Anda di halaman 1dari 2

Nama : Yuda Puspita Ningrum

D3 Keperawatan Semester 3

1. Menginang Menurut Masyarakat


Tradisi basirih atau menginang (makan pinang) adalah warisan budaya Indonesia, menurut
masayarakat makan sirih sering disebut dengan istilah menginang. Menginang adalah warisan
budaya yang dilakukan dan di wariskan secara turun-temurun di dalam masyarakat yang
akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Menginang dulunya dilakukan oleh semua kalangan baik di
desa maupun perkotaan tanpa mengenal status sosial dan umumnya dulakukan oleh kalangan
kaum muda di dalam lingkup pergaulan, dimana saat mereka berkumpul di situ pasti akan
melakukan kegiatan nginang, hal inilah yang membuat nginang dapat berkembang dalam
kehidupan masyarakat. Kebiasaan menginang telah berlangsung lama , yaitu lebih dari 3000
tahun yang lampau atau pada zaman Neolitik, hingga saat ini, sirih pinang telah menjadi suatu
symbol bagi masyarakat. Menginang mempuyai aspek aspek sosial, nginang digunakan sebagai
sarana berinteraksi oleh masyarakat, nginang dijadikan sebagai suguhan khusus sebagai
penghormatan kepada tamu-tamu yang berkunjung ke rumah mereka dan juga sebagai juga
sebagai penghormatan kepada para tamu undangan dalam acara-acara adat seperti pernikahan
dan khitanan.

2. Menginang Menurut Medis


Menginang atau basirih adalah mengunyah bahan-bahan bersirih seperti pinang, sirih,
gambir, tembakau, kapur, cengkeh. Menginang menurut medis mempunyai manfaat yaitu:
1. Menginang menguatkan gigi
2. Menginang untuk menjaga dan merawat kesehatan mulut dan gigi juga digunakan
sebagai pengganti kebiasaan merokok
3. Mencegah bau mulut
4. Sepah kucuran pinang mengandung bahan antibiotic berfungsi untuk mengobati luka.
Tetapi jika menginang ini terlalu sering dilakukan maka juga mempunyai dampak
negatif, International Agency for Research on Cancer menyebutkan bahwa menginang
bersifat karsinogenik bagi manusia yang kemudia dikaitkan dengan onset awal
terbentuknya tumor dan menjadi keganasan.
3. Penatalaksanaa Menginang
Cara untuk meramu ramuan menginang, langkah pertama untuk meramu yaitu mengoleskan
kapur sirih diatas permukaan daun sirih, kemudian taruh potongan gambir dan biji pinang
didalam daun sirih yang sudah diolesi kapur sirih tadi, lalu lipat daun sirih sampai gambir
dan biji pinang tertutup kemudian dikunyah, langkah terakhir yaitu menyusur. Menyusur
adalah membersihakn gigi dari kotoran-kotoran akibat menginang dengan cara
menggosokkan tembakau pada gigi setelah digosokkan tembakau tersebut diselipkan didalam
pipi sebelah kiri atau kanan untuk hisap-hisap.

4. Strategi
Menginang menurut saya dimodifikasi saja karena dimasyarakat sangat bermanfaat salah
satunya untuk mengurangi seseorang yang kecanduan merokok, tetapi disini kita modifikasi
yaitu pada pola pikir masyarakat yang sudah terbiasa menginang dan sangat sering, karena
menginang juga mempunya dampak negatif jika terlalu sering, jadi yang dimodifikasi adalah
pola pikirnya masyarakat mengenai menginang agar tidak salah dalam melakukan nginang
yang terlalu sering.