Anda di halaman 1dari 304

PENGUKURAN TINGKAT KONTRIBUSI

TEKNOLOGI SEBAGAI LANDASAN STRATEGI


TEKNOLOGI PT ELTY ESTETIKA

TUGAS SARJANA
Diajukan untuk sidang sarjana di program studi Manajemen Rekayasa
Industri
Institut Teknologi Bandung

Oleh:
Brian Yoga Dharmawan Guntara Putra
NIM 14412038

PROGRAM STUDI MANAJEMEN REKAYASA INDUSTRI


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016
ii
LEMBAR PENGESAHAN
TUGAS SARJANA

dengan judul:

PENGUKURAN TINGKAT KONTRIBUSI


TEKNOLOGI SEBAGAI LANDASAN STRATEGI
TEKNOLOGI PT ELTY ESTETIKA

Disusun oleh:

Brian Yoga Dharmawan


NIM 14412038

Bandung, 26 Desember 2016


Menyetujui
Dosen Pembimbing,

Dr.Ir. Iwan Inrawan Wiratmadja


NIP 195906101986011001

iii
iv
PANDUAN PENGGUNAAN & HAK CIPTA

TUGAS SARJANA

PENGUKURAN TINGKAT KONTRIBUSI


TEKNOLOGI SEBAGAI LANDASAN STRATEGI
TEKNOLOGI PT ELTY ESTETIKA

BRIAN YOGA DHARMAWAN


NIM 14412038

Karya tulis ini adalah bukan hasil penerbitan sehingga peredaran karya tulis ini
terbatas pada lingkungan akademik.
Dilarang menggandakan (sebagian atau seluruhnya) karya tulis ini tanpa seizin
penulis dan pembimbing yang bersangkutan.

Untuk informasi dapat menghubungi:


Brian Yoga Dharmawan
081320417914
Email: brianyoga29@gmail.com

v
vi
SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Brian Yoga Dharmawan
NIM : 14412038

Menyatakan bahwa Laporan Tugas Akhir tahap sarjana ini merupakan karya
sendiri, bukan merupakan hasil menyalin, meniru, ataupun menjiplak (plagiat).

Bandung, 26 Desember 2016

Mengetahui,
Pembimbing Tugas Akhir

Dr.Ir. Iwan Inrawan Wiratmadja


NIP 195906101986011001

Penyusun,

Brian Yoga Dharmawan


NIM 14412038

vii
viii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT penguasa segala ilmu pengetahuan dan alam
semesta. Atas rahmat dan karunia-Nya sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan
yang insyaallah memberikan banyak pembelajaran bagi penulis secara pribadi.
Terselesaikannya tugas akhir ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari pihak-
pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyusunan dan
pembuatannya. Rasa terimakasih saya sampaikan kepada dosen pembimbing saya
Bapak Dr. Ir. Iwan Inrawan Wiratmadja yang telah bersedia memberikan
bimbingan serta dukungan lainnya dalam penyelesaian tugas akhir ini, serta pihak-
pihak lainnya yang turut serta membantu demi terselesaikannya tugas akhir ini.

Saya sebagai manusia yang banyak memiliki kekurangan menyadari bahwa apa
yang saya sampaikan dalam tugas akhir ini masih jauh dari kesempurnaan baik
dalam proses penyampaiannya maupun isi atau hal-hal yang terkandung di
dalamnya. Maka dari itu saya selaku peneliti dan penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun sehingga dapat
membantu saya untuk dapat lebih menyempurnakan lagi tugas akhir yang saya buat
ini, dan menjadi dorongan bagi saya untuk terus memperbaiki dan menjadi lebih
baik ke depannya. Semoga apa yang saya sajikan dalam tugas akhir ini dapat
memberikan manfaat-manfaat yang sedianya dapat berguna bagi pembaca.

Bandung, 26 Desember 2016


Penulis

Brian Yoga Dharmawan


14412038

ix
x
ABSTRAK

PT Elty Estetika merupakan perusahan skala kecil pada industri kosmetika dan
kecantikan. Salah satu permasalahan umum yang dihadapi oleh perusahaan pada
skala kecil dan menengah adalah minimnya penguasaan teknologi. Permasalahan
akan penguasaan teknologi yang dimiliki ini menyebabkan ketidakmampuan
perusahaan untuk mengutilisasi fasilitas-fasilitas transformasi yang dimiliki untuk
memanfaatkan peluang yang dimiliki pada industri terkait. PT Elty Estetika
memiliki performansi yang lebih rendah dibandingkan perusahaan pembandingnya,
salah faktor yang menyebabkan hal ini karena PT Elty Estetika belum mengetahui
tingkat kapabilitas teknologi yang dimiliki. Strategi teknologi dibutuhkan
perusahaan dalam meningkatkan kapabilitas teknologi untuk mencapai keunggulan
bersaing serta meningkatkan performansi perusahaan.

Perusahaan memerlukan alat bantu yang akurat untuk mengukur seberapa jauh
perbedaan antara status teknologi perusahaan dibandingkan dengan status dari
perusahaan yang lebih maju. Pengukuran tingkat kontribusi teknologi pada
penelitian ini menggunakan metode Teknometrik dimana komponen teknologi
yang diukur adalah Technoware, Humanware, Infoware, dan Orgaware. MD Clinic
berperan sebagai pembanding nilai-nilai pengukuran tersebut. Hasil pengukuran
kapabilitas teknologi menunjukkan nilai PT. Elty Estetika lebih rendah
dibandingkan MD Clinic, dilihat dari nilai TCC (Technology Content Coefficient)
PT. Elty Estetika adalah 0.521 sedangkan nilai MD Clinic adalah 0.6364.

Hasil pengukuran tingkat kontribusi teknologi dengan mengombinasikan nilai


posisi pasar, tingkat kapabilotas teknologi, dan nilai potensi pertumbuhan bisnis,
maka didapatkan posisi strategis berada di posisi”Question Mark”, dimana
ekspektasi posisi strategisnya adalah “Star”. Berdasarkan perbedaan posisi tersebut,
maka strategi teknologi yang disarankan adalah strategi kemitraan dengan menjual
pengetahuan serta penguasaan teknologinya ke perusahaan lain. Terdapat dua buah
tahapan besar yang menjadi landasan rencana strategi teknologi yang akan
dilakukan yaitu tahap perkuatan kapabilitas teknologi dan tahapan implementasi
strategi kemitraan.
Kata Kunci: Kapabilitas Teknologi, Teknometrik, Strategi Teknologi

xi
xii
ABSTRACT

Elty Estetika, Ltd. is a small-scaled enterprise in the cosmetics and aesthetics


industry. One of the common problems faced by small medium enterprises is the
lack of mastery of science and technology (Sudaryanto and Hanim, 2002). The
problem of understanding the technology capabilities causes the company's
inability to utilize the transformation facilities owned to maximize the opportunities
in related industries. Elty Estetika, Ltd has a lower performance level compared to
its benchmarked company, one of the factor causing this is because Elty Estetika,
Ltd doesn’t know yet its technology capability. Technology strategy is needed by a
firm in order enhance its capibility of technology to strengthen its competitive
advantage and performance

To be able to benefit optimally, industry players at the enterprise level require a


more accurate and precise instrument to measure how far the difference between
the status of the company's technology compared to competitors. The technometric
method is used in this study. The components measured are technoware,
humanware, infoware, and orgaware. MD Clinic serves as a comparison of the
assesment results. The results show that the value of Elty Estetika, Ltd. technology
capability is lower than MD Clinic, based on the value of TCC (Technology
Content Coefficient). Elty Aesthetics, Ltd. is 0521 while the value of MD Clinic is
0.6364.

By combining the results of the assesment with Elty Aesthetics, Ltd’s market
position and potential market growth, then obtained that the strategic position lies
in "Question Mark", while the expected position is "Star". Based on the difference
of the positions, the suggested technology strategy is partnership strategy by
offering knowledge and technology capability to other companies. There are two
major stages of the technology strategy plan to be carried out. The first stage is the
stage of strengthening the technology capabilities. The second stage is the stage of
implementing the partnerships strategy.

xiii
Keywords: Technology Capability, Technometric, Technology Strategy

xiv
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................. iii

SURAT PERNYATAAN .................................................................................... vii

KATA PENGANTAR.......................................................................................... ix

ABSTRAK ............................................................................................................ xi

ABSTRACT ........................................................................................................ xiii

DAFTAR ISI ........................................................................................................xv

DAFTAR GAMBAR.......................................................................................... xix

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah .......................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................6
1.3 Tujuan Penelitian .........................................................................................6
1.4 Batasan Penelitian........................................................................................6
1.5 Sistematika Penulisan ..................................................................................7

BAB II DASAR TEORI .....................................................................................13


2.1 Teknologi ....................................................................................................13
2.2 Derajat Kecanggihan Teknologi ...............................................................15
2.2.1 Estimasi Derajat Kecanggihan Teknologi ............................................17
2.2.2 Penilaian Tingkat Kecanggihan Mutakhir ............................................22
2.2.3 Penilaian Tingkat Kecanggihan Mutakhir (State of the Art ..................24
2.2.4 Penentuan Intensitas Kontribusi Masing-Masing Komponen ..............25
2.2.5 Perhitungam Koefisien Kontribusi Teknologi (TCC ............................25
2.3 Perbandingan Berpasangan (Model AHP) ..............................................27
2. 4 Perumusan Strategi Teknologi ................................................................30
2.5 Parameter Kelayakan Investasi ................................................................35
2.5.2 Internal Rate of Return (IRR) ...............................................................36
2.5.3 Payback Period (PP) .............................................................................37

BAB III METODOLOGI PENELITIAN .........................................................39

xv
3.1 Formulasi Masalah ....................................................................................41
3.1.1 Studi Pendahuluan ................................................................................41
3.1.2 Studi Literatur .......................................................................................41
3.1.3 Identifikasi Masalah ..............................................................................42
3.1.4 Tujuan Penelitian ..................................................................................43
3.1.5 Pembatasan Penelitian .........................................................................43
3.2 Penyusunan Model Teknometrik .............................................................43
3.2.1 Penjelasan Fasilitas dan Sumber Daya Perusahaan .............................45
3.2.2 Penentuan Batas Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi .................45
3.2.3 Penentuan Kriteria Evaluasi Tingkat Kecanggihan Mutakhir ..............46
3.3 Pengumpulan dan Pengolahan Data .......................................................47
3.3.1 Pengumpulan Data dan Pengujian Keandalan untuk Tingkat
Kecanggihan Mutakhir Teknologi .................................................................48
3.3.2 Pengumpulan dan Pengolahan Data Untuk Prosedur Perbandingan
Berpasangan ...................................................................................................49
3.3.2 Pengolahan Data untuk Perhitungan Koefisien Konstribusi Teknologi
(TCC) .............................................................................................................49
3.3.3 Perbandingan Data TCC dan TCA .......................................................50
3.4 Analisis dan Perumusan Strategi Teknologi ...........................................50
3.4.1 Analisis Model Teknometrik ................................................................50
3.4.2 Analisis Pengumpulan dan Pengolahan Data .......................................51
3.4.3 Analisis Perhitungan Nilai TCC dan TCA............................................51
3.4.4 Perumusan Strategi Teknologi ..............................................................51
3.5 Perhitungan Parameter Kelayakan Investasi .........................................52
3.6 Kesimpulan dan Saran ..............................................................................52

BAB IV PENGEMBANGAN MODEL ..............................................................53


4.1 Penjelasan Tiap Komponen Teknologi ....................................................54
4.1.1 Penjelasan Fasilitas Transformasi Perusahaan (Technoware) ..............54
4.1.2 Penjelasan Sumber Daya Manusia Perusahaan (Humanware) .............57
4.1.4 Penjelasan Struktur Organisasi Perusahaan (Orgaware).......................61
4.2 Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi ................................................63

xvi
4.2.1 Derajat Sofistikasi Komponen Technoware
 .......................................64
4.2.2 Derajat Sofistikasi Komponen Humanware
 .......................................69
4.2.3 Derajat Sofistikasi Komponen Infoware ...............................................73
4.2.4 Derajat Sofistikasi Komponen Orgaware.............................................75
4.3 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi ..................................................77
4.3.1 Kriteria Evaluasi Technoware
.............................................................77
4.3.2 Kriteria Evaluasi Humanware
.............................................................84
4.3.3 Kriteria Evaluasi Infoware
 ..................................................................87
4.3.4 Kriteria Evaluasi Orgaware ..................................................................88
4.4 Model Teknometrik Akhir ........................................................................90

BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA ...............................97


5.1 Pengumpulan Data ....................................................................................97
5.2 Pengumpulan Data Strategis Perusahaan ...............................................98
5.3 Pengujian Keandalan Alat Ukur Komponen Teknologi ......................101
5.4 Pembobotan Komponen Teknologi ........................................................102
5.5 Penentuan Kontribusi Komponen Teknologi........................................103
5.5.1 Penentuan Kontribusi Komponen Technoware ..................................103
5.5.2 Penentuan Kontribusi Komponen Humanware ..................................105
5.5.3 Penentuan Kontribusi Komponen Infoware........................................106
5.5.4 Penentuan Kontribusi Komponen Orgaware......................................107
5.5.5 Perhitungan Kontribusi Total Setiap Komponen Teknologi ..............107
5.6 Perhitungan TCC .....................................................................................110
5.7 Perhitungan Nilai Tambah Ekonomi .....................................................110
5.8 Perhitungan TCA .....................................................................................111
5.9 Pengolahan Data Posisi Perusahaan Relatif ..........................................112

BAB VI ANALISIS, PERUMUSAN STRATEGI TEKNOLOGI, DAN


PERHITUNGAN PARAMETER KELAYAKAN INVESTASI ...................115
6.1 Analisis Model Teknometrik...................................................................115
6.1.1 Technoware .........................................................................................115
6.1.2 Humanware ............................................................................................129

xvii
6.1.3 Infoware .................................................................................................143
6.1.4 Orgaware ............................................................................................148
6.2 Analisis Pembobotan Tingkat Intensitas Teknologi .............................151
6.2.1 Analisis Pembobotan Tingkat Intensitas Sub-komponen Technoware
......................................................................................................................154
6.2.2 Analisis Pembobotan Tingkat Intensitas Sub-komponen Humanware
......................................................................................................................155
6.3 Analisis Koefisien Kontribusi Teknologi ...............................................156
6.3 Analisis Nilai Tambah Ekonomi ............................................................160
6.4 Analisis Nilai TCA ..................................................................................161
6.5 Perumusan Strategi Teknologi ...............................................................162
6.5.1 Investasi dalam Komponen Technoware ............................................165
6.5.2 Investasi dalam Komponen Humanware ............................................167
6.5.3 Investasi dalam Komponen Infoware .................................................171
6.5 Perhitungan Parameter Kelayakan Investasi .......................................173
6.6 Perencanaan Strategi Teknologi.............................................................177

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ..........................................................181


7.1 Kesimpulan ...............................................................................................181
7.2 Saran .........................................................................................................185

DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................187

LAMPIRAN........................................................................................................191

xviii
DAFTAR GAMBAR

Gambar I-1 Frekuensi Transaksi Elty Clinic 4


Gambar I-2 Frekuensi Transaksi MD Clinic 5
Gambar I-3 Proses Perumusan Masalah 10
Gambar I-3 Proses Perumusan Masalah (lanjutan) 11
Gambar II-1 Pemetaan & Interaksi Antar Komponen Teknologi 15
Gambar II-2 Contoh Tabel Perbandingan Berpasangan 28
Gambar II-3 Kubus Posisi Strategis Perusahaan 31
Gambar II-4 Kubus Posisi Strategis Star 31
Gambar II-5 Kubus Posisi Strategis Dog (1) 32
Gambar II-6 Kubus Posisi Strategis Cash Cow 32
Gambar II-7 Kubus Posisi Strategis Question Mark (1) 33
Gambar II-8 Kubus Posisi Strategis Question Mark (2) 33
Gambar II-9 Kubus Posisi Strategis Question Mark (3) 34
Gambar II-10 Kubus Posisi Strategis Dog (2) 34
Gambar II-11 Kubus Posisi Strategis Dog 35
Gambar III – 1 Metodologi Penelitian 39
Gambar III – 1 Metodologi Penelitian (lanjutan) 40
Gambar III – 2 Metodologi Penyusunan Model Teknometrik 44
Gambar IV – 1 Proses Bisnis Klinik Umum 53
Gambar IV – 2 Struktur Organisasi PT. Elty Estetika 62
Gambar IV – 3 Struktur Organisasi Lazeta Clinic Error! Bookmark not defined.
Gambar IV – 4 Struktur Organisasi MD Clinic (Cabang) 63
Gambar IV – 5 Model Teknometrik PT. Elty Estetika 91
Gambar IV – 6 Model Teknometrik MD Clinic 92
Gambar IV – 7 Kriteria Evaluasi Technoware 93
Gambar IV – 8 Kriteria Evaluasi Humanware 94
Gambar IV – 9 Kriteria Evaluasi Infoware 95
Gambar IV – 10 Kriteria Evaluasi Orgaware 95
Gambar V-1 Pangsa Pasar Industri Perawatan Kulit 100

xix
Gambar VI-1 Perbandingan Klasifikasi Fasilitas 1 116
Gambar VI-2 Perbandingan Nilai Batas Akhir Fasilitas 2 117
Gambar VI-3 Perbandingan Klasifikasi Fasilitas 3 119
Gambar VI-4 Perbandingan Nilai Batas Akhir Fasilitas 4 119
Gambar VI-5 Perbandingan Klasifikasi Fasilitas 3 122
Gambar VI-6 Perbandingan Nilai Batas Akhir Fasilitas 3 122
Gambar VI-7 Perbandingan Klasifikasi Fasilitas 4 125
Gambar VI-8 Perbandingan Nilai Batas Akhir Fasilitas 4 125
Gambar VI-9 Perbandingan Klasifikasi Sub-Komponen Technoware 127
Gambar VI-10 Perbandingan Nilai Batas Sub-Komponen Technoware 127
Gambar VI-11 Perbandingan Klasifikasi Jabatan 1 131
Gambar VI-12 Perbandingan Nilai Batas Akhir Jabatan 1 131
Gambar VI-13 Perbandingan Klasifikasi Jabatan 2 133
Gambar VI-14 Perbandingan Nilai Batas Akhir Jabatan 2 133
Gambar VI-15 Perbandingan Klasifikasi Jabatan 3 137
Gambar VI-16 Perbandingan Nilai Batas Akhir Jabatan 3 137
Gambar VI-17 Perbandingan Klasifikasi Jabatan 4 139
Gambar VI-18 Perbandingan Nilai Batas Akhir Jabatan 4 139
Gambar VI-19 Perbandingan Klasifikasi Sub-Komponen Humanware 141
Gambar VI-20 Perbandingan Nilai Batas Akhir Sub-Komponen Humanware 141
Gambar VI-21 Perbandingan Klasifikasi Komponen Infoware 144
Gambar VI-22 Perbandingan Nilai Batas Akhir Komponen Infoware 144
Gambar VI-23 Perbandingan Klasifikasi Komponen Orgaware 148
Gambar VI-24 Perbandingan Nilai Batas Akhir Komponen Orgaware 149
Gambar VI-25 Perbandingan Tingkat Intensitas KontribusiTeknologi 152
Gambar VI-26 Perbandingan Intensitas Sub-Komponen Technoware 154
Gambar VI-27 Perbandingan Intensitas Sub-Komponen Humanware 155
Gambar VI-28 Diagram Radar Nilai Kontribusi Teknologi 157
Gambar VI-29 Posisi Strategis Awal Perusahaan 162
Gambar VI-30 Posisi Strategis Tujuan Perusahaan 163

xx
DAFTAR TABEL

Tabel II-1 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Technoware 18


Tabel II-2 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Humanware 19
Tabel II-3 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Infoware 20
Tabel II-4 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Orgaware 21
Tabel II-5 Nilai OFI dan SFI Berbagai Negara 27
Tabel II-6 Skala Perbandingan Saaty 28
Tabel II-7 Nilai Indeks Acak Berbagai Orde Matriks 30
Tabel IV – 1 Penjelasan Fasilitas Proses 1 54
Tabel IV – 1 Penjelasan Fasilitas Proses 1 (lanjutan) 55
Tabel IV – 2 Penjelasan Fasilitas Proses 2 55
Tabel IV – 1 Penjelasan Fasilitas Proses 2 (lanjutan) 56
Tabel IV – 3 Penjelasan Fasilitas Proses 3 56
Tabel IV – 4 Penjelasan Fasilitas Proses 4 57
Tabel IV – 5 Klasifikasi dan Batas Bawah Proses 1 65
Tabel IV – 6 Klasifikasi dan Batas Atas Proses 1 65
Tabel IV – 7 Klasifikasi dan Batas Bawah Proses 2 67
Tabel IV – 8 Klasifikasi dan Batas Atas Proses 2 67
Tabel IV – 9 Klasifikasi dan Batas Bawah Proses 3 67
Tabel IV – 10 Klasifikasi dan Batas Atas Proses 3 68
Tabel IV – 11 Klasifikasi dan Batas Bawah Proses 4 68
Tabel IV – 12 Klasifikasi dan Batas Atas Proses 4 68
Tabel IV – 13 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 1 70
Tabel IV – 14 Klasifikasi dan Batas Atas Jabatan 2 70
Tabel IV – 15 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 2 71
Tabel IV – 16 Klasifikasi dan Batas Atas Jabatan 2 71
Tabel IV – 17 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 3 71
Tabel IV – 18 Klasifikasi dan Batas Atas Jabatan 3 72
Tabel IV – 19 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 4 72
Tabel IV – 20 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 4 72

xxi
Tabel IV – 21 Klasifikasi dan Batas Bawah Komponen Infoware 74
Tabel IV – 22 Klasifikasi dan Batas Atas Komponen Infoware 74
Tabel IV – 23 Klasifikasi dan Batas Bawah Komponen Orgaware 76
Tabel IV – 24 Klasifikasi dan Batas Atas Komponen Orgaware 77
Tabel IV – 25 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Technoware 78
Tabel IV – 26 Kriteria Evaluasi Fasilitas 1 80
Tabel IV – 27 Kriteria Evaluasi Fasilitas 2 81
Tabel IV – 28 Kriteria Evaluasi Fasilitas 3 83
Tabel IV – 29 Kriteria Evaluasi Fasilitas 4 84
Tabel IV – 30 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Humanware 85
Tabel IV – 31 Kriteria Evaluasi Jabatan 1 85
Tabel IV – 32 Kriteria Evaluasi Jabatan 2 86
Tabel IV – 33 Kriteria Evaluasi Jabatan 3 86
Tabel IV – 34 Kriteria Evaluasi Jabatan 4 87
Tabel IV – 35 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Infoware 87
Tabel IV – 36 Kriteria Evaluasi Infoware Perusahaan 88
Tabel IV – 37 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Orgaware 88
Tabel IV – 38 Kriteria Evaluasi Orgaware Perusahaan 89
Tabel V-1 Hasil Uji Reliabilitas Alat Ukur 101
Tabel V-2 Hasil Perhitungan Nilai Intensitas Komponen Teknologi 102
Tabel V-3 Hasil Perhitungan Nilai Intensitas Sub-Komponen Technoware 102
Tabel V-4 Hasil Perhitungan Nilai Intensitas Sub-Komponen Humanware 102
Tabel V-5 Penilaian State-of-The-Art Technoware Fasilitas 1 103
Tabel V-6 Penilaian State-of-The-Art Technoware Fasilitas 2 103
Tabel V-7 Penilaian State-of-The-Art Technoware Fasilitas 3 104
Tabel V-8 Penilaian State-of-The-Art Technoware Fasilitas 4 104
Tabel V-9 Penilaian State-of-The-Art Humanware Jabatan 1 105
Tabel V-10 Penilaian State-of-The-Art Humanware Jabatan 2 105
Tabel V-11 Penilaian State-of-The-Art Humanware Jabatan 3 106
Tabel V-12 Penilaian State-of-The-Art Humanware Jabatan 1 106
Tabel V-13 Penilaian State-of-The-Art Infoware 106

xxii
Tabel V-14 Penilaian State-of-The-Art Orgaware 107
Tabel V-15 Perhitungan Kontribusi Komponen Teknologi Elty Clinic 108
Tabel V-16 Perhitungan Kontribusi Komponen Teknologi MD Clinic 109
Tabel V-17 Perhitungan TCC 110
Tabel V-18 Data Keuangan Perusahaan 111
Tabel V-19 Perhitungan Koefisien Iklim Teknologi 112
Tabel V-20 Perhitungan TCA 112
Tabel VI-1 Pembobotan Intensitas Komponen Teknologi 152
Tabel VI-2 Tabel Perbandingan Peringkat Intensitas Kontribusi 153
Tabel VI-3 Koefisien Kontribusi Teknologi 157
Tabel VI-4 Spesifikasi Mesin Tambahan 166
Tabel VI-5 Penentuan Investasi Infoware 173
Tabel VI-6 Asumsi Perhitungan Kelayakan Investasi 174
Tabel VI-7 Nilai Kelayakan Investasi 177

xxiii
xxiv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Permasalahan-permasalahan di Indonesia sebagai negara berkembang kerap kali


terkait dengan tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran,
ketimpangan distribusi pendapatan, proses pembangunan yang tidak merata antara
daerah perkotaan dan perdesaan, serta masalah urbanisasi. Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) merupakan salah satu sektor industri yang dinilai memiliki andil
besar yang perkembangannya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang
signifikan terhadap upaya-upaya penanggulangan masalah-masalah yang telah
disebutkan.

Karakteristik UKM di Indonesia adalah mempunyai daya tahan untuk hidup dan
mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kinerjanya selama krisis ekonomi
(Center for Economic and Social Studies, 2000). Hal ini disebabkan oleh
fleksibilitas UKM dalam melakukan penyesuaian proses produksinya, mampu
berkembang dengan modal sendiri, mampu mengembalikan pinjaman dengan
bunga tinggi dan tidak terlalu terlibat dalam hal birokrasi (Rahmana, 2008). Dengan
kelebihan yang dimilikinya ini Menteri Keuangan RI mengatakan bahwasannya
sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam mendorong
pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Di samping potensi dan andilnya terhadap perekonomian di Indonesia, UKM yang


merupakan pelaku usaha di sektor industri kecil memiliki permasalahan yang
umum yang terjadi yakni daya saing. Daya saing industri yang relatif rendah
merupakan kendala perkembangan industri kecil. Hal ini karena umumnya pelaku
UKM tidak melakukan kontrol kualitas di mana prosedur dan teknik proses hanya
mengacu pada apa yang diketahui dan dipelajari secara turun temurun, bukan pada
standar yang telah ditentukan (Indrawati, 2003). Selain itu, permasalahan yang
dihadapi oleh UKM antara lain terbatasnya modal kerja, Sumber Daya Manusia

1
yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi
(Sudaryanto., Hanim, 2002).

Peran ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting untuk meningkatkan daya
saing serta performansi UKM. Pengaruh teknologi pada keunggulan bersaing
memiliki peran signifikan dalam menentukan posisi biaya relatif dan diferensiasi
relatif. Dalam pertumbuhan eknomi, teknologi memainkan peranan penting dalam
transformasi sumber daya, yaitu dapat meningkatkan efisiensi transformasi dan
memperbaiki utilitas dari sumber daya yang diproses. Teknologi pada konteks
transformasi sumber daya untuk pertumbuhan ekonomi memiliki empat komponen
utama yaitu technoware ̧ humanware, inforware, dan orgaware. Suatu proses alih
teknologi perlu mendapat dukungan dari seluruh komponen yang terlibat di
dalamnya (UNESCAP, 1989). Integrasi yang baik dari seluruh komponen teknologi
akan meningkatkan performansi dari UKM.

PT. Elty Estetika merupakan suatu perusahaan yang tergolong dalam UKM yang
bergerak pada industri kecantikan dan kosmetika. Menurut informasi yang
diperoleh berdasarkan Kemenperin pada tahun 2015, Industri kecantikan dan
kosmetika secara umum dapat dikatakan dalam posisi bertumbuh, hal ini dapat
dilihat dari peningkatan dari sisi penjualan domestik yang mengalami peningkatan
dari Rp 8.5 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp. 9.6 triliun di tahun 2015. Selain itu,
Kemenperin juga menaksir pertumbuhan industri kecantikan dan kosmetika mulai
dari tahun 2015 akan mengalami pertumbuhan sebesar 20%. Hal ini disebabkan
kesadaran akan perawatan kulit baik untuk pria maupun wanita terus meningkat
seiring berjalannya waktu yang berimplikasi pada terus berkembangnya ukuran
pasar dan penjualan untuk produk perawatan kulit (Setianto, 2016). Melihat data
dan informasi ini dapat disimpulkan bahwa PT. Elty Estetika memiliki peluang
untuk berkembang yang besar.

Peluang yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika terbukti didukung dengan adanya data
jumlah pengujung yang meningkat dari tahun 2014 yakni sebesar 40%. Namun

2
meningkatnya jumlah pengunjung tersebut belum diiringi dengan persiapan yang
cukup dari internal PT. Elty Estetika. Pihak manajemen ingin merumuskan suatu
strategi yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan sebagai suatu upaya dalam
mengoptimalkan peluang yang dimiliki. Berdasarkan Sudaryanto dan Hanim
(2002), PT. Elty Estetika yang tergolong usaha kecil menengah ini pun memiliki
suatu permasalahan yang pada umumnya suatu UKM miliki, yakni berkenaan
dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini didukung dengan
fakta yang diperoleh dari lapangan yakni belum terutilisasinya transformasi
teknologi yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika. Beberapa hal yang mendukung
pernyataan tersebut adalah tidak adanya sistem informasi yang membantu proses
pengawasan dan kontrol, tidak berimbangnya kemampuan yang dimiliki oleh
tenaga ahli (dokter) dan operator medis (terapis), serta kurangnya pengetahuan
secara menyeluruh oleh pemilik usaha mengenai tingkat utilisasi teknologi di
perusahaan. Melihat fakta tersebut dibutuhkan suatu strategi yang berlandaskan
utilisasi teknologi yang dimiliki. Perusahaan dengan strategi bisnis yang didasari
pada kapabilitas teknologi akan dapat berkompetisi dalam dunia bisnis yang
kompetitif (Hanny, 2000). PT Elty Estetika perlu mengetahui akan tingkat utilisasi
teknologi yang dimiliki agar dapat meningkatkan kapabilitas teknologinya. Strategi
teknologi merupakan strategi yang menjadi pilihan perusahaan dalam
meningkatkan kapabilitas teknologi untuk mencapai keunggulan bersaing.
(Rukmayuninda, 2011)

Untuk dapat mengembangkan strategi teknologi yang baik dan dapat


diimplementasikan, diperlukan terlebih dahulu pengetahuan yang menyeluruh dan
lengkap mengenai tingkat kontribusi teknologi tersebut di perusahaan yang
bersangkutan. Pada penelitian ini, teknologi didefinisikan sebagai sebuah kesatuan
dari proses, alat bantu, metode, prosedur, dan peralatan yang digunakan untuk
menghasilkan produk atau jasa (Schroeder, 1986). Tujuan penilaian atau
pengukuran teknologi yang dilakukan ini adalah sebagai sumber informasi kepada
pembuat kebijakan (pemilik usaha) untuk menentukan alternatif kebijakan-
kebiajakan yang akan ditentukan (Banta, 2009). Proses penilaian teknologi dalam

3
penelitian ini, akan menggunakan metode yang dikembangkan oleh UNESCAP
pada tahun 1989, yaitu Teknometrik. Teknometrik merupakan sebuah metode
pengukuran empat komponen teknologi, dimana komponen- komponen tersebut
mencakup aspek peralatan, kemampuan manusia, sistem informasi, dan organisasi
dan kerangka kerja perusahaan. Salah satu upaya untuk bisa mendapatkan
keuntungan secara optimal, pelaku industri pada tingkat perusahaan memerlukan
alat bantu yang akurat dan tepat untuk mengukur seberapa jauh perbedaan antara
status teknologi perusahaan dibandingkan dengan status dari kompetitor atau
perusahaan yang lebih maju (Mata, 1995). Dibutuhkan perusahaan sejenis yang
dinilai memiliki performansi yang lebih baik dibanding PT. Elty Estetika. Hal ini
akan memberikan gambaran posisi relatif serta perbedaan nilai konstribusi
teknologi antara PT. Elty Estetika dengan perusahaan pembanding. Hal ini juga
akan berimplikasi pada perumusan strategi teknologi yang akan dilakukan.

MD Clinic merupakan perusahaan yang bergerak pada industri yang sama degan
PT. Elty Estetika. MD Clinic dijadikan sebagai perusahaan pembanding karena
dinilai memiliki performansi usaha yang lebih baik. Hal tersebut dapat dilihat dari
tren frekuensi transaksi selama 6 bulan terakhir. Berikut merupakan grafik yang
menunjukkan tren frekuensi transaksi untuk perawatan kulit untuk tiap-tiap
perusahaan:

Frekuensi Transaksi Elty Clinic


250

200

150

100

50

0
Januari '16 Februari '16 Maret '16 April '16 Mei '16 Juni '16

Gambar I-1 Frekuensi Transaksi Elty Clinic


Sumber: Data Perusahaan

4
Frekuensi Transaksi MD Clinic
1600
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
Januari '16 Februari '16 Maret '16 April '16 Mei '16 Juni '16

Gambar I-2 Frekuensi Transaksi MD Clinic


Sumber: Data Perusahaan

Grafik tersebut menunjukkan peningkatan frekuensi transaksi pada masing-masing


perusahaan yang berimplikasi secara langsung kepada nominal penjualan yang
diperoleh kedua perusahaan. Berdasarkan grafik tersebut diperoleh bahwa rata-rata
pertumbuhan frekuensi transaksi untuk PT. Elty Estetika adalah sebesar 4%,
sedangkan MD Clinic adalah sebesar 15%. Berdasarkan nilai tersebut diketahui
bahwa PT Elty Estetika memiliki performansi yang lebih rendah dibandingkan
dengan MD Clinic. Salah satu upaya untuk meningkatkan performa PT Elty
Estetika adalah dengan memaksimalkan penggunaan teknologi di setiap aktivitas
bisnis. Keunggulan kompetitif perusahaan dapat digapai dengan menciptakan
kesempurnaan dalam salah satu atau lebih rantai aktivitas bisnis (Porter, 1990).
Peningkatan dalam produksi penambahan nilai dapat dicapai dengan meningkatkan
skala produksi dan meningkatkan penggunaan teknologi (Lantz, 2003).
Berdasarkan nilai perbandingan pertumbuhan frekuensi transaksi tersebut juga
dapat dinilai bahwa MD Clinic lebih mampu untuk mengutilisasi teknologi yang
dimilikinya. Data dan informasi ini pula menguatkan alasan mengapa PT Elty
Estetika membutuhkan strategi teknologi untuk meningkatkan kapabilitas
teknologinya yang akan berimplikasi pada peningkatan keunggulan kompetitif
yang akan meningkatkan pula performansi perusahaan, karena keunggulan

5
kompetitif merupakan bagian pondasi untuk meningkatkan performansi perusahaan
(Ismadi, 2010)

1.2 Rumusan Masalah

Proses perumusan masalah adalah langkah yang digunakan untuk mendapatkan


pertanyaan yang ingin dijawab pada penelitian ini. Gambar I-3 menunjukkan proses
penarikan rumusan masalah tersebut. Dengan demikian, rumusan masalah yang
perlu dijawab selama penelitian ini berlangsung adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pengukuran dan pemetaan tingkat kontribusi teknologi pada PT.
Elty Estetika dalam menjalankan aktivitas bisnisnya?
2. Strategi teknologi apakah yang perlu dikembangkan oleh PT. Elty Estetika agar
dapat menempatkan dirinya di posisi yang diinginkan?
3. Berapakah angka kelayakan investasi dari strategi teknologi yang akan
diterapkan oleh PT. Elty Estetika?

1.3 Tujuan Penelitian

Berikut merupakan dari tujuan penelitian yang dilakukan :


1. Mengukur tingkat kontribusi teknologi pada PT. Elty Estetika sebagai dasar
untuk mengembangkan strategi teknologi.
2. Merumuskan strategi teknologi yang dapat diimplementasikan sesuai dengan
kapabilitas teknologi yang dimiliki PT. Elty Estetika.
3. Menghitung nilai parameter kelayakan investasi dari strategi teknologi yang
akan dilakukan oleh PT. Elty Estetika.

1.4 Batasan Penelitian

Adapun batasan penelitian yang ditetapkan agar penelitian yang dilakukan tetap
dalam koridornya antara lain:
1. Proses bisnis yang diteliti pada ranah perawatan kulit wajah (skin care),
tidak mencakup tindakan-tindakan yang tergolong berat.

6
2. Harga jasa tindakan perawatan kulit kedua perusahaan tidak berbeda secara
signifikan karena memiliki segmen pasar yang sama.
3. Cakupan strategi yang dirumuskan dan diusulkan adalah pada tingkatan
strategi teknologi.
4. Aspek teknologi yang diukur meliput technoware, humanware, infoware,
dan orgaware pada PT. Elty Estetika sebagai objek penelitian, dan MD
Clinic sebagai perusahaan pembanding.

1.5 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN
Pada tahap ini pembahasan mencakup latar belakang penelitian, rumusan masalah,
tujuan penelitian, batasan penelitian, dan sistematika pembahasan. Latar belakang
masalah menjelaskan alasan permasalahan yang terjadi di PT. Elty Estetika
berkenaan dengan pengukuran tingkat kontribusi teknologi. Rumusan masalah
merupakan pertanyaan dari latar belakang yang akan dijawab oleh penelitian ini.
Tujuan penelitian menjelaskan hasil penelitian yang akan dicapai. Batasan
penelitian merupakan batasan-batasan permasalahan yang berfungsi sebagai
koridor serta mengarahkan penelitian untuk memenuhi tujuan penelitian.
Sedangkan, sistematika pembahasan membahas urutan dari laporan penelitian.

BAB II DASAR TEORI


Bagian ini berisikan teori, konsep, fakta dan model penelitian yang didapatkan dari
berbagai referensi yang dijadikan dasar dari penelitian. Teori-teori ini akan
dijadikan sebagai dasar landasan untuk mengerjakan penelitian ini, dimana teori ini
sudah dikembangkan sebelumnya oleh para ahli dan diaplikasikan untuk dapat
menghasilkan solusi pemecahan masalah yang dihadapi.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


Bab ini akan menjelaskan bagaimana penelitian ini menjawab rumusan masalah
yang telah dimiliki. Penjelasan ini akan dilakukan secara sistematis, dengan
penjelasan untuk setiap langkah yang ditempuh. Pada bab ini juga akan dijelaskan

7
langkah-langkah untuk mengembangkan alat ukur yang akan digunakan sebagai
dasar pengukuran tingkat sofistikasi teknologi perusahaan-perusahaan yang terlibat.

BAB IV PENYUSUNAN MODEL TEKNOMETRIK


Bab ini akan menjelaskan mengenai tahap yang diperlukan untuk mengembangkan
model teknometrik. Tahap ini dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama
adalah penjabaran mengenai fasilitas-fasilitas proses transformasi yang ada di
perusahaan. Bagian ini akan dibantu oleh pakar baik dari perusahaan secara
langsung maupun pakar di bidang lain yang bersangkutan agar semua fasilitas dapat
dijelaskan sampai ke level terkecil yang dibutuhkan. Bagian kedua untuk tahap
pengembangan model adalah penilaian derajat sofistikasi terhadap fasilitas-fasilitas
yang dijelaskan pada bagian pertama. Dan bagian ketiga adalah pengembangan
kriteria evaluasi dan penilaian terhadap kriteria tersebut guna mendapatkan nilai
untuk tingkat kecanggihan teknologi mutakhir yang dibutuhkan perusahaan.
Berdasarkan variabel-variabel tersebut maka perhitungan kontribusi setiap
komponen teknologi baru dapat dihitung dan model teknometrik dapat
dikembangkan.

BAB V PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


Bab ini akan menjelaskan mengenai tahap pengambilan data dan pengolahan data.
Pengambilan data disini berguna untuk perhitungan koefisien kontribusi teknologi.
Salah satu metode pengumpulan data disini adalah menggunakan prosedur
perbandingan berpasangan. Prosedur ini digunakan untuk mencari nilai beta (β),
dimana nilai tersebut dipandang sebagai nilai yang mewakilkan tingkat intensitas
kontribusi komponen teknologi. Setelah melakukan prosedur tersebut, hal
berikutnya yang dilakukan adalah menghitung nilai koefisien kontribusi teknologi.
Nilai ini yang nantinya menjadi parameter untuk dibandingkan dengan perusahaan
lain. Karena dibutuhkan perbandingan dengan perusahaan lain, maka langkah
terakhir yang dijelaskan di bab ini adalah perhitungan nilai koefisien tersebut di
perusahaan pembanding, yaitu perusahaan MD Clinic by Lazeta.

BAB VI ANALISIS DAN PERUMUSAN STRATEGI TEKNOLOGI

8
Bab ini akan menjelaskan mengenai analisis mengenai pengolahan data yang
dilakukan pada bab sebelumnya. Analisis ini bertujuan untuk menangkap lebih
dalam alasan dan fenomena yang terjadi di perusahaan berdasarkan data yang sudah
dikumpulkan dan diolah. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai
fenomena yang terjadi, maka diharapkan dapat menghasilkan solusi dan arahan
perkembangan yang lebih baik dan memiliki dasar yang dapat
dipertanggungjawabkan untuk PT. Elty Estetika.

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini akan berisikan ulasan dan intisari dari bab-bab sebelumnya. Bab ini tidak
akan menjelaskan hal baru, hanya menekankan poin-poin penting dari bagian
sebelumnya agar didapatkan kesimpulan tegas dari penelitian yang dilakukan.
Bagian saran akan berisikan mengenai saran yang diberikan dari peneliti kepada
objek penelitian dan penelitian selanjutnya.

9
INFORMASI

Sektor Usaha Kecil PT. Elty Estetika Pemilik usaha


PT. Elty
Menengah (UKM) saat ini sedang tidak memiliki PT. Elty Estetika
Estetika
memiliki peran penting pada tahap kapabilitas perlu melakukan
merupakan
dalam mendorong bertumbuh dalam perencanaan
usaha kecil yang
pertumbuhan mengacu pada mengukur strategik terkait
bergerak di
perekonomian Indonesia meningkatknya utilitas pengembangan
industri
(Menteri Keuangan RI, pemasukan yang teknologi bisnisnya
kecantikan
2015) diperoleh perusahaan

Pertumbuhan industri Pertumbuhan


Performansi PT Elty
kecantikan dan kosmetika industri
Estetika lebih rendah Ukuran pasar dan penjualan
di Indonesia mengalami kecantikan dan
dibandingkan dengan untuk produk perawatan kulit
peningkatan dari sisi kosmetika di
perusahaan akan terus meningkat karena
penjualan domestik, dari Indonesia
pembandingnya kesadaran akan perawatan kulit
Rp 8.5 triliun pada tahun ditaksir tumbuh
mengacu pada tingkat baik untuk pria maupun wanita
2014 menjadi Rp. 9.6 7-20%
pertumbuhan frkeuensi (Setianto, 2015)
triliun di tahun 2015 (Kemenperin,
transaksinya
(Kemenperin, 2015) 2015)

STUDI LITERATUR

Teknologi didefinisikan Teknologi merupakan suatu


UMKM menghadapi banyak sekali
sebagai sebuah kesatuan dari konsep terkait dengan
permasalahan, yaitu terbatasnya modal
proses, alat bantu, metode, pengetahuan, peralatan,
kerja, Sumber Daya Manusia yang
prosedur, dan peralatan yang maupun instrumen yang
rendah, dan minimnya penguasaan ilmu
digunakan untuk menghasilkan digunakan untuk mengontrol
pengetahuan serta teknologi (Sudaryanto
produk atau jasa (Schroeder, serta beradaptasi dengan
dan Hanim, 2002).
1989) lingkungan (Banta, 2009)

Teknometrik merupakan
Teknologi dalam konteks transformasi Tujuan pengukuran teknologi
metode pengukuran ke- empat
sumber daya untuk pertumbuhan adalah sabgai sumber informasi
komponen teknologi, dimana
ekonomi memiliki empat komponen kepada pembuat kebijakan untuk
komponennya mencakup aspek
yakni technoware, humanware, menentukan alternatif kebijakan-
peralatan, manusia, informasi,
infoware, dan, orgaware (The kebiajakan yang akan ditentukan
dan organisasi (UNESCAP,
Technology Atlas Team, 1987) (Banta, 2009)
1989)

Perusahaan dengan strategi Peningkatan dalam produksi


Keunggulan kompetitif perusahaan
bisnis yang didasari pada penambahan nilai dapat dicapai
dapat digapai dengan menciptakan
kapabilitas teknologi akan dengan meningkatkan skala
kesempurnaan dalam salah satu
dapat berkompetisi dalam produksi dan meningkatkan
atau lebih rantai aktivitas bisnis
dunia bisnis yang kompetitif penggunaan teknologi (Lantz,
(Porter, 1990)
(Hanny, 2000) 2003)

Untuk bisa mendapatkan keuntungan secara


Strategi teknologi merupakan optimal, pelaku industri pada tingkat perusahaan
strategi yang menjadi pilihan memerlukan alat bantu yang akurat dan tepat
perusahaan dalam meningkatkan untuk mengukur seberapa jauh perbedaan antara
kapabilitas teknologi untuk status teknologi perusahaan dibandingkan dengan
mencapai keunggulan bersaing. status dari kompetitor atau perusahaan yang lebih
(Rukmayuninda, 2011)
maju (Mata, 1995)

Gambar I-3 Proses Perumusan Masalah

10
KAITAN INFORMASI DENGAN STUDI LITERATUR

Pengkuran kapabilitas
PT. Elty Estetika perlu melakukan Dari informasi yang diperoleh,
teknologi yang dimiliki oleh
pengelolaan dalam merumuskan terlihat dengan jelas bahwa PT.
PT. Elty Estetika akan
rencana strategis terkait dengan Elty Estetika memiliki pasar yang
memberikan gambaran
pengembangan usahanya agar dapat potensial dan sedang bertumbuh,
informasi yang dapat
menentukan arah perusahaan dengan sehingga dibutuhkan suatu strategi
dijadikan sebagai acuan
mempertimbangkan kondisi serta yang tepat untuk mengoptimalkan
dalam perumusan strategi
peluang yang ada potensi dan peluang yang ada
teknologi

Pengukuran tingkat utilisasi Hasil pengukuran utilisasi teknologi yang


Tingkat utilisasi teknologi
teknologi akan membantu dimiliki PT.Elty Estetika perlu dibandingkan
yang dimiliki oleh PT. Elty
pemimpin perusahaan dengan perusahaan kompetitor atau
Estetika saat ini masih
(penentu kebijakan strategis) perusahaan yang lebih maju guna memperoleh
belum teridentifikasi dan
dalam memberikan gambaran yang lebih jelas akan posisi relatif
perlu untuk diidentifikasi
informasi-informasi tingkat utilisasi teknologi yang dimiliki oleh
guna menentukan strategi
berkenaan pengambilan PT. Elty Estetika terhadap perusahaan
teknologi yang tepat
kebijakan perusahaan pembandingnya

List of Symptoms Analysis of Symptoms Root Cause Problem Formulation

PT. Elty Estetika sedang


dalam tahap Bagaimana
berkembang namun pengukuran dan
belum memiliki strategi Untuk melakukan pemetaan tingkat
yang akan memberikan perumusan strategi utilisasi pada PT. Elty
keuntungan optimum pengembangan yang PT. Elty Estetika belum Estetika?
bagi perusahaan tepat, PT. Elty Estetika mengetahui dan
perlu melakukan mengukur tingkat Strategi teknologi apa
PT. Elty Estetika masih pengukuran akan tingkat utilisasi teknologi yang yang perlu
memiliki performansi utilisasi teknologi yang dimilikinya sehingga dikembangkan oleh
yang lebih rendah dimiliki saat ini, sebagai tidak memiliki acuan PT. Elty Estetika?
dibandingkan landasan acuan dalam merumuskan
perusahaan perumusan strategi strategi teknologi untuk Berapakah angka
pembandingnya teknologi yang akan keunggulan bersaing kelayakan investasi
meningkatkan dari strategi teknologi
PT. Elty Estetika belum performansi perusahaan yang akan
mengetahui tingkat dikembangkan?
utilisasi teknologi yang
dimiliki

Gambar I-3 Gambar I-3 Proses Perumusan Masalah (lanjutan)

11
12
BAB II
DASAR TEORI

Penelitian yang akan dilakukan membutuhkan pondasi literature yang relevan guna
memastikan hasil penelitian yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara
ilmiah. Adapun literatur terkait penelitian yang digunakan dijelaskan pada bagian
berikut:

2.1 Teknologi

UNESCAP (1989) mendefinisikan teknologi sebagai suatu kesatuan yang terdiri


dari empat komponen dasar yang saling berinteraksi untuk membantu proses
transformasi input menjadi output dalam aktivitas perubahan nilai ekonomi suatu
produk atau jasa. Keempat komponen dasar tersebut yaitu :

1. Object-embodied technology
Komponen ini meliputi fasilitas yang terdapat dalam bentuk peralatan
permesinan, perlengkapan, kendaraan, dan fasilitas fisik lainnya.
Komponen ini disebut juga technoware. 


2. Person-embodied technology

Komponen ini meliputi pengalaman, kealian, pengetahuan, kreativitas, dan
aspek-aspek lainnya yang terdapat dalam diri manusia sebagai perancang,
pengorganisir, pelaksana, dan penerima suatu teknologi. Komponen ini
disebut juga humanware. 


3. Document-embodied technology
Komponen ini meliputi segala bentuk informasi yang terkandung dalam
bentuk dokumen. Infromasi yang dimaksud merupakan segala informasi
yang berkaitan dengan spesifikasi proses, prosedur, teori, observasi, dll.
Komponen ini disebut juga infoware.

13
4. Institution-embodied technology
Komponen ini meliputi suatu mekanisme atau sistem organisasi yang
mengatur ketiga komponen lainnya. Komponen ini disebut juga orgaware.
Orgaware meliputi kebijakan manajemen, keterkaitan antar sistem
organisasi, dll. 


Keempat komponen teknologi tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain.


Technoware sebagai komponen fasilitas fisik merupakan inti dari suatu proses
transformasi teknologi. Komponen ini membutuhkan humanware sebagai
pengembang, pemasang, dan pelaksana fasilitas fisik tersebut. Humanware
merupakan komponen kunci dari transformasi produk atau jasa. Komponen ini
membutuhkan infoware sebagai acuan dalam keberjalanannya. Infoware disusun
sekaligus dirancang oleh humanware sebagai komponen yang melakukan proses
pengambilan keputusan. Sedangkan orgaware bertindak sebagai komponen yang
mengatur inforware, humanware, dan technoware dalam keberjalanan transformasi
teknologi (Novahestin, 2013)

UNESCAP (1989) mengemukakan bahwa hubungan dari keempat komponen


tersebut menimbulkan implikasi pada kemajuan teknologi. Satu komponen
teknologi dengan komponen lainnya memiliki keterkaitan yang tidak dapat
dipisahkan. Peningkatan atau penurunan kecanggihan pada salah satu aspek
komponen teknologi akan berimplikasi pada komponen teknologi lainnya.

Dengan adanya peningkatan kecanggihan pada aspek technoware, kebutuhan


terhadap humanware dan infoware akan berubah pula. Teknologi yang semakin
canggih secara teknis membutuhkan peranan humanware yang lebih minim,
sedangkan peranan infoware yang dibutuhkan justru akan meningkat akibat
tingginya level kecanggihan fasilitas fisik yang dimiliki.

14
Gambar II-1 Pemetaan & Interaksi Antar Komponen Teknologi

2.2 Derajat Kecanggihan Teknologi

Model teknometrik merupakan suatu metode untuk mengukur kontribusi gabungan


dari masing-masing komponen teknologi yang mengacu pada derajat sofistikasi
teknologi yang dimiliki. Komponen teknologi yang dimaksud adalah empat
komponen dasar teknologi UNESCAP yakni technoware, humanware, infoware,
dan orgaware. Kontribusi gabungan ini selanjutnya disebut kontribusi teknologi
(Technology Contribution Coefficient yang selanjutnya disingkat TCC). TCC pada
sebuah fasilitas transformasi didefinisikan oleh UNESCAP mengikuti persamaan
berikut:
TCC = T βt x H βh x I βi x O βo ………(1)

15
T, H, I, dan O merupakan kontribusi dari masing-masing komponen teknologi.
Sedangkan faktor β menunjukkan intensitas kontribusi dari masing-masing
komponen teknologi terhadap koefisien kontribusi teknologi (TCC).
Fungsi perkalian untuk TCC mempunyai sejumlah pembatas yang diperlukan untuk
menjelaskan situasi praktis, yaitu:
• Fungsi TCC menunjukkan bahwa T, H, I, dan O adalah harga yang tidak nol
jika diinginkan TCC tidak nol. Ini sesuai dengan postulat bahwa tidak ada
aktivitas transformasi yang dapat dilakukan tanpa kehadiran seluruh komponen
teknologi tersebut. 

• Hukum hasil lebih yang makin berkurang (law of diminshing return) akan
berlaku jika usaha untuk meningkatkan tingkat teknologi dilakukan dengan
menginkatkan derajat sofistikasi dari satu komponen dengan menjaga
komponen lain konstan. Turunan parsial dari TCC persamaan (1) terhadap
variabel T akan menghasilkan:

2(344) 344
= 𝛽𝑡 ……….(2)
344 3

Persamaan (2) akan memberikan hasil memuaskan jika:

0 < β < 1 ……….(3)

Kesimpulan yang sama juga diperoleh dengan melakukan turunan parsial


terhadap H, I, dan O.
• Berikut merupakan turunan parsial dari persamaan (2) berikut dengn
komponen, H, I, dan O:

;(344) ;3 ;> ;@ ;B
= 𝛽𝑡 + 𝛽ℎ + 𝛽𝑖 + 𝛽𝑜 ……….(4)
344 3 > @ B

16
Hal ini menunjukkan proporsi peningkatan TCC akan sebanding dengan
jumlah peningkatan proprsi bobot setiap komponennya. Jika seluruh
komponen mengalami peningkatan dengan proporsi yang sama dengan
menyederhanakan persamaan (4) menjadi:

2(344)
= 𝑃(𝛽𝑡 + 𝛽ℎ + 𝛽𝑖 + 𝛽𝑜)……….(5)
344

• Hasil dari persamaan (5) memiliki interpretasi:


• βt + βh + βi + βo > 1 ; TCC mengalami kenaikan pendapatan berkala
• βt + βh + βi + βo < 1 ; TCC mengalami penurunan pendapatan berkala
• βt + βh + βi + βo = 1 ; TCC mengalami ndapatan berkala yang tetap

Operasionalisasi dari fungsi TCC memerlukan estimasi terhadap harga T, H, I, O,


βt, βh, βi, dan βo. Prosedur estimasi tersebut harus memilih kemampuan untuk
menggolongkan fasilitas transformasi sejenis berdasarkan derajat sofistikasinya.
Salah satu prosedur yang mungkin untuk mengecaluasi harga TCC pada tingkat
perusahaan adalah prosedur yang dikembangkan oleh UNESCAP, yaitu:

2.2.1 Estimasi Derajat Kecanggihan Teknologi

1. Pemeriksaan kualitatif terhadap komponen-komponen pada fasilitas


transformasi dan pengumpulan seluruh informasi relevan yang berhubungan
dengan penggunaan teknologi.
2. Berdasarkan pemeriksaan kualitatif tersebut, dilakukan identifikasi seluruh
item Technoware dan Humanware pada fasilitas transformasi bersangkutan.
Sedangkan untuk Infoware dan Orgaware, penilaian dilakukan pada tingkat
perusahaan. 

3. Penentuan batas bawah dan batas atas derajat sofistikasi fasilitas
transformasi yang dioperasikan. Batas bawah adalah derajat minimum yang
diperlukan masing-masing komponen teknologi. Sedangkan batas atas
adalah derajat maksimum yang mungkin untuk masing-masing komponen

17
teknologi. Ditetapkan batas bawah dan batas atas sofistikasi teknologi untuk
item i dari Technoware dengan LTi dan UTi. Batas bawah dan atas dari
masing-masing kategori j dari Humanware dengan LHj dan UHj. Karena
derajat sofistikasi Infoware dan Orgaware dievaluasi pada tingkat
perusahaan, maka batas bawah dan batas atas kedua komponen
didefinisikan dengan LI, UI dan LO, UO. Sebagai salah satu acuan untuk
mengembangkan alat ukur dari suatu teknologi, terdapat metode evaluasi
derajat kecanggihan teknologi yang telah dirumuskan oleh UNESCAP,
tabel berikut merupakan evaluasi derajat kecanggihan teknologi dari
masing-masing komponen:

Tabel II-1 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Technoware

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Usaha dan pengendalian operasi dilakukan


Fasilitas
1 secara manual penggunaan tangan dalam 1 2 3
Manual
pengepakan dan peralatan

Daya mesin ditambahkan untuk melengkapi


Fasilitas
2 kekuatan tubuh manusia dan pengendalian 2 3 4
Daya
operasi dilakukan operator sepenuhnya

Fasilitas Mesin-mesin/fasilitas dengan operasi umum


3 3 4 5
Multi Guna dan pengendalian operasi dilakukan operator

Fasilitas Mesin-mesin/fasilitas dengan operasi khusus


4 4 5 6
Khusus dan kontrol operasi dilakukan oleh operator

Fasilitas melakukan sejumlah tugas mandiri


Fasilitas
5 dengan sedikit kontrol dari operator. Operator 5 6 7
Otomasi
hanya melakukan koreksi awal
Kontrol komputer memungkinkan fasilitas
mengubah kecepatan, posisi, arah operasi,
Fasilitas
6 mengidentifikasi dan memilih operasi, koreksi 6 7 8
Terkomputer
kinerja setelah operasi. Keterlibatan manusia
sangat sedikit
Seluruh operasi diintegrasikan menggunakan
Fasilitas
7 komputer. Keterlibatan manusia hampir tidak 7 8 9
Terintegrasi
ada

Sumber: Evaluasi Derajat Kecanggihan Technoware (UNESCAP, 1989)


18
Tabel II-2 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Humanware

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik


rendah hingga tinggi, usaha mental sangat
Kemampuan rendah, tingkat pendidikan menengah ke
1 1 2 3
Operasi bawah, pelatihan dasar dan menengah,
kategori pekerja tidak terlatih dan sedikit
terlatih

Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik


rendah hingga menengah, usaha mental
Kemampuan
2 rendah, tingkat pendidikan menengah ke 2 3 4
Mempersiapkan
bawah, pelatihan jangka pendek, kategori
pekerja terlatih dan semi teknisi

Pekerjaan sebagian tidak baku, keputusan


rutin sebagian, usaha fisik rendah hingga
menengah, usaha mental sedang, tingkat
Kemampuan
3 pendidikan kejuruan/lanjutan ke atas, 3 4 5
Memperbaiki
pelatihan jangka pendek dan menengah,
kategori pekerja teknis, ilmuwan, dan
insinyur
Pekerjaan umumnya tidak baku, keputusan
hampir tidak rutin, usaha fisik rendah hingga
Kemampuan menengah, usaha mental sedang hingga
4 4 5 6
Meniru tinggi, tingkat pendidikan tinggi, pelatihan
jangka menengah, kategori pekerja teknis,
ilmuwan, dan insinyur

Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,


usaha fisik rendah, usaha mental tinggi,
Kemampuan
5 tingkat pendidikan tinggi ke atas, pelatihan 5 6 7
Adaptasi
tinggi, kategori pekerja teknis, ilmuwan dan
insinyur

Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,


usaha fisik rendah, usaha mental sangat
Kemampuan
6 tinggi, tingkat pendidikan tinggi ke atas, 6 7 8
Menambahkan
pelatihan tinggi, kategori pekerja teknis,
ilmuwan, dan insinyur

Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,


usaha fisik rendah, usaha mental tinggi
Kemampuan
7 sekali, tingkat pendidikan tinggi ke atas, 7 8 9
Inovasi
pelatihan sangat tinggi, kategori pekerja
teknisi, ilmuwan dan insinyur

Sumber: Evaluasi Derajat Kecanggihan Humanware (UNESCAP, 1989)


19
Tabel II-3 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Infoware

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Fakta untuk Informasi yang meningkatkan kesadaran


1 1 2 3
Membiasakan terhadap kepentingan fasilitas.

Informasi yang memungkinkan


Fakta untuk pemahaman prinsip dasar disamping
2 2 3 4
Menjelaskan kepentingan penggunaan dan cara
operasi.

Fakta untuk Informasi yang memungkinkan pemilihan


3 3 4 5
Menentukan dan pemasangan kepentingan fasilitas.

Fakta untuk Informasi yang memungkinkan


4 4 5 6
Memanfaatkan penggunaan fasilitas secara efektif.

Informasi yang memungkinkan


Fakta untuk
pengetahuan mendalam dan pemahaman
5 Meningkatkan 5 6 7
terhadap kepentingan disain dan operasi
Pemahaman
fasilitas.

Fakta untuk Informasi yang memungkinkan perbaikan


6 6 7 8
Menyamakan pada disain dan penggunaan fasilitas.

Informasi tingkat kecanggihan mutakhir


Fakta untuk
7 dari fasilitas yang sedang digunakan 7 8 9
Menilai
untuk tujuan tertentu.

Sumber: Evaluasi Derajat Kecanggihan Infoware (UNESCAP, 1989)

20
Tabel II-4 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Orgaware

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Perusahaan kecil, biasanya dikelola


sendiri, investasi modal rendah dan
jumlah pekerja rendah; karakteristik
produk dengan kualitas bervariasi;
Organisasi yang
1 menggunakan fasilitas yang tersedia 1 2 3
Mulai Tumbuh
dengan mudah dan tidak dilindungi paten;
keahlian pekerja rendah; sumber modal
informal; keuntungan sangat rendah
hingga rendah.
Perusahaan telah membuktikan
kemampuannya dalam memanfaatkan
fasilitas dan cenderung menjadi sub-
Organisasi yang kontraktor dari perusahaan besar; pasar
sedang jangka pendek dijamin oleh jaringan;
2 2 3 4
Membangun jadwal produksi kaku; dikelola oleh
Jaringan pemilik dan keahlian kebanyakan pekerja
rendah; modal sendiri tidambah modal
jaringan; keuntungan meningkat dengan
berkurangnya biaya.
Sejumlah perusahaan yang telah memiliki
keahlian memadai dan pengalaman
selama fase membangun jaringan dan
mencoba tingkat resiko lebih tinggi;
Organisasi yang permintaan produk naik atau tetap; jadwal
3 3 4 5
Siap Bersaing produksi dapat diramalkan; jadwal
pekerja masih rendah tetapi lebih tinggi
dari fase sebelumnya; modal sendiri
dengan dukungan dari lembaga keuangan;
keuntungan rendah hingga sedang.

Berdasarkan pengalaman dan reputasi


selama fase sebelumnya, perusahaan
mengidentifikasi produk lain dan pasar
baru serta salurannya; penekanan pada
Organisasi yang
perbaikan kualitas produk dan efisiensi
4 Memproteksi 4 5 6
produksi; menggunakan fasilitas khusus;
Kepentingan
kepemilikan diperluas; dukungan
lembaga keuangan meningkat dengan
penambahan modal; keuntungan sedang
dan terus menaik

21
Tabel II-4 Derajat Kecanggihan Komponen Teknologi Orgaware (lanjutan)

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Perusahaan yang berhasil memproteksi


kepentingannya berusaha menetapka
posisi bersaingnya dengan menambah
Organisasi yang
pangsa pasar; meningkatkan produk dan
5 Memantapkan 5 6 7
fasilitas; jadwal produksi dikontrol ketat;
Posisi
akses yang mudah pada lembaga
keuangan; keuntungan sedang hingga
tinggi

Perusahaan yang mampu dengan cepat


memantapkan posisinya berusaha untuk
membangun keberhasilan secara
berkelanjutan dengan mencari pangsa
pasar baru; orientasi pasar tinggi;
Organisasi yang
6 modifikasi dan penggunaan fasilitas 6 7 8
Mencari Peluang
mutakhir; pekerja dengan keahlian tinggi;
akses yang mudah pada lembaga
keuangan nasional dan internasional;
keuntungan tinggi dan investasi R&D dari
profit cukup besar.

Perusahaan berhasil mendapatkan dan


memanfaatkan peluang serta menjadi
pemimpin pada bidang khusus;
memimpin pasar; fasilitas sangat canggih;
Organisasi yang
7 tingkat R&D sangat tinggi; kepemilikan 7 8 9
Memimpin
luas; keahlian pekerja sangat tingi;
dikelola secara profesional; akses yang
sangat mudah pada semua lembaga
keuangan; keuntungan sangat tinggi.

Sumber: Evaluasi Derajat Kecanggihan Orgaware (UNESCAP, 1989)

2.2.2 Penilaian Tingkat Kecanggihan Mutakhir

1. Menentukan kriteria dari masing-masing komponen. Dalam hal ini dapat


digunakan kriteria generik yang diusulkan oleh UNESCAP (dari kriteria 
ini
ditentukan sejumlah kriteria spesifik yang terukur). 

2. Kriteria spesifik yang telah dikembangkan selanjutnya digunakan pada sistem
peringkat dari state-of-the-art. Masing-masing kriteria diberikan nilai 10 untuk
spesifikasi yang terbaik dan nilai 0 untuk spesifikasi terendah. 


22
3. Dari prosedur di atas, selanjutnya ditentukan peringkat state-of-the-art
Technoware, Humanware, Infoware, dan Orgaware sebagai berikut: 


• Peringkat state-of-the-art dari Technoware item ke-i 



J
F KLJ 3HI
𝑆𝑇𝑖 = ……….(6)
FG MN

Dimana 𝑇𝑖𝑘 adalah nilai ke-k dari komponen technoware ke i

• Peringkat state-of-the-art dari Humanware item ke-i 



J
F RLJ >HQ
𝑆𝐻𝑖 = ……….(7)
FG SN

Dimana 𝐻𝑖𝑗 adalah nilai ke-i dari komponen humanware ke j

• Peringkat state-of-the-art dari Infoware item ke-i 



J
F KLJ @V
𝑆𝐼 = ……….(8)
FG WN

Dimana 𝐼𝑚 adalah nilai ke-m dari komponen infoware pada tingkat


perusahan

• Peringkat state-of-the-art dari Orgaware item ke-i 



J
F KLJ BZ
𝑆𝑂 = ……….(9)
FG [N

Dimana 𝐼𝑚 adalah nilai ke-m dari komponen infoware pada tingkat


perusahan

Harga ST, SH, SI, dan SO di atas digunakan jika bobot kriteria yang akan dihitung
state-of-the-art nilainya sama. Jika dianggap terdapat perbedaan bobot maka
perhitungan tersebut dapat dimodifikasi, contohnya adalah pada perhitungan
Technoware item i:
F ] \I ^ 3HM
𝑆𝑇𝑖 = ……….(10)
FG K \I

23
Wk adalah bobot untuk kriteria k dan jumlah total bobot = 1. Penentuan bobot dari
masing-masing kriteria dapat dilakukan dengan menggunakan prosedur
perbandingan berpasangan.

2.2.3 Penilaian Tingkat Kecanggihan Mutakhir (State of the Art)

Berdasarkan pengetahuan tentang batas-batas derajat sofistikasi dan peringkat


state-of-the-art yang telah ditentukan dari langkah sebelumnya, maka kontribusi
masing-masing komponen dapat dihitung sebagai berikut:
• Komponen Technoware
F
𝑇𝑖 = 𝐿𝑇𝑖 + 𝑆𝑇𝑖 (𝑈𝑇𝑖 − 𝐿𝑇𝑖) ……….(11)
_

• Komponen Humanware
F
𝐻𝑗 = 𝐿𝐻𝑖𝑗 + 𝑆𝐻𝑗 (𝑈𝐻𝑗 − 𝐿𝐻𝑗) ……….(12)
_

• Komponen Infoware
F
𝐼 = 𝐿𝐼 + 𝑆𝐼 (𝑈𝐼 − 𝐿𝐼) ……….(13)
_

• Komponen Orgaware
F
𝑂 = 𝐿𝑂 + 𝑆𝑂 (𝑈𝑂 − 𝐿𝑂) ……….(14)
_

Harga Ti menunjukkan kontribusi dari masing-masing item i dari Technoware


sedangkan harga Hj menunjukkan kontribusi dari masing-masing kategori dari
Humanware. Untuk mendapatkan besar kontribusi Technoware dan Humanware
pada tingkat perusahaan maka nilai Ti dan Hj diagregat dengan menggunakan bobot
tertentu, sehingga:
cH3H
𝑇= ……….(15)
cH

dQ>Q
𝐻= ……….(16)
dQ

Harga Ui dan Vi yang merupakan bobot Ti dan Hj ahrus ditentukan secara hati- hati.
Dengan prosedur perbandingan berpasangan bobot Ti dan Hj dari masing- masing
item dapat ditentukan.

24
2.2.4 Penentuan Intensitas Kontribusi Masing-Masing Komponen

Berikut merupakan prosedur pengestimasian yang dilakukan:

1. Penyusunan hirarki dari komponen teknologi pada fasilitas transformasi


yang diukur dalam peningkatan urutan kepentingan, lalu harga β dari
masing-masing komponen diurutkan dengan pola yang sama. 

2. Tingkat kepentingan relatif dari β dari komponen tertentu dengan harga β
dari komponen yang lain dengan prosedur perbandingan berpasangan. 

3. Penyusunan matriks perbandingan berpasangan dari β tiap-tiap komponen,
lalu nilai eigen dianalisis dari matriks tersebut menunjukkan preferensi nilai
β yang dibandingkan. Ini berarti jika sebuah faktor β lebih besar dari yang
lainnya, maka vektor eigennya akan lebih besar. 


2.2.5 Perhitungam Koefisien Kontribusi Teknologi (TCC)

Dengan menggunakan nilai T, H, I, dan O dan faktor β yang diperoleh dari


perhitungan pada langkah sebelumnya maka besar koefisien kontribusi teknologi
(TCC) dapat dihitung melalui persamaan (1). Diketahui harga T, H, I, dan O lebih
kecil dari satu dan jumlah faktor β sama dengan satu, maka harga masimum TCC
adalah satu. Harga TCC yang diperoleh ini menunjukkan kontribusi teknologi dari
total operasi transformasi yang menghasilkan output. Lebih jauh lagi, harga TCC
yang ini dapat dilihat sebagai nilai tambah muatan teknologi (TCA atau Technology
Content Added) per satuan output.

TCA merupakan perbedaan muatan teknologi antara output dengan input dari suatu
fasilitas transformasi (analog dengan pengertian nilai tambah ekonomi). TCA pada
tingkat perusahaan tidak hanya bergantung pada harga TCC tetapi juga oleh
kapasitas produksi pada satu periode waktu dari aktivitas transformasinya. Salah
satu ukuran yang mungkin untuk mengevaluasi kapasitas produksi ini adalah
dengan menggunakan nilai tambah ekonomi total (total economic value added).

25
Hubungan antara TCA, TCC, dan output fasilitas transformasi (perusahaan) berupa
persamaan sederhana berikut:

TCA = λ x TCC x VA……….(17)

VA (sering disebut juga dengan EVA) menunjukkan harga uang dari nilai tambah
pada periode yang diamati. Salah satu metoda perhitungan VA adalah pendekatan
yang dikemukakan oleh Shawn Tully (1993). Nilai tambah dalam metoda ini telah
memperhitungkan harapan penyandang dana. Secara sederhana dikemukakan
bahwa apabila VA > 0 maka telah terjadi proses nilai tambah pada perusahaan.
Sementara VA = 0 menunjukkan posisi impas perusahaan. Sebaliknya VA < 0
menunjukkan tidak terjadinya proses nilai tambah pada perusahaan, karena laba
yang tersedia tidak memenuhi harapan penyandang dana. Dengan metoda ini, VA
dapat dihitung dari laporan keuangan perusahaan dengan menggunakan persamaan
berikut:

VA = EBIT – Pajak – Biaya Modal
………(18)

Sedangkan λ merupakan faktor iklim teknologi pada wilayah operasi fasilitas


transformasi yang dinilai. Harga λ untuk sejumlah negara telah didokumentasikan
oleh UNESCAP dalam bentuk Subjective Factor Index (SFI) dan Objective Factor
Index (OFI) sehingga dapat digunakan sebagai referensi.

Harga λ merupakan kombinasi linear darI SFI dan OFI dengan meberikan bobot
keputusan antara 0 hingga 1. Persamaan yang menunjukkan hubungan ini adalah
sebagai berikut:

λ = a. OFI + b. SFI……….(19)

Dengan kondisi:

• a+b=1
• 0 ≤ OFI ≤ 1
• 0 ≤ SFI ≤ 1

26
Tabel II-5 Nilai OFI dan SFI Berbagai Negara

NEGARA SFI OFI


Bangladesh 0.0718 0.4168
RRC 0.267 0.4602
India 0.1669 0.4364
Indonesia 0.0811 0.4443
Iran 0.2156 0.4641
Jepang 0.9981 0.8643
Korea Selatan 0.7833 0.5438
Nepal 0.058 0.409
Srilangka 0.1078 0.4286
Thailand 101916 0.4602
Sumber: Dokumentasi Nilai OFI dan SFI (UNESCAP)

2.3 Perbandingan Berpasangan (Model AHP)

Metode AHP adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengann efektif
atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses
pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-
bagiannya, menata bagian atau variabel dalam suatu susunan hirarki, memberi nilai
numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan
mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang
memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada
situasi tersebut (Saaty, 1980)

Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dalam prosedur ini, diantaranya
adalah:

1. Pembuatan hierarki
Sistem yang kompleks bisa dipahami dengann memecahnya menjadi
elemen-elemen pendukung, menyusun elemen secara hierarki, dan
menggabungkannya.

27
2. Penilaian kriteria dan alternatif
Kriteria dan alternatif dilakukan dengan perbandingan berpasangan.
Menurut Saaty (1988), untuk berbagai persoalan skala 1 sampai 9 adalah
skala terbaik untuk mengekspresikan pendapat.

Gambar II-2 Contoh Tabel Perbandingan Berpasangan

Nilai dan definisi pendapat kualitatif dari skala perbandingan Saaty bisa
diukur menggunakan tabel analisis seperti pada tabel berikut:

Tabel II-6 Skala Perbandingan Saaty

Tingkat
Keterangan
Kepentingan
1 Kedua elemen sama penting
3 Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lain
5 Elemen yang satu lebih penting daripada elemen yang lain
7 Elemen yang satu sangat lebih penting daripada elemen yang lain
9 Elemen yang satu mutlak lebih penting daripada elemen yang lain
2,4,6,8 Bila kompromi dibutuhkan
Jika elemen i memiliki salah satu angka dari skala perbandingan 1
sampai 9 yang telah ditetapkan oleh Saaty ketika dibandingkan
Kebalikan
dengan elemen j, maka j memiliki kebalikannya ketika
dibandingkan dengan elemen i

3. Penentuan Prioritas
Untuk setiap kriteria dan alternatif, perlu dilakukan perbandingan
berpasangan. Nilai-nilai perbandingan relatif dari seuruh alternatif kriteria

28
bisa disesuaikan dengan judgement yang telah ditentukan untuk
menghasilkan bobot dan prioritas. Bobot dan prioritas dihitung dengan
memanipulasi matriks atau melalui penyelesaian persamaan matematika.

4. Konsistensi Logis
Konsistensi memiliki dua makna. Pertama objek-objek yang serupa bisa
dikelompokkan sesuai dengan keseragaman dan relevansi. Kedua,
menyangkut tingkat hubungan antar objek yang didasarkan pada kriteria
tertentu. Rasio konsistensi dapat dihitung dengan formula:
^kV
𝐶𝐼 = ……….(20)
VkF
Dengan:
• x = Nilai Eigen Maksimum
• m = Ukuran Matriks
Nilai x diperoleh dengan:
• Kalikan kolom matriks awal dengan bobot realtif yang telah
diperoleh sebelumnya 


• Jumlahkan entri-entri sepanjang baris 


• Kalikan jumlah masing-masing baris tersebut denga nbobot


relatif
Jumlahkan hasil perkalian tersebut dan bagi hasilnya dengan
jumlah kolom dari matriks awal


• Nilai yang diperoleh ini merupakan harga x

Pengambilan keputusan yang sempurna selalu memperoleh 𝐶𝐼 = 0. Namun,


suatu nilai 𝐶𝐼 yang kecilpun masih dapat ditoleransi. Secara khusus, jika:

4@
< 0.1……….(21)
l@

Dengan nilai RI sesuai sebagaimana tertera pada Tabel II-7

29
Tabel II-7 Nilai Indeks Acak Berbagai Orde Matriks

Orde Matriks 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
RI 0 0 0.58 0.9 1.12 1.24 1.32 1.41 1.45 1.4

2. 4 Perumusan Strategi Teknologi

Strategi teknologi adalah serangkaian keputusan-keputusan, yang berhubungan


dengan penggunaan dan pengembangan teknologi, bertujuan untuk menghasilkan
sebuah keunggulan berkompetisi untuk organisasi atau institusi yang
merumuskannya (Dussauge, Hart, & Ramanantsoa, 1987). Perumusan strategi
teknologi ini membutuhkan analisis yang mendetil terhadap hubungan antara
strategi dan teknologi. Analisis ini akan mengkombinasikan tingkat kematangan
industri, dengan posisi kompetitif dan posisi teknologi perusahaan, dan memilih
strategi teknologi yang paling sesuai untuk setiap kombinasinya. Berdasarkan
logika perumusan tersebut, maka akan sangat membantu untuk mengembangkan
kerangka analisis berdasarkan tiga dimensi berikut ini:

1. Potensi pertumbuhan bisnis – ditinjau dari nilai dan aspek kemenarikan


bisnis yang merupakan dimensi yang standar dalam model bisnis portofolio
2. Posisi pasar perusahaan – dapat diukur berdasarkan proporsi pangsa pasar,
jaringan distribusi, citra perusahaan, dan sebagainya. Dimensi ini
merefleksikan derajat kontrol yang dimiliki perusahaan atas pelanggannya.
3. Kapabilitas teknologi perusahaan – dimensi ini mengukur kemampuan yang
dimiliki perusahaan untuk bergantung pada kehandalan teknologinya untuk
mendapatkan sebuah posisi kompetitif yang kuat di masa depan. 


Berdasarkan kombinasi nilai dari ketiga variabel tersebut, maka sebuah ruang tiga
dimensi dapat dikembangkan untuk merepresentasikan kondisi dari kombinasi
nilai diatas

30
Gambar II-3 Kubus Posisi Strategis Perusahaan

Jika pendekatan ini disederhanakan dengan hanya menggunakan nilai “tinggi atau
rendah” dan “kuat atau lemah” untuk nilai-nilai atau posisi perusahaan, maka bisnis
perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi delapan kategori:

1. Bisnis dengan potensi pertumbuhan bisnis yang tinggi, dimana perusahaan


memiliki posisi pasar yang kuat dan kapabilitas teknologi yang kuat juga.
Bisnis jenis ini akan mewakili posisi “star” pada matriks konvensional.
Perusahaan ini akan ingin untuk mempertahankan posisi pasar, dan terus
menambahkan keunggulan teknologi dan pertumbuhan bisnisnya.

Gambar II-4 Kubus Posisi Strategis Star

2. Bisnis dengan potensi perumbuhan yang rendah, dimana kapabilitas


teknologi perusahaan dan posisi pasar perusahaan juga lemah. Bisnis seperti

31
ini mewakili posisi “dog” dalam matriks konvensional. Strategi yang
disarankan untuk perusahaan ini adalah meninggalkan bisnisnya, kecuali
jika perusahaan mampu membuktikan dapat menghasilkan keuntungan
tanpa melakukan investasi yang signifikan.

Gambar II-5 Kubus Posisi Strategis Dog (1)

3. Bisnis dengan pertumbuhan potensial yang rendah, dimana kapabilitasa


perusahaan kuat dan posisi pasarnya juga kuat. Bisnis seperti ini mewakili
“cash cows”. Perusahaan harus mencoba untuk mengeksploitasi kapabilitas
teknologinya untuk meningkatkan dan menjamin keberlangsungan
kehidupan perusahaan.

Gambar II-6 Kubus Posisi Strategis Cash Cow

32
4. Bisnis dengan potensi pertumbuhan yang tinggi, dengan posisi pasar
perusahaan dan kapabilitas teknologi yang rendah. Bisnis seperti ini
mewakili posisi “question marks”, dimana disarankan perusahaan
sebaiknya berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan kapabilitas
teknologi dan posisi pasarnya, atau meninggalkan bisnis tersebut.

Gambar II-7 Kubus Posisi Strategis Question Mark (1)

5. Bisnis dengan potensi pertumbuhan yang tinggi, dimana perusahaan


memiliki kapabilitas teknologi yang tinggi, tapi posisi pasar yang lemah.
Bisnis ini mewakili posisi “question marks”, tapi karena perusahaan
memiliki aset teknologi yang kuat, maka investasi pada perusahaan seperti
ini akan memiliki nilai risiko yang rendah. Pada situasi seperti ini,
perusahaan dapat mencoba untuk masuk ke kemitraan dengan perusahaan
yang memiliki posisi pasar lebih kuat, tapi lemah terhadap aspek teknologi.

Gambar II-8 Kubus Posisi Strategis Question Mark (2)

33
6. Bisnis dengan pertumbuhan potensial yang tinggi, dimana perusahaan
memiliki posisi pasar yang kuat, tapi kapabilitas teknologi yang rendah.
Pada kondisi seperti ini, perusahaan harus mendapatkan teknologi yang
dibutuhkan secepat mungkin dengan tujuan untuk menjaga dan
mengeksploitasi keuntungan perusahaan untuk posisi pasar tersebut.

Gambar II-9 Kubus Posisi Strategis Question Mark (3)

7. Bisnis dengan pertumbuhan potensial yang rendah, dimana perusahaan


memiliki posisi pasar yang kuat, tapi kapabilitas teknologi yang rendah.
Perusahaan dengan kondisi seperti ini harus meminimasi investasi dengan

tujuan untuk dapat menghasilkan aliran kas yang besar. 


Gambar II-10 Kubus Posisi Strategis Dog (2)

34
8. Bisnis dengan potensi pertumbuhan yang rendah, memiliki posisi pasar
yang lemah, tapi kapabilitas teknologi perusahaan kuat. Perusahaan tipe ini
sebaiknya meninggalkan bisnis ini secara bertahap dengan tujuan untuk
menghasilkan aliran kas masuk sebanyak-banyaknya. 


Gambar II-11 Kubus Posisi Strategis Dog

2.5 Parameter Kelayakan Investasi

Parameter kelayakan suatu investasi mengacu pada beberapa komponen. Berikut


merupakan penjelasan untuk tiap paramater:

2.5.1 Net Present Value

Net Present Value (NPV) merupakan salah satu parameter dalam mengukur
kelayakan suatu investasi. Parameter ini mengubah seluruh nilai pemasukan dan
pengeluaran pada masa investasi kepada nilai sekarang (present value), atau dalam
kata lain nilai ekivalen kas masa datang terhadapa nilai masa kini. Selanjutnya, nilai
pemasukan dan pengeluaran dan pemasukan yang telah diubah ke dalam present
value akan diselisihkan dan dianalisis hasilnya. Pengubahan nilai masa datang
terhadap nilai ekivalennya pada masa kini dilakukan dengan mendiskon nilai masa
datang dengan opportunity cost of capital. Rumus dari Net Present Value (NPV)
ini diunjukkan pada persamaan berikuti:

35
NPV = Net Present Value
Ct = cash flow pada periode ke-t
i = rate of return

n = jumlah periode investasi.

Hasil dari penghitungan NPV ini selanjutnya digunakan untuk menentukan layak
tidaknya suatu proyek atau investasi dijalankan. Arti dari hasil penghitungan NPV
beserta kondisi dan tindak lanjutnya ditunjukan pada tabel berikut:

2.5.2 Internal Rate of Return (IRR)

Internal rate of return (IRR) merupakan indikator efisiensi suatu investasi dengan
menemukan nilai suku bunga (interest rate) yang dapat membuat nilai net present
value (NPV) menjadi 0. Rumus penghitungan IRR ditunjukan di bawah ini:

dengan :

Ct = cash flow pada periode ke-t
i*j = internal rate of return (IRR)
n = jumlah periode investasi

36
Hasil penghitungan IRR, atau yang sering juga disebut dengan tingkat
pengembalian modal, ini selanjutnya akan dibandingkan dengan tingkat
pengembalian pada investasi jenis lain atau nilai rate of return acuan. Nilai ini
selanjutnya disebut sebagai minimum attractive rate of return (MARR). Jika nilai
IRR yang dihasilkan lebih dari atau sama dengan nilai MARR, maka investasi
tersebut layak untuk dijalankan.

2.5.3 Payback Period (PP)

Payback period (PP) merupakan salah satu indikator untuk mengukur kelayakan
suatu investasi yang menunjukan durasi waktu dimana kumulatif arus kas sama
dengan 0. Atau dalam kata lain, jangka waktu dimana keuntungan dari investasi
sudah bisa mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Payback period ini
merupakan salah satu indikator kelayakan investasi yang paling umum digunakan
karena kemudahannya dimengerti oleh orang awam. Persamaan payback period
ditunjukan di bawah ini :

dengan :

Ct = cash flow pada periode ke-t
n = payback period

Dalam memilih opsi investasi, nilai PP menunjukan investasi tersebut lebih baik
jika nilainya lebih kecil. Artinya, pengembalian modal investasi akan lebih cepat.
Sedangkan dalam menentukan suatu investasi layak atau tidak, dilakukan dengan
cara membandingkan nilai PP dengan periode investasi. Jika nilai PP lebih kecil
daripada periode investasinya, maka investasi tersebut dikatakan layak.

37
38
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian merupakan penjabaran akan langkah dan prosedur yang


dilakukan guna menunjang pemecahan masalah yang akan dilakukan dalam
penelitian. Berikut merupakan alur metodologi yang juga dijadikan kerangka acuan
dalam melakukan penelitian:

FORMULASI MASALAH

STUDI PENDAHULUAN

- Observasi lapangan di PT. Elty Estetika


- Pengumpulan informasi akan peluang industri kecantikan dan kosmetika
- Wawancara dengan pelaku usaha terkait berkenaan dengan performansi PT.
Elty Estetika

STUDI LITERATUR

- Studi literatur tentang teknologi dan proses transfomasi


- Studi literatur tentang metode Teknometrik dan penggunaannya
- Studi Strategi Teknologi

IDENTIFIKASI MASALAH
Process
- Mengkaitkan hasil studi pendahuluan dengan studi literatur
- Menganalisis daftar simtom PT Elty Estetika untuk mendapatkan akar
permasalahan

TUJUAN PENELITIAN

- Mengukur tingkat utilisasi teknologi PT Elty Estetika


- Merumuskan strategi teknologi untuk PT Elty Estetika
- Menghitung parameter kelayakan investasi dari strategi teknologi

PEMBATASAN PENELITIAN

- Pembatasan objek penelitian


- Pengukuran teknologi merupakan fokus penelitian

Gambar III – 1 Metodologi Penelitian

39
B
A

PENGUMPULAN & PENGOLAHAN DATA


PENYUSUNAN MODEL
TEKNOMETRIK
Penilaian Kriteria-Kriteria Evaluasi Tingkat
Kecanggihan Mutakhir Teknologi
Penjabaran terhadap Fasilitas dan Sumber Daya
Perusahaan

Pengumpulan dan Pengolahan Data Untuk


Prosedur Perbandingan Berpasangan
Penentuan Batas-Batas Derajat Sofistikasi
Masing-Masing Komponen Teknologi oleh Pakar
Pengolahan Data Untuk Perhitungan Koefisien
Kontribusi Teknologi (TCC)
Penentuan Kriteria-Kriteria Evaluasi Tingkat Process
Kecanggihan Mutakhir Masing- Masing
Komponen Teknologi
Pengembangan Nilai EVA (faktor nilai tambah
ekonomi)

Disetujui oleh
Pakar? Perhitungan Nilai TCA PT Elty Estetika &
Perusahaan Pembanding

Pengembangan Model Teknometrik Perbandingan Data TCA dan Model Teknometrik

ANALISIS PENELITIAN & PERUMUSAN


B STRATEGI

Analisis Model Penelitian dan Pengolahan Data

Process
Analisis Perbandingan Data TCA dan Model
Teknometrik

Perumusan Strategi Teknologi

PERHITUNGAN PARAMETER KELAYAKAN


INVESTASI

Kesimpulan dan Saran

Gambar III – 1 Metodologi Penelitian (lanjutan)

40
3.1 Formulasi Masalah
Tahapan formulasi masalah merupakan tahapan inisiasi dari seluruh tahapan
penelitian yang akan dilakukan. Tahapan ini berisikan tentang permasalahan yang
akan diselesaikan melalui penelitian yang dilakukan. Proses perumusan masalah
yang baik akan menuntun kepada pemecahan masalah yang baik serta tepat sasaran.
Tahapan ini terdiri dari studi pendahuluan, studi literatur, identifikasi masalah,
tujuan penelitian, dan pembatasan penelitian.

3.1.1 Studi Pendahuluan


Tahapan ini merupakan tahapan dimana proses pendalaman informasi awal
dilakukan. Proses pendalaman informasi dilakukan dengan observasi lapangan
langsung pada objek penelitian yaitu PT. Elty Estetika. Hal-hal yang diobservasi
berkenaan dengan sistem kerja serta proses bisnis yang berlangsung pada keadaan
saat ini. Observasi dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan pelaku
usaha dari tiap eselon fungsi (manajerial dan operasional), pengamatan langsung,
dokumen-dokumen yang dimiliki, serta data historis perusahaan. Selain itu, pada
tahap studi pendahuluan ini juga dilakukan pengumpulan informasi akan peluang
bisnis dari industri terkait.

3.1.2 Studi Literatur


Tahapan ini berisikan landasan-landasan teori yang digunakan untuk menunjang
penelitian. Landasan teori diperlukan untuk memberikan dasar yang kuat dan
pengetahuan yang jelas terhadap kondisi ideal yang diharapkan terjadi pada
perusahaan. Pengetahuan dari landasan teori ini akan dijadikan sebagai acuan untuk
menentukan kondisi ideal seperti apa yang seharusnya terjadi dalam sebuah
perusahaan. Penelitian ini menggunakan dua teori dasar, yaitu teori teknologi dan
Teknometrik yang dikembangkan oleh UNESCAP, dan teori mengenai strategi
teknologi oleh Dussauge, Hart, & Ramanantsoa (1987). Teori-teori ini akan
berguna dalam meninjau kondisi PT Elty Estetika saat ini dengan kondisi
ekspektasinya atau idealnya. Selain membantu mencari perbedaan antara kedua
kondisi tersebut, teori-teori ini akan sangat bermanfaat dalam menentukan

41
metodologi penelitian yang tepat dan sesuai dengan kerangka kerja yang
dikembangkan oleh para ahli tersebut. Selain itu teori yang digunakan adalah
berkenaan dengan perhitungan parameter kelayakan suatu investasi. Hal ini
digunakan untuk menghitung kelayakan investasi atas strategi teknologi yang telah
dirumuskan.

3.1.3 Identifikasi Masalah


Tahapan ini merupakan tahapan untuk mengklarifikasi inti permasalahan dalam
penelitian yang dilakukan. Proses pengklarifikasian masalah ini dilakukan dengan
membandingkan antara informasi yang diperoleh dari studi pendahuluan, dengan
kondisi ideal yang berlandaskan teori penunjang yang digunakan. Hasil
perbandingan ini akan menghasilkan perbedaan atau selisih (gap) yang digunakan
sebagai acuan untuk mengidentifikasi gejala yang terdapat pada objek penelitian
sehingga dapat dilakukan sintesis untuk memperoleh akar permasalahan yang akan
dipecahkan oleh penelitian. Gejala-gejala permasalahan yang terdapat pada PT.
Elty Estetika antara lain perkembangan dan performansi yang belum teroptimalisasi
serta belum memiliki persiapan dalam mengelolanya, strategi yang dimiliki saat ini
masih berlandaskan pada intuisi serta pengamatan kualitatif, dan belum mengetahui
tingkat utilisasi teknologi yang dimiliki. Peningkatan utilitas teknologi dapat
meningkatkan performansi perusahaan. Berdasarkan gejala-gejala tersebut dapat
terlihat bahwa hal yang mesti digarisbawahi adalah landasan perumusan strategi,
sehingga untuk melakukan perumusan strategi yang tepat, PT. Elty Estetika perlu
melakukan pengukuran akan tingkat utilisasi teknologi yang dimiliki saat ini.
Tujuan strategi teknologi yang nanti dihasilkan adalah untuk memberikan
keuntungan yang optimum bagi perusahaan. Berdasarkan hal tersebut, diperoleh
akar permasalahan dari PT. Elty Estetika adalah belum mengetahui dan mengukur
tingkat utilisasi teknologi yang dimiliki. Perusahaan yang dinilai merupakan paling
baik dalam industri atau memiliki performansi yang dinilai lebuh baik dari objek
penelitian akan dijadikan pembanding sebagai acuan perbaikan. Perusahaan yang
dijadikan sebagai pembanding adalah MD Clinic dengan alasan perusahaan
tersebut merupakan perusahaan yang dinilai memiliki performansi yang lebih baik.

42
Penilaian perusahaan tersebut dilakukan dengan pengamatan performansi
perusahaan, data historis perusahaan, serta melakukan wawancara dengan pemilik
PT. Elty Estetika secara langsung karena dinilai memiliki kapabilitas serta
pemahaman dalam industri terkait.

3.1.4 Tujuan Penelitian


Penetapan tujuan penelitian merupakan suatu hal yang menjadi tolak ukur apakah
penelitian berhasil mencapainya atau tidak. Tujuan penelitian merupakan titik akhir
yang harus dituju dengan memastikan seluruh tahapan serta langkah-langkah yang
dilakukan pada keseluruhan penelitian ini tetap dalam koridor yang menuju titik
akhir tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah pemecahan akan masalah yang
telah diperoleh yakni untuk mengukur tingkat kontribusi teknologi PT Elty Estetika
untuk dapat merumuskan strategi teknologi yang akan memperkecil selisih (gap)
dengan perusahaan pembanding yang dinilai memiliki performansi lebih baik.
Setelah dirumuskan strategi teknologi yang akan diimplementasikan, akan dihitung
angka parameter kelayakan dari investasi yang akan dilakukan.

3.1.5 Pembatasan Penelitian


Tahapan ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses penelitian tidak memilik
cakupan yang terlalu besar dan menyimpang dari tujuan penelitian yang telah
ditetapkan sebelumnya.

3.2 Penyusunan Model Teknometrik


Pengukuran tingkat kontribusi teknologi merupakan suatu hal esensial yang harus
dilakukan untuk menunjang perumusan strategi teknologi yang baik dan tepat guna.
Model Teknometrik digunakan sebagai alat ukur yang akurat dan reliabel untuk
mengukur tingkat kontribusi teknologi tersebut. Dalam pengembangan model ini,
UNESCAP sudah mengembangkan kerangka kerja generik guna membantu
penelitian-penelitian berikutnya. Langkah-langkah kerja tersebut adalah
menentukan batas-batas derajat sofistikasi teknologi yang kemudian dilanjutkan
dengan menentukan kriteria evaluasi teknologi. Jika derajat sofistikasi teknologi

43
dan kriteria evaluasi teknologi sudah dikembangkan, maka model teknometrik
untuk objek penelitian ini sudah siap untuk digunakan sebagai alat ukur. Proses
penyusunan model teknometrik tertera pada gambar berikut:
Mulai

Wawncara dengan narasumber perusahaan


berkenaan dengan fasilitas transformasi teknologi
serta proses bisnis perusahaan

Observasi lapangan mengenai aktivitas


operasional harian serta transformasi teknologi
yang dilakukan

Perumusan kuesioner estimasi derajat sofistikasi


teknologi

Penyebaran kuesioner estimasi derajat sofistikasi


teknologi

Kuesioner terisi
dengan lengkap
dan baik?

Perumusan kuesioner evalusasi derajat sofistikasi


teknologi

Penyebaran kuesioner evaluasi derajat sofistikasi


teknologi

Kuesioner terisi
dengan lengkap
dan baik?

Pengembangan model teknometrik

Selesai

Gambar III – 2 Metodologi Penyusunan Model Teknometrik

44
3.2.1 Penjelasan Fasilitas dan Sumber Daya Perusahaan
Teknometrik digunakan untuk mengukur tingkat kontribusi dan derajat sofistikasi
teknologi pada suatu perusahaan. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya,
teknologi yang akan diukur dalam konteks ini adalah empat komponen teknologi
menurut UNESCAP yakni technoware, humanware, infoware, dan orgaware.
Maka dari itu perlu diketahui kondisi tiap komponen tersebut pada objek penelitian.
Pakar atau pelaku langsung dari perusahaan terkait yang dinilai kredibel dan
mumpuni dijadikan sebagai narasumber utama dalam penggalian informasi
mengenai kondisi komponen teknologi terkait.

Pada tahap ini, narasumber perlu menjelaskan secara lengkap mengenai komponen
fasilitas atau peralatan (Technoware) dan komponen sumber daya manusia
(Humanware). Dengan penjelasan tersebut, diharapkan akan memberikan
gambaran yang lebih jelas serta akurat berkenaan dengan proses evaluasi terhadap
komponen, dan penetapan kriteria evaluasi menjadi lebih akurat untuk ditetapkan.
Sedangkan untuk dua komponen yang berikutnya tidak perlu dijabarkan lebih lanjut.
Hal ini dikarenakan pendekatan untuk kedua komponen yang berikutnya
merupakan pendekatan yang bersifat menyeluruh terhadap perusahaan.

3.2.2 Penentuan Batas Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi


Proses penentuan derajat sofistikasi teknologi dilakukan dengan merumuskan
kuesioner yang kemudian disebarkan kepada responden yang dinilai tepat dan
kredibel. Isi dari kuesioner ini mengacu pada arahan yang sudah ditetapkan oleh
UNESCAP. Kuesioner ini menanyakan responden mengenai tingkat sofistikasi
teknologi yang digunakan dalam proses transformasi perusahaan untuk setiap
komponen teknologi, dimana tiap komponen teknologi memiliki tujuh tingkatan
sofistikasinya masing-masing. Setiap tingkatan memiliki tiga nilai pilihan dengan
skor minimumnya adalah satu (1) di tingkatan yang pertama, sedangkan skor
maksimumnya adalah sembilan (9) di tingkatan yang ketujuh. Derajat sofistikasi
masing-masing komponen teknologi berdasarkan UNESCAP inipun disesuaikan
dengan kondisi perusahaan, dengan tujuan mempermudah serta memberikan

45
gambaran yang lebih jelas akan derajat sofistikasi perusahaan pada responden
terkait. Responden yang bersangkutan akan diminta untuk mengisi dua nilai, yaitu
batas bawah derajat sofistikasi dan batas atas derajat sofistikasi. Batas bawah
merupakan nilai teknologi minimum yang dibutuhkan agar perusahaan dapat
menjalankan aktivitas bisnis terkait. Batas atas adalah nilai teknologi maksimal
yang memungkinkan dicapai oleh perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnis
terkait. Hasil kedua nilai tersebut akan membantu proses perhitungan koefisien
kontribusi teknologi yang terjadi di perusahaan.

Selain melakukan proses penentuan derajat sofistikasi, tahap ini juga memerlukan
proses untuk pembatasan hirarki dalam penentuan derajat sofistikasi. Untuk
komponen teknologi Technoware dan Humanware, pemberian nilai derajat
sofistikasi perlu dilakukan sampai komponen terkecil dalam fasilitas perusahaan.
Berbeda dengan kedua komponen teknologi yang lain, Infoware dan Orgaware.
Untuk kedua komponen ini, derajat sofistikasi ditentukan pada tingkat perusahaan,
sehingga tidak diperlukan penjabaran lebih mengenai komponen- komponen
tersebut.

Penentuan batas derajat sofistikasi ini dilakukan langsung kedua perusahaan, yaitu
PT Elty Estetika yang berperan sebagai objek penelitian, dan Perusahaan
pembandingnya.

3.2.3 Penentuan Kriteria Evaluasi Tingkat Kecanggihan Mutakhir


Langkah ini berguna untuk mencari nilai tingkat kecanggihan mutakhir (state-of-
the-art) dari komponen teknologi. Nilai tersebut berguna dalam proses perhitungan
nilai kontribusi komponen teknologi, yang nantinya digunakan untuk menghitung
koefisien kontribusi teknologi.

Kriteria evaluasi yang dikembangkan diadaptasi dari kriteria evaluasi generik yang
sudah dikembangkan oleh UNESCAP. Kriteria evaluasi generik dari UNESCAP
ini sudah ada untuk setiap komponen teknologinya, hanya saja seringkali tidak

46
semua kriteria evaluasi generik tersebut cocok untuk diproyeksikan ke fasilitas-
fasilitas perusahaan, maka dari itu, agar didapatkan sekumpulan kriteria evaluasi
yang cocok untuk mengukur tingkat kecanggihan mutakhir, pendapat para pakar
perusahaan dibutuhkan untuk menentukan cocok atau tidaknya kriteria evaluasi
tersebut. Dilakukan juga penyesuaian kriteria evaluasi generik tersebtut dengan
kondisi perusahaan. Dalam menentukan kriteria tersebut kebijakan berikut
diperlukan untuk membantu proses ini:

1. Usulan yang diterima adalah usulan yang memiliki suara terbanyak, baik itu
setuju ataupun tidak setuju. 

2. Jika ditemukan jumlah suara yang seimbang, maka usulan akan ditentukan
dengan melakukan diskusi dengan responden-responden yang terlibat 

3. Usulan kriteria evaluasi dari responden akan ditindaklanjuti dalam penelitian
jika diajukan oleh lebih dari satu orang responden. 

4. Pengambilan pendapat pakar dilakukan dengan menggunakan metode
kuesioner. 


3.3 Pengumpulan dan Pengolahan Data


Terdapat dua jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini untuk menunjang
perhitungan tingkat kontribusi teknologi objek yang diteliti. Data yang pertama
adalah data yang dikumpulkan dengan menggunakan model Teknometrik yang
sudah dikembangkan pada langkah sebelumnya. Data ini akan dikumpulkan
melalui penyebaran kuesioner yang dikembangkan berdasarkan kriteria-kriteria
evaluasi dari model Teknometrik yang telah dikembangkan. Kuesioner yang
dikembangkan akan disebarkan ke kedua perusahaan yang terlibat penelitian ini
pada kurun waktu yang cenderung berdekatan dengan tujuan penilaian kuesioner
dilakukan pada kondisi dan lingkungan yang tidak memiliki perbedaan yang
signifikan.

Jenis data yang kedua adalah data yang dikumpulkan dengan menggunakan metoda
perbandingan berpasangan. Jenis data ini digunakan untuk menilai tingkat

47
kepentingan kontribusi setiap komponen teknologi sampai sub-komponen yang
terkecil. Hal ini diperlukan karena pendekatan perhitungan koefisien tingkat
kontribusi teknologi ini tidak menggunakan asumsi dimana setiap komponen
teknologi memiliki tingkat kontribusi kepentingan yang sama di setiap sektor
industri. Dikarenakan hal tersebut, pembobotan atas intensitas kontribusi teknologi
tersebut perlu dilakukan, dan perlu dilakukan hingga tingkatan terkecil.
Agar ada jaminan dimana kedua jenis data yang dikumpulkan ini dinilai valid dan
reliabel, maka dibutuhkan pengujian terhadap kuesioner yang dikembangkan.
Untuk jenis data pertama, kuesioner terhadap kriteria evaluasi, pengujian alat ukur
akan menggunakan metoda Crobach’s alpha. Dan untuk jenis data yang kedua,
metoda perbandingan berpasangan, sudah dikembangkan batas koefisien reliabel
yang sudah disetujui dan dijadikan standar. Nilai koefisien akan bervariasi dan
bergantung terhadap luas matriks perbandingan yang dikembangkan. Selain itu
untuk memperkuat validitas dan reliabilitas data yang dimiliki, alat ukur yang
dimiliki juga diuji dengan metoda CVR (Content Validity Ratio).

3.3.1 Pengumpulan Data dan Pengujian Keandalan untuk Tingkat


Kecanggihan Mutakhir Teknologi
Pengumpulan data dilakukan setelah model Teknometrik selesai dikembangkan.
Data untuk tingkat kecanggihan mutakhir teknologi dilakukan dengan
menyebarkan kuesioner kepada responden-respinden yang telah ditentukan.
Setelah kuesioner disebarkan, tingkat keandalan kuesioner yang sudah
dikembangkan tersebut perlu diuji. Pengujian tingkat keandalan ini dilakukan
dengan tujuan untuk mencari tahu apakah kuesioner yang sudah dikembangkan
merupakan alat ukur yang konsisten, yang artinya adalah jika kondisi pengukuran
berubah maka alat ukur yang handal akan tetap memberikan hasil yang sama.
Parameter Cronbach’s Alpha digunakan sebagai penguji tingkat keandalan alat
ukur tersebut.

48
3.3.2 Pengumpulan dan Pengolahan Data Untuk Prosedur Perbandingan
Berpasangan
Prosedur perbandingan berpasangan berguna untuk mencari nilai kontribusi
komponen teknologi yang bersangkutan (β). Nilai beta tersebut akan digunakan
dalam perhitungan koefisien kontribusi teknologi.
Prosedur perbandingan
berpasangan ini akan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke beberapa
responden. Responden untuk tahapan ini merupakan pakar dan atau pelaku usaha
yang mengerti secara mendalam mengenai aktivitas perusahaan. Oleh karena itu
responden untuk prosedur ini adalah tingkatan manajer tingkat atas dan pemilik
usaha tersebut. Pada kuesioner tersebut, responden akan diminta untuk menilai
kepentingan atau intensitas kontribusi tiap- tiap komponen teknologi, dan seperti
pada langkah-langkah sebelumnya, hanya komponen Technoware dan Humanware
yang diturunkan menjadi kritrea dan sub-kriteria. Setelah responden mengisi
matriks berpasangan tersebut, langkah selanjutnya adalah menghitung rasio
konsistensi dari penilaian tersebut. Jika rasio konsistensi dinilai melewati batas
maka responden perlu diminta melakukan prosedur perbandingan berpasangan
kembali. Jika sudah sudah memenuhi rasio konsistensi yang dibutuhkan, maka
selanjutnya adalah menghitung nilai faktor eigen yang merupakan nilai beta (β).

3.3.2 Pengolahan Data untuk Perhitungan Koefisien Konstribusi Teknologi


(TCC)
Untuk dapat menghitung nilai dari Koefisien Kontribusi Teknologi (Technology
Coeficient Contribution atau TCC), dibutuhkan perhitungan nilai dari variabel-
variabel yang lainnya terlebih dahulu. Salah satu variabel yang dibutuhkan dalam
perhitungan ini adalah nilai kontribusi tiap komponen teknologi (T,H,I, dan O).
Untuk perhitungan nilai kontribusi tiap komponen teknologi ini, dibutuhkan nilai
derajat sofistikasi dan nilai evaluasi tingkat kemutakhiran teknologi. Setelah
didapatkan nilai tersebut, nilai berikutnya yang diperlukan adalah nilai intensitas
kontribusi tiap komponen teknologi. Setelah didapatkan semua nilai variabel yang
dibutuhkan, maka nilai koefisien kontribusi teknologi ini baru bisa ditentukan.
Dengan didapatkannya nilai koefisien kontribusi teknologi ini, maka dapat dilihat

49
interaksi teknologi yang dilakukan dalam perusahaan tersebut pada proses
transformasinya.

3.3.3 Perbandingan Data TCC dan TCA


Untuk dapat mendapatkan keuntungan secara optimal, pelaku industri pada tingkat
perusahaan memerlukan alat bantu yang akurat dan tepat untuk mengukur seberapa
jauh perbedaan antara status teknologi perusahaan dibandingkan dengan status dari
kompetitor atau perusahaan yang lebih maju (Mata et all.,1995). Mengacu pada
kutipan tersebut, maka untuk penelitian ini dapat menghasilkan keuntungan yang
optimal bagi pemilik perusahaan, diperlukan sebuah perusahaan pembanding yang
berguna sebagai sebuah acuan untuk menghasilkan sebuah saran perbaikan
perusahaan. Pada penelitian ini, perusahaan pembanding tersebut adalah sebuah
perusahaan yang dinilai paling layak dan memungkinkan. Penilaian layak dan
memungkinkan tersebut merupakan hasil dari diskusi dengan pemilik usaha objek
penelitian serta kemudahan akses. Untuk dapat melakukan perbandingan tersebut,
pengembangan model teknometrik dan perhitungan koefisien kontribusi teknologi
perlu dilakukan juga pada perusahaan pembanding tersebut. Setelah diperoleh nilai-
nilai tersebut, nilai dari perusahaan yang dijadikan sebagai objek penelitian akan
dibandingkan dengan perusahaan pembanding guna mencari perbedaan (gap) yang
paling besar di tingkat komponen teknologinya, serta ditinjau pula komponen
teknologi yang memiliki potensi untuk ditingkatkan. Dari hasil perbedaan yang
paling besar dan potensi komponen teknologi itu, akan dijadikan bahan
pertimbangan dalam analisis yang berimplikasi pada formulasi saran
perkembangan usaha.

3.4 Analisis dan Perumusan Strategi Teknologi


Kajian dan analisis terhadap seluruh hasil yang diperoleh meliputi hal-hal berikut:

3.4.1 Analisis Model Teknometrik


Model teknometrik adalah landasan dasar untuk menilai tingkat kontribusi
teknologi dalam sebuah organisasi. Model ini sendiri pun akan bersifat unik untuk

50
setiap organisasinya, meskipun bergerak di bidang industri yang serupa . Pada
bagian ini, model teknometrik yang sudah dikembangkan akan dianalisis guna
membantu pengembangan saran perbaikan bagi perusahaan.

3.4.2 Analisis Pengumpulan dan Pengolahan Data


Objek analisis yang akan dilakukan terhadap pengumpulan dan pengolahan data ini
adalah parameter-parameter yang diperoleh dari pengolahan data kuesioner yang
sebelumnya telah dirancang. Analisis dilakukan untuk mempelajari alasan yang
menyebabkan parameter-parameter tersebut memiliki nilai seperti yang diperoleh.
Dengan melakukan hal tersebut diharapkan didapatkan gambaran serta pemahaman
yang lebih mendalam dan objektif terhadap perusahaan yang menjadi objek
penelitian.

3.4.3 Analisis Perhitungan Nilai TCC dan TCA


Setelah data-data hasil kuesioner sudah didapatkan, langkah selanjutnya adalah
menghitung nilai TCC dan TCA untuk setiap perusahaannya yang nanti
dibandingkan satu dengan yang lain. Nilai TCC mewakilkan nilai kontribusi yang
dilakukan oleh teknologi-teknologi dalam proses transformasi perusahaan.
Sedangkan TCA mewakilkan nilai kontribusi secara keseluruhan setelah
dikombinasikan dengan faktor ekonomi dalam proses transformasi tersebut.
Analisis terhadap perhitungan ini dilakukan untuk memahami apa yang membuat
terjadinya perbedaan nilai antara kedua perusahaan, dan mengapa perbedaan
tersebut mempengaruhi aktivitas bisnis perusahaan.

3.4.4 Perumusan Strategi Teknologi


Langkah pertama yang perlu ditempuh untuk merumuskan strategi teknologi adalah
menentukan posisi PT. Elty Estetika saat ini terhadap matriks 3-Dimensi posisi
relatif perusahaan (Dussauge, Hart, & Ramanantsoa, 1987). Untuk dapat
menentukan posisi perusahaan tersebut, dibutuhkan nilai dari ketiga variabel
penentunya yakni potensi pertumbuhan bisnis, posisi pasar perusahaan, dan
kapabilitas teknologi perusahaan. Setelah mendapatkan posisi perusahaan tersebut,

51
langkah selanjutnya adalah menentukan posisi yang diinginkan perusahaan.
Penentuan ekspektasi posisi perusahaan ini akan didasari pada visi dan misi
perusahaan serta feasibilitasnya. Setelah mendapatkan posisi perusahaan saat ini
dan posisi ekspektasi perusahaan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan
strategi teknologi yang tepat guna agar dapat mencapai posisi ekspektasi tersebut.
Pengembangan strategi teknologi ini akan didasari atas hasil-hasil analisis pada
sub-bab sebelumnya, dan juga akan didasari oleh diskusi dengan pihak internal dan
hasil obsrvasi kondisi eksisting PT. Elty Estetika.
3.5 Perhitungan Parameter Kelayakan Investasi
Pada tahap ini akan dilakukan perhitungan terhadap parameter kelayakan investasi
berdasarkan strategi teknologi yang telah diformulasikan sebelumnya. Perhitungan
parameter kelayakan investasi ini dilakukan meliputi perhitungan minimum
attractive rate of return (MARR) yang digunakan sebagai pembanding bagi
internal rate of return (IRR) dari investasi ini, perhitungan IRR, perhitungan net
present value (NPV), serta payback period (PP). 


3.6 Kesimpulan dan Saran


Tahap akhir dari penelitian yang dilakukan adalah menarik kesimpulan yang
didasarkan pada hasil pengolahan data, analisis, dan saran perkembangan yang
dilakukan pada tahap sebelumnya. Selanjutnya akan diberikan saran-saran yang
dianggap penting untuk penyempurnaan bagi penelitian selanjutnya.

52
BAB IV
PENGEMBANGAN MODEL

PT. Elty Estetika merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kosmetika dan
kecantikan. Gambar berikut merupakan penjelasan bagaimana PT. Elty Estetika
melakukan aktivitas bisnisnya. Proses penghasilan produk dan/atau jasa tersebut
merupakan aktivitas operasional yang bersifat menyeluruh. Pada penelitian kali ini
berfokus hanya pada aktivitas-aktivitas yang memiliki hubungan dengan perawatan
kulit.

Gambar IV – 1 Proses Bisnis Klinik Umum


53
4.1 Penjelasan Tiap Komponen Teknologi
Setelah mengetahui proses produksi dari perusahaan, maka keterlibatan teknologi
dalam perusahaan dapat lebih tergambarkan dan terpetakan. Berikut adalah
penjelasan setiap komponen teknologi di PT Elty Estetika serta Perusahaan
Pembanding (state of the art).

4.1.1 Penjelasan Fasilitas Transformasi Perusahaan (Technoware)


Untuk dapat mengetahui fasilitas transformasi dalam bentuk fisik apa saja yang
digunakan oleh PT Elty Estetika, aktivitas bisnis dan proses penghasilan jasa perlu
dilihat secara lebih terperinci. Berikut merupakan proses-proses yang memiliki
hubungan dengan fasilitas transformasi fisik:
• Proses Penerimaan Pelanggan (pasien) dan Pencatatan Rekam Medis
Dalam tahapan awal ketika pelanggan akan melakukan perawatan kulit.
Pelanggan akan diminta untuk memberikan informasi personalnya sebagai
input untuk database klinik. Selain itu juga database ini digunakan sebagai
rekapitulasi transaksi serta pendokumentasian rekam medis pelanggan.
Fasilitas fisik yang digunakan dalam proses ini adalah komputer.
Tabel IV – 1 Penjelasan Fasilitas Proses 1

Elty Clinic MD Clinic


Fasilitas yang
Komputer Komputer
Dimiliki
Mencetak bukti Menerima reservasi melalui
transaksi email
Menyimpan basis data
Mencetak bukti transaksi
pelanggan
Kegunaan Fasilitas
Menyimpan basis data pelanggan
Merekapitulasi transaksi
Menyimpan data rekam medis
pelanggan

54
Tabel IV – 1 Penjelasan Fasilitas Proses 1 (lanjutan)

Elty Clinic MD Clinic


Tahun Pengadaan 2014 2016
Perangkat Lunak Ms.Excel Ms. Excel
Penunjang POS System
Spesifikasi Teknis Core i5 Core i5
Jumlah Fasilitas 1 2

• Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (Facial)


Perawatan wajah yang diberikan oleh kedua perusahaan terbilang sama.
Perawatan wajah disini melingkupi perawatan galvanic yang berfungsi untuk
membersihkan wajah secara mendalam secara mnstimulasi sel-sel kulit,
perawatan dengan high frequency yang berguna untuk melancarkan sirkulasi
darah dalam kulit serta membunuh bakteri, pembersihan jerawat dan noda hitam
dengan vakum, serta pemberian semburan difusi untuk memberikan efek dingin
untuk penyegaran. Berikut merupakan instrument yang digunakan oleh masing-
masing perusahaan:
Tabel IV – 2 Penjelasan Fasilitas Proses 2

Elty Clinic MD Clinic

Fasilitas yang 4 in 1 Multifunction Beauty Ultra Portable Professional


Grade 4-In-1 Multifunction
Dimiliki Facial Machine
Facial Machine
Membersihkan wajah secara mendalam serta menstimulasi sel-
sel kulit
Kegunaan Fasilitas Melancarkan sirkulasi darah dalam kulit & membunuh bakteri
Membersihkan jerawat dan noda hitam
Memberikan efek dingin untuk penyegaran
Tahun Pengadaan 2014 2016
Importir Korea Korea
Spesifikasi Teknis Mesin Fix Mesin Portable
Jumlah Fasilitas 2 3

55
• Proses Pengencangan Kulit Wajah (Skin Tightening)
Salah satu teknik dalam dunia estetika dalam pengencangan kulit adalah
dengan menggunakan frekuensi radio. Skema kerjanya adalah dengan
menstimulasi produksi kolagen dalam kulit sehingga menipiskan kerutan
dan meregenerasi kulit-kulit yang sudah kendur. Berikut merupakan
Instrumen yang digunakan oleh kedua perusahaan:

Tabel IV – 3 Penjelasan Fasilitas Proses 3

Elty Clinic MD Clinic

Radio Frequency
Fasilitas yang Dimiliki Thermage Solta RF Machine
SOYA RF Equipment

Mengencangkan kulit
Kegunaan Fasilitas
Menipiskan kerutan wajah

Tahun Pengadaan 2013 2016

Importir Korea Amerika

Jumlah Fasilitas 1 1

• Proses Abrasi Lapisan Kulit (Microdermabrasion)


Microdermabrasion adalah tindakan abrasi lapisan kulit paling atas dengan
menggunakan kristal halus atau bubuk organik. Proses ini berguna untuk
menipiskan/menghilangkan bekas luka, menyamarkan perbedaan warna
kulit, dan menghilangkan selulit. Berikut merupakan instrument yang
digunakan oleh masing-masing perusahaan:

56
Tabel IV – 4 Penjelasan Fasilitas Proses 4

Elty Clinic MD Clinic

Kendal 3 in 1 Professional
4 in 1
Fasilitas yang Diamond
Microdermabrasion
Dimiliki Microdermabrasion
System
Machine

Menyamarkan bekas luka

Menyamarkan perbedaan warna kulit

Kegunaan Fasilitas Menghilangkan selulit

Mengelupas kulit mati Memijat kulit wajah

Membersihkan kulit Membuka pori-pori kulit

Tahun Pengadaan 2015 2016

Importir Korea Amerika

Jumlah Fasilitas 1 1

4.1.2 Penjelasan Sumber Daya Manusia Perusahaan (Humanware)


Jumlah tenaga kerja di PT. Elty Estetika cenderung stabil dengan employee
turnover yang cenderung rendah. Jumlah sumber daya manusia yang dimiliki oleh
PT. Elty Estetika adalah sebanyak 11 orang yang terdiri atas 1 orang direktur utama,
2 orang manajer fungsional, 2 orang tenaga ahli (dokter), dan 6 orang terapis.
Berikut merupakan penjelasan untuk setiap fungsi jabatan:
• Direktur Utama
PT. Elty Estetika memiliki seorang direktur yang juga merupakan tenaga
ahli (dokter) dari perusahaan. Direktur Utama pada PT. Elty Estetika juga
merupakan pemilik dari usaha. Direktur Utama memiliki fungsi untuk

57
menentukan arah perusahaan, serta mengembangkan bisnis, dan untuk
memperbaiki dan mengembangkan sistem perusahaan. Pada saat ini
Direktur Utama merangkap peran yang mengatur operasional dan keuangan.

• Manajer Fungsional
PT. Elty Estetika memiliki dua manajer fungsional yang area fungsinya
adalah pengadaan barang dan gudang, dan sumber daya manusia. Manajer
disini lebih mengontrol keberjalanan aktivitas bisnis yang bersifat rutin.
Jarang sekali terdapat situasi yang mengharuskan manajer fungsional untuk
mengambil keputusan. Hal ini disebabkan sistem koordinasi dan
pengambilan keputusan pada PT. Elty Estetika yang bersifat sentralisasi
dimana segala keputusan harus memililki persetujuan dari Direktur Utama.

• Tenaga Ahli (Dokter)


Fungsi ini merupakan fungsi krusial di PT. Elty Estetika. Karena proses
bisnis inti dalam menghasilkan jasa dari PT. Elty Estetika dilakukan oleh
fungsi dokter. Jumlah tenaga ahli yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika
adalah sebanyak tiga orang termasuk Direktur Utama dari perusahaan itu
sendiri. Berbeda dengan dokter umum dan dokter spesialis, dokter yang
memiliki izin untuk praktik di bidang kulit dan kecantikan haruslah
melewati beberapa pelatihan dan sertifikasi. Dokter-dokter yang bekerja di
PT. Elty Estetika sudah tersertifikasi sehingga dapat dikatakan memiliki
kemampuan dan kapabilitas untuk menangani hal-halyang berkenaan
dengan kulit dan kecantikan.

• Operator Fungsional
Operator yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika terbagi menjadi, operator
operasional dan operator medis. Masing-masing operator memiliki peran
dan fungsi yang berbeda. Operator yang bersifat operasional meliputi
resepsionis dan staff operasional. Sedangkan operator medis dalam konteks

58
ini adalah terapis yang memiliki peran untuk memberikan tindakan-
tindakan yang bersifat sederhana dan ringan kepada pelanggan. Keputusan
yang harus diambil pada tingkatan jabatan ini bersifat rutin, dengan aktivitas
harian yang bersifat repetitive. Latar belakang pendidikan yang disyaratkan
untuk tingkat posisi ini juga dapat dinilai tidak cukup tinggi.

Jumlah tenaga kerja yang terdapat pada MD Clinic adalah sebanyak 14 orang,
yang teralokasikan pada beberapa area fungsi. Fungsi-fungsi yang terdapat pada
Perusahaan Pembanding berdasarkan hirarkinya adalah kepala cabang, tenaga ahli
(dokter), manajer fungsional, dan operator fungsional. Berikut merupakan
penjelasan untuk setiap fungsinya:

• Kepala Cabang
Kepala Cabang di MD Clinic memiliki tanggung jawab utama untuk
memastikan seluruh aktivitas bisnis dalam klinik berjalan dengan baik serta
sesuai dengan arah tujuan perusahaan. Kepala Cabang juga bertanggung
jawab untuk merencanakan serta mengimplementasikan strategi-strategi
untuk pengembangan usaha klinik cabang.

• Manajer Fungsional
MD Clinic memiliki empat manajer fungsional yang area fungsinya adalah
pemasaran, keuangan, operasional, serta SDM. Manajer disini lebih
mengontrol keberjalanan aktivitas bisnis yang bersifat rutin terkecuali pada
area pemasaran. Sama halnya dengan PT. Elty Estetika, sistam pengambilan
keputusanpada MD Clinic bersifat sentralisasi. Hanya saja para manajer
fungsional diberikan keleluasaan dalam merumuskan strategi
perkembangan pada setiap fungsinya masing-masing.

• Tenaga Ahli (Dokter)

59
Sama halnya dengan PT. Elty Estetika, karena kedua perusahaan bergerak
dalam indsutri yang sama maka fungsi tenaga ahli disini merupakan fungsi
yang sifatnya krusial. Jumlah tenaga ahli yang dimiliki oleh MD Clinic
adalah sebanyak dua orang. Seluruh dokter pada MD Clinic sudah
tersertifikasi sehingga dapat dikatakan memiliki kemampuan dan
kapabilitas untuk menangani hal-halyang berkenaan dengan kulit dan
kecantikan.

• Operator Fungsional
Operator fungsional yang dimiliki oleh MD Clinic memiliki kesamaan
dengan PT. Elty Estetika yakni terbagi menjadi, operator operasional dan
operator medis. Operator yang bersifat operasional meliputi resepsionis dan
staff operasional. Sedangkan operator medis dalam konteks ini adalah
terapis yang memiliki peran untuk memberikan tindakan-tindakan yang
bersifat sederhana dan ringan kepada pelanggan.

4.1.3 Penjelasan Sistem Informasi (Infoware)


Komponen teknologi infoware merupakan suatu representasi dari pengetahuan
manusia yang termanifestasikan dalam sistem informasi yang dimiliki oleh suatu
perusahaan. PT. Elty Estetika belum memiliki suatu sistem informasi yang
komprehensif dan terintegrasi guna menunjang aktivitas usahanya. Selain itu,
sistem informasi juga dapat ditinjau dari dokumen-dokumen serta instrument
penunjang aktivitas usaha. Dokumen-dokumen yang digunakan masih bersifat
konvensional. Aktivitas-aktivitas yang didukung oleh dokumen yang dimiliki
antara lain pembelian barang, rekapitulasi transaksi, pendataan rekam medis pasien.
Dokumen-dokumen penunjang tersebut adalah:
• Formulir Pesanan Pembelian (Purchase Order Form)
• Pembukuan Transaksi
• Dokumen Rekam Medis

60
Sistem informasi yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika ini juga belum memiliki suatu
hilir yang jelas. Laporan penting seperti laporan labar-rugi, laporan stok barang,
dan laporan hutang-piutang, dan laporan arus kas belum dapat dihasilkan dengan
sistem informasi yang dimiliki.

Sistem informasi yang dimiliki oleh Perusahaan Pembanding dapat dinilai lebih
komprehensif dan terintegrasi. Hal ini dikarenakan hampir dari seluruh alur
informasi yang terdapat pada aktivitas bisnis sudah terintegrasi dan terakomodasi
oleh suatu sistem. Aktivitas-aktivitas tersebut antara lain transaksi penjualan (Point
of Sale), pencatatan database customer berikut dengan rekam medisnya, pencatatan
keluar-masuk barang, pencatatan keuangan, dan pencatatan stok barang. Selain itu
dokumen-dokumen penunjang yang dimiliki oleh Perusahaan Pembanding dinilai
lebih menunjang aktivitas bisnis, dokumen-dokumen yang dimiliki antara lain:
• Aturan Perusahaan
• Kontrak Kerja
• Deskripsi Jabatan
• Prosedur Standar (SOP)
• Laporan Stok Barang
• Laporan Keuangan

Dapat terlihat dari dokumen-dokumen penunjang serta sistem informasi yang yang
dimiliki oleh Perusahaan Pembanding dapat mengondisikan aktivitas perusahaan
memiliki suatu standard an acuan yang jelas. Sistem informasi ini juga
mengakomodasi kebutuhan informasi bagi pemegang posisi manajer dan diatasnya.

4.1.4 Penjelasan Struktur Organisasi Perusahaan (Orgaware)


PT. Elty Estetika merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kosmetika dan
kecantikan. Pada awalnya pemiliki usaha memiliki pengalaman pada bidang
kesehatan dan kecantikan kulit, dimana pemilik perusahaan sebelumnya memilki
usaha spa beserta produk kesehatan kulit. PT. Elty Estetika mulai beroperasi pada
61
tahun 2013 yang masih tergolong sebagai usaha kecil. Empat tahun berjalan
terdapat banyak perbaikan dan perkembangan yang dialami oleh PT.Elty Estetika.
Meningkatnya kebutuhan serta kesehatan dalam aspek kulit dan kecantikan, baik
secara langsung maupun tidak menuntut PT. Elty Estetika untuk lebih siap dari segi
organisasi. Berikut merupakan struktur organisasi yang dimiliki PT. Elty Estetika:

DIREKTUR
UTAMA

MANAJER
MANAJER SDM DOKTER
OPERASIONAL

TERAPIS STAFF

Gambar IV – 2 Struktur Organisasi PT. Elty Estetika


Sumber: Data Perusahaan

MD Clinic by Lazeta merupakan klinik cabang dari Lazeta Group yang telah
beroperasi dalam industri kosmetika dan kecantikan selama lebih dari enam tahun.
Perkembangangan bisnis dari Lazeta dapat dinilai cukup pesat. Saat ini Lzaeta telah
memiliki beberapa cabang yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.
Berikut merupakan ilustrasi dari struktur organisasi dalam klinik cabang:

62
KEPALA CABANG

MANAJER
DOKTER MANAJER SDM
OPERASIONAL

MANAJER MANAJER
PEMASARAN KEUANGAN

STAFF
TERAPIS

Gambar IV – 4 Struktur Organisasi MD Clinic (Cabang)

Pada sistem tata kelola klinik cabang, Kepala Cabang memiliki empat jabatan
sebagai pendukung keberjalanannya. Empat jabatan tersebut memiliki fungsi
spesifiknya masing-masing yakni pemasaran, keuangan, operasional, dan
pemasaran. Dokter dapat dikatakan bukanlah manajer fungsional namun memiliki
koordinasi langsung dengan kepala cabang. Hal ini disebabkan Dokter merupakan
jabatan krusial dalam aktivitas bisnis klinik, sehingga kepala cabang dinilai perlu
melakukan control langsung terhadapnya.

4.2 Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi


Setelah seluruh fasilitas transformasi perusahaan teridentifikasi, langkah
selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menentukan derajat sofistikasi untuk tiap-
tiap fasilitas transformasi tersebut. Penilaian ini dilakukan dengan menggunakan
metoda kuesioner ke sejumlah karyawan yang terlibat dalam fasilitas tersebut, dan
juga wawancara terhadap pakar untuk menilai komponen-komponen yang sulit
dinilai bagi karyawan tingkat menengah ke bawah, seperti komponen sistem
informasi (Infoware) atau struktur organisasi (Orgaware).

63
4.2.1 Derajat Sofistikasi Komponen Technoware

Komponen Technoware pada PT Elty Estetika dan Perusahaan Pembanding pada
penelitian ini dibedakan menjadi empat jenis fasilitas, yaitu komputer, mesin
perawatan kulit umum (facial), mesin Radiofrequency, dan mesin
microdermabrasion.

1. Proses Penerimaan Pelanggan (pasien) dan Pencatatan Rekam Medis


Tabel IV – I Tabel Penyesuaian Derajat Sofistikasi Proses 1

No Klasifikasi Karakteristik Penyesuaian


Usaha dan pengendalian operasi Usaha dan pengendalian proses
dilakukan secara manual dilakukan secara manual
1 Fasilitas Manual
penggunaan tangan dalam penggunaan tangan dalam
pengepakan dan peralatan pencatatan dan pengarsipan
Daya mesin ditambahkan untuk Penambahan fasilitas dilakukan
melengkapi kekuatan tubuh untuk melengkapi kekuatan tubuh
2 Fasilitas Daya manusia dan pengendalian manusia atau mempermudah
operasi dilakukan operator aktivitas. Pengendalian operasi
sepenuhnya dilakukan operator sepenuhnya
Mesin-mesin/fasilitas dengan Fasilitas tambahan dengan operasi
3 Fasilitas Multi Guna operasi umum dan pengendalian umum dan pengendalian operasi
operasi dilakukan operator dilakukan operator
Mesin-mesin/fasilitas dengan Fasilitas dengan operasi khusus dan
4 Fasilitas Khusus operasi khusus dan kontrol kontrol operasi dilakukan oleh
operasi dilakukan oleh operator operator
Fasilitas melakukan sejumlah Fasilitas melakukan sejumlah tugas
tugas mandiri dengan sedikit mandiri dengan sedikit kontrol dari
5 Fasilitas Otomasi
kontrol dari operator. Operator operator. Operator hanya
hanya melakukan koreksi awal melakukan koreksi awal
Kontrol komputer
memungkinkan fasilitas
mengubah kecepatan, posisi, Kontrol komputer memungkinkan
arah operasi, mengidentifikasi fasilitas mengubah fungsi, koreksi
6 Fasilitas Terkomputer
dan memilih operasi, koreksi kinerja setelah operasi. Keterlibatan
kinerja setelah operasi. manusia sangat sedikit
Keterlibatan manusia sangat
sedikit
Seluruh operasi diintegrasikan Seluruh operasi diintegrasikan
menggunakan komputer. menggunakan komputer.
7 Fasilitas Terintegrasi
Keterlibatan manusia hampir Keterlibatan manusia hampir tidak
tidak ada ada

64
• Batas Bawah

Tabel IV – 5 Klasifikasi dan Batas Bawah Proses 1

• Batas Atas

Tabel IV – 6 Klasifikasi dan Batas Atas Proses 1

65
2. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (Facial)
Tabel berikut merupakan penyesuaian derajat sofitikasi technoware untuk
proses dua, tiga, dan empat:

Tabel IV – II Tabel Penyesuaian Derajat Sofistikasi Proses 2, 3, dan 4

No Klasifikasi Karakteristik Penyesuaian


Usaha dan pengendalian operasi Usaha dan pengendalian proses
dilakukan secara manual dilakukan secara manual
1 Fasilitas Manual
penggunaan tangan dalam penggunaan tangan dalam
pengepakan dan peralatan pemberian perawatan
Penambahan mesin dilakukan
Daya mesin ditambahkan untuk
untuk melengkapi kekuatan tubuh
melengkapi kekuatan tubuh
manusia atau mempermudah
2 Fasilitas Daya manusia dan pengendalian
aktivitas. Pengendalian operasi
operasi dilakukan operator
dilakukan terapis atau dokter
sepenuhnya
sepenuhnya
Mesin-mesin/fasilitas dengan Mesin tambahan dengan operasi
3 Fasilitas Multi Guna operasi umum dan pengendalian umum dan pengendalian operasi
operasi dilakukan operator dilakukan terapis atau dokter
Mesin-mesin/fasilitas dengan Mesin dengan operasi khusus dan
4 Fasilitas Khusus operasi khusus dan kontrol kontrol operasi dilakukan oleh
operasi dilakukan oleh operator terapis atau dokter
Mesin melakukan sejumlah tugas
Fasilitas melakukan sejumlah
mandiri dengan sedikit kontrol dari
tugas mandiri dengan sedikit
5 Fasilitas Otomasi terapis atau dokter. Terapis atau
kontrol dari operator. Operator
dokter hanya melakukan koreksi
hanya melakukan koreksi awal
awal atau penyetelan
Kontrol komputer
memungkinkan fasilitas
mengubah kecepatan, posisi, Kontrol komputer memungkinkan
arah operasi, mengidentifikasi fasilitas mengubah fungsi, koreksi
6 Fasilitas Terkomputer
dan memilih operasi, koreksi kinerja setelah operasi. Keterlibatan
kinerja setelah operasi. manusia sangat sedikit
Keterlibatan manusia sangat
sedikit
Seluruh operasi diintegrasikan Seluruh perawatan diintegrasikan
menggunakan komputer. menggunakan komputer.
7 Fasilitas Terintegrasi
Keterlibatan manusia hampir Keterlibatan manusia hampir tidak
tidak ada ada

66
• Batas Bawah
Tabel IV – 7 Klasifikasi dan Batas Bawah Proses 2

• Batas Atas
Tabel IV – 8 Klasifikasi dan Batas Atas Proses 2

3. Proses Pengencangan Kulit Wajah (Skin Tightening)


• Batas Bawah
Tabel IV – 9 Klasifikasi dan Batas Bawah Proses 3

67
• Batas Atas
Tabel IV – 10 Klasifikasi dan Batas Atas Proses 3

4. Proses Abrasi Lapisan Kulit (Microdermabrasion)


• Batas Bawah
Tabel IV – 11 Klasifikasi dan Batas Bawah Proses 4

• Batas Atas
Tabel IV – 12 Klasifikasi dan Batas Atas Proses 4

68
4.2.2 Derajat Sofistikasi Komponen Humanware

Komponen Humanware dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu direksi & kepala
cabang, manajer fungsional, tenaga ahli (dokter), dan operator fungsional. Berikut
merupakan penyesuaian derajat sofistikasi dari komponen Humanware:
Tabel IV – III Tabel Penyesuaian Derajat Sofistikasi Humanware

No Klasifikasi Karakteristik Penyesuaian


Pekerjaan baku, keputusan rutin, Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha
usaha fisik rendah hingga tinggi, fisik rendah hingga tinggi, usaha
usaha mental sangat rendah, tingkat mental sangat rendah, tingkat
Kemampuan
1 pendidikan menengah ke bawah, pendidikan menengah ke bawah,
Operasi
pelatihan dasar dan menengah, pelatihan dasar dan menengah,
kategori pekerja tidak terlatih dan kategori pekerja tidak terlatih dan
sedikit terlatih sedikit terlatih
Pekerjaan baku, keputusan rutin, Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha
usaha fisik rendah hingga menengah, fisik rendah hingga menengah, usaha
Kemampuan usaha mental rendah, tingkat mental rendah, tingkat pendidikan
2
Mempersiapkan pendidikan menengah ke bawah, menengah ke bawah, pelatihan jangka
pelatihan jangka pendek, kategori pendek, kategori pekerja terlatih dan
pekerja terlatih dan semi teknisi semi teknisi (terapis)
Pekerjaan sebagian tidak baku, Pekerjaan sebagian tidak baku,
keputusan rutin sebagian, usaha fisik keputusan rutin sebagian, usaha fisik
rendah hingga menengah, usaha rendah hingga menengah, usaha mental
Kemampuan mental sedang, tingkat pendidikan sedang, tingkat pendidikan
3
Memperbaiki kejuruan/lanjutan ke atas, pelatihan kejuruan/lanjutan ke atas, pelatihan
jangka pendek dan menengah, jangka pendek dan menengah, kategori
kategori pekerja teknis, ilmuwan, dan pekerja teknis (terapis), ilmuwan,
insinyur insinyur, dan dokter
Pekerjaan umumnya tidak baku,
Pekerjaan umumnya tidak baku,
keputusan hampir tidak rutin, usaha
keputusan hampir tidak rutin, usaha
fisik rendah hingga menengah, usaha
fisik rendah hingga menengah, usaha
Kemampuan mental sedang hingga tinggi, tingkat
4 mental sedang hingga tinggi, tingkat
Meniru pendidikan tinggi, pelatihan jangka
pendidikan tinggi, pelatihan jangka
menengah, kategori pekerja teknis
menengah, kategori pekerja teknis,
(terapis), ilmuwan, insinyur, dan
ilmuwan, dan insinyur
dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak
rutin, usaha fisik rendah, usaha mental
rutin, usaha fisik rendah, usaha mental
Kemampuan tinggi, tingkat pendidikan tinggi ke
5 tinggi, tingkat pendidikan tinggi ke
Adaptasi atas, pelatihan tinggi, kategori pekerja
atas, pelatihan tinggi, kategori pekerja
teknis (terapis), ilmuwan, insinyur, dan
teknis, ilmuwan dan insinyur
dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak
rutin, usaha fisik rendah, usaha mental rutin, usaha fisik rendah, usaha mental
Kemampuan sangat tinggi, tingkat pendidikan sangat tinggi, tingkat pendidikan tinggi
6
Menambahkan tinggi ke atas, pelatihan tinggi, ke atas, pelatihan tinggi, kategori
kategori pekerja teknis, ilmuwan, dan pekerja teknis (terapis), ilmuwan, dan
insinyur insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak
rutin, usaha fisik rendah, usaha mental rutin, usaha fisik rendah, usaha mental
Kemampuan tinggi sekali, tingkat pendidikan tinggi tinggi sekali, tingkat pendidikan tinggi
7
Inovasi ke atas, pelatihan sangat tinggi, ke atas, pelatihan sangat tinggi,
kategori pekerja teknisi, ilmuwan dan kategori pekerja teknisi (terapis),
insinyur ilmuwan, insinyur, dan dokter

69
1. Direksi & Kepala Cabang
• Batas Bawah
Tabel IV – 13 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 1

• Batas Atas
Tabel IV – 14 Klasifikasi dan Batas Atas Jabatan 2

70
2. Manajer Fungsional
• Batas Bawah
Tabel IV – 15 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 2

• Batas Atas
Tabel IV – 16 Klasifikasi dan Batas Atas Jabatan 2

3. Tenaga Ahli (Dokter)


• Batas Bawah
Tabel IV – 17 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 3

71
• Batas Atas
Tabel IV – 18 Klasifikasi dan Batas Atas Jabatan 3

4. Operator Fungsional
• Batas Bawah
Tabel IV – 19 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 4

• Batas Atas
Tabel IV – 20 Klasifikasi dan Batas Bawah Jabatan 4

72
4.2.3 Derajat Sofistikasi Komponen Infoware
Berikut merupakan penyesuaian dari derajat sofistikasi komponen infoware:

Tabel IV – IV Tabel Penyesuaian Derajat Sofistikasi Infoware

No Klasifikasi Karakteristik Penyesuaian


Informasi yang meningkatkan
Informasi yang meningkatkan
Fakta untuk kesadaran terhadap kepentingan
1 kesadaran terhadap kepentingan
Membiasakan fasilitas.
fasilitas.
Contoh: gambar, model, dan brosur
Informasi yang memungkinkan
Informasi yang memungkinkan pemahaman prinsip dasar disamping
Fakta untuk pemahaman prinsip dasar disamping kepentingan penggunaan dan cara
2
Menjelaskan kepentingan penggunaan dan cara operasi.
operasi. Contoh: deskripsi dari proses dan
peralatannya
Informasi yang memungkinkan
Informasi yang memungkinkan pemilihan dan pemasangan kepentingan
Fakta untuk
3 pemilihan dan pemasangan fasilitas.
Menentukan
kepentingan fasilitas. Contoh: spesifikasi alat-alat, dan
diagram alir
Informasi yang memungkinkan
penggunaan fasilitas secara efektif.
Fakta untuk Informasi yang memungkinkan Contoh: Standar Operating Procedure
4
Memanfaatkan penggunaan fasilitas secara efektif. (SOP), instruksi keselamatan, prosedur
penjaminan kualitas, dan prosedur
perawatan
Informasi yang memungkinkan
Informasi yang memungkinkan
Fakta untuk pengetahuan mendalam dan
pengetahuan mendalam dan
5 Meningkatkan pemahaman terhadap kepentingan
pemahaman terhadap kepentingan
Pemahaman disain dan operasi fasilitas.
disain dan operasi fasilitas.
Contoh: detil setiap proses
Informasi yang memungkinkan
perbaikan pada disain dan penggunaan
Informasi yang memungkinkan
Fakta untuk fasilitas.
6 perbaikan pada disain dan penggunaan
Menyamakan Contoh: informasi tentang
fasilitas.
pengembangan produk dan proses
perbaikan
Informasi tingkat kecanggihan
mutakhir dari fasilitas yang sedang
Informasi tingkat kecanggihan digunakan untuk tujuan tertentu.
Fakta untuk
7 mutakhir dari fasilitas yang sedang Contoh: informasi yang komprehensif
Menilai
digunakan untuk tujuan tertentu. mengenai pengembangan disain
terbaru, perbaikan performansi dan
kontribusi dari fasilitas

73
• Batas Bawah
Tabel IV – 21 Klasifikasi dan Batas Bawah Komponen Infoware

• Batas Atas
Tabel IV – 22 Klasifikasi dan Batas Atas Komponen Infoware

74
4.2.4 Derajat Sofistikasi Komponen Orgaware
Berikut merupakan penyesuaian derajat sofistikasi untuk komponen orgaware
Tabel IV – V Tabel Penyesuaian Derajat Sofistikasi Orgware

No Klasifikasi Karakteristik Penyesuaian


Perusahaan kecil, biasanya dikelola
Perusahaan kecil, biasanya dikelola sendiri, investasi modal rendah dan
sendiri, investasi modal rendah dan jumlah tenaga kerja rendah;
jumlah naker rendah; karakteristik karakteristik produk/jasa dengan
Organisasi
produk dengan kualitas bervariasi; kualitas bervariasi; menggunakan
1 yang Mulai
menggunakan fasilitas yang tersedia fasilitas yang tersedia dengan mudah
Tumbuh
dengan mudah dan tidak dilindungi dan tidak dilindungi paten; keahlian
paten; keahlian naker rendah; sumber tenaga kerja rendah; sumber modal
modal informal; keuntungan sangat informal; keuntungan sangat rendah
rendah hingga rendah. hingga rendah.
Perusahaan telah membuktikan
Perusahaan telah membuktikan kemampuannya dalam memanfaatkan
kemampuannya dalam memanfaatkan fasilitas dan cenderung menjadi sub-
fasilitas dan cenderung menjadi sub- kontraktor / operator dari perusahaan
Organisasi
kontraktor dari perusahaan besar; pasar besar; pasar jangka pendek dijamin oleh
yang sedang
2 jangka pendek dijamin oleh jaringan; jaringan; jadwal produksi/operasional
Membangun
jadwal produksi kaku; dikelola oleh kaku; dikelola oleh pemilik dan
Jaringan
pemilik dan keahlian kebanyakan keahlian kebanyakan pekerja rendah;
pekerja rendah; modal sendiri modal sendiri tidambah modal jaringan;
tidambah modal jaringan; keuntungan keuntungan meningkat dengan
meningkat dengan berkurangnya biaya. berkurangnya biaya.
Sejumlah perusahaan yang telah
Sejumlah perusahaan yang telah memiliki keahlian memadai dan
memiliki keahlian memadai dan pengalaman selama fase membangun
pengalaman selama fase membangun jaringan dan mencoba tingkat resiko
jaringan dan mencoba tingkat resiko lebih tinggi; permintaan produk/jasa
Organisasi
lebih tinggi; permintaan produk naik naik atau tetap; jadwal
3 yang Siap
atau tetap; jadwal produksi dapat produksi/operasional dapat diramalkan;
Bersaing
diramalkan; jadwal pekerja masih jadwal pekerja masih rendah tetapi
rendah tetapi lebih tinggi dari fase lebih tinggi dari fase sebelumnya;
sebelumnya; modal sendiri dengan modal sendiri dengan dukungan dari
dukungan dari lembaga keuangan; lembaga keuangan; keuntungan rendah
keuntungan rendah hingga sedang. hingga sedang.
Berdasarkan pengalaman dan reputasi Berdasarkan pengalaman dan reputasi
selama fase sebelumnya, perusahaan selama fase sebelumnya, perusahaan
mengidentifikasi produk lain dan pasar mengidentifikasi produk/jasa lain dan
Organisasi baru serta salurannya; penekanan pada pasar baru serta salurannya; penekanan
yang perbaikan kualitas produk dan efisiensi pada perbaikan kualitas produk/jasa dan
4
Memproteksi produksi; menggunakan fasilitas efisiensi produksi; menggunakan
Kepenting an khusus; kepemilikan diperluas; fasilitas khusus; kepemilikan diperluas;
dukungan lembaga keuangan dukungan lembaga keuangan
meningkat dengan penambahan modal; meningkat dengan penambahan modal;
keuntungan sedang dan terus menaik keuntungan sedang dan terus menaik
Perusahaan yang berhasil memproteksi
Perusahaan yang berhasil memproteksi kepentingannya berusaha menetapka
kepentingannya berusaha menetapka posisi bersaingnya dengan menambah
Organisasi
posisi bersaingnya dengan menambah pangsa pasar; meningkatkan
yang
5 pangsa pasar; meningkatkan produk produk/jasa dan fasilitas; jadwal
Memantapkan
dan fasilitas; jadwal produksi dikontrol produksi/operasional dikontrol ketat;
Posisi
ketat; akses yang mudah pada lembaga akses yang mudah pada lembaga
keuangan; keuntungan sedang hingga keuangan; keuntungan sedang hingga
tinggi tinggi

75
Tabel IV – V Tabel Penyesuaian Derajat Sofistikasi Orgware (lanjutan)

No Klasifikasi Karakteristik Penyesuaian


Perusahaan yang mampu dengan cepat Perusahaan yang mampu dengan cepat
memantapkan posisinya berusaha memantapkan posisinya berusaha untuk
untuk membangun keberhasilan secara membangun keberhasilan secara
berkelanjutan dengan mencari pangsa berkelanjutan dengan mencari pangsa
Organisasi pasar baru; orientasi pasar tinggi; pasar baru; orientasi pasar tinggi;
6 yang Mencari modifikasi dan penggunaan fasilitas modifikasi dan penggunaan fasilitas
Peluang mutakhir; pekerja dengan keahlian mutakhir; pekerja dengan keahlian
tinggi; akses yang mudah pada tinggi; akses yang mudah pada lembaga
lembaga keuangan nasional dan keuangan nasional dan internasional;
internasional; keuntungan tinggi dan keuntungan tinggi dan investasi R&D
investasi R&D dari profit cukup besar. dari profit cukup besar.
Perusahaan berhasil mendapatkan dan Perusahaan berhasil mendapatkan dan
memanfaatkan peluang serta menjadi memanfaatkan peluang serta menjadi
pemimpin pada bidang khusus; pemimpin pada bidang khusus;
memimpin pasar; fasilitas sangat memimpin pasar; fasilitas sangat
Organisasi
canggih; tingkat R&D sangat tinggi; canggih; tingkat R&D sangat tinggi;
7 yang
kepemilikan luas; keahlian pekerja kepemilikan luas; keahlian pekerja
Memimpin
sangat tingi; dikelola secara sangat tingi; dikelola secara
profesional; akses yang sangat mudah profesional; akses yang sangat mudah
pada semua lembaga keuangan; pada semua lembaga keuangan;
keuntungan sangat tinggi. keuntungan sangat tinggi.

• Batas Bawah

Tabel IV – 23 Klasifikasi dan Batas Bawah Komponen Orgaware

76
• Batas Atas
Tabel IV – 24 Klasifikasi dan Batas Atas Komponen Orgaware

4.3 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi

Tingkat kecanggihan mutakhir teknologi merupakan salah satu parameter yang


dibutuhkan dalam mengukur tingkat kontribusi teknologi. Untuk dapat menilai
tingkat kecanggihan mutakhir teknologi tersebut dibutuhkan beberapa kriteria
evaluasi untuk tiap-tiap fasilitas tranformasi yang sudah teridentifikasi sebelumnya.
Kriteria evaluasi tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan kriteria evaluasi
teknologi generik yang digunakan pada model teknometrik UNESCAP dalam
Tecnology Atlas Project – Phase 1. Selain menggunakan model generik dari
UNESCAP, kriteria evaluasi dalam penelitian ini dapat saja ditambahkan dari
referensi lain atau dari pendapat pakar jika dinilai perlu. Tahap selanjutnya adalah
meminta persetujuan dari pakar-pakar di perusahaan yang terlibat untuk menilai
apakah semua kriteria evaluasi tersebut sesuai untuk menilai tingkat kecanggihan
mutakhir teknologi. Metoda yang digunakan untuk meminta pendapat para pakar
ini adalah menggunakan kuesioner yang disebar kepada beberapa pakar.

4.3.1 Kriteria Evaluasi Technoware



Technoware merupakan komponen teknologi yang melekat pada fisik dari sebuah
fasilitas transformasi. Untuk fasilitas transformasi fisik pada perusahaan ini dibagi
menjadi empat fasilitas yakni komputer, mesin facial umum, mesin radiofrequency,
dan mesin microdermabrasion. Berikut merupakan kriteria evaluasi yang
digunakan

77
Tabel IV – 25 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Technoware

No Kriteria Evaluasi Penjelasan


Dinilai dari berbagai aspek seperti tingkat
1 Kompleksitas Operasi keluaran, keragaman produk, dan keragaman
masukan material
Toleransi kepresisian yang diperbolehkan, yang
berkaitan dengan dimensi, atribut material,
2 Kepresisian
parameter proses, atribut komponen, dan
lingkungan operasi
Sifat-sifat fisik dari material yang ditangani,
3 Penanganan Bahan
kebutuhan akan pergerakan material
Tingkat kesulitan pengendalian pemeriksaan
dengan memperhatikan peraturan lingkungan,
4 Pengendalian Proses
peraturan keselamatan, tingkat standardisasi,
pemantauan kualitas, pemantauan proses
Menyangkut kemampuan mesin untuk
5 Kapasitas
menangani volume dan beban kerja yang ada
Mencakup kemampuan modifikasi dan
6 Kemampuan Operasi
perluasan, penyelenggaraan pelayanan
Menyangkut kemampuan pendeteksian
gangguan, penentuan lokasi gangguan,
pengisolasian perangkat terganggu,
7 Kemampuan Pemeliharaan
penyelesaian gangguan, kemampuan
penunjukkan alarm dan perekam kejadian
gangguan
Menjamin fungsi semua unit pelayanan dan
8 Kemampuan Rekonfigurasi kemampuan pengembalian kondisi menjadi
normal

Mencakup pelayanan primer, pelayanan


9 Fitur untuk Pelanggan
penunjang, dan pelayanan bantuan operator

Sumber: Kriteria Evaluasi Generik Technoware (UNESCAP, 1989)

78
1. Proses Penerimaan Pelanggan (pasien) dan Pencatatan Rekam Medis
Tabel IV – VI Tabel Penyesuaian Kriteria Evaluasi Proses 1

No Kriteria Evaluasi Penyesuaian


Dinilai dari tingkat kesulitan penggunaan
seperti proses pencetakan bukti transaksi,
1 Kompleksitas Operasi
pelacakan data, pelacakan data harga tindakan
dan jasa
Toleransi kepresisian yang diperbolehkan yang
terkait dengan jenis komponen perangkat yang
2 Kepresisian
digunakan, lingkungan operasi (suhu,
kelembaban, tekanan udara)
Sifat-sifat material yang digunakan berkenaan
3 Penanganan Bahan dengan perangkat yang dioperasikan (floppy
disk, compact disk, dll)
Tingkat kesulitan pengendalian pemeriksaan
dengan memperhatikan peraturan lingkungan,
4 Pengendalian Proses
peraturan keselamatan, tingkat standardisasi,
pemantauan kualitas, pemantauan proses
Berkenaan dengan kemampuan perangkat untuk
terus-menerus digunakan dalam jangka waktu
5 Kapasitas yang lama dengan kualitas hasil yang tidak
menurun (tidak mengalami proses loading yang
lama)
Mencakup kemampuan pencatatan data
6 Kemampuan Operasi pelanggan, harga dan jenis jasa dan tindakan,
pencetakan bukti transaksi, dan pelacakan data
Menyangkut kemampuan pendeteksian
gangguan, penentuan lokasi gangguan,
pengisolasian perangkat terganggu,
7 Kemampuan Pemeliharaan
penyelesaian gangguan, kemampuan
penunjukkan alarm dan perekam kejadian
gangguan
Menjamin fungsi semua perangkat dan
8 Kemampuan Rekonfigurasi kemampuan pengembalian kondisi menjadi
normal
Mencakup pelayanan reservasi, rekomdendasi
9 Fitur untuk Pelanggan opsi perawatan, dan flesibilitas pengaturan
jadwal perawatan)

79
Tabel IV – 26 Kriteria Evaluasi Fasilitas 1

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak
1 Kompleksitas Operasi 4 -
2 Kepresisian - 4
3 Penanganan Bahan - 4
4 Pengendalian Proses - 4
5 Kapasitas - 4
6 Kemampuan Operasi 4 -
7 Kemampuan Pemeliharaan 1 3
8 Kemampuan Rekonfigurasi 1 3
9 Fitur untuk Pelanggan 4 -

2. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (Facial)


Tabel IV - VII Tabel Penyesuaian Kriteria Evaluasi Proses 2

No Kriteria Evaluasi Penyesuaian


Dinilai dari tingkat kesulitan penggunaan mesin
1 Kompleksitas Operasi seperti penyesuaian alat, penyetelan fitur-fitur
facial, serta pergantian fitur
Toleransi kepresisian yang diperbolehkan yang
terkait dengan jenis komponen perangkat yang
2 Kepresisian
digunakan, lingkungan operasi (suhu,
kelembaban, tekanan udara)
Sifat-sifat material yang digunakan pada
3 Penanganan Bahan perangkat yang dioperasikan (pelembab, krim,
serum)
Tingkat kesulitan pengendalian pemeriksaan
dengan memperhatikan peraturan lingkungan,
4 Pengendalian Proses
peraturan keselamatan, tingkat standardisasi,
pemantauan kualitas, pemantauan proses
Berkenaan dengan kemampuan perangkat untuk
terus-menerus digunakan dalam jangka waktu
5 Kapasitas
yang lama dengan kualitas hasil yang tidak
menurun
Mencakup kemampuan membersihkan komedo,
6 Kemampuan Operasi membersihkan noda hitam (black node), dan
mencerahkan kulit

80
Tabel IV - VII Tabel Penyesuaian Kriteria Evaluasi Proses 2 (lanjutan)

No Kriteria Evaluasi Penyesuaian


Menyangkut kemampuan pendeteksian
gangguan, penentuan lokasi gangguan,
pengisolasian perangkat terganggu,
7 Kemampuan Pemeliharaan
penyelesaian gangguan, kemampuan mesin
memberikan peringatan apabila terdapat
kesalahan sistem
Menjamin fungsi semua perangkat dan
8 Kemampuan Rekonfigurasi kemampuan pengembalian kondisi menjadi
normal
Mencakup pelayanan primer, pelayanan
9 Fitur untuk Pelanggan
penunjang, pelayanan bantuan operator (terapis)

Tabel IV – 27 Kriteria Evaluasi Fasilitas 2

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak
1 Kompleksitas Operasi 4 -
2 Kepresisian 4 -
3 Penanganan Bahan 1 3
4 Pengendalian Proses 4 -
5 Kapasitas 4 -
6 Kemampuan Operasi 4 -
7 Kemampuan Pemeliharaan 3 1
8 Kemampuan Rekonfigurasi 1 3
9 Fitur untuk Pelanggan - 4

81
3. Proses Pengencangan Kulit Wajah (Skin Tightening)

Tabel IV - VIII Tabel Penyesuaian Kriteria Evaluasi Proses 3

No Kriteria Evaluasi Penyesuaian


Dinilai dari tingkat kesulitan penggunaan mesin
seperti penyesuaian alat, penyetelan fitur-fitur
1 Kompleksitas Operasi
radiofrequency, serta pergantian jenis frekuensi
gelombang
Toleransi kepresisian yang diperbolehkan yang
terkait dengan jenis komponen perangkat yang
2 Kepresisian
digunakan, lingkungan operasi (suhu,
kelembaban, tekanan udara)
Sifat-sifat material yang digunakan pada
3 Penanganan Bahan perangkat yang dioperasikan (pelembab, krim,
serum)
Tingkat kesulitan pengendalian pemeriksaan
dengan memperhatikan peraturan lingkungan,
4 Pengendalian Proses
peraturan keselamatan, tingkat standardisasi,
pemantauan kualitas, pemantauan proses
Berkenaan dengan kemampuan perangkat untuk
terus-menerus digunakan dalam jangka waktu
5 Kapasitas
yang lama dengan kualitas hasil yang tidak
menurun
Mencakup kemampuan mengencangkan kulit
6 Kemampuan Operasi
dan menipiskan kerutan wajah
Menyangkut kemampuan pendeteksian
gangguan, penentuan lokasi gangguan,
pengisolasian perangkat terganggu,
7 Kemampuan Pemeliharaan
penyelesaian gangguan, kemampuan mesin
memberikan peringatan apabila terdapat
kesalahan sistem
Menjamin fungsi semua perangkat dan
8 Kemampuan Rekonfigurasi kemampuan pengembalian kondisi menjadi
normal
Mencakup pelayanan primer, pelayanan
9 Fitur untuk Pelanggan
penunjang, pelayanan bantuan operator (terapis)

82
Tabel IV – 28 Kriteria Evaluasi Fasilitas 3

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak
1 Kompleksitas Operasi 4 -
2 Kepresisian 4 -
3 Penanganan Bahan 1 3
4 Pengendalian Proses 4 -
5 Kapasitas - 4
6 Kemampuan Operasi 2 2
7 Kemampuan Pemeliharaan 3 1
8 Kemampuan Rekonfigurasi 1 3
9 Fitur untuk Pelanggan - 4

4. Proses Abrasi Lapisan Kulit (Microdermabrasion)


Tabel IV - IX Tabel Penyesuaian Kriteria Evaluasi Proses 4

No Kriteria Evaluasi Penyesuaian


Dinilai dari tingkat kesulitan penggunaan
mesin seperti penyesuaian alat, penyetelan
1 Kompleksitas Operasi
fitur-fitur abrasi kulit, serta pengoperasian
perangkat dermabrasi
Toleransi kepresisian yang diperbolehkan
yang terkait dengan jenis komponen perangkat
2 Kepresisian
yang digunakan, lingkungan operasi (suhu,
kelembaban, tekanan udara)
Sifat-sifat material yang digunakan pada
3 Penanganan Bahan perangkat yang dioperasikan (pelembab, krim,
serum)
Tingkat kesulitan pengendalian pemeriksaan
dengan memperhatikan peraturan lingkungan,
4 Pengendalian Proses
peraturan keselamatan, tingkat standardisasi,
pemantauan kualitas, pemantauan proses
Berkenaan dengan kemampuan perangkat
untuk terus-menerus digunakan dalam jangka
5 Kapasitas
waktu yang lama dengan kualitas hasil yang
tidak menurun
Mencakup kemampuan menyamarkan bekas
6 Kemampuan Operasi luka pada kulit, menyamarkan selulit, dan
menyamarkan perbedaan warna kulit

83
Tabel IV - IX Tabel Penyesuaian Kriteria Evaluasi Proses 4 (lanjutan)

No Kriteria Evaluasi Penyesuaian


Menyangkut kemampuan pendeteksian
gangguan, penentuan lokasi gangguan,
pengisolasian perangkat terganggu,
7 Kemampuan Pemeliharaan
penyelesaian gangguan, kemampuan mesin
memberikan peringatan apabila terdapat
kesalahan sistem
Menjamin fungsi semua perangkat dan
8 Kemampuan Rekonfigurasi kemampuan pengembalian kondisi menjadi
normal
Mencakup pelayanan primer, pelayanan
9 Fitur untuk Pelanggan penunjang, pelayanan bantuan operator
(terapis)

Tabel IV – 29 Kriteria Evaluasi Fasilitas 4

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak
1 Kompleksitas Operasi 4 -
2 Kepresisian 4 -
3 Penanganan Bahan 3 1
4 Pengendalian Proses 4 -
5 Kapasitas 1 3
6 Kemampuan Operasi 3 1
7 Kemampuan Pemeliharaan 3 1
8 Kemampuan Rekonfigurasi 1 3
9 Fitur untuk Pelanggan - 4

4.3.2 Kriteria Evaluasi Humanware



Humanware merupakan komponen teknologi yang melekat pada kemampuan
manusia untuk mengoperasikan fasilitas transformasi lainnya. Untuk komponen ini,
pembagian kategorinya didasari oleh jabatan struktural karyawan. Jabatan
struktural perusahaan ini dibagi menjadi empat jabatan, yaitu direktur & kepala
cabang, manajer fungsional, tenaga ahli (dokter), dan operator fungsional. Berikut
merupakan kriteria evaluasi yang digunakan:
84
Tabel IV – 30 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Humanware

No Kriteria Evaluasi Penjelasan


1 Kreatifitas Mencakup tingkat kecerdasan, imajinasi, dan intuisi
Mencakup aspek seperti orientasi, dorongan, tingkat
2 Orientasi Prestasi
persaingan dan dinamika
Mencakup kemampuan bekerja sama, semangat tim,
3 Kohesivitas kesadaran sosial dan penghargaan terhadap martabat
sesama karyawan
Mencakup aspek-aspek seperti keinginan untuk
4 Orientasi Efisiensi mencapai produktivitas melalui kerja keras,
kesadaran, kemauan untuk menerima tanggung jawab
Melibatkan aspek seperti aspek untuk mencoba,
Kemampuan
5 penerimaan terhadap perubahan, dan kemampuan
Menghadapi Resiko
untuk mengambil inisiatif
Mencakup penghargaan terhadap waktu dan
Orientasi Pemanfaatan kecenderungan dalam memperlakukannya sebagai
6
Waktu sumberdaya yang berharga, orientasi sasaran
berdasarkan waktu dan orientasi masa depan
Pandangan dan sikap terhadap aspek mutu dalam
7 Orientasi Mutu
menyelesaikan tugas dan menjalankan peran

Sumber: Kriteria Evaluasi Generik Humanoware (UNESCAP, 1989)

1. Direksi & Kepala Cabang


Tabel IV – 31 Kriteria Evaluasi Jabatan 1

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak
1 Kreatifitas 4 -
2 Orientasi Prestasi 1 3
3 Kohesivitas 3 1
4 Orientasi Efisiensi 2 2
5 Kemampuan Menghadapi Resiko 4 -

6 Orientasi Pemanfaatan Waktu 3 1

7 Orientasi Mutu 1 3

85
2. Manajer Fungsional

Tabel IV – 32 Kriteria Evaluasi Jabatan 2

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak

1 Kreatifitas 3 1

2 Orientasi Prestasi 3 1

3 Kohesivitas 2 2

4 Orientasi Efisiensi 3 1

5 Kemampuan Menghadapi Resiko 1 3

6 Orientasi Pemanfaatan Waktu 2 2

7 Orientasi Mutu 4 -

3. Tenaga Ahli (Dokter)

Tabel IV – 33 Kriteria Evaluasi Jabatan 3

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak

1 Kreatifitas 3 1

2 Orientasi Prestasi - 4

3 Kohesivitas 1 3

4 Orientasi Efisiensi - 4

5 Kemampuan Menghadapi Resiko 3 1

6 Orientasi Pemanfaatan Waktu 1 3

7 Orientasi Mutu 4 -

86
4. Operator Fungsional
Tabel IV – 34 Kriteria Evaluasi Jabatan 4

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak
1 Kreatifitas 1 3
2 Orientasi Prestasi 4 -
3 Kohesivitas 4 -
4 Orientasi Efisiensi - 4
5 Kemampuan Menghadapi Resiko - 4
6 Orientasi Pemanfaatan Waktu - 4
7 Orientasi Mutu 4 -

4.3.3 Kriteria Evaluasi Infoware



Komponen ini meliputi segala bentuk informasi yang terkandung dalam bentuk
dokumen. Infromasi yang dimaksud merupakan segala informasi yang berkaitan
dengan spesifikasi proses, prosedur, teori, observasi, dll. Berikut merupakan
kriteria evaluasi yang digunakan:

Tabel IV – 35 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Infoware

No Kriteria Evaluasi Penjelasan


Kemudahan menemukan kembali informasi yang
Kemudahan
tersimpan dalam basis data dengan memperhatikan
1 Pengulangan
metode penyimpanan informasi, pencarian, dan
Informasi
penggunaannya
Keterkaitan yang ada dalam sistem informasi,
2 Jumlah Keterkaitan
berdasarkan sumber dan penggunaan informasi
Pembaharuan Kemudahan memperbaharui informasi untuk menjamin
3
Informasi kemutakhiran dan ketepatan informasi
Kemudahan Kemudahan informasi yan dapat dikomunikasikan dan
4
Mengomunikasikan dinilai

87
Berikut merupakan hasil dari para pakar berkenaan dengan kriteria evaluasi yang
diberikan:
Tabel IV – 36 Kriteria Evaluasi Infoware Perusahaan

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak
1 Kemudahan Pengulangan Informasi 4 -
2 Jumlah Keterkaitan 3 1
3 Pembaharuan Informasi 4 -
4 Kemudahan Mengomunikasikan 3 1

4.3.4 Kriteria Evaluasi Orgaware


Komponen ini meliputi suatu mekanisme atau sistem organisasi yang mengatur
ketiga komponen lainnya. Orgaware meliputi kebijakan manajemen, keterkaitan
antar sistem organisasi, dll. 
Berikut merupakan kriteria evaluasi komponen
orgaware yang digunakan:

Tabel IV – 37 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Orgaware

No Kriteria Evaluasi Penjelasan

Kemampuan organisasi untuk memotivasi karyawannya


1 Kepemimpinan melalui kepemimpinan yang efektif melalui aspek seperti
tujuan organisasi dan visi manajemen puncak

Derajat otonomi yang diberikan kepada karyawan


2 Otonomi kerja dievaluasi melalui pendelegasian akif, sistem kerja
informal, usaha untuk menggalakkan intrapreneurship

Keterlibatan karyawan dalam fungsi organisasi sebagai


Keterlibatan hasil dari kebanggaan bekerja sama, komunikasi dalam
3
Karyawan organisasi yang baik, peluang untuk berkembang dan
penghargaan yang tulus terhadap individu

88
Tabel IV – 37 Kriteria Evaluasi Komponen Teknologi Orgaware (lanjutan)

No Kriteria Evaluasi Penjelasan

Orientasi Terhadap Komitmen organisasi untuk memenuhi ekspektasi pihak-


4
Pihak Berkepentingan pihak yang berkepentingan dengannya

Mencakup aspek seperti kinerja komparatif, arah R&D,


5 Iklim Inovasi perspektif internasional, orientasi teknologi dan kepekaan
terhadap perubahan lingkungan

Mencakup aspek seperti penghargaan terhadap jasa dan


6 Integritas Operasi kontribusi yang diiberikan serta etika bisnis yang
dijalankan
Mencakup penilaian kinerja tepat waktu, perhatian pada
7 Arah Organisasi perncanaan, pemikiran strategis, dan kontrol kinerja secara
hati- hati

Sumber: Kriteria Evaluasi Generik Orgaware (UNESCAP, 1989)

Berikut merupakan hasil dari para pakar berkenaan dengan kriteria evaluasi yang
diberikan:

Tabel IV – 38 Kriteria Evaluasi Orgaware Perusahaan

Pendapat
No Kriteria Evaluasi
Setuju Tidak
1 Kepemimpinan 4 -
2 Otonomi kerja 4 -
3 Keterlibatan Karyawan 4 -
4 Orientasi Terhadap Pihak Berkepentingan 1 3
5 Iklim Inovasi 1 3
6 Integritas Operasi 4 -
7 Arah Organisasi 4 -

89
4.4 Model Teknometrik Akhir

Dari tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya, maka fasilitas transformasi


perusahaan sudah teridentifikasi, derajat sofistikasi teknologi sudah dinilai, dan
kriteria evaluasi teknologi sudah dikembangkan. Dengan variabel- variabel tersebut,
maka didapatkan model teknometrik guna mengukur nilai koefisien kontribusi
teknologi pada perusahaan terkait. Ada dua jenis model teknometrik yang
dikembangkan pada penelitian ini, model untuk PT. Elty Estetika sebagai objek
penelitian, dan MD Clinic sebagai perusahaan pembanding. Yang membedakan
model teknometrik tersebut adalah nilai dari batas atas dan batas bawah komponen-
komponen dan sub-komponen teknologinya. Berikut merupakan model yang
dikembangkan untuk kedua perusahaan:

90
Penerimaan Pelanggan
dan Pencatatan Rekam
Medis
LL=1 ; UL=4

Pemberian Perawatan
Wajah Umum (Facial)
LL=5 ; UL=6
TECHNOWARE
LL=1 ; UL=6
Pengencangan Kulit
Wajah (Skin Tightening)
LL=5 ; UL=5

Abrasi Lapisan Kulit


(Microdermabrasion)
LL=5 ; UL=5

Direksi
LL=6 ; UL=8

Manajer Fungsional
LL=5 ; UL=6
TINGKAT MUATAN
TEKNOLOGI HUMANWARE
(ELTY CLINIC)
Tenaga Ahli (Dokter)
LL=6 ; UL=7

Operator Fungsional
LL=2 ; UL=3

INFOWARE
LL=2 ; UL=3

ORGAWARE
LL=2 ; UL=4

Gambar IV – 5 Model Teknometrik PT. Elty Estetika


91
Penerimaan Pelanggan
dan Pencatatan Rekam
Medis
LL=1 ; UL=5

Pemberian Perawatan
Wajah Umum (Facial)
LL=5 ; UL=7
TECHNOWARE
LL=1 ; UL=7
Pengencangan Kulit
Wajah (Skin Tightening)
LL=5 ; UL=5

Abrasi Lapisan Kulit


(Microdermabrasion)
LL=5 ; UL=5

Kepala Cabang
LL=6 ; UL=7

Manajer Fungsional
LL=5 ; UL=6
TINGKAT MUATAN
TEKNOLOGI HUMANWARE
(MD CLINIC)
Tenaga Ahli (Dokter)
LL=6 ; UL=7

Operator Fungsional
LL=2 ; UL=4

INFOWARE
LL=3 ; UL=7

ORGAWARE
LL=3 ; UL=5

Gambar IV – 6 Model Teknometrik MD Clinic

92
TECHNOWARE

Penerimaan
Pemberian Perawatan Pengencangan Kulit
Pelanggan dan Abrasi Lapisan Kulit
Wajah Umum Wajah (Skin
Pencatatan Rekam (Microdermabrasion)
(Facial) Tightening)
Medis

Kompleksitas Operasi Kompleksitas Operasi Kompleksitas Operasi Kompleksitas Operasi

Kemampuan Operasi Kepresisian Kepresisian Kepresisian

Fitur untuk Pelanggan Pengendalian Proses Pengendalian Proses Pengendalian Proses

Kemampuan Operasi Kemampuan Operasi Kemampuan Operasi

Kemampuan
Kapasitas Penanganan Bahan
Pemeliharaan

Kemampuan Kemampuan
Pemeliharaan Pemeliharaan

Gambar IV – 7 Kriteria Evaluasi Technoware

93
HUMANWARE

Direksi - Kepala
Manajer Fungsional Tenaga Ahli (Dokter) Operator Fungsional
Cabang

Kreatifitas Kreatifitas Kreatifitas Orientasi Prestasi

Kemampuan
Kohesivitas Orientasi Prestasi Kohesivitas
Menghadapi Resiko

Kemampuan
Kohesivitas Orientasi Mutu Orientasi Mutu
Menghadapi Resiko

Orientasi
Orientasi Efisiensi
Pemanfaatan Waktu

Orientasi Mutu

Gambar IV – 8 Kriteria Evaluasi Humanware

94
INFOWARE

Kemudahan
Pembaharuan Kemudahan
Pengulangan Jumlah Keterkaitan
Informasi Mengomunikasikan
Informasi

Gambar IV – 9 Kriteria Evaluasi Infoware

Kepemimpinan

Otonomi Kerja

Keterlibatan
ORGAWARE
Karyawan

Integritas Operasi

Arah Organisasi

Gambar IV – 10 Kriteria Evaluasi Orgaware

95
96
BAB V
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1 Pengumpulan Data


Terdapat tiga jenis data yang dikumpulkan guna tercapainya tujuan penelitian. Data
jenis pertama adalah data yang berkenaan dengan status dan kondisi perusahaan
yang bersikap deskriptif untuk membantu perumusan strategi teknologi, data kedua
adalah data yang digunakan untuk mengukur tingkat kecanggihan mutakhir
komponen teknologi, sedangkan data jenis kedua adalah data yang digunakan untuk
mengukur nilai intensitas kontribusi tiap komponen dan sub-komponennya. Data
pertama dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak manajemen dari PT. Elty
Estetika serta melalui observasi lapangan.

Data jenis kedua diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada hampir
seluruh karyawan yang bekerja dan masih aktif di PT. Elty Estetika. Pada penelitian
ini tidak dibutuhkan penentuan jumlah minimal dan pemilihan sampel karena
jumlah populasi total cenderung sedikit. Karyawan yang tidak terlibat pada proses
pemberian jasa perawatan kulit wajah dinilai berada di luar lingkup penelitian.

Data jenis ketiga diperoleh melalui kuesioner juga namun disebarkan hanya kepada
karyawan yang memiliki jabatan manajer fungsional ke atas. Hal ini dikarenakan
sifat dari data ini adalah untuk membandingkan interaksi perilaku antara setiap
komponen teknologi. Untuk dapat memberikan sebuah penilaian yang valid untuk
data seperti itu, dibutuhkan pengetahuan serta pandangan yang luas dan
menyeluruh terhadap perusahaan. Kuesioner data jenis ketiga diberikan dalam
bentuk tabel perbandingan berpasangan dan masing-masing responden yang dinilai
sebagai pakar memberikan pendapatnya secara independen.

97
5.2 Pengumpulan Data Strategis Perusahaan
Penentuan strategi dan arah perkembangan bisnis dari PT. Elty Estetika dapat
dirumuskan dengan menggunakan strategi berlandaskan teknologi yang
sebelumnya harus dipahami terlebih dahulu dimana posisi PT. Elty Estetika
berdasarkan peta ruang tiga dimensi Dussauge, Hart, & Ramanantsoa (1987).
Selain itu dibutuhkan juga posisi ekspektasi perusahaan saat strategi teknologi
dikembangkan dan diimplementasikan. Pengetahuan terhadap posisi ekspektasi PT
Elty Estetika akan direfleksikan terhadap visi dan misi perusahaan.
• Visi
Menjadi Klinik Kecantikan Estetika Dengan Layanan Minimal Invasif Non
Surgery Terbaik di Indonesia
• Misi
o Memberikan layanan estetika dan edukasi yang komprehensif dan terbaik
bagi seluruh pelanggan Elty Clinic
o Melakukan berbagai inovasi dalam pengembangan layanan estetika dan
produk kecantikan di Elty Clinic
o Secara berkala melakukan pembaharuan teknologi dan peralatan kecantikan

Perumusan strategi teknologi membutuhkan analisis terhadap hubungan antara


strategi dan teknologi. Analisis ini membutuhkan tiga dimensi untuk
pelaksanaannya yakni potensi pertumbuhan bisnis, posisi pasar perusahaan, dan
kapabilitas teknologi perusahaan. Untuk dimensi kapabilitas teknologi dapat diukur
dengan model teknometrik yang telah dirumuskan. Berikut merupakan perumusan
untuk dua dimensi lainnya:

• Potensi Pertumbuhan Bisnis


Potensi pertumbuhan bisnis yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika khususnya
pada industri kosmetik dan kecantikan pada dasarnya dapat dinilai tinggi.
Penilaian terhadap potensi pertumbuhan bisnis ini dilihat dari beberapa faktor:

98
1. Pertumbuhan pasar skin care selalu mengalami peningkatan, dengan
rata-rata pertumbuhan sebesar 7% setiap tahunnya (Sumber : Data
Spire Research and Consulting Market Analysis Dalam Majalah
Marketing 05/X/Mei/2010)
2. Kesadaran akan perawatan kulit baik untuk pria maupun wanita
terus meningkat seiring berjalannya waktu yang berimplikasi pada
terus berkembangnya ukuran pasar dan penjualan untuk produk
perawatan kulit (Setianto, 2016)
3. Proyeksi Kemenperin berkenaan dengan pertumbuhan industri
kecantikan dan kosmetika mulai dari tahun 2015 akan mengalami
pertumbuhan sebesar 20%.
4. Teknologi dalam perawatan kulit terus mengalami perkembangan
yang berimplikasi pada tingkat diversifikasi perawatan
dan peluang
bisnis yang terus meluas 

5. Pertumbuhan bisnis yang dilihat dari nilai penjualan yang cenderung
meningkat berdasarkan data historis yang dimiliki

Dari data yang diperoleh bahwa rata-rata pertumbuhan pasar pada industri kometik
dan kecantikan adalah 7%. Nilai 7% ini akan menjadi pembatas antara potensi
pertumbuhan bisnis yang lemah dan kuat pada peta strategi teknologi Dussauge,
Hart, & Ramanantsoa (1987). Suatu bisnis pada industri kosmetik dan kecantikan
dengan nilai pertumbuhan dibawah 7% terklasifikasikan sebagai bisnis dengan
potensi pertumbuhan bisnis yang lemah atau rendah, sedangkan bisnis yang
memiliki nilai pertumbuhan dibawah 7% terklasifikasikan sebagai bisnis dengan
potensi pertumbuhan bisnis yang kuat/tinggi. Pada saat ini PT. Elty Estetika
memiliki nilai pertumbuhan bisnis sebesar 4%, namun diketahui PT. Elty Estetika
memiliki potensi pertumbuhan bisnis mengacu pada perusahaan pembanding yang
saat ini memiliki pertumbuhan bisnis dengan angka 14%. Angka ini menunjukkan
bahwa PT. Elty Estetika terklasifikasikan pada potensi pertumbuhan bisnis yang
kuat atau tinggi.
99
• Posisi Pasar
Posisi pasar dapat ditinjau dari pangsa pasar yang dimiliki oleh suatu
perusahaan. Berikut merupakan pembagian pangsa pasar pada inudstri
perawatan kulit di Indonesia:

PA N G S A PA S A R I N D U S T R I
P E R AWATA N K U L I T D I I N D O N E S I A
Miracle
4% Lainnya
Eva Mulia 4%
6%

,Medisa
6% Natasha
47%

Anata
7%

Larissa Erha
8% 18%

Gambar V-1 Pangsa Pasar Industri Perawatan Kulit

Sumber : Majalah Survei/VIII/Tahun II/Januari 2011

Dari data pangsa pasar tersebut dapat disimpulkan bahwa PT. Elty Estetika
termasuk ke dalam perusahaan klinik kecantikan lain yang menguasai 4% dari
pasar. Nilai 4% disini juga berarti PT. Etly Estetika masih harus berbagi pasar
dengan klinik kecantikan lainnya. Walaupun PT. Elty Estetika menguasai seluruh
pangsa pasar yang bernilai 4% tersebut tidak berarti PTT. Elty Estetika memiliki
posisi pasar yang baik. Maka dapat dinilai bahwa PT. Elty Estetika memiliki posisi
pasar yang tergolong rendah. Namun dari data pangsa pasar tersebut dapat dihitung
nilai Herfindahl-Hirschman Index (HHI) industri perawatan kulit. Dengan

100
menggunakan formula perhitungan Herfindahl-Hirschman Index didapatkan nilai
HHI dari industri ini adalah sebesar 0.27 yang dapat digolongkan konsentrasi pasar
pada industri ini masih ternilai rendah yang artinya struktur pasar dalam industri
cenderung ke persaingan antar pemain di dalamnya. Hal ini memberikan suatu
temuan dimana PT. Elty Estetika masih dapat memperbesar pangsa pasarnya
dengan meningkatkan performa usahanya karena struktur pasar yang masih belum
termonopoli oleh satu atau beberapa perusahaan.

5.3 Pengujian Keandalan Alat Ukur Evaluasi Indikator Komponen Teknologi


Berikut merupakan hasil uji keandalan alat ukur dengan menggunakan metode
Cronbach’s pada kedua perusahaan:
Tabel V-1 Hasil Uji Reliabilitas Alat Ukur

Nilai alpha
Komponen Sub-Komponen
Elty MD

Penerimaan Pelanggan & Pencatatan Rekam Medis 0.723 0.968

Pemberian Perawatan Wajah Umum 0.608 0.794


Technoware
Pengencangan Kulit Wajah 0.615 0.693

Abrasi Lapisan Kulit 0.694 0.838

Direksi - Kepala Cabang 0.75 0.727

Manajer Fungsional 0.773 0.882


Humanware
Tenaga Ahli (Dokter) 0.789 0.727

Operator Fungsional 0.6 0.929

Infoware - 0.704 0.738

Orgaware - 0.847 0.876

101
5.4 Pembobotan Komponen Teknologi

Bobot komponen teknologi dari yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah
sebagai berikut:
Tabel V-2 Hasil Perhitungan Nilai Intensitas Komponen Teknologi

Komponen Teknologi Elty Clinic MD Clinic


Technoware 0.3518 0.3553
Humanware 0.3707 0.4038
Infoware 0.1589 0.1103
Orgaware 0.1186 0.1307
Rasio Konsistensi 0.0321 0.0223

Tabel V-3 Hasil Perhitungan Nilai Intensitas Sub-Komponen Technoware

Sub-Komponen Technoware Elty Clinic MD Clinic


Fasilitas 1 (Komputer) 0.0544 0.0848
Fasilitas 2 (Mesin Facial Umum) 0.4189 0.3515
Fasilitas 3 (Mesin Radiofrequency) 0.3111 0.2462
Fasilitas 4 (Mesin Microdermabration) 0.2156 0.3175
Rasio Konsistensi 0.0387 0.0125

Tabel V-4 Hasil Perhitungan Nilai Intensitas Sub-Komponen Humanware

Sub-Komponen Humanware Elty Clinic MD Clinic


Direksi - Kepala Cabang 0.4205 0.3818
Manajer Fungsional 0.3146 0.3852
Tenaga Ahli (Dokter) 0.1785 0.1607
Operator Fungsional 0.0863 0.0723
Rasio Konsistensi 0.0305 0.0207

102
5.5 Penentuan Kontribusi Komponen Teknologi

Berikut merupakan penentuan kontribusi komponen teknologi pada masing-masing


perusahaan:

5.5.1 Penentuan Kontribusi Komponen Technoware

Tabel V-5 Penilaian State-of-The-Art Technoware Fasilitas 1

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD
Kompleksitas Operasi II-1 5.818 6.444
Kemampuan Operasi II-2 4.727 6.444
Fitur untuk Pelanggan II-3 4.909 7.111
ST1 0.5152 0.6667
Bobot Terhadap Technoware 0.0544 0.0848

Tabel V-6 Penilaian State-of-The-Art Technoware Fasilitas 2

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD
Kompleksitas Operasi II-4 7.636 6.667
Kepresisian II-5 6.909 8.222
Pengendalian Proses II-6 6.909 6.889
Kapasitas II-7 7.455 7.111
Kemampuan Operasi II-8 6.545 7.778
Kemampuan Pemeliharaan II-9 7.455 7.333
ST2 0.7152 0.7333
Bobot Terhadap Technoware 0.4189 0.3515

103
Tabel V-7 Penilaian State-of-The-Art Technoware Fasilitas 3

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD
Kompleksitas Operasi II-10 7.818 6.889
Kepresisian II-11 6.545 7.556
Pengendalian Proses II-12 6.364 7.333
Kemampuan Operasi II-13 7.273 7.556
Kemampuan Pemeliharaan II-14 8.000 6.889
ST3 0.7200 0.7244
Bobot Terhadap Technoware 0.3111 0.2462

Tabel V-8 Penilaian State-of-The-Art Technoware Fasilitas 4

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD

Kompleksitas Operasi II-15 6.545 7.333

Kepresisian II-16 7.091 7.556

Pengendalian Bahan II-17 7.273 8.000

Pengendalian Proses II-18 7.273 8.000

Kemampuan Operasi II-19 7.091 8.000

Kemampuan Pemeliharaan II-20 7.273 8.000

ST4 0.7091 0.7815

Bobot Terhadap Technoware 0.2156 0.3175

104
5.5.2 Penentuan Kontribusi Komponen Humanware

Tabel V-9 Penilaian State-of-The-Art Humanware Jabatan 1

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD

Kreatifitas III-1 9.000 8.500

Kohesivitas III-3 8.000 8.000


Kemampuan Menghadapi
III-5 8.500 7.500
Resiko
Orientasi Pemanfaatan Waktu III-6 7.000 7.000

SH1 0.8125 0.7750

Bobot Terhadap Humanware 0.4205 0.3818

Tabel V-10 Penilaian State-of-The-Art Humanware Jabatan 2

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD

Kreatifitas III-1 5.000 8.500

Orientasi Prestasi III-2 5.500 7.500

Kohesivitas III-3 5.500 8.500

Orientasi Efisiensi III-4 5.500 7.500

Orientasi Mutu III-7 7.000 8.500

SH2 0.5700 0.8100

Bobot Terhadap Humanware 0.3146 0.3852

105
Tabel V-11 Penilaian State-of-The-Art Humanware Jabatan 3

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD
Kreatifitas III-1 8.500 8.000
Kemampuan Menghadapi
III-5 8.500 8.500
Resiko
Orientasi Mutu III-7 8.000 8.500
SH3 0.8333 0.8333
Bobot Terhadap Humanware 0.1785 0.1607

Tabel V-12 Penilaian State-of-The-Art Humanware Jabatan 1

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD
Orientasi Prestasi III-2 7.143 7.429
Kohesivitas III-3 6.000 7.429
Orientasi Mutu III-7 7.714 7.143
SH4 0.6952 0.7333
Bobot Terhadap Humanware 0.0863 0.0723

5.5.3 Penentuan Kontribusi Komponen Infoware


Tabel V-13 Penilaian State-of-The-Art Infoware

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD
Kemudahan Pengulangan Informasi IV-1 ; IV-2 5.769 7.846
Jumlah Keterkaitan IV-4 5.077 7.231
Pembaharuan Informasi IV-3 ; IV-6 4.846 7.308
Kemudahan Mengomunikasikan IV-5 ; IV-7 6.231 7.538
SI 0.5481 0.7481

106
5.5.4 Penentuan Kontribusi Komponen Orgaware

Tabel V-14 Penilaian State-of-The-Art Orgaware

No Nilai
Kriteria Evaluasi
Pernyataan Elty MD

Kepemimpinan V-2 ; V-3 6.077 7.538

Otonomi kerja V-4 ; V-5 4.923 6.692

Keterlibatan Karyawan V-6 ; V-7 6.000 6.615


V-8 ; V-9 ;
Integritas Operasi 6.308 7.128
V-10
Arah Organisasi V-1 6.769 7.077

SO 0.6015 0.7010

5.5.5 Perhitungan Kontribusi Total Setiap Komponen Teknologi


Tabel berikut menunjukkan rangkuman untuk Kontribusi Komponen Teknologi
untuk kedua perusahaan:

107
Tabel V-15 Rangkuman Perhitungan Kontribusi Komponen Teknologi Elty Clinic

Komponen L U Nilai Kontribusi Kontribusi Kontribusi


Bobot
Teknologi L L SOA Normal Terbobot Akhir

Technoware

Penerimaan
Pelanggan &
1 4 0.5152 0.2828 0.0544 0.0154
Pencatatan
Rekam Medis
Pemberian
Perawatan 5 6 0.7152 0.6350 0.4189 0.2660 0.5740
Wajah Umum
Pengencangan
5 5 0.7200 0.5556 0.3111 0.1728
Kulit Wajah
Abrasi Lapisan
5 5 0.7091 0.5556 0.2156 0.1198
Kulit

Humanware

Direksi - Kepala
6 8 0.8125 0.8472 0.4205 0.3563
Cabang
Manajer
4 6 0.5700 0.5711 0.3146 0.1797
Fungsional
0.6974
Tenaga Ahli
6 7 0.8333 0.7593 0.1785 0.1356
(Dokter)
Operator
2 3 0.6952 0.2995 0.0863 0.0259
Fungsional

Infoware 2 3 0.5481 0.2831 1.0000 0.2831 0.2831

Orgaware 2 4 0.6015 0.3559 1.0000 0.3559 0.3559

Keterangan:
• LL = Nilai Batas Bawah 

• UL = Nilai Batas Atas 

• Nilai SOA = Penilaian tingkat kecanggihan mutakhir teknologi
108
Tabel V-16 Rangkuman Perhitungan Kontribusi Komponen Teknologi MD Clinic

Komponen L U Nilai Kontribusi Kontribusi Kontribusi


Bobot
Teknologi L L SOA Normal Terbobot Akhir

Technoware

Penerimaan
Pelanggan &
1 5 0.6667 0.4074 0.0848 0.0345
Pencatatan
Rekam Medis
Pemberian
Perawatan Wajah 5 7 0.7333 0.7185 0.3515 0.2526 0.6003
Umum
Pengencangan
5 5 0.7244 0.5556 0.2462 0.1368
Kulit Wajah
Abrasi Lapisan
5 5 0.7815 0.5556 0.3175 0.1764
Kulit

Humanware

Direksi - Kepala
6 7 0.7750 0.7528 0.3818 0.2874
Cabang
Manajer
5 7 0.8100 0.7356 0.3852 0.2833
Fungsional
0.7206
Tenaga Ahli
6 7 0.8333 0.7593 0.1607 0.1220
(Dokter)
Operator
2 4 0.7333 0.3852 0.0723 0.0279
Fungsional

Infoware 3 7 0.7481 0.6658 1.0000 0.6658 0.6658

Orgaware 3 5 0.7010 0.4891 1.0000 0.4891 0.4891

Keterangan:
• LL = Nilai Batas Bawah 

• UL = Nilai Batas Atas 

• Nilai SOA = Penilaian tingkat kecanggihan mutakhir teknologi 

109
5.6 Perhitungan TCC

Berikut merupakan hasil perhitungan TCC yang diperoleh dari variabel-variabel


yang sebelumnya telah dihitung:

Tabel V-17 Perhitungan TCC

Elty MD
Komponen
Teknologi Kontribusi Intensitas Kontribusi Intensitas
TCC TCC
Total Kontribusi Total Kontribusi

Technoware 0.5740 0.3518 0.6003 0.3553

Humanware 0.6974 0.3707 0.7206 0.4038


0.5210 0.6364
Infoware 0.2831 0.1589 0.6658 0.1103

Orgaware 0.3559 0.1186 0.4891 0.1307

5.7 Perhitungan Nilai Tambah Ekonomi

Perhitungan nilai tambah ekonomi membutuhkan data keuangan perusahaan yang


bersangkutan. Data-data yang diperlukan adalah sebagai berikut:
• EBIT
• Pajak Perusahaan
• Biaya Modal

Berikut merupakan data untuk kedua perusahaan:

110
Tabel V-18 Data Keuangan Perusahaan

Elty Clinic MD Clinic


EBIT Rp452,800,000 Rp1,291,250,000
Pajak Rp13,140,000 Rp39,129,000
Modal
Rp835,000,000 Rp1,380,000,000
Total
WACC 40% 60%
Biaya
Rp175,864,000 Rp751,272,600
Modal

Berdasarkan data tersebut, berikut merupakan perhitungan nilai tambah ekonomi


untuk masing-masing perusahaan:
• Elty Clinic
𝑉𝐴 = 𝐸𝐵𝐼𝑇 − 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 − 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
𝑉𝐴 = 𝑅𝑝452,800,000 − Rp13,140,000 − Rp175,864,000
𝑽𝑨 = 𝑹𝒑𝟐𝟔𝟑, 𝟕𝟗𝟔, 𝟎𝟎𝟎

• MD Clinic
𝑉𝐴 = 𝐸𝐵𝐼𝑇 − 𝑃𝑎𝑗𝑎𝑘 − 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙
𝑉𝐴 = Rp1,291,250,000 − Rp39,129,000 – Rp751,272,600
𝑽𝑨 = 𝑹𝒑𝟓𝟎𝟎, 𝟖𝟒𝟖, 𝟒𝟎𝟎

5.8 Perhitungan TCA

Perhitungan TCA membutuhkan tiga variabel, yaitu TCC (Koefisien Kontribusi


Teknologi), EVA (Nilai Tambah Ekonomi), dan Koefisien Iklim Teknologi (λ).
Nilai variable TCC dan Nilai Tambah Ekonomi telah didapatkan untuk masing-
masing perusahaan. Nilai Koefisien Iklim Teknologi merupakan kombinasi linear
dari dua faktor iklim teknologi yang intensitasnya ditentukan dengan prosedur
perbandingan berpasangan. Dua faktor iklim teknologi yang dimaksud adalah

111
Indeks Faktor Obyektif (IFO) dan Indeks Faktor Subyektif (IFS) (UNESCAP, 1989
(A)). Kedua faktor tersebut sebenarnya sudah memiliki nilai yang ditetapkan oleh
UNESCAP, sedangkan untuk intensitas kedua faktor dinilai memiliki besar yang
sama karena dinilai memiliki tingkat kepentingan yang sama oleh pakar-pakar di
perusahaan sehingga nilainya sama yaitu 0.5. Berdasarkan nilai komponen yang
ditetapkan oleh UNESCAP, maka nilai Koefisien Iklim Teknologi tersebut adalah :

Tabel V-19 Perhitungan Koefisien Iklim Teknologi

Nilai Intensitas
Komponen Iklim Teknologi λ
Komponen Komponen

Indeks Faktor Obyektif (IFO) 0.0811 0.5

Indeks Faktor Subyektif 0.2627


0.4443 0.5
(IFS)

Berdasarkan hasil perhitungan Koefisien Iklim Teknologi tersebut, maka


perhitungan untuk mendapatkan nilai TCA pada penelitian kali ini dapat
diselesaikan. Berikut merupakan perhitungan TCA untuk kedua perusahaan:

Tabel V-20 Perhitungan TCA

TCC EVA λ TCA

Elty
0.521 Rp263,796,000 0.2627 Rp36,104,887.99
Clinic

MD Clinic 0.6364 Rp500,848,400 0.2627 Rp83,732,977.45

5.9 Pengolahan Data Posisi Perusahaan Relatif

Dari pengolahan data yang telah dilakukan pada subbab 5.2 dan 5.5.6 maka
diperoleh nilai untuk tiga dimensi yang dibutuhkan dalam perumusan strategi
teknologi yakni:

112
• Potensi Pertumbuhan Pasar
Nilai potensi pertumbuhan pasar yang dimiliki adalah sebesar 14% atau
senilai 0,14 dalam skala satuan. Dari data yang diperoleh bahwa rata-rata
pertumbuhan pasar pada industri kosmetik dan kecantikan adalah 7%. Nilai
7% ini akan menjadi pembatas antara potensi pertumbuhan bisnis yang lemah
dan kuat pada peta strategi teknologi Dussauge, Hart, & Ramanantsoa (1987).
Suatu bisnis pada industri kosmetik dan kecantikan dengan nilai pertumbuhan
dibawah 7% terklasifikasikan sebagai bisnis dengan potensi pertumbuhan
bisnis yang rendah, sedangkan nilai pertumbuhan diatas 7% terklasifikasikan
sebagai bisnis dengan potensi pertumbuhan bisnis yang kuat/tinggi. Maka
potensi pasar dari PT. Elty Estetika terklasifikasi tinggi.
• Posisi Pasar
Nilai posisi pasar dari PT. Elty Estetika berkenaan dengan pangsa pasar yang
dimiliki. Dengan asumsi PT. Elty Estetika memiliki pangsa pasar “klinik lain”
maka nilai posisi pasar dari PT. Elty Estetika adalah sebesar 0.04. Dengan
nilai tersebut posisi pasar PT. Elty Estetika terklasifikasikan rendah. Asumsi
ini digunakan sebagai pembuktian bahwa dengan angka 0.04 yang notabene
merupakan nilai untuk pangsa pasar dari seluruh klinik lain diluar klinik-
klinik besar yang tertera, PT. Elty Estetika masih memiliki posisi pasar yang
rendah. Dengan nilai ini PT. Elty Estetika masih memiliki posisi pasar yang
rendah, maka dapat dikatakan ketika menggunakan data yang lebih aktual
untuk pangsa pasar yang sebenarnya dimiliki, PT. Elty Estetika tetap akan
memiliki posisi pasar yang rendah pula, hal ini disebabkan nilai pangsa pasar
yang dimiliki pasti lebih rendah dari nilai pangsa pasar asumsi yang
digunakan.
• Posisi Teknologi
Nilai posisi teknologi yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika dapat diperoleh
dari nilai TCC yang sudah dihitung. Nilai TCC dari PT. Elty Estetika adalah
sebesar 0.521 dari nilai maksimal 1. Dengan nilai TCC tersebut maka posisi
atau kapabilitas teknologi dari PT. Elty Estetika terklasifikasi kuat

113
114
BAB VI
ANALISIS, PERUMUSAN STRATEGI TEKNOLOGI, DAN
PERHITUNGAN PARAMETER KELAYAKAN INVESTASI

6.1 Analisis Model Teknometrik

Model Teknometrik adalah model yang dikembangkan oleh UNESCAP untuk


mengukur tingkat kontribusi teknologi sebuah perusahaan dalam proses
transformasinya. Teknologi ini pun dibagi menjadi empat komponen besar, yaitu
Technoware, Humanware, Infoware, dan Orgaware. Analisis pada penelitian ini
pun akan melibatkan keempat komponen teknologi tersebut.

6.1.1 Technoware
Technoware merupakan fasilitas transformasi perusahaan yang melekat dalam
bentuk fisik, seperti peralatan keras, alat-alat, perkakas, mesin, dan sebagainya.
Pada penelitian yang melibatkan dua perusahaan pemberi pelayanan perawatan
kulit dan kosmetika ini terdapat empat kategori yang dinilai sebagai fasilitas yang
paling signifikan dalam menjalankan proses bisnisnya. Berikut merupakan analisis
terhadap komponen Technoware yang dilakukan.

6.1.1.1 Fasilitas Proses Penerimaan Pelanggan dan Pencatatan Rekam Medis

Fasilitas yang dimiliki oleh Elty Clinic dalam menjalankan proses penerimaan
pelanggan dan pencatatan rekam medis memiliki batas bawah yang terklasifikasi
pada tingkat satu (1) dengan nilai satu (1). Hal ini terjadi karena pada dasarnya
proses penerimaan pelanggan dan pencatatan yang dilakukan oleh Elty Clinic masih
dapat berlangsung dengan fasilitas manual. Proses penerimaan pelanggan terjadi
ketika pelanggan secara langsung mendatangi klinik dan melakukan transaksi.
Proses penerimaan ini dapat dilakukan secara manual tanpa bantuan fasilitas
penunjang apapun. Hal serupa juga dengan proses pencatatan rekam medis. Elty
115
Clinic masih menggunakan proses manual (mencatatat dengan kertas) dalam
melakukannya. Sama halnya dengan Elty Clinic, perusahaan pembandingpun
memiliki batas bawah pada tingkat satu (1) dengan nilai satu (1) pula. Karena pada
dasarnya proses penerimaan pelanggan dan pencatatan rekam medis dapat
dilakukan dengan cara manual. Hal ini disebabkan proses tersebut dinilai tidak
kompleks dan dapat tetap dilakukan dengan fasilitas minim sekalipun.

Batas atas yang dimiliki oleh Elty Clinic adalah pada tingkat klasifikasi tiga (3)
dengan nilai empat (4). Sedangkan MD Clinic pada tingkat klasifikasi tiga (3)
dengan nilai lima (5). Kedua perusahaan memiliki tingkat klasifikas yang sama
yakni pada tingkat fasilitas multi-guna. Hal ini terjadi karena kedua perusahaan
dapat dikatakan memiliki fasilitas yang sama yakni komputer. Fasilitas tersebut
tidak memiliki perbedaan spesifikasi yang signifikan pula Hanya saja nilai pada
MD Clinic lebih tinggi karena fasilitas yang dimiliki dinilai lebih terutilisasi
dibandingkan fasilits yang dimiliki oleh Elty Clinic. Berikut merupakan tabulasi
dari nilai batas atas dan batas bawah kedua perusahaan

Tingkat Klasifikasi
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-1 Perbandingan Klasifikasi Fasilitas 1

116
Nilai Akhir
6
5
4
3
2
1
0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-2 Perbandingan Nilai Batas Akhir Fasilitas 2

Terdapat tiga kriteria evaluasi untuk proses penerimaan pelanggan dan pencatatan
rekam medis sebagai landasan untuk mengevaluasi fasilitas, kriteria tersebut
adalah:

1. Kompleksitas Operasi
Kriteria ini meliputi proses input transaksi, proses proses penginputan data
pelanggan, berkomunikasi dengan pelanggan, mencetak faktur transaksi,
pelacakan data pelanggan dan pelacakan data harga tindakan & jasa.

2. Kemampuan Operasi
Contoh hal yang diwakilkan oleh kriteria kemampuan operasi ini adalah
kehandalan atau kemampuan fasilitas terkait untuk menjalankan proses dan
operasi dari poin sebelumnya.

3. Fitur untuk Pelanggan

117
Fitur untuk pelanggan ini mencakup fleksibilitas yang dimiliki oleh
perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan seperti reservasi,
rekomendasi opsi-opsi perawatan, fleksibilitas pengaturan jadwal
perawatan.

6.1.1.2 Fasilitas Pemberian Perawatan Wajah Umum

Fasilitas yang dimiliki oleh Elty Clinic dalam menjalankan proses pemberian
perawatan wajah umum memiliki batas bawah yang terklasifikasi pada tingkat
empat (4) dengan nilai lima (5). Mesin Perawatan Wajah Umum yang digunakan
saat ini merupakan mesin khusus yang memiliki standarnya tersendiri yang sudah
mencukupi untuk dapat memberikan pelayanan facial. Hal serupa juga dengan
Fasilitas yang dimiliki oleh MD Clinic dalam menjalankan proses pemberian
perawatan wajah umum memiliki batas bawah yang terklasifikasi pada tingkat
empat (4) dengan nilai lima (5). Penggunaan multifunction facial mashine
merupakan standar yang lazim digunakan pada klinik perawatan kulit sehingga
bukanlah suatu hal yang tidak lazim bila kedua perusahaan memiliki nilai batas
bawah yang sama.

Batas atas yang dimiliki oleh Elty Clinic adalah pada tingkat klasifikasi lima (5)
dengan nilai enam (6). Sedangkan MD Clinic pada tingkat klasifikasi lima (5)
dengan nilai tujuh (7). Kedua perusahaan memiliki tingkat klasifikasi yang sama
yakni pada tingkat fasilitas otomasi. Hal ini terjadi karena kedua memiliki fasilitas
mesin perawatan wajah umum yang masih dapat diutilisasi. Fasilitas mesin
perawatan wajah umum yang dimiliki oleh kedua perusahaan saat ini memiliki
potensi untuk sepenuhnya diotomasikan karena mesin yang dimiliki memiliki
spesifikasi yang mumpuni. Namun, hal tersebut belum diimplementsikan oleh
kedua perusahaan dengan alasan resiko penggunaan. Dibutuhkan control operator
yang tidak sedikit dalam proses ini. Perbedaan nilai batas atas yang diperoleh salah
satunya dikarenakan spesifikasi fasilitas yang dimiliki oleh MD Clinic lebih
cenderung terkini yang berimplikasi pada fitur-fitur minor yang lebih baik serta
118
memiliki kelebihan dari segi portabilitas yang lebih memudahkan dalam
pengaturan. Berikut merupakan tabulasi dari tingkat klasifikasi serta nilai batas
atas dan batas bawah kedua perusahaan:

Tingkat Klasifikasi
6
5
4
3
2
1
0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-3 Perbandingan Klasifikasi Fasilitas 3

Nilai Akhir
8

0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-4 Perbandingan Nilai Batas Akhir Fasilitas 4

119
Terdapat enam kriteria evaluasi untuk proses pemberian perawatan wajah umum
sebagai landasan untuk mengevaluasi fasilitas, kriteria tersebut adalah:

1. Kompleksitas Operasi
Kompleksitas operasi mencakup hal-hal seperti penyetelan awal,
pengaturan mesin, penanganan (handling) alat, perawatan alat.

2. Kepresisian
Kepresisian yang dimaksudkan untuk proses perawatan wajah umum ini
adalah seperti konsistensi mesin, tingkat vibrasi mesin yang dapat
menyebabkan kesalahan penggunaan, dan tingkat akurasi, hasil perawatan

yang stabil sesuai dengan kontrol operator.

3. Pengendalian Proses
Proses pengendalian yang dimaksud adalah proses pengawasan dan
supervisi terhadap kualitas dan proses saat melakukan perawatan, kondisi
ruangan yang perlu dijaga pada kondisi tertentu, muatan daya listrik yang
harus dikontrol, dan kebutuhan stabilitas operator.

4. Kapasitas
Kapasitas yang dimaksud adalah kapasitas produksi mesin. Dalam konteks
ini berarti seberapa tahan mesin dalam melakukan fungsi utamanya untuk
digunakan sebagai fasilitas perawatan wajah. Secara umum kapasitas
tersebut dapat dilihat dari kuantitas yang dapat dihasilkan dibandingkan
dengan waktu penggunaan mesin. Atau dapat juga dilihat dari seberapa
lama mesin dapat digunakan tanpa mengurangi performansinya.


5. Kemampuan Operasi
Contoh hal yang diwakilkan oleh kriteria kemampuan operasi ini adalah
kehandalan atau kemampuan fasilitas terkait untuk menjalankan proses dan
operasi dari poin-poin sebelumnya.
120
6. Kemampuan Pemeliharaan
Kriteria ini meliputi hal-hal seperti kemampuan mesin untuk
merekonfigurasi sistem secara otomatis, kemampuan mesin memberikan
peringatan apabila terdapat kesalahan sistem, dll). Hal yang digarisbawahi
adalah kemampuan mesin untuk dapat memastikan fungsi dari mesin
tersebut terpelihara dengan baik.

6.1.1.3 Fasilitas Pengencangan Kulit Wajah

Fasilitas yang dimiliki oleh Elty Clinic dalam menjalankan proses pengencangan
kulit wajah memiliki batas bawah yang terklasifikasi pada tingkat empat (4) dengan
nilai lima (5). Mesin radiofrequency yang digunakan saat ini merupakan mesin
khusus yang memiliki standarnya tersendiri yang sudah mencukupi untuk dapat
memberikan pelayanan skin tightening. Hal serupa juga dengan Fasilitas yang
dimiliki oleh MD Clinic dalam menjalankan proses pemberian perawatan wajah
umum memiliki batas bawah yang terklasifikasi pada tingkat empat (4) dengan nilai
lima (5).

Batas atas yang dimiliki oleh Elty Clinic adalah pada tingkat klasifikasi empat (4)
dengan nilai lima (5). Begitu pula MD Clinic pada tingkat klasifikasi empat (4)
dengan nilai lima (5). Didapati bahwa nilai batas atas dan batas bawah yang dimiliki
oleh kedua perusahaan untuk fasilitas mesin radiofrequency memiliki nilai yang
sama. Hal ini memberikan informasi bahwa kedua perusahaan sudah memiliki
fasilitas minimal untuk dapat memberikan pelayanan terkait serta fasilitas tersebut
juga sudah terutilisasi dengan baik. Berikut merupakan tabulasi dari tingkat
klasifikasi serta nilai batas atas dan batas bawah kedua perusahaan:

121
Tingkat Klasifikasi
4.5
4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-5 Perbandingan Klasifikasi Fasilitas 3

Nilai Akhir
6

0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-6 Perbandingan Nilai Batas Akhir Fasilitas 3

Terdapat lima kriteria evaluasi untuk proses pemberian perawatan wajah umum
sebagai landasan untuk mengevaluasi fasilitas, kriteria tersebut adalah:

1. Kompleksitas Operasi

122
Kompleksitas operasi mencakup hal-hal seperti penyetelan awal,
pengaturan mesin, penanganan (handling) alat, perawatan alat.

2. Kepresisian
Kepresisian yang dimaksudkan untuk proses perawatan wajah umum ini
adalah seperti konsistensi mesin, tingkat vibrasi mesin yang dapat
menyebabkan kesalahan penggunaan, dan tingkat akurasi, hasil perawatan

yang stabil sesuai dengan kontrol operator.

3. Pengendalian Proses
Proses pengendalian yang dimaksud adalah proses pengawasan dan
supervisi terhadap kualitas dan proses saat melakukan perawatan, kondisi
ruangan yang perlu dijaga pada kondisi tertentu, muatan daya listrik yang
harus dikontrol, dan kebutuhan stabilitas operator.\

4. Kemampuan Operasi
Contoh hal yang diwakilkan oleh kriteria kemampuan operasi ini adalah
kehandalan atau kemampuan fasilitas terkait untuk menjalankan proses dan
operasi dari poin-poin sebelumnya.

5. Kemampuan Pemeliharaan
Kriteria ini meliputi hal-hal seperti kemampuan mesin untuk
merekonfigurasi sistem secara otomatis, kemampuan mesin memberikan
peringatan apabila terdapat kesalahan sistem, dll). Hal yang digarisbawahi
adalah kemampuan mesin untuk dapat memastikan fungsi dari mesin
tersebut terpelihara dengan baik.

123
6.1.1.3 Fasilitas Abrasi Lapisan Kulit

Hasil akhir dari fasilitas abrasi lapisan kulit sama dengan fasilitas pengencangan
kulit wajah. Fasilitas yang dimiliki oleh Elty Clinic dalam menjalankan proses
pengencangan kulit wajah memiliki batas bawah yang terklasifikasi pada tingkat
empat (4) dengan nilai lima (5). Mesin microdermabration yang digunakan saat ini
merupakan mesin khusus yang memiliki standarnya tersendiri yang sudah
mencukupi untuk dapat memberikan melakukan perawatan abrasi lapisan kulit. Hal
serupa juga dengan Fasilitas yang dimiliki oleh MD Clinic dalam menjalankan
proses pemberian perawatan wajah umum memiliki batas bawah yang terklasifikasi
pada tingkat empat (4) dengan nilai lima (5).

Batas atas yang dimiliki oleh Elty Clinic adalah pada tingkat klasifikasi empat (4)
dengan nilai lima (5). Begitu pula MD Clinic pada tingkat klasifikasi empat (4)
dengan nilai lima (5). Serupa dengan fasilitassebelumnya, nilai batas atas dan batas
bawah yang dimiliki oleh kedua perusahaan untuk fasilitas mesin
microdermabration memiliki nilai yang sama. Hal ini memberikan informasi
bahwa kedua perusahaan sudah memiliki fasilitas minimal untuk dapat memberikan
pelayanan terkait, serta fasilitas tersebut juga sudah terutilisasi dengan baik. Berikut
merupakan tabulasi dari tingkat klasifikasi serta nilai batas atas dan batas bawah
kedua perusahaan:

124
Tingkat Klasifikasi
5

0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-7 Perbandingan Klasifikasi Fasilitas 4

Nilai Akhir
6
5
4
3
2
1
0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-8 Perbandingan Nilai Batas Akhir Fasilitas 4

Terdapat lima kriteria evaluasi untuk proses pemberian perawatan wajah umum
sebagai landasan untuk mengevaluasi fasilitas, kriteria tersebut adalah:

1. Kompleksitas Operasi
Kompleksitas operasi mencakup hal-hal seperti penyetelan awal,
pengaturan mesin, penanganan (handling) alat, perawatan alat.

125
2. Kepresisian
Kepresisian yang dimaksudkan untuk proses perawatan wajah umum ini
adalah seperti konsistensi mesin, tingkat vibrasi mesin yang dapat
menyebabkan kesalahan penggunaan, dan tingkat akurasi, hasil perawatan

yang stabil sesuai dengan kontrol operator.

3. Pengendalian Proses
Proses pengendalian yang dimaksud adalah proses pengawasan dan
supervisi terhadap kualitas dan proses saat melakukan perawatan, kondisi
ruangan yang perlu dijaga pada kondisi tertentu, muatan daya listrik yang
harus dikontrol, dan kebutuhan stabilitas operator.

4. Penanganan Bahan
Kriteria ini meliputi kompleksitas penggunaan bahan suplementer terkait
dengan fasilitas. Kompleksitas disini berkenaan dengan persiapan
komponen atau bahan suplementer, penggunaan dan kontrol saat
penggunaan, serta penanganan pasca penggunaan.

5. Kemampuan Operasi
Contoh hal yang diwakilkan oleh kriteria kemampuan operasi ini adalah
kehandalan atau kemampuan fasilitas terkait untuk menjalankan proses dan
operasi dari poin-poin sebelumnya.

6. Kemampuan Pemeliharaan
Kriteria ini meliputi hal-hal seperti kemampuan mesin untuk
merekonfigurasi sistem secara otomatis, kemampuan mesin memberikan
peringatan apabila terdapat kesalahan sistem, dll). Hal yang digarisbawahi
adalah kemampuan mesin untuk dapat memastikan fungsi dari mesin
tersebut terpelihara dengan baik.

126
6.1.1.4 Kesimpulan Analisis Komponen Teknologi Technoware


Berikut ini adalah diagram perbandingan setiap klasifikasi serta nilai batas bawah
dan nilai batas atas dari fasilitas yang dimiliki oleh kedua perusahaan:

Perbandingan Klasifikasi
6
5
4
3
2
1
0
Bawah Atas Bawah Atas Bawah Atas Bawah Atas
Fasilitas Penerimaan Fasilitas Perawatan Fasilitas Pengencangan Fasilitas Abrasi Lapisan
Pelanggan & Pencatatan Wajah Umum Kulit Wajah Kulit
Rekam Medis

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-9 Perbandingan Klasifikasi Sub-Komponen Technoware

Perbandingan Nilai Batas


8
7
6
5
4
3
2
1
0
Bawah Atas Bawah Atas Bawah Atas Bawah Atas
Fasilitas Penerimaan Fasilitas Perawatan Fasilitas Pengencangan Fasilitas Abrasi Lapisan
Pelanggan & Pencatatan Wajah Umum Kulit Wajah Kulit
Rekam Medis

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-10 Perbandingan Nilai Batas Sub-Komponen Technoware

127
Berdasarkan kedua diagram tersebut dapat terlihat bahwa kedua perusahaan
memiliki tingkat klasifikasi yang sama untuk setiap fasilitasnya. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa kedua perusahaan telah memiliki fasilitas-fasilitas yang
memadai dalam menjalankan usaha dalam industri kosmetika dan kecantikan. Hal
ini juga dapat ditarik lebih jauh bahwasannya keseragaman tingkat klasifikasi yang
dimiliki oleh kedua perusahaan ini merupakan standar tingkat klasifikasi dalam
menjalankan suatu usaha klinik kecantikan. Dari diagram perbandingan tingkat
klasifikasi juga dapat disimpulkan bahwa PT. Elty Estetika belum perlu melakukan
investasi tambahan untuk meningkatkan fasilitas yang dimiliki.

Sedangkan dari diagram perbandingan nilai batas bawah dan atas kedua perusahaan
dapat diperoleh informasi bahwa seluruh nilai batas bawah yang dimiliki oleh PT.
Elty Estetika sama dengan selruh nilai batas bawah yang dimiliki oleh perusahaan
pembanding. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua perusahaan memiliki nilai
teknologi yang sama untuk dapat menjalankan proses bisnisnya seminimal
mungkin, yang artinya kedua perusahaan dapat tetap menjalankan aktivitas
bisnisnya dengan kondisi fasilitas yang tersedia saat ini. Dari perbandingan nilai
batas atas dapat dilihat bahwa PT. Etly Estetika tidak memiliki satu fasilitaspun
yang memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan MD Clinic. PT. Elty Estetika
memiliki nilai batas atas yang sama dengan MD Clinic pada fasilitas tiga dan empat
(pengencangan kulit wajah dan abrasi lapisan kulit). Sedangkan dua fasilitas
lainnya memiliki nilai batas atas yang lebih rendah dibandingkan dengan MD
Clinic. Informasi-informasi ini memperkuat pernyataan sebelumnya yang
menyatakan bahwa PT. Elty Estetika belum perlu melakukan investasi tambahan
untuk meningkatkan fasilitas yang dimiliki. Hal taktis yang dapat dilakukan oleh
PT. Elty Estetika terkait dengan sub-komponen tehnoware ini adalah dengan
mengutilisasi fasilitas-fasilitas yang sudah dimiliki saat ini. Spesifiknya fasilitas
penerimaan pelanggan & pencatatan rekam medis dan fasilitas perawatan wajah
umum lah yang harus diberikan focus lebih untuk ditingkatkan utilitasnya.
128
6.1.2 Humanware

Humanware merupakan salah satu fasilitas transformasi yang melekat dalam


bentuk keterampilan dan kemampuan sumber daya manusia, terutama dalam
mengoperasikan fasilitas transformasi fisik (technoware) sebaik-baiknya. Dalam
penelitian ini, kategori humanware dibagi berdasarkan struktural jabatan yang ada
di perusahaan. Terdapat empat jenis jabatan struktural, yakni:

1. Direksi atau Kepala Cabang


2. Manajer Fungsional 


3. Tenaga Ahli (Dokter) 


4. Operator Fungsional


Berikut merupakan hasil analisis dari keempat jabatan struktural tersebut:

6.1.2.1 Jabatan Direksi

Direksi pada PT. Elty Estetika merupakan pemilik usaha yang merangkap sebagai
pemilik usaha itu sendiri. Selain itu, direktur utama disini juga masih terjun
langsung pada lapangan (klinik) dikarenakan Direktur Utama disini juga berperan
sebagai tenaga ahli (dokter) yang tidak jarang masih menangani pelanggan.
Sedangkan structural direksi pada MD Clinic dijabat dengan posisi Kepala Cabang.
Secara fungsi Kepala Cabang pada MD Clinic sama dengan Direktur Utama pada
Elty Clinic, yakni memberikan arahan serta merumuskan tujuan yang akan
perusahaan terkait tuju. Berbeda dengan Elty Clinic, pada MD Clinic kepala cabang
bukanlah seorang tenaga ahli (dokter), yang artinya tidak memiliki suatu tuntutan
untuk secara langsung terjun untuk menangani pelanggan.

Direksi pada PT. Elty Estetika memiliki tingkat klasifikasi lima (kemampuan
adaptasi) dengan nilai batas bawah enam (6), sedangkan untuk nilai batas atasnya
adalah delapan (8) dengan klasifikasi 7 (kemampuan inovasi). Sedangkan MD
Clinic memiliki tingkat klasifikasi empat (kemampuan meniru) dengan nilai batas
bawah enam (6), sedangkan untuk nilai batas atasnya adalah delapan (8) dengan
129
klasifikasi 6 (kemampuan mengembangkan). Didapati bahwa nilai batas bawah
direksi PT. Elty Estetika terdapat pada tingkat klasifikasi kemampuan adaptasi. Hal
tersebut tercerminkan dari kondisi Direktur Utama PT. Elty Estetika saat ini dimana
pekerjaan yang dilakukan tidak baku, memiliki usaha mental yang tinggi,
pendidikan tinggi, serta pelatihan-pelatihan yang tinggi pula. Nilai batas bawah
yang cenderung tinggi ini pula didukung dari latar belakang Direktur Utama dari
PT. Elty Estetika yang merupakan dokter estetika serta telah memiliki pengalaman
yang dapat dinilai tinggi dalam bidang kecantikan dan kosmetika. Berbeda dengan
MD Clinic, nilai batas bawah yang dimiliki terdapat pada tingkat klasifikasi empat
(kemampuan meniru). Hal ini disebabkan Direksi (dalam hal ini Kepala Cabang)
dari MD Clinic bukanlah praktisi dari bidang kecantikan dan kosmetika, namun
memiliki kapabilitas manajerial yang mumpuni. Selain itu, MD Clinic juga
memiliki arahan langsung dari perusahaan pusat yang akan membantu direksi
dalam melakukan aktivitas bisnisnya. Nilai batas atas PT. Elty Estetika terdapat
pada tingkat klasifikasi kemampuan inovasi yang mana amat memungkinkan untuk
dilakukan karena dukungan dari latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Hal
inilah yang tidak dapat dijumpai pada MD Clinic sehingga nilai batas atas MD
Clinic tidak lebih tinggi dari PT. Elty Estetika. Berikut merupakan tabulasi
perbandingan tingkat klasifikasi serta nilai batas bawah dan atas dari kedua
perusahaan:

130
Tingkat Klasifikasi
8

0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-11 Perbandingan Klasifikasi Jabatan 1

Nilai Akhir
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-12 Perbandingan Nilai Batas Akhir Jabatan 1

Terdapat lima kriteria evaluasi yang digunakan untuk menilai jabatan struktural
direksi atau kepala cabang. Kelima kriteria evaluasi tersebut adalah:

1. Kreatifitas

Kreatifitas mencakup tingkat kecerdasan, imajinasi, dan kemampuan untuk
melihat celah dan peluang untuk meningkatkan performa perusahaan. 

2. Kohesivitas
131
Kohesivitas mencakup kemampuan direksi untuk bekerja sama,
menyemangati tim, dan menghargai martabat rekan kerja.
3. Kemampuan Menghadapi Resiko

Kriteria ini mencakupi inisiatif jabatan terkait, mencoba hal-hal baru yang
bersifat eksperimental, dan kesiapan menghadapi perubahan
4. Orientasi efisiensi

Orientasi efisiensi mencakup aspek-aspek seperti penekanan biaya agar
mendapatkan biaya penghasilan jasa yang lebih rendah, waktu yang lebih
cepat, dan pengerjaan yang lebih efisien. 

5. Orientasi mutu

Orientasi mutu dapat ditinjau dari aspek-aspek seperti pandangan direksi
terhadap kualitas atau hasil pekerjaan dari rekan kerja. 


6.1.2.2 Jabatan Manajer Fungsional

Jabatan Manajer Fungsional yang terdapat pada PT. Elty Estetika terklasifikasi
pada tingkat tiga (kemampuan memperbaiki) untuk klasifikasi bawahnya dengan
nilai batas bawah lima. Sedangkan jabatan Manajer Fungsional yang terdapat pada
MD Clinic terklasifikasi pada tingkat empat (kemampuan meniru) untuk klasifikasi
bawahnya dengan nilai batas bawah lima. Untuk klasifikasi atas, jabatan Manajer
Fungsional terklasifikasi pada tingkat empat (kemampuan meniru) dengan nilai
batas atas enam, dan MD Clini terklasifikasi pada tingkat lima (kemampuan
adaptasi) dengan nilai batas atas tujuh. Berikut merupakan tabulasi untuk tingkat
klasifikasi dan nilai batas dari kedua perusahaan:

132
Tingkat Klasifikasi
6

0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-13 Perbandingan Klasifikasi Jabatan 2

Nilai Akhir
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-14 Perbandingan Nilai Batas Akhir Jabatan 2

Dapat terlihat bahwa baik dari tingkat klasifikasi maupun nilai batas bawah dan atas
dari Manajer Fungsional pada PT. Elty Estetika lebih rendah dari MD Clinic. Hal
ini tercerminkan dari fungsi manajerial yang dilakukan pada PT. Elty Estetika
cenderung kurang dominan. Salah satu hal yang menjadi alasan terjadinya
fenomena tersebut karena pada PT. Elty Estetika fungsi manajer yang notabene

133
mengelola dan mengontrol masih banyak diambil alih oleh Direktur Utama
perusahaan. Hal tersebut berimplikasi pada usaha mental yang meningkat pada
Direktur Utama dan menurun pada Manajer Fungsional. Selain itu, hal tersebut juga
menyebabkan para Manajer Fungsional mengalami pergeseran fungsi pada usaha
fisik. Manajer fungsional seharusnya adalah orang-orang yang paling mengerti
aktivitas bisnis dari PT. Elty Estetika dan dapat menjamin bahwa aktivitas-aktivitas
bisnis tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan arahan dari pimpinan.
Keputusan-keputusan yang bersifat non-strategis pun seharusnya dapat diambil
oleh manajer fungsional secara langsung dengan catatan keputusan-keputusan yang
harus diambil tersebut sesuai dengan ranah fungsinya. Namun hal tersebut masih
harus dilakukan oleh Direktur Utama, sehingga sistem pengambilan keputusan pada
PT. Elty Estetika masih cenderung dominan pada sistem sentralisasi. Hal lain yang
menyebabkan hal diatas adalah orang-orang yang menjabat pada posisi manajer
fungsional pada PT. Elty Estetika adalah orang-orang yang sudah lama bekerja pada
PT. Elty Estetika dan belum dipastikan kapabilitas dan keterampilannya dalam
menjabat posisi tersebut. Orang-orang tersebut telah terbiasa dengan peranan non-
manajer yang notabene lebih berfokus pada usaha fisik yang bersifat rutin, sehingga
pengetahuan dan kebiasaan tersebut masih dinilai terbawa meskipun orang-orang
tersebut seharusnya sudah memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan
manajerial.

Berbeda dengan MD Clinic pada jabatan Manajer Fungsional, orang-orang yang


menjabat pada posisi tersebut tidak lagi terlalu berfokus pada usaha fisik. Selain itu
fungsi pengambilan keputusan sudah dapat dikatakan terstruktur dan manajer
fungsional diberikan wewenang untuk mengambil keputusan terkait area fungsinya
dengan catatan disertai dengan laporan pertanggungjawabannya. Dapat dilihat juga
bahwa nilai batas atas dari jabatan manajer fungsional memiliki nilai yang sama
dengan batas atas kepala cabang (direksi). Hal ini disebabkan pada dasarnya
spesifikasi yang dibutuhkan untuk kedua posisi tersebut tidak memiliki perbedaan
yang signifikan. Spesifikasi fundamental yang dibutuhkan adalah latar belakang
pendidikan serta pengalaman yang menunjang keteramplian manajerial.
134
Selain hal-hal tersebut, jumlah orang yang menjabat dalam jabatan manajer
fungsional juga menjadi andil tersendiri mengapa baik dari tingkat klasifikasi
maupun nilai batas atas yang dimiliki PT. Elty Estetika lebih rendah dibandingkan
MD Clinic. Terdapat empat orang yang menjabat pada jabatan manajer fungsional
yang masing-masingnya memiliki area fungsi tersendiri. Berbeda dengan PT. Elty
Estetika yang hanya memiliki dua orang dalam jabatan manajer fungsional. Hal ini
berimplikasi pada efisiensi aktivitas bisnis serta beban kerja yang dimiliki oleh
masing-masing pemegang jabatan manajer fungsional pada tiap perusahaan. Akan
terdapat beberapa area fungsi yang harus diambil alih oleh manajer fungsional atau
bahkan langsung oleh Direktur Utama di PT. Elty Estetika dikarenakan tidak ada
orang khusus yang menangani area fungsi tersebut. Ambil contoh fungsi keuangan
dan pemasaran, kedua fungsi ini secara langsung akan diambilalih oleh direktur
utama. Sedangkan pada MD Clinic, tiap area fungsi telah memiliki orang yang
menanganinya sehingga aktivitas bisnis dapat dipastikan berjalan lebih baik.
Ditambah orang-orang tersebut memiliki kapabilitas dan spesialisasinya masing-
masing yang didukung dari latar belakang pendidikan serta pengalaman kerja yang
dimiliki.

Terdapat enam kriteria evaluasi yang digunakan untuk menilai jabatan struktural
manajer fungsional. Keenam kriteria evaluasi tersebut adalah:

1. Kreatifitas

Kreatifitas mencakup tingkat kecerdasan, imajinasi, dan kemampuan untuk
melihat celah dan peluang untuk meningkatkan performa perusahaan. 

2. Orientasi Prestasi
Kriteria ini mencakup aspek seperti orientasi, dorongan, tingkat persaingan
dan dinamika, serta motivasi mencapai target dan tujuan yang telah
ditetapkan
3. Kohesivitas
Kohesivitas mencakup kemampuan direksi untuk bekerja sama,
menyemangati tim, dan menghargai martabat rekan kerja.
135
4. Orientasi efisiensi

Orientasi efisiensi mencakup aspek-aspek seperti penekanan biaya agar
mendapatkan biaya penghasilan jasa yang lebih rendah, waktu yang lebih
cepat, dan pengerjaan yang lebih efisien. 

5. Orientasi Pemanfaatan Waktu
Kriteria ini mencakup penghargaan terhadap waktu dan kecenderungan
dalam memperlakukannya sebagai sumberdaya yang berharga, orientasi
sasaran berdasarkan waktu dan orientasi masa depan
6. Orientasi mutu

Orientasi mutu dapat ditinjau dari aspek-aspek seperti pandangan direksi
terhadap kualitas atau hasil pekerjaan dari rekan kerja serta pekerjaan
personal yang dilakukan.

6.1.2.3 Jabatan Tenaga Ahli (Dokter)

Jabatan Tenaga Ahli (Dokter) yang terdapat pada PT. Elty Estetika terklasifikasi
pada tingkat lima (kemampuan adaptasi) untuk klasifikasi bawahnya dengan nilai
batas bawah enam. Jabatan Tenaga Ahli (Dokter) yang terdapat pada MD Clinic
sama dengan PT. Elty Estetika. Untuk klasifikasi atas, jabatan Tenaga Ahli (Dokter)
terklasifikasi pada tingkat lima (kemampuan adaptasi) dengan nilai batas atas tujuh,
dan MD Clinic pun demikian. Berikut merupakan tabulasi untuk tingkat klasifikasi
dan nilai batas dari kedua perusahaan:

136
Tingkat Klasifikasi
6
5
4
3
2
1
0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-15 Perbandingan Klasifikasi Jabatan 3

Nilai Batas
8

0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-16 Perbandingan Nilai Batas Akhir Jabatan 3

Dari dua diagram tersebut dapat terlihat bahwa terdapat kesamaan baik pada tingkat
klasifikasi maupun nilai batas bawah dan atas pada kedua perusahaan. Hal tersebut
mengindikasikan untuk jabatan Tenaga Ahli (Dokter) yang notabene merupakan
fungsi penting dalam proses bisnis inti pada kedua perusahaan memiliki standar
yang sama. Tingkat klasifikasi dan nilai batas yang sama ini juga dinilai merupakan
fenomena yang wajar karena telah terdapat suatu standar baku tertentu dimana
seorang dokter dapat berpraktik dalam industri kecantikan dan estetika, yang

137
artinya telah terdapat suatu sistem penyaringan atau seleksi tersendiri di luar sistem
perusahaan yang memastikan bahwa tenaga ahli yang nantinya akan melakukan
praktik pada perusahaan telah memiliki standar-standar tersebut. Selain itu, tingkat
klasifikasi dan nilai batas bawah dan atas yang sama ini juga dikarenakan tugas,
tanggung jawab, dan wewenang untuk jabatan ini pada kedua perusahaan
cenderung sama.
Terdapat tiga kriteria evaluasi yang digunakan untuk menilai jabatan struktural
tenaga ahli (dokter). Ketiga kriteria evaluasi tersebut adalah:

1. Kreatifitas

Kreatifitas mencakup tingkat kecerdasan, imajinasi, dan kemampuan untuk
melihat celah dan peluang untuk meningkatkan hasil tindakan dan
perawatan yang berkenaan dengan menangani dan memberikan pelayanan
pada pelanggan/pasien . 

2. Kemampuan Menghadapi Resiko

Kriteria ini mencakupi inisiatif jabatan terkait, mencoba hal-hal baru yang
berpotensi dalam peningkatan hasil tindakan, dan kesiapan menghadapi
perubahan
3. Orientasi mutu

Orientasi mutu dapat ditinjau dari aspek-aspek terkait dengan memastikan
kualitas jasa tindakan dan perawatan yang dilakukan.

6.1.2.4 Jabatan Operator Fungsional

Jabatan Operator Fungsional yang terdapat pada PT. Elty Estetika terklasifikasi
pada tingkat satu (kemampuan mengoperasikan) untuk klasifikasi bawahnya
dengan nilai batas bawah dua. Jabatan Operator Fungsional yang terdapat pada MD
Clinic sama dengan PT. Elty Estetika. Untuk klasifikasi atas, Jabatan Operator
Fungsional terklasifikasi pada tingkat satu (kemampuan mengopersikan) dengan
nilai batas atas tiga, sedangkan MD Clinic terklasifikasi pada tingkat dua
138
(kemampuan mempersiapkan) dengan nilai batas atas empat. Berikut merupakan
tabulasi untuk tingkat klasifikasi dan nilai batas dari kedua perusahaan:

Tingkat Klasifikasi
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-17 Perbandingan Klasifikasi Jabatan 4

Niai Batas
5
4
3
2
1
0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-18 Perbandingan Nilai Batas Akhir Jabatan 4

Dari dua diagram tersebut dapat terlihat bahwa perbedaan terletak pada klasifikasi
atas dan nilai batas atas. Dari tingkat klasifikasi bawah dan nilai batas bawah dapat
disimpulkan bahwa kedua perusahaan memiliki standar yang sama dalam jabatan
operator fungsional. Operator fungsional disini terdapat dua fungsi yang dalam satu
kesatuan. Fungi pertama yakni sebagai operator medis yaitu sebagai terapis yang
berfungsi sebagai mendukung dokter saat memberikan perawatan kepada pasien.

139
Fungsi keduanya adalah sebagai operator operasional yang dalam hal ini berfungsi
sebagai resepsionis yang bertugas untuk mencatat transaksi serta mencatat rekam
medis pasien. Pada dasarnya operator fungsional dapat melakukan kedua fungsi ini.
Hal ini juga yang menjadikan standar untuk operator fungsional kedua perusahaan.
Latar belakang untuk menjabat posisi ini dapat dinilai cenderung rendah, yakni
pendidikan terakhir SMA atau SMK. Pada awalnya jabatan ini akan mendapatkan
pelatihan mendasar berkenaan menjalankan fungsi terapis dan resepsionis. PT. Elty
Estetika masih belum dapat memisahkan kedua fungsi ini, sedangkan MD Clinic
memiliki suatu kondisi yang memungkinkan untuk memisahkan kedua fungsi
tersebut. Hal ini lah yang menyebabkan klasifikasi atas dan nilai batas atas dari
kedua perusahaan berbeda. Ketika kedua fungsi ini dipisahkan, setiap fungsi
memiliki orang-orang yang cenderung ahli dalam tiap fungsinya yang
mengakibatkan meningkatnya kualitas masing-masing fungsi tersebut. Hal ini akan
berimplikasi pada tingkat klasifikasi dan nilai batas atas yang meningkat pula. Hal
tersebut pula yang tercerminkan dari kondisi MD Clinic saat ini.

Terdapat tiga kriteria evaluasi yang digunakan untuk menilai jabatan struktural
tenaga ahli (dokter). Ketiga kriteria evaluasi tersebut adalah:

1. Orientasi Prestasi
Kriteria ini mencakup aspek seperti orientasi, dorongan, tingkat persaingan
dan dinamika, serta motivasi mencapai target dan tujuan yang telah
ditetapkan

2. Kohesivitas
Kohesivitas mencakup kemampuan operator untuk bekerja sama,
menyemangati tim, dan menghargai martabat rekan kerja.
3. Orientasi mutu

Orientasi mutu dapat ditinjau dari aspek-aspek terkait dengan memastikan
kualitas jasa tindakan dan perawatan yang dilakukan.

140
6.1.2.4 Kesimpulan Analisis Komponen Teknologi Humanware


Berikut ini adalah diagram perbandingan setiap klasifikasi serta nilai batas bawah
dan nilai batas atas dari fasilitas yang dimiliki oleh kedua perusahaan:

Perbandingan Klasifikasi
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Bawah Atas Bawah Atas Bawah Atas Bawah Atas
Direksi - Kepala Cabang Manajer Fungsional Tenaga Ahli (Dokter) Operator Fungsional

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-19 Perbandingan Klasifikasi Sub-Komponen Humanware

Perbandingan Nilai Batas


9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Bawah Atas Bawah Atas Bawah Atas Bawah Atas
Direksi - Kepala Cabang Manajer Fungsional Tenaga Ahli (Dokter) Operator Fungsional

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-20 Perbandingan Nilai Batas Akhir Sub-Komponen Humanware

141
Dari diagram perbandingan klasifikasi dapat terlihat bahwa PT. Elty Estetika
memiliki tingkat klasifikasi yang lebih tinggi pada jabatan direksi baik klasifikasi
bawah dan atasnya. Sedangkan pada jabatan manajer fungsional PT. Elty Estetika
memiliki tingkat klasifikasi yang lebih rendah baik dari klasifikasi maupun
klasifikasi atasnya. Pada jabatan tenaga ahli (dokter, PT. Elty Estetika memiliki
tingkat klasifikasi yang sama dengan MD Clinic. Pada jabatan operator fungsional,
PT Elty Estetika memiliki klasifikasi bawah yang sama dengan MD Clinic dan
memiliki klasifikasi atas yang lebih rendah. Hal serupa terjadi pada perbandingan
nilai batas baik bawah maupun atas.

Dari kedua diagram tersebut dapat diperoleh suatu informasi dimana untuk
perbaikan pada komponen teknologi Humanware, PT. Elty Estetika harus menaruh
perhatian pengembangan yang lebih besar pada jabatan manajer fungsional, karena
pada jabatan tersebut baik tingkat klasifikasi dan nilai batasnya lebih rendah
dibandingkan dengan MD Clinic. Hal yang dapat dilakukan oleh PT. Elty Estetika
untuk menanggulangi hal ini adalah dengan membuat standar kualifikasi yang lebih
matang untuk orang-orang yang akan menjabat pada posisi manajer fungsional.
Spesifikasi fundamental yang dibutuhkan adalah latar belakang pendidikan serta
pengalaman yang menunjang keteramplian manajerial. PT. Elty Estetika harus
menghindari penempatan orang yang tidak memiliki kapabilitas pada posisi
manajer fungsional. Selain itu hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan
melakukan penambahan oramg yang menjabat pada posisi manajer fungsional.
Penambahan orang ini dimaksudkan mendistribusikan pekerjaan berdasarkan area
fungsi yang lebih spesifik untuk memastikan tiap aktivitas bisnis pada tiap area
fungsinya berjalan dengan baik. Selain itu, hal ini juga akan memperingan beban
kerja dari direksi yang saat ini masih mengambil alih beberapa pekerjaan dan
keputusan yang seharusnya dapat dilakukan oleh manajer fungsional.

PT. Elty Estetika juga memiliki urgensi nomor dua dalam pengembangannya
adalah pada jabatan operator fungsional dimana pada dasarnya klasifikasi bawah

142
serta nilai batas bawah dari jabatan tersebut sebenarnya sama dengan MD Clinic,
namun pada klasifikasi atas dan nilai batas atas memiliki nilai yang lebih rendah.
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah kedua perusahaan telah memiliki standar
yang sama pada jabatan operator fungsional dalam melakukan aktivitas bisnisnya.
Kedua perusahaan memiliki pondasi yang sama pada jabatan operator fungsional,
akan tetapi PT. Elty Estetika belum cukup mengutilisasi orang-orang yang
menjabat pada posisi tersebut. Dari segi jumlah pekerja yang menjabat pada posisi
ini pun memiliki jumlah yang sama. Maka hal strategis yang dapat dilakukan oleh
PT. Elty Estetika dibandingkan melakukan penambahan karyawan lebih baik
mengutilisasi pekerja yang sudah ada dengan cara memisahkan antara operator
medis (terapis) dan operator operasional, sehingga orang-orang yang
bertanggungjawab pada masing0masing fungsi akan lebih terspesialisasi sehingga
kualitas dari tiap fungsi akan meningkat.

PT. Elty Estetika saat ini tidak perlu melakukan perbaikan terhadap jabatan direksi
dan tenaga ahli (dokter). Hal ini disebabkan kedua jabatan ini memiliki tingkat
klasifikasi dan nilai batas baik bawah maupun atas yang sama dengan perusahaan
pembanding. Bahkan pada jabatan direksi, PT. Elty Estetika memiliki tingkat
klasifikasi dan nilai batas baik bawah maupun atas yang lebih tinggi dibandingkan
dengan perusahaan pembanding. Hal ini akan menjadi suatu nilai tambah yang tidak
dimiliki oleh MD Clinic.

6.1.3 Infoware

Komponen infoware merupakan salah satu fasilitas transformasi pendukung yang


melekat dalam bentuk sumber informasi dan dokumen yang bertujuan membantu
komponen humanware agar dapat berinteraksi dengan technoware secara optimal.
Pada penelitian ini, komponen ini akan menilai mengenai sistem informasi yang
digunakan oleh kedua perusahaan. Berikut merupakan diagram perban
dingan komponen infoware yang dimiliki oleh kedua perusahaan:

143
Perbandingan Tingkat Klasifikasi
6

0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-21 Perbandingan Klasifikasi Komponen Infoware

Perbandingan Nilai Batas


8
7
6
5
4
3
2
1
0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-22 Perbandingan Nilai Batas Akhir Komponen Infoware

Komponen infoware yang terdapat pada PT. Elty Estetika terklasifikasi pada
tingkat satu (fakta untuk membiasakan) untuk klasifikasi bawahnya dengan nilai

144
batas bawah dua. Komponen infoware yang terdapat pada MD Clinic terklasifikasi
pada tingkat dua (fakta untuk menjelaskan) untuk klasifikasi bawahnya dengan nilai
batas bawah tiga. Untuk klasifikasi atas, komponen infoware terklasifikasi pada dua
(fakta untuk menjelaskan) dengan nilai batas atas tiga, sedangkan MD Clinic
terklasifikasi pada tingkat lima (fakta untuk meningkatkan pemahaman) dengan
nilai batas atas tujuh.

Dari dua diagram perbandingan tersebut dapat terlihat bahwa baik pada tingkat
klasifikasi maupun nilai batas bawah maupun atas yang dimiliki oleh PT. Elty
Estetika lebih rendah dibandingkan dengan MD Clinic. Hal ini disebabkan karena
PT. Elty Estetika belum memiliki suatu sistem informasi yang komprehensif dan
terintegrasi guna menunjang aktivitas usahanya. Sistem informasi dalam bentuk
dokumen-dokumen yang digunakan masih bersifat konvensional. Aktivitas-
aktivitas yang didukung oleh dokumen yang dimiliki antara lain pembelian barang,
rekapitulasi transaksi, pendataan rekam medis pasien. Selain itu, sistem informasi
yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika ini juga belum memiliki suatu hilir yang jelas.
Laporan-laporan penting seperti laporan laba-rugi, laporan stok barang, laporan
hutang-piutang, dan laporan arus kas belum dapat dihasilkan dengan sistem
informasi yang dimiliki.

Sistem informasi yang dimiliki oleh MD Clinic dapat dinilai lebih komprehensif
dan terintegrasi. Hal ini dikarenakan hampir dari seluruh alur informasi yang
terdapat pada aktivitas bisnis sudah terintegrasi dan terakomodasi oleh suatu sistem.
Aktivitas-aktivitas tersebut antara lain transaksi penjualan (Point of Sale),
pencatatan database customer berikut dengan rekam medisnya, pencatatan keluar-
masuk barang, pencatatan keuangan, dan pencatatan stok barang. Selain itu
dokumen-dokumen penunjang yang dimiliki oleh Perusahaan Pembanding dinilai
lebih menunjang aktivitas bisnis, dokumen-dokumen yang dimiliki antara lain
Aturan Perusahaan, Kontrak Kerja Karyawan, Deskripsi Jabatan, Prosedur Standar
Operasi (SOP), Laporan Stok Barang, Laporan Keuangan (laporan laba-rugi,

145
hutang-piutang, laporan arus kas). Dapat terlihat dari dokumen-dokumen
penunjang serta sistem informasi yang yang dimiliki oleh MD Clinic dapat
mengondisikan aktivitas perusahaan memiliki suatu standar dan acuan yang jelas.
Sistem informasi ini juga mengakomodasi kebutuhan informasi bagi pemegang
posisi manajer dan diatasnya yang akan membantu dalam pengambilan keputusan
serta perumusan strategi.

Dari informasi yang diperoleh dapat terlihat jelas perbaikan dan pengembangan
yang dapat dilakukan oleh PT. Elty Estetika berkenaan dengan komponen teknologi
infoware yang dimiliki. Meniru sistem informasi beserta dokumen-dokumen
penunjang yang dimiliki oleh perusahaan pembanding merupakan suatu langkah
taktis dan praktis yang dapat dilakukan oleh PT.Elty Estetika. Komponen teknologi
infoware yang dimiliki oleh MD Clinic ini dapat menjadi suatu acuan landasan
dalam meningkatkan komponen teknologi infoware PT. Elty Estetika.

Terdapat empat buah kriteria evaluasi dalam komponen teknologi infoware ini,
yaitu:

1. Kemudahan pengulangan informasi



Kriteria ini mencakupi kemudahan menemukan kembali informasi yang
tersimpan dalam basis data dengan memperhatikan metode penyimpanan
informasi, pencarian, dan penggunaannya. Hal ini penting untuk dievaluasi
karena aktivitas dan perputaran materi baik uang maupun barang cenderung
cepat. Hal ini menyebabkan proses pencatatan harus dilakukan secara aktual
serta disimpan/dibukukan dengan baik untuk keperluan peninjauan ulang.
Berdasarkan kebutuhan tersebut maka aspek kemudahan pengulangan
informasi ini penting untuk dievaluasi agar dapat dijadikan sumber
informasi untuk pihak manajemen puncak. 


146
2. Jumlah Keterkaitan
Kriteria ini mencakupi eterkaitan yang ada dalam sistem informasi,
berdasarkan sumber dan penggunaan informasi. Aktivitas bisnis yang
terdapat pada tiap area fungsi memiliki hubungan antara satu proses dengan
proses berikutnya, menyebabkan intensitas perputaran informasi antara tiap
fungsi cenderung tinggi. Keterkaitan informasi amat penting karena area
tiap fungsi berjalan secara pararel sehingga aliran informasi yang beredar
dituntut untuk seaktual dan sepresisi mungkin untuk menghindari kesalahan
informasi baik yang diberikan maupun diterima oleh para pengguna sistem
informasi. Kriteria ini juga akan menunjang reliabilitas dan validitas
informasi yang beredar.

3. Pembaharuan informasi

Kriteria pembaharuan informasi mencakupi kemudahan memperbaharui
informasi untuk menjamin kemutakhiran dan ketepatan informasi. Kriteria
ini meninjau aspek validitas informasi yang terdapat dalam dokumen-
dokumen maupun data pada sistem informasi yang beredar, terutama yang
memiliki keterkaitan dengan aktivitas jual dan beli. Kriteria ini penting
karena harga bahan baku industri kosmetika cenderung fluktuatif hal ini
akan berperngaruh pada proses penentuan harga jual baik produk maupun
jasa yang ditawarkan.

4. Kemudahan mengkomunikasikan

Kriteria kemudahan dalam mengkomunikasikan mencakupi kemudahan
informasi yang dapat dikomunikasikan dan dinilai. Hal ini berhubungan
konten informasi yang terkandung. Konten informasi yang dimaksud adalah
seberapa mudah informasi yang dikandung dalam dokumen-dokumen
maupun sistem informasi digital yang terdapat pada perusahaan ini
dimengerti oleh penggunanya. Kriteria ini penting untuk dievaluasi karena
aktivitas bisnis yang terdapat pada tiap area fungsi memiliki hubungan
147
antara satu proses dengan proses berikutnya, menyebabkan intensitas
perputaran informasi antara tiap fungsi cenderung tinggi sebagaimana telah
disebutkan pada kriteria keterkaitan informasi. Berdasarkan fenomena
tersebut, maka informasi yang dikandung dalam dokumen-dokumen yang
beredar sebaiknya mudah untuk dimengerti oleh pihak lain.

6.1.4 Orgaware

Komponen teknologi orgaware adalah fasilitas transformasi pendukung yang


melekat dalam bentuk kelembagaan yang menentukan kerangka kerja sebuah
organisasi atau institusi agar komponen-komponen teknologi lainnya dapat
berperforma dengan sinergis. Berikut merupakan diagram perbandingan komponen
orgaware yang dimiliki oleh kedua perusahaan:

Perbandingan Tingkat Klasifikasi


4.5
4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Klasifikasi Bawah Klasifikasi Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-23 Perbandingan Klasifikasi Komponen Orgaware

148
Perbandingan Nilai Batas
6

0
Nilai Batas Bawah Nilai Batas Atas

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-24 Perbandingan Nilai Batas Akhir Komponen Orgaware

PT. Elty Estetika memiliki nilai batas bawah pada klasifikasi satu (organisasi yang
mulai tumbuh) dengan nilai batas bawah dua, sedangkan MD Clinic memiliki nilai
batas bawah pada klasifikasi dua (organisasi yang sedang membangun jaringan)
dengan nilai batas bawah tiga. Alasan perbedaan antara kedua perusahaan ini
terletak pada pengalaman dan umur organisasi. MD Clinic merupakan perusahaan
cabang dari Lazeta Skin Care yang sudah memiliki sepak terjang dalam industri
kecantikan dan kosmetika lebih dari 6 tahun, menyebabkan perusahaan ini sudah
memiliki tradisi dan kerangka kerja yang tetap dan standar yang juga menjadi acuan
dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Sehingga kondisi yang dilakukan oleh
perusahaan saat ini adalah membangun koneksi dan relasi dengan perusahaan-
perusahaan yang dapat mempengaruhi tingkat performa organisasi tersebut.
Berbeda dengan PT. Elty Estetika yang dapat dinilai masih meraba dalam
menentukan kerangka kerja serta tata kelola organisasi yang tepat. Selain itu
penilaian tersebut diperoleh karena PT. Elty Estetika dikelola oleh sendiri dengan
modal investasi sendiri. Fasilitas yang digunakan dalam melakukan aktivitas
bisnisnya merupakan fasilitas-fasilitas umum yang aksesnya masih dalam

149
jangkauan. Sedangkan MD Clinic telah memiliki pasar jangka pendek yang sudah
terjamin karena jaringan sebelumnya sudah terbentuk oleh Klinik Pusat (Lazeta).
Proses pengelolaan dilakukan oleh sendiri dengan dukungan dari pusat.

Nilai batas atas untuk PT. Elty Estetika adalah pada nilai empat dan terklasifikasi
pada tingkat tiga (organisasi yang siap bersaing), sedangkan untuk MD Clinic
diberikan nilai lima pada klasifikasi empat (Organisasi yang memproteksi
kepentingan). Penilaian ini diperoleh dengan alasan pada PT. Elty Estetika saat ini
telah memiliki jaringan yang lebih baik, serta permintaan jasa yang tetap dan
cenderung meningkat sehingga nilai ini dinilai mampu untuk dicapai dengan
kondisi komponen teknologi orgaware yang dimiliki. Berbeda dengan MD Clinic,
kondisi saat ini MD Clinic selalu berorientasi pada efisiensi proses bisnis. Hal ini
mungkin dilakukan karena terdapat pengalaman dan reputasi dari Klinik Pusat.
Terdapat lima kriteria evaluasi yang digunakan untuk meninjau komponen
orgaware ini. Keenam kriteria tersebut adalah:

1. Kepemimpinan

Kriteria kepemimpinan ini meninjau kemampuan organisasi untuk
memotivasi karyawannya melalui kepemimpinan yang efektif melalui aspek
seperti tujuan organisasi dan visi yang dirumuskan oleh manajemen puncak.
Kriteria ini penting untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi karena
mayoritas pegawai dari kedua perusahaan adalah tenaga kerja yang tidak
memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, sehingga etos kerja serta
pengetahuan pegawai dalam suatu organisasi pun cenderung rendah,
menyebabkan pegawai perlu untuk secara kontinu dimotivasi agar dapat
terus berkembang dengan baik. 


2. Otonomi kerja

Kriteria otonomi kerja ini menilai seberapa baik dan adil pembagian
tanggung jawab dan wewenang yang diberikan ke pihak yang bersangkutan.

150
Evaluasi terhadap kriteria ini penting dilakukan agar kerangka kerja dapat
memfasilitasi para pegawai dapat bekerja dengan sinergis dan menghindari
tumpeng-tindih otoritas. 


3. Keterlibatan karyawan 

Kriteria evaluasi ini meninjau keterlibatan karyawan dalam fungsi
organisasi sebagai hasil dari kebanggaan bekerja sama, komunikasi dalam
organisasi yang baik, peluang untuk berkembang dan penghargaan terhadap
individu. Keberjalanan aktivitas bisnis akan sangat bergantung dengan
keterlibatan pegawai yang ada pada organisasi tersebut. Dengan secara
terus-menerus melibatkan pegawai sesuai dengan proporsinya, maka
pegawai akan merasa dihargai yang berimplikasi pada meningkatnya rasa
memiliki pada organisasi atau perusahaan.. Kriteria ini mencoba untuk
mengukur seberapa perusahaan dapat melibatkan dan menghargai
pegawainya dalam menajlankan aktivitas bisnisnya.

4. Integritas operasi

Integritas operasi ini mencakup aspek seperti penghargaan terhadap jasa dan
kontribusi yang diberikan serta etika bisnis yang dijalankan


5. Arah organisasi

Arah organisasi menilai penentuan arah pengembangan perusahaan yang
dimulai dari perumusan strategis, penilaian kinerja organisasi berkenaan
dengan kesesuaiannya dengan rencana yang telah dibuat, serta kontrol dari
kinerja perusahaan.

6.2 Analisis Pembobotan Tingkat Intensitas Teknologi

Berikut merupakan hasil pembobotan tingkat intensitas tiap komponen teknologi di


kedua perusahaan:

151
Tabel VI-1 Pembobotan Intensitas Komponen Teknologi

Komponen
Elty MD
Teknologi
Technoware 0.3518 0.3553

Humanware 0.3707 0.4038

Infoware 0.1589 0.1103

Orgaware 0.1186 0.1307

Rasio Konsistensi 0.0321 0.0223

Perbandingan Tingkat Intensitas Kontribusi Teknologi


0.4500
0.4000
0.3500
0.3000
0.2500
0.2000
0.1500
0.1000
0.0500
0.0000
Technoware Humanware Infoware Orgaware

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-25 Perbandingan Tingkat Intensitas KontribusiTeknologi

Dari ilustrasi perbandingan di atas, dapat dilihat bahwa nilai pembobotan tingkat
intensitas tiap komponen teknologi tidak memiliki perbedaan yang signifikan untuk
setiap komponennya. Hal yang dapat disimpulkan dari fenomena tersebut adalah
bahwa adanya kesamaan dalam cara dan prosedur menyediakan layanan atau jasa
152
perawatan wajah. Namun analisis lebih dalam dapat dilakukan dengan melihat
peringkat bobot masing-masing komponen teknologi. Berikut merupakan peringkat
masing-masing komponen teknologi berdasarkan hasil yang diperoleh:
Tabel VI-2 Tabel Perbandingan Peringkat Intensitas Kontribusi

Peringkat
Komponen
Elty Clinic MD Clinic
Teknologi
Technoware 2 2
Humanware 1 1
Infoware 3 4
Orgaware 4 3

Dari tabel perbandingan peringkat tersebut dapat terlihat bahwa perbedaan terletak
pada komponen teknologi infoware dan orgaware. Hal ini disebabkan PT. Elty
Estetika dinilai lebih membutuhkan dan lebih memprioritaskan komponen
teknologi infoware, yang dinilai dapat membantu meningkatkan performansi
aktivitas operasional yang dilakukan. Sedangkan pada MD Clinic hal tersebut
sudah menjadi suatu standar tersendiri yang dimanifestasikan juga dalam nilai batas
bawah dari komponen teknologi infoware yang dimiliki. Parah manajemen puncak
MD Clinic memberikan bobot komponen teknologi infoware lebih rendah
dibandingkan orgaware karena pada dasarnya seluruh fasilitas dan instrument
terkait dengan komponen teknologi infoware sudah disediakan dan dikontrol oleh
perusahaan pusat. Karena alasan ini juga lah yang menyebabkan bobot orgaware
pada MD Clinic yang lebih besar karena berkenaan dengan sistem tata kelola
organisasi yang juga melibatkan perusahaan pusat.

Perbedaan nilai bobot pada komponen teknologi technoware dan humanware


disebabkan oleh nilai tingkat intensitas kontribusi sub-komponennya, karena
interaksi dan ketersediaan fasilitas-fasilitas atau ketrampilannya yang berbeda dari

153
satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Berikut ini adalah analisa terhadap
tingkat intensitas kontribusi sub-komponen technoware dan humanware.

6.2.1 Analisis Pembobotan Tingkat Intensitas Sub-komponen Technoware


Berikut merupakan diagram perbandingan nilai intensitas kontribusi sub-komponen
technoware pada kedua perusahaan:

Perbandingan Nilai Intensitas


Kontribusi Sub-Komponen Technoware
0.4500

0.4000

0.3500

0.3000

0.2500

0.2000

0.1500

0.1000

0.0500

0.0000
Fasilitas 1 Fasilitas 2 (Mesin Fasilitas 3 (Mesin Fasilitas 4 (Mesin
(Komputer) Facial Umum) Radiofrequency) Microdermabration)

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-26 Perbandingan Nilai Intensitas Sub-Komponen Technoware

Dari diagram tersebut terlihat bahwa fasilitas 2 (mesin facial umum) memiliki
intensitas kontribusi yang paling tinggi untuk komponen teknologi Technoware
untuk kedua perusahaan. Hal ini disebabkan mesin facial umum merupakan fasilitas
yang memiliki frekuensi penggunaan yang paling tinggi dibandingkan fasilitas
transforamsi lainnya. Frekuensi penggunaan fasilitas juga mencerminkan jumlah
permintaan pelayanan jasa, yang artinya proses perawatan wajah umum merupakan
layanan yang memiliki jumlah permintaan paling tinggi. Melihat fakta ini, PT. Elty
154
Estetika butuh mempertimbangkan untuk melakukan investasi dalam penambahan
mesin facial umum, karena diketahui pula bahwa mesin facial umum yang dimiliki
saat ini walaupun memiliki kapasitas yang terbilang tinggi, namun belum
mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan (demand). Selain itu PT. Elty
Estetika juga memiliki jumlah mesin facial umum yang lebih rendah dibandingkan
oleh peruahaan pembanding.
Dari diagram tersebut juga diperoleh informasi bahwa nilai intensitas kontribusi
pada fasilitas 3 dan 4 yang dimiliki oleh kedua perusahaan berbeda. PT. Elty
Estetika memiliki nilai intensitas kontribusi yang lebih tinggi pada fasilitas 3 (mesin
radiofrequency), sedangkan MD Clinic pada fasilitas 4 (mesin microdermabration).
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan spesialisasi pelayanan kulit wajah
pada kedua perusahaan.

6.2.2 Analisis Pembobotan Tingkat Intensitas Sub-komponen Humanware


Berikut merupakan diagram perbandingan nilai intensitas kontribusi sub-komponen
humanware pada kedua perusahaan:

Perbandingan Nilai Intensitas


Kontribusi Sub-Komponen Humanware
0.4500
0.4000
0.3500
0.3000
0.2500
0.2000
0.1500
0.1000
0.0500
0.0000
Direksi - Kepala Manajer Fungsional Tenaga Ahli Operator Fungsional
Cabang (Dokter)

Elty Clinic MD Clinic

Gambar VI-27 Perbandingan Nilai Intensitas Sub-Komponen Humanware

155
Dari diagram diatas dapat terlihat bahwa PT. Elty Estetika memiliki intensitas
kontribusi tertinggi pada sub-komponen Direksi. Hal ini disebabkan Direktur
Utama pada PT. Elty Estetika memiliki peran yang bersifat krusial hampir pada
seluruh aktivitas bisnis perusahaan. Hampir seluruh keputusan baik yang bersifat
major maupun minor masih ditangani langsung oleh Direktur Utama. Hal ini
membuat seluruh karyawan timbul rasa ketergantungan pada Direktur Utama.
Sedangkan pada MD Clinic intensitas kontribusi dari Kepala Cabang hampir sama
dengan Manajer Fungsional. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara
keduanya. Hal ini disebabkan pada aktualisasinya peran kedua fungsi ini dapat
dinilai memiliki tingkat kepentingan serta porsinya yang tidak secara signifikan
berbeda. Kepala Cabang pada MD Clinic lebih berfokus pada perencanaan serta
pengontrolan, sedangkan Manajer Fungsional memilikifokus pada mengelola dan
mengaktualisasikan. Pembagian empat fungsi manajemen secara merata inilah
yang membuat intensitas kontribusi untuk dua fungsi ini tidak memiliki
perbedaanyang signifikan.

Kedua perusahaan memiliki internsitas kontribusiyang paling rendah pada jabatan


operator fungsional. Hal ini dikarenakan pada dasarnya staff fungsi tidak memiliki
sebuah keterampilan khusus yang memerlukan pelatihan yang panjang dan
kompleks. Selain itu fungsi operator fungsional juga dinilai mudah untuk
disubstitusi. Untuk operator medis fungsinya masih dapat ditangani oleh tenaga ahli
(dokter), sedangkan operator operasional fungsinya masih dapat diambil alih oleh
manajer fungsional.

6.3 Analisis Koefisien Kontribusi Teknologi

Berdasarkan perhitungan Koefisien Kontribusi Teknologi pada sub-bab 5.5, maka


ditemukan nilai dari tiap kontribusi teknologi PT. Elty Estetika adalah sebagai
berikut:

156
Tabel VI-3 Koefisien Kontribusi Teknologi

Komponen Teknologi Elty Clinic MD Clinic


Technoware 0.574 0.6003
Humanware 0.6974 0.7206
Infoware 0.2831 0.6658
Orgaware 0.3559 0.4891

Kontribusi teknologi pada tabel di atas dilanjutkan secara visual dalam bentuk
diagram radar yang merepresentasikan nilai untuk tiap komponen teknologi.
Berdasarkan hasil tersebut, akan terlihat perbandingan kontribusi teknologi untuk
kedua perusahaan:

Diagram Radar Nilai Kontribusi Teknologi


Elty Clinic MD Clinic

Technoware
1
0.8
0.6
0.4
0.2
Orgaware 0 Humanware

Infoware

Gambar VI-28 Diagram Radar Nilai Kontribusi Teknologi

157
Dari diagram radar tersebut dapat terlihat bahwa PT. Elty Estetika memiliki nilai
kontribusi yang lebih rendah dari perusahaan pembanding pada seluruh komponen
teknologi Dari keempat komponen teknologi, PT.Elty Estetika memiliki perbedaan
nilai kontribusi yang paling jauh dengan perusahaan pembanding pada komponen
infoware yang disusul dengan orgaware. Hal yang menjadi alasan nilai kontribusi
komponen infoware yang dimiliki PT. Elty Estetika jauh lebih rendah adalah
seluruh instrument dan dokumen penunjang alur informasi yang dimiliki saat ini
masih terbilang sangat minim sedangkan yang dimiliki oleh MD Clinic sudah lebih
terintegrasi dan komprehensif. Dari perspektif perhitungan, perbedaan nilai ini
terjadi karena perbedaan nilai batas yang dapat dinilai cukup jauh. Dimana selisih
dari nilai batas bawah dan atas dari PT. Elty Estetika adalah senilai satu poin,
sedangkan untuk MD Clinic empat poin. Hal ini akan berdampak langsung pada
penilaian tingkat kontribusi yang mana formula perhitungan memiliki variable
selisih antara nilai batas dan atas komponen teknologi yang dimiliki oleh
perusahaan, dimana semakin besar selisih nilai batas bawah dan atas dari suatu
komponen teknologi maka akan semakin besar juga nilai kontribusi teknologi yang
dihasilkan. Untuk komponen orgaware perbedaan nilai kontribusi teknologi
terletak pada kondisi kerangka kerja serta tata kelola organisasi yang dimiliki oleh
perusahaan saat ini dimana PT. Elty Estetika belum memiliki tata kelola organisasi
serta kerangka kerja yang baku. Perbedaan mendasar yang paling menjadi pengaruh
adalalah pada kriteria otonomi kerja dimana PT. Elty Estetika masih banyak
terdapat ketidakjelasan alur koordinasi dan pengambilan keputusan. Selain itu
masih terdapat juga pekerjaan yang tumpang tindih yang dilakukan oleh satu atau
beberapa komponen organisasi.

Untuk komponen teknologi technoware dan humanware PT. Elty Estetika memilki
nilai kontribusi yang tidak berbeda secara signifikan dengan perusahaan
pembanding. Hal ini membuktikan adanya kesamaan dan kecenderungan yang
serupa antara kedua cabang, yaitu investasi terbesar dialokasikan dan dimiliki oleh
kedua komponen teknologi ini. Dari komponen technoware dapat disimpulkan

158
bahwa fasilitas fisik (mesin, instrument, dll) yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika
sudah mencukupi untuk menjalankan aktivitas bisnis intinya. Walaupun terdapat
perbedaan nilai kotribusi pada sub-komponen yang dimiliki oleh kedua perusahaan,
namun hal tersebut bukanlah menjadi suatu permasalahan yang berarti. Investasi
pada komponen technoware dapat dilakukan dalam konteks meningkatkan nilai
kontrubusi teknologinya bukan dalam konteks memperbaiki atau menyamakan
nilai kontribusi teknologi technoware dengan perusahaan pembanding.

Komponen teknologi humanware secara sekilas memang memiliki nilai kontribusi


teknologi yang tidak jauh berbeda dengan perusahaan pembanding. Namun apabila
dilakukan analisis lebih mendalam terhadap sub-komponennya, terdapat suatu
celah yang dapat dimanfaatkan oleh PT. Elty Estetika untuk dapat lebih
meningkatkan nilai kontribusi komponen teknologi humanware. Proporsi nilai
kontribusi komponen humanware yang dimiliki PT.Elty Estetika diberikan oleh
sub-komponen Direksi, sedangkan sub-komponen lainnya cenderung memberikan
porsi yang kecil untuk komponen humanware. Sub-komponen Manajaer
Fungsional adalah sub-komponen yang dinilai belum optimal memberikan
kontribusi pada komponen humanware. Pernyataan tersebut dilandasi karena
dibandingkan sub-komponen lainnya, sub-komponen Manajer Fungsional lah yang
memiliki selisih paling tinggi bila dibandingkan dengan perusahaan pembanding
yakni mencapai 0.1036. Yang artinya bila sub-komponen ini bisa diutilisasi lebih
baik akan memberikan penambahan pada nilai kontribusi komponen humanware
sebanyak 0.1036.

Berdasarkan rekomendasi dari UNESCAP, upaya perbaikan nilai TCC sebaiknya


dimulai dari komponen dengan intensitas kontribusi yang paling tinggi. Hal ini
dikarenakan efek kontribusi komponen akan secara signifikan langsung
berpengaruh terhadap besarnya nilai TCC. Berdasarkan rekomendasi tersebut,
maka komponen Technoware dan komponen Humanware akan lebih diutamakan .
Komponen Humanware lebih disarankan untuk dikembangkan karena pada

159
komponen technoware dinilai sudah cukup memadai dan investasi dilakukan lebih
untuk penambahan unit mesin facial umum yang mana memiliki intensitas
kontribusi yang paling tinggi dibandingkan dengan sub-komponen lainnya. Selain
itu PT. Elty Estetika dinilai sudah cukup dan belum perlu melakukan investasi
lainnya. Pada komponen humanware seperti yang sudah dijelaskan padaparagraf
sebelumnya, PT. Elty Estetika perlu melakukan pengoptimalan pada ranah Manajer
Fungsional yang akan berimplikasi pada peningkatan TCC PT. Elty Estetika secara
signifikan.

Komponen infoware dan orgaware untuk PT. Elty Estetika tetap butuh untuk
dikembangkan meskipun nilai intensitas kontribusinya cenderung kecil. Hal-hal
yang perlu dikembangkan untuk komponen infoware berupa dokumen-dokumen
standar yang digunakan pada perusahaan umumnya seperti regulasi perusahaan,
deskripsi jabatan, prosedur operasi standar (SOP), laporan operasional dan laporan
keuangan. Sedangkan hal-hal yang dapat dikembangkan untuk komponen
orgaware adalah pengklarifikasian otoritas atau otonomi kerja. Aspek
kepemimpinan dan arah organisasi perusahaan akan meningkat dengan
meningkatnya pula komponen teknologi lainnya.

6.3 Analisis Nilai Tambah Ekonomi

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai tambah ekonomi


yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika adalah sebesar Rp263,796,000 sedangkan MD
Clinic adalah sebesar Rp500,848,400. Berdasarkan nilai tersebut, dapat terlihat
bahwa nilai tambah ekonomi yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika jauh lebih kecil
dibandingkan dengan perusahaan pembanding. Nilai tambah ekonomi yang relative
rendah ini secara dominan disebabkan nilai EBIT yang rendah. Dengan proporsi
nilai modal yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika dibandingkan dengan MD Clinic,
seharusnya perusahaan dapat memiliki nilai EBIT sampai dengan Rp.781,300,000
dengan asumsi modal yang dikeluarkan berbanding lurus dengan pendapatan yang
diperoleh. Sedangkan aktualisasinya PT. Elty Estetika hanya memiliki nilai EBIT
160
Rp452,800,000. Hal ini mengindikasikan bahwa PT. Elty Estetika belum
mengutilisasi fasilitas transformasi yang dimiliki. Hal disebabkan nilai penjualan
layanan dari PT. Elty Estetika relative lebih rendah dibandingkan dengan MD
Clinic. Salah satu faktor yang menyebabkan nilai penjualan lebih rendah ini
diakibatkan kapasitas mesin facial umum yang merupakan fasilitas yang memiliki
frekuensi penggunaan paling tinggi dinilai belum mencukupi untuk memenuhi
permintaan yang ada. Hal tersebut terlihat pula dari jumlah kepemilikan unit mesin
facial umum PT. Elty Estetika yang lebih rendah dibandingkan MD Clinic. Faktor
lain yang memiliki kemungkinan menjadi penyebab rendahnya nilai EBIT yang
dimiliki oleh PT. Elty Estetika adalah ketidakmampuan perusahaan dalam
mengontrol pengeluarannya. Namun factor ini belum dapat dipastikan karena akses
kepada kondisi keuangan aktual yang lebih mendalam memiliki keterbatasan.

6.4 Analisis Nilai TCA

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai TCA untuk PT. Elty
Estetika adalah sebesar Rp36,104,887.99 sedangkan nilai TCA untuk MD Clinic
adalah Rp83,732,977.45. Kedua nilai tersebut cenderung kecil apabila
dibandingkan dengan nilai tambah ekonomi (EVA) yang dimiliki. Nilai tersebut
hanya berkisar di angka 13-17% dari nilai tambah ekonomi yang dimiliki oleh
masing-masing perusahaan. Fenomena ini dikarenakan nilai koefisien iklim
teknologi berdasarkan UNESCAP yang cenderung kecil. Karena λ untuk kedua
perusahaan memiliki nilai yang sama, maka faktor yang menyebabkan perbedaan
nilai TCA yang dimiliki oleh kedua perusahaan adalah nilai EVA dan TCC masing-
masing perusahaan. Selisih nilai TCA yang cenderung tinggi ini lebih disebabkan
karena nilai EVA yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika jauh lebih rendah
dibandingkan dengan MD Clinic. Alasan perbedaan nilai EVA ini sudah dibahas
pada subbab sebelumnya. Sedangkan untuk nilai TCC berpengaruh sebesar 11.54%
terhadap perbedaan nilai TCA masing-masing perusahaan. Maksud dari pernyataan
tersebut adalah, apabila kedua perusahaan memiliki nilai EVA yang sama, maka
nilai TCA yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika akan lebih kecil sebesar 11,54% dari
161
nilai TCA MD Clinic. Berdasarkan nilai TCA yang dimiliki oleh masing-masing
perusahaan juga dapat disimpulkan bahwa nilai tambah teknologi yang dimiliki
masing-masing perusahaan apabila dinominalisasi memiliki nilai sebagaimana
telah disebutkan sebelumnya. Artinya nilai tambah teknologi yang dimiliki oleh PT.
Elty Estetika masih jauh lebih kecil dibandingkan MD Clinic. Hal ini juga
memperkuat pernyataan bahwasannya PT. Elty Estetika belum mengutilisasi
fasilitas transformasi yang dimiliki.

6.5 Perumusan Strategi Teknologi

Dari nilai ketiga dimensi yang diperoleh dari subbab 5.5.7, dapat ditentukan posisi
PT. Elty Estetika terletak pada posisi Question Mark. Berikut merupakan gambar
pemetaan dari posisi PT. Elty Estetika:

Gambar VI-29 Posisi Strategis Awal Perusahaan

162
Dimana:
• Potensi Pertumbuhan Bisnis = Tinggi
• Kapabilitas Teknologi = Kuat
• Posisi Pasar = Lemah

Berdasarkan visi dan misi perusahaan yang dimiliki maka dapat disimpulkan bahwa
posisi ekspektasi PT. Elty Estetika berada pada posisi “Star”.

Gambar VI-30 Posisi Strategis Tujuan Perusahaan

Dimana:
• Potensi Pertumbuhan Bisnis = Tinggi
• Kapabilitas Teknologi = Kuat
• Posisi Pasar = Kuat

163
Perbedaan antara posisi ekspektasi dan posisi saat ini yang akan menjadi dasar
untuk merumuskan strategi teknologi yang tepat guna untuk dapat memposisikan
diri perusahaan sesuai dengan ekspektasinya.

Seperti yang diusulkan oleh Dussauge, Hart, & Ramanantsoa (1987), perusahaan
pada posisi “tanda tanya” dengan potensi pertumbuhan bisnis yang tinggi,
kapabilitas teknologi yang kuat, namun memiliki posisi pasar yang lemah
dianjurkan untuk melakukan strategi teknologi dengan cara melakukan kemitraan
dengan perusahaan yang memiliki posisi pasar yang kuat, tetapi lemah dalam
teknologi. Atau juga dapat menjual pengetahuan serta penguasaan teknologinya ke
perusahaan lain. Tujuan dari strategi teknologi ini tidak lain adalah untuk
memperkuat posisi pasar perusahaan. Dalam kasus ini dinilai amat sulit untuk
bermitra dengan perusahaan dalam industri terkait yang memiliki posisi pasar kuat
namun lemah dalam kapabilitas teknologinya. Hal ini dikarenakan
perusahaan/klinik kecantikan yang memiliki posisi pasar yang kuat yang notabene
memiliki pangsa pasar yang besar, telah memiliki kapabilitas teknologi yang kuat
pula. Sehingga apabila PT. Elty Estetika ingin bermitra dengan perusahaan dengan
karakteristik demikian, PT. Elty Estetika tidak memiliki kekuatan tawar-menawar
(bargaining power) yang tinggi. Melihat hal tersebut, maka strategi teknologi yang
layak digunakan adalah dengan menjual know how (pengetahuan serta penguasaan
teknologi) ke perusahaan atau pihak yang memiliki keinignan dan potensi untuk
berbisnis pada industri terkait. Dengan kata lain sistem usaha kemitraan atau
waralaba (franchise) merupakan suatu strategi teknologi yang berpotensi untuk
diimplementasikan.

Strategi kemitraan atau franchise merupakan suatu bentuk kerja sama dimana
pemberi waralaba (Franchisor) memberikan izin kepada penerima waralaba
(Franchisee) untuk menggunakan hak intelektualnya, seperti nama, merk dagang
produk/jasa, dan sistem operasi usahanya. Melihat perusahaan yang dijadikan
sebagai pembanding dari objek penelitian saat ini pun sudah melakukan strategi ini.
Fakta tersebut memperkuat alasan mengapa strategi ini berpotensi dan

164
memungkinkan untuk dijalankan. Namun hal yang menjadi pertimbangan besar
sebelum strategi teknologi ini dijalankan adalah harus dipastikan sebelumnya
seluruh sistem operasi yang berimplikasi pada kapabilitas teknologi yang terdapat
pada PT. Elty Estetika sudah siap dan layak untuk direplikasikan. Kapabilitas
teknologi yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika memang tergolong tinggi karena
memiliki nilai diatas 0.5. Namun nilai TCC yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika
yang mencerminkan sistem operasi perusahaan ini masih belum dikatakan siap
untuk dapat direplikasikan. Sehingga sebelum strategi kemitraan
diimplementasikan, PT.Elty Estetika harus meningkatkan nilai TCC nya terlebih
dahulu yang dapat dilakukan dengan melakukan beberapa investasi pada masing-
masing komponen teknologi. Berdasarkan pertimbangan tersebut dan hasil analisis
terhadap hasil perhitungan tingkat kontribusi setiap komponen teknologi, maka
saran investasi perlu dilakukan pada komponen teknologi yang dinilai dapat secara
signifikan meningkatkan nilai TCC perusahaan serta komponen teknologi yang
belum optimal. Maka dari itu komponen teknologi yang difokuskan untuk diberikan
tambahan investasi adalah pada komponen Technoware, Humanware, dan
Infoware.

6.5.1 Investasi dalam Komponen Technoware

Komponen teknologi Technoware merupakan komponen teknologi yang memiliki


nilai intensitas kontribusi yang tinggi dengan proporsi hampir 36% dari intensitas
total. Investasi pada komponen Technoware dinilai akan meningkatkan nilai TCC
secara signifikan. Investasi yang dapat dilakukan untuk komponen technoware
dapat ditentukan dengan mengacu pada sub-komponen yang paling memberikan
nilai intensitas kontribusi paling tinggi, dalam hal ini adalah fasilitas mesin facial
umum. Berdasarkan data yang dimiliki juga, jumlah unit mesin facial umum yang
dimiliki oleh PT. Elty Estetika lebih sedikit dibandingkan dengan MD Clinic.
Investasi penambahan unit mesin facial umum dapat mengacu pada mesin facial

165
umum yang dimiliki oleh MD Clinic. Berikut merupakan penjelasan tentang mesin
facial umum yang akan diinvestasikan:

Tabel VI-4 Spesifikasi Mesin Tambahan

Penjelasan

Nama Fasilitas Ultra Portable Professional Grade 4-In-1 Multifunction


Facial Machine

Kegunaan Fasilitas Membersihkan wajah secara mendalam serta


menstimulasi sel-sel kulit

Penjelasan

Melancarkan sirkulasi darah dalam kulit serta


membunuh bakteri

Membersihkan jerawat dan noda hitam

Memberikan efek dingin untuk penyegaran

Tahun Pembuatan 2016

Importir Korea

Spesifikasi Teknis Mesin Portable

Jumlah Pengadaan 1 Unit

Harga Unit Rp2,535,000

166
6.5.2 Investasi dalam Komponen Humanware

Komponen Humanware pada PT. Elty Estetika merupakan komponen teknologi


dengan intensitas tertinggi dibandingkan dengan ketiga komponen lainnya, dengan
usulan UNESCAP untuk memprioritaskan komponen teknologi dengan nilai
intensitas yang tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa penting untuk meningkatkan
tingkat kontribusi komponen humanware agar nilai TCC perusahaan dapat
meningkat secara signifikan. Ditambah diperoleh pula dari perhitungan dan analisis
yang dilakukan, komponen humanware masih sangat memungkinkan untuk
ditingkatkan

Investasi dalam komponen Humanware yang harus diperhatikan oleh PT Elty


Estetika adalah pada sub-komponen Manajer Fungsional. Hal ini disebabkan nilai
kontribusi teknologi pada sub-komponen ini merupakan sub-komponen yang
memiliki selisih paling tinggi degan nilai kontribusi teknologi yang dimiliki oleh
perusahaan pembanding. Hal ini memberikan informasi bahwa rumpun manajer
fungsional yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika memiliki performansi yang
cenderung buruk namun memiliki potensi untuk lebih ditingkatkan. Investasi yang
dapat dilakukan oleh PT. Elty Estetika untuk meningkatkan nilai kontribusi sub-
komponen Manajer Fungsional adalah dengan menambah tenaga kerja yang
menjabat pada posisi Manajer Fungsional yang sebelumnya perlu ditentukan pula
kriteria dan spesifikasi untuk orang yang akan mengisi jabatan tersebut. Hal ini
didasari pada masih banyaknya pekerjaan pada ranah manajer fungsional yang
tumpang tindih dan ditangani baik oleh manajer dari area fungsi lain maupun
langsung oleh direktur utama. Hal ini berimplikasi pada ketidakjelasan tanggung
jawab, alur koordinasi, serta proses pengambilan keputusan. Penambahan personel
pada ranah manajer fungsional dinilai akan memperjelas isu-isu tersebut. Hal ini
juga akan membantu direktur utama sehingga dapat berfokus pada bagian kontrol.
Hal lain yang mendasari penambahan karyawan pada ranah manajer fungsional
adalah dengan mengacu pada perusahaan pembanding. MD Clinic memiliki empat
karyawan yang menjabat pada ranah manajer fungsional yang masing-masingnya

167
memiliki area fungsi khususnya tersendiri, yakni pemasaran, sumber daya manusia,
keuangan, dan operasional. Sedangkan pada PT.Elty Estetika hanya memiliki dua
karyawan pada ranah manajer fungsional yang fungsinya pada operasional dan
sumber daya manusia. Maka penambahan karyawan pada ranah manajer fungsional
yang dibutuhkan adalah sebanyak dua orang yang akan dialokasikan pada area
fungsi pemasaran dan keuangan. Hal ini akan membantu untuk memperjelas
tanggung jawab, alur koordinasi, serta proses pengambilan keputusan, juga
mempermudah direktur utama dalam aktivitas bisnisnya yang tentunya dibantu
dengan dilengkapinya instrument-instrumen pada komponen teknologi lainnya.

Hal lain yang harus dipastikan kesiapannya sebelum melakukan rekrutasi pada
bagian manajer fungsional ini adalah membuat kriteria, spesifikasi, serta fungsi dari
jabatan baru yang akan ditempati. Pembuatan kriteria, spesifikasi, serta fungsi ini
dilakukan dengan megacu pada instrument yang telah dimiliki oleh perusahaan
pembanding. Hal ini dilakukan karena dinilai merupakan suatu langkah taktis dan
juga praktis karena telah dibuktikan keberjalanannya. Berikut merupakan kriteria,
spesifikasi, serta fungsi untuk kedua jabatan pada ranah manajer fungsional:

• Manajer Keuangan
• Fungsi Utama Jabatan
Mengkoordinasi departemen keuangan agar dapat bekerja sesuai
dengan tujuan dan kepentingan perusahaan. Memeriksa dan
mengevaluasi data keuangan sehingga menghasilkan suatu sudut
pandang agar dapat digunakan untuk strategi perusahaan kedepan.
Merencanakan dan mengendalikan keuangan meliputi pendapatan dan
pengeluaran.

• Tanggung Jawab
• Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama Perusahaan.
• Mengambil keputusan yang berkaitan dengan pembelanjaan.

168
• Merencanakan, mengatur dan mengontrol perencanaan, laporan dan
pembiayaan perusahaan.
• Merencanakan, mengatur dan mengontrol arus kas perusahaan.
• Merencanakan, mengatur dan mengontrol anggaran perusahaan.
• Merencanakan, mengatur dan mengontrol pengembangan sistem dan
prosedur keuangan perusahaan.
• Merencanakan, mengatur dan mengontrol analisis keuangan.
• Membuat dan melaporkan laporan keuangan kepada Direktur Utama.
• Membuat proyeksi keuangan.
• Mengendalikan dan mengawasi penerimaan uang dan piutang.
• Membuat laporan penerimaan uang dan piutang.
• Mengendalikan dan mengawasi pengeluaran dan hutang.
• Membuat laporan pengeluaran dan hutang.
• Memeriksa dan mengawasi proses pembayaran hutang.
• Melaporkan hasil kegiatan perpajakan, audit, dan pengelolaan aset.
• Memeriksa faktur pajak pemasukan dan faktur pajak pengeluaran.
• Mengawasi dan membantu administrasi dan pendataan aset perusahaan
sesuai bisnis unit dan divisi.
• Melaporkan hasil audit.

• Spesifikasi Pekerjaan
• Pendidikan : Minimal S1 Manajemen/Akuntansi
• Pengalaman : Minimal 1 tahun di bidang keuangan
Hard Skills
• Menguasai penggunaan komputer
• Menguasai Microsoft Excel
Soft Skills
• Teliti
• Fokus

169
• Kepemimpinan
• Bertanggung jawab
• Dapat dipercaya dan diandalkan
• Analisis yang baik
• Bekerja sama dalam tim
• Mampu mendidik dan mengayomi
• Mampu bernegosiasi dan berkomunikasi dengan baik

• Manajer Pemasaran
• Fungsi Utama Jabatan
Merancanakan, mengontrol, dan mengkoordinir masing-masing Bisnis Unit
dan Cabang-cabang Klinik terkait program pemasaran yang dibuat untuk
mencapai target penjualan dan mengembangkan pasar secara efektif dan
efisien sesuai arahan Direktur Utama
• Tanggung Jawab
• Membuat program marketing secara komprehensif agar dapat
dijalankan oleh bagian marketing di masing-masing bisnis unit dan
cabang klinik.
• Membuat landasan kerja dalam melakukan pemasaran untuk
masing-masing bisnis unit dan cabang klinik.
• Membuat design untuk mendukung program marketing yang dibuat.
• Mensosialisasikan dan memantau program marketing yang dibuat
kepada masing-masing bisnis unit dan cabang klinik.
• Mengelola sosial media perusahaan untuk membantu program
marketing online.
• Memonitor rekap penjualan serta merangkum forecast untuk
dijadikan bahan analisis dan memberikan saran kepada Direktur
Utama.

170
• Membuat panduan terkait evaluasi kepuasan pelanggan untuk
memastikan tercapainya target kepuasan pelanggan yang ditentukan.

• Spesifikasi Pekerjaan
• Pendidikan : Minimal S1 di bidang Manajemen atau Marketing
• Pengalaman : Minimal 1 tahun bekerja di bidang Marketing
Hard Skills
• Menguasai Microsoft Excel
• Menguasai Adobe, Corel, dan aplikasi sejenis untuk design
• Sales dan Branding Strategic
Soft Skills
• Memiliki kemampuan komunikasi baik lisan maupun tulisan
• Memiliki kemampuan problem solving
• Memiliki kreativitas yang tinggi
• Memiliki kemampuan negosiasi

Biaya investasi untuk melakukan rekrutmen dua manajer fungsional ini mengacu
pada upah yang dialokasikan di perusahaan pembanding. Upah yang diberikan
untuk pegawai dengan tingkatan manajer fungsional adalah sebesar Rp.4.500.000.
Maka biaya investasi untuk komponen humanware adalah sebesar Rp.9.000.000
yang akan dibebankan pada pengeluaran perbulan.

6.5.3 Investasi dalam Komponen Infoware


Komponen teknologi infoware pada PT. Elty Estetika memiliki nilai kontribusi
yang paling rendah dibandingkan komponen teknologi lainnya yakni 0.2831 namun
memiliki tingkat intensitas konstribusi teknologi yang dinilai cukup kontributif
dengan nilai 0.1589. Yang artinya peningkatan nilai kontrubsi komponen ini akan
cukup berpengaruh pada nilai TCC perusahaan. Adapun permasalahan terkait
dengan sistem informasi yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika adalah terkait belum

171
adanya suatu sistem informasi yang komprehensif dan terintegrasi guna menunjang
aktivitas usahanya. Sistem informasi yang dimiliki saat ini masih berbentuk
dokumen-dokumen yang masih bersifat konvensional. Telah dijelaskan pula pada
subbab 6.1.3, meniru sistem informasi beserta dokumen-dokumen penunjang yang
dimiliki oleh perusahaan pembanding merupakan suatu langkah taktis dan praktis
yang dapat dilakukan oleh PT.Elty Estetika. Komponen teknologi infoware yang
dimiliki oleh MD Clinic ini dapat menjadi suatu acuan landasan dalam
meningkatkan komponen teknologi infoware PT. Elty Estetika. Adapun komponen-
komponen sistem informasi yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut:
• Aturan Perusahaan
Peraturan perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh
pemilik usaha yang di dalamnya memuat ketentuan tentang syarat kerja
serta tata tertib perusahaan. Peraturan Perusahaan dibuat untuk menjadi
pegangan bagi Perusahaan maupun karyawan yang berisikan tentang hak-
hak dan kewajiban masing-masing pihak dengan tujuan memelihara
hubungan kerja antara pengusaha dan karyawan. Dokumen ini akan
meningkatkan kriteria evaluasi dalam hal kemudahan mengomunikasikan
informasi perusahaan. Serta secara tidak langsung akan membantu dalam
komponen orgaware berkenaan dengan integritas operasi.
• Deskripsi Jabatan
Dokumen ini akan menjadi instrumen yang membantu dalam
pengklarifikasian hak, tanggung jawab, dan wewenang karyawan.
Dokumen ini juga akan membantu komponen orgaware dalam hal otoritas
pekerjaan. Selain itu, dokumen ini juga akan menjadi standar perekrutan
karyawan ketika terdapat franchisee.
• Prosedur Standar (SOP)
o SOP Pelayanan Pelanggan
o SOP Tindakan dan Perawatan
o SOP Pencatatan Transaksi
o SOP Stock Opname

172
o SOP Order Barang
• Laporan Operasional dan Keuangan
Instrumen ini akan membantu pihak manajemen dalam mengawasi dan
mengontrol performa perusahaan berdasarkan hasil dokumentasi dan
informasi yang ada. Laporan ini dapat dihasilkan dengan melakukan
pengadaan sistem ERP. Adapun alternative system yang dapat dipilih
adalah:

Tabel VI-5 Penentuan Investasi Infoware

Alternatif
Kriteria Zahir Acosys Jurnal.ID
Kredibilitas +++ ++ +
Pemenuhan Fitur ++ +++ +
Harga + ++ +++
Kemudahan Penggunaan ++ +++ +
Total (+) 8 10 6
Keputusan Tidak Ya Tidak

Dari penentuan alternative yang dilakukan berdasarkan data sekunder serta ulasan
pengguna, maka disimpulkan sistem atau perangkat lunak yang dapat digunakan
adalah dengan menggunakan Acosys. Sistem tersebut dapat dibeli dengan investasi
sebesar Rp. 14.700.000.

Dengan mengembangkan sistem informasi sesuai dengan poin-poin ini, maka


proses kontrol dan pengawasan akan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan
efektif. Selain itu juga, pengembangan danpembaharuan sisteminformasi ini akan
menjadi suatu standar untuk mitra yang akan melakukan kerjasama.

6.5 Perhitungan Parameter Kelayakan Investasi

173
Perhitungan parameter kelayakan investasi perlu dilakukan untuk memastikan agar
seluruh investasi yang akan dilakukan pada masing-masing komponen teknologi
dinilai layak dari segi finansial. Parameter yang digunakan untuk menilai kelayakan
investasi tersebut adalah NPV dan IRR, sedangkan Payback Period tidak dijadikan
sebagai landasan parameter kelayakan investasi karena investasi yang akan
dilakukan bersifat pengembangan/penambahan, sehingga hasil yang diperoleh
tidak dapat memberikan informasi presisi akan payback period yang akan
didapatkan. Terdapat dua buah skenario perhitungan yang dilakukan, perhitungan
yang pertama adalah perhitungan parameter kelayakan investasi total (investasi
awal + investasi penambahan), perhitungan yang kedua hanyalah
memperhitungkan investasi tambahan. Berikut merupakan perhitungan atas
kelayakan investasi yang akan dilakukan:

• Asumsi yang digunakan:


Tabel VI-6 Asumsi Perhitungan Kelayakan Investasi

174
• Perhitungan Investasi Awal (Skenario 1)

• Perhitungan Investasi Awal (Skenario 2)

175
176
• Perhitungan Pendapatan (Skenario 1)

• Perhitungan Pendapatan (Skenario 2)


• Parameter Kelayakan Investasi

Tabel VI-7 Nilai Kelayakan Investasi

Payback Kelayakan
IRR NPV
Period Investasi
2 Tahun
Skenario 1 33% Rp1,133,748,002.46 Layak
10 Bulan
2 Tahun
Skenario 2 50% Rp100,853,923.67 Layak
10 Bulan

Berdasarkan seluruh perhitungan kelayakan investasi tersebut, maka dapat


disimpulkan bahwa investasi tambahan yang akan dilakukan untuk menunjang
strategi teknologi yang telah dirumuskan adalah layak.

6.6 Perencanaan Strategi Teknologi

Secara garis besar terdapat dua buah tahapan besar yang menjadi landasan rencana
strategi teknologi yang akan dilakukan. Tahap pertama adalah tahap perkuatan
kapabilitas teknologi. Tahapan yang kedua adalah tahapan implementasi strategi
kemitraan. Kedua tahapan ini bersifat sekuensial. Berikut merupakan penjelasan
untuk kedua tahapan:

1. Penguatan Kapabilitas Teknologi


Tahapan ini merupakan suatu rangkaian proses untuk memperkuat kapabilitas
teknologi yang sudah dimiliki oleh perusahaan yang tujuan utamanya adalah
agar proses penjualan know-how yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.
Tujuan akhir dari tahapan ini adalah standardisasi operasional dan proses bisnis
yang berfungsi untuk mempermudah perusahaan dalam proses duplikasi usaha.
Aktivitas-aktivitas yang terdapat dalam tahapan ini antara lain:
• Peningkatan Komponen Teknologi Technoware
177
Dilakukan dengan melakukan investasi tambahan pada mesin facial umum
yang berimplikasi pada peningkatan kapasitas produksi perusahaan.
• Peningkatan Komponen Teknologi Humanware
Penambahan tenaga kerja yang akan menjabat pada area manajer
fungsional. Penambahan tenaga kerja pada ranah manajer fungsional yang
dibutuhkan adalah sebanyak dua orang yang akan dialokasikan pada area
fungsi pemasaran dan keuangan. Hal ini akan membantu untuk memperjelas
tanggung jawab, alur koordinasi, serta proses pengambilan keputusan, juga
mempermudah direktur utama dalam aktivitas bisnis.
• Peningkatan Komponen Teknologi Infoware
Peningkatan kapabilitas teknologi pada komponen infoware dilakukan
dengan perumusan dan pembuatan dokumen-dokumen penunjang aktivitas
bisnis. Dokumen-dokumen tersebut antara lain: Aturan Perusahaan,
Prosedur Operasi Standar, Deskripsi Jabatan, dan Laporan Operasional &
Keuangan. Selain itu proses percepatan alur informasi pun akan terbantu
dengan dilakukannya pengadaan Sistem Informasi berbasis digital. Sistem
Informasi yang diusulkan untuk diadakan adalah Acosys karena dinilai
merupakan Sistem Informasi yang memiliki keunggulan lebih baik untuk
perusahaan.

2. Implementasi Strategi Kemitraan


Tahapan ini merupakan manifestasi dari strategi teknologi yang mana strategi
teknologi yang akan diimplementasikan bertujuan untuk memperkuat posisi
pasar dengan cara meningkatkan pangsa pasar yang dimiliki. Terdapat
beberapa aktivitas sekuensial yang harus dilakukan demi berjalannya tahapan
ini dengan baik.
• Pembuatan Prospektus Usaha
Dalam menawarkan kemitraan khususnya sistem waralaba, pemberi
waralaba tentu membutuhkan prospektus penawaran usaha seperti yang
dijelaskan pada Peraturan Pemerintah No.42 Tahun 2007 tentang waralaba.

178
Prospektus penawaran waralaba merupakan dokumen yang dibutuhkan oleh
pemberi waralaba untuk menawarkan paket bisnis waralabanya kepada
calon penerima waralaba. Terdapat beberapa hal yang harus disiapkan
dalam pembuatan prospektus usaha ini. Berikut merupakan komponen
berdasarkan peraturan Menteri Pedagangan No. 53 Tahun 2012 yang harus
dipersiapkan oleh perusahaan:
o Data Identitas Pemberi Waralaba
o Legalitas Usaha
o Sejarah Kegiatan Usaha
o Struktur Oganisasi
o Laporan Keuangan 2 (dua) Tahun Terakhir
o Jumlah Tempat Usaha
o Hak dan kewajiban Pemberi Waralaba dan Penerima Waralaba

• Pendaftaran Prospektus Usaha


Pemberi Waralaba yang ingin mendaftarkan waralaba wajib untuk
melakukan pendaftaran Prospektus Waralaba sebelum membuat perjanjian
waralaba dengan Penerima Waralaba. Pendaftaran prospektus waralaba ini
bertujuan untuk memperoleh Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW),
sehingga perjanjian usaha dapat dilakukan. Prosedur pendaftaran
Prospektus Waralaba dan Perjanjian Waralaba diatur dalam Permendag
31/2008 jo PP 42/2007.

Setelah kedua tahapan tersebut dilakukan, maka strategi teknologi dapat


diimplementasikan dengan memulai memasarkannya.

179
180
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

1. Alat ukur tingkat kontribusi teknologi PT Elty Estetika pada penelitian ini
dirancang dengan menggunakan model Teknometrik yang dikembangkan oleh
UNESCAP pada tahun 1989. Model pengukuran tingkat kontribusi ini
dikembangkan dengan menggunakan basis generik dari UNESCAP untuk
tingkat pengukuran batas atas dan batas bawah penggunaan teknologi, dan
kriteria evaluasi. Penilaian variabel-variabel tersebut dilakukan dengan
menyebarkan kuesioner ke responden-responden yang berinteraksi langsung
dengan komponen teknologi terkait. Rumpun direksi dan manajer fungsi
berperan sebagai responden untuk nilai batas atas dan batas bawah penggunaan
teknologi, sedangkan untuk penilaian kriteria evaluasi teknologi membutuhkan
semua karyawan yang terlibat sebagai responden kuesioner tersebut. Metode
perbandingan berpasangan digunakan untuk mencari nilai intensitas kontribusi
komponen dan sub- komponen teknologi yang penilaiannya dilakukan oleh
responeden yang dinilai kapabel, dalam penelitian ini adalah pada ranah manajer
ke atas. Berikut ini adalah hasil pengukuran yang dilakukan terhadap PT Elty
Estetika:
• Nilai Intensitas Kontribusi Teknologi
Technoware = 0.3518
Humanware = 0.3707
Infoware = 0.1589
Orgaware = 0.1186
• Nilai Intensitas Kontribusi Sub-Komponen Technoware
Fasilitas 1 (Komputer) = 0.0544
Fasilitas 2 (Mesin Facial Umum) = 0.4189
Fasilitas 3 (Mesin Radiofrequency) = 0.3111
Fasilitas 4 (Mesin Microdermabration) = 0.2156

181
• Nilai Intensitas Kontribusi Sub-Komponen Humanware
Direksi - Kepala Cabang = 0.4205
Manajer Fungsional = 0.3146
Tenaga Ahli (Dokter) = 0.1785
Operator Fungsional = 0.0863

Nilai kontribusi teknologi pada PT Elty Estetika adalah sebagai berikut:


• Nilai Kontribusi Teknologi
Technoware : 0.5740
Humanware : 0.6974
Infoware : 0.2831
Orgaware : 0.3559

• Nilai Kontribusi Sub-Komponen Technoware


Fasilitas 1 (Komputer) = 0.5152
Fasilitas 2 (Mesin Facial Umum) = 0.7152
Fasilitas 3 (Mesin Radiofrequency) = 0.7200
Fasilitas 4 (Mesin Microdermabration) = 0.7091

• Nilai Kontribusi Sub-Komponen Humanware


Jabatan 1 (Direksi - Kepala Cabang) = 0.8125
Jabatan 2 (Manajer Fungsional) = 0.5700
Jabatan 3 (Tenaga Ahli (Dokter)) = 0.8333
Jabatan 4 (Operator Fungsional) = 0.6952

Dengan nilai kontribusi dan intensitas kontribusi teknologi tersebut, maka


didapatkan bahwa nilai TCC PT Elty Estetika adalah 0.5210. Dengan nilai TCC
tersebut juga dengan menggunakan nilai iklim teknologi serta nilai tambah
ekonominya, diperoleh nilai muatan teknologi (TCA) untuk PT. Elty Estetika

182
adalah sebesar Rp36,104,887.99 sedangkan nilai TCA untuk MD Clinic adalah
Rp83,732,977.45. Nilai tambah teknologi yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika
masih jauh lebih kecil dibandingkan MD Clinic. Hal ini juga memperkuat
pernyataan bahwasannya PT. Elty Estetika belum mengutilisasi fasilitas
transformasi yang dimiliki.

2. Berdasarkan usulan strategi teknologi oleh Dussauge, Hart, & Ramanantsoa


(1987), perusahaan pada posisi “tanda tanya” dengan potensi pertumbuhan
bisnis yang tinggi, kapabilitas teknologi yang kuat, namun memiliki posisi pasar
yang lemah dianjurkan untuk melakukan strategi teknologi dengan cara
melakukan kemitraan dengan perusahaan yang memiliki posisi pasar yang kuat,
tetapi lemah dalam teknologi. Atau juga dapat menjual pengetahuan serta
penguasaan teknologinya ke perusahaan lain. Tujuan dari strategi teknologi ini
tidak lain adalah untuk memperkuat posisi pasar perusahaan. Dalam kasus ini
dinilai amat sulit untuk bermitra dengan perusahaan dalam industri terkait yang
memiliki posisi pasar kuat namun lemah dalam kapabilitas teknologinya. Hal ini
dikarenakan perusahaan/klinik kecantikan yang memiliki posisi pasar yang kuat
yang notabene memiliki pangsa pasar yang besar, telah memiliki kapabilitas
teknologi yang kuat pula. Sehingga apabila PT. Elty Estetika ingin bermitra
dengan perusahaan dengan karakteristik demikian, PT. Elty Estetika tidak
memiliki kekuasaan tawar-menawar (bargaining power) yang tinggi. Melihat
hal tersebut, maka strategi teknologi yang layak digunakan adalah dengan
menjual know how (pengetahuan serta penguasaan teknologi) ke perusahaan atau
pihak yang memiliki keinignan dan potensi untuk berbisnis. Dengan kata lain
sistem usaha kemitraan atau waralaba (franchise) merupakan suatu strategi
teknologi yang berpotensi untuk diimplementasikan. Harus dipastikan
sebelumnya seluruh sistem operasi yang berimplikasi pada kapabilitas teknologi
yang terdapat pada PT. Elty Estetika sudah siap dan layak untuk direplikasikan.
Kapabilitas teknologi yang dimiliki oleh PT. Elty Estetika memang tergolong
tinggi karena memiliki nilai diatas 0.5. Namun nilai TCC yang dimiliki oleh PT.

183
Elty Estetika yang mencerminkan sistem operasi perusahaan ini masih belum
dikatakan siap untuk dapat direplikasikan.

Terdapat dua buah tahapan besar yang menjadi landasan rencana strategi
teknologi yang akan dilakukan. Tahap pertama adalah tahap perkuatan
kapabilitas teknologi yang merupakan suatu rangkaian proses untuk
memperkuat kapabilitas teknologi yang sudah dimiliki oleh perusahaan yang
tujuan utamanya adalah agar proses penjualan know-how yang dilakukan dapat
berjalan dengan baik. Tujuan akhir dari tahapan ini adalah standardisasi
operasional dan proses bisnis yang berfungsi untuk mempermudah perusahaan
dalam proses duplikasi usaha. Terdapat beberapa investasi yang dapat dilakukan
untuk meningkatkan kapabilitas teknologi dengan efisien. Seluruh investasi
yang telah dirumuskan telah melalui perhitungankelayakan investasi dan
memiliki hasil yang layak untuk dilakukan..

Tahapan yang kedua adalah tahapan implementasi strategi kemitraan. Tahapan


ini merupakan manifestasi dari strategi teknologi yang akan diimplementasikan
bertujuan untuk memperkuat posisi pasar dengan cara meningkatkan pangsa
pasar yang dimiliki. Terdapat beberapa aktivitas sekuensial yang harus
dilakukan demi berjalannya tahapan ini dengan baik. Aktivitas yang terdapat
pada tahapan ini adalah membuat prospektus usaha yang kemudian
mendaftarkannya, setelah itu strategi teknologi kemitraan dapat
diimplementasikan.

3. Parameter kelayakan investasi menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan


dinilai layak untuk dilakukan. Dengan nilai IRR 33% dan NPV sebesar
Rp1,133,748,002.46 untuk skema penambahan investasi pada investasi awal yang telah
dilakukan. Sedangkan perhitungan parameter kelayakan investasi untuk scenario hanya
pada penambahan investasi saja memiliki nilai IRR 50% dan NPV sebesar
Rp100,853,923.67. Kedua skenario ini memiliki waktu Payback Period selama 2 tahun
10 bulan.

184
7.2 Saran

Saran untuk PT Elty Estetika adalah:

1. Melakukan investasi dalam komponen Technoware dengan mengadakan


mesin facial umum multifungsi

2. Melakukan investasi dalam komponen Humanware dengan melakukan


penambahan tenagakerja yang akan menjabat sebagai manajer fungsional
pada area pemasaran dan keuangan.

3. Mengembangkan komponen Infoware dengan membuat peraturan


perusahaan, prosedur operasi standar, deskripsi jabatan, dan laporan
operasional serta keuangan. Selain itu investasi dilakukan dengan
mengadakan Sistem Informasi Acosys untuk mempermudah alur informasi
dan fungsi kontrol.

4. Membuat prospektus usaha (waralaba) yang kemudian mendaftarkannya.

Saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah:

1. Penelitian dapat dikembangkan dan dilanjutkan kepada strategi waralaba


secara lebih spesifik

2. Penentuan strategi dapat lebih akurat dengan menambah perusahaan


pembanding atau acuan sehingga dapat memberikan informasi serta
wawasan lebih banyak yang dapat disintesis untuk perumusan strategi.

185
186
DAFTAR PUSTAKA

Banta, H. (2009). Health Care Technology and Its Assessment : An International


Perspective. New York: Oxford University Press.

Center for Economic and Social Studies. (2000). Analisis Kebutuhan


Pengembangan Sistem Pembiayaan Ekspor Bagi Usaha Kecil dan
Menengah Berorientasi Pasar Luar Negeri. Laporan Penelitian. Didukung
oleh The Asia Foundation dan Swisscontact.

Dussauge, P., Hart, S., & Ramanantsoa, B. (1987). Strategic Technology


Management. Paris: Mcgraw-Hill.

Hanny, I. (2000). The Analysis of Technology Content Influence on the Small and
Medium enterprises Performance : Case Study in Metal SMESs in Bandung,
Indonesia. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Indrawati, Sri Widia. (2003), Analisis Pengaruh Komponen Teknologi


Technoware, Humanware, Inforware dan Orgaware Terhadap Faktor Utama
Daya Saing Industri Kecil. Tesis Magister, Teknik dan Manajemen Industri,
Institut Teknologi Bandung

Ismadi, Alimin., Rose, Che. (2010). The Relationship Between Organisational


Competitive Advantage and Performance Moderated by the Age and Size of
Firms.

Lantz, V. (2003). Measuring scale, technology and price effects on value added
production across Canadian forest industry sectors. Dalam Forest Policy
and Economics.

Mata, F.J., Fuerst, W.L, Barney, & J.B. (1995). Information Technology and
sustained Competitive Advantage - A Resource Based Analysis. MIS
Quarterly.

187
Novahestin, R. (2013). Pengukuran Tingkat Kesiapan Humanware pada Proses
Alih Teknologi
untuk Mengembangkan Program Peningkatan Kompetensi
Nonteknis Humanware.Tugas Akhir S1 Manajemen Rekayasa Industri.
Institut Teknologi Bandung

Porter, M. (1990). The Competitive Advantages of Nation. New York: The Free
Press.

Rahmana, Arief. (2008). Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Informasi Terdepan
tentang Usaha Kecil Menengah, (online), (http://infoukm.wordpress.com,
diakses 1 Agustus 2016)

Rukmayuninda, K., Anggrahini, D., Amalia. (2011). Strategi Kebijakan


Pengembangan dan Pembinaan IKM Konveksi sebagai Salah Satu Industri
Kecil Menengah di Indonesia. Teknik dan Manajemen Industri, Institut
Teknologi Bandung

Saaty, T. (1980). The Analytical Hierarchy Process. New York: McGraw-Hill.

Schroeder. (1986). The Content of Manufacturing Strategy : An Empirical Study.


Journal of Operations Management.



Setianto, Buddy. (2016). Analisa Seluruh Industri Sektor dan Semua Sub Sektor
Saham Di BEI 2015. Jakarta.

Sudaryanto., Hanim. (2002). Evaluasi kesiapan UKM Menyongsong Pasar Bebas


Asean (AFTA) : Analisis Perspektif dan Tinjauan Teoritis. Jurnal Ekonomi
Akuntansi dan Manajemen, Vol 1 No 2

Tully, Shawn. 1993.The Real Key to Creating Wealth. Fortune.

UNESCAP. (1989 (A)). A Framework for Technolgy-Based for Development -


Technology Climate Assessment. India.


188
UNESCAP. (1989 (B)). A Framework for Technology-Based For Development -
An Overview. India.

UNESCAP. (1989 (C)). A Framework for Technology-Based for Development -


Technology Content Assessment. India.

189
190
LAMPIRAN

191
LAMPIRAN A KUESIONER ESTIMASI NILAI BATAS ATAS DAN
BATAS BAWAH KOMPONEN TEKNOLOGI

192
KUESIONER
PENENTUAN DERAJAT SOFISTIKASI
KOMPONEN TEKNOLOGI

OLEH

BRIAN YOGA DHARMAWAN

MANAJEMEN REKAYASA INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

193
2016

Salam hangat,

Sebelumnya peneliti mengucapkan terima kasih atas kesediaan bapak/ibu untuk


meluangkan waktu untuk dapat membantu penelitian saya dalam menentukan
derajat sofistikasi komponen teknologi ini. Kuesioner ini akan digunakan sebagai
langkah awal pengembangan model Teknometrik pada fasilitas transformasi yang
dimiliki oleh perusahaan. Kuesioner estimasi derajat sofistikasi komponen
teknologi dimaksudkan untuk menilai/mengevaluasi komponen teknologi pada
fasilitas transformasi PT. Elty Estetika. Prosedur ini disesuaikan dengan kriteria
generik Model Teknometrik, hasil pengembangan UNESCAP.

PETUNJUK UMUM
Pada bagian ini, bapak/ibu/saudara/i diminta untuk memberikan penilaian dengan
cara mempertimbangkan setiap tingkat klasifikasi derajat kecanggihan pada tabel
derajat sofistikasi teknologi dengan kondisi aktual di perusahaan, kemudian
dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan selanjutnya. Nilai yang diberikan
diharapkan dapat memberi gambaran tentang kondisi perusahaan saat ini.

Kuesioner ini terbagi dari empat bagian:


1. Penentuan derajat sofistikasi komponen Technoware 

2. Penentuan derajat sofistikasi komponen Humanware 

3. Penentuan derajat sofistikasi komponen Infoware 

4. Penentuan derajat sofistikasi komponen Orgaware 


PETUNJUK KHUSUS
Bagian I: Estimasi Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi Technoware
·

• Technoware merupakan komponen teknologi yang melekat pada fasilitas


fisik/infrastruktur dari fasilitas transformasi/sistem produksi. Segala sesuatu

194
yang berhubungan dengan penilaian komponen Technoware didasarkan
atas aktivitas bisnis yang membutuhkan fasilitas fisik, aktivitas-aktivitas
tersebut melainkan aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pemberian
pelayanan skin care.
• Penilaian dapat bapak/ibu lakukan dengan cara mempertimbangkan setiap
tingkat klasifikasi derajat kecanggihan dari tabel yang tertera dengan cara
merefleksikannya terhadap kondisi aktual perusahaan, kemudian
dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan selanjutnya.

Bagian II: Estimasi Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi Humanware

• Humanware merupakan komponen teknologi yang melekat pada


kemampuan dan potensi sumber daya manusia dari fasilitas
transformasi/sistem produksi. Penilaian dapat bapak/ibu laukan dengan cara
mempertimbangkan setiap tingkat klasifikasi derajat kecanggihan pada
tabel yang tertera dengan cara merefleksikannya terhadap kondisi aktual di
perusahaan, kemudian dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan
selanjutnya. 

• Prosedur penilaian dilakukan terhadap masing-masing kategori

Humanware, yaitu direksi, manajer fungsional, staff fungsional, dan

tenaga ahli (dokter). 

• Prosedur penilaian masing-masing kategori humanware dibatasi pada unit-
unit yang terlibat dalam proses produksi/penghasilan jasa perusahaan.



Bagian III:. Estimasi Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi Infoware 


• Infoware merupakan komponen teknologi yang melekat pada dokumen,


sistem dokumentasi, dan sistem informasi dari fasilitas transformasi/sistem
produksi. 

• Penilaian dapat bapak/ibu lakukan dengan cara mempertimbangkan setiap
tingkat klasifikasi derajat kecanggihan dari tabel yang tertera dengan cara

195
merefleksikannya terhadap kondisi aktual perusahaan, kemudian
dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan selanjutnya.
• Prosedur penilaian dilakukan terhadap komponen teknologi infoware pada
tingkat perusahaan


Bagian IV: Estimasi Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi Orgaware

• Orgaware merupakan komponen teknologi yang melekat pada kerangka


kerja organisasi/kelembagaan dari fasilitas transformasi/sistem produksi. 

• Penilaian dapat bapak/ibu lakukan dengan cara mempertimbangkan setiap
tingkat klasifikasi derajat kecanggihan dari tabel yang tertera dengan cara
merefleksikannya terhadap kondisi aktual perusahaan, kemudian
dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan selanjutnya. 

• Prosedur penilaian dilakukan terhadap komponen teknologi orgaware pada
tingkat perusahaan 


Atas kesediaan bapak/ibu/saudara/saudari membantu penelitian ini, saya ucapkan


terima kasih. 


Salam Hangat,

BRIAN YOGA DHARMAWAN


Manajemen Rekaysa Industri
Institut Teknologi Bandung

196
Bagian I: Estimasi Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi Technoware

1. Proses Penerimaan Pelanggan (pasien) dan Pencatatan Rekam Medis ;


Komputer

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Usaha dan pengendalian proses dilakukan


Fasilitas
1 secara manual penggunaan tangan dalam 1 2 3
Manual
pencatatan dan pengarsipan
Penambahan fasilitas dilakukan untuk
Fasilitas melengkapi kekuatan tubuh manusia atau
2 2 3 4
Daya mempermudah aktivitas. Pengendalian operasi
dilakukan operator sepenuhnya

Fasilitas Fasilitas tambahan dengan operasi umum dan


3 3 4 5
Multi Guna pengendalian operasi dilakukan operator

Fasilitas Fasilitas dengan operasi khusus dan kontrol


4 4 5 6
Khusus operasi dilakukan oleh operator

Fasilitas melakukan sejumlah tugas mandiri


Fasilitas
5 dengan sedikit kontrol dari operator. Operator 5 6 7
Otomasi
hanya melakukan koreksi awal

Kontrol komputer memungkinkan fasilitas


Fasilitas
6 mengubah fungsi, koreksi kinerja setelah 6 7 8
Terkomputer
operasi. Keterlibatan manusia sangat sedikit

Seluruh operasi diintegrasikan menggunakan


Fasilitas
7 komputer. Keterlibatan manusia hampir tidak 7 8 9
Terintegrasi
ada

197
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Technoware yang
dimiliki oleh perusahaan untuk proses tersebut saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 


2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Technoware yang dimiliki
oleh perusahaan untuk proses tersebut saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
.........................


198
2. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (Facial) ; Mesin Facial
Multifungsi

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Usaha dan pengendalian proses dilakukan


Fasilitas
1 secara manual penggunaan tangan dalam 1 2 3
Manual
pemberian perawatan
Penambahan mesin dilakukan untuk
Fasilitas melengkapi kekuatan tubuh manusia atau
2 2 3 4
Daya mempermudah aktivitas. Pengendalian operasi
dilakukan terapis atau dokter sepenuhnya
Mesin tambahan dengan operasi umum dan
Fasilitas
3 pengendalian operasi dilakukan terapis atau 3 4 5
Multi Guna
dokter

Fasilitas Mesin dengan operasi khusus dan kontrol


4 4 5 6
Khusus operasi dilakukan oleh terapis atau dokter

Mesin melakukan sejumlah tugas mandiri


Fasilitas dengan sedikit kontrol dari terapis atau dokter.
5 5 6 7
Otomasi Terapis atau dokter hanya melakukan koreksi
awal atau penyetelan
Kontrol komputer memungkinkan fasilitas
Fasilitas
6 mengubah fungsi, koreksi kinerja setelah 6 7 8
Terkomputer
operasi. Keterlibatan manusia sangat sedikit

Seluruh perawatan diintegrasikan


Fasilitas
7 menggunakan komputer. Keterlibatan manusia 7 8 9
Terintegrasi
hampir tidak ada

199
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Technoware yang
dimiliki oleh perusahaan untuk proses tersebut saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 


2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Technoware yang dimiliki
oleh perusahaan untuk proses tersebut saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
.........................


200
3. Proses Pengencangan Kulit Wajah (Skin Tightening) ; Mesin
Radiofrequency

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Usaha dan pengendalian proses dilakukan


Fasilitas
1 secara manual penggunaan tangan dalam 1 2 3
Manual
pemberian perawatan
Penambahan mesin dilakukan untuk
Fasilitas melengkapi kekuatan tubuh manusia atau
2 2 3 4
Daya mempermudah aktivitas. Pengendalian operasi
dilakukan terapis atau dokter sepenuhnya
Mesin tambahan dengan operasi umum dan
Fasilitas
3 pengendalian operasi dilakukan terapis atau 3 4 5
Multi Guna
dokter

Fasilitas Mesin dengan operasi khusus dan kontrol


4 4 5 6
Khusus operasi dilakukan oleh terapis atau dokter

Mesin melakukan sejumlah tugas mandiri


Fasilitas dengan sedikit kontrol dari terapis atau dokter.
5 5 6 7
Otomasi Terapis atau dokter hanya melakukan koreksi
awal atau penyetelan
Kontrol komputer memungkinkan fasilitas
Fasilitas
6 mengubah fungsi, koreksi kinerja setelah 6 7 8
Terkomputer
operasi. Keterlibatan manusia sangat sedikit

Seluruh perawatan diintegrasikan


Fasilitas
7 menggunakan komputer. Keterlibatan manusia 7 8 9
Terintegrasi
hampir tidak ada

201
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Technoware yang
dimiliki oleh perusahaan untuk proses tersebut saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 


2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Technoware yang dimiliki
oleh perusahaan untuk proses tersebut saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
.........................


202
4. Proses Abrasi Lapisan Kulit (Microdermabrasion) ; Mesin
Microdermabrasion

No Klasifikasi Karakteristik Nilai

Usaha dan pengendalian proses dilakukan


Fasilitas
1 secara manual penggunaan tangan dalam 1 2 3
Manual
pemberian perawatan
Penambahan mesin dilakukan untuk
Fasilitas melengkapi kekuatan tubuh manusia atau
2 2 3 4
Daya mempermudah aktivitas. Pengendalian operasi
dilakukan terapis atau dokter sepenuhnya
Mesin tambahan dengan operasi umum dan
Fasilitas
3 pengendalian operasi dilakukan terapis atau 3 4 5
Multi Guna
dokter

Fasilitas Mesin dengan operasi khusus dan kontrol


4 4 5 6
Khusus operasi dilakukan oleh terapis atau dokter

Mesin melakukan sejumlah tugas mandiri


Fasilitas dengan sedikit kontrol dari terapis atau dokter.
5 5 6 7
Otomasi Terapis atau dokter hanya melakukan koreksi
awal atau penyetelan
Kontrol komputer memungkinkan fasilitas
Fasilitas
6 mengubah fungsi, koreksi kinerja setelah 6 7 8
Terkomputer
operasi. Keterlibatan manusia sangat sedikit

Seluruh perawatan diintegrasikan


Fasilitas
7 menggunakan komputer. Keterlibatan manusia 7 8 9
Terintegrasi
hampir tidak ada

203
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Technoware yang
dimiliki oleh perusahaan untuk proses tersebut saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 


2. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Technoware yang
dimiliki oleh perusahaan untuk proses tersebut saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................

204
Bagian II: Estimasi Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi Humanware
1. Direksi
No Klasifikasi Karakteristik Nilai
Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik
rendah hingga tinggi, usaha mental sangat
Kemampuan rendah, tingkat pendidikan menengah ke
1 1 2 3
Operasi bawah, pelatihan dasar dan menengah,
kategori pekerja tidak terlatih dan sedikit
terlatih
Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik
rendah hingga menengah, usaha mental
Kemampuan
2 rendah, tingkat pendidikan menengah ke 2 3 4
Mempersiapkan
bawah, pelatihan jangka pendek, kategori
pekerja terlatih dan semi teknisi (terapis)
Pekerjaan sebagian tidak baku, keputusan
rutin sebagian, usaha fisik rendah hingga
menengah, usaha mental sedang, tingkat
Kemampuan
3 pendidikan kejuruan/lanjutan ke atas, 3 4 5
Memperbaiki
pelatihan jangka pendek dan menengah,
kategori pekerja teknis (terapis), ilmuwan,
insinyur, dan dokter
Pekerjaan umumnya tidak baku, keputusan
hampir tidak rutin, usaha fisik rendah
hingga menengah, usaha mental sedang
Kemampuan
4 hingga tinggi, tingkat pendidikan tinggi, 4 5 6
Meniru
pelatihan jangka menengah, kategori
pekerja teknis (terapis), ilmuwan, insinyur,
dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental tinggi,
Kemampuan
5 tingkat pendidikan tinggi ke atas, pelatihan 5 6 7
Adaptasi
tinggi, kategori pekerja teknis (terapis),
ilmuwan, insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental sangat
Kemampuan
6 tinggi, tingkat pendidikan tinggi ke atas, 6 7 8
Menambahkan
pelatihan tinggi, kategori pekerja teknis
(terapis), ilmuwan, dan insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental tinggi
Kemampuan sekali, tingkat pendidikan tinggi ke atas,
7 7 8 9
Inovasi pelatihan sangat tinggi, kategori pekerja
teknisi (terapis), ilmuwan, insinyur, dan
dokter

205
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Humanware tingkat
Direksi yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 


2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Humanware tingkat Direksi
yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berada pada tingkat klasifikasi
nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
.........................


206
2. Manajer Fungsional
No Klasifikasi Karakteristik Nilai
Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik
rendah hingga tinggi, usaha mental sangat
Kemampuan rendah, tingkat pendidikan menengah ke
1 1 2 3
Operasi bawah, pelatihan dasar dan menengah,
kategori pekerja tidak terlatih dan sedikit
terlatih
Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik
rendah hingga menengah, usaha mental
Kemampuan
2 rendah, tingkat pendidikan menengah ke 2 3 4
Mempersiapkan
bawah, pelatihan jangka pendek, kategori
pekerja terlatih dan semi teknisi (terapis)
Pekerjaan sebagian tidak baku, keputusan
rutin sebagian, usaha fisik rendah hingga
menengah, usaha mental sedang, tingkat
Kemampuan
3 pendidikan kejuruan/lanjutan ke atas, 3 4 5
Memperbaiki
pelatihan jangka pendek dan menengah,
kategori pekerja teknis (terapis), ilmuwan,
insinyur, dan dokter
Pekerjaan umumnya tidak baku, keputusan
hampir tidak rutin, usaha fisik rendah
hingga menengah, usaha mental sedang
Kemampuan
4 hingga tinggi, tingkat pendidikan tinggi, 4 5 6
Meniru
pelatihan jangka menengah, kategori
pekerja teknis (terapis), ilmuwan, insinyur,
dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental tinggi,
Kemampuan
5 tingkat pendidikan tinggi ke atas, pelatihan 5 6 7
Adaptasi
tinggi, kategori pekerja teknis (terapis),
ilmuwan, insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental sangat
Kemampuan
6 tinggi, tingkat pendidikan tinggi ke atas, 6 7 8
Menambahkan
pelatihan tinggi, kategori pekerja teknis
(terapis), ilmuwan, dan insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental tinggi
Kemampuan sekali, tingkat pendidikan tinggi ke atas,
7 7 8 9
Inovasi pelatihan sangat tinggi, kategori pekerja
teknisi (terapis), ilmuwan, insinyur, dan
dokter

207
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Humanware tingkat
Manajer Fungsional yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berada pada
tingkat klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 


2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Humanware tingkat
Manajer Fungsional yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berada pada
tingkat klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
.........................


208
3. Tenaga Ahli (Dokter)
No Klasifikasi Karakteristik Nilai
Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik
rendah hingga tinggi, usaha mental sangat
Kemampuan rendah, tingkat pendidikan menengah ke
1 1 2 3
Operasi bawah, pelatihan dasar dan menengah,
kategori pekerja tidak terlatih dan sedikit
terlatih
Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik
rendah hingga menengah, usaha mental
Kemampuan
2 rendah, tingkat pendidikan menengah ke 2 3 4
Mempersiapkan
bawah, pelatihan jangka pendek, kategori
pekerja terlatih dan semi teknisi (terapis)
Pekerjaan sebagian tidak baku, keputusan
rutin sebagian, usaha fisik rendah hingga
menengah, usaha mental sedang, tingkat
Kemampuan
3 pendidikan kejuruan/lanjutan ke atas, 3 4 5
Memperbaiki
pelatihan jangka pendek dan menengah,
kategori pekerja teknis (terapis), ilmuwan,
insinyur, dan dokter
Pekerjaan umumnya tidak baku, keputusan
hampir tidak rutin, usaha fisik rendah
hingga menengah, usaha mental sedang
Kemampuan
4 hingga tinggi, tingkat pendidikan tinggi, 4 5 6
Meniru
pelatihan jangka menengah, kategori
pekerja teknis (terapis), ilmuwan, insinyur,
dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental tinggi,
Kemampuan
5 tingkat pendidikan tinggi ke atas, pelatihan 5 6 7
Adaptasi
tinggi, kategori pekerja teknis (terapis),
ilmuwan, insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental sangat
Kemampuan
6 tinggi, tingkat pendidikan tinggi ke atas, 6 7 8
Menambahkan
pelatihan tinggi, kategori pekerja teknis
(terapis), ilmuwan, dan insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental tinggi
Kemampuan sekali, tingkat pendidikan tinggi ke atas,
7 7 8 9
Inovasi pelatihan sangat tinggi, kategori pekerja
teknisi (terapis), ilmuwan, insinyur, dan
dokter

209
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Humanware tingkat
Tenaga Ahli (Dokter) yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berada pada
tingkat klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 


2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Humanware tingkat Tenaga
Ahli (Dokter) yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berada pada tingkat
klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................

210
4. Operator Fungsional

No Klasifikasi Karakteristik Nilai


Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik
rendah hingga tinggi, usaha mental sangat
Kemampuan rendah, tingkat pendidikan menengah ke
1 1 2 3
Operasi bawah, pelatihan dasar dan menengah,
kategori pekerja tidak terlatih dan sedikit
terlatih
Pekerjaan baku, keputusan rutin, usaha fisik
rendah hingga menengah, usaha mental
Kemampuan
2 rendah, tingkat pendidikan menengah ke 2 3 4
Mempersiapkan
bawah, pelatihan jangka pendek, kategori
pekerja terlatih dan semi teknisi (terapis)
Pekerjaan sebagian tidak baku, keputusan
rutin sebagian, usaha fisik rendah hingga
menengah, usaha mental sedang, tingkat
Kemampuan
3 pendidikan kejuruan/lanjutan ke atas, 3 4 5
Memperbaiki
pelatihan jangka pendek dan menengah,
kategori pekerja teknis (terapis), ilmuwan,
insinyur, dan dokter
Pekerjaan umumnya tidak baku, keputusan
hampir tidak rutin, usaha fisik rendah
hingga menengah, usaha mental sedang
Kemampuan
4 hingga tinggi, tingkat pendidikan tinggi, 4 5 6
Meniru
pelatihan jangka menengah, kategori
pekerja teknis (terapis), ilmuwan, insinyur,
dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental tinggi,
Kemampuan
5 tingkat pendidikan tinggi ke atas, pelatihan 5 6 7
Adaptasi
tinggi, kategori pekerja teknis (terapis),
ilmuwan, insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental sangat
Kemampuan
6 tinggi, tingkat pendidikan tinggi ke atas, 6 7 8
Menambahkan
pelatihan tinggi, kategori pekerja teknis
(terapis), ilmuwan, dan insinyur, dan dokter
Pekerjaan tidak baku, keputusan tidak rutin,
usaha fisik rendah, usaha mental tinggi
Kemampuan sekali, tingkat pendidikan tinggi ke atas,
7 7 8 9
Inovasi pelatihan sangat tinggi, kategori pekerja
teknisi (terapis), ilmuwan, insinyur, dan
dokter

211
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Humanware tingkat
Operator Fungsional yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berada pada
tingkat klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 


2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Humanware tingkat
Operator Fungsional yang dimiliki oleh perusahaan saat ini berada pada
tingkat klasifikasi nomor ......... dengan nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................

212
Bagian III: Estimasi Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi Infoware

No Klasifikasi Karakteristik Nilai


Informasi yang meningkatkan kesadaran
Fakta untuk
1 terhadap kepentingan fasilitas. 1 2 3
Membiasakan
Contoh: gambar, model, dan brosur
Informasi yang memungkinkan pemahaman
prinsip dasar disamping kepentingan
Fakta untuk
2 penggunaan dan cara operasi. 2 3 4
Menjelaskan
Contoh: deskripsi dari proses dan
peralatannya
Informasi yang memungkinkan pemilihan
Fakta untuk dan pemasangan kepentingan fasilitas.
3 3 4 5
Menentukan Contoh: spesifikasi alat-alat, dan diagram
alir
Informasi yang memungkinkan penggunaan
fasilitas secara efektif.
Fakta untuk
4 Contoh: Standar Operating Procedure (SOP), 4 5 6
Memanfaatkan
instruksi keselamatan, prosedur penjaminan
kualitas, dan prosedur perawatan
Informasi yang memungkinkan pengetahuan
Fakta untuk
mendalam dan pemahaman terhadap
5 Meningkatkan 5 6 7
kepentingan disain dan operasi fasilitas.
Pemahaman
Contoh: detil setiap proses
Informasi yang memungkinkan perbaikan
Fakta untuk pada disain dan penggunaan fasilitas.
6 6 7 8
Menyamakan Contoh: informasi tentang pengembangan
produk dan proses perbaikan
Informasi tingkat kecanggihan mutakhir dari
fasilitas yang sedang digunakan untuk tujuan
tertentu.
Fakta untuk
7 Contoh: informasi yang komprehensif 7 8 9
Menilai
mengenai pengembangan disain terbaru,
perbaikan performansi dan kontribusi dari
fasilitas

213
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Infoware yang dimiliki
oleh perusahaan saat ini berada pada tingkat klasifikasi nomor ......... dengan
nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 

2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Infoware yang dimiliki oleh
perusahaan saat ini berada pada tingkat klasifikasi nomor ......... dengan
nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................

214
Bagian IV: Estimasi Derajat Sofistikasi Komponen Teknologi Orgaware

No Klasifikasi Karakteristik Nilai


Perusahaan kecil, biasanya dikelola sendiri,
investasi modal rendah dan jumlah tenaga
kerja rendah; karakteristik produk/jasa
Organisasi
dengan kualitas bervariasi; menggunakan
1 yang Mulai 1 2 3
fasilitas yang tersedia dengan mudah dan
Tumbuh
tidak dilindungi paten; keahlian tenaga kerja
rendah; sumber modal informal; keuntungan
sangat rendah hingga rendah.
Perusahaan telah membuktikan
kemampuannya dalam memanfaatkan
fasilitas dan cenderung menjadi sub-
Organisasi kontraktor / operator dari perusahaan besar;
yang sedang pasar jangka pendek dijamin oleh jaringan;
2 2 3 4
Membangun jadwal produksi/operasional kaku; dikelola
Jaringan oleh pemilik dan keahlian kebanyakan
pekerja rendah; modal sendiri tidambah
modal jaringan; keuntungan meningkat
dengan berkurangnya biaya.
Sejumlah perusahaan yang telah memiliki
keahlian memadai dan pengalaman selama
fase membangun jaringan dan mencoba
tingkat resiko lebih tinggi; permintaan
Organisasi
produk/jasa naik atau tetap; jadwal
3 yang Siap 3 4 5
produksi/operasional dapat diramalkan;
Bersaing
jadwal pekerja masih rendah tetapi lebih
tinggi dari fase sebelumnya; modal sendiri
dengan dukungan dari lembaga keuangan;
keuntungan rendah hingga sedang.
Berdasarkan pengalaman dan reputasi selama
fase sebelumnya, perusahaan
mengidentifikasi produk/jasa lain dan pasar
Organisasi
baru serta salurannya; penekanan pada
yang
4 perbaikan kualitas produk/jasa dan efisiensi 4 5 6
Memproteksi
produksi; menggunakan fasilitas khusus;
Kepenting an
kepemilikan diperluas; dukungan lembaga
keuangan meningkat dengan penambahan
modal; keuntungan sedang dan terus menaik

215
No Klasifikasi Karakteristik Nilai
Perusahaan yang berhasil memproteksi
kepentingannya berusaha menetapka posisi
Organisasi
bersaingnya dengan menambah pangsa pasar;
yang
5 meningkatkan produk/jasa dan fasilitas; 5 6 7
Memantapkan
jadwal produksi/operasional dikontrol ketat;
Posisi
akses yang mudah pada lembaga keuangan;
keuntungan sedang hingga tinggi
Perusahaan yang mampu dengan cepat
memantapkan posisinya berusaha untuk
membangun keberhasilan secara
berkelanjutan dengan mencari pangsa pasar
Organisasi
baru; orientasi pasar tinggi; modifikasi dan
6 yang Mencari 6 7 8
penggunaan fasilitas mutakhir; pekerja
Peluang
dengan keahlian tinggi; akses yang mudah
pada lembaga keuangan nasional dan
internasional; keuntungan tinggi dan
investasi R&D dari profit cukup besar.
Perusahaan berhasil mendapatkan dan
memanfaatkan peluang serta menjadi
pemimpin pada bidang khusus; memimpin
Organisasi pasar; fasilitas sangat canggih; tingkat R&D
7 yang sangat tinggi; kepemilikan luas; keahlian 7 8 9
Memimpin pekerja sangat tingi; dikelola secara
profesional; akses yang sangat mudah pada
semua lembaga keuangan; keuntungan sangat
tinggi.

216
1. Batas bawah dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Orgaware yang dimiliki
oleh perusahaan saat ini berada pada tingkat klasifikasi nomor ......... dengan
nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................ 

2. Batas atas dari derajat kecanggihan (sofistikasi) Orgaware yang dimiliki
oleh perusahaan saat ini berada pada tingkat klasifikasi nomor ......... dengan
nilai ........

Alasan penilaian saya adalah:


........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................

217
218
LAMPIRAN B KUESIONER PENGEMBANGAN KRITERIA EVALUASI
SETIAP KOMPONEN TEKNOLOGI HUMANWARE, INFOWARE, DAN
ORGAWARE

219
KUESIONER
PENENTUAN KRITERIA EVALUASI
KINERJA KOMPONEN TEKNOLOGI

OLEH

BRIAN YOGA DHARMAWAN

MANAJEMEN REKAYASA INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2016

220
Salam hangat,

Sebelumnya peneliti mengucapkan terima kasih atas kesediaan bapak/ibu untuk


meluangkan waktu untuk dapat membantu penelitian saya dalam menentukan
derajat sofistikasi komponen teknologi ini. Kuesioner ini akan digunakan sebagai
langkah awal pengembangan model Teknometrik pada fasilitas transformasi yang
dimiliki oleh perusahaan. Kuesioner Penentuan kinerja komponen teknologi ini
dimaksudkan untuk menentukan kriteria evaluasi apa saja yang dinilai tepat untuk
mengevaluasi komponen teknologi yang terdapat pada perusahaan.

Hormat Saya,

BRIAN YOGA DHARMAWAN


Manajemen Rekaysa Industri
Institut Teknologi Bandung

221
Petunjuk Pengisian

Berikut ini adalah sejumlah usulan kriteria untuk mengevaluasi kinerja humanware
yang disesuaikan dengan kriteria evaluasi generik dari model teknometrik
UNESCAP. Untuk itu, mohon kesediaan bapak/ibu memberi pendapat (setuju/tidak
setuju) mengenai usulan kriteria evaluasi tersebut dengan memberi tanda pada
kolom pendapat.

Nama Responden :

Jabatan :

Lama Bekerja :

Tanggal Pengisian :

222
Kriteria Evaluasi Technoware
Technoware adalah komponen teknologi yang melekat pada fasilitas fisik/
infrastruktur yang terlibat pada fasilitas transformasi/sistem produksi. Berikut ini
adalah sejumlah usulan kriteria untuk mengevaluasi kinerja technoware yang
disesuaikan dengan kriteria evaluasi generik dari model teknometrik UNESCAP.

• Fasilitas Komputer

223
Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

224
• Fasilitas Multifunction Facial Machine

225
Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

226
• Fasilitas Mesin Radiofrequency

227
Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

228
• Fasilitas Mesin Microdermabrasion

229
Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

230
Kriteria Evaluasi Humanware

Salah satu komponen teknologi pada fasilitas transformasi adalah Humanware.


Humanware adalah komponen teknologi yang melekat pada potensi dan
kemampuan sumber daya manusia yang terlibat pada fasilitas transformasi/sistem
produksi.

• Direksi / Kepala Cabang

Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

231
• Manajer Fungsional

Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

232
• Tenaga Ahli (Dokter)

Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

233
• Operator Fungsional (staff & terapis)

234
Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

235
Kriteria evaluasi infoware


Salah satu komponen teknologi pada fasilitas transformasi adalah infoware.


Infoware adalah komponen teknologi yang melekat pada dokumen, sistem
dokumentasi, dan sistem informasi yang terlibat pada fasilitas transformasi/sistem
produksi.

Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

236
Kriteria Evaluasi Orgaware
Salah satu komponen teknologi pada fasilitas transformasi adalah orgaware.
Orgaware adalah komponen teknologi yang melekat pada kerangka kerja
organisasi/kelembagaan yang terlibat pada fasilitas transformasi/sistem produksi.

237
Selain kriteria evaluasi yang telah diusulkan, jika bapak/ibu mempunyai usulan
kriteria evaluasi lain untuk menilai kinerja fasilitas komputer perusahaan, mohon
kesediaan bapak/ibu mengisi tabel berikut ini:

238
LAMPIRAN C KUESIONER PENILAIAN TINGKAT KECANGGIHAN
MUTAKHIR KOMPONEN TEKNOLOGI

239
KUESIONER PENILAIAN TINGKAT
KECANGGIHAN MUTAKHIR KOMPONEN
TEKNOLOGI

Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i
Anggota perusahaan PT Elty Estetika,

Dengan ini, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk meluangkan sedikit


dari waktu membantu penelitian saya dalam mengisi kuesioner berikut ini.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk dapat menghasilkan sebuah strategi
teknologi untuk PT Elty Estetika. Hasil penelitian ini diharpakan dapat memberi
masukan bagi pihak perusahaan guna meningkatkan performa perusahaan dan
mencapai visi-misi perusahaan.
Untuk waktu, perhatian dan usaha Bapak/Ibu/Saudara/i, saya ucapkan terima kasih
banyak, dan saya mohon maaf apabila terdapat kata atau bagian dari kuesioner yang
tidak berkenan.

Hormat saya,

Brian Yoga Dharmawan


Program Studi Manajemen Rekayasa
Institut Teknologi Bandung

240
Petunjuk Umum
Sebelum Bapak/Ibu/Saudara/Saudari mengisi kuesioner yang diberikan, mohon
diperhatikan hal-hal berikut:

• Kuesioner terdiri dari lima bagian 



• Pastikan bahwa semua pertanyaan telah dijawab dengan satu pilihan jawaban,
sehingga tidak ada pertanyaan yang tertinggal atau tidak dijawab 

• Ketidaklengkapan jawaban menyebabkan data yang diberikan tidak dapat
diolah lebih lanjut 

• Setiap jawaban yang Bapak/ Ibu/ Saudara/i berikan akan dijamin
kerahasiannya. Untuk itu, nama terang tidak perlu diisikan. 


Petunjuk Pengisian
Pada bagian ini Bapak/Ibu/Saudara/Saudari diminta untuk memberikan penilaian
atas pernyataan-peryataan yang akan diberikan berkenaan dengan komponen
teknologi yang terdapat pada perusahaan. Penilaian dilakukan degan tingkat setuju
atau tidaknya berdasarkan pengamatan dan pengetahuan Bapak/Ibu/Saudara/i
tentang kondisi perusahaan saat ini.

Penilaian terhadap setiap pernyataan yang diberikan, dilakukan dengan skala dari
nol (0) sampai dengan sepuluh (10). Arti dari setiap angka dalam skala tersebut
adalah sebagai berikut:

• 0 : Tidak ada
• 2 : Sangat Buruk
• 4 : Cenderung Buruk
• 6 : Cenderung Baik
• 8 : Sangat Baik
• 10 : Paling Baik

241
Bagian I : Karakteristik Responden
Pada bagian ini, Bapak/ Ibu/ Saudara/i diminta untuk menjawab beberapa
pertanyaan umum tentang data pribadi dan pekerjaan dengan mengisi titik-titik
yang disediakan atau melingkari jawaban yang sesuai.

4. Pada bagian apa Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari sekarang bekerja?


....................................................................................................................

5. Jenis kelamin Bapak/ Ibu/ Saudara/i:
A. Pria B. Wanita 


6. Berapa usia Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari sekarang? 



A. 18-25 tahun 
 D. 36-40 tahun
B. 26-30 tahun 
 E. 46-50 tahun
C. 31-35 tahun F. Lebih dari 50 tahun

4. Sudah berapa lama Bapak/ Ibu/ Saudara/i bekerja?


A. Kurang dari 1 tahun 
 C. 2-5 tahun
B. 1-2 tahun 
 D. Lebih dari 5 tahun

242
Bagian II : Evaluasi Komponen Technoware

1. Tingkat kompleksitas proses penerimaan pelanggan dan pencatatan rekam


medis (seperti proses pencetakan bukti transaksi, pelacakan data pelanggan,
pelacakan data harga tindakan & jasa, dll) yang dilakukan saat ini memadai
dan cukup bagi perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnisnya.

2. Proses penerimaan pelanggan dan pencatatan rekam medis yang dilakukan


oleh perusahaan saat ini memiliki kemampuan operasi (seperti kemampuan
mencatat database pelanggan, mencetak bukti transaksi, mencatat dan
melacak rekam medis pelanggan, mencatat dan melacak harga tindakan,
jasa, dan produk, dll) yang memadai dalam melakukan proses bisnisnya
sehari-hari.

3. Proses penerimaan pelanggan dan pencatatan rekam medis yang dilakukan


oleh perusahaan saat ini telah memadai dari segi fitur untuk pelanggan yang
diberikan (seperti reservasi, rekomendasi opsi-opsi perawatan, fleksibilitas
pengaturan perawatan).

4. Tingkat kompleksitas Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum


(penggunaan mesin multifunction facial machine ) yang dilakukan saat ini
tergolong rendah sehingga memudahkan pengguna dalam menjalankan
aktivitas bisnisnya.

243
5. Tingkat kepresisian Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum
(penggunaan mesin multifunction facial machine) yang dimiliki saat ini
memadai dan cukup bagi perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnisnya.

6. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (penggunaan mesin


multifunction facial machine) yang dimiliki saat ini tidak membutuhkan
proses pengendalian yang kompleks sehingga memudahkan pengguna
dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.

7. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (penggunaan mesin


multifunction facial machine) yang dilakukan oleh perusahaan saat ini
memiliki kemampuan operasi (seperti kemampuan membersihkan komedo,
membersihkan noda hitam, mencerahkan kulit) yang memadai dalam
melakukan proses bisnisnya sehari-hari

8. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (penggunaan mesin


multifunction facial machine) yang dilakukan oleh perusahaan saat ini
memiliki kapasitas penggunaan yang memadai untuk menjalankan aktivitas
bisnisnya.

244
9. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (penggunaan mesin
multifunction facial machine) yang dilakukan oleh perusahaan saat ini
memiliki kemampuan pemeliharaan (seperti kemampuan untuk
merekonfigurasi sistem secara otomatis, kemampuan mesin memberikan
peringatan apabila terdapat kesalahan sistem, dll) yang memadai untuk
menjalankan aktivitas bisnisnya.

10. Tingkat kompleksitas Proses Pengencangan Kulit Wajah (penggunaan


mesin radiofrequency ) yang dilakukan saat ini tergolong rendah sehingga
memudahkan pengguna dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.

11. Tingkat kepresisian Proses Pengencangan Kulit Wajah (penggunaan mesin


radiofrequency ) yang dimiliki saat ini memadai dan cukup bagi perusahaan
untuk menjalankan aktivitas bisnisnya.

12. Proses Pengencangan Kulit Wajah (penggunaan mesin radiofrequency)


yang dimiliki saat ini tidak membutuhkan proses pengendalian yang
kompleks sehingga memudahkan pengguna dalam menjalankan aktivitas
bisnisnya

13. Proses Pengencangan Kulit Wajah (penggunaan mesin radiofrequency)


yang dilakukan oleh perusahaan saat ini memiliki kemampuan operasi dan

245
fitur yang memadai dalam melakukan proses bisnisnya sehari-hari. 


14. Proses Pengencangan Kulit Wajah (penggunaan mesin radiofrequency)


yang dilakukan oleh perusahaan saat ini memiliki kemampuan
pemeliharaan (seperti kemampuan untuk merekonfigurasi sistem secara
otomatis, kemampuan mesin memberikan peringatan apabila terdapat
kesalahan sistem, dll) yang memadai untuk menjalankan aktivitas bisnisnya.

15. Tingkat kompleksitas Proses Abrasi Lapisan Kulit (penggunaan mesin


Microdermabrasion) yang dilakukan saat ini tergolong rendah sehingga
memudahkan pengguna dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.

16. Tingkat kepresisian Proses Abrasi Lapisan Kulit (penggunaan mesin


Microdermabrasion) yang dimiliki saat ini memadai dan cukup bagi
perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnisnya.

17. Proses Abrasi Lapisan Kulit (penggunaan mesin Microdermabrasion) yang


dimiliki saat ini tidak membutuhkan proses pengendalian yang kompleks
sehingga memudahkan pengguna dalam menjalankan aktivitas bisnisnya

246
18. Proses Abrasi Lapisan Kulit (penggunaan mesin Microdermabrasion) yang
dilakukan oleh perusahaan saat ini memiliki kemampuan operasi dan fitur
yang memadai dalam melakukan proses bisnisnya sehari-hari. 


19. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (penggunaan mesin


multifunction facial machine) yang dilakukan oleh perusahaan saat ini
memiliki kapasitas penggunaan yang memadai untuk menjalankan aktivitas
bisnisnya.

20. Proses Pemberian Perawatan Wajah Umum (penggunaan mesin


multifunction facial machine) yang dilakukan oleh perusahaan saat ini
memiliki kemampuan pemeliharaan (seperti kemampuan untuk
merekonfigurasi sistem secara otomatis, kemampuan mesin memberikan
peringatan apabila terdapat kesalahan sistem, dll) yang memadai untuk
menjalankan aktivitas bisnisnya.

247
Bagian III : Evaluasi Komponen Humanware

1. Tingkat kreativitas yang dimiliki setiap anggota perusahaan pada 
bagian


tempat saya bekerja sudah memadai untuk melaksanakan tugas- tugas yang
dihadapi

2. Motivasi setiap anggota perusahaan pada bagian tempat saya bekerja adalah
untuk bekerja dengan baik agar prestasi saya dan tim ternilai baik. 


3. Setiap anggota perusahaan pada bagian tempat saya bekerja mampu bekerja
sama, menyemangati sesama anggota tim dan dapat menghargai sesama
rekan kerja

4. Anggota perusahaan pada bagian tempat saya bekerja sudah memiliki


keinginan yang tinggi untuk mencapai produktivitas melalui kerja keras,
dan keinginan untuk melakukan tugasnya secara efisien tanpa membuang
waktu sia-sia/percuma

248
5. Setiap anggota perusahaan pada bagian tempat saya bekerja dapat
melibatkan aspek-aspek inovatif seperti keberanian untuk mencoba hal baru,
menerima perubahan, dan kemampuan untuk mengambil inisiatif untuk
memecahkan permasalahan

6. Setiap anggota perusahaan pada bagian tempat saya bekerja memiliki


kecenderungan untuk memperlakukan waktu sebagai sebuah sumber daya
yang berharga.

7. Setiap anggota perusahaan pada bagian tempat saya bekerja memiliki


kesadaran yang tinggi terhadap kualitas/mutu dari hasil pekerjaan yang
merupakan tanggung jawab tim yang bersangkutan 


249
Bagian IV : Evaluasi Komponen Infoware
1. Informasi dan data-data yang saya butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan
saya mudah untuk diakses

2. Sistem informasi yang ada saat ini sangat membantu saya dalam
mengerjakan bagian pekerjaan saya 


3. Informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan saya sering kali


diperbaharui secara berkala dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi (fakta
yang dikandung masih tepat dan dapat dijadikan sebagai acuan)

4. Sistem informasi yang dimiliki oleh perusahaan memiliki keterikatan satu


sama lain sehingga memudahkan untuk komunikasi dan koordinasi.

5. Semua informasi dan dokumen yang tersedia dalam perusahaan dianggap


layak dan sesuai untuk dimanfaatkan sebagai sumber masukan data baik
untuk keperluan internal maupun kebutuhan eksternal perusahaan

250
6. Proses pembaharuan informasi dilakukan secara berkala serta memiliki
sistem perbaikan pembaharuan yang mudah.

7. Penyajian informasi yang disimpan dan dimiliki oleh perusahaan mudah


untuk dimengerti oleh semua orang yang dapat mengakses data informasi
tersebut

251
Bagian V : Evaluasi Komponen Orgaware
1. Perusahaan tidak pernah mengalami kesulitan dalam menjelaskan dan
mengkomunikasikan visi dan tindakan dalam merealisasikannya

2. Manajemen puncak dari perusahaan dapat memotivasi anggota perusahaan


dengan memberikan arahan dan tujuan yang dapat dimengerti dengan
mudah dan jelas

3. Pimpinan perusahaan dapat membawa, dan mengembangkan perusahaan


melalui visi-visi yang dikomunikasikan dan digambarkan ke karyawan-
karyawannya 


4. Pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab telah didelegasikan oleh


pihak manajemen perusahaan dengan baik dan jelas 


5. Semua pekerjaan yang dilakukan dalam perusahaan sudah terbagi secara


baik dan tidak ada bagian pekerjaan yang saling menumpuk antara satu tim
dengan tim yang lain 


252
6. Setiap karyawan/anggota tim dalam perusahaan memperoleh penghargaan
yang diberikan secara nyata dan secara signifikan dapat dirasakan oleh
karyawan/anggota tim 


7. Pihak manajemen perusahaan bersifat terbuka dalam menghargai dan


mengkomunikasikan ekspektasi perkembangan karyawan- karyawannya 


8. Perusahaan menjunjung tinggi etika bisnis yang berlaku dan menjalankan


usahanya dengan mengacu ke etika bisnis tersebut 


9. Perusahaan sudah sadar akan kebutuhan terhadap umpan balik atas kinerja
organisasi secara berkala sebagai bahan evaluasi diri 


10. Perusahaan selalu berusaha untuk mengembangkan atau memperbaiki


sistem kontrol operasional yang dimiliki

253
254
LAMPIRAN D DATA MENTAH HASIL PENILAIAN
INTENSITAS KONTRIBUSI KOMPONEN TEKNOLOGI

255
1. Data mentah hasil penilaian intensitas kontribusi teknologi

PT. Elty Estetika


Responden 1

Responden 2

Responden 3

MD Clinic
Responden 1

256
Responden 2

Responden 3

2. Data Mentah Hasil Peniliaian Intensitas Kontribusi Sub-KomponenTechnoware

PT. Elty Estetika

Responden 1

Responden 2

257
Responden 3

MD Clinic

Responden 1

Responden 2

Responden 3

258
3. Data Mentah Hasil Peniliaian Intensitas Kontribusi Sub-KomponenHumanware

PT. Elty Estetika

Responden 1

Responden 2

Responden 3

MD Clinic
Responden 1

259
Responden 2

Responden 3

260
LAMPIRAN E DATA MENTAH HASIL PENILAIAN
KUESIONER PENILAIAN TINGKAT KECANGGIHAN
MUTAKHIR TEKNOLOGI

261
1. Data Mentah Komponen Technoware

Fasilitas 1
PT. Elty Estetika
No Responden
Pertanyaa E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E-
n 1 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13
I-1 4 6 6 6 6 8 6 6 4 6 6
I-2 4 6 6 4 6 4 6 4 4 4 4
I-3 4 4 6 4 6 6 4 6 6 4 4

MD Clinic
Responden
No Pertanyaan M-5 M-6 M-7 M-8 M-9 M-10 M-11 M-12 M-13
I-1 8 8 8 8 8 2 2 6 8
I-2 8 8 8 8 8 2 2 8 6
I-3 8 8 8 8 8 4 4 8 8

Fasilitas 2

PT. Elty Estetika


No Responden
Pertanyaa E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E-
n 1 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13
I-4 8 8 6 8 8 6 8 8 6 10 8
I-5 6 8 6 8 8 8 8 6 4 6 8
I-6 6 8 8 8 6 6 6 6 6 8 8
I-7 8 8 6 6 8 6 6 8 8 10 8
I-8 6 8 6 6 8 6 6 8 6 6 6
I-9 6 6 8 8 8 8 8 6 8 10 6

MD Clinic
Responden
No Pertanyaan M-5 M-6 M-7 M-8 M-9 M-10 M-11 M-12 M-13
I-4 8 6 6 8 6 6 6 8 6
I-5 8 8 6 8 8 10 10 8 8
I-6 8 6 4 8 8 6 8 6 8
I-7 8 8 6 6 6 6 8 8 8
I-8 8 8 6 8 8 8 8 8 8
I-9 8 6 4 8 8 8 8 8 8

262
Fasilitas 3

PT. Elty Estetika


No Responden
Pertanyaa E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E-
n 1 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13
I-10 8 8 8 8 8 8 6 6 8 10 8
I-11 8 6 6 6 4 6 8 6 8 8 6
I-12 6 6 8 6 6 6 4 6 8 6 8
I-13 6 6 8 8 8 6 8 6 8 8 8
I-14 8 6 8 8 8 8 8 6 8 10 10

MD Clinic
No Responden
Pertanyaan M-5 M-6 M-7 M-8 M-9 M-10 M-11 M-12 M-13
I-10 8 4 4 8 6 8 8 8 8
I-11 8 8 6 8 8 8 8 6 8
I-12 8 6 6 6 8 8 8 8 8
I-13 8 8 6 8 8 8 6 8 8
I-14 6 8 4 8 8 8 8 6 6

Fasilitas 4
PT. Elty Estetika
No Responden
Pertanyaa E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E-
n 1 2 5 6 7 8 9 10 11 12 13
I-15 6 8 6 6 4 8 6 6 6 8 6
I-16 8 6 8 6 8 6 6 6 6 8 6
I-17 8 6 6 8 8 6 6 6 6 8 8
I-18 8 8 6 8 6 8 6 6 8 8 6
I-19 6 8 6 8 8 6 8 6 8 6 8
I-20 8 6 8 8 8 6 6 6 8 8 8

263
MD Clinic
No Responden
Pertanyaan M-5 M-6 M-7 M-8 M-9 M-10 M-11 M-12 M-13
I-15 8 6 6 8 6 8 8 8 8
I-16 8 6 6 8 8 8 8 8 8
I-17 10 8 6 8 8 8 8 8 8
I-18 10 10 6 8 8 6 8 8 8
I-19 10 10 6 8 8 6 8 8 8
I-20 10 10 6 8 6 8 8 8 8
2. Data Mentah Komponen Humanware

Direksi-Kepala Cabang

PT. Elty Estetika

No Responden
Pertanyaan E-1 E-2
III-1 10 8
III-3 8 8
III-5 8 8
III-6 8 6

MD Clini
No Responden
Pertanyaan M-1 M-2
III-1 8 8
III-3 8 8
III-5 6 6
III-6 6 6
c

Manajer Fungsional

PT. Elty Estetika


No Responden
Pertanyaan E-3 E-4
III-1 4 6
III-2 6 6
III-3 6 6
III-4 6 6
III-7 6 8

264
MD Clinic

No Responden
Pertanyaan M-3 M-4
III-1 8 8
III-2 8 6
III-3 8 8
III-4 8 8
III-7 8 8

Tenaga Ahli

PT Elty Estetika MD Clinic

No Responden Responden
No
Pertanyaan E-5 E-6 Pertanyaan M-5 M-6
III-1 8 8 III-1 10 10
III-5 8 8 III-5 8 8
III-7 8 8 III-7 8 8

Operator Fungsional

PT. Elty Estetika


No Responden
Pertanyaan E-7 E-8 E-9 E-10 E-11 E-12 E-13
III-2 6 8 8 8 8 6 6
III-3 6 4 6 6 4 4 6
III-7 8 8 8 8 8 8 6

MD Clinic
No Responden
Pertanyaan M-7 M-8 M-9 M-10 M-11 M-12 M-13
III-2 6 8 8 8 6 8 8
III-3 6 8 8 8 6 8 8
III-7 6 8 8 8 6 8 6

265
3. Data Mentah Komponen Infoware

PT. Elty Estetika


No Responden
Pertanyaa E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E-
n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
IV-1 6 4 4 6 8 6 6 8 6 8 6 6 6
IV-2 6 4 6 6 6 6 4 6 8 6 6 2 4
IV-3 4 4 6 4 4 4 4 6 6 6 6 4 4
IV-4 2 6 6 6 6 6 4 6 4 4 6 4 6
IV-5 6 8 6 6 6 6 6 8 6 8 8 6 6
IV-6 4 4 4 6 6 6 4 6 6 4 6 4 4
IV-7 4 4 4 6 6 6 6 8 4 8 8 6 6

MD Clinic
No Responden
Pertanya M- M- M- M- M- M- M- M- M- M- M- M- M-
an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
IV-1 8 8 8 8 8 8 6 8 8 8 8 8 8
IV-2 8 8 8 4 10 10 6 8 8 8 8 8 8
IV-3 6 6 8 4 8 8 6 6 8 8 8 6 6
IV-4 6 8 8 4 8 6 8 8 8 8 8 8 6
IV-5 8 6 8 4 8 10 6 8 8 8 8 8 6
IV-6 6 6 8 10 8 10 6 8 8 8 8 8 8
IV-7 6 6 8 8 8 10 8 8 8 8 6 8 8

4. Data Mentah Komponen Orgaware


PT. Elty Estetika
No Responden
Pertanya E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E- E-
an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
V-1 8 8 6 4 6 8 6 8 6 8 8 6 6
V-2 8 8 6 6 6 8 8 8 6 8 8 8 6
V-3 6 4 4 4 6 4 4 6 8 6 4 4 4
V-4 6 4 4 4 4 6 4 6 4 6 4 2 4
V-5 6 4 4 4 6 6 8 6 6 6 4 4 4
V-6 6 4 4 4 4 4 8 6 8 6 6 4 6
V-7 8 8 6 4 6 6 6 6 6 8 8 6 6
V-8 8 8 6 4 6 6 6 8 8 8 8 6 6
V-9 6 8 4 4 8 6 6 6 8 8 8 4 8
V-10 6 4 4 6 4 6 6 6 6 8 8 4 6

266
MD Clinic
No Responden
Pertany M M M M M M M M M M- M- M- M-
aan -1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 10 11 12 13
V-1 8 6 8 8 10 6 4 6 6 8 6 8 8
V-2 6 6 8 8 8 8 8 8 8 8 6 8 8
V-3 8 8 8 6 10 8 4 8 8 8 6 8 8
V-4 6 6 8 8 8 6 4 6 6 8 6 8 8
V-5 8 6 8 8 6 8 4 6 6 6 6 8 6
V-6 8 6 6 8 6 4 4 6 8 8 6 8 8
V-7 6 6 8 6 8 4 6 6 8 8 6 6 8
V-8 8 6 8 8 8 6 6 8 6 8 6 8 8
V-9 8 6 8 8 10 6 6 8 8 8 8 8 8
V-10 4 8 8 6 8 4 4 8 6 6 6 8 8

267
268
LAMPIRAN F HASIL PENGUJIAN RELIABILITAS
TERHADAP KUESIONER PENILAIAN TINGKAT
KECANGGIHAN MUTAKHIR TEKNOLOGI

269
HASIL PENGUJIAN RELIABILITAS
TERHADAP KUESIONER PENILAIAN TINGKAT
KECANGGIHAN MUTAKHIR TEKNOLOGI

1.Uji Reliabilitas Komponen Infoware


1.1 Infoware - Elty

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.704 .720 7

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_Infoware1 6.1538 1.28103 13
Elty_Infoware2 5.3846 1.50214 13
Elty_Infoware3 4.7692 1.01274 13
Elty_Infoware4 5.0769 1.32045 13
Elty_Infoware5 6.6154 .96077 13
Elty_Infoware6 4.9231 1.03775 13
Elty_Infoware7 5.8462 1.51911 13

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 5.538 4.769 6.615 1.846 1.387 .473 7
Item
1.568 .923 2.308 1.385 2.500 .335 7
Variances

1.2 Infoware - MD

Reliability Statistics
Cronbach’s Cronbach’s N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.738 .718 7

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_Infoware1 7.8462 .55470 13
MD_Infoware2 7.8462 1.51911 13
MD_Infoware3 6.7692 1.30089 13
MD_Infoware4 7.2308 1.30089 13
MD_Infoware5 7.3846 1.50214 13
MD_Infoware6 7.8462 1.28103 13
MD_Infoware7 7.6923 1.10940 13

270
Summary Item Statistics
Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.516 6.769 7.846 1.077 1.159 .169 7
Item
1.590 .308 2.308 2.000 7.500 .459 7
Variances

2.Uji Reliabilitas Komponen Orgaware


2.1 Orgaware - Elty

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.847 .850 10

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_Orgaware1 6.7692 1.30089 13
Elty_Orgaware2 7.2308 1.01274 13
Elty_Orgaware3 4.9231 1.32045 13
Elty_Orgaware4 4.4615 1.19829 13
Elty_Orgaware5 5.2308 1.30089 13
Elty_Orgaware6 5.3846 1.50214 13
Elty_Orgaware7 6.4615 1.19829 13
Elty_Orgaware8 6.7692 1.30089 13
Elty_Orgaware9 6.4615 1.66410 13
Elty_Orgaware10 5.6923 1.37747 13

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 5.938 4.462 7.231 2.769 1.621 .853 10
Item
1.764 1.026 2.769 1.744 2.700 .227 10
Variances

2.2 Orgaware - MD

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.876 .876 10

271
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_Orgaware1 7.0769 1.55250 13
MD_Orgaware2 7.5385 .87706 13
MD_Orgaware3 7.5385 1.45002 13
MD_Orgaware4 6.7692 1.30089 13
MD_Orgaware5 6.6154 1.26085 13
MD_Orgaware6 6.6154 1.50214 13
MD_Orgaware7 6.6154 1.26085 13
MD_Orgaware8 7.2308 1.01274 13
MD_Orgaware9 7.6923 1.10940 13
MD_Orgaware10 6.4615 1.66410 13

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.015 6.462 7.692 1.231 1.190 .211 10
Item
1.744 .769 2.769 2.000 3.600 .407 10
Variances

3. Uji Reliabilitas Komponen Humanware

3.1 Elty - Direksi - Kepala Cabang

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.750 .747 3

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_Direksi_KepalaCabang
8.5000 1.00000 4
1
Elty_Direksi_KepalaCabang
7.5000 1.00000 4
2
Elty_Direksi_KepalaCabang
7.0000 1.15470 4
4

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.667 7.000 8.500 1.500 1.214 .583 3
Item
1.111 1.000 1.333 .333 1.333 .037 3
Variances

272
3.2 MD - Direksi - Kepala Cabang

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.727 .732 2

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_Direksi_KepalaCabang
8.5000 1.00000 4
1
MD_Direksi_KepalaCabang
7.0000 1.15470 4
4

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.750 7.000 8.500 1.500 1.214 1.125 2
Item
1.167 1.000 1.333 .333 1.333 .056 2
Variances

3.3 Elty - Manajer Fungsional

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.773 .754 6

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_ManajerFungsional1 5.0000 1.15470 4
Elty_ManajerFungsional2 5.5000 1.00000 4
Elty_ManajerFungsional3 5.5000 1.00000 4
Elty_ManajerFungsional4 5.5000 1.00000 4
Elty_ManajerFungsional5 5.0000 1.15470 4
Elty_ManajerFungsional6 7.0000 1.15470 4

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 5.583 5.000 7.000 2.000 1.400 .542 6
Item
1.167 1.000 1.333 .333 1.333 .033 6
Variances

273
3.4 MD - Manajer Fungsional

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.882 .882 6

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_ManajerFungsional1 8.5000 1.00000 4
MD_ManajerFungsional2 7.5000 1.00000 4
MD_ManajerFungsional3 8.5000 1.00000 4
MD_ManajerFungsional4 7.5000 1.00000 4
MD_ManajerFungsional5 8.5000 1.00000 4
MD_ManajerFungsional6 8.5000 1.00000 4

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 8.167 7.500 8.500 1.000 1.133 .267 6
Item
1.000 1.000 1.000 .000 1.000 .000 6
Variances

3.5 Elty - Tenaga Ahli (Dokter)

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.789 .789 3

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_TenagaAhli1 8.5000 1.00000 4
Elty_TenagaAhli2 8.5000 1.00000 4
Elty_TenagaAhli3 7.5000 1.00000 4

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 8.167 7.500 8.500 1.000 1.133 .333 3
Item
1.000 1.000 1.000 .000 1.000 .000 3
Variances

274
3.6 MD - Tenaga Ahli (Dokter)

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.727 .732 2

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_TenagaAhli2 8.5000 1.00000 4
MD_TenagaAhli3 7.0000 1.15470 4

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.750 7.000 8.500 1.500 1.214 1.125 2
Item
1.167 1.000 1.333 .333 1.333 .056 2
Variances

3.7 Elty - Operator Fungsional

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.600 .597 3

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_OperatorFungsional1 7.1429 1.06904 7
Elty_OperatorFungsional2 6.2857 .75593 7
Elty_OperatorFungsional3 7.7143 .75593 7

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.048 6.286 7.714 1.429 1.227 .517 3
Item
.762 .571 1.143 .571 2.000 .109 3
Variances

3.8 MD - Operator Fungsional

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.929 .932 3

275
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_OperatorFungsional1 7.4286 .97590 7
MD_OperatorFungsional2 7.4286 .97590 7
MD_OperatorFungsional3 7.1429 1.06904 7

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.333 7.143 7.429 .286 1.040 .027 3
Item
1.016 .952 1.143 .190 1.200 .012 3
Variances

4. Uji Reliabilitas Komponen Technoware

4.1 Elty - Fasilitas 1

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.723 .720 3

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_Fasilitas1_1 6.1818 1.40130 11
Elty_Fasilitas1_2 4.9091 1.04447 11
Elty_Fasilitas1_3 4.9091 1.04447 11

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 5.333 4.909 6.182 1.273 1.259 .540 3
Item
1.382 1.091 1.964 .873 1.800 .254 3
Variances

4.2 MD - Fasilitas 1

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.968 .984 3

276
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_Fasilitas1_1 6.4444 2.60342 9
MD_Fasilitas1_2 6.4444 2.60342 9
MD_Fasilitas1_3 7.1111 1.76383 9

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 6.667 6.444 7.111 .667 1.103 .148 3
Item
5.556 3.111 6.778 3.667 2.179 4.481 3
Variances

4.3 Elty - Fasilitas 2

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.608 .614 6

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_Fasilitas2_1 7.6364 1.20605 11
Elty_Fasilitas2_2 7.0909 1.04447 11
Elty_Fasilitas2_3 7.0909 1.04447 11
Elty_Fasilitas2_4 7.4545 1.29334 11
Elty_Fasilitas2_5 7.0909 1.04447 11
Elty_Fasilitas2_6 7.2727 1.34840 11

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.273 7.091 7.636 .545 1.077 .053 6
Item
1.370 1.091 1.818 .727 1.667 .107 6
Variances

4.4 MD - Fasilitas 2

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.794 .807 6

277
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_Fasilitas2_1 6.6667 1.00000 9
MD_Fasilitas2_2 8.2222 1.20185 9
MD_Fasilitas2_3 6.8889 1.45297 9
MD_Fasilitas2_4 7.1111 1.05409 9
MD_Fasilitas2_5 7.7778 .66667 9
MD_Fasilitas2_6 7.3333 1.41421 9

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.333 6.667 8.222 1.556 1.233 .336 6
Item
1.352 .444 2.111 1.667 4.750 .402 6
Variances

4.5 Elty - Fasilitas 3

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.615 .628 5

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_Fasilitas3_1 7.8182 1.07872 11
Elty_Fasilitas3_2 6.5455 1.29334 11
Elty_Fasilitas3_3 6.3636 1.20605 11
Elty_Fasilitas3_4 7.2727 1.00905 11
Elty_Fasilitas3_5 8.0000 1.26491 11

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.200 6.364 8.000 1.636 1.257 .539 5
Item
1.382 1.018 1.673 .655 1.643 .079 5
Variances

4.6 MD - Fasilitas 3

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.693 .721 5

278
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_Fasilitas3_1 6.8889 1.76383 9
MD_Fasilitas3_2 7.5556 .88192 9
MD_Fasilitas3_3 7.3333 1.00000 9
MD_Fasilitas3_4 7.5556 .88192 9
MD_Fasilitas3_5 6.8889 1.45297 9

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.244 6.889 7.556 .667 1.097 .114 5
Item
1.556 .778 3.111 2.333 4.000 1.062 5
Variances

4.7 Elty - Fasilitas 4

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.694 .688 6

Item Statistics
Mean Std. Deviation N
Elty_Fasilitas4_1 6.7273 1.00905 11
Elty_Fasilitas4_2 6.7273 1.00905 11
Elty_Fasilitas4_3 6.9091 1.04447 11
Elty_Fasilitas4_4 7.0909 1.04447 11
Elty_Fasilitas4_5 8.1818 1.40130 11
Elty_Fasilitas4_6 7.2727 1.00905 11

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.152 6.727 8.182 1.455 1.216 .300 6
Item
1.200 1.018 1.964 .945 1.929 .141 6
Variances

4.8 MD - Fasilitas 4

Reliability Statistics
Cronbach's Cronbach's N of Items
Alpha Alpha Based on
Standardized
Items
.838 .833 6

279
Item Statistics
Mean Std. Deviation N
MD_Fasilitas4_1 7.3333 1.00000 9
MD_Fasilitas4_2 7.5556 .88192 9
MD_Fasilitas4_3 8.0000 1.00000 9
MD_Fasilitas4_4 8.0000 1.41421 9
MD_Fasilitas4_5 8.0000 1.41421 9
MD_Fasilitas4_6 8.0000 1.41421 9

Summary Item Statistics


Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of
Minimum Items
Item Means 7.815 7.333 8.000 .667 1.091 .087 6
Item
1.463 .778 2.000 1.222 2.571 .353 6
Variances

280