Anda di halaman 1dari 3

INTERPERSONAL SKILL / Sebagai contoh, terlambat memenuhi janji dengan 2.

Komunikasi adalah merupakan suatu aktifitas


KEMAMPUAN INTERPERSONAL : seseorang (dimensi temporal), dapat mengakibatkan kompleks
berubahnya suasana persahabatan-permusuhan (dimensi 3. Komunikasi adalah vital untuk suatu
suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang sehingga sosial-psikologis), yang kemudian dapat menyebabkan kedudukan/posisi efektif
ia mampu berinteraksi sosial dengan sesamanya. perubahan kedekatan fisik dan pemilihan rumah makan 4. Suatu pendidikan tinggi tidak menjamin kompetensi
kecakapan atau keterampilan yang dimiliki oleh seseorang untuk makan malam (dimensi fisik). komunikasi yang baik
dalam hubungannya dengan orang lain, baik dalam 2. Sumber-Penerima 5. Komunikasi adalah popular
berkomunikasi verbal maupun non verbal dengan tujuan
Kita menggunakan istilah sumber (komunikator)-
untuk mengembangkan kerja secara optimal. 5.5. Komunikasi Dalam Organisasi
penerima (komunikan) sebagai satu kesatuan yang tak
Dalam dunia kerja, komunikasi merupakan satu hal yang
Menurut Spitzberg & Cupach (dalam Muhamad) Lukman terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang paling penting dan menjadi bagian dari tuntutan profesi
2000:10) : terlibat dalam komunikasi adalah sumber (atau
(keahlian)
“kemampuan seorang individu untuk melakukan pembicara), sekaligus penerima (atau pendengar)
5.5.1. Komunikasi formal dan informal
komunikasi yang efektif” 3. Enkoding-Dekoding
Komunikasi formal ialah komunikasi resmi yang
Menurut Buhrmester, dkk (1988 ; 991) adalah : Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan
menempuh jaringan organisasi struktur formal dimana ,
“ kecakapan yang dimiliki seorang untuk memahami menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis)
informasi ini tampaknya mengalir dengan arah yang tidak
berbagai situasi sosial dimanapun berada serta bagaimana sebagai enkoding (encoding atau penyandian). dapat diduga dan jaringannya digolongkan sebagai
orang tersebut menampilkan tingkah laku yang sesuai Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya,
selentingan
dengan harapan orang lain yang merupakan interaksi dari mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding Komunikasi informal ialah komunikasi yang menempuh
individu dengan individu lain.” (decoding atau pemecahan sandi).
saluran yang sering disebut “selentingan”, yaitu suatu
Buhmester, dkk (1988 : 933) 5 aspek kemampuan Oleh karenanya, kita menamai pembicara atau penulis
jaringan yang biasanya jauh lebih cepat dibandingkan
interpersonal, yaitu: sebagai enkoder (encoder) dan pendengar atau pembaca
dengan saluran-saluran resmi
sebagai dekoder (decoder)
5.5.2. Komunikasi ke atas, ke bawah, horisontal dan
1. Kemampuan berinisiatif 4.Kompetensi Komunikasi
silang
2. Kemampuan bersikap terbuka (self disclosure) Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan
A. Komunikasi ke atas (upward communication)
3. Kemampuan bersikap asertif seseorang untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg
Komunikasi dari bawahan ke atasan yang mencakup
Menurut Pearlman dan Cozby (dalam Fuad Nashori, 2000 dan Cupach, 1989). sistem-sistem saran, kebijaksanaan pintu terbuka,
: 30) mengartikan “asertif sebagai kemampuan dan Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan
mendengarkan keluhan-keluhan karyawan dan survei
kesedian individu untuk mengungkapkan perasaan- tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi
semangat.
perasaan secara jelas dan dapat mempertahankan hak- kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi
B. Komunikasi ke bawah (downward communication)
hak dengan tegas 5. Pesan
Komunikasi dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang
4. Kemampuan memberikan dukungan emosional. Pesan komunikasi dapat mempunyai banyak bentuk.
lebih rendah dari suatu organisasi, mencakup pedoman
5. Kemampuan Mengatasi Konflik 6. Saluran
perusahaan, publikasi ke dalam, memo, papan buletin dan
 Interpersonal skill seseorang tercermin dari : Saluran komunikasi adalah media yang dilalui pesan
rak informasi.
 Kemampuan berkomunikasi 7. Umpan Balik
C. Komunikasi horizontal (horizontal communication)
 Membangun hubungan baik Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke
Komunikasi horizontal terdiri dari penyampaian informasi
 Kemampuan memotivasi sumbernya
diantara rekan sejawat dalam unit kerja yang sama
 Kemampuan kepemimpinan 8. Gangguan
Tujuan dari komunikasi horizontal adalah
 Kemampuan memasarkan diri seniri Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi
1) Untuk mengkordinasikan penugasan kerja
 Kemampuan bernegosiasi yang mendistorsi pesan.
2) Berbagi informasi mengenai rencana dan kegiatan
 Kemampuan berpresentasi Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik (ada orang lain
3) Untuk memecahkan masalah
 Kemampuan berkomunikasi di depan public berbicara), psikologis (pemikiran yang sudah ada di
4) Untuk memperoleh pemahaman bersama
kepala kita), atau semantik (salah mengartikan makna).
5) Untuk mendamaikan, berunding dan menengahi
KOMPETENSI KOMUNIKASI DAN INTERPERSONAL perbedaan
6) Untuk menumbuhkan dukungan antar pesona
D. Komunikasi silang (across communication)
Komunikasi ini merupakan penyampaian informasi rekan
sejawat yang melewati batas-batas fungsional dengan
individu yang tidak menduduki posisi atasan maupun
bawahannya
5.3. Tujuan Dan Fungsi Komunikasi
Komunikasi adalah 1. Agar menjadi tahu dan memberitahukan 1. Komunikasi lisan dan tertulis
proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada 2. Menilai masukan (input) atau hasil (output) atau suatu 2. 2. Komunikasi non verbal
orang lain untuk memberitahu atau untuk mengubah pola pemikiran, misalnya umpan balik, tanggapan atas 5.5.3. Lima Kaidah Komunikasi
sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan pendapatan, evaluasi anggaran, penilaian rencana dan Telah dikenal 5 (lima) Kaidah Komunikasi efektif (The 5
maupun tidak langsung melalui media; proses sebagainya. Inevitable Laws of Efffective Communication), dirangkum
penyampaian bentuk interaksi gagasan kepada orang lain 3. Mengarahkan atau diarahkan, misalnya manajer dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari
dan proses penciptaan arti terhadap gagasan atau ide mengarahkan sumber tenaga, komunikasi itu sendiri, yaitu REACH (Respect, Empathy,
yang disampaikan, baik sengaja maupun tidak disengaja 4. Mempengaruhi dan dipengaruhi, misalnya motivasi, Audible(yaitu dapat didengarkan atau dimengerti
Komponen Komunikasi; persuasi, stimulasi dan sebagainya. dengan baik), Clarity(kejelasan dari pesan yang
1. Lingkungan komunikasi 5. Mengandung beberapa fungsi insidental, atau netral : disampaikan), dan Humble), yang berarti merengkuh
 Lingkungan (konteks) komunikasi setidak- yang tidak langsung mempengaruhi tercapainya tujuan atau meraih.
tidaknya memiliki 3 (tiga) dimensi di antaranya dan hubungan dalam pergaulan sosial
a. Fisik, adalah ruang di mana komunikasi berlangsung
Kegunaan Mempelajari Iimu Komunikasi William D. Wells mengatakan bahwa komunikasi yang
nyata atau berwujud.
Ruben and Steward (2005) menyatakan bahwa alasan baik seharusnya memenuhi rumus ROI, yakni Relevance,
b. Sosial-psikologis, misalnya tata hubungan status di
mempelajari ilmu komunikasi adalah : Original dan Impact. Apabila presentasi tersebut tidak
antara pihak yang terlibat,
1. Komunikasi adalah fundamental dalam kehidupan relevan, maka tujuannya tidak jelas.
c. Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan
kita
jam, hari, atau sejarah di mana komunikasi berlangsung.
-Berani Menghadapi Risiko Seringkali ide baru yang terbaik benar-benar berbeda
-Motif Berprestasi Tinggi dari pendahulunya.
Maslow (1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi Devais elektronik dari semikonduktor adalah sama sekali
berbeda dibanding pendahulunya (tabung hampa), walau
oleh tingkatan kebutuhan kebutuhan, sesuai dengan
fungsinya tepat sama (dengan perbaikan unjuk kerja yang
tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik sangat berarti).
(physiological needs), kebutuhan akan keamanan
(security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), 4. Mengubah Arah :
dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation Banyak terobosan kreatif terjadi saat perhatian
needs). dialihkan dari satu sudut pandang ke sudut pandang
Inovasi : semua jenis tindakan yang bertujuan untuk lainnya. Sering disebut dengan keinsyafan kreatif. Jika
sebuah solusi gagal untuk bekerja, alihkan ke
memperbaiki dan meningkatkan unjuk kerja dan/atau
kemungkinan solusi lainnya.
kualitas dari semua bentuk kegiatan dan produk kegiatan, - Seorang staf peneliti 3M membuat formula lem
baik berupa peranti keras (hardware) maupun peranti yang “gagal” karena walaupun biosa menempelkan
Prosentasi Pemuasan Kebutuhan lunak (software). kertas, tetapi sangat mudah dilepas kembali.
Peranti keras : segala jenis peralatan/perangkat, benda, Ternyata, lem itu justru cocok untuk digunakan
dlsb. yang bisa dilihat dan diraba secara kasat mata. sebagai non permanent glue alias “paste it” !
Contoh : komputer, mobil, mesin, alat sekolah, alat dapur, Sikap Negatif yang Menghalangi Kreatifitas
1. Aduh, ada masalah !
sound system, untai elektronika, peralatan laboratorium,
2. Skeptis
dlsb. 3. Saya bukan ahlinya
Peranti lunak : segala jenis program, sistem, metoda, 4. Tapi saya tidak kreatif !
cara, dan proses yang pada umumnya tidak bisa diraba 5. Ah, itu kekanak-kanakan !
secara kasat mata. Contoh : program komputer, sistem 6. Takut digunjingkan orang.
perbankan, metoda pengukuran, proses pendidikan, cara 7. Saya Mungkin Gagal
Beberapa contoh temuan kreatif :
belajar-mengajar, dlsb.
Hirarki kebutuhan Maslow  Getah pohon pisang bisa digunakan sebagai obat luka
Tiga definisi kreatifitas dari Robert Harris, 1998
yang sangat manjur !
• Kebutuhan Dasar 1 : Kebutuhan Fisiologis Definisi 1 :  Air kelapa bisa digunakan untuk membersihkan botol
• Kebutuhan Dasar 2 : Kebutuhan Keamanan Kreatifitas adalah kemampuan membayangkan atau kaca.
(Safety) menemukan sesuatu yang baru.  Tembakau bisa digunakan untuk membersihkan kaca
• Kebutuhan Dasar 3 : Kebutuhan Dimiliki dan Definisi 2 : mobil sehingga sewaktu turun hujan air bisa lancar
Cinta (Belonging dan Love) Kreatifitas adalah sikap : mampu menerima perubahan mengalir.
• Kebutuhan Dasar 4 : Kebutuhan Harga Diri Sikap-Sikap Positif untuk Kreatifitas
dan pembaruan, sudi/mau untuk bermain dengan ide-ide
1. Keingintahuan
(Self Esteem) dan kemungkinan-kemungkinan, fleksibilitas dalam cara 2. Tantangan
• Kebutuhan Dasar Meta : Kebutuhan Aktualisasi memandang, kebiasaan menikmati hal-hal yang baik,
3. Ketidakpuasan yang Konstruktif
Diri sambil mencari jalan untuk memperbaiki hal tersebut. Apakah Analisis SWOT itu?
Definisi 3 : Analisis SWOT adalah alat yang benar-benar berguna
Profil Seorang Wirausahawan menurut David (1996) Kreatifitas adalah sebuah proses. Orang yang kreatif untuk melakukan analisis strategis dan untuk
Karakteristik Profil Ciri Wirausahawan yang Menonjol adalah pekerja keras, dan secara kontinyu memperbaiki memahami posisi terkini suatu organisasi (PS) dalam
Berprestasi tinggi Ahli untuk memperoleh prestasi lingkungannya (internal dan eksternal). Analisis SWOT
ide-ide dan solusi-solusi dengan membuat perubahan-
Pengambil resiko Mereka tidak takut mengambil mencakup tiga langkah utama:
perubahan gradual dan perbaikan-perbaikan pekerjaan SARAN UNTUK MELAKUKAN ANALISIS SWOT
risiko tetapi akan menghindari risiko-tinggi apabila mereka Langkah 1: Identifikasi kelemahan dan ancaman yang
dimungkinkan. Sumber pembangkit kreatifitas paling urgen untuk diatasi secara umum pada semua
Pemecah masalah Mereka tanggap mengenali dan (Hetherington dan Parke, 1999) komponen.
memecahkan masalah yang dapat menghalangi t Ilmu pengetahuan Langkah 2: Identifikasi kekuatan dan peluang yang
kemampuannya mencapai tujuan. t Intelijensi diperkirakan cocok untuk upaya mengatasi kelemahan
Pencari status Mereka tidak memperkenankan dan ancaman yang telah diidentifikasi lebih dahulu pada
t Gaya berpikir (thinking styles)
kebutuhan terhadap status mengganggu misi usahanya. t Karakteristik kepribadian tertentu Langkah 1.
Langkah 3: Masukkan butir-butir hasil identifikasi
Tingkatan energy tinggi Dedikasi dan workoholic demi t Motivasi
(Langkah 1 dan Langkah 2) ke dalam Bagan Analisis
wujudnya sukses. t Lingkungan yang mendukung SWOT. Langkah ini dapat dilakukan secara keseluruhan,
Percaya diri Tingkat confidence yang tinggi. Metoda-Metoda Inovatif/Kreatif atau jika terlalu banyak, dapat dipilah menjadi analisis
Ikatan emosi Memisahkan antara hubungan 1. Evolusi : SWOT untuk komponen masukan, proses, dan keluaran.
emosional dengan karier. Metoda perbaikan dengan cara peningkatan secara
Kepuasan Pribadi Menyukai kompleksitas tinggi gradual.
dengan formalisasi yang rendah  Ide baru dibangkitkan
Menurut pendapat Bygrave (1996), karakter seorang dari ide sebelumnya
wirausahawan adalah irisan dari berbagai sikap mental  Solusi baru didasarkan
positif dan membutuhkan proses yang berasal dari pada solusi sebelumnya
internal maupun eksternal  Membuat sesuatu lebih
karakterisitik seorang wirausahawan baik (walau sedikit) dari yang sebelumnya.
-Memiliki Kreatifitas Tinggi 2. Sintesis :Dua atau lebih ide yang ada digabungkan
Max Weber menyatakan intisari etos kerja orang Jerman ke dalam satu ide (baru) yang lain.
adalah : rasional, disiplin tinggi, kerja keras, berorientasi  Menggabungkan ide sebuah radio dengan ide teletext
pada kesuksesan material, hemat dan bersahaja, tidak memberikan ide baru : sebuah radiotext.
mengumbar kesenangan, menabung dan investasi.  Menggabungkan ide telepon dan ide komputer
memberikan ide baru : smartphone dan PDA.
Di Timur, orang Jepang menghayati “bushido”(etos para
 Menggabungkan ide perdagangan dan internet
samurai) perpaduan Shintoisme dan Zen Budhism.
memberikan ide baru : e-business, e-commerce, e-
Inilah yang disebut oleh Jansen H. Sinamo (1999) sebagai banking, e-payment, dll.
“karakter dasar budaya kerja bangsa Jepang”. 3. Revolusi :
-Mandiri atau Tidak Ketergantungan
Analisis LINGKUNGAN INTERNAL:
1. S = Strengths (Kekuatan)
adalah “kekuatan-kekuatan” yg dimiliki
2. W = Weaknesses (Kelemahan)
adalah “kelemahan-kelemahan” yg dimiliki
3. O = Opportunity (Peluang)
adalah sebanyak mungkin “peluang” yg dapat diraih dan
didayagunakan agar program studi dapat tumbuh atau
berkembang dan mampu mengalahkan pesaing-
pesaingnya
4. T = Threats (Ancaman)
adalah ancaman-ancaman terhadap keberlangsungan PS
dalam persaingan yang jika PS tidak memahaminya dan
menyadari untuk segera diatasi, maka kehidupan,
kemampu-tumbuhan, kemampu-bersaingan PS sebagai
organisasi bisa hancur

Program Studi harus mampu menganalisis semua bagian


dari sistem manajemen secara komprehensif:
– INPUTS (Masukan)
– PROCESES (Proses-proses)
– OUTPUTS (Keluaran)
– OUTCOMES (Hasil)
– IMPACTS (Dampak)
1. Input
– SDM (DOSEN, STAF PENDUKUNG
(Teknisi/Laboran/ Adminstrasi, Kerumahtanggan)
– Mahasiswa (calon mahasiswa &
Mhs)
– Suprastruktur (kurikulum)
– Keuangan&Dana
– MIS/ICT
– Fasilitas (Gedung & Peralatan) &
Infrastruktur (Sarana & Prasarana)
2. Process (Pembelajaran, suasana akademik, penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat (PkM))
3. Output (Sarjana,hasil penelitian, Hasil PkM)
4. Outcome (Persebaran lulusan, penerbitan buku, hasil
penelitian, dan hasil PkM)
5. Impact (Kinerja lulusan di masyarakat, perujukan hasil
penelitian, PkM dan penerbitan oleh masyarakat
akademik)