Anda di halaman 1dari 3

INSTRUCTIONAL DESIGN

NAME: MALISA

CLASS: VI C

NIM: 160107076

Mengidentifikasi Perilaku & Karakteristik Awal Peserta Didik

Untuk mengatasi masalah perbedaan keterampilan peserta didik dalam memahami materi yang di
ajarkan terdapat dua pendekatan yaitu peserta didik yang menyesuaikan dengan materi pembelajaran dan
sebaliknya materi yang disesuaikan dengan peserta didik.

Adapun tahapan untuk menyesuaikan peserta didik dengan materi pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Peserta didik menyesuaikan latar belakang pendidikan dengan jurusan yang akan diambil.
2. Peserta didik mengikuti tes masuk universitas.
3. Peserta didik mengikuti tes pengelompokan (placement test).
4. Peserta didik harus lulus mata kuliah bersyarat.

Pendekatan yang kedua dimana materi pembelajaran yang menyesuaikan dengan peserta didik yaitu
materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan awal peserta didik.

Jika kedua pendekatan tersebut tidak sesuai maka dapat digunakan pendekatan ketiga yaitu pendekatan
yang menggabungkan antara kedua pendekatan tersebut.

Adapun cirri-ciri dari pendekatan ketika ini yaitu:

1. Peserta didik mengikuti seleksi yang bersifat administratif.


2. Mengadakan tes karakteristik peserta didik untuk menyesuaikan bahan pelajaran.
3. Bahan instruksional disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik awal peserta didik.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perilaku dan karakteristik peserta didik sangat penting dalam menyusun
bahan pembelajaran.

A. Perilaku awal peserta didik


Adapun hal yang penting yang perlu ditanyakan untuk mengidentifikasi karakteristik awal
peserta didik yaitu pertama, menanyakan peserta didik yang mana dan jenjang pendidikan apa.
Kedua, menanyakan sejauh mana kemampuan, pengetahuan dan keterampilan peserta didik yang
mengikuti pembelajaran tersebut untuk merancang instruksional yang sesuai.
Untuk mengikuti mata kuliah yang disediakan peserta didik harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
a. Terdaftar pada perguruan tinggi pada semester dan tahun ajaran terkini.
b. Telah lulus suatu mata kuliah.
Sedangkan untuk siswa jenjang SMA dapat mengikuti pelajaran yang mereka minati. Dan
bagi karyawan pemerintah dan perusahaan swasta harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Memiliki ijazah.
b. Pernah mengikuti dan lulus pada suatu kursus.
c. Menguasai bahasa inggris minimal pasif.

Dengan diadakannya pengelompokan tersebut dapat memudahkan penyelenggaraan


kegiatan instruksional.

Ada tiga macam sumber yang dapat memberikan informasi kepada pendesain
instruksional, yaitu:

1. Peserta didik atau calon peserta didik;


2. Guru atau atasannya;
3. Pengelola program.

Ada beberapa tekhnik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi
kebutuhan instruksional dan perilaku awal peserta didik meliputi: kuesioner, interview, observasi
dan tes.

B. Karakteristik awal peserta didik


Untuk mendesain suatu instruksional yang menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran
atau pencapaian serta sesuai dengan minat siswa, pendesain instruksional perlu memahami
karakteristik awal peserta didik. Misalnya, perserta didik kurang mampu dalam menggunakan
bahasa inggris maka pendesain hendaknya memilih materi-materi yang tidak banyak
menggunakan bahasa inggris atau hendaknya menerjemahkannya terlebih dahulu.
Karakteristik peserta didik yang perlu dipertimbangkan dalam proses desain intruksional
adalah sebagai berikut:
1. Motivasi belajar;
2. Akses terhadap sumber belajar yang relevan dengan materi pembelajaran;
3. Akses teknologi;
4. Manajemen waktu belajar;
5. Kemampuan berpikir individu;
6. Tempat tinggal.
C. Latihan
Untuk mengidentifikasi karakter awal peserta didik, kita dapat mengumpulkan data kompetensi
dasar siswa baik dari orang terdekat, sample, observasi maupun tes.