Anda di halaman 1dari 2

Haikal Ahmad Siregar(18) X MIA 5

1.Jelaskan Pengertian tentang Bullying

Bullying adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara menyakiti dalam bentuk fisik,
verbal atau emosional/psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat kepada korban
yang lebih lemah fisik ataupun mental secara berulang-ulang tanpa ada perlawanan dengan tujuan
membuat korban menderita.

2.Dampak Bullying bagi korban

Dampak bullying dalam jangka pendek

Dampak bullying yang paling mudah dikenali adalah yang muncul dalam jangka pendek. Sebagai korban,
baik orang dewasa maupun anak-anak bisa mengalami hal-hal di bawah ini sebagai akibat perundungan
yang dilakukan orang-orang di lingkungannya.

1. Masalah psikologis

Korban bully seringkali menunjukkan adanya gejala masalah psikologis, bahkan setelah perundungan
berlangsung. Kondisi yang paling sering muncul adalah depresi dan gangguan kecemasan.

Selain itu, korban bully juga bisa mengalami gejala psikosomatis, yang membuat masalah psikologis
memicu gangguan pada kesehatan fisik.

Hal ini tidak hanya berlaku pada orang dewasa, tapi juga anak-anak. Sebagai contoh, saat waktunya
masuk sekolah, anak akan merasa sakit perut dan sakit kepala, meski secara fisik tidak ada yang salah di
tubuhnya. Hal inilah yang disebut sebagai gejala psikosomatis.

2. Gangguan tidur

Para korban bullying seringkali mengalami masalah tidur. Mereka sulit untuk mendapatkan tidur yang
nyenyak. Sekalipun bisa tidur, tidak jarang waktu tersebut justru dihiasi dengan mimpi buruk.

3. Pikiran untuk bunuh diri

Tidak perlu menunggu dewasa, korban bullying berusia anak-anak dan remaja pun berisiko memiliki
pikiran untuk mengakhiri hidup. Tidak jarang ada laporan kejadian tentang anak berusia sekolah yang
meninggal dunia akibat bunuh diri setelah dirundung oleh teman-teman sepantarannya.

4. Tidak bisa menyatu dengan orang-orang di sekitar

Anak maupun orang dewasa yang mengalami bullying, secara tidak langsung ditempatkan pada status
sosial yang lebih rendah dari rekan-rekannya. Hal ini membuat korban bully menjadi sering merasa
kesepian, terabaikan, dan berujung pada turunnya rasa percaya diri.

5. Gangguan prestasi

Anak-anak yang dibully, cenderung akan mengalami kesulitan dalam mencapai prestasi belajar. Mereka
akan kesulitan untuk berkonsentrasi di kelas, sering tidak masuk sekolah, dan tidak diikutsertakan dalam
kegiatan yang ada di sekolah.

Dampak bullying dalam jangka panjang


Haikal Ahmad Siregar(18) X MIA 5

Dampak bullying seringkali masih dirasakan korban, meski belasan bahkan puluhan tahun setelah
insiden tersebut berlangsung. Dampak bullying dalam jangka panjang ini jarang terlihat, tapi justru inilah
yang paling membuat korban merasa lebih tersiksa.

Para peneliti di Inggris melakukan riset mengenai dampak bullying hingga 40 tahun setelah kejadian.
Hasilnya, ada beberapa dampak jangka panjang yang dirasakan para korban, seperti berikut ini:

• Kondisi kesehatan para korban bully yang saat ini sudah berusia 50 tahun, cenderung lebih
buruk dari segi mental maupun fisik.

• Fungsi kognitif mereka pun lebih rendah dibandingkan dengan orang sepantarnya yang tidak
pernah menjadi korban bully.

• Kualitas hidup dan tingkat kepuasan hidup korban bully juga cenderung lebih rendah daripada
rekan seusianya yang tidak pernah mengalami perisakan.

Dampak bullying juga tidak selalu bisa diprediksi kemunculannya. Anak yang menjadi korban bully, bisa
saja tidak menunjukkan tanda-tanda terganggu dengan perlakukan tersebut. Namun di kemudian hari,
anak-anak tersebut berisiko lebih tinggi mengalami gangguan mental depresif dan menerima perawatan
psikiatri.

Bukti lain akan dampak bullying yang terjadi pada jangka panjang juga disajikan oleh hasil
penelitian pada 1.420 anak berusia 9-16 tahun yang pernah menjadi korban bullying. Para ahli meneliti
kondisi mental mereka selama 4-6 kali dalam jangka waktu beberapa tahun.

Hasilnya, anak yang pernah mengalami perundungan lebih sering mengalami berbagai jenis gangguan
kecemasan dan gangguan panik. Selain itu, trauma yang ditimbulkan oleh bullying yang diterima saat
kecil, juga bisa mengubah struktur otak yang di kemudian hari, serta akan memengaruhi kemampuan
dalam mengambil keputusan yang benar.

Terakhir, anak-anak yang pernah menjadi korban bully di masa kecilnya, cenderung mengalami kesulitan
untuk bermasyarakat ketika beranjak dewasa, karena:

• Lebih sulit mendapatkan pekerjaan atau mempertahankan pekerjaan yang dimiliki

• Sulit untuk fokus terhadap satu hal

• Kesulitan untuk berinteraksi sosial dengan orang lain

• Cenderung lebih rentan terkena penyakit