Anda di halaman 1dari 45

LAPORAN PENDAHULUAN

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA


JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA

`
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

PRAKATA

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS)


merupakan instansi yang berperan penting pada bidang pariwisata di
kota Malang, yaitu mengatur segala kebijakan yang terkait dengan
bidang pariwisata khususnya di taman nasional Bromo Tengger
Semeru. Dengan semakin bertumbuhnya kegiatan perekonomian
masyarakat dibidang pariwisata, maka kebutuhan sarana dan
prasarana yang menunjang sangat diperlukan. Oleh karena itu
sebagai penunjang, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger
Semeru (BBTNBTS) mempersiapkan segala bentuk sarana dan
prasarana dalam menghadapi kebutuhan pelayanan masyarakat
khususnya dibidang pariwisata. Balai Besar Taman Nasional Bromo
Tengger Semeru melaksanakan kegiatan Belanja Penambahan
Nilai Gedung dan Bangunan Berupa Perencanaan Renovasi
Toilet Coban Trisula.
Adapun sesuai dengan judul paket pekerjaan yaitu Belanja
Penambahan Nilai Gedung dan Bangunan Berupa
Perencanaan Renovasi Toilet Coban Trisula telah dipelajari
segala bentuk aktifitas dan kegiatannya yang sudah berjalan dan
menganalisa sesuai dengan kebutuhan dengan mempertimbangkan
perhitugan yang sesuai standart yang berlaku serta etika daripada
lingkungan yang sudah terbentuk.
Dalam penyajian laporan Belanja Penambahan Nilai
Gedung dan Bangunan Berupa Perencanaan Renovasi Toilet
Coban Trisula akan diberikan penjelasan yang sedemikian rupa
sehingga dapat dengan mudah dimengerti saat kegiatan
dilaksanakan. Semoga data dan informasi yang tertulis di dalam
laporan ini dapat bermanfaat sebagai masukan untuk kegiatan
pelaksanaan konstruksi selanjutnya. Demikian prakata yang dapat
kami sampaikan, akhir kata kami sampaikan Terima Kasih.
Malang, Februari 2018
CV. INDO AZKA KONSULTAN

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
1
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

ERNI WIDIAWATI, S.T.


Direktur
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional di Jawa

Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Pasuruan,

Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Taman

yang bentangan barat-timurnya sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya

sekitar 40 km ini ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar

50.276,3 ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290

ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang ketinggiannya

antara 200-700 meter.

Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, daerah Tengger

merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai cagar alam dan hutan

wisata. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai hutan lindung dan hutan produksi.

Melihat berbagai fungsi tersebut, Kongres Taman Nasional Sedunia

mengukuhkan kawasan Bromo Tengger Semeru sebagai taman nasional dalam

pertemuan yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada tanggal 14 Oktober

1982 atas pertimbangan alam dan lingkungannya yang perlu dilindungi serta

bermacam-macam potensi tradisional kuno yang perlu terus dikembangkan.

Pada tanggal 12 November 1992, pemerintah Indonesia meresmikan kawasan

Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-

montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan

berusia ratusan tahun antara lain cemara gunung, jamuju, edelweis, berbagai

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
2
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

jenis anggrek dan rumput langka. Pada dinding yang mengelilingi TN Bromo

Tengger Semeru terdapat banyak rerumputan, centigi, akasia, cemara, dll.

Satwa yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak

(Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis), kera ekor panjang

(Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam hutan merah (Gallus

gallus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus); dan

berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus), rangkong

(Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting

hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang

hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di Jawa Timur.

Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta dan Malang-Denpasar

diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik akan semakin

meningkat. Selain Gunung Bromo yang merupakan daya tarik utama, Gunung

Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik

tersendiri bagi para pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru

tidaklah semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan

mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di Malang.

Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari Malang karena

bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang. Start point dapat dimulai

dari Ngadas yang merupakan desa terakhir yang berada di dalam kawasan

taman nasional serta tempat untuk melengkapi perbekalan terutama

persediaan air karena setelah ini tidak akan dijumpai sumber air

Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa

Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja "Brama", adalah

sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
3
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat

wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan,

Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai

objek wisata utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi

menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Gunung

Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai

dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800

meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah

bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Sedangkan Suku Tengger (IPA: /tənggər/) atau juga disebut wong

Tengger atau wong Brama adalah komunitas penduduk yang tinggal di dataran

tinggi sekitaran kawasan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur,

Indonesia. Penduduk suku Tengger menempati sebagian wilayah Kabupaten

Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten

Malang. Suku Tengger merupakan sub suku Jawa menurut sensus BPS tahun

2010.

Untuk Gunung Semeru sendiri adalah sebuah gunung berapi kerucut di

Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau

Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia

setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara

Barat[1]. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring

Saloko. Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua

kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
4
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger

Semeru.

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan

Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06' LS dan 112°55' BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah

dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973. Disebelah selatan,

kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi

selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Dalam upaya meningkatkan sarana dan prasarana kawasan

wisata gunung bromo, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo

Tengger Semeru (BBTNBTS) dalam hal ini membawahi kawasan

wisata gunung bromo dan gunung semeru, akan melakukan

perbaikan/rehabilitasi maupun membangun sarana dan prasarana

agar lebih baik dan lebih menarik. Hal tersebut bertujuan untuk

meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dikawasan Bromo

Tengger Semeru.

1.2. Ruang Lingkup

Lingkup tugas yang dilaksanan oleh konsultan perencanaan


adalah menyusun Paket Belanja Penambahan Nilai Gedung dan
Bangunan Berupa Perencanaan Renovasi Toilet Coban Trisula dan
berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya Pedoman
Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara yang terdiri dari :
A. Persiapan Perencanaan

B. Menyusun Pra Rencana

C. Penyusunan pengembangan rencana

D. Penyusunan rencana detail

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
5
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

BAB II

RENCANA KERJA DAN PROGRAM KERJA

2.1. RENCANA KERJA

Sebagaimana arahan dari Tim Teknis dan Pejabat pembuat


Komitmen, ruang Lingkup Pekerjaan Konsultan Perencana telah
dikembangkan dan mencakup Pembuatan Perencanaan Teknis
Belanja Penambahan Nilai Gedung dan Bangunan Berupa
Perencanaan Renovasi Toilet Coban Trisula
Lingkup tugas konsultan perencanaan diberpedoman pada
ketentuan yang telah dilaksanakan telah mengacu pada Pedoman
teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara, Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor : 45/PER/M/2007 tanggal, 27 Desember
2007. Tugas ini meliputi tugas-tugas perencanaan gedung, site /
tapak bangunan, dan perencanaan fisik bangunan gedung negara
yang terdiri dari :
A. Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan

informasi lapangan diantaranya pemeriksaan keadaan seperti

- Struktur / fisik tanah dan daya dukungan dll, yang akan

digunakan dalam penentuan tipe dan jenis pondasi

untuk bangunan tersebut.

- Pemeriksaan kondisi bangunan yang akan dikerjaan

pada pekerjaan selanjutnya.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
6
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

- Serta membuat interpretasi secara garis besar

terhadap KAK, dan konsultasi dengan pengguna.

B. Menyusun pra-rencana seperti rencana lay-out dll.

C. Penyusunan pengembangan rencana,antara lain membuat :

1. Rencana Arsitektur

2. Rencana struktur, beserta uraian konsep dan

perhitungannya sesuai aturan SKSNI, SII , AASHTO, ASTM, dll.

3. Rencana utilitas jika ada

4. Perkiraan biaya atau Estimasi Engineer (EE) sesuai dengan

Harga Satuan dari Konsultan Perencana.

D. Penyusunan rencana detail antara lain membuat :

1. Gambar-gambar teknis kerja, detail arsitektur, detail

struktur, detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana

yang disetujui.

2. Spesifikasi teknis / rencana kerja dan syarat/syarat (RKS)

3. Rician volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran

biaya pekerjaan konstruksi.

4. Laporan akhir perencanaan.

E. Mengadakan persiapan pelelangan, seperti membantu Pejabat

Pembuat Komitmen didalam, menyusun dokumen pelelangan

dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan

pelaksanaan pelelangan.

F. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan,

termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan, evaluasi

penewaran, menyusun kembali dokumen pelelangan, dan

melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang

ulang.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
7
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

G. Membantu memberikan masukan selama pelaksanaan kinstruksi

fisik seperti :

1. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis

pelaksanaan bila ada perubahan.

2. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang

timbul selama masa pelaksanaan konstruksi.

3. Memberikan saran-saran.

2.2. PROGRAM KERJA

Rencana kerja yang telah dikembangkan dari program kerja


adalah rencana kerja keseluruhan. Rencana Kerja disusun
berdasarkan ruang-lingkup kerja konsultan.Menurut Kerangka Acuan
Kerja (KAK), tahapan yang perlu dilaksanakan oleh Konsultan adalah
sebagai berikut:
a. Persiapan perencanaan termasuk survey.

b. Penyusunan Pra Rencana.

c. Pengembangan Rencana/Draft Design, meliputi :

- Gambar DED

d. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya.

e. Penyusunan Rencana Prioritas Pelaksanaan.

f. Penyusunan Rencana Detail (Gambar Kerja, RKS, BQ).

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
8
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Agar dapat diperoleh rencana kerja, maka tahapan pekerjaan

diatas di break-down lebih detil sebagai berikut:

Tabel 2.1. Program Kerja

No Kegiatan Person in Charge

1 Persiapan perencanaan termasuk survey.

Pre Construction Meeting TL.

Survey Lokasi TL

Sket Hasil Survei TL

Survey Awal TL

Laporan Pendahuluan ADM

2 Penyusunan Pra Rencana.

Usulan dan Rekomendasi TL

Draft Desain TL

3 Pengembangan Rencana/Draft Design, TL

4 Gambar Draft Desain TL

Denah-Potongan Keseluruhan dan Parsial DRAFTER

Detail Engineering Desain DRAFTER

5 Penyusunan Rencana Anggaran Biaya. TL

6 Penyusunan Rencana Kerja dan Syarat TL

7 Penyusunan Rencana Detail TL

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
9
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

(Gambar Kerja, KRS, BQ).

DRAFTER

8 Laporan Akhir ADM

2.3. STRUKTUR PERSONIL KONSULTAN PEERENCANAAN

Panji Bagus Abdullah, ST.


Team Leader

Andi Bagus Khurniawan, ST. Vidi Arrohman


Tenaga Ahli Sipil Admin

Dicky Pratama Putra Angga Dwi Prasetya, ST.


Surveyor Drafter

Struktur Personil

URAIAN TUGAS TEAM KONSULTAN PERENCANA

a. Ketua Team/Team Leader

Ketua team perencana adalah seorang Sarjana Teknik Sipil, yang

berpengalaman di bidang perencanaan Bangunan/Gedung,

mengetahui dengan baik proses perencanaan dan pelaksanaan

serta segala permasalahannya.

Tugas dan tanggung Jawab Kepala Team Perencana meliputi :

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
10
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

1. Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam

pelaksanaan pekerjaan sehingga menghasilkan

perencanaan yang baik dan dapat dipertanggung

jawabkan.

2. Bertanggung jawab langsung kepada Pemberi Tugas,

khususnya terhadap aspek teknis, seperti : kualitas,

kuantitas, jadwal waktu dan administrasi

3. Mengkoordinasikan semua personil yang terlibat dalam

pelaksanaan pekerjaan sehingga menghasilkan hasil karya

perencanaan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan

4. Mempersiapkan petunjuk teknis dari setiap kegiatan

pekejaan baik pengambilan data, pengolahan data,

maupun penyajian akhir seluruh hasil pekerjaan.

5. Mengadakan koordinasi seluruh anggota team ahli maupun

terhadap instansi yang terkait, serta kepada Pihak Pemberi

Tugas

6. Sesuai keahliannya turut memberikan arahan dan

pengendalian teknis kepada seluruh staf ahli

7. memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota

tim kerja dalam pekerjaan sampai dengan pekerjaan

dinyatakan selesai

b. Cad Operator /Drafter

Tugas dan tanggung jawab Cad Operator meliputi :

1. Bersama – sama membuat gambar pra rencana

bangunan, gambar perencanaan bangunan, serta

gambar for construction yang diserahkan kepada

owner / pemilik proyek muntuk dijadikan pedoman

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
11
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

dalam menghitung rencana anggaran biaya bangunan

serta pelaksanaan pembangunan

2. Membuat Gambar Layout existing serta site plan lokasi

pekerjaan dengan benar sesuai kondisi lapangan

3. Membuat gambar Gambar Detail Pekerjaan

4. Bersama estimator dan surveyor bekerja sama dalam

membuat dokumen perencanaan DED

c. Surveyor

Tugas dan tanggung jawab Surveyor meliputi :

1. Melakukan survey lokasi dan mencatat keadaan/kondisi

real lapangan

2. Bertanggung jawab atas penyelesaian pekerjaan yang

berkaitan dengan survey lokasi kepada Team Leader

3. Mengumpulkan data – data yang diperlukan dalam

perencanaan proyek

4. menjelaskan kepada drafter mengenai sket yang telah

dicatat oleh surveyor agar bisa digambar dengan jelas oleh

drafter

d. Administrasi

Tugas dan tanggung jawab Administrator meliputi :

1. Bertugas melakukan input data, membantu menyusun

Rencana Anggaran Biaya, Rencana Kerja dan Syarat,

Gambar Kerja serta kegiatan administrasi lainnya.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
12
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

2. Bertanggung jawab atas penyelesaian pekerjaan yang

berkaitan dengan laporan – laporan administrasi

perencanaan kepada Team Leader

Tabel 2.2. Jadwal Kerja

No Kegiatan I II III IV

1 Persiapan perencanaan termasuk


survey.

Pre Construction Meeting

Survey Lokasi

Sket Hasil Survei

Survey Awal

Laporan Pendahuluan

2 Penyusunan Pra Rencana.

Usulan dan Rekomendasi

Draft Desain

3 Pengembangan Rencana/Draft
Design,

4 Gambar Draft Desain

Denah-Potongan Keseluruhan
dan Parsial

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
13
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Detail Engineering Desain

5 Penyusunan Rencana Anggaran


Biaya.

6 Penyusunan Rencana Kerja dan


Syarat

7 Penyusunan Rencana Detail


(Gambar Kerja)

8 Laporan Akhir

BAB III

PROFIL LOKASI PEKERJAAN

I. Kawasan

3.1. SEJARAH KAWASAN BROMO TENGGER SEMERU

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional


di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif
Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan
Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya
sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini
ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
14
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290
ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang
ketinggiannya antara 200-700 meter.
Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, daerah Tengger
merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai cagar alam dan
hutan wisata. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai hutan lindung dan
hutan produksi. Melihat berbagai fungsi tersebut, Kongres Taman
Nasional Sedunia mengukuhkan kawasan Bromo Tengger Semeru
sebagai taman nasional dalam pertemuan yang diselenggarakan di
Denpasar, Bali, pada tanggal 14 Oktober 1982 atas pertimbangan
alam dan lingkungannya yang perlu dilindungi serta bermacam-
macam potensi tradisional kuno yang perlu terus dikembangkan.
Pada tanggal 12 November 1992, pemerintah Indonesia meresmikan
kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe
ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-
pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara
gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka.
Pada dinding yang mengelilingi TN Bromo Tengger Semeru terdapat
banyak rerumputan, centigi, akasia, cemara, dll.

Satwa yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak


(Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis), kera ekor
panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam
hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas),
ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-
alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros
silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam
(Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis
yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.
Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di
Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta
dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing
maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo
yang merupakan daya tarik utama, Gunung Semeru yang merupakan
gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
15
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah


semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan
mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di
Malang.
Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari
Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang.
Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir
yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk
melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini
tidak akan dijumpai sumber air
Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang
Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja
"Brama", adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia.
Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut
dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten
Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan
Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata
utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi
menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo
Tengger Semeru.
Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan
ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer
persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah
± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat).
Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km
dari pusat kawah Bromo.
Sedangkan Suku Tengger (IPA: /tənggər/) atau juga disebut
wong Tengger atau wong Brama adalah komunitas penduduk yang
tinggal di dataran tinggi sekitaran kawasan pegunungan Bromo-
Tengger-Semeru, Jawa Timur, Indonesia. Penduduk suku Tengger
menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten
Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Malang. Suku
Tengger merupakan sub suku Jawa menurut sensus BPS tahun 2010.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
16
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Untuk Gunung Semeru sendiri adalah sebuah gunung berapi


kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung
tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter
dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru juga merupakan gunung
berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di
Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat[1]. Kawah di
puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua
kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang,
Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman
Nasional Bromo Tengger Semeru.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan
Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan
gunung.
Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06' LS dan 112°55'
BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki


kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973.
Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan
aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan
Candipuro di Lumajang..

3.2. DATA INFORMASI

Data Taman Nasional Bromo Tengger Semeru:

 Dinyatakan: Menteri Pertanian, tahun 1982


 Ditunjuk: Menteri Kehutanan, SK No. 278/Kpts-VI/97 dengan luas
50.276,2 hektare
 Ditetapkan: -
 Letak: Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten
Lumajang, dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur
 Temperatur udara: 3°-20° C
 Curah hujan rata-rata: 6.600 mm/tahun
 Ketinggian tempat: 750-3.676 Mdpl
 Letak geografis: 7°51’ - 8°11’ LS, 112°47’ - 113°10’ BT

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
17
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

3.3. LUAS DAN KONDISI GEOGRAFIS

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional


di Jawa Timur, Indonesia, yang terletak di wilayah administratif
Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan
Kabupaten Probolinggo. Taman yang bentangan barat-timurnya
sekitar 20-30 kilometer dan utara-selatannya sekitar 40 km ini
ditetapkan sejak tahun 1982 dengan luas wilayahnya sekitar 50.276,3
ha. Di kawasan ini terdapat kaldera lautan pasir yang luasnya ±6290
ha. Batas kaldera lautan pasir itu berupa dinding terjal, yang
ketinggiannya antara 200-700 meter.
Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, daerah Tengger
merupakan kawasan hutan yang berfungsi sebagai cagar alam dan
hutan wisata. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai hutan lindung dan
hutan produksi. Melihat berbagai fungsi tersebut, Kongres Taman
Nasional Sedunia mengukuhkan kawasan Bromo Tengger Semeru
sebagai taman nasional dalam pertemuan yang diselenggarakan di
Denpasar, Bali, pada tanggal 14 Oktober 1982 atas pertimbangan
alam dan lingkungannya yang perlu dilindungi serta bermacam-
macam potensi tradisional kuno yang perlu terus dikembangkan.
Pada tanggal 12 November 1992, pemerintah Indonesia meresmikan
kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi taman nasional.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe
ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-
pohon yang besar dan berusia ratusan tahun antara lain cemara
gunung, jamuju, edelweis, berbagai jenis anggrek dan rumput langka.
Pada dinding yang mengelilingi TN Bromo Tengger Semeru terdapat
banyak rerumputan, centigi, akasia, cemara, dll.

Satwa yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak


(Paradoxurus hermaphroditus), rusa (Rusa timorensis), kera ekor
panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak), ayam
hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus melas),
ajag (Cuon alpinus javanicus); dan berbagai jenis burung seperti alap-
alap burung (Accipiter virgatus), rangkong (Buceros rhinoceros
silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
18
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

(Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis


yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.
Taman nasional ini adalah salah satu tujuan wisata utama di
Jawa Timur. Dengan adanya penerbangan langsung Malang-Jakarta
dan Malang-Denpasar diharapkan jumlah kunjungan wisatawan asing
maupun domestik akan semakin meningkat. Selain Gunung Bromo
yang merupakan daya tarik utama, Gunung Semeru yang merupakan
gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi daya tarik tersendiri bagi para
pendaki. Meski demikian untuk sampai ke puncak Semeru tidaklah
semudah mendaki Gunung Bromo dan para pendaki diharuskan
mendapat izin dari kantor pengelola taman nasional yang berada di
Malang.
Penggemar hiking disarankan untuk mengambil rute dari
Malang karena bisa menikmati keindahan lautan pasir lebih panjang.
Start point dapat dimulai dari Ngadas yang merupakan desa terakhir
yang berada di dalam kawasan taman nasional serta tempat untuk
melengkapi perbekalan terutama persediaan air karena setelah ini
tidak akan dijumpai sumber air
Gunung Bromo (dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang
Dewa Utama dalam agama Hindu) atau dalam bahasa Tengger dieja
"Brama", adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia.
Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut
dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten
Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan
Kabupaten Malang. Gunung Bromo terkenal sebagai objek wisata
utama di Jawa Timur. Sebagai sebuah objek wisata, Bromo menjadi
menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo
Tengger Semeru.
Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan
ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer
persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah
± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat).
Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km
dari pusat kawah Bromo.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
19
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Sedangkan Suku Tengger (IPA: /tənggər/) atau juga disebut


wong Tengger atau wong Brama adalah komunitas penduduk yang
tinggal di dataran tinggi sekitaran kawasan pegunungan Bromo-
Tengger-Semeru, Jawa Timur, Indonesia. Penduduk suku Tengger
menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten
Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Malang. Suku
Tengger merupakan sub suku Jawa menurut sensus BPS tahun 2010.
Untuk Gunung Semeru sendiri adalah sebuah gunung berapi
kerucut di Jawa Timur, Indonesia. Gunung Semeru merupakan gunung
tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter
dari permukaan laut (mdpl). Gunung Semeru juga merupakan gunung
berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di
Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat[1]. Kawah di
puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua
kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang,
Provinsi Jawa Timur. Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman
Nasional Bromo Tengger Semeru.
Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan
Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan
gunung.
Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06' LS dan 112°55'
BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki


kubah dengan ketinggian 3.744,8 m hingga akhir November 1973.
Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan
aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan
Candipuro di Lumajang

3.4. GEOMOFORLOGI

Secara regional, Jawa Timur dibagi menjadi beberapa zona


fisiografis. Komplek Tengger terletak di Sub-zona Solo, bagian dari
Zona Depresi Jawa Timur. Subzona Solo terbentuk oleh barisan

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
20
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

gunung api berumur kuarter, mulai dari Plestosen hingga Holosen.


Diantara gunung api-gunung api tersebut didapatkan dataran-dataran
yang disebut dataran intramontana. Gunung api-gunung api yang
dijumpai di sub-zona ini membentuk kelurusan gunung api dari barat
berturut-turut Lawu, Wilis, Kelud, Arjuno-Welirang, Argopuro, Bromo-
Tengger, Semeru, Ijen, dan Raung. Gunung api Bromo-Tengger
kearah utara – selatan membentuk kelurusanTengger–Semeru
Kompleks. Bromo- Tengger dapat di kelompokkan menjadi beberapa
satuan geomorfologi yaitu :
Satuan geomorfologi lereng gunung api terdendusi. Terdendusi
menempati tubuh kompleks Tengger. Dibangun oleh material lava
dan piroklastika hasil erupsi vulkan – vulkan Tengger. Sudut lereng
satuan ini berkisar antara 250 – 600 derajad, dalam bentuk lembah –
lembah berpola radier dan igir – igir sisa kaldera Tengger tua. Yang
temasuk dalam satuan geomorfologi ini misalnya bukit – bukit
Argawulan, Ider – Ider, Pandak Lembu, Jantur, Gentong, dan
Penanjakkan. Bromo – Tengger merupakan kompleks gunung api
dengan morfologi sangat bervariasi, pada bagian puncak terdapat
kaldera cukup luas dengan bentuk menyerupai belah ketupat dengan
ukuran diagonal terpanjang sekitar 10 km. Dari dasar kaldera kira –
kira terdapat tujuh pusat erupsi, dengan kelurusan menyilang barat –
timur dan timur laut – barat daya, masing – masing erupsi tersebut
antara lain : Widodaren, Watanggan, Kursi, Segarawedi Lor dan
Segarawedi Kidul, Batok dan Bromo.
Satuan geomorfologi sisa kerucut gunung api. Menempati
bagian puncak kompleks Bromo – Tengger. Satuan ini merupakan sisa
erosi dan denudasi kerucut gunung api yang tersusun oleh lava,
endapan piroklastika dan endapan lahar. Pada satuan ini berkembang
pola pengaliran semi radier dengan lembah lembah lurus dan relative
landai dengan bentuk huruf “V”. Termasuk dalam satuan ini antara
lain tubuh bukit Widodaren – Watangan, Kursi, Segarawedi, Cemara,
dan Wonotoro.
Morfologi kaldera Bromo Tengger, secara umum berada pada
ketinggian 750 – 2.581m dpl dengan luas 5.250 ha. Dalam kaldera
Bromo Tengger yang berdiameter 8000 m (utara – selatan) dan
10.000 m (barat – timur) tersebut, muncul kerucut vulkanik dari

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
21
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Gunung Bromo (2.392 m dpl), Gunung Batok (2.440 m dpl), Gunung


Widodaren (2.614 m dpl), Gunung Watangan (2.601 m dpl) dan
Gunung Kursi (2.581 m dpl). Dinding kaldera yang mengelilingi lautan
pasir sangat terjal dan kemiringan lereng 60 – 800 dan tingginya
berkisar 120 – 130 m dari dasar kaldera Tengger. Pada kawah Bromo
(yang aktif) nampak kurang berkembang endapan belereng, namun
demikian asap yang keluar dari kawah aktif tersebut mengandung
gas sulfur dengan konsentrasi relatif tinggi (asap tersebut nampak
sangat pekat dan sangat menyengat). Kenampakan pada tepian
kawah Bromo, menunjukkan endapan warna kuning dari endapan gas
sulfur secara tidak merata.
Pada dasar kaldera bagian timur laut, setempat dijumpai basalt
vesikuler yang berujud bom-bom vulkanik. Sementara pada dinding
luar dari kerucut vulkanik Bromo (yang aktif) dan Gunung Batok,
dijumpai batuan piroklastik, dan endapan abu gunungapi. Pada
dinding kaldera Tengger, yang dijumpai pada jalur Cemoro lawang
maupun jalur Penanjakan, sangat didominasi oleh endapan
freatomagmatik, fragmen lava andesit basaltik, selang-seling
piroklastik jatuhan dan piroklastik aliran, juga sisipan endapan abu
vulkanik. Endapan piroklastik di jalur Penanjakan maupun jalur
Cemorolawang ini, menunjukkan fragmen tersusun oleh klastika dari
bom-bom vulkanik, lapili, dengan matrik yang sangat pekat dari pasir-
pasir vulkanik yang relatif berukuran butir kasar, dan bentuk butir
runcing – agak runcing.
Gunung Bromo merupakan Tipe letusan Vulkano dengan jenis
lava cair kental. Tekanan gas sedang hingga tinggi, kedalaman dapur
magma dangkal sampai dalam. Letusannya terdiri atas hembusan gas
magmatik disertai bom, lapili dan abu, vukanik letusan berbebtuk
awan. Bunga kol leleran lava dari lubang kepundan.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
22
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Kenampakan kawah Bromo, pada tepian mulut


kawahnya nampak endapan tipis gas sulfur

Menurut Zaennudin (1990), endapan vulkanik di sekitar kaldera


Bromo Tengger yang terdiri dari stratifikasi dari aliran lava andesit,
endapan freatomagmatik, lava basalt andesit berselang-seling
dengan endapan piroklastik jatuhan maupun piroklastik aliran, telah
terbentuk pada 2 kali periode letusan yaitu 130.000 – 144.000 tahun
yang lalu pada kelompok endapan vulkanik bagian bawah dan 33.000
– 100.000 tahun yang lalu pada kelompok endapan vulkanik bagian
atas. Susunan vertikal endapan vulkanik di kaldera Bromo Tengger
tersebut merupakan fenomena kegunungapian yang sangat menarik,
eksotik, dan spesifik pada suatu tipe gunungapi yang membentuk
kerucut silinder dalam kaldera. Susunan vertikal endapan vulkanik
Tengger tersebut nampak berupa lapisan pasir endapan
freatomagmatik dan juga endapan piroklastik dari letusan Gunung
Tengger Tua. Hubungan tipe berbagai endapan letusan Gunung
Tengger Tua tersebut berada di sepanjang jalur wisata yang selama
ini sudah berkembang antara dasar kaldera Tengger hingga ke
Penanjakan. Jalan tersebut sering dilewati wisatawan yang melakukan
perjalanan dengan kendaraan jeep.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
23
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Kaldera Tengger
Gunung Bromo adalah bentuk lahan vulkanis, pada bagian
tebingnya yang melingkar mengelilingi gunung-gunung pola alirannya
adalah radial sentripetal yaitu dari banyak titik menuju satu titik yang
lebih rendah. Pada gunung-gunungnya seperti gunung bromo dan
gunung batok pola alirannya adalah radial sentrifugal yaitu dari satu
titik yang lebih tinggi mengalir ke banyak titik yang lebih rendah.
Dari hasil pengendapan materialnya dapat diketahui bahwa
letusan bromo memang terjadi berkali-kali. Dibuktikan dengan
adanya sortasi pasir yang tidak teratur.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
24
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Peta Topografi Sumber dari POKSO BNPB, 24 November 2010

3.5. GEOLOGI

Kondisi Geologis Gunung Bromo, Gunung Bromo (dari bahasa


Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan
gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek
wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo
menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang
masih aktif. Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas
permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten
Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk
tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan
kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung
Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter
(utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah
bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah
Bromo. Sejarah Geologi Terbentuknya Gunung Bromo Berawal dari
gunung Tengger waktu itu merupakan gunung terbesar dan tertinggi
di Pulau Jawa ( 4.000 m) dan telah terbentuk sekitar satu juta tahun

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
25
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

yang lalu. Kemudian terjadi letusan kecil materi vulkanik terlempar ke


tenggara sehingga membentuk limbah besar dan dalam sampai ke
desa Sapi Kerep. Letusan dasyat kemudian menciptakan kaldera
dengan diameter lebih dari 8 kilometer. Karena dalamnya kaldera
materi vulkanik letusan lanjutan tertumpuk di dalam dan sekarang
menjadi lautan pasir kemudian aktivitas lanjutan adalah munculnya
lorong magma di tengah kaldera sehingga muncul gunung-gunung
baru antara lain Gunung Bromo (2.392 m dpl), Gunung Batok ( 2.440
m dpl), Gunung Widodaren (2.614 m dpl), Gunung Watangan (2.601
m dpl) dan Gunung Kursi (2.581 m dpl). Letusan Gunung Bromo
Gunung Bromo merupakan gunung api tipe cinder cone yang berada
di dalam kaldera Tengger dengan tipe letusan umumnya adalah
Strombolian. Letusan Bromo bersifat ledakan dengan melontarkan
bom gunungapi, lapili, pasir, dan abu namun hanya mempengaruhi
bagian sekitar puncak gunungnya saja. Dalam sejarahnya, Bromo
belum pernah tercatat mengalirkan lava. Abu letusannya kadang2
merusak perkebunan di sekitarnya, seperti pada tahun 1915 dan
1948. Sejarah letusan Bromo: 2011, 2010, 2004, 2001, 1995, 1984,
1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1940, 1939, 1935, 1930,
1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907,
1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886,
1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858,
1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822,
1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767. Letusan Bromo Selama
Dekade Terakhir Tahun 1972 Tahun 1980 Tahun 1984 Tahun 1995
Tahun 2004 Tahun 2010-2011 Menurut catatan sejarah, letusan
terbesar Gunung Bromo terjadi pada tahun 1974. Dampak dari
letusan dahsyat itu terasa hingga radius 6-10 km. Pada letusan
Gunung Bromo yang bahaya adalah asap yang berwarna kekuning-
kuningan yang berasal dari belerang. Sebab, asap ini dapat
mengganggu pernapasan. Akibat dari letusan Gunung Bromo tetap
berakibat pada lingkungan disekitarnya terutama pada lahan
pertanian dan sektor pariwisata yang ada disana. Sebaran abu dan
pasir dari letusan Gunung Bromo menutupi lahan pertanian yang ada
disekitarnya sehingga para petani banyak yg menderita kerugian
karena gagalnya panen mereka, sedangkan dari sektor pariwisata

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
26
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

sebaran abu banyak mengotori penginapan-penginapan yang ada


disana. Pola letusan Bromo pun sangat khas aktivitas pasca-kaldera,
yakni menghembuskan gas dan debu vulkanik secara vertikal hingga
ketinggian 1-1,5 km saja tanpa disertai terjangan awan panas
maupun leleran lava. Gunung Bromo tak pernah memperlihatkan
kecenderungan mengalami letusan lebih besar, seperti halnya
Gunung Kelud maupun Merapi. Analisis endapan lava
memperkuatnya, dimana kadar silikat Bromo adalah 51-52 % atau
lebih kecil dibanding kadar silikat Merapi 2010 yang mencapai 57 %.
Periode Letusan Gunung Bromo Periode erupsi dapat berlangsung
pendek yaitu beberapa hari saja (12 – 14 Juni 1860), tetapi dapat pula
berlangsung satu bulan atau lebih secara terus menerus. Gunung
Bromo memang memiliki masa istirahat pendek di antara dua
letusannya, yakni kurang dari setahun (yang terpendek) hingga 16
tahun (yang terpanjang) Kondisi Geologis Sekitar Gunung Bromo(TN-
BTS) Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru secara
keseluruhan merupakan daerah vulkanis, sehingga formasi
geologinya terdiri dari hasil kegiatan gunung api kuarter muda, dan
gunung api kuarter tua dengan komposisi 20% dan 80%. Jenis batuan
kawasan ini terdiri dari abu pasir/tuff vulkan intermedia sampai basis
(dengan fisiografi vulkan), asosiasi andosol kelabu dan regosol kelabu
(dengan bahan induk abu/pasir), dan tuff intermedia sampai basis.
Bentuk struktur geologi ini menghasilkan batuan yang tidak padat
dan tidak kuat ikatan butirnya, sehingga mudah tererosi terutama
pada musim penghujan. Tumbuhan Yang Dapat Hidup Pada Kondisi
Geologis Gunung Bromo  Jamuju (Dacrycarpus imbricatus) Mentigi
(Vacinium varingaefolium) Edelwise (Anaphalis javanica) Cemara
(Casuarina junghuhniana) Akasia (accaccia decurens) Hewan Yang
Terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Terdapat sekitar
137 jenis burung, 22 jenis mamalia
Bromo merupakan salah satu gunung berapi strato tipe A dan
terletak di dalam Kaldera Tengger. Ini merupakan gunung berapi
termuda dalam jajaran di kaldera Tengger, seperti Gunung
Widodaren, Kursi, Segorowedi, dan Batok. Kaldera Tengger sendiri
berukuran 9 x 10 kilometer, dikelilingi oleh tebing curam dengan
ketinggian 50 sampai 500 meter. Jajaran gunung di dalam kaldera

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
27
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

dikelilingi oleh batuan vulkanik gunung Tengger Purba. Lantai kaldera


bagian utara tersusun oleh batuan pasir sementara bagian timur dan
selatan kaldera didominasi oleh rerumputan.
Batuan vulkanik yang menyusun dasar kaldera Bromo –
Tengger (pada lautan pasir) terdiri dari : pasir vulkanik yang
berukuran butir pasir kasar – kerikil, bom vulkanik, dan juga batu
apung. Komposisi pasir vulkanik dalam kaldera sebagian besar terdiri
dari : plagioklas, hornblende, piroksen, magnetit, dan sebagian kecil
zirkon dan kyanit

Batuan yang ditemukan di gunung bromo

3.6. CUACA/IKLIM

Gunung Bromo termasuk ke dalam daerah yang beriklim tropis


seperti di daerah Tengger dan daerah-daerah yang ada di Indonesia,
dengan curah hujan 2000 m/tahun dan suhu rata-rata harian 10°C-
20°C. Iklim di situ memiliki kondisi yang berbeda antara musim
penghujan dengan musim kemarau. Pada musim penghujan yang
terdapat antara bulan Nopember sampai dengan bulan Maret , terjadi
kelembapan udara rata-rata 80 % sehingga terasa sangat dingin,
Suhu udara berubah-ubah, tergantung ketinggian, antara 3° – 18°
Celsius. Sebaliknya pada musim kemarau yang terjadi antara bulan
April sampai bulan Oktober cuaca agak bersih dari kabut, tetapi
keadaan sering diganggu oleh debu yang bertebaran karena ditiup

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
28
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

angin kencang. Pada musim ini biasanya pada malam hari temperatur
terasa lebih dingin dibandingkan musim hujan. Mengenai kabut ini
bisa berubah setiap saat, siang hari pun dapat terjadi kabut yang
tebal dan suasana seperti malam hari.
Curah hujan berkembang didaerah tipe iklim Afa, Cfa dan Cw
(Koppen), tipe hujan A, B, C (Schmidt dan Ferguson) dengan curah
hujan tinggi antara 2500-7000 mm/tahun tanpa atau sampai dua
bulan kering.

3.7. PENGUNAAN LAHAN

Tanahnya berupa campuran tanah liat dan tanah padas yang


termasuk jenis andosol. Terdapat di lereng-lereng gunung api. Tekstur
batuan geluh berdebu. Struktur remah kelapisan bawah agak gumpal.
Warna agak coklat kekelabuan hingga hitam. Bahan induknya abu
atau tuff vulkan. Konsistensi gembur dan bersifat licin berminyak
(smeary), kadang-kadang berpadas lunak, agak asam, kejenuhan
basa tinggi dan daya absorpsi sedang, kelembabannyapun tinggi.
Porositas tanah sedang sampai tinggi. Permeabilitas sedang dan peka
terhadap erosi.. Kandungan bahan organik horison A adalah tinggi
antara 10-30%. Solum agak tebal (1-2 m). Reaksi tanah masam
sampai netral (pH 5,0-7,0). Keadaan tanah jenis tanah dan suhu
udara sangat menentukan keberadaan jenis tumbuhan yang dapat
tumbuh subur secara alami. Tumbuh-tumbuhan yang hidup didaerah
ini sangat beragam, mulai dari tanaman keras dan besar sampai ke
tanaman lunak dan tergolong kecil. Tanaman keras, seperti akasia,
cemara gunung, sedangkan tanaman lunak termasuk jenis sayuran
seperti kentang, kubis, wortel, jagung, ubi ketela, bawang putih,
bawang prei, sawi dan tomat

3.8. MATA PENCAHARIAN PENDUDUK

Mata Pencaharian Masyarakat Tengger ( di Gunung Bromo ) Suku

Tengger merupakan salah satu suku yang berada di jawa timur yang

tinggal di lereng-lereng pegunungan Terngger ( Taman Nasional Bromo

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
29
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Tengger Semeru ) mereka menempati sebagian wilayah Kabupaten

Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Malang.

Mata pencaharian mayoritas masyarakat daerah ini bertani. alat

transportasi mereka kebanyakan menggunakan kendaraan sepeda

motor bila hendak ke ladang atau berkebun. Jika tiba waktu panen,

barulah mereka menggunakan Transportasi jeep untuk mengangkut

hasil bertani tersebut. Hasil panen tidak disimpan di gudang atau rumah

mereka sendiri melainakan yang juga dibungkus dengan karung-karung

khusus dan ditaruh di tepian kebun. Hal ini untuk memudahkan

pelanggan pertama ke pasar. Gudang-gudang sederhana yang terbuat

dari papan kayu ini sering kali menjadi tempat tinggal pada saat musim

panen.

Asal Suku tengger sendiri pada dasarnya bermata pencaharian

petani hortikultura. Lahan yang digunakan adalah llereng-lereng

pegunungan yang ada di Gunung Tengger sendiri, Tempat ini tidak

digunakan untuk tempat bertanam padi. Pertanaian di Tengger ini cocok

untuk bertani tanaman sayur mayur dan ubi ubian. Kesuburan tanah

yang berada di lahan lereng-lereng perbukitan dengan kemiringan yang

terjal ini jura tidak luput dari kondisi gunung berapi aktif yaitu Gunung

bromo dan Gunung Semeru. Petani Tengger dalam beberapa tahun

terakhir sudah mulai mengganti dengan tanaman perdagangan, seperti

kentang , wortel, bawang daun, tomat, sawi, kol putih, kol merah dan

kembang kol. Mereka tidak perlu menjual ke luar desanya karena sudah

ada para pengepul yang datang dari Probolinggo, Pasuruan bahkan dari

Surabaya datang untuk membeli hasil pertanian dari Tengger.

Tanaman kentang pada umumnya bisa dipanen tiga kali dalam satu

tahun, terutama di kawasan yang subur dengan kondisi musim dan

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
30
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

cuaca yang baik. Sementara di dataran yang sangat sedikit potensi air

bawah tanah, ditambah dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung,

panen hanya bisa dilakukan dua kali dalam setahun. Tanah pertanian

yang berbukit-bukit curam, dengan kemiringan sampai lebih dari 45

derajat , diolah dengan sistem terasiring. Sistem ini memungkinkan,

petani suku Tengger melakukan usaha budidaya tanaman. Tidak ada

alat teknologi pertanian yang dipergunakan, selain cangkul dan sabit.

Orang-orang suku Tengger dikenal taat dengan aturan dan agama

Hindu. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari Majapahit.

Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang

diyakini sebagai asal usul nama Tengger, yaitu “Teng” akhiran nama

Roro An-”teng” dan “ger” akhiran nama dari Joko Se-”ger”.

Bagi suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai

gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara

Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura

yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke

puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga

dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan

kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.

Bahasa daerah yang digunakan Masyarakat Tengger dalam

kehidupan sehari-hari adalah bahasa Jawa Tengger, yakni bahasa Jawa

Kuno. Mereka tidak menggunakan tingkatan bahasa, berbeda dengan

bahasa Jawa yang dipakai pada umumnya memiliki beberapa tingkatan.

Tengger dikenal sebagai tanah hila-hila (suci) sejak jaman

Majapahit, para penghuninya dianggap sebagai abdi dibidang

keagamaan dari Sang Hyang Widi Wasa. Hingga kini Masyarakat masih

mewarisi tradisi Hindu sejak jaman kejayaan Majapahit. Agama Hindu di

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
31
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Bali dan di Tengger pada dasarnya sama yaitu Hindu Dharma, tetapi

Masyarakat Tengger tidak mengenal kasta, dan masih menganut tradisi

yang pernah berkembang pada jaman Majapahit.

Masyarakat Tengger kaya akan kepercayaan dan upacara adat,

diantaranya ialah:

Upacara Karo, yang merupakan hari raya terbesar masyarakat

Tengger. Masyarakat menyambutnya dengan penuh suka cita, mereka

mengenakan pakaian baru dan kadang perabotpun juga baru. Makanan

dan minumanpun melimpah. Tujuan penyelenggaraan upacara karo

adalah: Mengadakan pemujaan terhadap Sang Hyang Widi Wasa dan

menghormati leluhurnya, memperingati asal usul manusia, untuk

kembali pada kesucian

Upacara Kapat, jatuh pada bulan keempat (papat) menurut tahun

saka, bertujuan untuk memohon berkah keselamatan serta selamat

kiblat, yaitu pemujaan terhadap arah mata angin.

Upacara Kawulu, jatuh pada bulan kedelapan (wolu) tahun saka.

Pujan Kawolu sebagai penutupan megeng. Masyarakat mengirimkan

sesaji ke kepala desa, dengan tujuan untuk keselamatan bumi, air, api,

angin, matahari, bulan dan bintang.

Upacara Kasanga, jatuh pada bulan sembilan (sanga) tahun saka.

Masyarakat berkeliling desa dengan membunyikan kentongan dan

membawa obor. Upacara diawali oleh para wanita yang mengantarkan

sesaji ke rumah kepala desa, untuk dimantrai oleh pendeta. Selanjutnya

pendeta dan para sesepuh desa membentuk barisan, berjalan

mengelilingi desa. Tujuan upacara ini adalah memohon kepada Sang

Hyang Widi Wasa untuk keselamatan Masyarakat Tengger.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
32
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Upacara Kasada di Bromo, diadakan pada saat purnama bulan

Kasada (ke dua belas) tahun saka, upacara ini disebut juga sebagai Hari

Raya Kurban. Biasanya lima hari sebelum upacara Yadnya Kasada,

diadakan berbagai tontonan seperti; tari-tarian, balapan kuda di lautan

pasir, jalan santai, pameran. Masyarakat Tengger mendaki Wisata

Bromo untuk melempar Kurban (Sesaji) ke dalam kawah.

Upacara Unan-Unan, diadakan hanya setiap lima tahun sekali.

Tujuannya adalah untuk mengadakan penghormatan terhadap Roh

Leluhur. Dalam upacara ini selalu diadakan penyembelihan binatang

ternak yaitu Kerbau. Kepala Kerbau dan kulitnya diletakkan diatas ancak

besar yang terbuat dari bambu, diarak ke sanggar pamujan

II. LOKASI PEKERJAAN

3.1. SEJARAH LOKASI

Coban Trisula yang berjarak sekitar 35 km dari pusat Kota Malang

ini berada di desa Ngadas, kecamatan Poncokusumo, kabupaten

Malang. Selain dapat ditempuh melalui jalur Kota Malang, wisatawan

juga bisa berkunjung ke Coban Trisula dari Lumajang, Probolinggo dan

Pasuruan. Akan tetapi jarak tempuh yang paling dekat menuju Coban

Trisula yakni melalui Kota Malang.

Coban Trisula masih termasuk dalam kawasan perhutani yang

terletak di Blok Kali Lajing, Seksi Konservasi Wilayah III. Berbagai jenis

flora dan fauna dapat dinikmati di sini seperti satwa liar, burung

pekicau, beraneka ragam jenis pohon, anggrek, bermacam tumbuhan

hias, dan jenis epifit lain. Para pendaki biasanya menjadikan tempat ini

sebagai pelabuhan untuk menuju maupun setelah kunjungan dari

Gunung Semeru atau Gunung Bromo.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
33
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Alasan dinamakannya Coban Trisula sebab air terjun yang jatuh ke

sungai sebanyak tiga tingkatan. Keunikan yang dimiliki air terjun ini

sendiri yaitu memiliki tiga air terjun yang berdekatan di sepanjang aliran

Sungai Lajing. Berawal dari Coban Atas yakni yang paling atas, air

menurun kebawah menjadikan air terjun kedua Coban Tengah, dan

terakhir aliran air tersebut membentuk Coban Bawah dimana bagian ini

yang terletak paling bawah.

Untuk memasuki Coban Trisula ini biasanya tidak dipungut biaya

karena pengelolaannya yang berada di bawah Balai Besar Taman

Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS). Berjarak sekitar 700

meter dari jalan raya menuju Bromo dengan kondisi jalur yang masih

berliku serta jalan yang licin dan menurun. Selama perjalanan menuju

air terjun ini pengunjung bisa melihat keindahan hutan yang masih

sangat alami sambil menghirup udara segar pegunungan.

3.2. DATA INFORMASI

Coban Trisula merupakan air terjun yang berada di blok Kali Lajing,

Seksi Konservasi Wilayah III. Dinamakan Trisula karena air terjun itu

jatuh ke sungai sebanyak tiga tingkat, yaitu Coban Atas (air terjun

pertama dari curahan sungai/kali Lajing); dibawahnya berupa Coban

Tengah (air terjun kedua yang bersumber dari aliran air terjun pertama,

di bawahnya terdapat kolam), dan Coban Bawah (air terjun

ketiga,bersumber dari aliran Coban Tengah).

Untuk Coban Bawah memiliki ketinggian sekitar 11 m dan letaknya

agak tersembunyi. Sedangkan Coban Tengah tidak lah setinggi Coban

Bawah hanya 2,5 m. Di bawahnya terdapat tiga kolam penampungan

air. Adapun Coban Atas merupakan air terjun utama dengan ketinggian

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
34
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

sekitar 35 m. Untuk mencapainya harus mendaki bukit bukit yang

cukup terjal.

3.2. LUAS DAN KONDISI GEOGRAFI

Wanawisata Coban Trisula secara administratif terletak di Desa

Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kecamatan

Poncokusumo terletak di kawasan timur Kabupaten Malang, dan

sebagian wilayahnya merupakan kawasan TNBTS (Taman Nasional

Bromo Tengger Semeru). Berjarak sekitar 35 km dari pusat Kota Malang

dan memakan waktu perjalanan 1,5 jam dengan kendaraan bermotor.

Selain dari Kota Malang, Coban Trisula dapat juga ditempuh dari

Pasuruan, Lumajang maupun Probolinggo. Tetapi bila hanya untuk

mengunjungi Coban Trisula akan lebih dekat bila ditempuh dari Kota

Malang. Coban Trisula masih termasuk kawasan Perhutani yang berada

di Blok Kali Lajing, Seksi Konservasi Wilayah III. Adapun fauna dan flora

yang dapat dinikmati antara lain berbagai burung pekicau dan satwa

liar. Selain berbagai jenis pohon, ada beraneka tumbuhan hias seperti

palem, lian, anggrek dan jenis epifit lainnya.

Biasanya Coban Trisula ini dijadikan persinggahan para pendaki

yang menuju maupun pulang dari Gunung Bromo atau Gunung

Semeru. Air terjun ini hanya sekitar setengah jam perjalanan dari pos

Ranupani, jadi sayang bila Anda melewatkan tempat wisata ini saat

turun menuju Tumpang. Untuk mencapai air terjun ini bisa mengikuti

arah menuju Coban Pelangi. Sesampainya di pintu masuk Coban

Pelangi, perjalanan masih dilanjutkan ke atas sekitar 1,5 km untuk

sampai di pintu masuk Coban Trisula. Letaknya di sebelah kiri jalan bila

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
35
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

berangkat dari Kota Malang. Bagi yang menggunakan kendaraan umum,

dari Kota Malang bisa naik angkutan pedesaan jurusan TA (Tumpang-

Arjosari). Dari Tumpang tidak angkutan umum untuk menuju coban,

hanya ada sarana angkutan ojek dengan biaya sekitar Rp 14 ribu untuk

sampai lokasi.

Dinamakan Coban Trisula karena air terjun itu jatuh ke sungai tiga

tingkat. Sehingga air terjun ini memiliki keunikan tersendiri yakni

memiliki tiga air terjun yang berdekatan di sepanjang aliran Sungai

Lajing. Dimulai dari Coban Atas yang berada paling atas, kemudian air

turun membentuk Coban Tengah air terjun kedua, dan aliran turun lagi

membentuk Coban Bawah yang terletak paling bawah. Penggelolaannya

berada di bawah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

(BBTN BTS). Selain Coban Trisula masih terdapat coban yang termasuk

kawasan TN BTS yaitu Coban Tirtowening dan Coban Ranupani. Untuk

memasuki Coban Trisula ini biasanya tidak dipungut biaya masuk.

Dari jalan raya menuju Bromo, letak Coban Trisula ini hanya

berjarak sekitar 700 meter dengan kondisi jalan yang licin dan menurun.

Jalan itu berupa tangga-tangga yang sudah dihotmix tetapi agak sempit.

Jalurnya berliku-liku, dan terdapat sebuah persimpangan di awal jalan

tersebut. Selama perjalanan pengunjung bisa melihat panorama hutan

yang alami sambil menghirup sejuknya udara pegunungan. Sekitar 15

menit berjalan kita akan menemui air terjun kedua, yaitu air terjun

dengan ketinggian sekitar 2,5 m dengan tiga buah kolam alam besar

yang menampung aliran air Kali Lajing. Di bawahnya terdapat tiga

kolam penampungan air. Di Coban yang tengah ini, Anda akan

disuguhkan dengan keindahan air terjun yang tidak terlalu tinggi,

namun terpecah menjadi beberapa air terjun kecil.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
36
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Sedangkan untuk menuju coban yang paling atas, pengunjung bisa

berjalan di sebuah jalan setapak yang terletak di samping kiri coban

tengah ini. Pengunjung harus mendaki bukit kecil dan cukup terjal yang

ditumbuhi pepohonan tropis dengan akar-akarnya yang dapat dijadikan

pegangan. Air terjun ini sangat indah, dari atas air terjun akan terpecah

di tengah-tengahnya. Air terjun pertama ini tingginya sekitar 35 meter.

Berbeda dengan air terjun pertama dan kedua, air terjun ketiga lebih

tersembunyi letaknya. Untuk mencapainya kita harus kembali menuruni

bebatuan licin dan terjal. Keindahan air terjun ketiga ini juga tak kalah

menarik. Air terjun paling bawah itu hanya setinggi 11 meter tapi

terlihat indah juga. Coban ini tidak terlalu tinggi, alirannya utuh seperti

umumnya air terjun lain yang sering kita jumpai.

Di setiap coban ada obyek yang bersejarah yaitu di coban bawah

terdapat sebuah batu tugu, batu meja kecil, dan bukit menyerupai

kubah. Sedangkan di coban tengah terdapat batu meja besar dan tebing

batu, dan terdapat batu pintu dan tebing batu di coban bagian atas.

Semua obyek-obyek tersebut memiliki legendanya masing-masing.

Sayangnya Coban Trisula belum dilengkapi sarana dan prasarana yang

memadai. Sampai saat ini Coban Trisula baru tiga kali pembangunan,

yaitu perbaikan jalan, loket dan toilet. Di kawasan Coban Trisula ini bisa

juga untuk kegiatan seperti camping dan out bond. Untuk tarifnya sudah

ada ketentuan sendiri dari BBTN BTS, melihat jenis dan lama kegiatan

diselenggarakan. (Dirangkum dari berbagai sumber)

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
37
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

BAB IV

PENDEKATAN DAN METODOLOGI

4.1. PENDEKATAN

Penanganan pelaksanaan pekerjaan perancangan akandibuat seoptimal

mungkin dengan mempertimbangkan faktor-faktor ekonomis, luwes,

nyaman dan fungsional. Selain itu juga mempertimbangkan efisiensi

pelaksanaan pembangunan, penggunaan maupun pemeliharaan.

4.2. METODE PERENCANAAN

Untuk menghasilkan produk pekerjaan yang baik dan berkwalitas maka

Tim Konsultan akan menerapkan metode pekerjaan berupa “design-

sistimatis” yakni:

FEED-BACK FEED-BACK FEED-BACK

DATA ANALISIS SINTESIS EVALUASI

Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4


BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
38
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Tahap 1 DATA

Data yang dibutuhkan pada saat ini adalah Gambar Hasil survey lokasi.

Data ini merupakan hal yang mutlak harus ada. Tim Konsultan akan

melihat kembali ketika jam wisata memuncak untuk melihat berapa

banyak kuda yang akan parker di area tersebut. Dengan mempelajari

lokasi Eksisting akan diperoleh gambaran awal bagaimana Bangunan

Gedung ini direncanakan. Setelah data lokasi Eksisting diperoleh,

dilakukan survey awal berupa mempelajari rencana-rencana yang akan

dilakukan. Perencanaan ini dapat berupa pengembangan struktur,

pengembangan dan perencanaan tampak/desain, dll. Survey ini

dilaksanakan secara detail dengan merekam semua rencana desain.

Setelah survey awal dilaksanakann, berdasarkan data survey awal

dilaksakan survey terstruktur.

Survey terstruktur dilaksnakan sesuai dengan lingkup pekerjaan.

- Survey Kondisi Tanah

a. Dengan melihat kondisi tanah yang akan dibangun sehingga bisa

mengelompokkan apakah tanah tersebut merupakan tanah keras,

berpasir ataupun tanah lunak. Hal ini sangat penting karena tanah

merupakan konstruksi paling bawah dari sebuah bangunan

b. Melihat kondisi kontur tanah, Aplikasi lebih lanjut dari garis kontur

adalah untuk memberikan informasi slope (kemiringan tanah rata-

rata), irisan profil memanjang atau melintang permukaan tanah

terhadap jalur proyek (bangunan) dan perhitungan galian serta

timbunan (cut and fill) permukaan tanah asli terhadap ketinggian

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
39
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

vertikal garis atau bangunan. Garis kontur dapat dibentuk dengan

membuat proyeksi tegak garis-garis perpotongan bidang mendatar

dengan permukaan bumi ke bidang mendatar peta. Karena peta

umumnya dibuat dengan skala tertentu, maka untuk garis kontur

ini juga akan mengalami pengecilan sesuai skala peta. Dengan

diketahui kontur tanah lokasi tersebut maka akan mempermudah

untuk menentukan timbunan dan galian agar bangunan tersebut

sesuai dengan desain dan usulan-usulan

c. Melihat kondisi sekitar area yang akan dibangun, hal ini berguna

untuk membuat atau menentukan material yang akan digunakan.

Melihat kondisi sekitar lokasi banyak ditemukan batu-batu gunung

sehingga akan direncanakan menggunakan batu gunung untuk

membuat pasangan dinding. Selain itu, dengan melihat kesulitan

medan lokasi pembangunan bisa menentukan harga satuan

pekerjaan, hal ini akan berbeda dengan harga satuan pekerjaan di

daerah kota-kota karena di daerah tersebut di atas diperlukan

pengangkutan material secara manual dengan kondisi jalan yang

naik.

Data-data yang diperoleh dikaji secara spasial dan komprehensif dan

selanjutnya dikompilasikan dan bila mungkin di tabulasikan. Data-data ini

merupakan fresh-data yang akan dianalisis pada Tahap 2.

Tahap 2 ANALISIS

Dalam tahap ini, tenaga ahli yang telah direkrut dan di tugaskan akan

melaksanakan kajian baik teoritis maupun perhitungan. Kajian dapat

berupa kajian sederhana ataupun kajian mendalam. Misalnya dalam

penetapan harga satuan pekerjaan. Dimana pada pekerjaan ini harga

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
40
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

satuan pekerjaan perlu adanya tambahan mobilisasi atau pengangkutan

material ke lokasi pekerjaan. Menganalisis item pekerjaan yang akan

direncanakan agar pekerjaan menjadi hemat, kuat, bermutu dan bagus

Semua data analisa akan diproses dengan melakukan perhitungan sampai

menemukan berapa harga dan item pekerjaan yang sesuai dengan data

survey lokasi. Dalam tahap analisis akan terjadi usulan-usulan terhadap

item-item pekerjaan yang wajib ada dan item item pekerjaan yang bisa

dihapus. Team leader akan melakukan survey ke toko-toko bangunan

sekitar area kerja guna menetukan harga bahan yang sesuai dengan

pasaran, dalam menentukan harga bahan banyak pihak yang akan

diikutsertakan.

Apabila dalam tahap analisis ini terjadi stagnan dan diperlukan data-data

tambahan maka dilkasankanlah prosedur feet-back. Feet-back adalah

proses untuk memenuhi kekurangan-kekurang yang ada pada saat survey

yaitu dengan melakukan resurvey sesuai kebutuhan analisis data.

Tahap 3 SINTESA

Tahap 3 ini, diharapkan hasil dari setiap unsur pekerjaan sudah ada

sebagai berikut:

- Spesifikasi material bahan bangunan yang akan dipakai

- Ukuran-ukuran dan bentuk dari bangunan yang akan

direncanakan

- Harga satuan pekerjaan yang sudah sesuai dengan kondisi lokasi

pekerjaan tersebut

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
41
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

Dengan data-data ini, prosedur sintesa dilakukan kedalam gambar

bangunan. Semua system usulan di plot kedalam drawings dan dikaji

kembali secara keseluruhan.

Bila dalam proses sintesa terdapat kesalahan atau tidak sinkron data

dengan aplikasinya, maka dilakukan feetback ke Tahap Analisis. Hal-hal

yang tidak sinkron di analisis kembali sampai ketemu dengan hasil.

Tahap 4 EVALUASI

Tahap evaluasi adalah tahap dimana semua hasil sintesis telah terplot

kedalam gambar rencana. Tahap evaluasi adalah melakkan ujicoba

keseluruhan. Dengan mengsimulasikan semua data yang sudah dianalisa

BAB V

LAMPIRAN SURVEY

5.1 WILAYAH TRISULA

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
42
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

BAB VI

PENUTUP

5.1. KESIMPULAN

Dengan melihat kondisi lokasi pekerjaan yang sangat ektrim sehingga

akan mempengaruhi beberapa hal sebagai berikut

a. Harga pada item mobilisasi akan tinggi, karena kondisi lapangan

yang ektrim dimana material harus diangkut secara manual dengan

tenaga manusia ke lokasi proyek.

b. Waktu pekerjaan lebih lama, karena tingkat kesulitan pekerjaan

cukup tinggi selain itu, pengaruh lainya adalah kondisi suhu dan

cuaca yang ektrim sehingga perlu adanya pekerja atau tukang

khusus yang sudah terbiasa dengan kondisi geologi di gunung

bromo, selain cuaca dan suhu faktor lain yang akan mengakibatkan

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
43
LAPORAN PENDAHULUAN
CV. INDO AZKA KONSULTAN

pekerjaan menjadi lama adalah keseterdiaan material dilapangan,

sehingga pelaksana harus membuat schedule material yang baik

5.2. SARAN

a. Konsultan Perencana akan selalu berusaha sebaik-baiknya

dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan dokumen -

dokumen tersebut dan kaidah-kaidah yang bisa diterima.

Tetapi dukungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan team

teknis Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

(BBTNBTS) sangat diperlukan untuk keberhasilan tugas

Konsultan Perencana dalam mewujudkan proyek tersebut

agar bisa berjalan baik dan sesuai dengan rencana.

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN BERUPA JASA PERENCANAAN RENOVASI TOILET COBAN TRISULA
44