Anda di halaman 1dari 18

Makalah

“Akuntansi Transaksi Transfer”

Disusun oleh :
Febriyani Sarwindah 2018310218

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA

Jl. Nginden Semolo No. 34-36, Ngenden Jangkungan, Kec. Sukolilo,

Kota Surabaya, Jawa Timur 60118

2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat llah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Akuntansi Makalah Transfer
ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Ibu Yulian
Belinda Ambarwati, S.E.,MM pada mata kuliah Lab Akuntansi Perbankan. Selain itu, makalah
ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Akuntansi Makalah Transfer bagi para
pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yulian Belinda mbarwati, S.E., MM selaku
dosen pengajar mata kuliah Lab Akuntansi Perbankan yang telah memberikan tugas ini sehingga
dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari, makalah yang
saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
akan saya nantikan demi kesempurnaa makalah ini.

Pacitan, 1 April 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN.........................................................................................................1

Latar Belakang........................................................................................................................1

Rumusan Masalah..................................................................................................................1

Tujuan.....................................................................................................................................2

BAB 2 PEMBAHASAN............................................................................................................3

Pengertian Transfer................................................................................................................3

Macam-macam Transfer.........................................................................................................4

Pihak-pihak yang Terkait dalam Transfer..............................................................................7

Prosedur Transfer...................................................................................................................8

Kegiatan Pengiriman Uang dan Prinsip Mengenal Nasabah/Know Your Customer (KYC)...9

Kelebihan dan Kekurangan Transfer....................................................................................11

BAB 3 PENUTUP....................................................................................................................13

Kesimpulan...........................................................................................................................13

Saran.....................................................................................................................................13

BAB 1 ii
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Industri perbankan saat ini terus berkembang dengan pesat. Hal ini menimbulkan
persaingan yang ketat dalam industri perbankan di Indonesia. Melihat dari sejarahnya, perbankan
Indonesia telah mengalami perubahan orientasi sejak terjadi deregulasi dan liberalisasi keuangan
di Indonesia, yang sebelumnya sangat represif. Sebelum tahun 1980-an, bank-bank masih
merupakan lembaga yang berorientasi pada produk serta pelayanannya masih tradisonal.
Berbeda dengan kondisi setelah Paket Kebijakan Juni 1983, bank telah tumbuh spektakuler baik
menyangkut jumlah bank, cabang bank, maupun jumlah produk/jasa yang ditawarkan ditunjang
pelayanannya yang modern. Persaingan antara bank menjadi semakin tajam baik pada level
inovasi produk, level harga termasuk bunga maupun pelayanannya.
Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat
disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,
menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan
dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan
pendukung. Salah satu produk yang ditawarkan industri perbankan saat ini adalah transfer atau
jasa pengiriman uang. Transfer memberikan kemudahan bagi nasabah bank untuk berbagai
transaksi seperti pembayaran, perdagangan jarak jauh, dan transaksi yang lain. Selain itu, pihak
bank juga akan mendapat keuntungan seperti pendapatan komisi transfer dan sarana promosi.
Namun, pengelolaan jasa transfer juga harus ada beberapa prinsip karena di dalamnya terdapat
beberapa risiko.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan transfer?
2. Apa saja macam-macam dari transfer?
3. Siapa pihak-pihak yang terkait didalam transfer?
4. Bagaimana prosedur transfer?
5. Bagaimana proses kegiatan pengiriman uang dan prinsip mengenal nasabah/Know
Your Customer (KYC)
6. Apa saja kelebihan dan kekurangan transfer?

C. Tujuan
1
1. Untuk mengetahui apa itu transfer
2. Untuk mengetahui macam-macam dari transfer
3. Untuk mengetahui pihak-pihak yang terkait didalam transfer
4. Untuk mengetahui prosedur transfer
5. Untuk mengetahui proses kegiatan pengiriman uang dan prinsip mengenal
nasabah/Know Your Customer (KYC)
6. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan tranfer

BAB 2
2
PEMBAHASAN
A. Pengertian Transfer

Menurut Taswan (2008), transfer atau jasa pengiriman uang adalah kegiatan yang
dilakukan oleh penyelenggara pengiriman uang untuk melakukan perintah tidak bersyarat dari
pengirim kepada penyelenggara pengiriman uang untuk mengirim uang kepada penerima uang.
Sedangkan menurut Lukman Dendawijaya (2001) transfer adalah jasa yang diberikan bank
dalam pengiriman uang antar bank atas permintaan pihak ketiga yang ditunjuk kepada
penerima ditempat lain. Taswan menyebutkan adanya penyelenggara pengiriman uang, yang
dimaksud dalam hal ini bisa perorangan, badan usaha berbadan hukum, dan badan usaha tidak
berbadan hukum di Indonesia yang bertindak sebagai agen pengirim dan/atau agen penerima
pengiriman uang.
Pengiriman uang (transfer) merupakan salah satu jasa dalam dunia perbankan yang
banyak digunakan oleh masayarakat. Penggunaannya bermacam-macam, baik dilakukan melalui
surat kawat maupun secara tertulis. Karena transfer biasa dilakukan didalam negeri maupun
diluar negeri yang dapat dilaksanakan dalam bentuk valuta asing maupun dalam bentuk rupiah.
Dengan kata lain transfer merupakan suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah
dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan
seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer. Baik transfer uang keluar atau masuk akan
mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu
cabang mendebet cabang lain mengkredit. Transfer merupakan jasa pengiriman uang baik antar
bank yang sama ataupun kepada Bank yang berbeda. Jasa transfer dapat dibuat di dalam wilayah
yang sama, ke daerah lain maupun ke luar negeri. Dari pengertian di atas, dapat diidentifikasi
pihak-pihak yang terlibat dalam transfer, yaitu:
1. Nasabah, yaitu sebagai pihak pemilik dana (pengirim) atau penerima dana yang akan
memindahkan dananya/menerima sejumlah dana dari pihak pengirim melalui jasa
pengiriman uang.
2. Bank penarik (Drawer bank), yaitu bank pelau transfer atau bank yang menerima dana
dan amanat dari nasabah untuk ditransfer kepada bank tertarik (drawee) yang kemudian
diserahkan kepada penerima dana.
3. Bank tertarik (Drawee bank), yaitu bank yang menerima transfer masuk dari drawer
bank untuk diteruskan/dibayarkan kepada penerima (beneficiary). 3
4. Penerima dana (beneficiary) adalah pihak yang berhak menerima transfer dari drawee
bank
Kegiatan transfer akan memberikan manfaat bagi bank yaitu adanya pengendapan dana
terutama transfer yang dilaksanakan tidak pada hari yang sama, memberikan pendapatan jasa
transfer dan bisa digunakan sebagai sarana promosi. Umumnya diberikan kepada nasabah berupa
pembebasan biaya transfer, sedangkan nonnasabah akan ditentukan berdasarkan nilai
transfernya. Selanjutnya, ada beberapa manfaat dari transfer untuk nasabah, yaitu :
1.    Kelancaran transaksi perdagangan
2.    Kemudahan transaksi pembayaran
3.    Keamanan nasabah lebih terjamin
B. Macam-Macam Transfer

Berdasarkan lalu lintas dananya, transfer dibedakan menjadi dua:


1. Transfer Keluar
Adalah salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas
pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar (transfer keluar). Media untuk melakukan
transfer ini adalah dengan secara tertulis (Mail Transfer) ataupun melalui surat kawat (Wire
Transfer). Keuntungan bagi bank yang melakukan transfer keluar adalah sebagai sarana untuk
menciptakan pendapatan dalam bentuk komisi, peningkatan pelayanan kepada para nasabah,
peningkatan pangsa pasar bank, dan segi promosi lainnya. Pengiriman oleh bank dilakukan
dengan cara memerintahkan cabang lain untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada
beneficiary (orang yang berhak menerima transfer) yang berdomisili di kota tertentu, dengan
demikian terjadi hubungan antar kantor antar cabang pemberi amanat dan pembayar transfer.
Pembatalan transfer keluar hanya bisa dilakukan apabila transfer keluar belum dibayarkan
kepada si peneriama uang, untuk itu bank pemberi amanat harus memberi perintah “Stop
Payment” kepada cabang pembayar. Pembayaran pembatalan ini baru dapat dilakukan oleh bank
pemberi amanat apabila telah terima berita konfirmasi dari bank pembayar bahwa memang
transfer yang dimaksud belum dibayarkan.
2. Transfer Masuk
Selain transfer keluar juga ada transfer masuk dimana bank menerima amanat dari salah
satu cabang untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang (beneficiary). Dalam hal ini bank
4
pembayar akan membukukan hasil transfer kepada rekening nasabah beneficiary bila ia memiliki
rekening di bank pembayar. Dalam hal transfer masuk ditujukan kepada bukan nasabah bank
pembayar, hasil transfer akan ditampung dalam rekening “ Hasil Transfer Yang dapat Dibayar “.
Rekening ini akan tetap outstanding hingga hasil transfer dibayarkan kepada beneficiary.
Transfer masuk dikenakan lagi komisi sebab kepada nasabah si pemberi amanat telah
dibebankan komisi pada saat memberikan amanat transfer. Keuntungan yang diharapkan adalah
dari lamanya dana yang mengendap: yaitu selisih waktu antara penerima perintah untuk
membayar hingga hasil transfer dibayarkan. Seperti halnya transfer keluar, transfer masukpun
dapat terjadi pembatalan. Jika terjadi pembatalan hal pertama yang harus dilakukan adalah
memeriksa apakah hasil transfer telah dibayarkan kepada beneficiary. Bila ternyata belum akan
diblokir dan dibatalkan untuk kemudian dikembalikan kepada cabang pemberi amanat melalui
pemindah-bukuan. Khusus transfer masuk kepada nasabah yang langsung dimasukkan kedalam
rekening yang bersangkutan, tidak dapat dibatalkan karena etis perbankan tidak dapat
mengurangi tau mendebit rekening seseorang tanpa persetujuan si pemilik rekening yang
bersangkutan. Pembatalan transfer masuk hanya dapat dilakukan apabila transfer dibayarkan
yang lazim dilakukan pada beneficiary yang bukan nasabah bank.
Menurut Malayu S.P Hasibuan (2001:125-126) dilihat dari alat/sarana pemberitahuan
yang digunakan, transfer dibedakan menjadi:
1. Pengiriman uang dengan surat , pengiriman uang dengan surat (Mail Transfer- MT)
diartikan jika bank pengirim mengirimkan perintah membayar (payment order) kepada
pembayar (paying bank) dilakukan dengan surat yang dikirim melalui pos atau
perusahaan curier service nasional atau internasional.
2. Pengiriman uang dengan wesel (wesel cek), bank pengirim menerbitkan cek bank atas
nama/unjuk untuk nasabah yang dapat dicairkan pada kantor cabang bank pengirim yang
telah ditentukan. Bank pengirim baru menerbitkan cek bank setelah nasabah menyetorkan
secara efektif uang senilai nominal cek bank. Cek bank bisa dibawa sendiri atau
dikirimkan kepada penerimanya. Transfer dengan wesel pelaksanaanya sama dengan cek
bank.
3. Pengiriman uang dengan telex atau telegram (TT), bank pengirim mengirimkan perintah
membayar kepada bank pembayar dengan telex atau telegram. Biaya pengiriman
5
biasanya di tanggung oleh si pengirimnya.
4. Transfer dengan faksimili, bank pengirim mengirimkan perintah membayar kepada bank
pembayar dengan faximili. Pengiriman dengan faximili lebih terjamin karena perintah
membayarnya diterima tertulis seperti aslinya (fotocopynya). Transfer dengan faximili
relative cepat sampai, cuma biasanya lebih mahal dan biasanya dilakukan antar kantor
cabang.
5. Transfer dengan buku tabungan atau ATM, bank pengirim mengharuskan penerimanya
membuka buku tabungan dan ATM nya pada bank pengirim. Bank pengirim haruslah
bank yang telah terkomputerisasi dan online. Uang yang akan dikirim disetorkan pada
buku tabungan saja dan pencairannya dengan ATM nya ditempat/ kota lain.
Menurut P.Suhardi (2001:8): Dilihat dari mata uang yang digunakan transfer dibedakan
menjadi:
1. Transfer dalam rupiah adalah transfer masuk maupun transfer keluar berupa rupiah.
Pencairan transfer rupiah tergantung pada permintaan nasabah penerima transfer itu,
dapat dilakukan secara tunai atau pemindah-bukuan kepada nasabah bank lain.
2. Transfer dalam valuta asing adalah transfer masuk atau transfer keluar berupa uang
valuta asing dan harus dikurskan. Transfer masuk dengan kurs beli dan transfer keluar
dengan kurs jual. Saat itu transfer valuta asing hampir sama dengan transfer rupiah,
perbedaannya transfer valuta asing harus terlebih dahulu dikurskan kepada rupiah.
Menurut P.Suhardi (2001:8): Dilihat dari tempat yang dituju transfer dibedakan menjadi:
1. Transfer dalam negeri adalah transfer dimana wilayah atau tempat penerima transfer
masih berada dalam negara yang sama dengan pengirim transfer valuta yang digunakan
biasanya dalam valuta sendiri yaitu valuta rupiah.
2. Transfer luar negeri adalah dimana wilayah atau tempat penerima. Transfer dengan
pengirim uang berada ditempat yang berbeda. Valuta yang dipergunakan biasanya valuta
asing. Bila pembayaran untuk pengiriman uang ini dalam rupiah maka harus dibuat
kontrak jual (sales contract) mata uang yang diinginkan.
Berdasarkan mekanisme pelaksanaannya, transfer dibedakan sebagai berikut:
1. Transfer melalui Bank Indonesia
2. Transfer melalui Bank Lain
6
3. Transfer melalui cabang Bank sendiri
Jenis transfer berdasarkan kepentingan pihak pemakai jasa:
1. Transfer untuk kepentingan debitur
2. Transfer untuk kepentingan non debitur
3. Transfer untuk kepentingan bagian-bagian dalam Bank itu sendiri
Jenis transfer berdasarkan setoran dananya:
1. Debet rekening Giro/Tabungan/Deposito
2. Kas/tunai
3. Setoran Kliring
4. Hasil Inkaso
Ada 2 jenis transfer/kiriman uang ke Bank lain, yaitu;
1. RTGS adalah transfer ke Bank lain dari nominal Rp 1 s/d tak terbatas, yang waktu
kirimnya sampai hari itu juga, (bisa sampai 1 s/d 5 jam). Biayanya sekitar 20 rb-50 ribu
tergantung Banknya). Waktunya mulai jam buka Bank sampai 14.00 atau 15.00
(tergantung banknya).
2. Kliring LLG Kredit adalah transfer ke Bank lain dari nominal Rp 1 s/d < Rp
100.000.000, (Untuk nominal ≥ Rp100.000.000 tidak bisa menggunakan kliring LLG
tapi harus memakai RTGS) yang waktu kirimnya sampai 1 hari sampai seminggu,
( Biayanya sekitar 5ribu -15 ribu tergantung Banknya). Waktunya mulai jam buka Bank
sampai tutup Layanan (tergantung banknya). Untuk layanan Kliring bisa juga lewat
ATM , jadi tidak usah dateng ke Banknya, tapi syarat dan ketentuan berlaku.

C. Pihak-pihak yang Terkait dalam Transfer


Menurut Taswan (2005:271-272): Pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi transfer
adalah:
1. Nasabah yaitu sebagai pihak pemilik dana (pengirim/penerima) dan yang akan
memindahkan dananya/menerima sejumlah dana dari pihak pengirim melalui jasa
pengiriman uang.
2. Bank penarik atau drawer bank yaitu bank pelaku transfer/bank yang menerima dana
dan amanat dari nasabah untuk di transfer kepada drawer atau bank tertarik yang
kemudian diserahkan kepada penerima dana (beneficiary)
7
3. Bank tertarik (drawee bank) yaitu bank yang menerima transfer masuk dari drawer
bank untuk diteruskan atau dibayarkan kepada penerima (beneficiary)
4. Beneficiary adalah pihak akhir yang berhak menerima dana transfer dari drawee bank.
D. Prosedur Transfer
1.      Jika seseorang ingin melakukan transfer bank, ia mengunjungi sebuah bank dan bank
memberikan bentuk yang seseorang diharuskan untuk menyerahkan dengan rincian
yang tepat untuk banknya. 
2.      Sementara membuat transfer bank Anda harus memiliki rincian sebagai berikut:
Nama Bank :
Nama Penerima Pembayaran :
Urutkan Kode :
Nomor Rekening :
IBAN :
SWIFT :
3.      Transfer Bank biasanya memakan waktu 3-4 hari untuk mencerminkan jumlah dalam
account penerima pembayaran itu. Namun, beberapa bank memiliki sistem pengolahan
yang cepat dan jumlahnya ditransfer hari yang sama.
4.      Sementara membuat transfer bank, kita harus selalu memasukkan nomor referensi
yang tepat untuk membantu Penerima Pembayaran menemukan account.
Beberapa Bank tidak menyediakan formulir online dari mana transfer bank online dapat dibuat
dari satu entitas ke entitas lain.
1.      Sortir Kode: Urutkan Kode adalah nomor yang ditetapkan untuk tujuan internal untuk
cabang tertentu dari bank. Urutkan Kode digunakan karena tidak selalu layak untuk
menuliskan alamat lengkap bank. Kode Sort berbeda dari cabang ke cabang. Kode
Urutkan terdiri dari 6 karakter dengan tiga pasang dan tanda hubung di antara
keduanya. Kode Urutkan terlihat seperti ini: 45-67-89.
2.      IBAN : singkatan dari “Nomor Rekening Bank Internasional”. Hal ini diperlukan saat
melakukan transfer bank internasional. IBAN adalah campuran dari Swift Code, Sort
Code, dan Nomor Rekening. Jika Anda melakukan transfer dana elektronik, maka
8
tidak boleh ada spasi di IBAN. United Kingdom rekening biasanya berisi 22 karakter
dalam sebuah IBAN.
3.      Swift Code: singkatan dari istilah SWIFT untuk “Society for Worldwide Interbank
Financial Telekomunikasi” ISO menyetujui Kode Swift yang merupakan format
standar Bank Kode Identifier. Swift Code adalah kode unik untuk sebuah bank
tertentu. Swift Code berisi empat huruf pertama dari nama bank, dua huruf dari nama
negara dan nomor unik lain yang disediakan oleh ISO. Rincian bank transfer eUKhost
disertakan dengan Faktur yang dikirim ke alamat yang terdaftar email klien.
Sementara membuat transfer bank di rekening bank eUKhost pastikan untuk
menyertakan nama perusahaan Anda atau Faktur Nomor sebagai Referensi. Ini
membantu kita untuk menemukan pembayaran dengan mudah dan melakukan
pembukuan dengan benar.
E. Kegiatan Pengiriman Uang dan Prinsip Mengenal Nasabah/Know Your Customer
(KYC)
Kegiatan transfer dana memiliki risiko bagi bank, oleh karena itu harus dikendalikan
sedini mungkin minimal melalui penerapan prinsip mengenal nasabah atau melalui monitoring
uang yang dikirim dan/atau diterima dan perlunya mekanisme penyelesaian permasalahn
mengenai uang kiriman yang terlambat atau tidak sampai. Khusus mengenai prinsip mengenal
nasabah adalah sangat mambantu tim audit dalam menentukan keberadaan penyimbangan di
bidang akuntansi. Oleh karena kegiatan transfer wajib menerapkan prinsip mengenal nasabah
agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan money laundering atau pencucian uang. Prinsip
mengenal nasabah adalah prinsip yang diterapkan oleh penyelenggara untuk mengetahui antara
lain identitas pengirim dan/atau penerima, memantau kegiatan usaha pengiriman uang dan
melaporkan transaksi yang mecurigakan sebagaimana diatur dalam peraturan mengenai tindak
pidana pencucian uang. Dalam hal kegiatan transfer prinsip mengenal nasabah dapat dicontohkan
sebagai berikut:
1. Pengenalan terhadap nasabah mencakup hal-hal sebagai berikut:
a.       Penelitian identitas nasabah
1)      Perorangan
a)      Meminta nasabah untuk memperlihatkan identitas diri, antara lain;
KTP, SIM, atau paspor
9
b)      Meneliti bahwa nasabah telah sesuai dengan identitas nasabah,
antara lain kesamaan wajah pengirim/penerima dengan foto yang ada
dalam identitas dan/atau tanda tangan
2)      Perusahaan
a)      Meminta nasabah untuk memperlihatkan identitas seperti izin usaha
atau NPWP
b)      Meneliti bahwa nasabah telah sesuai dengan identitas nasabah
Dalam hal nasabah tidak dapat menunjukkan bukti identitas atau identitas nasabah tidak
sesuai dengan data yang tertulis dalam formulir pengiriman atau data penerimaan, dan/atau
petugas penyelenggara kegiatan usaha Pengiriman uang meragukan keaslian atau kebenaran dari
identitas nasabah, maka transaksi dengan nasabah tersebut tidak boleh dilakukan.
b.      Pencatatan transaksi
Penyelenggara harus melakukan pencatatn transaksi setiap nasabah yang sekurang-kurangnya
meliputi:
1)      Perorangan
a)      Nama dan alamat nasabah
b)      Tempat dan tanggal lahir
c)      Pekerjaan
d)     Kewarganegaraan
e)      Nomor bukti identitas
f)       Nilai transaksi
g)      Tanggal transaksi
2)      Perusahaan
Nama dan alamat nasabah
Bidang usaha
Nomor izin usaha
NPWP
Nilaik transaksi
Tanggal transaksi
c.       Penyimpanan dokumen transaksi
10
Data dan dokumen transaksi seb.agaimna dimaksud pada huruf b harus ditatausahakan
oleh penyelanggara sesuai dengan ketentuan yang mengatur mengenai dokumen transaksi.
Contoh transaksi keuangan yang mencurigakan :
a.       Pengiriman uang tanpa disertai identitas yang jelas dari pengirim dan/atau
penerima
b.      Pengiriman uang tidak sesuai atau menyimpang dari profile, karakteristik,
atau kebiasaan pola transaksi dari nasabah yang bersangkutan
c.       Uang yang dikirim diduga berasal dari hasil tindak pidana
F. Kelebihan dan Kekurangan Transfer
 Kelebihan
Hal ini akan menghemat waktu dan biaya perjalanan bagi nasabah. Keuntungan yang
lain, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan kapan saja dan dari mana saja (asalkan
tersedia jaringan internet). Sedangkan bagi pihak bank, internet banking memungkinkan bank
untuk mengurangi biaya operasional. Internet banking akan mengurangi nasabah yang datang ke
bank, sehingga bank dapat menggunakan kantor yang lebih kecil dan pegawai yang lebih sedikit.
Kedua hal tersebut menyebabkan bank dapat mengurangi biaya sewa tempat dan gaji karyawan.
Transaksi yang dapat dilakukan melalui internet banking adalah transfer uang,
pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan-tagihan, informasi rekening, transaksi-
transaksi, dan lain-lain. Transaksi yang berhubungan dengan penyetoran dan pengambilan uang
dilakukan dengan cara biasa, yaitu melalui teller bank atau ATM. Salah satu bank di dunia yang
merupakan pionir dari internet banking adalah Security First Network Bank (SFNB) kita dapat
mengklik di (www.sfnb.com). Sedangkan di Indonesia, bank-bank vmg  telah menyediakan jasa
internet banking antara lain BCA, Bank Mandiri, Lippo Bank, Bll dan lain-lain.
 Kekurangan
a)      Kurangnya Fleksibilitas
Agar bisa mengakses internet banking, seorang nasabah harus terkoneksi dengan jaringan
internet. Meskipun semakin hari akses internet bisa didapatkan dengan mudah, tapi tetap saja ada
daerah-daerah tertentu yang kesulitan untuk mendapatkan jaringan internet.
b)     Masalah Keamanan
Sudah jamak diketahui bahwa dunia internet akrab dengan yang namanya cyber crime.
Dengan bertransaksi melalui media internet, jika tidak hati-hati, nasabah bisa menjadi korban
11
dari kejahatan dunia maya. Kejahatan yang terjadi di dunia maya termasuk yang sulit untuk
diungkap baik secara teknis maupun nonteknis. Salah satu titik lemah dimanfaatkannya transaksi
internet banking adalah ketika melakukan proses transaksi menggunakan layanan internet di
tempat umum atau memakai hotspot baik yang berbayar maupun yang gratis. Cara pelaku cyber
crime adalah dengan cara mengintersepsi sistem elektronik ketika calon korban sedang
bertransaksi. Modus ini dalam komunitas yang perhatian dengan masalah keamanan berinternet
dinamakan dengan “man in the middle”.
c)      Kendala Teknis
Dalam bertransaksi melalui internet banking, munculnya berbagai kendala teknis juga
menghantui. Misalnya ketika sedang melakukan transaksi, tiba-tiba aliran listrik terputus atau
proses koneksi gagal karena ada gangguan pada jaringan.

BAB III
12
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengiriman uang (transfer) merupakan salah satu jasa dalam dunia perbankan yang
banyak digunakan oleh masayarakat. Penggunaannya bermacam-macam, baik dilakukan melalui
surat kawat maupun secara tertulis. Karena transfer biasa dilakukan didalam negeri maupun
diluar negeri yang dapat dilaksanakan dalam bentuk valuta asing maupun dalam bentuk rupiah.
Jenis-jenis transfer dikategorikan dalam beberapa kelompok yaitu berdasarkan lalu lintas
dananya, berdasarkan dari alat/sarana pemberitahuan yang digunakan, dilihat dari mata uang
yang digunakan, dilihat dari tempat yang dituju, berdasarkan mekanisme pelaksanaannya,
berdasarkan kepentingan pihak pemakai jasa, jenis transfer berdasarkan setoran dananya, dan
jenis transfer/kiriman uang ke Bank lain.
Pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi transfer adalah:
1.      Nasabah
2.      Bank penarik atau drawer bank
3.      Bank tertarik (drawee bank)
4.      Beneficiary
Prinsip mengenal nasabah adalah prinsip yang diterapkan oleh penyelenggara untuk
mengetahui antara lain identitas pengirim dan/atau penerima, memantau kegiatan usaha
pengiriman uang dan melaporkan transaksi yang mecurigakan sebagaimana diatur dalam
peraturan mengenai tindak pidana pencucian uang. Dalam melakukan transfer nasabah harus
melewati beberapa prosedur dulu dan juga transaksi transfer juga mempunyai kelebihan dan
kekurangannya sendiri baik untuk nasabah maupun untuk bank itu sendiri.

B. Saran
Untuk para nasabah yang menggunakan jasa transfer, supaya lebih memperhatikan tata
cara pengiriman yang benar sebelum melakukan transaksi tersebut karena akan berdampak pada
kerugian nasabah sendiri. Karena bisa saja disebabkan kesalahan teknis uang nasabah hilang
tanpa jejak. Dan untuk lembaga keuangan pernbankan juga harus lebih hati-hati dalam memilih
nasabahnya dengan cara melihat dan mensurvei dengan jelas calon nasabahnya.
Saat ini masih banyak kita jumpai kesalahan dari nasabah sendiri yang masih minim
pengetahuan mengenai sistem transfer. Padahal ini jasa yang sangat umum digunakan dalam
13
dunia perbankan saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
14

Syafi’i Antonio, Muhammad. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press.
2001.
Kasmir. Dasar-dasar Perbankan. Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2006.
Suyatno, Thomas dkk. Kelembagaan Perbankan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2007.
https://sidikaurora.wordpress.com/2012/06/05/mekanisme-kliring-dan-transfer/
Sunarto zulkifli, Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah, Zikrul Hakim, Jakarta, 2003
Taswan. Akuntansi Perbankan Transaksi dalam Valuta R upiah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
2008.
http://dantinflow.blogspot.co.id/2014/04/kelebihan-dan-kekurangan.html
Diposting oleh zuberrrrr di 06.27.00
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Taswan. 2008. Akuntansi Perbankan Transaksi dalam Valuta R upiah. Yogyakarta: UPP STIM
YKPN.
http://wahyu410.wordpress.com/2012/06/09/pengertian-transfer/
p21din.blog.com/files/2011/03/TRANSFER.doc
http://aiip1726.blogspot.com/2010/11/makalah-akuntansi-perbankan.html

15