Anda di halaman 1dari 2

contoh teks negosiasi formal.

Sewa lahan/Tanah

Siang itu seorang pengusaha bernama pak Ayob datang ke kediaman bapak
Kevin
Ayob: Selamat siang bapak Kevin. Saya pak Ayob seorang pengusaha dibidang
Laundry.
Kevin : Selamat siang, ada yang bisa dibantu pak?
Ayob : Saya datang bermaksud menyewa tanah bapak yang didepan rumah
untuk dibangun toko tempat usaha Laundry saya pak. Kebetulan lokasinya
strategis di pinggir jalan dan dekat dengan kompleks perumahan. Saya ingin
menyakan berapa harga sewa tanah bapak selama setahunnya?
Kevin : Iya pak kebetulan saya juga ingin menyewakan tanah tersebut karena
membutuhkan dana untuk kuliah anak saya. Saya menawarkan harga
Rp.15.000.000-, pertahunnya pak.
Ayob: Saya rasa jika Rp.15.000.000-, terlalu mahal mengingat lahan bapak
nampaknya tidak mencapai luas satu are.
Kevin : Kalau begitu saya sya turunkan menjadi Rp. 13.000.000-, pertahunnya.
Ayob : Bagaimana kalau saya tawar Rp. 12.000.000-, saja pak. Saya juga
membutuhkan modal untuk mendirikan toko sendiri. jika bapak setuju saya
akan menyewa selama 5 tahun dan bapak langsung menandatangani surat
kontrak.
Kevin : Baiklah pak saya setuju.
Ayob : Terimaksih bapak karena telah menyetujui kontraknya.
Kevin : Ya pak Ayob, sama-sama
Contoh Kasus Negosiasi dalam Kasus Bisnis

Kenaikan Gaji Karyawan

Pasca reformasi, buruh masih terus dihadapkan pada persoalan krusial, baik dalam
konteks eksternal relasi buruh dengan pemerintah dan pengusaha. Maupun problem
internal seputar mutu SDM hingga konflik kepentingan antar pengurus serikat
buruh/pekerja. Rekson Silaban dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia
(KSBI) menyampaikan, pencapaian gerakan buruh sekarang ini tidak sebesar
kebebasannya. Kaum buruh di Indonesia memang kini memiliki kebebasan berserikat
dengan kondisi yang jauh lebih baik, tetapi konflik relasi industrial - perburuhan juga
didapati meningkat. Masalah upah dan kesejahteraan buruh tidak lain menjadi pemicu
utama konflik.

Seperti masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh PT. Maspion Group, terdapat
beberapa konflik antara serikat buruh dengan para manajer perusahaan. Para buruh
menjalankan aksi mogok kerja dan demonstrasi untuk menuntut para manajer perusahaan
untuk meningkatkan gaji karyawan. Dan kabar tentang aksi mogok kerja dan demonstrasi
karyawan akhirnya sampai kepada General Manager PT. Maspion. General Manager
segera melakukan breafing dengan para manajer untuk membahas tentang konflik yang
sedang terjadi didalam perusahaannya. Dari hasil breafing tersebut menghasilkan
keputusan untuk memanggil perwakilan dari buruh untuk melakukan negosiasi dengan
para manajer untuk menyelesaikan konflik yang sedang terjadi diperusahaan mie instan
tersebut.

Ketika negosiasi dilaksanakan, ada 2 perwakilan dari pihak buruh yang mulai
menjelaskan tentang permasalahan sebenarnya. Aksi mogok kerja dan demonstrasi
karyawan ini dipengaruhi oleh tingkat upah yang sangat minimum setiap bulannya.
Karyawan menuntut kenaikan gaji dari 3.000.000 rupiah perbulan, meminta kenaikan gaji
sebesar 4.500.000 rupiah perbulan. Tetapi dari pihak perusahaan belum menyetujui untuk
kenaikan gaji tersebut karena masih mempertimbangkan beberapa aspek yang harus
dilihat terutama dalam laporan keuangan yang ada di dalam perusahaan. Produksi di
perusahaan menurun karena pendapatan yang tidak stabil. Dari pihak HRD menyatakan
bahwa kurangnya kinerja buruh saat ini yang mengakibatkan menurunnya produk yang
dihasilkan, itulah yang menjadi bahan pertimbangan apakah permintaan buruh akan
dikabulkan atau tidak.

            Dari para manajer perusahaan tetap berusaha untuk menaikkan gaji para buruh
tersebut. Setelah pihak perusahaan telah mempertimbangkan semuanya, maka pihak
perusahaanpun memutuskan untuk mengambil jalan tengahnya yaitu gaji jadi dinaikkan
sebesar 3.750.000 per bulan. Meskipun kenaikan gaji tersebut tidak sesuai dengan apa
yang diharapkan oleh para buruh, mereka tetap menerima kenaikan gaji tersebut untuk
kelangsungan hidup mereka. Kenaikan gaji tersebut telah disahkan kepada kedua pihak
tersebut yaitu dari perwakilan buruh dan manajer perusahan. Dengan kenaikan gaji,
manajer HRD menghimbau kepada karyawan agar karyawan tetap bekerja dengan baik
serta  bisa membangun kembali perusahaan yang sekarang tidak stabil pendapatannya.