Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MAKALAH TEKNOLOGI OBAT HERBAL II

ANALISIS RESEP DAN PEMBEDAHAN KONTROL KUALITAS JAMU ANAK


HELIOS RASA COKELAT SUSU DARI UMKM GUJATI 59 UTAMA SUKOHARJO

Oleh :

Debora Jovita Handoko

KP M2 / 110117055

MATA KULIAH TEKNOLOGI OBAT HERBAL II

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SURABAYA

SEMESTER GENAP 2019/2020


I. PENDAHULUAN

Jamu adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa tumbuhan, bahan hewan,
bahan mineral, sediaan sarian(galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang
secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman
dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat (Permenkes,
2010). Jamu sendiri merupakan obat tradisional berbahan alami yaang menjadi
warisan budaya yang diwariskan secara turun-menurun untuk kesehatan.

Kelompok obat herbal menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan terbagi
menjadi tiga bentuk sediaan yakni sediaan jamu, obat herbal terstandar dan
fitofarmaka (BPOM, 2004). Dalam pemakaiannya pun terdapat persyaratan
tersendiri. Jamu dalam pemakaiannya harus secara empirik berdasarkan pengalaman.
Obat Herbal Terstandar bahan bakunya harus distandarisasi dan sudah diuji
farmakologinya. Fitofarmaka harus distandarisasi dan melalui uji klinik (BPOM,
2004).

Jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai uji klinis, tetapi cukup
dengan bukti empiris, jamu juga harus memenuhi persyaratan keamanan dan standar
mutu (Suharmiati et al., 2006). Satu jenis jamu disusun dari berbagai tanaman obat
yang jumlahnya antara 5 sampai 10 macam, bahkan bisa lebih.

Jamu Gujati 59 awalnya dipasarkan dengan nama jamu Gunung Jati.


Perusahaan ini didirikan pada tanggal 22 Desember 1989 di Cirebon. Saat ini
Perusahaan Jamu Gujati 59 bertempat di Kabupaten Sukoharjo. Perusahaan ini sudah
memproduksi berbagai macam jamu, kapsul dan minuman.

Salah satu jamu yang sering di konsumsi oleh masyarakat adalah Jamu Anak
Helios. Jamu ini memiliki khasiatt untuk memelihara kesehatan anak, memperbaiki
nafsu makan dan fungsi pencernaan. Jamu Anak Helios tersedia dalam berbagai
macam rasa diantaranya rasa strawberry, susu, cokelat susu, strawberry susu, anggur
susu, anggur, cokelat, jeruk, melon, jambu, leci, blueberry dan mangga.
II. ANALISIS RESEP

Nama produk : Jamu Helios rasa Cokelat Susu


Bentuk sediaan : Serbuk instan
Tanggal terbit : 13 Maret 2020
Diterbitkan oleh : e-Registration Obat Tradisional dan Suplemen Makanan
(ASROT); Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen
Kesehatan dan Kosmetik
Produk : Obat Tradisional
Kemasan : Dus, 10 sachet @6,5 gram
Diproduksi oleh : PT GUJATI LIMAPULUH SEMBILAN UTAMA – Kab.
Sukoharjo, Jawa Tengah
Komposisi :
- Curcumae domesticae Rhizoma (Rimpang Kunyit),
- Kaempferia Rhizoma (Rimpang Kencur),
- Daucus Carrota (Wortel),
- Honey Powder (Madu),
- Milk (Susu), dan
- Saccharum album (Gula Pasir)

Rimpang kunyit seringkali digunakan sebagai bahan untuk obat tradisional dan
memiliki banyak sekali manfaat. Diantaranya adalah meningkatkan kinerja otak dan
menjaga kesehatan pencernaan. Rimpang kencur juga seringkali digunakan sebagai
bahan obat tradisional. Manfaat kencur antara lain sebagai penambah nafsu makan,
mengobati diare dan mencegah kanker lambung. Wortel kaya akan kandungan
vitamin A. Kandungan ini terkenal baik untuk menjaga fungsi penglihatan. Selain itu
vitamin A dapat memperkuat sistem imun dan menjaga kesehatan tulang. Madu
digunakan sebagai pemanis alami. Selain itu, madu juga bermanfaat untuk menjaga
kekebalan tubuh. Susu yang kaya akan kandungan kalsium, selain digunakan sebagai
perasa dalam resep ini, juga bagus untuk pertumbuhan tulang.

Kandungan diatas mempunyai banyak manfaat yang penting untuk anak. Selain
kandungannya alami, varian rasanya yang bermacam-macam juga disukai anak-anak.

III. KONTROL KUALITAS


Menurut PerKBPOM RI Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu
Obat Tradisional, persyaratan mutu produk jadi meliputi parameter uji organoleptik,
kadar air, cemaran mikroba, aflatoksin total, cemaran logam berat, keseragaman
bobot, waktu hancur, volume terpindahkan, pH dan bahan tambahan, sesuai dengan
bentuk sediaan dan penggunaannya.
Kontrol kualitas yang bisa dilakukan sesuai dengan formulasi Jamu Anak
Helios adalah uji organoleptik, kadar air, cemaran mikroba, aflatoksin total, cemaran
logam berat dan bahan tambahan.
a. Organoleptik
Pengamatan dilakukan terhadap bentuk, rasa, bau dan warna.
b. Kadar air
Sediaan padat obat dalam mempunyai kadar air ≤ 10%, kecuali untuk
Efervesen ≤ 5%.
c. Cemaran Mikroba
 Angka Lempeng Total : ≤ 104 koloni/g
 Angka Kapang Khamir : ≤ 103 koloni/g
 Eschericia coli : negatif/g
 Salmonella spp : negatif/g
 Shigella spp : negatif/g
 Pseudomonas aeruginosa : negatif/g
 Staphylococcus aureus : negatif/g
Untuk Cairan Obat Dalam satuan dihitung per mL.
d. Aflatoksin total (aflatoksin B1, B2, G1 dan G2) Kadar aflatoksin total (aflatoksin
B1, B2, G1 dan G2) ≤ 20 g/kg dengan syarat aflatoksin B1 ≤ 5 g/kg.
e. Cemaran logam berat
 Pb : ≤ 10 mg/kg atau mg/L atau ppm
 Cd : ≤ 0,3 mg/kg atau mg/L atau ppm
 As : ≤ 5 mg/kg atau mg/L atau ppm
 Hg : ≤ 0,5 mg/kg atau mg/L atau ppm
f. Bahan Tambahan
Penggunaan pengawet, pemanis, dan pewarna yang diizinkan.
(Peraturan Kepala BPOM, 2014).

IV. KRITIK DAN SARAN


Tidak ditemukan kontrol kualitas yang dilakukan untuk Jamu Anak Helios. Hal
tersebut dapat dimengerti karena jamu yang sudah dipasarkan berarti sudah
memenuhi kontrol kualitas sesuai persyaratan mutu dari BPOM. Saran untuk Jamu
Anak Helios yakni, karena jamu ini sangat bermanfaat dan alami, maka sebaiknya
pemasaran jamu ini semakin digiatkan.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 003/MENKES/PER/I/2010 Tentang


Saintifikasi Jamu dalam Penelitian. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Anonim. 2004. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
Nomor : HK.00.05.5.1.4547TentangPersyaratan Penggunaan Bahan Tamnbahan Pangan
Pemanis Buatan dalam Produk Pangan. Jakarta: BPOM RI.
Anonim. 2014. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan No. 12 Tahun 2014.
Jakarta: BPOM RI.