Anda di halaman 1dari 10

RINGKASAN TUGAS KE 3

Rangkaian Pembagi Tegangan dan Arus Rangkaian Setara

OLEH

NAMA :ATIKA DWI MAHARANI ZULER


NIM :17033123
PRODI :PENDIDIKAN FISIKA D

DOSEN : Drs. HUFRI, M.Si

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2018
1. Rangkaian pembagi tegangan dan pembebanan
a. Rangkaian pembagi tegangan

Pembagi Tegangan adalah suatu rangkaian sederhana yang mengubah tegangan


besar menjadi tegangan yang lebih kecil. Fungsi dari Pembagi Tegangan ini di Rangkaian
Elektronika adalah untuk membagi Tegangan Input menjadi satu atau beberapa Tegangan
Output yang diperlukan oleh Komponen lainnya didalam Rangkaian. Hanya dengan
menggunakan dua buah Resistor atau lebih dan Tegangan Input, kita telah mampu
membuat sebuah rangkaian pembagi tegangan yang sederhana.

Vout = Vin x (R1 / (R1+R2))

Contoh :

tegangan input Vin dibagi menjadi dua buah tegangan yaitu tegangan V1dan tegangan V2.
Berdasarkan hukum ohm dapat diketahui bahwa nilai V1 sama dengan kuat arus (I) kali Resistor
(R1)  dan V2 sama dengan kuat arus (I) kali Resistor (R2). Sedangkan nilai I adalah tegangan
Vin dibagi resistor total (Rtotal) yang merupakan hasil dari resistor R1 ditambah resistor R2.

V1 = I * R1  —-> I = V1/R1     (rumus 1)

V2 = I * R2  —-> I = V2/R2     (rumus 2)


I = Vin / (R1 + R2)     (rumus 3)

Dari ketiga rumus diatas dapat diperoleh rumus mencari V2 tanpa menghitung kuat arus lebih
dulu, yaitu dengan mensubstitusikan rumus 1 dan rumus 2 pada rumus 3.

I = Vin / (R1+R2)

V1/R1 = Vin / (R1+R2)

V1 = R1 * Vin / (R1+R2) atau lazim ditulis seperti ini :

dengan cara yang sama dapat dicari rumus tegangan v2 berikut ini :

I = Vin / (R1+R2)

V2/R2 = Vin / (R1+R2)

V2 = R2 * Vin / (R1+R2) atau lazim ditulis seperti ini :

Potensiometer

Potensiometer adalah salah satu alat yang memanfaatkan prinsip pembagi tegangan. Amatilah
beberapa contohnya berikut:

Track pada potensiometer bersifat resistif (beberapa jenis dapat bersifat kapasitif). Pergeseran
tangkai wiper akan mengubah-ubah besarnya hambatan pada dua bagian track yang terbagi oleh
wiper tersebut. Potensiometer ini bekerja dengan prinsip pembagi tegangan (voltage-divider).
b. Pembebanan
Apabila keluaran suatu rangkaian dibebani maka pada keluaran rangkaian tersebut dapat
terjadi penurunan tegangan atau jatuh tegangan, peristiwa ini disebut pembebanan .

rangkaian pembagi tegangan diatas memperlihatkan suatu pembagi tegangan dengan


beban terpasang pada terminal keluarannya, mengambil arus io dan penurunan tegangan
sebesar vo. Kita akan mencoba menemukan hubungan antara io dan vo . Jika arus yang mengalir
melalui R1 sebesar i seperti ditunjukkan dalam gambar, maka arus yang mengalir lewat R2
adalah sebesar i–io.

Dimana vo/c adalah besarnya tegangan vo tanpa adanya beban, yaitu saat io=0, dan harga


ini disebut sebagai tegangan keluaran saat rangkaian terbuka (open-circuit output voltage)
sebesar.

RP disebut sebagai “resistansi sumber”, dimana harganya sama dengan resistansi R1 dan R2
yang dihubungkan secara paralel. Harga vo/c atau RP tergantung pada sifat dari beban, sehingga
efek vo akibat besarnya beban dapat dengan mudah dihitung dengan menggunakan
penyederhanaan rangkaian seperti “
2. Rangkaian pembagi arus

Rangkaian pembagi arus atau yang juga dikenal dengan nama current divider adalah rangkaian
elektronika sederhana yang menggunakan dua buah komponen resistor yang salah satu kakinya
dihubungkan menjadi satu ke sumber arus, dan kaki lainnya dihubungkan ke beban. Berikut
adalah skema dasar rangkaian pembagi arus.

Aturan Pembagi Arus (Current Diveder Rule)

 Dua elemen sejajar yang harganya sama, maka arus akan dibagi sama besar.
 Elemen sejajar dengan harga yang berbeda, semakin kecil hambatan maka akan semakin
besar arus masukan yang lewat.

Ketika output dari suatu rangkaian tidak berbeban, pembagi arus dapat digunakan untuk
menghasilkan aliran arus pada output cabang rangkaian (R2). Arus pada I1 dan I2 pada gambar
berikut diasumsikan mengalir pada percabangan.

Persamaan ditulis dengan bantuan Hukum Kirchoff Arus. Tegangan rangkaian ditulis dengan
persamaan dengan bantuan hukum Ohm.
Total arus pada rangkaian dibagi ke dalam dua bagian, dan resistansi (R1) dibagi dengan jumlah
total resistansi yang menentukan seberapa banyak arus mengalir melalui R2.

Contoh Aplikasi Pembagi Arus

Aplikasi pembagi arus dapat dijumpai pada pembagian arus untuk LED seperti pada gambar
berikut.

Fungsi resistor pada tiap LED tersebut selain sebagai pembagi arus juga berfungsi sebagai
pembatas arus yang akan dilewatkan oleh LED. Nilai resistor harus sesuai dengan arus maksimal
yang boleh dilewati LED, agar LED tidak rusak. Nilai resistor yang tepasang harus sama agar
nyala LED sama terang dan pembagian arus ke beban seimbang

3. Rangkaian setara thevein dan Norton

a.   Rangkaian Setara Thevenin


 Rangkaian setara Thevenin Menggunakan sumber tegangan tetap, yakni suatu sumber
tegangan ideal dengan tegangan keluaran yang tidak berubah, berapapun besarnya arus yang
diambil darinya.  Setiap rangkaian dengan dua ujung atau gerbang tunggal, dapat digantikan
dengan suatu sumber tegangan tetap atau suatu gaya gerak listrik (ggl) dan suatu hambatan seri
dengan ggl tersebut.
Teori Thevenin mengatakan bahwa sebuah rangkaian yang mengandung beberapa sumber
tegangan dan hambatan dapat diganti dengan sebuah sumber tegangan yang dipasang seri dengan
sebuah hambatan (resistor). Dengan kata lain rangkaian elektronika yang rumit dapat
disederhanakan menjadi sebuah rangkaian hambatan linier yang terdiri dari 1 sumber arus
dengan 1 resistor. 
TEGANGAN THEVENIN
            Tegangan Thevenin adalah tegangan yang tampak pada terminal-terminal beban
bila saudara melepaskan tahanan beban. Maka dari itu, tegangan Thevenin acapkali disebut
tegangan rangkaian terbuka atau tegangan beban terbuka (open).
TAHANAN THEVENIN
            Tahanan Thevenin adalah tahanan yang diukur pada terminal-terminal beban
kearah sumber, bila semua sumber yang ada dihilangkan. Ini berarti bahwa kita harus
menggantikan setiap sumber tegangan dengan hubungan singkat dan setiap sumber arus dengan
hubungan terbuka.

Contoh soal 1 :

Hitung arus beban untuk besar hambatan beban RL = 2 kOhm, 4 kOhm dan 12 kOhm pada
rangkaian berikut ini. Gunakan Teorema Thevenin !.

Jawab :

Langkah pertama, hitung besar tegangan Thevenin dengan cara melepas sumber tegangan dan
menggantikannya dengan sebuah penghantar. Tegangan diukur atau dihitung pada terminal
beban A-B seperti pada gambar berikut ini.

Besar tegangan Thevenin dapat dihitung :


Bila hambatan beban dilepas, maka tampak rangkaian menjadi rangkaian pembagi tegangan
antara resistor 12 KΩ dengan resistor 6 kΩ sedangkan hambatan 8 kΩ tidak berpengaruh ke
tegangan, hanya sebatas sebagai pembatas arus.

Langkah kedua adalah mengukur atau menghitung hambatan Thevenin dengan cara mengganti
sumber arus dengan sebuah penghantar seperti pada gambar berikut ini.

Besar hambatan Thevenin dapat dihitung :

Langkah ketiga sederhanakan menjadi rangkaian Thevenin

Dengan RL bervariasi yaitu : 2 kOhm, 4 kOhm dan 12 kOhm. Maka besar arus yang melewati
beban dapat dihitung :
b.  Rangkaian Setara Norton

Rangkaian setara nortjon menggunakan sumber arua tetap yang dapat menghasilkan arus
tetap berapapun besar hambatan yang dipasang pada keluarannya.

 Teorema Norton erat hubungannya dengan teorema Thevenin. Bila diberikan rangkaian
Thevenin, maka teorema Norton mengatakan bahwa kita dapat menggantikannya dengan
rangkaian Norton. Rangkaian pengganti Norton mempunyai sumber arus ideal yang
dihubungkan paralel dengan sebuah tahanan sumber, yang memberikan sumber arus tersebut
memberikan arus yang konstan. perlu diperhatikan bahwa tahanan sumber mempunyai nilai yang
sama dengan tahanan Thevenin.

Cara kerja rangkaian setara Norton yaitu dapat dapat bekerja pada saat hambatan beban
dihubung singkat.
Daftar Pustaka

https://teknikelektronika.com

http://elektronika-dasar.web.id/pembagi-tegangan-voltage-divider/