Anda di halaman 1dari 2

Nama: Tia Tahnia

Nim: P031915401035
Kelas: Tingkat 1A DIII
Kebidanan
Mata kuiah: Asuhan kebidanan
pada kehamilan
Dosen: Juraidah Roito Harahap, SST, M. Keb

Ringkasan materi tentang prinsip deteksi dini terhadap kelainan, komplikasi dan
penyakit dalam kehamilan
WHO memperkirakan bahwa sekitar 15% dari seluruh wanita yang hamil akan
berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya serta dapat
mengancam jiwanya. Untuk itu ibu hamil harus memantau kehamilannya, kebijakan teknis
yang harus dilakukan adalah:
A. Pemeriksaan dini
Sangat penting bagi semua wanita untuk segera memeriksakan dirinya ke tenaga
kesehatan profesional ketika diduga hamil, yaitu jika ia merasa terlambat haid selama
satu atau dua periode .
B. Kontak trimester 1

Tanda tanda tidak pasti hamil


1. Mengidam
2. Payudara membesar
3. Perut membesar
4. Mual dan mutah
5. Amenorhe

Tanda tanda pasti hamil


1. Tanda hegar
2. Tes kehamilan positif
3. Tanda piskacek
4. Terasa gerakan janin
5. Terdenga djj
A. Pelayanan anc berdasarkan kebutuhan individu
asuhan yang berorientasi pada wanita harus dapat memenuhi hak-hak klien seperti:
a. Setiap ibu mempunyai hak mendapatkan keterangan mengenai asuhannya.

b. Setiap ibu mempunyai hak mendiskusikan keprihatinannya dalam lingkungan


dimana ia merasa percaya diri
c. Setiap ibu harus mengetahui sebelumnya jenis prosedur dilakukannya.

A. Pengenalan tanda bahaya dini


Kemungkinan terjadi resiko kemungkinan adanya komplikasi
DAMPAK: 5 K- Kematian, Kesakitan, Kecacatan
Ketidak-puasan, Ketidak-nyamanan
5 D: death, disease, disability, dicomfort, dissatisfaction
pada IBU dan atau BAYI baru lahir
B. Skrinning dan deteksi dini
Deteksi dini merupakan upaya untuk menemukan suatu komplikasi. Skrining
merupakan alat untuk melakukan deteksi dini. Skrining untuk menemukan keadaan yang
abnormal merupakan peran bidan yang penting.
Pengisisan kartu Prakiraan Persalinan

Dilakukan dengan menentukan skor dari resiko persalinan dengan cara


1. Skor awal : 2 Umur dan Paritas - semua ibu hamil sama
2. Skor awal 2 + X nilai X adalah skor faktor risiko yang ditemukan pada kontak I
3. Jumlah skor tetap atau bertambah, bila timbul faktor risiko lain,