tetapi, transpor gula melalui floem dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor
lingkungan yang mengubah hubungan source/sink, yakni faktor abiotik (cekaman air dan garam, defisiensi
mineral, CO2, cahaya, temperatur, udara, dan polutan tanah) dan faktor biotic (mikroba mutualistik dan
patogenik,virus, dan tanaman parasit).

!
Tentukanlah apakah pernyataan benar (B) atau salah (S)!
A. Bentuk utama dari gula yang ditemukan di floem adalah glukosa
B. Ketika berada pada cekaman air, terdapat akumulasi gula pada daun karena rendahnya potensial air
di sekitar akar.
C. Kondisi defisiensi air menyebabkan pertumbuhan akar terhambat.
D. Virus dapat berpindah dari situs infeksi menuju jaringan sistemik melalui jalur apoplastik yang
dibuat dari koneksi cell-to-cell.

Pembahasan :
A. Sukrosa adalah bentuk utama yang ditemukan di floem. Perhatikan sifat-sifat dari reducing sugar pada
literatur-literatur.
B. Berdasarkan sifat koligatif, dimana semakin banyak zat terlarut, semakin tinggi tekanan osmotik, maka
potensial air di sekitar air akan menurun. Karena potensial air menurun di sekitar akar, maka akan
memungkinkan bagi air yang berada pada tumbuhan untuk terserap balik ke tanah (Perhatikan prinsip
transport air pada xylem berdasarkan perbedaan tekanan). Oleh karena itu, cara yang digunakan untuk
menghambat hal tersebut adalah dengan menimbun gula pada daun.
C. Defisiensi air menyebabkan pertumbuhan akar semakin dipacu, dapat dilihat dari tanaman xerofit yang
memiliki akar yang panjang.
D. Jalur yang digunakan adalah jalur simplastik melalui plasmodesmata (PD)
SOAL 13

Berikut disajikan sayatan dari suatu organ tumbuhan.

7
1

2 6

5
4

!
Tentukanlah apakah pernyataan benar (B) atau salah (S)!
A. Preparat ini merupakan sayatan dari akar dikotil.
B. Struktur floem ditunjukkan oleh nomor 6.
C. Akar lateral terbentuk dari struktur yang ditunjuk oleh nomor 2.
D. Cavitation dapat terjadi pada struktur yang ditunjuk oleh nomor 1.

Pembahasan :

SOAL 14

Berikut adalah grafik respon fotosintesis tanaman Atriplex triangularis yang ditumbuhkan di kondisi
terpapar sinar matahari atau kondisi teduh.

B
A. Grafik A menunjukkan respon fotosintesis tanaman yang ditumbuhkan pada kondisi teduh.
B. Grafik B menunjukkan respon fotosintesis tanaman yang ditumbuhkan pada kondisi terpapar sinar
matahari.
C. Tanaman yang ditumbuhkan pada kondisi teduh memiliki lapisan palisade yang lebih tebal agar
kandungan klorofil yang lebih banyak dapat mengkompensasi kekurangan cahaya.
D. Pada intensitas cahaya yang lebih rendah, tanaman yang ditumbuhkan pada kondisi teduh memiliki
efisiensi fotosintesis yang lebih tinggi.

Pembahasan
A. Salah, grafik A menunjukkan efisiensi fotosintesis yang lebih tinggi pada intensitas cahaya yang lebih
tinggi. Hal ini merupakan ciri tanaman yang ditumbuhkan pada kondisi terpapar sinar matahari (sun
plant).
B. Salah, grafik B menunjukkan efisiensi fotosintesis yang lebih rendah pada intensitas cahaya tinggi, dan
efisiensi tinggi pada intensitas yang lebih rendah. Ini merupakan ciri shade plant.
C. Salah, sun plant memiliki lapisan palisade (kolumnar) yang lebih tebal untuk mengoptimalkan penyerapan
cahaya.
D. Benar, tanaman yang dibiasakan hidup pada kondisi teduh akan memiliki adaptasi fisiologis tersendiri
untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis pada intensitas cahaya rendah.

SOAL 15

Daun memiliki beberapa mekanisme untuk menanggulangi panas berlebih dari intensitas cahaya tinggi agar
tidak terjadi fotoinhibisi. Tentukan apakah pernyataan di bawah ini merupakan mekanisme tersebut!
A. Evaporasi air dari dalam daun untuk mengurangi panas.
B. Penutupan stomata untuk menjaga kadar air.
C. Radiasi dengan panjang gelombang yang lebih panjang dari yang diterima.
D. Adanya fitokrom.

Pembahasan:
A. Benar.
B. Salah. Ketika temperatur daun lebih tinggi dari temperatur lingkungan, stomata justru akan membuka
untuk membiarkan kalor keluar dari dalam melalui evaporasi air, konveksi atau konduksi.
C. Benar. Selain evaporasi konveksi dan konduksi, panas juga dapat dikeluarkan melalui radiasi dengan
panjang gelombang yang lebih panjang.
D. Salah. Fitokrom adalah pigmen yang mendeteksi cahaya merah. Pigmen daun yang berfungsi dalam
mendisipasi panas berlebih adalah golongan karotenoid, yang disebut xantofil.

SOAL 16

Pohon bakau banyak tumbuh di daerah pasang-surut dan memiliki adaptasi berupa akar vertikal
(pneumatofor). Pneumatofor ini dapat berperan sebagai tempat pertukaran gas di daerah pasang yang sering
terendam. Untuk meneliti mekanisme pertukaran gas tersebut, sekelompok peneliti mengukur tekanan gas
pada akar relatif terhadap tekanan udara atmosfer. Pengukuran dilakukan selama 24 jam. Hasilnya adalah
sebagai berikut :
A. Udara dihisap ke dalam akar ketika pneumatofor tidak terendam ombak pasang.
B. Respirasi di akar menyebabkan perubahan tekanan udara di akar
C. Pneumatofor menyuplai CO2 untuk fotosintesis.
D. Laju respirasi di akar meningkat ketika pneumatofor terendam.

Pembahasan:
A. Benar: Saat terendam (gelombang biru melebihi tinggi pneumatofor), tekanan udara menjadi negatif dan
naik kembali ke 0 ketika gelombang surut. Tekanan negatif ini menunjukkan bahwa ada peningkatan
daya hisap pada akar ketika arus pasang.
B. Benar: O2 dipakai untuk respirasi sehingga menyebabkan tekanan gas keseluruhan turun
C. Salah: Pada grafik paling bawah terlihat bahwa CO2 turun pada saat pneumatofor tidak terendam.
D. Benar: Konsumsi O2 meningkat pada saat pneumatofor terendam, mengindikasikan meningkatnya laju
respirasi
SOAL 17

Gen RMS1 pada tumbuhan mengkode sejenis signalling protein yang mengalami perubahan pada tanaman
modern. Aktivitas RMS1 dipelajari dengan melakukan grafting antara tumbuhan wild-type dan tumbuhan
knockout RMS1.

A. Aktivitas RMS1 memperbanyak percabangan shoot.


B. Sinyal yang dihasilkan oleh RMS1 berpindah secara akropetal.
C. Hanya aktivitas RMS1 akar saja yang dapat menormalkan bentuk tumbuhan mutan.
D. Aktivitas RMS1 di akar harus ada untuk menormalkan bentuk tumbuhan mutan.

Pembahasan:
A. Salah, Galur knockout lebih banyak menunjukkan percabangan.
B. Benar, Lihat gambar paling kanan. Cabang knockout tampak normal di atas graft batang WT, namun
tidak di bawahnya.
C. Salah, Aktivitas RMS1 pada akar dan batang dapat menormalkan bentuk tumbuhan mutan.
D. Salah, Aktivitas RMS1 pada batang saja sudah cukup untuk menormalkan bentuk tumbuhan mutan.

Anatomi dan Fisiologi Hewan

SOAL 18

Dalam ilmu anatomi-fisiologi hewan, dua hal menjadi perhatian yakni volume dan luas permukaan dari
sebuah sel, jaringan, organ ataupun individu. Contohnya, usus halus memiliki jonjotan-jonjotan villi untuk
memperbesar luas permukaan absorpsi. Hubungan volume dan luas permukaan juga menjadi perhatian pada
termodinamika tubuh hewan. Ukuran volume dinyatakan sebagai penghasil utama panas tubuh dan luas
permukaan dinyatakan sebagai media utama pertukaran panas dengan lingkungan. Berdasarkan informasi di
atas, tentukan pernyataan di bawah ini Benar (B) atau Salah (S) :
A. Untuk mempertahankan suhu tubuh normal, seekor gajah harus memiliki laju metabolisme yang besar.
B. Seekor ular memiliki laju metabolisme yang besar karena tubuhnya kecil.
C. Manusia memiliki suhu tubuh inti yang berupa rata-rata antara tikus dan gajah.
D. Jika sebuah dua buah hewan memiliki volume yang sama namun luas permukaan yang berbeda, hewan
dengan luas permukaan yang lebih luas akan memiliki laju metabolisme yang lebih besar.

Pembahasan:
A. Salah, Seekor gajah memiliki volume yang besar namun luas permukaan yang relatif lebih kecil
sehingga permukaan pertukaran panas juga kecil. Supaya tidak overheat, gajah memiliki laju
metabolisme yang kecil pula.
B. Salah, merupakan hewan ektoterm yang berarti suhu tubuhnya tidak bergantung dari laju metabolisme
seperti hewan endoterm. Suhu tubuh ular berubah-ubah tergantung dari lingkungan sekitarnya.
C. Salah, Untuk mempertahankan fungsi tubuh yang normal, hewan memiliki suhu rata-rata sekitar 37oC.
Keperluan mempertahankan suhu tubuh inilah yang menyebabkan adanya relasi antara volume dan luas
permukaan yang disebutkan pada soal.
D. Benar, Luas permukaan yang lebih luas berarti panas lebih mudah berdisipasi keluar melalui kulit. Maka
dari itu, tubuh perlu menghasilkan panas lebih untuk mempertahankan suhu tubuh normal.
SOAL 19

Glomerulus dalam ginjal merupakan jaringan kapiler khusus yang menyaring plasma darah menuju nefron.
Kemudian, nefron akan memproses filtrat ini menjadi urin yang akan dikeluarkan. Volume dari tiap
glomerulus yang terkait dengan dua macam nefron di ukur pada beberapa jenis hewan seperti pada gambar di
bawah. Diketahui bahwa semua spesies mamalia dan burung, nefron juxtamedullary berjumlah lebih sedikit
namun menghasilkan urin yang lebih pekat.

A. Volume glomerulus proporsional terhadap ukuran tubuh.


B. Bush baby (Galagidae) tinggal di daerah kering.
C. Jaringan sekitar nefron juxtamedullary memiliki konsentrasi urea yang lebih pekat sehingga dapat
menghasilkan urin yang lebih pekat.
D. Pada tikus (Rattus), kebanyakan dari urin berasal dari nefron juxtamedullary.

Pembahasan:
A. Salah, Apabila pernyataan di atas benar, jerboa harusnya memiliki volume yang paling kecil sedangkan
tikus memiliki volume terbesar.
B. Benar, Bush baby memiliki volume nefron juxtamedullary yang lebih besar sehingga dapat menghasilkan
urin yang lebih pekat. Hal ini merupakan adaptasi terhadap lingkungan kering.
C. Benar, Daerah medulla ginjal memang memiliki kadar urea dan garam yang pekat. Kondisi tubulus ginjal
yang lebih hipotonis menyebabkan air berpindah dari urin ke medulla sehingga menciptakan urin yang
lebih pekat.
D. Salah, Nefron korteks mendominasi di seluruh spesies.
SOAL 20

Diketahui terdapat 2 jenis serabut otot utama, yakni type I muscle (Slow-twitch) dan type II muscle (Fast-
twitch).
Tentukanlah apakah pernyataan benar (B) atau salah (S)!
a. Type I muscle memiliki cadangan energi berupa trigliserida
b. Type II muscle memiliki densitas mitokondria yang tinggi
c. Type II muscle memiliki kapasitas glikolitik yang tinggi
d. Type I muscle menghasilkan tension yang lebih besar daripada type II muscle

Pembahasan:
A. Benar
B. Salah
C. Benar
D. Salah

SOAL 21

Berikut adalah flow-volume loop dari orang-orang dengan kondisi pernafasan tertentu dengan siklus inspirasi
dan ekspirasi.

A B

Tentukanlah apakah pernyataan benar (B) atau salah (S)!


A. Pasien yang memiliki hasil seperti pada grafik A sedang mengalami obstructive lung volume
disease, yakni penyakit dimana penderitanya kesulitan dalam melakukan ekspirasi
B. Pasien yang memiliki hasil seperti pada grafik B kemungkinan mengidap penyakit lung fibrosis.
C. Restrictive lung disease disebabkan oleh bertambahnya elastic recoil, yakni kemampuan dari
paru-paru untuk mengembang setelah diregangkan oleh inhalasi
D. Obstructive lung disease disebabkan oleh berkurangnya resistensi terhadap airflow (aliran
udara).

Pembahasan :
A. Benar, Dapat dilihat dari gambar
B. Salah, Lung fibrosis termasuk ke dalam obstructive lung disease sedangkan grafik B
menunjukkan restrictive lung disease
C. Benar, Elastic recoil bertambah, maka kapasitas udara paru-paru berkurang
D. Salah, Seharusnya obstructive lung disease disebabkan oleh bertambahnya resistensi
terhadap airflow. Oleh sebab itu, terjadi kesulitan melakukan ekspirasi
(Maaf salah kunci waktu di TO)

SOAL 22

Burung dan mamalia merupakan salah satu kelompok yang dekat secara evolusi, salah satu karakter yang
sering diulas adalah sistem ekskresi dan respirasi dari kedua kelompok tersebut. Ditinjau dari sistem ekskresi
burung merupakan uricotelic yakni memiliki hasil buangan nitrogen berupa asam urat yang memerlukan
energi dalam sintesisnya sedangkan mamalia merupakan ureotelic yakni hasil buangan nitrogennya berupa
urea. Secara anatomi terdapat perbedaan pada nefron kedua kelompok tersebut, burung memiliki dua tipe
nefron yakni tipe mamalian dan tipe reptilian serta memiliki faktor tambahan berupa penyediaan darah
tambahan melalui sistem vena porta, sedangkan mamalia memiliki satu tipe nefron yang memiliki lengkung
henle. Secara respirasi paru-paru kedua kelompok memliki perbedaan pertukaran udara yakni mamalia
menyediakan ruangan sebagai tempat pertukaran udara sedangkan burung memiliki sistem cross current.
Secara diagramatis paru-paru dan ginjal dari kedua kelompok ditunjukkan oleh gambar dibawah ini.

P!
Tentukan pernyataan dibawah ini Benar (B) atau Salah (S)!
A. Paru-paru burung memiliki efektifitas pertukaran gas yang lebih rendah dibandingkan paru-paru
mamalia.
B. Burung lebih rentan mengalami iskemia nekrosis (nekrosis akibat kurangnya pasokan oksigen)
ketika terjadi hipovolemia ataupun hipotensi pada nefron dibandingkan mamalia.
C. Nefron mamalia lebih mampu menghasilkan urin yang lebih pekat dibandingkan burung.
D. Beberapa hewan uricotelic kemungkinan dapat berpindah strategi ke ureotelic setelah menetas.

Pembahasan :
A. Salah, paru-paru burung memiliki sistem cross current yang ditunjukkan pada gambar dimana udara
bergerak melewati kapiler udara sedangkan darah bergerak melalui kapiler darah kedua aliran ini
bertemu pada suatu sudut, sehingga difusi oksigen (pertukaran gas) dari kapiler udara menuju darah
dapat terjadi pada banyak titik di sepanjang parabronki, sedangkan mamalia memiliki sistem uniform
pool sehingga oksigen akan bersirkulasi pada ruang alveolus sehingga luas permukaan terjadinya
pertukaran gas lebih besar pada burung sehingga efektivitasnya juga lebih besar pada burung.
B. Salah, burung lebih tahan terhadap adanya hipovolumia maupun hipotensi. Hal ini dikarenakan
burung memiliki penyediaan darah tambahan melalui vena porta yang dapat meningkatkan aliran dan
tekanan darah sehingga nefron pada ginjal mendapatkan oksigen yang cukup. Selain itu glomerolus
dari burung memiliki pembuluh kapiler yang pendek dan tidak bercabang sehingga memungkinkan
tekanan dan aliran yang dihasilkan lebih besar.
C. Benar, mamalia memiliki nefron dengan lengkung henle dimana penyerapan air terjadi, sedangkan
burung memiliki nefron tipe mamalian serta reptilian sehingga terdapat nefron yang tidak memiliki
lengkung henle. Sehingga urin yang dihasilkan mamalia dapat lebih pekat dibandingkan burung.
D. Benar, hal ini umum terjadi seperti pada kura-kura air tawar setelah menetas. Hal ini dikarenakan
sintesis asam urat cukup mahal dan kura-kura air tawar memiliki akses terhadap air yang mencukupi.

SOAL 23

Pola pembelahan pada kelompok-kelompok hewan sangat bervariasi. Empat contoh dari pola pembelahan
ditunjukkan oleh gambar dibawah ini. Pola pembelahan dipengaruhi beberapa faktor beberapa diantaranya
distribusi kuning telur, serta faktor pada sitoplasma sel telur yang dapat menentukan sudut mitosis serta
waktu pembentukan benang spindel.

!
Tentukan penyataaan berikut benar (B) atau salah (S)!
A. Pembelahan holoblastik ditunjukkan oleh pola pembelahan Q dan R sedangkan pembelahan
meroblastik ditunjukkan oleh pola pembelahan P dan S.
B. Distribusi kuning telur pada pola pembelahan S berada dibagian tepi sel.
C. Pada pola pembelahan P, embrio mengandung sedikit kuning telur sebagai nutrisi makanan, sehingga
hewan dengan pembelahan P perlu mencari cara yang berbeda untuk mendapatkan makanan yakni
salah satunya melewati plasenta.
D. Pola pembelahan Q menghasilkan 4 makromer (4 sel dengan ukuran lebih besar) dengan 4 mikromer
(4 sel dengan ukuran lebih kecil).
Pembahasan :
A. Salah, pembelahan holoblastik ditunjukkan oleh pola pembelahan P dan Q dikarenakan pada pola
pembelahan tersebut seluruh bagian zigot mengalami pembelahan sedangkan pembelahan
meroblastik ditunjukkan oleh pola pembelahan R dan S karena pembelahan hanya terjadi pada
sebagian kecil kutub animal yang tidak mengandung kuning telur.
B. Salah, distribusi kuning telur pada pola pembelahan S berada pada bagian tengah sel. Hal ini
ditunjukkan adanya pembelahan sel pada bagian tepi (superfisial) saja sedangkan bagian tengah tidak
dikarenakan distrubusi kuning telur pada bagian tengah sel sehingga menghambat terjadinya
pembelahan.
C. Benar, pola pembelahan P merupakan pembelahan holoblastik artinya zigot mengandung sedikit
kuning telur. Sehingga nutrisi yang diberikan kepada zigot harus melalui alternatif lain salah satunya
pada mamalia melalui plasenta.
D. Benar, pola pembelahan Q merupakan pembelahan holoblastik yang mengalami disposisi
ditunjukkan pada gambar akan terbentuk bidang pembelahan yang lebih mengarah ke kutub animal
sehingga terbentuk 4 sel berukuran besar (makromer), serta 4 sel berukuran kecil (mikromer).

SOAL 24

Ketinggian habitat merupakan salah satu pemicu terjadinya adaptasi pada makhluk hidup. Salah satu faktor
lingkungan yang berkorelasi dengan ketinggian adalah tekanan parsial oksigen di lingkungan. Semakin
tinggi suatu habitat, maka tekanan parsial oksigen di udara semakin rendah. Berikut ini adalah data fisiologis
dari dua berang-berang yang hidup pada habitat dengan ketinggian berbeda.

(Keterangan : NOx merupakan senyawa yang memicu dilatasi pembuluh darah).


!
* secara statistic berbeda nyata pada P < 0,05
A. Berang I hidup di dataran tinggi sedangkan berang II hidup di dataran rendah.
B. Darah berang I memiliki kapasitas pengangkutan oksigen (ml O2/100 ml darah) yang lebih tinggi dari
berang II.
C. Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar NOx pada berang I merupakan bentuk adaptasi untuk
mencegah tingginya tekanan darah akibat darah yang kental.
D. Berang II memiliki resistensi pembuluh darah yang lebih tinggi dari berang I.

Pembahasan:
A. Benar. Dataran tinggi memiliki altitude yang lebih tinggi, di mana tekanan atmosfer berkurang drastis dari
dataran rendah. Pada kondisi tersebut, kandungan oksigen id udara pastinya juga akan lebih sedikit dari
kondisi normal. Semua adaptasi fisiologis berang I bertujuan meningkatkan kapasitas pengangkutan
oksigen dan mempercepat peredaran oksigen melalui darah.
B. Benar. Ditunjukkan dari jumlah sel darah merah, hematokrit (perbandingan jumlah sel darah merah
dengan volume darah keseluruhan), dan jumlah Hb berang I yang lebih tinggi.
C. Benar. Albumin adalah sejenis protein. Adanya albumin dalam darah akan meningkatkan konsentrasi
darah sehingga membuat darah menjadi lebih kental, membuat peredaran lebih lambat. Dilatasi pembuluh
darah yang dipicu NOx juga bertujuan mempercepat peredaran.
D. Benar. Berang II memiliki pembuluh darah yang lebih sempit dari berang I karena kandungan NOx nya
lebih rendah. Resistensi berbanding terbalik dengan diameter pembuluh darah. Jadi, resistensi berang II
lebih besar daripada berang I.

SOAL 25

Berikut ini merupakan grafik kecepatan metabolisme Mexican tetra (Astyanax mexicanus) surface dwelling
dan cave dwelling. Pengukuran dilakukan setelah pemindahan ikan dari habitat asal dalam kondisi yang steril
dari faktor lingkungan selain siang dan malam. Bagian gelap pada grafik menunjukkan kondisi siang (terang)
dan malam (gelap).

!
Berdasarkan grafik diatas tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!
A. Siklus sinkardian ikan surface berlaku secara independen dari perubahan siang-malam.
B. Ikan cavefish telah kehilangan kemampuan untuk membedakan siang dan malam.
C. Pengaruh yang disebabkan stress terhadap kecepatan metabolisme berbeda dengan pengaruh yang
disebabkan oleh perubahan siang malam.
D. Jumlah makanan pada habitat asal tidak berpengaruh pada kecepatan metabolisme.
Pembahasan:
A. Salah. Terlihat setelah beberapa hari perlakuan gelap, siklus sinkardian mengikuti jam biologis yang
tidak sinkron dengan waktu yang sebenarnya. Periode jam biologis yang mengatur sinkardian
terpengaruhi oleh perubahan siang malam.
B. Salah. Terlihat pada grafik E, cavefish berangsur-angsur mengalami kenaikan kecepatan
metabolisme pada siang hari jika dibandingkan degan malam hari.
C. Benar. Terlihat pada grafik F, cavefish yang tidak terlihat mengalami siklus sinkardian mengalami
kenaikan metabolisme pada masa awal pemindahan.
D. Salah. Dapat terlihat bahwa cavefish memiliki kecepatan metabolism yang cenderung lebih rendah
dalam kedua perlakuan yang mengindikasikan jumlah makanan yang lebih minim dalam ekosistem
gua.
SOAL 26

Berikut ini adalah grafik potensial aksi otot jantung.


!
Berdasarkan grafik diatas dan apa yang telah anda ketahui tentukan apakah pernyataan berikut benar
atau salah!
A. Plateau yang ditunjukkan oleh nomor 3 terjadi karena terblokirnya ion channel kalium.
B. Racun yang dapat memblokir channel ion natrium akan menurunkan potensial membran pada
nomor 2.
C. Pemberian adrenalin akan mengurangi periode antara nomor 1 dan 5.
D. Penurunan konsentrasi ion kalsium akan menambah periode antara 1 dan 5.
Pembahasan:
A. Salah. Plateau yang terjadi pada nomor 3 disebabkan oleh influx ion kalsium dan efflux ion kalium
yang saling menganulir perubahan potensil membrane yang terjadi.
B. Salah. Racun yang memblokir channel ion natrium akan memperpanjang periode 1-2 dan tidak
menurunkan potensial membran pada titik 2
C. Benar. Adrenalin akan mempercepat denyut jantung yang berujung dengan memendeknya periode
setiap potensial aksi.
D. Benar. Hypocalcemia umum dalam menyebabkan pemanjangan QT interval sehingga dapat
diprediksikan bahwa periode setiap potensial aksi juga memanjang.

SOAL 27

Pada sel telur bulu babi, pembelahan pertama dan kedua pasca fertilisasi bersifat meridional, dan yang
ketiga bersifat ekuatorial, membelah embrio menjadi delapan sel. Driesch (1893) mengubah arah
pembelahan ketiga dengan cara menggencet embrio dengan dua lempeng kaca, sehingga menjadikan
pembelahan ketiga bersifat meridional. Pembelahaan keempat dibiarkan bersifat ekuatorial. Hasil embrio
yang tidak diberi perlakuan (A) dan yang diberi perlakuan (B) ditampilkan dalam gambar di bawah ini.
Setelah itu, ia membiarkan embrio berkembang. Rupanya, embiro dengan perlakuan penggencetan
menghasilkan embrio yang normal.

Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!


A. Pembelahan di atas termasuk dalam jenis pembelahan holoblastik.
B. Pembelahan sel meridional selalu dimulai dari sisi hemisfer animal.
C. Percobaan ini membuktikan interaksi antarsel dibutuhkan untuk perkembangan normal.
D. Diferensiasi sel-sel dalam embrio bulu babi pada gambar melibatkan determinan yang ada dalam
nukleus.

Pembahasan:
A. BENAR: Tampak bahwa pembelahan pada embrio bulu babi terjadi secara sempurna dan tidak ada
bagian tertentu dari embrio yang tidak mengalami pembelahan.
B. BENAR: Sisi vegetal mengandung akumulasi yolk (kuning telur) yang menghalangi proses
pembelahan.
C. BENAR: Percobaan ini membuktikan spesifikasi kondisional, yaitu spesifikasi sel di mana
diferensiasi sel dipengaruhi molekul persinyalan yang disekresikan sel-sel tetangga di sekitarnya.
D. SALAH: Dalam percobaan ini, pola pembelahan nukleus normal dirusak oleh penggencetan plat
kaca. Jika memang diferensiasi sel embrio bulu babi melibatkan determinan nukleus, tentunya embrio
yang dihasilkan akan abnormal.

SOAL 28

Perhatikan diagram Wigger yang menunjukkan hal-hal yang terjadi dalam satu siklus jantung berikut ini.
Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!

A. Label 10 dan 19 menunjukkan kontraksi dan relaksasi ventrikel isovolumetrik


B. Gelombang T yang ditunjukkan pada nomor 16 menunjukkan repolarisasi ventrikel.
C. Selisih antara label 11 dan 15 merupakan stroke volume.
D. Katup aorta terbuka pada fase 12.

Pembahasan:
A. BENAR: Pada label 10, tampak bahwa tekanan ventrikel meningkat drastis, namun di saat yang sama
volume darah dalam ventrikel kiri (label 11) masih sama, atau darah belum keluar dari jantung (ejeksi).
Artinya, terjadi kontraksi ventrikel namun volume darah tetap sama (kontraksi ventrikel isovolumetrik).
Begitu juga dengan label 19, tekanan ventrikel menurun drastis tapi volume darah belum mengisi.
Artinya, terjadi relaksasi ventrikel namun volume darah sama (relaksasi ventrikel isovolumetrik).
B. BENAR: Dalam elektrokardiogram, gelombang T menunjukkan repolarisasi ventrikel.
C. BENAR: Stroke volume (sekuncup) merupakan volume darah yang diejeksi/dipompa keluar jantung
setiap satu siklus jantung. Karena demikian, volume diastol akhir (volume darah sesaat sebelum jantung
memompa darah) dikurangi stroke volume hasilnya adalah volume sistolik akhir (volume darah sesaat
setelah jantung berhenti mengeluaran darah).
D. BENAR: Pada fase 12, tekanan dalam rongga ventrikel akibat kontraksi miokardium menjadi lebih
tinggi daripada tekanan di aorta; akibatnya, katup aorta terbuka dan darah keluar dari jantung.

SOAL 29

Berikut adalah grafik dari oxygen carrying capacity dua protein pengikat oksigen

Tentukan apakah pernyataan di bawah benar (B) atau salah (S)!


A. Kurva A memiliki afinitas terhadap oksigen yang lebih tinggi dibandingkan kurva B.
B. Kurva B kemungkinan adalah kurva oxygen carrying capacity myoglobin.
C. Protein A lebih efisien sebagai pembawa oksigen dalam tubuh dibandingkan protein B.
D. Perbedaan oxygen carrying capacity kedua kurva di atas kemungkinan disebabkan karena perbedaan
struktur pembentuk protein tersebut.

Pembahasan:
A. Benar, dapat dilihat P50 (tekanan parsial dimana terjadi 50% saturasi) dari kurva A terletak pada tekanan
parsial yang lebih rendah dibandingkan P50 kurva B.
B. Salah, karena kurva B berbentuk sigmoid, yang menunjukkan bahwa itu adalah kurva hemoglobin.
Kurva B berbentuk sigmoid karena terjadi peningkatan afinitas hemoglobin terhadap oksigen seiring
bertambahnya oksigen yang diikat. Sedangkan, kurva myoglobin adalah kurva A yang berbentuk
hyperbolic.
C. Salah, karena kurva A memiliki afinitas yang tinggi terhadap oksigen, sehingga tidak cocok untuk
mengantar oksigen ke seluruh tubuh yang memerlukan waktu cepat, terutama pada bagian bagian
yang kekurangan oksigen.
D. Benar, karena perbedaan oxygen carrying capacity disebabkan oleh perbedaan jumlah subunit heme.

SOAL 30

Sebuah set eksperimen dilakukan pada tikus untuk mengetahui regulasi sekresi hormon serta efek bermacam
obat pada aktivitas kelenjar endokrin. Tikus dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok dinjeksi
oleh hormon atau obat yang berbeda. Beberapa parameter biologis pun diukur. Tentukan apakah pernyataan
dibawah ini benar atau salah!

A. Kelompok percobaan dimana tikus diinjeksi oleh obat yang menurunkan sensitivitas thalamus terhadap
kortisol akan memiliki level plasma glukosa dan insulin yang lebih rendah daripada kelompok yang
diinjeksi obat penurun sensitivitas reseptor ACTH.
B. Kelompok percobaan dimana tikus diinjeksi obat yang meningkatkan sensitivitas thalamus terhadap
tiroksin akan memiliki kecepatan metabolism yang lebih rendah daripada kelompok yang diinjeksi obat
yang meningkatkan sensitivitas reseptor target cell terhadap TRH.
C. Kelompok percobaan dimana tikus diinjeksi dengan thyroid stimulating hormone (TSH) akan memiliki
kelenjar adrenal dan pituari yang lebih besar daripada kelompok yang diinjeksi dengan corticotropin
releasing hormone.
D. Kelompok percobaan dimana tikus dinjeksi dengan propilthiouracil (pemblokir sintesis hormon- tiroid)
akan menyebabkan tubuh yang lebih kecil daripada kelompok yang diinjeksi larutan salin.
Pembahasan
A. Salah. Jika sensitivitas terhadap kortisol diturunkan, hipotalamus akan meningkatkan sekresi yang
meningkatkan sekresi CRH (corticotropin releasing hormone). Kenaikan CRH akan memicu
peningkatan sekresi ACTH (adrenocorticotropic releasing hormone) yang berujung pada peningkatan
sekresi kortisol. Peningkatkan kadar kortisol akan meningkatkan kadar glukosa didalam darah.
Peningkatan kadar glukosa dalam darah akan memicu kenaikan kadar insulin. Sebaliknya, jika
sensitivitas terhadap ACTH diturunkan, kelenjar adrenal akan mengecil, menurunkan sekresi kortisol
serta level plasma gula dan insulin.
B. Benar. Jika sensitivitas terhadap tiroksin ditingkatkan, sekresi TRH (thyroid releasing hormone) akan
menurun yang berujung pada penurunan sekresi tiroksin. Penurunan kadar tiroksin akan menurunkan
kecepatan metabolism dan suhu tubuh. Sebaliknya, jika sensitivitas terhadap TRH ditingkatkan
sekresi tiroksin akan meningkat dan berujung pada kenaikan suhu tubuh dan metabolism.
C. Salah. Peningkatan kadar TSH akan meningkatkan kadar tiroksin dalam darah yang berujung pada
penurunan sekresi TRH. Akibatnya, kelenjar pituari menjadi lebih kecil. Sementara itu, kenaikan
kadar CRH akan memicu kenaikan produksi ACTH yang berujung pada kenaikan ukuran kelenjar
adrenal.
D. Salah. Jika sintesis hormone tiroid diblokir, kadar tiroksin akan menurun. Penurunan kadar tiroksin
akan menambah berat badan karena penurunan laju metabolisme.

Genetika dan Evolusi

SOAL 31

Gen TS merupakan salah satu gen tumor suppressor yang telah diketahui. Pewarisan dari alel mutan gen TS
ini akan menyebabkan kanker. Pada suatu populasi yang berada dalam kesetimbangan hardy-weinberg,
frekuensi dari kanker yang disebabkan alel mutan ts adalah 1%. Pada populasi tersebut, diketahui sebuah
pohon keluarga sebagai berikut. Kotak hitam berarti berfenotipe kanker kotak putih tidak berfenotipe kanker
dan tanda tanya berarti tidak diketahui.

Berdasarkan pedigree diatas tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!
A. Kemungkinan individu 1 merupakan individu carrier 50%.
B. Kemungkinan individu 2 mengalami kanker karena alel ts adalah 4,5%
C. Jika ayah dari individu 1 memilih untuk menikah kembali, kemungkinan anak hasil pernikahan keduanya
menjadi carrier adalah 9%
D. Kanker yang disebabkan oleh alel mutan ts kemungkinan baru terekspresikan di usia senja.
Pembahasan:
A. Salah: kemungkinan individu 1 merupakan karier adalah 100%. Karena penyakit tersebut
diwariskan secara autosomal resesif, dapat dipastikan bahwa ayah dari individu 1 merupakan carrier.
Persilangan antara carrier dengan penderita akan menghasilkan 50% carrier dan 50% penderita. Jika
anakan dipastikan berfenotip normal, dalam kasus ini genotipnya pasti heterozigot.
B. Benar: Dapat dipastikan ayah dari individu 2 merupakan carrier, untuk itu dicari dulu kemungkinan
ibunya seorang carrier juga.
TS2 + 2(TS X ts) + ts2 = 1 ; ts2 = 0,01 ; ts = (0.01)1/2 ; ts = 0,1 ; TS = 0,9
Frekuensi heterozigot = 2(TS X ts) : 2(0,9.0,1) : 0,18 ; 18 %
Kemungkinan anak terkena penyakit = 18 X 0,25 = 4,5%
C. Salah: Istri baru ayah individu 1 dapat bergenotipe carrier maupun homozigot resesif. Proporsi
anakan yang karier dapat dicari dengan menghitung proporsi individu heterozigot dan homozigot
resesif lalu dikali dengan kemungkinan anaknya bergenotipe heterozigot.
[(ts)2 x 0,5]+[(2 x TS x ts) x 0,5]
(0,01 x 0,5)+(0,18 x 0,5)
0,005 + 0,09 = 0,095; 9,5%
D. Benar: Karena populasi berada dalam kesetimbangan hardy-weinberg, seharusnya tidak ada seleksi
alam yang teraplikasikan terhadap populasi. Untuk itu penyakit tersebut seharusnya tidak
mengurangi kemampuan individu dalam mempunyai keturunan.
SOAL 32

Prof. Gito ingin mengawinkan dua strain bakteri dengan menggunakan T22 bacteriophage. Bakteri resipien
memiliki gen mutan Arg-, Leu-, dan His- yang akan dikawinkan dengan bakteriofaga yang telah ditumbuhkan
bersama strain dengan gen Arg+, Leu+, dan His+. Prof. Gito kemudian menyeleksi 1000 bakteri Arg+
transduktan. Hasil percobaan dilampirkan sebagai berikut.

Arg+ Leu- His- 585


Arg+ Leu- His+ 300
Arg+ Leu+ His+ 144
Arg+ Leu+ His- 1
Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!
A. Urutan jarak lokasi ketiga gen tersebut dari lokasi integrasi bacteriophage pada kromosom bakteri adalah
Arg-Leu-His.
B. Jika bakteri diseleksi dalam medium tanpa histidine kemungkinan bakteri tersebut dapat hidup dalam
medium minimal kurang dari 30%.
C. Kopi gen yang diterima resipien berasal dari bakteri yang telah mati.
D. Bacteriophage T22 pasti bersifat temperate.
Pembahasan:
A. Salah. Urutan jarak lokasi ketiga gen tersebut adalah Arg-His-Leu karena bakteri dengan ko-
tranduksi Arg-His lebih banyak frekuensinya jika dibandingkan dengan bakteri ko-tranduksi Arg-
Leu-His.
B. Salah. Frekuensi bakteri yang dapat hidup dalam medium minimal jika diseleksi terhadap histidine
adalah 30, 83%.
Arg+ Leu+ His+ / (f Arg+ Leu- His+ + f Arg+ Leu+ His+ ) x 100% = 144 / 444 x 100% = 30,83 %
C. Benar. Virus yang membawa gen bakteri setelah terintegrasi pada siklus lisogenik akan keluar dari
bakteri ketika memasuki siklus litik.
D. Benar. Bakteriofag yang menjalankan tranduksi harus bisa masuk kedalam siklus lisogenik agar bias
terintegrasi kedalam genom bakteri. Bakteri yang langsung masuk ke siklus litik disebut virulent dan
yang dalat masuk ke siklus lisogenik disebut temperate
SOAL 33

Diketahui dua populasi yang terpisah pada dua pulau yakni pulau A dan pulau B. Pada suatu hari, populasi
pada pulau A dan pulau B mengirim sebagian kecil dari populasinya untuk menetap pada pulau yang tidak
pernah ditinggali sebelumnya. Kelompok kecil ini diketahui dipilih secara acak dari populasi.

Kedua populasi ternyata memiliki sebuah kondisi langka yang menyebabkan telinga individu yang terkena
meruncing ke atas. Individu yang terkena diketahui memiliki genotipe bb, sedangkan yang tidak memiliki
genotipe BB atau Bb. Pada pulau A, sifat ini ada pada 1 dari 2000. Kedua populasi ada pada kesetimbangan
Hardy-Weinberg.

Tentukan pernyataan di bawah ini Benar (B) atau Salah (S)!


A. Frekuensi alel b pada populasi A adalah 0,022
B. Pada pulau yang baru, 100.000 orang kawin secara acak dan menghasilkan generasi baru berjumlah
100.000 orang (500 orang memiliki telinga runcing). Maka dari itu, frekuensi alel B pada populasi yang
baru adalah 0,071.
C. Seorang perempuan yang dipilih secara acak dari populasi baru akan memiliki peluang 13,2% menjadi
seorang carrier.
D. Populasi yang baru memutuskan untuk menghentikan hubungan dengan populasi A namun tetap
memiliki hubungan dengan populasi B. Hal ini bertujuan supaya populasi yang baru tetap berada dalam
kesetimbangan Hardy-Weinberg.

Pembahasan:
A. Benar: Alel b merupakan alel resesif. Karena 1 dari 2000 orang memiliki sifat telinga runcing, 1 dari
2000 orang merupakan homozigot bb. Maka frekuensi genotip bb adalah 1/2000 = 0,0005. Frekuensi b
adalah akar dari 0,0005 yakni 0,022.
B. Salah: Frekuensi genotipe bb pada populasi baru adalah 500/100000 = 0,005. Frekuensi alel b adalah
akar dari 0,005 yakni 0,071. Frekuensi dari alel B adalah 1 – 0,071 yakni 0,929.
C. Benar: Frekuensi dari genotipe Bb (carrier) adalah 2pq = 2 x 0,929 x 0,071 = 0,132 sehingga peluang
persentasenya adalah 13,2%.
D. Salah: Meskipun sudah memutuskan hubungan dengan populasi A, populasi yang baru tetap memiliki
hubungan populasi B. Migrasi antar pulau tetap ada sehingga populasi baru tidak mungkin berada dalam
kesetimbangan Hardy-Weinberg.

SOAL 34

Seorang profesor sedang melakukan penelitian mengenai fenotipe pada suatu mencit hasil mutasi. Hasil
penelitian menunjukkan adanya 3 gen yang berkontribusi pada fenotipe mencit hasil mutasi ini. Gen A
mengkode enzim yang mengubah pigmen putih menjadi pigmen abu-abu, gen B mengkode enzim yang
mengubah pigmen abu-abu menjadi hitam, dan gen C diduga menyebabkan mencit menjadi tidak berambut
sehingga tidak ada warna rambut apapun yang muncul pada mencit. Mencit tidak berambut bergenotipe
AAbbCC disilangkan dengan mencit putih bergenotipe aaBBcc. Mencit hasil persilangan ini kemudian
disilangkan dengan sesamanya menghasilkan mencit generasi F2.

Tentukanlah apakah pernyataan benar (B) atau salah (S)!


A. Kemungkinan mendapat mencit putih dari generasi F2 adalah 4,6875%
B. Peristiwa ini menunjukkan adanya fenomena epistasis
C. Jika mencit tidak berambut hasil persilangan F2 kemudian disilangkan lagi dengan mencit abu-abu galur
murni, maka kemungkinan mendapat mencit berambut abu-abu lebih dari 33,3%
D. Produk dari gen A dan gen C menghambat kinerja dari gen B

Pembahasan:
SKEMA :
Putih –(gen A)-> Abu-abu –(gen B)-> Hitam

Tidak berambut (gen C)


a. Salah, Kemungkinan mencit putih : aa _ _ cc = ¼ . ¼ = 1/16 = 6,25%
Note : aabbcc termasuk karena gen B hanya bekerja jika terdapat pigmen abu-abu saja.
b. Benar, Dapat dilihat dari keberadaan gen C yang menyebabkan mencit tidak berambut
c. Salah, Karena persentasinya dilihat lebih dari 33,3%, maka tinjau peluang mencit berambut :
_ _ _ _ CC x AABBcc
_ _ _ _ Cc x AABBcc
Karena mencit berambut hanya didapat ketika cc, maka persilangan yang memungkinkan
adalah sebagai berikut :
Cc x cc -> 2Cc dan 2cc
Kemungkinan mendapat Cc = 2/3
Maka peluang mendapat berwarna = 2/3 x 1/2 = 1/3 x 100% = 33,3%
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak mungkin peluang mendapat mencit abu-abu >
33,3%.
PR: Hitunglah peluang sebenarnya dalam mendapat mencit abu-
abu dari persilangan tersebut !
d. Salah, Dapat dilihat dari skema bahwa produk gen A tidak menghambat kinerja gen B

SOAL 35

Self-incompatibility (SI), didefinisikan sebagai ‘ketidakmampuan dari tumbuhan dalam memproduksi gamet
fungsional untuk membuat biji dari self-pollination’, adalah adaptasi yang tersebar secara luas pada
tumbuhan berbunga supaya dapat melakukan outcrossing. Akuisisi dari SI oleh angiospermae pertama telah
diajukan sebagai salah satu dari kejadian kunci yang berkontribusi pada radiasi adaptif dari angiospermae
pada periode Cretaceous. Peneliti kemudian mengamati fenomena SI ini pada Senecio squalidus L. dengan
cara melakukan self-pollination. Berikut adalah hasil dari persilangan diallel, dimana + menunjukkan
persilangan kompatibel; – menunjukkan persilangan tidak kompatibel.

Tentukanlah apakah pernyataan benar (B) atau salah (S)!


A. Jika tumbuhan nomor 15 disilangkan dengan tumbuhan nomor 34, maka hasil yang diharapkan adalah +.
B. Kelompok komplementasi yang dapat ditentukan dari tabel di atas berjumlah 1 kelompok komplementasi
(kelompok yang gagal mengalami komplementasi/tidak kompatibel)
C. Self-incompatibility pada tumbuhan ini dikontrol secara genetis oleh lokus multi alel.
D. Self-incompatibility bertujuan untuk meningkatkan variasi gen dan mencegah adanya inbreeding.

Pembahasan :
A. Benar, Dapat dilihat dari gambar
B. Salah, Kelompok komplementasi ada 2 : (Dilihat dari yang gagal berkomplementasi atau - )
i. 2 dan 15
ii. 23, 34, 38
C. Benar, Mekanisme SI dengan multiallelic loci:

!
D. Benar, Dapat dilihat dari keterangan soal bahwa SI berkontribusi pada radiasi adaptif yang
terjadi pada zaman dahulu

SOAL 36

Variabel ekologis mampu memengaruhi pola perkawinan dan parental care. Hubungan variabel ekologis
dengan rasio keuntungan/kerugian ditunjukkan oleh grafik dibawah ini. Garis X merupakan titik impas
dimana keuntungan/kerugian bernilai 1.

!
Tentukan apakah pernyataan di bawah ini benar (B) atau salah (S)!
A. Kondisi P tidak mendukung munculnya sifat pemeliharaan anak pada suatu spesies.
B. Pada kondisi Q, akan terdapat seleksi seksual yang tinggi dari jantan terhadap betina.
C. Pada kondisi R, tipe perkawinan monogami akan lebih mungkin ditemukan dibandingkan pada
kondisi P atau Q.
D. Derajat dimorfisme seksual yang tinggi paling mungkin ditemukan di spesies-spesies pada kondisi P

Pembahasan :
A. Benar, hal ini ditunjukkan pada grafik bahwa rasio keuntungan/kerugian sifat pemeliharaan anak
pada kondisi P dibawah titik impas. Artinya kerugian yang didapatkan jauh lebih besar dibandingkan
keuntungannya. Selain itu ditunjukkan pula oleh variabel ekologis yang memungkinkan tanpa adanya
pemeliharaan anak.
B. Salah, pada kondisi Q muncul seleksi seksual yang tinggi dari betina terhadap jantan. Hal ini
dikarenakan pada kondisi Q betina sudah memungkinkan untuk merawat anakan karena rasio
keuntungan/kerugian sifat pemeliharaan anak untuk betina sudah diatas titik impas artinya
keuntungan sifat pemeliharaan anak lebih besar sedangkan jantan tidak memungkinkan dalam sifat
pemeliharaan anak. Sehingga betina akan memberikan tekanan seleksi yang besar kepada jantan
(betina memilih jantan yang unggul) karena jantan hanya berinvestasi dalam hal gamet.
C. Benar, pada kondisi R memungkinkan sifat pemeliharaan anak dari betina dan jantan (biparental).
Sifat ini mungkin muncul pada tipe perkawinan monogami yang terjadi hubungan eksklusif antara
jantan dan betina. Sehingga pemeliharaan anak secara biparental akan terjadi.
D. Salah, derajat dimorfisme seksual yang tinggi paling mungkin ditemukan pada kondisi Q dimana
betina memilih jantan. Hal ini dikarenakan betina perlu investasi gamet dan juga sifat pemeliharaan
anak sedangkan jantan hanya perlu investasi gamet. Hal ini memungkinkan terjadinya pemilihan
betina terhadap jantan sehingga biasanya jantan akan memiliki struktur berlebihan yang
membedakan dengan betina (dimorfisme seksual).

SOAL 37

Ilmuwan telah mengisolasi tiga galur bakteri berbeda: ProA-, ProB-, dan ProC-, yang membutuhkan prolin
tambahan untuk tumbuh. Salah satunya sensitif-dingin, satunya lagi sensitif-panas, dan satunya lagi memiliki
sebuah gen terdelesi. Eksperimen cross-feeding dilakukan dengan menggoreskan ketiga galur di atas cawan
berisi agar dengan medium minimal dan tingkat prolin yang amat rendah. Dalam eksperimen ini, metabolit
yang bocor dari salah satu galur dapat memberi makan galur di sebelahnya. Setelah dibiarkan tumbuh pada
tiga suhu yang berbeda, hasilnya ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Keterangan: cross-feeding terhadap tiga galur mutan bakteri dalam jalur biosinteis prolin. Area gelap menunjukkan laju
pertumbuhan yang tinggi, area kelabu menunjukkan laju pertumbuhan yang rendah. wt = galur murni (normal).

Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!


A. Intermediat yang terakumulasi di galur ProC terbentuk setelah blokade di galur ProA.
B. Intermediat yang terakumulasi di galur ProB terbentuk setelah blokade di galur ProA.
C. Setidaknya ada tiga gen yang memengaruhi jalur biosintesis prolin.
D. Di bawah setidaknya satu kondisi, prolin yang dihasilkan segera digunakan untuk sintesis protein dan
dihindarkan dari sintesis prolin berlebihan.

Pembahasan:
Dari gambar dapat diketahui bahwa ProB merupakan mutan sensitif panas, ProC merupakan mutan sensitif
dingin, dan ProA merupakan mutan yang mengalami delesi.

A. Benar: apabila intermediet yang terakumulasi di galur ProA terbentuk setelah galur ProC, maka tidak
akan ada koloni ProA yang tumbuh.
B. Salah: apabila intermediet yang terakumulasi di galur ProB terbentuk setelah blokade di galur ProA,
maka tidak akan ada koloni ProB yang tumbuh.
C. Benar.
D. Benar: jika memang ada sintesis prolin berlebih maka harusnya selalu ada cross-feeding (pemberian
prolin kepada koloni di dekatnya).

SOAL 38

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kesetimbangan Hardy-Weinberg. Tentukan apakah
pernyataan di bawah ini mendorong terjadinya kesetimbangan (benar) atau tidak (salah)!
A. Jumlah populasi yang membesar
B. Terisolasinya populasi itu dari kedatangan organisme baru dari daerah lain
C. Terjadi mutasi yang disebabkan radiasi sinar ultraviolet berlebih
D. Terjadi seleksi interseksual dalam perkawinan antara individu jantan dan betina

Pembahasan:
Untuk mencapai keseitmbangan Hardy-Weinberg, terdapat beberapa syarat, yakni: (a) ukuran populasi yang
besar, (b) tidak ada aliran gen ke dalam maupun ke luar populasi, (c) tidak adanya mutasi, (d) perkawinan
yang terjadi secara acak, dan tidak adanya seleksi alam.
A. Benar
B. Benar
C. Salah
D. Salah

SOAL 39

Prof. Gito ingin mengkloning coding sequence (CDS) kedalam sebuah vector bernama pVN2016. Fragmen
ini diinsersi kedalam lokasi pengenalan SacII yang berada didalam multiple cloning site (MCS) gen LacZ
dari vektor. Gen yang terinsersi memiliki lokasi restriksi Ptsl berjarak 800 basa dari stop codon. Untuk
menentukan orientasi dari gen pada plasmid hasil insersi, prof gito mendigesti plasmid tersebut dengan
berbagai enzim restriksi. Plasmid serta elektrophorosis hasil digesti dilampirkan sebagai berikut.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah.


A. CDS terorientasi dengan arah terbalik jika dibandingkan dengan gen LacZ.
B. CDS memiliki panjang 2,6 kilobasa dan memiliki lokasi pengenalan EcoRI yang berjarak 0,5 dari salah
satu ujungnya.
C. SpeI dapat digunakan sebagai penentu orientasi dari CDS.
D. Jika plasmid pVN2016 didigesti SpeI dan EcoR1 secara bersamaan (EcoRI dan SpeI secara berurutan
memiliki efisiensi pemotongan 100% dan 20%), lima fragmen berukuran 0,5; 0,8; 1,3; 2,1; dan 3,0 dapat
terdeteksi oleh gel electrophoresis.

Pembahasan
A. Benar, Terdapat sisi pengenalan PtslI 36 pasang basa upstream dari tempat pengenalan SacII
(berdasarkan orientasi gen LacZ) didalam daerah MCS. Terdapat pula sisi pengenalan PtslI upstream 0,8
kb dari stop kodon. Jika orientasi CDS sama dengan gen LacZ, harusnya akan terlihat 2 pita berpanjang
1,8 kb dan 3,8 kb pada sumur digesti PtslI. Hasil digesti pada gambar B menunjukkan pita berpanjang
0,8 kb dan 4,8 kb sehingga dapat disimpulkan CDS berorientasi terbalik
B. Benar, Karena plasmid kosong berukuran 3 kb dan plasmid hasil insersi yang diligasi masing-masing
jika dijumlahkan akan berpanjang 5,6 kb. Terdapat 2 sisi pengenalan EcoRI disekitar sisi pengenalan
SacII namun hasil digesti memberikan 3 pita. Berarti terdapat 1 sisi pengenalan EcoRI didalam CDS.
Pita 3 kb menunjukkan plasmid kosong dan pita 2,1 kb serta 0,5 kb menunjukkan CDS yang terdigesti.
Berarti terdapat sisi pengenalan EcoRI 0,5 kb dari salah satu ujung CDS.
C. Salah, Hanya terdapat satu sisi pengenalan Spel didalam MCS. Karena digesti Spel menunjukkan 2 pita,
berarti terdapat satu lokasi pengenalan Spel pada CDS. Pita 1,3 kb menunjukkan fragmen yang sebagian
besarnya berasal dari CDS. Hal ini menunjukkan lokasi pengenalan Spel berada ditengah CDS sehingga
tidak dapat digunakan untuk menentukan orientasi.
D. Salah, Karena semua DNA terdigesti oleh EcoRI dan hanya 20% yang terdigesti oleh SpeI akan terlihat 5
fragmen berukuran 0,5; 0,8; 1,3; 2,1; dan 3,0 kb.

SOAL 40

Tentukan apakah komponen berikut diperlukan (benar) atau tidak (salah) dalam Sanger sequencing!
A. dNTP
B. ddNTP
C. RNA polimerase
D. DNA polimerase

Pembahasan:
Komponen-komponen yang diperlukan dalam Sanger sequencing (metode terminasi rantai
dideoksiribonukleotida) antara lain adalah dNTP (deoksiribo nukleotidatrifosfat), ddNTP (dideoksiribo
nukleotida trifosfat) yang diberi label fluoresen, dan DNA polimerase, serta pembaca laser fluoresen.
A. Benar
B. Benar
C. Salah
D. Benar

Ekologi

SOAL 41

Suatu percobaan di laboratorium dilakukan untuk menguji efek dari temperatur pada kompetisi interspesifik
antara dua jenis ikan Salvelinus malma dan S. leucomaenis, yang memiliki distribusi allopatric pada berbagai
lintang di dunia. Tiga kombinasi dari populasi, termasuk populasi allopatric dari dari S. malma and S.
leucomaenis, dan populasi sympatric dari kedua spesies, diberikan perlakuan suhu rendah (6°C) dan suhu
tinggi (12°C), dimana populasi allopatric S. malma (6°C) dan S. leucomaenis (12°C) umumnya ditemukan.

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Kompetisi antara kedua spesies ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh temperatur dan posisi lintang
(altitude).
B. S. malma kemungkinan terdistribusi pada lintang lebih tinggi dibandingkan S. leucomaenis.
C. S. leucomaenis kemungkinan lebih resisten terhadap stress suhu dingin dibandingkan S. malma.
D. S. malma memiliki relung fundamental yang lebih sempit dibandingkan S. leucomaenis.

Pembahasan
A. Benar. Tingkat survival tertinggi setiap spesies dicapai pada temperatur yang berbeda. Ini menunjukkan
bahwa kompetisi antar 2 spesies dipengaruhi oleh suhu dan altitude.
B. Benar. S. malma lebih unggul pada suhu rendah sehingga S. malma kemungkinan hidup pada habitat
dengan jangkauan suhu yang lebih rendah, yaitu daerah dengan altitude yang lebih tinggi.
C. Salah. Stres adalah kondisi yang membatasi kemampuan spesies untuk menggunakan sumber daya,
contohnya kondisi dengan temperatur rendah. Spesies dengan kebutuhan metabolis yang rendah di
kondisi temperatur rendah akan lebih cocok hidup pada temperatur rendah, sehingga dapat disebut
resisten terhadap stress. S. leucomaenis memiliki tingkat survival yang lebih rendah dari S. malma pada
temperatur rendah. Maka, populasi ini tidak teradaptasi untuk hidup dengan paparan stres habitat
bersuhu rendah.
D. Salah. Berdasarkan perlakuan populasi alopatrik, S. malma memiliki relung fundamental yang lebih
besar, dibuktikan dengan tingkat survival yang lebih tinggi.

SOAL 42

Suksesi adalah proses pemulihan sebuah komunitas biologis yang mengalami disturbansi.
Tentukan pernyataan di bawah ini benar (B) atau salah (S)!

A. Suksesi secara alami membuat sebuah lahan yang terkontaminasi pestisida menumbuhkan vegetasi yang
sama seperti sebelumnya.
B. Suksesi yang dialami oleh daerah yang mengalami erupsi gunung berapi adalah suksesi primer.
C. Salah satu organisme pionir dalam suksesi adalah rumput.
D. Suksesi yang dialami oleh daerah yang mengalami penebangan liar adalah suksesi primer.

Pembahasan
A. Salah. Suksesi tidak selalu membuat sebuah komunitas kembali mengandung populasi yang sama seperti
sebelumnya. Jika sebuah lahan terkontaminasi pestisida, lebih besar kemungkinan vegetasi yang akan
tumbuh setelah suksesi secara alami adalah jenis yang berbeda.
B. Benar. Suksesi primer adalah suksesi yang dialami oleh sebuah lingkungan yang mengalami disturbansi
hingga benar-benar tidak lagi memiliki bentuk kehidupan di dalamnya (termasuk tanah yang menjadi
media tumbuh).
C. Salah. Organisme pionir adalah organisme yang mengawali proses suksesi primer. Sebelum rumput
dapat tumbuh, harus ada organisme pioneer seperti bakteri, lumut, atau lichen untuk membentuk media
tanah yang sesuai dan memfiksasi nitrogen.
D. Salah. Daerah yang mengalami penebangan liar tidak sepenuhnya kehabisan makhluk hidup sehingga
suksesi yang dialami tergolong sebagai suksesi sekunder.

SOAL 43

Tentukanlah apakah pernyataan mengenai bioma benar (B) atau salah (S)!
A. Pada bioma hutan hujan tropis, terdapat banyak shade-tolerant plants
B. Pada bioma sabana tersebar tumbuhan-tumbuhan yang memiliki efisiensi air yang tinggi
C. Suhu yang dimiliki oleh bioma tundra memungkinkan tundra untuk menjadi carbon source bagi bumi
D. Bioma padang gurun memiliki produktivitas biomassa yang lebih tinggi dari sabana

Pembahasan:
A. Benar. Shade-tolerant plants adalah
tumbuhan yang tahan terhadap
kurangnya intensitas matahari sebagai
akibat dari tertutup oleh tumbuhan-
tumbuhan yang lebih tinggi. Pada hutan
hujan tropis terbentuk kanopi, sehingga
intensitas cahaya matahari yang masuk
ke dalam ekosistem kurang
B. Benar. Curah hujan yang tidak terlalu
tinggi menyebabkan sabana dipenuhi
oleh tumbuhan-tumbuhan yang tahan
terhadap kekeringan
C. Salah. Suhu yang dimiliki oleh tundra
memungkinkan tundra untuk menjadi
carbon sink, yakni sebagai carbon
reservoir. Karbon terjebak di permafrost
tundra.
D. Salah. Perhatikan gambar di samping.
SOAL 44

Berikut disajikan gambar tentang ekosistem danau pada musim-musim yang berbeda. Pada ekosistem
akuatik, terdapat mekanisme upwelling dan downwelling. Upwelling merupakan sebuah fenomena di mana
air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar bergerak dari dasar laut ke permukaan akibat
pergerakan angin di atasnya. Downwelling adalah proses akumulasi dan penenggelaman material
berkepadatan lebih tinggi di bawah material berkepadatan lebih rendah, seperti air dingin atau salin di bawah
air hangat atau segar atau udara dingin di bawah udara hangat. Zona pada danau dapat dibagi menjadi 3,
yakni epilimnion, hypolimnion, dan thermocline.

Tentukanlah apakah pernyataan benar (B) atau salah (S)!


A. Ketika musim dingin tidak terjadi proses upwelling dan downwelling.
B. Lapisan terluar dari ekosistem akuatik adalah epilimnion, yakni lapisan yang paling sensitif terhadap
perubahan suhu
C. Hypolimnion merupakan bagian yang relatif stabil terhadap perubahan suhu dan letaknya berada di
antara thermocline dan epilimion
D. Proses upwelling dan downwelling melibatkan pergerakan dari nutrien yang terdapat dalam air

Pembahasan :


A. Benar. Upwelling dan downwelling hanya terjadi sebelum terjadi pembekuan. Setelah terjadi
pembekuan, suhu relative sama sehingga tidak terjadi lagi upwelling dan downwelling. 

(Maaf salah kunci ketika di TO)
B. Benar. Perhatikan gambar


!
C. Salah. Perhatikan gambar pada pernyataan B
D. Benar. Prinsip dasar dari konveksi adalah terjadi perpindahan material yang terdapat dalam zat
perantara termasuk pergerakan dari zat perantara itu sendiri.
SOAL 45

Prof. Michael Gitonobel dan Prof. Bernardus Jason adalah utusan juri IBO 2020 dari Indonesia. IBO 2020
akan dilaksanakan di Jepang. Untuk menghindari kemunculan penyakit yang mungkin dapat menjangkiti
anak-anak terpilih Indonesia, maka mereka berdua diutus pemerintah Indonesia untuk melaksanakan studi
kelimpahan nyamuk di Kepulauan Okinawa, sekitar 1.000 km barat daya dari Nagasaki yang menjadi venue
ajang IBO 2020.

Gambar 1. (A) Lokasi Okinawa di Jepang. (B) Metode pencuplikan nyamuk: (B-1) perangkap cahaya, (B-2)
perangkap oviposisi, (B-3) jaring sapu. (C) Lokasi pencuplikan: (C-1) Area peternakan tempat hewan berdiam pada
siang hari, (C-2) area peternakan tempat hewan berdiam di malam hari, (C-3) area hutan, dan (C-4) area danau. (D)
Lokasi tempat metode pencuplikan dan habitat. Terdapat dua situs pencuplikan perangkap oviposisi di tiap tempat.

Nyamuk dicuplik dua minggu sekali, dengan perangkap cahaya (LTs) dan jaring sapu (NSw) untuk
mengumpulkan nyamuk dewasa dan perangkap ovipositor (OTs) dan pipet penghisap (OSs) untuk
mengumpulkan larva nyamuk.

Tabel 1 Jumlah nyamuk tiap spesies yang ditemukan pada perangkap oviposisi yang ditemukan di peternakan (farm)
dan hutan (forest).

Setelah melakukan pencuplikan, Prof. Gitonobel dan Prof. Bernardus melakukan analisis terhadap spesies
yang tertangkap di perangkap oviposisi dan perangkap cahaya (Gambar 2). Selain itu, mereka juga
menganalisis diversitas beta (jumlah perbedaan spesies antara dua plot yang berbeda) untuk nyamuk yang
tertangkap di perangkap oviposisi (Gambar 3).

Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


A. Jumlah spesies yang ada di perangkap oviposisi lebih banyak dibandingkan perangkap cahaya.
B. Keberagaman beta untuk spesies nyamuk antara lokasi pencuplikan peternakan dan hutan adalah
sebesar 4.
C. Nyamuk cenderung meletakkan telurnya di peternakan dibandingkan di hutan.
D. Kondisi spesies antara kedua perangkap oviposisi di peternakan lebih berbeda dibanding antara
kedua perangkap oviposisi di danau.

Pembahasan:
A. SALAH: Tampak bahwa di gambar 2 jumlah spesies di perangkap cahaya (11) lebih banyak
dibandingkan perangkap oviposisi (10).
B. BENAR: keberagaman beta antara dua lokasi adalah banyaknya spesies berbeda yang dapat diamati
hanya dalam salah satu lokasi. Dilihat dari tabel 1, ada empat spesies yang hanya tampak di salah
satu plot, yaitu Culex bitaeniorhynchus, Culex quinquefasciatus, Culex pallidothorax, dan Culex
ryukyensis.
C. BENAR: Keberadaan jumlah nyamuk betina yang lebih banyak di perangkat ovipositor di
peternakan pada tabel 1 menunjukkan lebih banyak telur yang diletakkan di peternakan
dibandingkan di hutan.
D. SALAH: Dapat dilihat pada gambar 3, jarak antara perangkap oviposisi 1 dan 2 di peternakan (FA1
dan FA2) lebih pendek dibandingkan jarak antara perangkap 1 dan 2 di danau (LA1 dan LA2). Hal
ini membuktikan adanya perbedaan yang lebih jauh di danau dibandingkan peternakan.

Etologi

SOAL 46

Altruisme adalah perilaku makhluk hidup untuk memberi keuntungan kepada resipien, yang dapat
memberikan dampak merugikan terhadap altruis (donor) sendiri.
Tentukan pernyataan di bawah ini benar (B) atau salah (S)!
A. Individu memilih resipien altruisme berdasarkan daya tarik.
B. Koloni lebah pekerja steril yang melayani ratu adalah contoh altruisme.
C. Altruisme bertujuan untuk meningkatkan kesintasan individu itu sendiri.
D. Seekor monyet dalam sebuah populasi yang akan memberi alarm call saat bahaya datang adalah contoh
altruisme.

Pembahasan
A. Salah. Individu melakukan altruism berdasarkan kekerabatan (relatedness).
B. Benar. Para lebah pekerja yang steril tidak akan mampu bereproduksi dan mewariskan gen mereka demi
survival sang ratu.
C. Salah. Altruisme pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan kesintasan kelompok, atau setidaknya
individu lain yang menjadi resipien.
D. Benar. Dengan memberikan alarm call, monyet tersebut seakan memberitahu predator mengenai posisi
dirinya sendiri sehingga ia membahayakan diri sendiri. Tetapi, dengan adanya alarm call, monyet-
monyet lain dapat segera menyelamatkan diri.

SOAL 47

Uji pengasuhan-silang (cross-fostering experiment) dilakukan


untuk menyelidiki pengaruh pengajaran dari induk terhadap
perilaku anakan. Percobaan ini dilakukan pada dua jenis tikus
berbeda, yang prosesnya ditampilkan dalam gambar berikut ini.
Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!
A. Interaksi dengan induk bukan merupakan perilaku belajar.
B. Lingkungan dapat memengaruhi pembentukan perilaku.
C. Perilaku pada gambar lebih ditentukan oleh genetik
dibandingkan lingkungan.
D. Uji asuh-silang dapat dilakukan pada manusia.

Pembahasan:
A. Salah: Dapat dilihat bahwa apabila anak bergaul dengan induk
yang banyak berinteraksi, maka anak menjadi pemberani.
B. Benar: Dapat dilihat bahwa efek pengasuhan (lingkungan, bukan genetik) yang membentuk perulaku
anakan menjadi pemberani atau penakut.
C. Salah: Apabila ditentukan genetik, maka anak yang berasal dari induk yang tidak banyak berinteraksi
harus tetap menjadi penakut kendati dibesarkan induk yang banyak berinteraksi, dan sebaliknya.
D. Benar: Hal ini sering dilakukan pada bayi kembar yang dipisahkan ke dalam dua keluarga berbeda untuk
meneliti perilaku manusia. Contoh yang terkenal adalah yang terjadi dalam percobaan (yang tidak
manusiawi) di Kamp Auswitch selama masa Nazi.

Biosistematika

SOAL 48

Bhawikarsu Warrior melakukan serangkaian penelitian untuk mengetahui evolusi pada jaring laba-laba
berserta diversifikasi laba-laba. Hasil penelitian tersebut mencakup hubungan antara perilaku konstruksi
jaring-jaring dan keanekaragaman spesies laba-laba pada klad laba-laba (A) serta arsitektur jaring laba-laba
yang telah dioptimisasi (B). Hasil penelitian tersebut disajikan pada data dibawah ini.

!
A. Hubungan perilaku konstruksi jaring-jaring dan keanekaragaman spesies laba-laba
!
B. Arsitektur Jaring-Jaring Laba-Laba yang Dioptimasi

Tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!


A. Hasil pengamatan diatas menunjukkan bahwa semua tipe lembaran jaring

jaring orbikularian (orb) adalah homolog.
B. Jaring-jaring bertipe brush sheet merupakan bentuk nenek moyang dari

jaring-jaring bertipe terminal sheet dan irregular sheet.
C. Kelompok dengan irregular ground sheet webs merupakan kelompok yang parafiletik.
D. Jaring-jaring tipe orbikularian (orb) tidak diikuti dengan peningkatan regulasi geometri dan perilaku
stereotipe dari konstruksi jaring-jaring

Pembahasan :
A. Salah, berdasarkan hasil pengamatan satu bahwa jaring-jaring tipe orb memiliki beberapa bentuk
yang berbeda pada kelompok yang berbeda sehingga menunjukkan bahwa jaring-jaring orb tidak
homolog untuk semua tipe lembarannya.
B. Benar, berdasarkan hasil pengamatan B bahwa brush sheet merupakan taksa yang paling awal dan
berdivergensi menjadi tipe terminal sheet dan irregular sheet.
C. Benar, hal ini ditunjukkan bahwa pada klad yang ditunjukkan berwarna coklat tidak semua
anggotanya memiliki tipe irregular ground sheet webs melainkan ada salah satu anggotanya yakni
agelenopsis yang memiliki tipe brushed sheet webs.
D. Salah, sesuai hasil pengamatan satu dan dua ditunjukkan bahwa evolusi jaring-jaring tipe orb
meningkatkan regulasi geometri menjadi lebih kompleks dibandingkan tipe jaring-jaring yang lebih
awal serta diikuti oleh munculnya perilaku stereotip dari pembuatan jaring-jaring.

SOAL 49

Di bawah ini terdapat pohon filogeni yang menunjukkan klasifikasi trakeophyta.

A. Sifat siphonostele merupakan sinapomorfi untuk golongan monilophyta.


B. Dalam pohon ini terdapat satu cabang filogeni yang belum jelas/sempurna.
C. Lignophyta merupakan kelompok polifiletik.
D. Rhyniophyta adalah outgroup dari pohon ini.

Pembahasan:
A. Benar. Sinapomorfi merupakan sifat/trait ancestral yang diturunkan kepada turunan-turunan evolusinya.
Siphonostele terdapat di dasar pohon monilophyta sehingga kemungkinan besar merupakan sinapomorfi dari
kelompok monilophyta.
B. Benar. Cabang equisetales, marittiales dan polypodiales merupakan politomi (terdiri atas lebih dari dua
cabang) sehingga mengindikasikan hubungan yang belum jelas.
C. Salah. Lignophyta merupakan kelompok monofiletik.
D. Benar. Rhyniophyta merupakan cabang yang paling pertama bercabang dari pohon utama sehingga
kemungkinan besar merupakan outgroup dari pohon filogeni tersebut.

SOAL 50
Saslis-Lagoudakis et al (2012) meneliti kekerabatan antara spesies-spesies tumbuhan herbal yang terdapat di
Tanjung Afrika Selatan (A), Nepal (B), dan Selandia Baru (C). Kekerabatan antar spesies ditentukan dengan
bantuan bionformatika dan disajikan dalam pohon kekerabatan di atas. Warna merah menunjukkan adanya
bioaktivitas tumbuhan yang dapat dijadikan obat.
Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah!
A. Bioaktivitas tumbuhan di Nepal terbentuk dari nenek moyang namun seiring waktu hilang pada beberapa
spesies.
B. Terdapat radiasi adaptif di Tanjung Afrika Selatan.
C. Pohon tersebut menunjukkan bahwa Selandia Baru memulai proses evolusi lebih lambat dibandingkan
Nepal dan Tanjung Afrika Selatan.
D. Bioaktivitas cenderung ditemukan berkelompok pada berbagai spesies tumbuhan, membuktikan
pentingnya pengetahuan akan kekerabatan tumbuhan terhadap perkembangan dunia medis.
Standar soal: OSK atau OSP
JAWABAN
A. BENAR: Sudah terlihat di pohon evolusi di mana dari awal garis keturunan sudah berwarna merah
namun beberapa lineage kehilangan bioaktivitasnya.
B. SALAH: Tidak dapat disimpulkan apakah ada radiasi adaptif pada Tanjung Afrika Selatan.
C. SALAH: Tidak dapat disimpulkan karena tidak ada keterangan yang menyatakan panjang garis
sebanding dengan waktu; siapa tahu memang proses spesiasi di Selandia Baru lambat.
D. BENAR: Terlihat bahwa garis keturunan merah cenderung berkelompok (clustered) sehingga dapat
membantu dalam perkembangan dunia medis untuk mencari potensi obat baru.