Anda di halaman 1dari 9

METODOLOGI ANDAL DAN TEKNIK PENYARINGAN PROYEK

OLEH :

KELOMPOK 9
1. ALDY JABIR (A011171330)
2. MUHAMMAD SUFRI (A011171023)
3. JAMIL (A011171016)

JURUSAN ILMU EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
2020
METODOLOGI ANDAL

Sejak tahun 1970 sampai sekarang telah banyak sekali dikembangkan metode
Andal. Banyaknya metode Andal mempersulit tim dalam memilih metode mana yang
sesuai dengan Andal yang akan dikerjakan. Untuk mempermudah pemilihan metode
tersebut perlu dibahas terlebih dahulu kegunaan dari metode, kapan dipakainya dan
bagaimana ciri metode tersebut.
Kegunaan dari Metode Andal
Berikut adalah beberapa kegunaan dari metoode andal :

 Memenuhi syarat pendekatan secara illmiah;


 Meyakinkan pemakai bahwa tidak ada komponen lingkungan penting yang
harus dipertimbangkan terlewatkan.
 Berguna untuk menetapkan data dan informasi yang diperlukan dalam
pendugaan dampak. Dengan demikian dapat pula digunakan untuk
meyusun rencana penelitian di lapangan, data sekunder yang diperlukan
dan penelitian-penelitian khusu;
 Mengevaluasi seluruh dampak yang akan terjadi dan sejauh mana
tingkatnya serta mengevaluasi alternatif penyelesaian yang diusulkan
 Dapat menunjukkan usaha yang diperlukan untuk menekan dampak negatif.
Kemudian dipakai pula untuk mengevaluasi usulan dari pemrakarsa proyek
dalam usahanya menekan dampak
 Dengan pemilihan metode yang tepat, maka akan mempermudah
mengetahui dampak yang akan terjadi dan alternatif penyelesaian
Klasifikasi Metode
Adanya studi perbandingan dari berbagai metodologi oleh beberapa ilmuwan
akan sangat mendorong dalam memahami ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan tiap
metoode. Dickert telah melakukan klasifikasi metode berdasarkan fungsinya dalam
analisis dampak lingkungan, yaitu:
a. Fungsi identifikasi
Fungsi identifikasi dari metode adalah fungsi yang membantu menentukan
atau memilah aktivitas-aktivitas proyek yang dapat menimbulkan dampak
dan komponen lingkungan yang terkena dampak dari aktivitas proyek.
b. Fungsi pendugaan
Fungsi ini digunakan untuk menentukan perubahan kuantitatif yang meliputi
dimensi waktu dan ruang yang terjadi. Biasanya tidak ada masalah dalam
penyajian nilai kuantatif untuk komponen-komponen fisik dan kimia, tetapi
untuk biologi, sosial-ekonomi dan sosia-budaya relatif belum banyak
dikembangkan
c. Fungsi Evaluasi
Fungsi evaluasi membantu melakukan evaluasi secara terpadu dari
kelompok-kelompok dan secara keseluruhan dampak. Membantu
menujukkan biaya dan keuntungan dari setiap dampak dan besarnya
masyarakat yang akan terkena dampak.

Mengingat tiap metoode mempunyai kelebihan dan kekurangan dari fungsinya dari
ketiga hal tersebut, maka penggunaan metode tersebut dapat disesuaikan dengan
proyek yang dikerjakan. Warner dan Bromley (1974) membuat klasifikasi metode
Andal berdasakan caranya dampak ditetapkan menjadi lima sebagai berikut :
a. Ad Hoc
Metode Ad Hoc adalah metode yang sangat sedikit memberikan pedoman-
pedoman cara melakukan pendugaan bagi anggota-anggota timnya. Tiap
anggota tim diberi kebebasan menggunakan keahliaannya untuk melakukan
pendugaan. Komponen lingkungan yang digunakan biasanya bukan
komponen yang detail tetapi merupakan bidang yang luas misalnya pada
danau, hutan. Kekurangan metode ini adalah kurangnya keterpaduan dengan
disiplin-disiplin lain
b. Overlays
Metode ini menggunakan sejumlah peta di tempat proyek yang akan
dibangun dan daerah sekitarnya yang tiap pet menggambarkan komponen-
komponen lingkungan yang lengkap, yang meliputi aspek fisik-kimia, biologi,
sosia-ekonomi dan sosial-budaya. Penggabungan dalam bentuk penampalan
akan menunjukkan kumpulan atau suatu peta pun akan terlihat sebagai
gambaran bentuk lingkungan secara keseluruhan.
c. Checklist
Metode ini merupakan metode dasar yang banyak digunakan untuk
mengembangkan metode-metode lain. Metode ini sangat sederhana dan
berbentuk sebagai daftar komponen lingkungan yang kemudian akan
digunakan untuk menentukan komponen utama yang terkena dampak
d. Matrices
Metode matriks sebenarnya hanyalah merupakan bentuk chechlist dua
dimensi yang menggunakan satu jalur untuk daftar komponen lingkungan
sedangkan daftar aktivitas dari proyek atau dapat pula dibalik isi dari jalur
dan lajur. Kelemahannya akan tidak dapat menunjukkan aliran dampak atau
hubungan antara komponen dengan komponen lingkungan atau dampak
tidak secara langsung digambarkan, disebut juga metode Leopold karena
leopold orang yang pertama kali menemukan metode ini.
e. Networks
Metode ini disusun berdasarkan suatu daftar aktivitas proyek yang saling
berhubungan dan komponen-komponen lingkungan yang terkena dampak.
Dari kedua daftar tersebut disusun lagi hingga dapat menunjukkan aliran
dampak yang menggambarkan adanya dampak langsung dan tidak langsung
serta hubungan antara komponen lingkungan. Kelebihannya adalah dapat
mengevaluasi dampak secara keseluruhan dan dapat dicari aktivitas pokok
mana yang harus dikendalikan. Selain itu setiap orang sesuai keahlian dan
pengalamannya dapat menyusun bentuk aliran dampak yang berbeda-beda
dna terbuka kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penyusunan aliran
dampak.
Dalam perkembangan penggunaan metde banyak yang melakukan modifikasi dan
penggabungan atau meakukan kombinasi, maka timbullah cara keenam yaitu :
f. Modifikasi dan kombinasi
Metode ini mengkombinasikan dari kelima metode sebelumnya sehingga
dapat lebih maju dari metode sebelumnya
Pemilihan Metodologi
Tim Amdal harus memilih metode Andal mana yang harus digunakan. Pada
umumnya sulit untuk menjawab bagaimana cara memilih metode Andal yang akan
digunakan untuk suatu proyek. Kesalahan terbesar dalam tim adalah memilih
metode yang sama dalam beberapa proyek, sedangkan diperlukan penyesuaian
metodologi yang digunakan untuk proyek lain.
Pedoman umum untuk memilih metode memang tidak banyak dibicarakan dalam
pustaka-pustaka. Tetapi sekalipun demikian ada beberapa pertimbangan yang perllu
diperhatikan walaupun kata akhir dari pemilihan metode ini terletak pada penilaian
tim. Hanya penilaian tim sangat bergantung dari pengetahuan dan pengalamannya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih proyek adalah sebagai berikut :
a. Memahami kelebihan dan kekurangan dari tiap metode baik dalam fungsinya
maupun cara kerjanya
b. Penguasaan tipe dari aktivitas proyek
c. Penguasaan ciri dan sifat umum dan khuus dari rona lingkungan;
d. Pemahaman dampak penting yang akan terjadi melalui skoping. Makin besar
dan makin kompleks akan membutuhkan metode yang kompleks pula
e. Pedoman yang diberikan oleh instansi yang bertanggung jawabmengenai
bagaimana bentuk informasi yang diperlukan dan cara penyajiannya
f. Batasan-batasan dalam satu waktu, keahlian, biaya, peralatan dan data yang
diperlukan serta teknik-teknik analisis yang diperlukan
g. Mempelajai metode yang digunakan oleh tim lain dan studi pustaka sebagai
sumber referensi

Metode Andal yang terkenal


Beberapa metode lebih menonjol atau penggunaannya lebih banyak
dibandingkan metode lain. Penggunaan suatu metode biasanya mengalami
penyesuaian oleh tim. Beberapa metode tersebut adalah :
a. Metode Leopold
Metode ini biasa juga disebut metode Matriks atau Matriks Interaksi dari
leopold. Identifikasi dampak lingkungan dari proyek ditulis dalam interaksi
anatara aktivitas dan komponen lingkungan
Langkah pertama setelah matriks dibuat adalah menentukan dampak dari tiap
aktivitas proyek pada komponen lingkungan, jika terdampak dampak pada suatu
komponen lingkungan dari suatu aktivitas maka akan diberi tanda diagonal.
Langkah kedua adalah dari tiap kotak dalam diagonal ditetapkan besar dampak
dan kepentingan dampaknya. Sebelumnya, ditetapkan terlebih dahulu skala 1-10
bersama dengan uraian jelas terkait skala tersbut. Dampak positif diberi angka
“+” dan dampak negatif diberi angka “-“. Nilai kepentingan didasarkan pada
kepentingan lokal atau nilai bagi masyarakat tempat proyek dibangun. Kelebihan
dari metode ini adalah setiap aktivitas lingkungan dapat dilihat dampaknya
terhadap komponen lingkungan.

b. Metode MacHarg
Metode Macharg dikenal juga dengan metode Overlay atau teknik overlay.
Sesuai dengan namanya, maka metodoe ini menggunakan berbagai peta yang
digambarkan dalam lembar-lembar transparansi.
Daerah yang dianalisis dibagi dalam beberapa satuan. Satuan tersebut dapat
disusun berdasarkan berbagai cara, baik survei lapangan (wawancara,
pengamatan, pengukuran dan lain sebagainya) maupun dengan potret udara dan
peta-peta yang telah ada
Langkah berikut melakukan identifikasi dari dampak yang diduga akan terjadi
pada berabgai komponen lingkungan dari setiap satuan daerah. Setiap
komponen lingkungan dan dampaknya digambarkan dalam satu transparansi
tersendiri.
Transparansi-transparansi dari berbagai dampak yang telah tergambar saling
ditumpukkan atau ditampalkan (dari satuan geografis yang sama). Maka akan
dapat dilihat daerah tataguna lahan yang cocok, aktivitas yang cocok dan
pembangunan rekayasa yang dapat dilaksanakan. Dengan demikian kombinasi
yang berbaik dari keadaan-keadaan tersebut dapat diidentifikasi. Kelemahan
metode ini adalah apabila komponen lingkungan yang digunakan terlalu banyak
sehingga hasil penampalan dari peta-peta menjadi gelap dan dampaknya tak
dapat dilihat. Metode ini dapat digunakan dengan komponen lingkungan yang
banyak setelah diketemukan mesin komputer. Metode ini biasanya digunakan
untuk proyek pembangunan jalan, pipa dan lain sebagainya. Penggunaan
komputer biasanya akan lebih mahal dan lebih lama dibanding dengan
penampalan dari peta-peta transparansi.

c. Metode Fisher dan Davies


Metode yang dikembangkan oleh Fisher dan Davis pada tahun 1973 juga dikenal
sebagai Matriks dari Fisher dan Davies. Kekhususan dari metode ini adalah tiga
macam matriks yang disusun secara bertahap. Tahap-tahap tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Tahap pertama: Matriks mengenai evaluasi lingkungan sebelum proyek
dibangun atau disebut keadaan lingkungan awal (Enviromental baseline);
b. Tahap kedua: Matriks dampak lingkungan (Environmental compability
matriks)
c. Tahap ketiga: Matriks keputusan (Decision matriks)
Dalam tahap pertama disusun matriks dari komponen-komponen lingkungan
yang dinilai penting, kemudian dievaluasi dan diberi nilai skala tingkat
kepentingannya pada waktu penelitian dan kepekaannya terhadap pengelolaan.
Batas-batas penelitian ditetapkan terlebih dahulu agar dapat dijangkau batas
daerah yang terkena dampak.
Tahap kedua yang disusun ialah matriks dampak lingkungan. Bentuk matriksnya
hampir sama dengan matriks Leopold, hanya dalam matriks ini komponen
lingkungan dan macam aktivitas yang dimasukkan lebih sederhana bentuknya.
Tahap ketiga adalah penyusunan matriks keputusan. Matriks yang disusun
berdasarkan hubungan antara Kriteria Komponen Lingkungan yang akan terkena
dampak. Dalam menyusun kolom kriteria komponen lingkungan haruslah
dipertimbangkan kriteria pengambilan keputusan seperti siapa yang akan
terkena dampak, ketidakpastian, kompensasi, keperluan pengelolaan,
keanekaragaman dan lain sebagainya.

d. Metode Ad Hoc
Metode ini sedikit sekali memberikan pedoman kepada tim dan tidak membagi
lingkungan kedalam komponen yang detail tetapi kedallam bidang dampak yang
lebih luas atau membagi kedalam ekosistem. Misal, analisis dampak pada danau,
hutan, pertanian, flora, fauna, tanah, air bumi, dan lain sebagainya.
Cara yang sederhana dalam melakukan evaluasi dampak keseluruhan dari proyek
pada lingkungan ialah dengan menyusun matriks hubungan antara pembagian
dari lingkungan dengan keadaan dampaknya, yaitu ada dampak atau tidak,
dampak jangka pendek atau panjang, menguntungkan atau merugikan, apakah
dampak berbentuk kembali atau tidak. Tim dibentuk berdasarkan ahli sesuai
dengan aspek lingkungan.

e. Metode Checklist
Metode ini pada dasarnya berbentuk sebagai daftar dari komponen lingkungan
yang akan diduga dampaknya baik yang menguntungkan atau merugikan
terhadap tiga tingkatan atau fase pembangunan, yaitu:
a. Tingkat perencanaan dan desain proyek
b. Tingkat kontruksi
c. Tingkat proyek berjalan
Berdasarkan tabel checklist dapat pula disusun suatu daftar dampak lingkungan
proyek yang dikelompokkan ke dalam tingkatan pembangunan proyek dengan
uraian agar dapat dilihat urutan dampaknya sebagai berikut:
1. Tingkat perencanaan dan desain:
a. Dampak pada penggunaan lahan dengan adanya tindakan spekulasi
b. Dampak pada ketidaktentuan dari sifat ekonomi dan sosial di sekitar;
c. Dampak pada perencanaan dan perlengkapan pelaanan/ fasilitas umum
2. Tingkat konstruksi proyek:
a. Pemindahan penduduk
b. Kebisingan
c. Erosi tanah dan gangguan drainase
3. Tingkat proyek berjalan
a. Tataguna tanah di dekat proyek
b. Pola pengembangan regional
c. Kebutuhan akan perumahan dan fasilitas umum
TEKNIK PENYARINGAN PROYEK

Penyaringan atau penapisan dilakukan dengan tujuan untuk menentukan


kegiatan atau proyek apa yang tidak perlu. UU Noo 23 tahun 1997 menyatakan
bahwa studi hanya dilakukan pada proyek-proyek yang menimbulkan dampak
penting pada lingkungan. Beberapa negara membagi dampak disamping dampak
penting ada pula dampak yang tidak diketahui secara pasti dan dampak yang
menyebabkan lingkungan tak dapat sembuh kembali (irreversiblle impact) yang
mereka gunakan sebagai syarat suatu proyek perlu Andal atau tidak

Metode penapisan proyek


Penapisan suatu proyek dapat dillakukan menggunakan satu tahap atau juga
dapat menggunakan beberapa tahap
a. Metode satu tahap
Metode satu tahap menggunakan suatu daftar jenis proyek yang harus dilakukan
studi andal. Hanya dengan memeriksa daftar tersebut, pemrakarsa dapat
mengetahui proyek yang akan dibangun perlu Andal atau tidak. Tetapi banyak
negara atau ahli lingkungan yang tidak menyukai penggunaan daftar tersebut karena
dampak pentingnya suatu proyek tidak ditentukan oleh jenis dan besarnay suatu
proyek saja, etapi pula ditentukan oleh keadaan lingkungan yang akan dibangun.
Beberapa negara maju mempunyai banyak ahli yang lebih berpengalaman menyukai
membentuk suatu tim kecil untuk menilai setiap usulan proyek dan menentukan
perlu amdal atau tidak. Di Indonesia, beberapa departemen telah mengeluarkan
surat keputusan yang berisi daftar kegiatan atau proyek di departemen tersebut
yang perllu studi amdal.
b. Metode beberapa tahap
Beberapa negara menggunakan metode satu atau dua langkah. Langkah pertama
menggunakan daftar dan langkah kedua menggunakan Penyajian Informasi
Lingkungan. Beberapa metode dapat terdiri dari lebih dari dua tahap. Beberapa
negara juga menggunakan penilaian proyek dan keadaan lingkungan saja, tetapi
berdasarkan kondisi sosial budayay, sosial-ekonomi dan politik suatu negara. Dapat
pula dimasukkan penilaian pemerintah seperti penyerapan tenaga kerja,
peningkatan pendapatan masyarakat, kesehatan masyarakat, dan lain sebagainya

Proses Penyaringan/Penapisan Proyek


Penyaringan proyek secara berurutan dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Pemahaman mengenai proyek yang akan dibangun, mulai dari kegunaan
keperluannya sampai kreativitasnya
b. Menetapkan dampak negatif yang akan timbul
c. Menguraikan cara untuk mengurangi atau menghilangkan dampak
d. Melakukan penilaian dan membuat keputusan

Penilaian Pemerintah Indonesia Mengenai Proyek dan Dampak


Penilaian pemerintah Indonesia mengenai proyek dan dampak lingkungan
yang harus diperhatikan tenaga penyaring proyek adalah:
a. Proyek-proyek yang wajib dilengkapi dengan pil ialah :
I. Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam;
II. Eksploitasi sumberdaya alam baik yang terbaharui maupun yang tak
terbaharui
III. Proses dan kegiatan lain yang secara potensial dapat menimbulkan
pemborosan dan kerusakan sumberdaya alam
IV. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat memperbaharui lingkungan
sosial dan budaya
V. Proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempenngaruhi pelestarian
kawasan konservasi sumberdaya alam dan/atau perlindungan cagar
budaya
VI. Introduksi jenis tumbuhan, atau jenis hewan, jawa renik;
VII. Penmbuatan dan penggunaan bahan hayati dan non-hayati
VIII. Penerapan teknologi yang diperkarakan mempunyai potensi besar
untuk mempengaruhi lingkungan
b. Hasil dari studi PIL yang kegiatan proyeknya mempunyai dampak pentnga
wajib dilengkapi dengan Amdal
c. Dampak lingkungan hidup yang dianggap penting dilakukan oleh:
I. Jumlah manusia yang akan terkena dampak;
II. Lahan wilayah persebaran dampak;
III. Lamanya dampak berlangsung
IV. Insentitas dampak
V. Banyaknya komponen lingkungan yang terkena dampak
VI. Sifat komulatif dampak tersebut
VII. Berbalik atau tidaknya dampak tersebut
d. Pedoman mengenai ukuran dampak penting tersebut akan ditetapkan oleh
menteri yang ditugasi mengelola lingkungan hidup