Anda di halaman 1dari 25

1

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

I. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga (KK) : Bp. D
2. Usia : 47 Tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Swasta
5. Alamat : RT 02 RW 8, Kelurahan A
6. Komposisi Anggota Keluarga :
No. Jenis Hub dgn
Nama Umur Pendidikan Pekerjaan
Kelamin KK
1. Ibu. S P Isteri 43 th SMP IRT
2. Y L Anak 26 th SMA Swasta
3. U P A nak 18 th SMA Swasta
4. R P Anak 12 th SMP -

Genogram :
Bp. S
79 th

Bp. D Ibu S
47 th 43

An. Y An. R
An.R
26 th 18 th
12 th

Keterangan Genogram :
: Laki-laki : garis pernikahan

: Perempuan : garis keturunan

: Meninggal : tinggal serumah

Ibu S. Mengalami hipertensi. Menurut keluarga ke-2 orang tua dari Ibu S sudah
meninggal karena sakit pada umur yang sudah tua, Ibu dari Bp. D sudah meninggal tetapi
2
bapaknya masih hidup. Keluarga mengatakan tidak ada riwayat dari keluarganya yang
sakit jantung, DM, stroke atau hipertensi. Ibu S dan An. R pada hari ke-5 kunjungan
didapatkan sakit batuk pilek, dan Tn. D dari hasil pemeriksaan gula darah mengalami
kencing manis.

7. Tipe keluarga :
Keluarga Bp. D termasuk tipe keluarga inti (nuclear family), yaitu terdiri dari ayah, ibu
dan 3 orang anak.

8. Suku bangsa :
Keluarga Bp. D berasal dari Jawa timur dengan nada suara yang keras dan Ibu S dari
Jawa Tengah merasa berdebar-debar ketika mendengar suara yang keras. Bahasa yang
digunakan sehari-hari adalah bahasa Indonesia. Dalam keluarga tidak ada pantangan
apapun yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Ibu S menyukai asin dan tidak suka
sayur, sedangkan Bp. D suka minum manis dan tidak ada makanan pantangan. Keluarga
merasa tidak tahu bahwa suara keras dan makanan asin dapat meningkatkan tekanan
darah. Ibu S tidak bisa mengambil keputusan bagaimana agar Tn D dapat bicara secara
pelan, biasanya kalau suami marah marah biasanya tidak di dengar dan ditinggal pindah
tempat saja. Keluarga belum tahu bagaimana memberikan perawatan untuk diet rendah
garam

9. Agama
Kegiatan keagamaan rutin dirumah, Semua anggota keluarga beragama Islam. Tn D
kadang kadang mengikuti sholat berjamaah di musola sebelah rumah. Keluarga biasa
melakukan sholat lima waktu. Keluarga jarang mengikuti kegiatan keagamaan seperti
pengajian bersama masyarakat sekitar.

10. Status sosial ekonomi keluarga :


Keluarga menganggap penghasilannya cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,
karena ke-2 anaknya sudah bekerja hanya tinggal anak ke-3 yang masih SMP. Keluarga
tidak memiliki tabungan di bank, tetapi kadang keluarga menyimpannya dirumah untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3
11. Aktivitas rekreasi keluarga
Keluarga mengatakan ada program tahunan untuk melakukan rekreasi. Ibu S mengatakan
ketika pikirannya baru tertekan, biasa mengisi waktu luang dirumah mengobrol dengan
tetangga.

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


12. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Tahap perkembangan keluarga Tn. D pada tahap perkembangan keluarga dengan anak
dewasa awal, karena saat ini anak pertama berusia 26 tahun. Tugas perkembangan
keluarga dengan anak dewasa awal/pelepasan adalah :
Mencari dan memilih pasangan hidup, Belajar hidup bersama pasangan , memulai sebuah
keluarga, merawat anak, mengatur rumah tangga, memulai jenjang karier, menemukan
kelompok sosial yang sesuai.

13. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi


Menurut keluarga yang belum terpenuhi adalah meencari dan memilih pasangan hidup
untuk anaknya, mengarahkan kelompok sosial yang sesuai dengan anak-anaknya.
Keluarga berharap anak-anaknya mempunyai rumah sendiri. Keluarga mengatakan tidak
ada rencana khusus untuk menghadapi masa tua.

14. Riwayat keluarga inti


Ibu S mengatakan mengalami hipertensi sejak kelahiran anak yang ke-3, dan
mengatakan sering pusing. Anak-anak tidak pernah menderita penyakit yang serius.
Menurut Ibu S, suaminya yaitu Bp. D mengeluh badannya terasa lemah tetapi tidak
pernah mau periksa atau berobat.

15. Riwayat keluarga sebelumnya


Keluarga Bp.D berasal dari Jawa timur terbentuk setelah menikah dengan Ibu. S yang
berasal dari Jawa tengah. Keluarga Bp. D mempunyai 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1
perempuan, anaknya sudah bekerja dan tinggal satu yang masih SMP.

III. Lingkungan
16. Karakteristik rumah
Luas rumah yang ditempati berukuran ± 7 m x 10 m2 terdiri dari 3 kamar tidur, 1 ruang
keluarga dan 1 ruang tamu, 1 dapur serta 1 ruang warung. Bangunan rumah berbentuk
4
permanen. Lantai rumah terbuat dari keramik dengan dinding yang terbuat dari tembok.
keadaan rumah kelihatan bersih tetapi kurang rapi, ventilasi kurang dan udara masuk
bebas dari ruang tamu dan ruang warung. Pencahayaan untuk penerangan kurang. Dapur
klien berada dibelakang rumah, Sumber air meninum menggunakan air sumur. WC
tampak licin.
Denah rumah :
F G

D B

A C

Keterangan: A : Kamar tamu


B: Kamar keluarga
C: Kamar tidur 1
D: Kamar tidur 2
E: Kamar tidur 3
F: Dapur
G: WC
H: Warung

17. Karakteristik tetangga dan komunitas RW


Masyarakat dilingkungan sekitarnya berasal dari berbagai suku, dan perumahan yang
padat. Pada saat siang hari sebagian besar tetangga bekerja termasuk ibu-ibu yaitu
membuat kerajianan. Hubungan keluarga dengan tetangga baik dan Ibu S sering
mengurangi ketegangan pikiran dengan main ketetangga sebelah rumahnya.

18. Mobilitas geografis keluarga


Selama ini keluarga jarang bepergian jauh, Ibu S biasa berjalan kaki. Jarak kepelayanan
kesehatan dapat dijangkau dengan mudah karena dengan jalan kaki sudah sampai ke
Dokter atau Puskesmas.
5
19. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyakarat
Perkumpulan dilakukan satu tahun sekali dengan keluarga besar terutama pada saat
lebaran. Interaksi keluarga dengan masyarakat baik. Keluarga merasa tidak ada masalah
dengan masyarakat sekitar.

20. Sistem pendukung keluarga


Menurut Ibu S biasanya yang sering mendukung adalah anak-anaknya, dan sebaliknya
anak-anak sering juga mendukung Ibu S.

IV. Struktur Keluarga


21. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Tn.S mengatakan bahasa yang digunakan sehari-hari menggunakan bahasa
Indonesia. Komunikasi antar anggota keluarga selalu dilakukan untuk minta
pertimbangan dan menjelaskan masalah yang dihadapi. Komunikasi selalu dilakukan
dengan suaminya, tetapi Ibu S mengatakan bahwa suaminya setiap pulang kerja selalu
marah. Anak anaknya jarang berkomunikasi secara terbuka dengan ayahnya karena takut.
Ibu S mengatakan tidak tega menyampaikan saran kepada suaminya karena takut nanti
membuat tidak nyaman suaminya. Keluarga mengatakan bahwa komunikasi yang tidak
terbuka akan menimbulkan masalah tetapi tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.

22. Struktur kekuatan keluarga


Pengambilan keputusan dalam keluarga adalan Bp. D selaku kepala rumah tangga, tetapi
setiap keputusan yang diambil biasanya telah dimusyawarahkan bersama istrinya. Bp.D
Kadan-kadang memaksakan pendapatnya terutama pada anak-anaknya. Sedangkan Ibu S
biasanya dalam menyampaikan suatu masalah kepada anaknya biasanya dengan kasih
sayang.

23. Struktur peran keluarga


Bp. D berperan sebagai kepala rumah tangga. Ibu S mempunyai peran sebagai pengatur
rumah tangga. Anak-anak melaksanakan peran psikososial. Menurut keluaga tidak ada
masalah dengan masing-masing peran dalam keluarga.
24. Nilai dan norma budaya
Keluarga Tn.D mengatakan norma yang ada di masyarakat harus di ikuti supaya di hormati
oleh warga yang lain. Keluarga selalu menanamkan nilai nilai kebaikan pada anak-
anaknya. Dalam keluarga merasa tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan
6

V. Fungsi Keluarga
25. Fungsi afektif
Seluruh anggota keluarga saling menghormati dan menyayangi. Ibu D mengatakan sering
merasa kuatir terutama ketika anak-anaknya pulang kerja terlambat. Dari aspek psikis
anak-anak merasa takut berkomunikasi dengan bapaknya.

26. Fungsi sosialisasi


Seluruh anggota keluarga berinteraksi dengan baik dengan tetangga. Dan hubunganya
dengan tetangga dan masyarakat lainya baik.

27. Fungsi perawatan keluarga


a. Mengenal masalah
Saat dilakukan pemeriksaan fisik tekanan darah Ibu S. 160/100 mmHg, dan saat
ditanya apa penyebab hipertensi tidak tahu, dan hanya menyatakan menurut petugas
puskesmas karena penggunaan KB hormonal.

b. Mengambil keputusan
Ibu S mengatakan minum mixagrip jika dia mengeluh pusing , dan akan
menggunakan fasilitas kesehatan ke Puskesmas bila merasa tidak bisa menahan.
Bapak D tidak pernah mau berobat pada saat sakit. Ibu S jarang melakukan
pemeriksaan tekanan darah dan tidak tahu komplikasi yang ditimbulkan dari
hipertensi.

c. Merawat anggota keluarga yang sakit


Ibu. S mengatakan tidak tahu cara mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi. Ibu
S biasa mengkonsumsi rebusan mengkudu. Makanan yang disukai adalah asin dan
kadang-kadang sayur soup. Ibu S tidak rutin memeriksakan tekanan darah secara
teratur.

d. Memelihara/memodifikasi lingkungan
Ibu S mengatakan disetiap kamar tidur terdapat jendela, ruang tamu. terdapat didepan
rumah, barang-barang tertata kurang rapi. Ruang tamu pencahayaan kurang. Suara
bising terdengar ketika banyak anak-anak yang belanja makanan dirumah.
7
e. Fasilitas kesehatan yang ada
Fasilitas kesehatan yang digunakan keluarga yaitu dokter praktek dan puskesmas,
tetapi idak rutin dan keluarga menyatakan bahwa Bp. D tidak pernah memanfaatkan
pelayanan kesehatan.

VI. Stress dan Koping Keluarga


27. Stressor jangka pendek
Keluarga mengatakan saat ini masalah yang dirasakan adalah Ibu S sering mengeluh
pusing dan suka tangannya terasa kesemutan. Ibu S merasa kuatir ketika anak-
anaknya datang terlambat dan suka berdebar-debar ketika mendengar suara keras.
Koping yang digunakan keluarga dalam menghadapi masalah adalah dengan
menceritakan pada anaknya. Sedangkan Bp. D sering keras bila berpendapat.
Keluarga yakin semua masalah pasti ada jalan keluarnya asal kita mau berusaha dan
berdoa. Koping yang digunakan keluarga dalam menghadapi masalah adalah
dipecahkan secara bersama-sama tetapi suami cenderung mendominasi.

VII. Pemeriksaan fisik

Ibu S Bp. D An. U


Keadaan Umum
Kesadaran Composmentis Composmentis Composmentis

Cara berpakaian Rapi Rapi Rapi

Kebersihan personal Bersih Bersih Bersih


Postur dan cara berjalan Tampak lemah Tegak, tampak
energik
Tanda-tanda vital Tekanan Darah TD:120/80 mmHg TD: 100/70 mmHg
160/100 mmHg
Nadi 82 x/menit Nadi: 80x/menit Nadi: 70 x/ mnt
RR: 24 x/menit RR: 14 x/menit RR: 14x/mnt
BB: 63 Kg BB: 65 BB:
TB :149 TB: 156 TB:
PEMERIKSAAN
KEPALA
Mata Konjuntiva tidak Konjuntiva tidak Konjuntiva tidak
anemis anemis anemis

Leher Tidak ada Tidak ada Tidak ada


peningkatan JVP peningkatan JVP peningkatan JVP
8
Dada (Pernafasan) Inspeksi simetris Inspeksi simetris Inspeksi simetris
auskultasi suara auskultasi suara auskultasi suara
nafas nafas nafas
vesikuler vesikuler vesikuler

Dada (Cardiovaskuler) Auskultasi S1 dan Auskultasi S1 dan Auskultasi S1 dan


S2 S2 S2
terdengar jelas, terdengar jelas, tidak terdengar jelas,
tidak ada suara ada suara jantung tidak ada suara
jantung tambahan tambahan jantung tambahan

Simetris, tidak Simetris, tidak ada Simetris, tidak ada


Perut ada nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan

EKSTREMITAS Tangan terasa Tangan dan kaki


kesemutan sering terasa
kesemutan
9
B. Analisa Data

Data Diagnosa Keperawatan

Data Subyektif Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak


- Ibu S mengatakan tekanan darah tinggi yang pada keluarga Bp. D khususnya Ibu S
dideritanya sejak kelahiran anak ke-3.
- Keluarga mengatakan belum begitu
mengetahui masalah hipertensi, Ibu S
mengeluh pusing dan lemah.

Data Objektif
- Tekanan darah 160/100 mmHg

Data Subjektif Koping keluarga tidak efektif pada keluarga Tn.


- Ibu S mengatakan sering kuatir, dada sering D
berdebar ketika mendengar suara keras,
suaminya sering marah setiap pulang kerja.
Anak – anak tidak mau bercerita kepada
bapaknya ketika ada masalah karena takut.
- Ibu S merasa tidak berani menyampaikan
masukan pada suami, ketika suami dianggap
salah karena kasihan dan biasanya hanya dipikir
saja
- Bp D. sedikit bicara dan jarang berinteraksi
dengan anak-anaknya.

Data Objekif
- Ibu S tampak sedih ketika bercerita

Data Subjektif Risiko ketidakstabilan kadar gula darah pada


- Ibu S mengatakan setelah kerja sering keluarga Tn. D khususnya Bp. D
suaminya mengeluh kelelahan.
- Ibu S mengatakan Bp D tidak pernah
memperhatikan pola makannya.
- Bp. D mengatakan keluhan ini dirasakan satu
tahun
-Bp. D mengatakan penyakitnya adalah gula dan
sampai sekarang tidak ada makanan yang di
hindari.
- Bp. D mengeluh sering kesemutan pada
kakinya
- Bp. D mengatakan gula darahnya naik turun

Data Objekif
- Gula darah 300 g/dl
10

Data Subjektif Risiko penularan infeksi pada keluarga Bp. D


- Ibu S dan An. T mengatakan sedang
mengalami batuk pilek
- Ibu S dan keluarga mengatakan tidak tahu
cara perawatan batuk pilek
- Bp. D mengatakan batuk pilek adalah penyakit
biasa dan tidak berbahaya

Data Objekif
- Ibu S dan An. T tampak batuk dan pilek, suara
napas vesikuler

C. Prioritas Masalah

1. Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak pada keluarga Bp. D khususnya Ibu S
Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

Sifat Masalah : 2/3x1 2/3 Pada Ny. S terdapat keluhan pusing, TD: 160/100
Resiko mmHg sudah 14 tahun. Apabila masalah ini tidak
diatasi akan mengalami gangguan kesadaran, atau
kelumpuhan

Kemungkinan masalah 1/2x2 1 Keluarga tidak tahu penyebab dan akibat yang
dapat diubah : ditimbulkan dari hipertensi. Keluarga dari segi
Sebagian tenaga dan biaya untuk mengatasi masalah
tersedia. Fasilitas kesehatan ada posbindu maupun
puskesmas yang dapat dijangkau karena jarak
yang dekat.

Potensial masalah Masalah mudah diatasi karena kooperatif dan


dapat dicegah : 2/3x1 2/3 fasilitas yang mendukung untuk mengatasi
Cukup masalah tersedia. Tindakan yang dilakukan yang
sesuai kesehatan: tidak suka makan yang
berkolesterol, biasa mengkonsumsi buah
mengkudu. Masalah puing ini muncul sudah 14
tahun. Ada keluarga yang sakit tetapi tidak
memperhatikan pola makan.

Menonjolnya masalah : 2/2x1 1 Keluarga mengatakan pusingnya menggangu dan


Masalah perlu diatasi harus segera diatasi
segera

Total 3 1/3 4 3
1
/
3
11
2. Koping keluarga tidak efektif pada keluarga Tn. D
Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

Sifat Masalah : actual 3/3x1 1 Masalah ini actual didukung dgdata. Ny. S
merasa sering kuatir dan takut menyakiti suami
ketika ada masalah keluarga. Tn. D suka marah-
marah, dan anak-anak cenderung tidak terbuka
dengan bapaknya. Masalah ini akan menyebabkan
memperparah kondisi penyakit Ibu S dan
menggangu psikologis anggota keluarga apabila
tidak segera diatasi

Kemungkinan masalah 1/2x2 1 Pengetahuan untuk mengatasi masalah tidak ada,


dapat diubah : tenaga dan kemampuan keluarga tersedia.
Sebagian Pengetahuan dan waktu perawat tersedia. Sarana
fasilitas social pendukung keluarga belum
tersedia

Potensial masalah 2/3x1 2/3 Masalah ini sulit karena berhubungan dengan
dapat dicegah : perilaku.
cukup Tindakan yang dilakukan keluarga belum ada.
Masalah ini dirasakan sudah lama

Menonjolnya masalah : 0/2x1 0 Keluarga tidak menyadari adanya masalah

Masalah tidak
dirasakan

Total 2 2/3

3. Ketidakstabilan kadar gula darah pada keluarga Tn. D khususnya Bp. D


Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

Sifat Masalah : risiko 3/3x1 1 Masalah ini aktual didukung dengan data. Bp D
merasa sering kelelahan. apabila tidak diatasi
akan menimbulkan pekerjaannya terganggu
sehingga ekonomi juga terganggu.

Kemungkinan masalah 0/2x2 0 Pengetahuan untuk mengatasi masalah tidak ada,


dapat diubah : tidak tenaga dan kemampuan keluarga tidak ada
dapat Pengetahuan dan waktu perawat tersedia. Sarana
fasilitas social pendukung keluarga belum
tersedia
12
Potensial masalah 1/3 1/3 Masalah sulit. Tindakan yang dilakukan tidak ada
dapat dicegah : rendah

Menonjolnya masalah : 0/2 0 Keluarga merasakan itu sebagai suatu masalah


Masalah tidak yang tidak perlu segera diatasi
dirasakan

Total 1 1/3

4. Risiko penularan infeksi pada keluarga Bp. D


Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

Sifat Masalah : 2/3x1 2/3 Masalah ini aktual didukung dengan data. Bp D
Risiko merasa sering kelelahan. apabila tidak diatasi
akan menimbulkan pekerjaannya terganggu
sehingga ekonomi juga terganggu.

Kemungkinan masalah 0/2x2 0 Pengetahuan untuk mengatasi masalah tidak ada,


dapat diubah : tenaga dan kemampuan keluarga tidak ada
Tidak dapat Pengetahuan dan waktu perawat tersedia. Sarana
fasilitas social pendukung keluarga belum
tersedia

Potensial masalah 1/3 1/3 Masalah sulit. Tindakan yang dilakukan tidak ada
dapat dicegah :
rendah

Menonjolnya masalah : 0/2 0 Keluarga merasakan itu sebagai suatu masalah


Masalah tidak yang tidak perlu segera diatasi
dirasakan

Total 1

Diagnosa Keperawatan sesuai Prioritas masalah adalah sebagai berikut:

1. Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan otak pada keluarga Bp. D khususnya Ibu S (3 1/3)
2. Koping keluarga tidak efektif pada keluarga Tn. D (2 2/3)
3. Ketidakstabilan kadar gula darah pada keluarga Tn. D khususnya Bp. D (1 1/3)
4. Risiko penularan infeksi pada keluarga Bp. D (1)
13
14
RENCANA KEPERAWATAN

No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Rencana Tindakan


Keperawatan Umum Khusus Kriteria Standar
Keluarga
1 Risiko Setelah Setelah dilakukan
ketidakefektifan dilakukan pertemuan selama 1 x
perfusi jaringan asuhan 45 mnt diharapkan :
otak pada keluarga keperawatan
1. Keluarga dapat
Bp. D khususnya 3x45 menit,
Ibu S diharapkan mengenal masalah
keluarga dapat hipertensi :
mencegah a. Menjelaskan Respon Pengertian hipertensi adalah 1. Jelaskan pengertian,
terjadinya pengertian verbal Peningkatan tekanan darah yang penyebab dan tanda-tanda
gangguan hipertensi tidak normal lebih dari atau penyakit hipertensi
perfusi otak sama dengan 140 mmHg per 90 2. Berikan kesempatan
pada Ibu S
mmHg keluarga untuk bertanya
b. Menyebutkan Respon tentang hal yang sudah
faktor resiko verbal Menyebutkan minimal 3 dari 5 dijelaskan
hipertensi faktor resiko hipertensi : 3. Berikan pujian atas
1. Umur kemampuan keluarga.
2. Keturunan 4. Tanyakan pendapat
3. Garam keluarga
4. Stress
5. Makanan berlemak
c. Menyebutkan Respon
tanda dan verbal Menyebutkan minimal 3 dari 4
tanda dan gejala hipertensi :
gejala
pusing, tengkuk terasa pegal,
hipertensi lemah, mual
15
2. Keluarga mampu Respon Menyebutkan akibat lanjut dari 1. Diskusikan dengan
mengambil Verbal hipertensi : keluarga tentang akibat
keputusan untuk 1. Stroke hipertensi bila tidak
melakukan 2. Penyakit Jantung segera ditangani akan
pencegahan 3. Penyakit Ginjal mengakibatkan
terjadinya 4. Kebutaan ▪ Komplikasi
hipertensi pada ▪ Biaya perawatan
anggota keluarga meningkat
a. Menjelaskan ▪ Aktivitas sehari-hari
akibat yang terganggu
terjadi bila 5. Berikan kesempatan
keluarga tidak keluarga untuk merespon
mencegah atas akibat yang bisa
terjadinya terjadi pada dirinya.
hipertensi 6. Berikan pujian atas
b. Memutuskan Afektif Keluarga berjanji akan kemampuan keluarga
melakukan control secara teratur
untuk bersedia dalam merespon bila
dan mentaati semua yang tidak
mengatasi diperbolehkan. terjadi pada diri keluarga.
hipertensinya
7. Pertahankan kemampuan
keluarga dengan
menganjurkan keluarga
agar tetap menjalakan pola
hidup sehat sehari-hari.
16
3. Keluarga dapat 5. Diskusikan dengan
menyebutkan cara keluarga cara mencegah
merawat anggota terjadinya hipertensi
keluarga yang antara lain :
menderita a. Batasi makanan yang
hipertensi di banyak mengandung
rumah garam-garaman seperti
a. Menjelaskan Respon Menyebutkan cara merawat ikan asin, dan
cara mencegah verbal keluarga dengan hipertensi makanan yang banyak
dan merawat dirumah mengandung lemak
hipertensi lebih seperti: daging merah
lanjut di rumah 1. Diet rendah garam dan lemak dan bakso.
2. Mengontrol berat badan b. Hindari stress
3. Kurangi Pikiran yang berat c. Istirahat cukup &
4. Olahraga teratur
5. Istirahat d. Olah raga seminggu 3
kali

b. Mendemonstrasika Respon Cara merawat keluarga dengan 6. Demonstrasikan membuat


n cara mengatasi psikomotor hipertensi di rumah : menu sesuai BB
keluhan pusing Respon 1. Mengajarkan menu sehari 7. Demonstrasikan cara
dan tegang pada verbal dan sesuai BB membuat jus mentimun
daerah tengkuk afektif 2. Membuat obat herbal: jus ▪ Ambil mentimun 2
dengan terapi mentimun buah sedang
modalitas 3. Refleksi ▪ Dikupas bersih lalu
tradisional 4. Relaksasi autogenik diparut atau dijus
▪ Tuang ke dalam gelas
bersih lalu diminum 2
kali sehari sampai TD
stabil
17
8. Demonstrasikan cara
melakukan relaksasi
autogenik
9. Demonstrasikan cara
refleksi
18
4. Melakukan Respon Pada kunjungan yang tidak 1. Bantu keluarga memodi-
modifikasi psikomotor direncanakan kondisi rumah fikasi lingkungan yang
lingkungan bersih, lantai tidak licin, nyaman bagi kelurga
yang aman perabotan rapi, rumah tenang dengan hipertensi
bagi keluarga 2. Beri kesempatan keluarga
dengan menunjukkan kemampuan-
hipertensi nya dalam memodifikasi
lingkungan rumah
3. Beri pujian bila keluarga
dapat mempertahankan
lingkungan yang aman
bagi usila dengan
hipertensi
19
5. Keluarga mampu
memanfaatkan 1. Menjelaskan dan
fasilitas pelayanan memotivasi keluarga
kesehatan memanfaatkan fasilitas
a. Menyebutkan Respon Fasilitas kesehatan yang dapat kesehatan yang dapat
fasilitas verbal digunakan oleh keluarga untuk digunakan oleh keluarga
kesehatan yang mengatasi hipertensi : untuk mencegah
tersedia 1. RS hipertensi :
2. Puskesmas ▪ RS
2. Posbindu ▪ Puskesmas
3. Dokter praktek ▪ Posbindu
3. Perawat/ bidan ▪ Dokter praktek
▪ Perawat/ bidan

2. Bantu keluarga memilih


fasilitas kesehatan yang
sesuai dengan kondisi
keluarga

b. Menyebutkan Respon Manfaat fasilitas kesehatan : 1. Klarifikasi pengetahuan


manfaat fasilitas Verbal 1. Memberikan informasi keluarga tentang manfaat
kesehatan kesehatan fasilitas kesehatan
2. Membantu meningkatkan 2. Diskusikan manfaat
kesehatan fasilitas kesehatan
3. Memberikan perawatan
4. Memberikan pengobatan
5. Memberikan pelayanan rawat
inap
20
2. Koping keluarga Setelah Setelah dilakukan Respon Koping keluarga yang efektif 1. Identifikasi koping yang
tidak efektif pada diberikan asuhan keperawatan verbal dan antara lain : biasa dilakukan keluarga
keluarga Tn. D tindakan selama 1 x 45 menit, respon 1. Mengungkapkan secara verbal bila ada masalah
keperawatan 2 x diharapkan keluarga psikomotor masalah yang dihadapi 2. Beri penguatan atas koping
45 menit, mampu melakukan 2. Mencari pengalihan yang keluarga yang positif
diharapkan perawatan : positif seperti beribadah, 3. Diskusikan beberapa
keluarga Bp. D, 1. Mempertahankan olahraga, pengajian, dll koping yang dapat
khususnya Ibu koping keluarga 3. Menggunakan koping yang digunakan keluarga bila
S dapat yang efektif efektif dalam mengatasi ada masalah seperti :
memelihara dan 2. Meningkatkan masalah mengungkapkan secara
meningkatkan koping keluarga 4. Konseling verbal, mengalihkan pada
koping yang yang efektif kegiatan positif
efektif 3. Memahami 4. Dorong keluarga untuk
berbagai koping tetap menggunakan koping
efektif lainnya yang ada dan mencoba
4. Mendemostrasikan koping efektif lainnya
koping keluarga 5. Lakukan role play cara
yang efektif menggunakan koping yang
sewaktu ada baru
masalah 6. Anjurkan keluarga
mencoba koping baru
dalam mengatasi masalah
7. Lakukan konseling
8. Beri dukungan dan pujian
atas koping yang efektif
pada keluarga
21
Ketidakstabilan Setelah
¤ 3 Setelah dilakukan Respon 1. Identifikasi penyebab
kadar gula darah dilakukan
. tindakan keperawatan verbal dan kelelahan pada keluarga
pada keluarga Tn. tindakan selama 1x45 mnt psikomotor 2. Beri penguatan atas
D khususnya Bp. keperawatan keluarga mampu: informasi yang diberikan
D selama 3x 45 3. Diskusikan beberapa
mnt keluarga tindakan yang dapat
Bp. D mampu 1. Mengenal diabetes Pengertian DM : Suatu keadaan digunakan keluarga bila
menjaga mellitus dengan dimana pangkreas tidak cukup mengalami kelelahan
kestabilan gula menyebutkan menghasilkan insulin, seperti : Makan sesuai
darah pengertian DM, atau sel-sel tubuh tidak dapat kebutuhan tubuhnya,
penyebab DM, tanda menggunakan insulin seperti menjaga keseimbangan
dan gejala DM seharusnya,sehingga kadar gula aktivitas dan istirahat
dalam darah meningkat atau 4. Dorong keluarga untuk
bertambah. tetap menjaga diet dan
2. Mengambil ✓ Penyebab DM: menjaga keseimbangan
keputusan untuk a. Keturunan aktifitas-istirahat
mengatasi DM b. Pola makan 5. Demonstrasikan diet dan
c. Kurang gerak olahraga
d. Kegemukan 8. Beri dukungan dan pujian
e. Penyakit atas tindakan dalam
menjaga pola diet dan
✓ Tanda dan gejala aktivitas pada keluarga
3.Keluarga dapat diabetes mellitus:
merawat anggota a. Poliuri
keluarga dengan DM b. Polidipsi
c. Polifagi
d. Kesemutan
e. Cepat merasa lelah dan
mengantuk
f. Infeksi yang sering
kambuh
g. Penglihatan kabur
i. Gatal-gatal terutama
bagian luar kelamin
22

✓ Keluarga mengerti
akibat dari diabetes
mellitus bila tidak
dikelola dengan baik:
a. Luka yang sukar sembuh
b. Impotensi
c. Kebutaan
d. Penyakit jantung
e. Gangguan pada pembuluh
darah otak
f. Terganggunya fungsi
ginjal

✓ Keluarga memutuskan
tindakan yang akan
dilakukan untuk
mengatasi diabetes
mellitus

✓ Keluarga mampu
melakukan perawatan
DM: program diet dan
pola makan, pentingnya
olahraga, terapi obat DM
23
Risiko penularan Setelah
¤ Setelah dilakukan Penyakit infeksi saluran
infeksi pada dilakukan tindakan keperawatan Gali pemahaman
pernapasan akut disebut
keluarga Bp. D tindakan selama 1x45 mnt keluarga tentang ISPA
keperawatan keluarga mampu: juga batuk pilek dan dapat • Diskusikan dengan
selama 3x 45 keluarga menggunakan
terjadi pada siapa saja
mnt keluarga Mengenal ISPA lembar balik dan leaflet
Bp. D mampu dengan menyebutkan tentang : pengertian,
Penyebab ISPA:
mencegah : pengertian, klasifikasi, penyebab,
penularan ISPA penyebab, gejala dan • Tertular penderita dan tanda gejala ISPA
tanda, derajat, dan lain
jenis IISPA Berikan kesempatan
• Belum imunisasi
bertanya pada keluarga
lengkap
bila ada hal yang belum
• Kurang gizi
dimengerti
• Tinggal di
lingkungan yang Tanyakan kembali pada
kurang sehat keluarga tentang hal-hal
• Kebiasaan jajan yang telah didiskusikan
Jenis ISPA:
• Ringan Bantu keluarga dalam
• Sedang mengidentifikasi tanda
• Berat & gejala ISPA pada
anggota keluarga

Beri reinforcement
positif atas kemampuan
keluarga mengidentifi-
kasi kondisi anggota
keluarga

Mengambil Akibat ISPA: Diskusikan bersama


keputusan untuk • Biaya pengobatan keluarga akibat dari
24
mengatasi ISPA mahal ISPA bila tidak dikelola
dengan ; memutuskan • Kekebalan tubuh dengan baik
untuk merawat menurun Motivasi keluarga untuk
anggota keluarga • Gangguan memutuskan tindakan
dengan ISPA tumbang yang akan dilakukan
• Kematian untuk mengatasi ISPA
Beri reinforcement
positif atas jawaban kel.

Merawat anggota Pencegahan ISPA Tanyakan kepada


keluarga dengan • Jauhkan anak-anak keluarga keinginan untuk
ISPA dari penderita merawat anggota
ISPA keluarga dengan ISPA
• Jagalah kebersihan
tubuh, makanan Fasilitasi keluarga dalam
dan lingkungan membuat keputusan
• Berikan makanan terkait perawatan ISPA.
bergizi setiap hari
Motivasi keluarga untuk
• Mintakan
merawat anggota
imunisasi lengkap
keluarga yang sakit.
• Menutup mulut
bila batuk
Beri penguatan atas
• Membuang dahak
pencapaian keluarga.
atau lendir pada
tempat tertutup
• Usahakan ruang
tempat tinggal
mempunyai udara
yang cukup bersih
dan jendela yang
cukup
• Jangan merokok
25

Cara perawatan:
• Istirahat yang
cukup
• Jika hidung
tersumbat
bersihkan pakai
tissue atau dengan
ujung sapu tangan
bersih
• Berikan minum
yang banyak
• Beri makanan
yang bergizi
• Bila panas beri
kompres hangat
dan obat penurun
panas
• Beri kecap dan
jeruk