Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS PADA KELOMPOK KHUSUS DEWASA

DENGAN DIABETES MELITUS DI DUSUN GINTUNGAN DESA GOGIK


KEC.UNGARAN BARAT KAB. SEMARANG

A. Penerapan Proses Keperawatan


1) Pengkajian
a. Kisi-kisi pengkajian
1. Data Inti
Desa Gogik dusun gintungan merupakan daerah pegunungan yang
terletak dibawah lereng gunung ungaran. Pada RW 02 Dusun Gintungan
terdapat 7 RT, tetapi untuk kelompok 1 megelola 3 RT dengan jumlah
penduduk 824 orang, degnan distribusi Laki-laki sebanyak 409 orang (49%)
dan perempuan sebanyak 415 orang (51%)
No Jumlah Penduduk Frekuensi Persentas
1 RT 01 233 28%
2 RT 02 198 24%
3 RT 03 393 48%

Jenis Kelamin
RT 01, RT 02, RT 03
51% 49% Laki-Laki
Perempuan

Kegiatan asuhan keperawatan komunitas dimulai dengan tahap persiapan yang


merupakan tahap awal dari semua kegiatan yang akan dilakukan oleh penulis
selama melakukan keperawatan Komunitas. Tahap persiapan diawali dengan
sosialisasi dengan masyarakat yaitu dengan cara pendekatan dengan tokoh
masyarakat baik formal maupun informal dan perijinan terhadap kegiatan
asuhan keperawatan di Dusun Gintungan Pengkajian pada kelompok usia
dewasa dilakukan pada tanggal 14 Desember 2015 sampai dengan tanggal 16
Desember 2015 di dusun Gintungan desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat
dari RT 01-02-03 di RW 02.
Tahap persiapan ini dimulai tanggal 11 Desember 2015, yaitu
mempersiapkan perencanaan pengkajian kelompok khusus dewasa :
1. Menyiapkan aspek – aspek yang akan di kaji ke kelompok khusus dewasa
2. Memilih metode atau instrumen pengkajian komunitas yang akan
digunakan
3. Membuat kuesioner pengkajian kelompok khusus dewasa

1. kisi-kisi kajian

Aspek Sub. Aspek Metode Sumber


Riwayat  Lama menderita penyakit Diabetes Wawancara Warga
penyakit Mellitus
 Riwayat keluarga menderita
Diabetes Mellitus
 Penanganan saat muncul tanda-
tanda Diabetes Mellitus
Nutrisi  Kebiasaan makan Wawancara Warga
 Jenis makanan
 Makanan favorit
 Jumlah konsumsi makan dalam 1
hari
Pengetahuan Pengetahuan tentang penyakit yang Wawancara Warga
dialami:
 pengertian
 Penyebab
 Tanda dan gejala & Komplikasi
 Penatalaksanaan
Gaya hidup  Kebiasaan hidup tidak sehat Wawancara Warga
(konsumsi kopi, rokok, alcohol, dll)
 Akttifitas olahraga atau senam.
Pelayanan  Aktif menggunakan pelayanan Wawancara Warga,
kesehatan kesehatan atau tidak Bidan,
 Pelayanan kesehatan di dusun Ketua RW.
setempat
 Akses pelayanan kesehatan
2. Hasil kajian
Dari hasil pengkajian wawancara yang dilakukan pada warga usia dewasa dan
wawancara kader didapatkan informasi sebagai berikut :
1) Data Sekunder
Jumlah dewasa :
Jumlah dewasa dari hasil pengkajian RW 02 dusun Gintungan berjumlah
455 orang.
Hasil pengkajian dari jumlah populasi 455 Dewasa didapatkan
jumlah sempel 82 menggunakan rumus slofi dengan RUMUS:

N
n=
1+ N . e 2
Ket: n: Jumlah sempel
N: Jumlah populasi
e: Batas toleransi 10%
a. Keluhan & penyakit yang dirasakan oleh dewasa
Dari pengkajian terdapat 17 orang yang hasil tekanandarah nya diatas
normal, atau termasuk kategori Hipertensi, 13 orang menderita
diabetes milutus, 3 orang yang menderita asam urat, 1 orang yang
menderita sakit gigi, lain-lain 48 orang.
No Masalah Kesehatan Jumlah Persentasi
1 Hipertensi 17 Orang 21%
2 Diabetes Melitus 13 Orang 16%
3 Asama Urat 3 Orang 4%
4 Sakit Gigi 1 Orang 1%
5 Lain-lain 48 Orang 58%

Masalah Kesehatan
RT 01, RT 02, RT 03
21%
Hiepertensi
Diabetes Melitus
58% 16%
Asama Urat
Sakit Gigi
4% Lain-lain
1%
2) Data Subyektif
a. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kader kesehatan dusun
Gintungan banyak yang mengalami penyakit Diabetes Melitus.
b. Dari Hasil Wawancara dengan ketua Dusun Gintungan, mengatakan
bahwa di Desa Gigik Dusun Gintungan belum pernah di lakukan
penyuluhan kesehatan terutama di kalangan dewasa.

3) Data Obyektif
a. Riwayat Penyakit
Hasil Pengkajian yang dilakukan kepada warga dusun Gintungan dari
13 memiliki riwayat penyakit Diabetes Melitus, 7 diantaranya
memiliki riwayat keturunan dan 6 diantaranya dikarenakan pola hidup
yang tidak sehat.

Riwayat Penyakit

44% Faktor Genetik


56%
Pola Hidup Yang Tidak
Sehat

Hasil pengkajian yang dilakukan kepada warga dusun Gintungan dari 13


yang memiliki riwayat Diabetes Melitus, 6 orang diantaranya mengeluh
sering merasa kelelahan dan kesemutan, 7 diantaranya jarang merasakan
hal tersebut.

Riwayat Penyakit
44%
56% Merasakan Tanda-tanda
Diabetes Melitus
Tidak Merasakan Tanda- b. Peng
tanda Diabetes Melitus
etahu
an
dewasa dan keluarga tentang penyakit
Dari hasil Kuesioner didapatkan 63 dewasa dan keluarganya
mengatakan tidak mengetahui tentang cara mengatasi penyakit dan
keluhan yang diderita oleh dewasa pada keluarga tersebut, sedangkan
19 orang diantaranya menyatakan cukup tahu tentang cara merawat
keluarga yang sakit.

Pengetahuan Dewasa
dan Keluarga Tentang Penyakit
23% Cukup Tahu
Tidak Tahu c. Nutrisi
77%
dewasa
Dari hasil
Kuesioner diperoleh data bahwa 64 dewasa menyatakan tidak
mengetahui makanan yang tidak dianjurkan dan yang dianjurkan
sedangkan 18 dewasa cukup mengetahui makanan yang
dianjurkandantidakdianjurkan untuk penderita Diabetes Melitus.

Pengetahuan Tentang Nutrisi


22% Tahu
Tidak Tahu d. Pemanfaata
n pelayanan
78%
kesehatan

Pemanfaatan YanKes
25%
Berobat Ke Bidan
48%
Membeli Obat di Warung
27%
Dibiarkan

Sebagian besar warga dewasa saat mengeluh ada tanda-tanda penyakit


menyatakan berobat ke bidan setempat yaitu sebanyak 40 warga
lainnya menyatakan membeli obat diwarung sebanyak 22 orang dan 20
menyatakan tidak berobat (dibiarkan saja)
C. Diagnosa Keperawatan
1. Analisis data dan rumusan diagnosis
MASALAH
NO DATA SUBYEKTIF DATA OBYEKTIF ETIOLOGI
KEPERAWATAN
1  Ketua Rw Didapatkan yang Resiko tinggi Kurang
setempat menderita peningkatan pengetahuan ttg
menyatakan bahwa Hipertensi penyakit DM di penyakit (DM)
keluhan atau sebanyak 17 orang, Dusun
penyakit yang 13 orang DM, 3 Gintungan
sering terjadi orang asam urat
dimasyarakat dan 1 orang sakit
dusun Gintungan gigi, lain-lain 48
adalah DM, orang.
Hipertensi, asam
Urat.
 Kepala Dusun
Gintungan
menyatakan belum
pernah ada
penyuluhan
tentang kesehatan.

2. Diagnosa Keperawatan
a. Resiko tinggi peningkatan penyakit Diabetes Melitus di RW 2 Dusun Gintungan
Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kab. Semarang berhubungan dengan
kurangnya informasi tentang penyakit di tandai:
- Kepala Dusun Gintungan menyatakan belum pernah ada penyuluhan tentang
kesehatan
- Didapatkan yang menderita Hipertensi sebanyak 17 orang, 13 orang DM, 3
orang asam urat dan 1orang sakait gigi, lain-lain 48 orang
D. PERENCANAAN KEPERAWATAN KOMUNITAS
Satu diagnosis keperawatan yang ditemukan pada kelompok dewasa dengan resiko DM akan diselesaikan dengan jangka
waktu berdasarkan program Puskesmas yaitu satu tahun program (juni 2015 – juni 2016) dengan berbagai jenis intervensi yang
meliputi: pencegahan primer, pencegahan sekunder, pencegahan tertier, kerjasama lintas sektor, kerjasama lintas program dan
pemberdayaan masyarakat. Rencana keperawatan tergambar dalam table berikut:
Perencanaan Keperawatan Pada Kelompok Dewasa Dengan Resiko DM

Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana Evaluasi


No Dx Rencana Intervensi
Komunitas Jangka Panjang Jangka Pendek Criteria Standar
1 Resiko tinggi Setelah diberikan Setelah dilakukan Mandiri:. 90 % dewasa
peningkatan penyakit asuhan asuhan keperawatan a. Ajarkan latihan fisik Kognitif dengan resiko
Diabetes Melitus di keperawatan pada selama 1X minggu ( senam DM ) pada DM mampu:
RW 2 (RT 1, RT 2, RT dewasa dengan diharapkan dewasa dewasa dengan 1. Mempraktikan
3) Dusun Gintungan, resiko DM di RW dengan resiko DM di resko DM. senam DM
Desa Gogik, 2, Dusun dusun gintungan (RT 1, b. Jika dewasa dengan Kognitif yang baik dan
Kecamatan Ungaran Gintungan, Desa RT 2, RT 3) desa gogik resko DM belum benar.
Barat, Kab. Semarang Gogik, Kecamatan kecamatan ungaran bisa melakukan 2. Mampu
berhubungan dengan Ungaran Barat barat kabupaten senam DM dengan menyebutkan
kurangnya informasi selama 1 x 2 semarang, mampu: efektif anjurkan pengertian,
tentang penyakit di minggu, a. Meningkatnya untuk membuat tanda gejala,
tandai dengan tidak ada diharapkan tidak pengetahuan jadwal rutin senam komplikasi
penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan Dewasa dengan DM DM dan diit
dan masyarakat tidak penyakit DM pada resiko DM c. Berikan penyuluhan Kognitif yang tepat
mengetahui tentang dewasa di dusun b. Mengatur gaya kesehatan pada untuk DM.
Diabetes Melitus. Gintungan RT 1, hidup (pola makan, dewasa dengan
RT 2, RT 3 diit) untuk penderita resiko DM
resiko DM d. Berikan pengobatan Kognitif
c. Mengetahui tentang tradisional untuk
resiko penyakit DM
Diabetes Melitus
Kelompok Psikomotor
a. Motivasi dewasa
dengan resiko DM
untuk mempraktikan
senam DM di rumah
setiap hari.

Kerjasama Psikomotor
Bekerja sama dengan
kader kesehatan dalam
upaya meningkatkan
pengetahuan tentang
senam DM.

E. PLAN OF ACTION
Penanggung
Masalah Kesehatan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Dana
Jawab
Resiko tinggi A. Penyuluhan Dewasa dengan Minggu, RT 02 Individu Defriano B. Tafuli
peningkatan penyakit kesehatan, pengertian, Resiko DM 03-01-2016
Diabetes Melitus di RW penyebab, tanda dan 16.30
2 ( RT 1, RT 2, RT 3) gejala, kompilasi dan
Dusun Gintungan Desa penanganan DM
Gogik, Kecamatan
Ungaran Barat, Kab. B. Berika pengobatan Sabtu, RT 01 Individu
Semarang berhubungan tradisional untuk DM 09-01-2016
dengan kurangnya 16.00
informasi tentang C. Ajarkan Senam DM Minggu, RT 03 Individu
penyakit di tandai pada penderita resiko 10-01-2016
dengan tidak adanya DM 07.00
penyuluhan kesehatan,
dan masyarakat tidak D. Memberikan Minggu, RT 01 Individu
mengetahui tentang konseling pada 10-01-2016
Diabetes Melitus dewasa dengan resiko 19.00
DM

E. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Hasil Implementasi Keperawatan Komunitas Di Dusun Gintungan Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang
No. Hari/tgl Diagnosa Tindakan Keteranga Hasil
n
1. Senin, 22 Resiko tinggi peningkatan F. Penyuluhan kesehatan, Terlaksana 1. Sebanyak 80% ibu bayi
Juni 2015 penyakit Diabetes Melitus di pengertian, penyebab, mengetahui pengertian
13.30 WIB RW 2 ( RT 1, RT 2, RT 3) tanda dan gejala, ASI eksklusif dan
Dusun Gintungan Desa kompilasi dan penyimpanan ASI
Gogik, Kecamatan Ungaran penanganan DM 2. Sebanyak 90% ibu bayi
Barat, Kab. Semarang mengerti tentang
berhubungan dengan pemberian ASI yang baik.
kurangnya informasi tentang 3. Sebanyak 70% ibu bayi
penyakit di tandai dengan mengerti tentang
tidak adanya penyuluhan pemberian ASI esklusif
kesehatan, dan masyarakat pada ibu yang bekerja
tidak mengetahui tentang
Terlaksana
Diabetes Melitus
90 % Ibu termotivasi untuk
memberikan ASI eksklusif
selama 6 bulan tanpa adanya
makanan maupun minuman
pendamping
Terlaksana
2. Selasa 30 Resiko tinggi peningkatan 85 % ibu mengerti dan
Juni 2015 penyakit Diabetes Melitus di memahami ASI esklusif dan
14.00WIB RW 2 ( RT 1, RT 2, RT 3) peyimpanannya
Dusun Gintungan Desa
Gogik, Kecamatan Ungaran
Barat, Kab. Semarang
berhubungan dengan
kurangnya informasi tentang
penyakit di tandai dengan
tidak adanya penyuluhan
kesehatan, dan masyarakat
tidak mengetahui tentang
Diabetes Melitus

3. Senin, 22 Resiko tinggi peningkatan Terlaksana Sebanyak 80% ibu bayi


Juni 2015 penyakit Diabetes Melitus di mengetahui cara perawatan
13.30 WIB RW 2 ( RT 1, RT 2, RT 3) payudara (breast care)
Dusun Gintungan Desa Terlaksana Sebanyak 80 % ibu bayi
Gogik, Kecamatan Ungaran bersedia membuat jadwal rutin
Barat, Kab. Semarang perawatan payudara jika ASI
berhubungan dengan belum lancar
kurangnya informasi tentang
penyakit di tandai dengan
tidak adanya penyuluhan Terlaksana Sebanyak 75 % ibu bersedia
kesehatan, dan masyarakat mengkonsumsi daun katu
tidak mengetahui tentang untuk memperlancar ASI
Diabetes Melitus

4. Selasa,30 Terlaksana Sebanyak70 % ibu bersedia


Resiko tinggi peningkatan
Juni 2015 melakukan perawatan paudara
penyakit Diabetes Melitus di
14.00 WIB di rumah
RW 2 ( RT 1, RT 2, RT 3)
Dusun Gintungan Desa
Gogik, Kecamatan Ungaran
Barat, Kab. Semarang
berhubungan dengan
kurangnya informasi tentang
penyakit di tandai dengan
tidak adanya penyuluhan
kesehatan, dan masyarakat
tidak mengetahui tentang
Diabetes Melitus
G. EVALUASI HASIL KEGIATAN

No HARI/TGL/
Kegiatan RESPON MASYARAKAT
. JAM
1 Penyuluhan kesehatan, Minggu, 14- Evaluasi struktur
pengertian, penyebab, juni-2015 a. Kegiatan telah direncanakan seminggu sebelum
tanda dan gejala, 18.30 kegiatan dilaksanakan
kompilasi dan b. Undangan penyuluhan disebarkan satu hari
penanganan DM ( Diit sebelum acara dilaksanakan
DM ) c. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Penanggung
jawab kelompok khusus dewasa yaitu Haeroni
Evaluasi proses
a. Kegiatan berlangsung dengan lancar meskipun
jumlah undangan yang datang tidak semuanya
sesuai undangan yang disebarkan
b. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dikuti oleh
para dewasa.
c. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dikediaman
ibu kadus Dusun Manikmoyo
d. Kegiatan ini difokuskan pada para dewasa yang
mengalami hipertensi agar dapat memanfaatkan
buah wortel sebagai sarana obat untuk
membantu menurunkan tekanan darah.
Evaluasi hasil
a. Sasaran sudah sedikit paham tentang hipertensi
dan cara penangannya dengan menggunakan
jus wortel, buah melon dan buah mentimun.
b. Sasaran sudah mengetahui cara menggunakan
jus wortel, melon dan buah mentimun. untuk
menurunkan tekanan darah.

2 Ajarkan Senam DM Jumat Evaluasi struktur


pada penderita resiko 19-06-2015 a. Penanggungjawab kegiatan ini adalah hendra
DM 15.00 julianto
b. Undangan disebar 1 hari sebelum kegiatan
Evaluasi proses
a. Kegiatan berlangsung dengan lancar

Evaluasi hasil
Para peserta mengerti diit hipertensi.
Warga dusun Manikmoyo Sangat Antusias.

3 Memberikan konseling Senin, Evaluasi struktur


pada dewasa dengan 22-06-2015 a. Kegiatan telah direncanakan seminggu sebelum
resiko DM 15.00 kegiatan dilaksanakan
b. Penanggung jawab kegiatan ini adalah haeroni
c. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Pak hamim.
Evaluasi proses
a. Kegiatan berlangsung dengan lancar
b. Kegiatan penanganan untuk mencegah
terjadinya hipertensi di ikuti oleh para warga
dusun manikmoyo yang menderita atau
memiliki riwayat hipertensi.
Evaluasi hasil
a. Pasien sangat antusias dan mengikuti
kegiatan dengan baik.