Anda di halaman 1dari 4

Contoh Teks Negosiasi Bisnis

Proses Peminjaman Uang di Bank

Pegawai Bank: “Selamat pagi Pak, silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu?”
Nasabah: “Selamat pagi bu. Ya, terimakasih.”
Nasabah: “Begini bu, saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk
usaha ikan lele saya.”
Pegawai Bank: “Maaf, bisa saya lihat proposalnya?”
Nasabah: “Ini bu, silahkan.”
Pegawai bank: “Sebenarnya, proposal bapak ini sangat bagus, tidak ada
masalah. Cuma kami dari pihak bank tidak bisa memenuhi permintaan dana
sebesar 500 juta.”
Nasabah: “Jadi, kira-kira pihak bank mampu memberikan berapa bu?”
Pegawai Bank: “Setelah saya hitung, kami hanya menyanggupi sampai 300 juta
pak, dengan bunga 4 %.”
Nasabah: “Tidak bisa ditambah lagi bu? Usaha ini sebenarnya sangat sukses,
pesanan ikan lele ke kami dari seluruh Indonesia.”
Nasabah: “Dana ini rencananya akan kami gunakan untuk menambah kapasitas
produksi untuk memenuhi permintaan ikan lele tersebut”
Pegawai Bank: “Tunggu dulu pak, saya hitung ulang dulu”
Pegawai Bank: “Yah, sepertinya kami sanggup memberikan 350 juta”.
Nasabah: “Wah, apakah tidak bisa dinaikin lagi bu? Gimana kalau 400 juta?”
Pegawai Bank: “Maaf pak, hanya segitu yang bisa kami sanggupi.”
Nasabah: “Iya deh bu, tidak apa-apa, saya setuju.”
Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi

Pada suatu siang dihari Minggu ada seorang anak yang


bernama Cherryl ingin membeli sebuah tas sekolah yang
sedang ngetrend, bagus dan kuat. Karena tas yang dia miliki
sudah rusak, maka dari itu dia mendatangi salah satu toko
yang terkenal di Surabaya.

Sesampainya di toko tersebut Cherryl bertanya-tanya


kepada Si penjual tentang tas yang dia inginkan. Kemudian
Si penjual pun memberitahu tentang tas yang dia inginkan
itu. Tas tersebut bermerk polo.

Cherryl merasa bingung ingin beli tas yang model bagaimana


karena tas merk polonya bagus-bagus. Selanjutnya Cherryl
mengambil salah satu tas yang bermerk polo dan dia
menanyakan kelengkapan tas tersebut kepada Si penjual.

Si penjual pun menjelaskan kelengkapan tas yang


ditanyakan Cherryl bahwa tas tersebut dilengkapi tempat
laptop yang bisa diambil dan dipasang lagi, terdapat empat
bukaan, apabila tempatnya kurang luas bisa dibesarkan dan
ada juga pelindung anti air yang bisa dipakai pada saat
hujan.

Mendengarkan penjelasan Si penjual, Cherryl masih


penasaran dan ingin tahu kelangkapan tas merk polo yang
lainnya. Kemudian Cherryl mengambil tas merk polo lagi
tetapi modelnya berbeda. Dia menanyakan kelengkapan tas
yang dia ambil untuk kedua kalinya kepada Si penjual.

Si penjual pun menjelaskan lagi tas yang kedua bahwa


kelengkapannya sama, hanya yang membedakan tempat
laptopnya yang pertama bisa diambil dan dipasang lagi
tetapi yang kedua tidak bisa diambil dan tempatnya juga
lebih luas yang pertama karena cukup untuk barang banyak.

Pada saat itu tas yang pertama sebagai contoh berwarna


ungu, Cherryl menanyakan kepada Si penjual warna yang
tersedia dan ternyata ada beberapa warna yang tersedia
diantaranya warna merah, abu-abu dan hitam.

Tetapi warna yang Cherryl inginkan tidak tersedia karena


pabrik tidak memproduksinya yaitu warna coklat. Tetapi jika
Cherryl benar-benar ingin warna coklat ada tetapi modelnya
seperti tas yang kedua. Dina tidak mau dengan model tas
yang kedua, dan dia ingin melihat tas yang pertama warna
merah dan hitam. Cherryl kebingungan mau membeli warna
hitam atau merah. Menurut Si penjual warna hitan itu warna
netral sedangkan warna merah itu terlalu mencolok.

Setelah bercakap-cakap tentang kelengkapan dan warna


Cherryl pun menanyakan harga tas tersebut kepada Si
penjual. Ternyata harga tas yang pertama sebesar Rp
300.000,00 dan yang kedua sebesar Rp 275.000,00. Dina
merasa harga tersebut terlalu mahal, dia menanyakan
tentang diskon. Semua tas merk polo masing-masing
mendapat diskon 5%. Harga tas yang pertama menjadi Rp
285.000,00 dan yang kedua menjadi Rp 261.500,00.

Cherryl ingin mengambil tas yang model pertama tetapi dia


merasa harganya masih terlalu mahal karena diskonnya
cuma 5%. Dia ingin harganya diturunkan lagi menjadi Rp
260.000,00 tetapi Si penjual tidak bisa menurukan sebesar
itu. Tetapi Cherryl tetap saja ngotot ingin harganya
diturunkan lagi menjadi Rp 265.000,00, Si pejual pun
langsung menetapkan harganya sebesar Rp 275.000,00.

Cherryl pun masih ingin harganya diturunkan lagi tetapi Si


penjual tidak bisa menurunkan lagi Rp 275.000,00 sudah
paling murah karena Si penjual hanya mendapat laba sedikit.
Akhirnya Cherryl pun setuju dengan harga tersebut dan dia
ingin membeli tas yang warna hitam. Karena sudah sepakat
dengan harga Rp 275.000,00 Si penjual menyuruh Cherryl
melakukan pembayaran di tempat kasir