Anda di halaman 1dari 9

Ujian Praktek

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti


Tahun Pelajaran 2018-2019

Membawakan Doa

Membaca Kitab Suci

Memberi Renungan/kotbah

Mempresentasikan Foto/Gambar Peristiwa

Nama Peserta :

Kelas/Jurusan :

SMA Katolik Notre Dame


Jl. Puri Kembang Barat Raya, Blok M, Puri Indah
Jakarta Barat
2019
ANALISIS PENDENGAR

1. Nama Pembawa Renungan : ..........................


2. Tema Renungan : Jangan Takut
3. Sumber bahan/ KS : Yesaya 41 : 1- 5
4. Tujuan Renungan : Agar pendengar tidak mempunyai
ketakutan yang berlebihan
5. Dalam Acara : Ibadat Penutupan Tahun
6. Berperan Sebagai : Guru
7. Jumlah Peserta : 70 Orang
8. Agama Pendengar : 40 Kristen dan 30 Katolik
9. Jenis Kelamin : Pria 45 Wanita 25
10. Waktu / Durasi : 7 Menit
11. Pekerjaan Pendengar : Siswa/pelajar
12. Pendidikan Pendengar : SMA
13. Usia Pendengar : 15-17 Thn
14. Alat Peraga : Alkitab, Mic, Notebook,gambar
15. Tempat Renungan : Lapangan
16. Situasi/kondisi pendengar : cemas,gelisah,bingung
17. Inti pada Renungan :Dengan Tuhan, tidak ada perkara yang
mustahil. Menyikapi peringatan kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus,
dan memasuki tahun baru, inilah pesan Tuhan bagi kita semua yang percaya
pada Yesus. Ada jaminan keselamatan yang disediakan bagi kita jika kita
tetap berjalan beriringan bersama Tuhan dan berserah total sepenuhnya pada
Tuhan. Tahun boleh sulit, krisis boleh menerpa, masalah boleh setiap saat
hadir dalam hidup kita, tapi tidak perlu khawatir, sebab Tuhan selalu beserta
kita.
Pengantar
Selamat Malam Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Kristus, Shallom.

Pada malam ini saya akan membawakan renungan dalam rangka ibadat penutup tahunan.
Renungan malam ini saya ambil dari kitab Yesaya 41: 1-5 dengan tema jangan takut . Aku
menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan
akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa
kemenangan (yesaya 41: 5 ) Tetapi sebelum kita memulai renungan kita, baiklah, mari kita
berdoa terlebih dahulu.

Doa Pembuka :

Marilah berdoa : Tuhan, terima kasih atas berkat dan perlindungan-Mu kepada kami sehingga
kami dapat sampai di tempat ini dengan selamat. Ajarilah kamai untuk berani menghadapi hidup
ini dan Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati kami sehingga mata hati kami terbuka dan
dapat menangkap apa yang ingin engkau sampaikan kepada kami semua. Kami mohon semuanya
ini demi Kristus, Tuhan dan Pengantara Kami. Amin

Bacaan Kitab Suci


JANGAN TAKUT
Yesaya 41 : 1- 5
”Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;
Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan
tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” ( Yes 41: 5 )
”Dengarkanlah Aku dengan berdiam diri, hai pulau-pulau; hendaklah bangsa-bangsa mendapat
kekuatan baru! Biarlah mereka datang mendekat, kemudian berbicara; baiklah kita tampil
bersama-sama untuk beperkara! Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia
yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke
depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya
membuat mereka seperti jerami yang tertiup. Ia mengejar mereka dan dengan selamat ia melalui
jalan yang belum pernah diinjak kakinya. Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya
itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang
terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga. Pulau-pulau telah melihatnya
dan menjadi takut, ujung-ujung bumi pun menjadi gemetar; mereka datang dan makin mendekat.
Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: "Kuatkanlah hatimu!.Tukang
besi menguatkan hati tukang emas, dan orang yang memipihkan logam dengan martil
menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian: "Itu baik,"
lalu menguatkannya dengan paku-paku, sehingga tidak goyang. Tetapi engkau, hai Israel,
hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; engkau yang
telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku
berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau";
janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku
akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan
kanan-Ku yang membawa kemenangan. Demikianlah Sabda Tuhan. Syukur kepada Allah

Isi Renungan
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Kristus,

Saya akan bercerita tentang pengalaman seseorang. Sebut saja Yusuf. Ia pernah bercerita
kepada saya bahwa ia menyukai seseorang, tetapi ia terlalu kuatir. Ia sudah berpikir bagaimana
bertemu dengan orang tuanya apabila ia belum bisa membawa mobil, Bahkan ia sudah takut
apabila nantinya ia ditolak. Dan pada akhirnya ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada
orang tersebut. Kita pasti pernah merasa kuatir. Saya pernah merasa kuatir, Anda pernah merasa
kuatir, bahkan orang terkaya sekalipun pasti penah merasa kuatir. Seringkali kekuatiran kita
menghadang kita untuk menghadapi semua masalah. Tetapi, apa sebenarnya rasa kuatir itu? Dr.
Thomas Borkovec, seorang peneliti di Penn State University, yang diberi gelar "Dr. Kuatir"
karena penelitiannya yang luas tentang kekuatiran, mengatakan bahwa Kekuatiran merupakan
serangkaian pikiran dan gambaran-gambaran yang menghasilkan perasaan-perasaan negatif.
Pikiran-pikiran tersebut tidak dapat dikontrol, dan berkaitan dengan suatu masalah tertentu yang
tidak pasti. Biasanya, para penguatir yakin bahwa kemungkinan besar akan terjadi satu hal atau
lebih yang bersifat negative. Terkadang kekuatiran kita mengakibatkan kita mengandalkan
kekuatan kita sendiri, padahal Tuhan ingin agar kita mengandalkan Dia. Kita sering kecewa
terhadap apa yang kita alami dan tidak jarang pula kita menyalahkan Tuhan. Hal ini terjadi
karena kita memiliki rasa kuatir yang berlebihan dan itu mengakibatkan sesuatunya tidak
menjadi lebih baik. Segala hal yang berlebihan tidak akan menguntungkan kita, melainkan akan
membawa bencana bagi kita.

Memang baik bagi kita untuk merencanakan masa depan, tetapi apabila hal itu akan sia-sia
apabila kita terlalu kuatir. Tuhan mengajarkan bahwa masalah hari ini cukup untuk hari ini,
karena esok hari memiliki masalah yang lain pula. Dalam Amsal 12:25 dikatakan bahwa
“kekuatiran di dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan
orang.” Kekuatiran tidak dapat menambahkan apapun dalam hidup kita. Bila kita terlalu kuatir,
kita akan seperti benih yang ditaburkan di tengah semak duri, karena kekuatiran akan dunia ini.
Akibatnya, kita tidak dapat berbuah. Karena dalam Lukas 12 : 22-31 dikatakan bahwa kita lebih
berharga daripada bunga bakung di taman, sehingga apa lagi yang kita kuatirkan. Kita adalah
ciptaanNya yang dijadikan serupa denganNya, sehingga kita adalah Bijih Mata-Nya. Jadi Jika
Allah telah memberikan kebutuhan pangan yang cukup bagi kita hari ini, mengapa kita tidak
mengizinkan Dia memberikan perhatian yang sama untuk masa depan kita?

PENUTUP
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Kristus, Demikian renungan kita pada malam
ini. Saya berharap agar anda mulai kembali ke jalan-Nya apabila anda sudah keluar jalur. Coba
renungkan hal apa saja yang Tuhan telah lakukan kepada hidup kita. Bagaimana anda
menyikapinya? Bagaimana perlakuan anda terhadap orang tua yang sudah Tuhan berikan kepada
anda? Jadi kembalilah ke jalan-Nya dan hadapi segala Raksasa yang menghadang. FEAR
NOTHING BUT JESUS.

Doa Penutup

Marilah Kita berdoa.+ Tuhan, terima kasih atas perlindungan-Mu selama renungan tadi. Semoga
apa yang kami tangkap pada renungan kali ini dapat kami jadikan sebagai fondasi dari kehidupan
kami. Ajarilah kami untuk tidak takut dalam menghadapi hidup ini dan Curahkanlah Roh Kudus-
Mu kepada diri kami masing-masing, sehingga kami dapat menjadi saluran berkat bagi orang-
orang di sekitar kami. Engkau juga berkati aktivitas kami di Tahun yang Baru ini, sehingga kami
semakin memuliakan Nama-Mu. Kami mohon semuanya ini demi Kristus, Tuhan dan pengantara
kami, Amin.

GAMBAR/FOTO PERISTIWA
JANGAN TAKUT

Gempa bumi di Haiti telah menelan banyak korban jiwa. Akan tetapi masih
banyak mukjizat yang Tuhan lakukan seperti kepada Seorang Pria bernama Evan
Muncie yang ditemukan setelah 4 minggu terkubur di dalam reruntuhan. Menurut
pengakuan Muncie, pada satu waktu ada seseorang yang datang memberikan air
padanya sehingga ia bisa bertahan hidup. Namun jika dilihat dari posisinya, tidak
terbayang siapa yang memberinya air itu. Masih banyak hal-hal ajaib yang tidak
dapat kita pikirkan, jadi kita harus percaya kepada Tuhan, karena mukjizat terjadi
di mana saja.

( Sumber: http://www.jawaban.com/news/news/detail.php?id_news=100209112204 )

DAFTAR ACARA
YANG BISA DIPAKAI UNTUK RENUNGAN KOTBAH

NO DALAM ACARA

1 Perayaan Hari Natal


2 Perayaan Hari Paskah
3 Ibadat Malam
4 Retret
5 Rekoleksi
6 Bina Iman
7 Valentine Day
8 Kebangunan Rohani ( KKR )
9 Mudika
10 Gladi Rohani
11 LDK
12 Gathering Family
13 Putera-Puteri Altar ( Misdinar )
14 Choice
15 Adven
16 Pendalaman Iman
17 APP
18 Pelantikan
19 Seminar Rohani
20 Temu Remaja
21 Perpisahan/Graduasi
22 Pembinaan Mental Spiritual
23 Malam Pergantian Tahun
24 Api Unggun
25 Jalan Salib
26 BIR ( Bina Iman Remaja )
27 PIA ( Pendampingan Iman Anak )
28 Sharing Iman
29 Pendalaman Alkitab
30 Ibadat Sabda
31 Malam 17 Agustus
32 Doa dan Renungan Pagi
33 Komsel
34 Persekutuan Kelompok
35 Karismatik
36 Perayaan Syukuran
37 Ziarah wisata rohani
38 Camping Rohani
39 Mos
40 Week End

PERAN YANG BISA DIPILIH


KETIKA MEMBAWAKAN RENUNGAN
1. GURU
2. DOSEN
3. KEPALA SEKOLAH
4. PENDETA
5. SUSTER
6. KETUA OMK
7. KETUA OSIS
8. PASTOR
9. FRATER
10. BRUDER
11. SIE LITURGI
12. PRO DIAKON
13. PENGUSAHA
14. PEMIMPIN MASYARAKAT
15. KEPALA RUMAH TANGGA
16. MOTIVATOR
17. AKTIVIS
18. PEMBINA
19. PEMBIMBING ROHANI
20. KETUA KELAS