Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 1

1. Bagaimana peranan kewirasuhaan dalam perekonomian bangsa? berikan contoh kasusnya


dan kaitkan dengan teori-teori.
2. Apa yang Anda ketahui mengenai jenis pendekatan dalam perumusan solusi
permasalahan? Berikan contohnya dan kaitkan dengan teori-teori.
3. Gambarkan 4 (empat) tahapan yang terjadi dalam proses munculnya kreativitas dan
berikan contohnya.

Ketentuan Pengerjaan Tugas:


1. Tugas harus diketik rapi, dalam MS Word.
2. Tugas harus mencantumkan sumber referensi
3. Tugas tidak boleh plagiasi

Jawaban ada di halaman berikutnya


Data sumber berada di halaman paling akhir
Penyelesaian Tugas Pertama (Minggu ke-3)

1. Bagaimana peranan kewirasuhaan dalam perekonomian bangsa? berikan contoh kasusnya


dan kaitkan dengan teori-teori.
Jawaban:
Bagian 1: Peranan Kewirausahaan dalam Perekonomian
Dalam menjelaskan peranan kewirausahaan dalam perekonomian bangsa, Kuratko
menjelaskan “Berbagai jenis teori telah mencoba memberikan penjelasan mengenai
perkembangan peradaban manusia, dari mulai zaman batu hingga sekarang. Hampir
semua teori menonjolkan peran penting “agen perubahan” dalam evolusi tersebut, yaitu
sebagai kekuatan yang memelopori dan mendorong terjadinya kemajuan. Sekarang
ini mulai disadari bahwa agen perubahan tersebut adalah wirausahawan. Kemudian ahli
ekonomi dari perancis yaitu Richard Cantillon mengemukakan bahwa wirausahawanlah
yang menanggung resiko dalam perekonomian. Jadi, peranan wirausahawan adalah
sebagai agen perubahan (change agent) yang melopori dan mendorong terjadinya
kemajuan sekaligus menanggung resiko dalam perekonomian. Untuk lebih jelasnya,
peranan wirausaha dalam perekonomian disajikan sebagai berikut:
a. Menciptakan Kesempatan Kerja
Wirausaha melihat peluang dengan mencipatakan faktor-faktor produksi. Faktor-
faktor produksi dapat dikombinasikan sehingga dapat menghasilkan produk baru.
Dengan adanya produksi, kesempatan kerja menjadi lebih terbuka dan hal ini dapat
mengurangi angka pengangguran.
b. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Nasional
Dengan munculnya produk-produk baru, baik yang berbentuk barang maupun jasa,
akan memberikan kontribusi bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan
nasional. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan Perdapatan per kapita.
c. Mengurangi Kesenjangan Ekonomi di Masyarakat
Kesempatan kerja yang disediakan oleh wirausaha berpengaruh terhadap pendapatan
masyarakat sehingga kesenjangan ekonomi antara masyarakat berpendapatan tinggi
dan rendah dapat dikurangi.
d. Menumbuhkan Kemandirian Masyarakat dalam Bidang Ekonomi
Kewirausahaan mendorong masyarakat untuk tidak bergantung pada pihak lain, tetapi
mampu untuk berkembang dan berpartisipasi dalam perekonomian nasional.
e. Menumbuhkan Daya Kreasi Bangsa
Dengan kewirausahaan dapat menumbuhkan daya kreasi bangsa sehingga dapat
mengoptimalkan kelangkaan sumber daya ekonomi untuk digunakan secara efektif
dan efisien.
f. Menanggung Resiko dalam Perekonomian
Jika ada ketidakseimbangan dalam pasar, memang tidak tertulis secara hukum bahwa
wirausaha bertanggung jawab dalam perekonomian negara jika ada permasalahan
tetapi secara “kejiwaan” resiko tesebut ditanggung oleh wirausaha. Wirausaha akan
menanggapi resiko tersebut dengan kreatifitas dan inovasi untuk membalikkan
perekonomi negara sekaligus menyelamatkan usaha bisnisnya.
Bagian 2: Contoh Kasus
Go-Jek oleh Nadiem Makarim
Siapa yang tidak kenal GoJek pada zaman sekarang? Gojek hampir menjadi
kebutuhan utama pada saat ini. Gojek dirintis oleh Nadiem Makarim yang sebelumnya
telah bekerja di beberapa perusahaan. Startup tersebut dia dirikan karena dia prihatin
dengan kesulitan tukang ojek di sekitarnya. Dia melihat betapa minimnya produktivitas
mereka, yang salah satunya disebabkan oleh sistem mangkal yang mereka bergiliran.
Atas keprihatinan tersebut, dia pun mendirikan Gojek yang menyediakan aplikasi
khusus bagi tukang ojek. Dengan menggunakan aplikasi tersebut,  tukang ojek bisa
mendapatkan penumpang di mana pun dan kapan pun, tanpa harus mangkal terlebih dulu.
Saat ini, Go-Jek telah menampung ribuan tukang ojek yang tersebar di hampir penjuru
Indonesia. Hal itu secara tak langsung mengantarkan Nadiem sebagai salah satu pelaku
wirausaha sukses di era digital ini.
Seiring dengan waktu berjalan, Nadiem pun mengembangkan konsep wirausahanya
tersebut menjadi lebih sempurna, kini aplikasi gojek sudah memiliki beberapa menu
pilihan seperti Gomassage, Goclean, Gofix, dan lain-lain. Penambahan menu tersebut
berarti membuka cakupan kesempatan kerja tidak terbatas hanya tukang ojek saja,
melainkan masyarakat sesuai dengan minat dan spesialisasinya.
Keterkaitan dengan teori :
 Menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sesuai dengan minatnya tidak terbatas
hanya tukang ojek (Menciptakan Peluang Usaha)
 Memudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya (Change Agent)
 Dengan banyaknya mitra gojek maka pendapatan masyarakat menjadi bertambah
(Menambah pendapatan nasional)
 mitra gojek dapat memenuhi kebutuhan secara mandiri, dia bebas bekerja dan tidak
bergantung kepada orang lain. (Menumbuhkan kemandirian masyarakat)
 Disisi lain, gojek dapat membuat jalanan macet dan terdapat beberapa penolakan izin
gojek di beberapa daerah. (menanggung resiko)
2. Apa yang Anda ketahui mengenai jenis pendekatan dalam perumusan solusi
permasalahan? Berikan contohnya dan kaitkan dengan teori-teori.
Jawaban :
Bagian 1 : Pendekatan dalam perumusan solusi permasalahan
Dalam menjawab solusi permasalahan wirausahawan mempunyai cara tersendiri, cara-
cara ini berhubungan erat dengan kreatifitas si wirausahawan itu sendiri. Secara garis
besar ada dua jenis pendekatan dalam perumusan solusi permasalahan yaitu solusi
adaptor dan solusi inovatif. Solusi adaptor merupakan tiruan dari solusi yang sudah biasa
dijalankan oleh pihak lain, sedangkan solusi inovatif adalah solusi baru yang muncul
dalam menjawab permasalahan (Michael Kirton, 1976). Untuk lebih jelasnya kita lihat
tabel berikut:

Solusi Adaptor Solusi Inovatif


Menggunakan pendekatan yang sifatnya Memikirkan solusi permasalahan dengan
berdisiplin, teliti, dan mengikuti prosedur sudut pandang yang berbeda/ tidak biasa
Lebih tertarik pada pemecahan masalah Menemukan atau memahami
daripada penemuan atau pemahaman permasalahan dan kemungkinan cara
permasalahan menyelesaikan
Berusaha menyempurnakan praktek- Mempertanyakan asumsi dasar dari
praktek pemecahan masalah yang sudah praktek praktek pemecahan masalah yang
biasa digunakan sudah biasa digunakan
Cenderung berorientasi terhadap alat Tidak terlalu mempedulikan alat, lebih
pemecahan tertarik terhadap hasil
Mampu menangani masalah hingga rinci Tidak ada pekerjaan yang sifatnya rutin
Mudah dipengaruhi oleh suasana kerja Tidak peduli terhadap kesepakatan dan
sama dan kedekatan dalam kelompok tidak peka terhadap perasaan orang lain

Bagian 2: Contoh dan Keterkaitannya dengan teori


a. Solusi Adaptor
Contoh solusi ini sering ditemukan dalam franchise ayam goreng seperti KFC, Mcdonald
atau franchise persediaan seperti Alfamaret, indomaret. Secara SOP (Standar Operating
Procedure) dalam pelayanan kepada pelanggan kurang lebih sama. Anggaplah
wirausahawan membangun sebuah toko swalayan di komplek. Untuk menanggapi
masalah pelanggan, wirausahawan melalui pekerja harus melihat prosedur sebelumnya
secara runtut, contohnya jika ada kesalahan harga, maka kemungkinan wirausahawan
akan cenderung mengulangi prosedur perhitungan barang atau menerapkan pemecahan
masalah seperti pemotongan harga. Ini berkaitan dengan teori bahwa wirausahawan
memiliki sifat yang goal oriented (bertuju pada sasaran) dengan menjaga kepercayaan
konsumen.
b. Solusi Innovator
Contoh solusi ini sama seperti contoh kasus 1 diatas, yaitu munculnya gojek. Solusi ini
didasari atas fakta yang terjadi dilapangan bahwa sulit sekali mendapatkan ojek pada
daerah daerah yang dianggap memerlukan frekuensi transportasi yang cukup sering. Ini
berkaitan dengan teori wirausahawan yang memanfaatkan peluang dan realistis.
3. Gambarkan 4 (empat) tahapan yang terjadi dalam proses munculnya kreativitas dan
berikan contohnya.
Jawaban:
Tahapan 1: Akumulasi Pengetahuan
Akumulasi pengetahuan dimulai dari proses penjajagan dan proses pengumpulan
informasi. Penjajagan atau proses pengumpulan informasi yang dimaksud dapat dilakukan
dengan berbagai cara, yakni melalui bahan bacaan, atau dengan melakukan diskusi dengan
pihak-pihak yang sudah berpengalaman di bidang sejenis, atau kadang-kadang juga
dengan mengikuti pertemuan ilmiah  dimana banyak berkumpul para ahli yang memiliki
pengetahuan serta pengalaman di bidang yang berkaitan dengan permasalahan. Tahapan
akumulasi pengetahuan merupakan tahapan yang penting karena pada dasarnya setiap
permasalahan dapat dijawab dengan pengetahuan yang mumpuni. Berbagai ragam
informasi yang didapat penting bagi para entrepreneur, yang memerlukan pemahaman
mendasar mengenai seluruh aspek yang berkaitan dengan pengembangan suatu produk
jasa ataupun usaha baru.
Contoh : 
Jika ingin membuka usaha Cafe, maka wirausahawan harus melakukan akumulasi
pengetahuan di bidang per-cafean. Informasi dapat dilihat dari berbagai sumber di
internet, melakukan wawancara dengan pengusaha Cafe sebelumnya, mempelajari
berbagai menu resep makanan dan minuman di majalah,  mempelajari lingkungan yang
cocok untuk mendirikan usaha Cafe pada buku-buku tertentu.
Tahapan 2: Proses Inkubasi
Proses inkubasi, atau menetasnya gagasan seringkali terjadi pada saat yang tidak diduga
sama misalnya pada saat mereka sedang sibuk  mengerjakan kegiatan yang sebenarnya
tidak berkaitan dengan permasalahan, atau sedang berada di kamar mandi, ataupun sedang
tidur. Tujuan dari proses inkubasi adalah untuk memantau pertumbuhan dan prospek suatu
bisnis yang sedang dikembangkan atau direncanakan untuk diciptakan.
Contoh:
Wirausahawan café tadi galau dalam menentukan dimana penentuan lokasi yang cocok
untuk mendirikan usaha café. Namun, tak disangka idepun muncul, dia berencana
mendirikan café di dekat sekolahnya dulu karena mengetahui sifat anak anak sekolahnya
yang suka nongkrong.
Tahapan 3: Memunculkan Gagasan
Adalah tahap munculnya inspirasi atau gagasan-gagasan untuk memecahkan masalah.
Tahapan ini bisa dikatakan sebagai tahapan ‘Eureka”. Pada tahap inkubasi tidak selalu
memicu terjadinya iluminasi atau pencerahan. Pada saat tahapan eureka terjadi, jalan
terang menuju permasalahan mulai terbuka. wirausahawan akan merasakan sensasi
kegembiraan yang luar biasa, karena pemahaman meningkat, semua ide muncul dan ide
tersebut saling melengkapi untuk menyelesaikan suatu permasalahan.
Contoh:
Setelah munculnya gagasan pendahuluan, wirausahawan mencoba mencari informasi
mengenai lingkungan dekat sekolahnya tersebut. Ternyata ketika di survey, sifat anak
sekolahnya dulu masih sama dan ternyata ada tempat strategis yang tidak jauh dari
sekolah. Ini merupakan jackpot bagi wirausahawan tersebut.
Tahapan 4: Evaluasi dan Implementasi
Setelah sebuah ide ditemukan, maka ide tersebut harus diuji. Tahap ini merupakan tahap
untuk menguji sebuah produk hasil proses kreatif untuk membuktikan legimitasinya.
Tahap verifikasi umumnya lebih singkat dari pada tahap-tahap sebelumnya, karena tahap
ini hanya menguji dan meninjau kembali hasil perhitungan seseorang dan juga untuk
melihat apakah penemuannya itu berhasil atau tidak.
Contoh:
Sebelum memulai bisnis lebih jauh, wirausahawan café tersebut pertama kali bisa
mendirikan sebuah kedai café sederhana yang biaya pendiriannya tidak terlalu besar. Jika
implementasi berhasil, maka wirausahawan tersebut melakukan evaluasi apakah
memperbesar bisnis atau tidak.
Daftar Sumber

1. Lubis, Hari S.B. 2019. Kewirausahaan. Tangerang Selatan. Penerbit : UT


2. Rufaida Amalya. Proses kreatifitas.
kompasiana.com/amaliya0009/5529fffef17e612347d623c2/proses-kreatifitas. Dibuat 12
Desember 2013. Diakses 06 April 2020
3. Ekonomi. 5 Peran Wirausaha dalam Perekonomian Nasional.
https://sobatmateri.com/5-peran-wirausaha-dalam-perekonomian-nasional/. Diakses 06
April 2020