Anda di halaman 1dari 8

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.

id

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain observasional
analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dengan pendekatan cross
sectional untuk meneliti hubungan antara variabel independen dan variabel
dependen yang dilakukan observasi dan diukur sekaligus dalam waktu yang
sama (Riyanto, 2011). Penelitian ini untuk melihat analisis faktor-faktor yang
mempengaruhi pelaksanaan praktik senam lansia terdiri karakteristik responden,
persepsi ancaman keseriusan penyakit, persepsi manfaat, persepsi hambatan dan
petunjuk perilaku bertindak.
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang berumur 45 tahun
ke atas yang menderita hipertensi bertempat tinggal di Wilayah Desa
Sobokerto, Ngemplak, Boyolali. Data dari buku induk posyandu lansia,
jumlah lansia yang menderita hipertensi di wilayah Desa Sobokerto,
Ngemplak, Boyolali sebesar 167 orang.
2. Sampel
Sampel adalah populasi studi (Murti, 2013). Pada penelitian ini, kriteria
sampel yang digunakan adalah bersedia menjadi responden, bisa membaca
dan menulis, bisa mendengar dengan jelas, mengerti bahasa Indonesia.
a) Besar Sampel
Estimasi besar sampel dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan ukuran sampel untuk analisis multivariat. Penentuan
besar sampel menggunakan teori Hair yang membutuhkan sampel 15-
20 subyek untuk setiap variabel independen yang diteliti (Hair et al.,
1988 dalam Murti, 2013). Dalam penelitian ini terdapat empat variabel
independen yang akan di teliti sehingga dibutuhkan subjek penelitian
kurang lebih 60-80 lansia.
commit to user

26
perpustakaan.uns.ac.id 27
digilib.uns.ac.id

b) Teknik Sampling
Sampel dalam area penelitian ini adalah populasi lansia yang
menderita hipertensi yang bertempat tinggal di empat (4) dusun dalam
wilayah Desa Sobokerto. Wilayah kerja Desa Sobokerto meliputi
posyandu lansia Dusun Jatisari, posyandu lansia Dusun Tempel,
posyandu lansia Dusun Tawangsari dan posyandu lansia Dusun
Kedung Gobyak. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini
adalah menggunakan cluster random sampling. Jumlah kelompok
dalam penelitian ini adalah 4 posyandu lansia di Desa Sobokerto,
Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Setiap posyandu lansia
diambil 20 subjek penelitian sehingga total jumlah sampel dalam
penelitian ini adalah 80 lansia hipertensi.
C. Variabel Penelitian
1. Variabel bebas : persepsi ancaman keseriusan penyakit, persepsi hambatan,
persepsi manfaat, dan petunjuk perilaku bertindak
2. Variabel terikat : praktik senam lansia
D. Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional
No Variabel Definisi Alat ukur Hasil ukur Skala data

1 Persepsi Tanggapan atau Kuesioner Tinggi ≥ mean Ordinal


keseriusan pandangan pasien Rendah < mean
penyakit tentang keseriusan
penyakit yang
dideritanya.
2 Persepsi Tanggapan atau Kuesioner Tinggi ≥ mean Ordinal
manfaat pandangan pasien Rendah < mean
tentang manfaat yang
diperoleh dari senam
lansia
3 Persepsi Tanggapan atau Kuesioner Tinggi ≥ mean Ordinal
hambatan pandangan pasien Rendah < mean
tentang hambatan
yang diperoleh ketika
melakukan tindakan
senam lansia

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id 28
digilib.uns.ac.id

4 Petunjuk Perhatian dari orang Kuesioner Baik ≥ mean Ordinal


perilaku lain dan saudara Kurang < mean
bertindak terhadap lansia dalam
melakukan senam
lansia

5 Praktik Apakah lansia Observasi Ya jika dilakukan Nominal


senam lansia melakukan paktik di buku ≥ 4x/ bulan,
senam setiap bulan induk Tidak jika
senam dilakukan <
lansia 4x/bulan

E. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara atau
interview secara langsung dari responden yang diteliti dengan menggunakan alat
instrumen atau kuesioner yang telah disusun. Kuesioner yang telah diisi
kemudian dikumpulkan untuk diperiksa kelengkapannya, kemudian dianalisis
(Hasan, 2009).

F. Instrumen Penelitian
Alat yang digunakan sebagai pengumpul data dalam penelitian ini berupa
kuesioner tentang karakteristik responden, faktor keseriusan ancaman penyakit
dan faktor petunjuk perilaku bertindak. Pengumpulan data dilakukan di rumah
responden, kuesioner diisi oleh lansia atau kuesioner yang dibacakan oleh
peneliti atau asisten peneliti dijawab oleh lansia dan keluarganya didampingi
oleh peneliti atau tim peneliti. Setelah keseluruhan kuesioner terisi maka
kuesioner langsung dibawa oleh peneliti. Kuesioner pengumpulan data terdiri
dari 4 bagian dengan kisi-kisi sebagai berikut :
1. Kisi -kisi kuesioner persepsi keseriusan ancaman penyakit
Tabel 3.2. Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Keseriusan Ancaman Penyakit
Variabel Indikator No. Item Jumlah
favourable unfavourable
Persepsi Bahaya penyakit 10
1,2,3,4,5,8 6,7,9,10
keseriusan hipertensi
ancaman Dampak fisiologis 11,13,15, 12,14 5
penyakit Dampak 5
17,18,19 16,20
psikososial
Jumlah commit to12user 8 20
perpustakaan.uns.ac.id 29
digilib.uns.ac.id

Kuesioner persepsi keseriusan penyakit terdiri dari 20 butir pertanyaan jika


jawaban benar dari kuesioner dengan pertanyaan positif diberi nilai 1 dan jika
salah diberi nilai 0. Sebaliknya jika pada pernyataan negatif jabawan benar
bernilai 0 dan jawaban salah bernilai 1.

2. Kisi-kisi Kuesioner persepsi manfaat


Tabel 3.3. Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Manfaat
Variabel Indikator No. Item Jumlah
favourable unfavourable
Persepsi Manfaat senam yang
manfaat berkaitan dengan 1,2,3 4,5 5
fisik
Manfaat yang 5
7,8,10 6,9
dirasakan
Jumlah 6 4 10

Kuesioner persepsi manfaat terdiri dari 10 butir pertanyaan jika jawaban


benar dari kuesioner dengan pertanyaan positif diberi nilai 1 dan jika salah diberi
nilai 0. Sebaliknya jika pada pernyataan negatif jabawan benar bernilai 0 dan
jawaban salah bernilai 1.

3. Kisi-kisi Kuesioner persepsi hambatan


Tabel 3.4. Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Hambatan
Variabel Indikator No. Item Jumlah
favourable unfavourable
Persepsi Akses ke pelayanan
1,2,3, 4,5 5
hambatan kesehatan
Fasilitas layanan 6,7,8,9 10 5
Jumlah 7 3 10

Kuesioner persepsi hambatan terdiri dari 10 butir pertanyaan jika jawaban


benar dari kuesioner dengan pertanyaan positif diberi nilai 1 dan jika salah diberi
nilai 0. Sebaliknya jika pada pernyataan negatif jabawan benar bernilai 0 dan
jawaban salah bernilai 1.

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id 30
digilib.uns.ac.id

4. Kisi-kisi Kuesioner perilaku bertindak


Tabel 3.5. Kisi-kisi Kuesioner Perilaku Bertindak
Variabel Indikator No. Item Jumlah
favourable unfavourable
Perilaku Dukungan keluarga 1,2,3,4,5 6,7,8 8
bertindak Dukungan petugas 9,10,11,12,
15,16 8
kesehatan 13,14
Pendidikan
17,18,19 20 4
kesehatan
Jumlah 20

Kuesioner faktor petunjuk untuk bertindak setiap item pertanyaan


menggunakan skala Likert dengan jawaban tidak pernah, jarang, sering dan
selalu.

G. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen


a) Uji validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang dapat menunjukkan tingkat
kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Penelitian ini menggunakan
uji validitas dengan rumus product moment, yaitu:
N  
rxy 
N 2 
 () 2 N2  
2

Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y
N = Jumlah responden penelitian
X = Jumlah skor X
Y = Jumlah skor Y
Suatu item dikatakan valid jika nilai r hitung > r tabel dan bernilai
positif (Ghozali, 2009).
b) Uji reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa instrumen
cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data
karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan
bersifat tendensius, mengarahkan responden memilih jawaban-jawaban
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id 31
digilib.uns.ac.id

tertentu. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya,


maka berapa kalipun diambil tetap akan sama hasilnya.
Untuk menguji reliabilitas instrumen, peneliti menggunakan
Alpha Cronbach dengan rumus sebagai berikut:

 k    b 
2
r11   1  2 
 k  1  1 
Keterangan:
r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
 b = jumlah varians butir
2

 12 = varians total
Instrumen dinyatakan reliabel nilai Cronbach’s Alpha  0,70
(Ghozali, 2009).
H. Teknik Analisis Data
Pengolahan data hasil penelitian dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
1. Coding kuesioner yang telah diisi oleh responden, diisi dengan cara
pemberian kode pada kolom yang telah tersedia di setiap item pertanyaan.
2. Tabulating adalah kegiatan memasukkan data hasil penelitian kedalam tabel
sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
3. Editing, dalam langkah ini peneliti melakukan pengecekan terhadap
kelengkapan data, kesinambungan dan keseragaman data.
4. Aplikasi data/pengujian, data yang terkumpul diyakini kelengkapannya dan
dilakukan pembersihan data yang sudah diperoleh bebas dari kesalahan,
kemudian dianalisis dengan SPSS 16,00 for windows (Hasan, 2009).
I. Analisis Data Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan dua analisis yaitu analisis univariat dan
analisi bivariat.
1. Analisis univariat
Analisis univariat dilakukan terhadap tipe variabel penelitian melalui
distribusi frekuensi dan prosentase yang ditampilkan dalam bentuk tabel.

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id 32
digilib.uns.ac.id

2. Analisis bivariat
Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan yang bermakna
antara dua variabel. Analisis bivariat data kategorik pada sampel yang tidak
berpasangan dengan skala data nominal digunakan uji Chi-square.
3. Analisis Multivariat
Analisis multivariat dilakukan untuk melihat variabel independen yang
paling berpengaruh terhadap variabel dependen. Analisis multivariat yang
digunakan adalah regresi logistik ganda dengan tingkat kepercayaan 95%.
Uji regresi logistik ini untuk melihat hubungan sub variabel dalam variabel
independen yaitu karakteristik individu, persepsi persepsi ancaman
keseriusan penyakit, persepsi manfaat, persepsi hambatan dan petunjuk
perilaku bertindak dengan variabel dependen keteraturan praktik senam
lansia.
J. Rencana Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data adalah tata cara atau langkah-langkah yang
digunakan dalam mengumpulkan data. Prosedur pengumpulan data yang
dilakukan meliputi prosedur administrasi dan prosedur teknis.
1. Administrasi
Kegiatan penelitian ini dilakukan setelah proposal penelitian dinyatakan
lolos oleh Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pasca Sarjana
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini dilakukan setelah
mendapat pengantar dari ijin penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa, Politik
dan Perlindungan Masyarakat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali
untuk melakukan penelitian di wilayah Desa Sobokerto, Ngemplak, Boyolali
dan uji validitas kuesioner di wilayah Desa Manggung, Ngemplak, Boyolali.
2. Teknis
Prosedur teknis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi:
a) Peneliti melakukan uji coba kuesioner kepada 30 lanjut usia di Desa
Manggung, Ngemplak, Boyolali dan melakukan uji validitas dan
reliabilitas alat pengumpul data.

commit to user
perpustakaan.uns.ac.id 33
digilib.uns.ac.id

b) Peneliti memperkenalkan diri kepada calon responden, menyampaikan


informasi penelitian, menjelaskan tujuan penelitian dan prosedur
penelitian dan meminta kesediaan calon responden untuk berpartisipasi
sebagai responden dalam penelitian.
c) Peneliti dan asisten peneliti mengumpulkan data dari responden dengan
menggunakan format pengumpulan data yang telah disusun dan yang
sudah dikumpulkan selanjutnya dianalisis sesuai tujuan penelitian.

commit to user