Anda di halaman 1dari 2

Nama : Aditya Rahman Yudono

a, NIM/Kelas : 1709511047/B

TUGAS PATOLOGI VETERINER SISTEMIK II

Pertanyaan

1. Kenapa cedera pada otot jantung dan otot polos tidak dapat ber-regenerasi.

2. Apa yang dimaksud dengan degenerasi Zenker?

3. Perbedaan mendasar pada patogenesis infeksi Clostridium tetani dengn


Clostridium septicum!

Jawaban

1. Sel otot jantung tidak memiliki kemampuan untuk beregenerasi. Persembuhan


otot jantung setelah adanya cidera pada otot jantung umumnya lebih banyak
diperbaiki dengan proliferasi jaringan ikat. Sehingga segera setelah proses
cidera akan terjadi proses granulasi dan pembentukan scar (jaringan ikat berupa
jaringan parut). Jadi sel otot jantung tidak setara dengan sel satelit yang
ditemukan di otot rangka. Demikian juga pada otot polos, regenerasinya mirip
degnan yang terjadi pada otot jantung karena proliferasi otot polos umumnya
gagal.

2. Degenerasi Zenker merupakan suatu bentuk degenerasi hialin yang parah atau
nekrosis otot rangka pada infeksi yang akut/parah. Degenerasi Zenker disebut
juga dengan Waxy Degeneration

3. Hal yang membedakan dalam pathogenesis C.tetani dan C.septicum yaitu

 Bakteri C.tetani akan melisiskan neurotoxin yaitu tetanospasmin yang masuk


ke susunan saraf pusat melalui otot dimana terdapat suasana anaerobik
yang memungkinkan Clostridium tetani untuk hidup dan memproduksi toksin.
Lalu setelah masuk ke susunan saraf perifer, toksin akan ditransportasikan
secara retrograde menuju saraf presinaptik, dimana toksin tersebut bekerja.

 Sedangkan pada bakteri C.septicum berkolonisasi pada membrane mukosa


usus besar, serta mengakibatkan ruptur membran mukosa usus. Sehingga
bakteri C. septicum dapat masuk ke peredaran darah dan kemudian sampai di
jaringan otot. Spora berkembang pada keadaan potensi oksidasi reduksi rendah.
Bakteri berkembang biak secara vegetatif, memfermentasi karbohidrat yang
terdapat dalam jaringan dan membentuk gas. Peregangan jaringan, gangguan
sirkulasi, dan sekresi toksin yang menyebabkan nekrosis serta enzim
hyaluronidase
mempercepat penyebaran infeksi. Nekrosis jaringan yang bertambah luas
memberi kesempatan peningkatan pertumbuhan bakteri dan akhirnya terjadia
toksimea hebat dan kematian.